Anda di halaman 1dari 8

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Amerika merupakan salah satu negara adidaya yang sangat kuat.
Keberadaan amerika juga sangat berpengaruh terhadap perubahan situasi dunia.
Perubahan tersebut tidak hanya pada bidang politik, sosial dan ekonomi namun
juga dalam olahraga.
Amerika memiliki beberapa olahraga yang sangat memasyarakt seperti
soItball, basket ball dan American Iootball. Dalam makalah ini akan dibahas
mengenai American Iootball serta teknik dasar permainannya. Walaupun
American Iootball tidak begitu memasyarakat di Indonesia, namun tidak ada
salahnya kita mengetahui inIormasi mengenai cabang olahraga ini.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka adapun rumusan
permasalahan dalam penulisan makalah ini ialah apakah American Iootball,
sejarah dan teknik permainannya.

1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui
sejarah serta teknik dasar permainan American Iootball.









BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah
Ini semua bermula dari olah rugby yang ditemukan di Inggris pada periode
1800an. Konon pada suatu hari di tahun 18, seorang pelajar bernama William
Webb Ellis bermain sepak bola (soccer di USA) bersama teman-temannya.
Karena kemampuan drible bola kaki Ellis yang buruk, dia tiba-tiba membawa bola
dengan tangannya dan berlari sekencang-kencangnya ke gawang. Setelah kejadian
itu mereka merasa apa yang dilakukan Ellis mungkin adalah sesuatu`.
Ellis, yang bersekolah di tempat bernama RUGBY SCHOOL, lalu
mencoba mengembangkan Sesuatu tersebut menjadi sebuah olahraga baru. ia
memIormulasi dan memodiIikasi peraturan sepak bola (soccer) menjadi
permainan baru yang sekarang disebut rugby.
Rugby pun berkembang dengan pesat di Inggris menjadi olahraga yang
proIesional di akhir abad 19. Pada sekitar tahun 1875, rugby untuk pertama
kalinya diperkenalkan di Amerika Serikat. Walau sangat disukai di wilayah
pelabuhan San Fransisco, namun olah raga ini tidak begitu menyebar luas di
seluruh negara bagian Amerika Serikat.
Di Amerika, pada awalnya American Football (AF) dimainkan oleh
mahasiswa. Mereka memainkan nenek moyang olah raga AF yang sangat
dipengatuhi oleh permainan Rugby tersebut di tahun 180-an. Inti permainan ini
adalah membawa bola (pada saat itu dikenal dengan istilah Balown) ke ujung
daerah musuh secepat mungkin untuk mendapatkan angka.
Pada periode sebelum 1865, anak-anak kampus di Harvard University
memainkan olah raga yang mirip dengan AF itu setiap hari Minggu. Karena
kerasnya olah raga macam ini, pertandingan di hari Minggu tersebut dikenang
dengan sebutan Bloody Monday. Tahun 187, perwakilan kampus dari
Columbia, Rutgers, Princeton, dan Yale bertemu di New York untuk merumuskan
aturan permainan AF antar kampus. Pada saat itu peraturannya masih banyak
mengadopsi permainan sepak bola (soccer). Empat tim ini membentuk
Intercollegiate Football Association (AFI) , dan menetapkan 15 pemain terdapat
dalam satu tim.

Walter Camp, Pelatih Yale dan salah satu petinggi IFA memutuskan untuk
menjadikan satu tim AF berisi sebelas pemain. Hal ini memulai langkah akhir
dalam evolusi dari cara bermain rugby ke permainan modern AF. Peraturan IFA
juga menentukan ukuiran lapangan menjadi 110 yards. Tahun 188, juga
memperkenalkan sistem down dengan aturan per 10 yard. Tackling di bawah
pinggang diperbolehkan tahun 1888.
Di 1905, Presiden Theodore Roosevelt memanggil utusan Harvard,
Princeton, danYale karena banyaknya korban berjatuhan akibat olah raga ini.
Dalam pertemuan itu disepakati perubahan dalam peraturan AF untuk
menghindari cedera para pemainnya. Lebih dari 60 perguruan tinggi yang
merumuskan peraturan baru tersebut kemudian dikenal dengan nama National
Collegiate Athletic Association (NCAA).
Peraturan baru ini diantaranya adalah diperbolehkannya Iorward pass
(operan ke depan) yang menghasilkan permainan lebih terbuka. Permainan kasar
kemudian dilarang. Taktik mengunci tangan oleh rekan setim untuk membuka
jalan bagi pelari bola tidak diperbolehkan karena dianggap akan menimbulkan
cedera seius. Durasi permainan diperpendek dari 70 menit menjadi 60 menit.
Neutral Zone (zona netral) diperkenalkan untuk memisahkan daerah satu tim
dengan lawannya.
Saat ini, hampir seratus tahun setelah terbentuknya NCAA, AF menjadi
olagraga yang paling bergengsi di kalangan perguruan tinggi di Amerika Serikat.
AF dimainkan permusim dan memiliki beberapa kompetisi di bawah NCAA.
Setiap tim universitas ada di beberapa divisi di bawah NCAA. Pemenang dari liga
perdivisi ini akan bertemu dengan juara dari divisi lainnya di ajang Bowl.
beberapa event bowl itu diantaranya Rose Bowl, yang dimainkan di malam
tahun baru di Pasadena, CaliIornia. lalu ada Orange Bowl di Miami, Florida,
Sugar Bowl di New Orleans, Louisiana, Cotton Bowl di Dallas, Texas, dan Peach
Bowl di Atlanta, Georgia.



