Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PRAKTIKUM PETROLOGI ACARA V : BATUAN SEDIMEN SILISIKLASTIK

1.

Piroklastik : akumulasi material piroklastik atau sering pula disebut sebagai tephra dan merupakan hasil dari banyak proses yang berhubungan dengan erupsi vulkanik tanpa memandang penyebab erupsi dan asal dari materialnya.

2.

Piroklastik aliran : aliran panas dengan konsentrasi tinggi, dekat permukaan, mudah bergerak, berupa gas dan partikel terdispersi yang dihasilkan oleh erupsi volkanik. Piroklastik jatuhan : piroklastik yang dilontarkan secara ledakan ke udara sementara akan tersuspensi yang selanjutnya jatuh ke bawah dan terakumulasi membentuk endapan piroklastik jatuhan.

3.

4.

Piroklastik surge : dibentuk secara langsung oleh erupsi freatomagmatik maupun freatik dan asosiasinya dengan piroklastik aliran. Hidroklastik : material ini dihasilkan oleh suatu erupsi hidrovulkanik yaitu erupsi yang terjadi karena kontak air dengan magma. Endapan Hidroklastik Jatuhan : endapan yang terjadi dari akumulasi material hidroklastik yang dilemparkan dari pusat erupsi ke udara dan kemudian jatuh di tempat pengendapannya.

5.

6.

7.

Endapan Hidroklastik Aliran :endapan ini terjadi dari akumulasi material hidroklastik yang terlempar dari pusat erupsi, kemudian bergerak sepanjang permukaan bumi menuju tempat pengendapannya

8.

Autoklastik : biasanya dijumpai sebagai breksi vulkanik autoklastik yaitu bentuk fragmentasi padat karena letusan gas-gas yang ada di dalamnya yang disebabkan oleh adanya penghancuran lava.

9.

Alloklastik : biasanya disebut dengan breksi vulkanik alloklastik yaitu breksi yang dibentuk oleh fragmentasi dari beberapa batuan preexisting oleh proses vulkanik bawah permukaan.

10.

Epiklastik : merupakan hasil dari pelapukan dan erosi dari batuan vulkanik dan umumnya bukan merupakan hasil vulkanisme yang seumur. Konglomerat : batuan yang terbentuk dari endapan gravel yang sudah terkonsolidasi dengan campuran pasir atau lumpur pada ruang antar butirnya.

11.

12.

Breksi : batuan yang terbentuk dari material vulkanik yang kemudian mengalami konsolidasi dengan fragmen-fragmen batuan