2.2 Teknik Dasar Permainan


Sepak bola Amerika dimainkan di atas lapangan berbentuk segi empat,
dengan panjang 10 yard (110 meter) dan lebar 5 1/ yard (9 meter). Garis
paling luar di sepanjang lapangan disebut sideline (garis sisi), sedangkan garis
paling luar di kedua ujung lapangan disebut end line (garis akhir).
Pertandingan standar terdiri dari babak (disebut quarter), sedangkan
masing-masing babak terdiri dari 15 menit. Istirahat yang disebut halItime
diberikan setelah babak ke- selesai. Jam pertandingan dihentikan kalau terjadi
pergerakan bola yang menurut peraturan pertandingan mengharuskan
pertandingan dihentikan, akibatnya waktu pertandingan menjadi lebih lama.
Pemain membawa bola dengan cara:
1. Berlari membawa bola, teknik ini disebut rushing. Teknik memberikan bola ke
tangan rekan satu tim disebut handoII.
. Melempar bola ke rekan satu tim yang dikenal sebagai lemparan ke depan
(Iorward pass) atau passing. Lemparan ke depan merupakan ciri khas yang
membedakan sepak bola Amerika dengan olahraga Iootball yang lain.
Kesempatan down berakhir dan bola dinyatakan mati bila:
1. Pemain yang membawa bola dijatuhkan ke tanah (ditekel) atau gerak majunya
berhasil dihentikan anggota tim lawan (sebagaimana disetujui wasit).
. Lemparan ke depan tidak bisa ditangkap hingga keluar dari lapangan, atau jatuh
ke lapangan permainan sebelum bisa ditangkap. Peristiwa ini disebut incomplete
pass (operan tidak lengkap).
. Bola dikembalikan ke tempat asalnya di garis awal bola (line oI scrimmage)
untuk memulai down berikut.
. Bola dan pemain menjadi berada di luar lapangan.
5. Salah satu tim mencetak skor.
Tim penyerang memiliki hak atas bola hingga terjadi peristiwa:
1. Tim penyerang gagal mendapatkan Iirst down setelah diberikan kesempatan
awal berupa kali down untuk membawa bola sejauh 10 yard. Tim bertahan
mengambil alih bola di titik tempat bola mati di down yang ke-. Pergantian
kepemilikan bola seperti ini disebut turnover on down.
5

. Tim penyerang mencetak skor dengan melakukan touch down atau melalui
tendangan Iield goal. Setelah mencetak skor, tim penyerang melakukan Iormasi
tendangan istimewa dari daerah sendiri ke daerah lawan yang disebut kickoII.
. Tim penyerang melakukan tendangan punt ke bidang lawan. Tendangan punt
dilakukan dengan cara menjatuhkan bola dari pegangan dan menendangnya
sebelum bola menyentuh lapangan permainan.
. Tim lawan menangkap lemparan ke depan yang dilakukan tim penyerang.
Peristiwa ini disebut intersepsi (interception). Pemain lawan yang berhasil
merebut bola dengan cara ini boleh berlari dengan membawa bola sejauh mungkin
sampai berhasil ditekel, dipaksa ke luar lapangan, atau mencetak skor.
5. Bola terlepas atau tim penyerang tidak sengaja menjatuhkan bola (disebut
Iumble) dan tim lawan memungutnya. Pergantian kepemilikan bola akibat bola
jatuh atau direbut lawan dengan cara intersepsi disebut turnover.
6. Tim penyerang gagal melakukan tendangan Iield goal ke arah gawang lawan.
Tim bertahan mendapatkan bola di titik down terakhir dilakukan (atau menurut
peraturan NFL, di titik tendangan yang gagal). Bila tendangan yang gagal
dilakukan dari jarak 0 yard dari end zone, tim lawan mendapatkan bola di garis
0 yard di daerah sendiri.
7. Tim penyerang yang membawa bola ditekel, dipaksa keluar dari lapangan, bola
dibawa ke luar lapangan, atau melakukan pelanggaran di daerah end zone.
Peristiwa yang disebut terakhir jarang terjadi dan disebut saIety.
Tim mencetak skor dengan cara:
1. Touchdown (TD) dengan nilai 6 poin. Peristiwa touchdown terjadi bila pemain
membawa lari bola atau menangkap lemparan bola di bidang end zone lawan.
Setelah touchdown, tim yang mencetak skor mencoba menambah skor dengan
melakukan konversi (conversion). Bola diletakkan di garis yard tim lawan (garis
yard dalam pertandingan NFL) dan ditendang ke udara agar melewati palang
melintang pada gawang lawan dan melayang di antara dua tiang gawang seperti
halnya Iield goal untuk mendapatkan 1 poin ekstra.
. Gol lapangan (Iield goal atau FG) dengan nilai poin. Bola ditendang ke udara
agar melewati palang melintang pada gawang lawan dan melayang di antara dua
tiang gawang.
6

. SaIety dengan nilai poin. Skor ini dicetak tim yang bertahan bila tim
penyerang yang sedang memiliki bola dipaksa mundur ke bidang end zone sendiri
dan jatuh ditekel, dll
Pelanggaran yang umum dilakukan:
1. Salah start (Ialse start): Pemain dari tim penyerang bergerak secara tidak sah
setelah berjajar untuk melakukan snap. Bila salah start, play secara otomatis
dianggap mati.
. OIIside: Pemain dari tim penyerang berada di bidang yang salah ketika
dilakukan down. Bila pergerakan pemain (play) sudah terjadi, hukuman
ditangguhkan bergantung pada hasil play tersebut.
. Holding: Perlakuan tidak sah seperti menarik atau merenggut badan lawan yang
tidak sedang membawa bola.
. Pass interIerence: Perlakuan tidak sah membenturkan badan ke pemain lawan
agar tidak bisa menangkap lemparan bola ke depan yang ditujukan ke arah pemain
tersebut.
5. Delay: Tindakan menunda-nunda pergerakan pemain (play) dalam jangka
waktu tertentu setelah play sebelumnya berakhir. Memblok secara ilegal dari
belakang: Pemain dari tim penyerang secara tidak sah mendorong pemain
bertahan dari belakang.
6. Face mask: Perlakuan merenggut atau menyentuh besi pelindung muka yang
dikenakan pemain lain sewaktu berusaha melakukan tekel. Pihak penyerang
1. Barisan penyerang yang disebut oIIensive line (OL) terdiri dari 5 pemain yang
bertugas melindungi pelempar bola, dan membuka jalan bagi rekan sesama tim
yang berlari sambil membawa bola dengan menghalangi anggota tim bertahan.
Selain pemain yang bertugas sebagai center, anggota barisan penyerang biasanya
tidak bertugas membawa lari bola.
. Pemain quarterback (QB) adalah seorang pemain yang menerima operan snap
ketika play (pergerakan bola) dimulai. Pemain quarterback bisa memilih untuk
menyerahkan bola kepada pemain running back (RB), melemparkannya ke
pemain lain, atau sendirian membawa lari bola.
. Barisan pemain running back (RB) berjajar di belakang atau di samping pemain
quarterback dengan tugas khusus membawa lari bola. Selain itu, pemain RB juga
7

bertugas memblok dan menangkap lemparan bola, dan kadang-kadang


menyerahkan bola ke rekan sesama pemain RB. Bila tim memiliki pemain RB,
seorang pemain bertindak sebagai halIback (HB), dan seorang lagi bertindak
sebagai tailback (TB) yang kemungkinan besar bertugas lari membawa bola
sambil dilindungi pemain yang bertugas sebagai Iullback (FB). Pemain wide
receiver (WR) yang berdiri di sisi kiri-kanan garis dan bertugas menangkap
lemparan ke depan.
. Barisan pemain tight end (TE) yang berjajar di luar barisan penyerang, dan bisa
menangkap lemparan ke depan (seperti pemain wide receiver) atau melindungi
pemain quarterback sekaligus membuka ruang bagi pemain yang lari membawa
bola.
Pihak bertahan
1. Barisan pertahanan (deIensive line) terdiri dari sampai 6 pemain yang berjajar
berhadapan dengan barisan penyerang lawan. Pemain dari barisan pertahanan
berusaha menekel pemain running back yang membawa bola agar bola tidak
berhasil dibawa lebih jauh.
. Pemain linebacker menempati posisi antara deIensive line (barisan pertahanan)
dan pemain bek bertahan, tugasnya menerjang pemain quarterback atau
menghalang-halangi pemain lawan yang mungkin akan diberi lemparan.
Nomor punggung
Nomor punggung pemain NFL ditentukan berdasarkan posisi dalam tim:
1- 9: Pemain quarterback, penendang (kicker dan punter)
10-19: Quarterbacks, kickers, penendang (kicker dan punter), pemain wide receiver
0-9: Pemain running back dan pemain bek bertahan
50-59: Pemain center dan pemain linebacker
60-79: Pemain barisan pertahanan dan barisan penyerangan
80-89: Pemain receiver dan pemain tight end
90-99: Pemain barisan pertahanan dan pemain linebacker




8

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat ditulis beberapa kesimpulan
yaitu : American Football pada awalnya berawal dari olahraga rugby, kemudian
seiring dengan perkembangannya akhirnya menjadi American Iootball. Selain itu
dalam teknik permainannya juga memiliki aturan yang sangat jelas.

3.2 Saran
Permaianan Iootball memang tidak begitu memasyarakat, namun
sebaiknya kita mencoba melakukan olahraga ini karena akan sangat bermanIaat
bagi kesehatan tubuh.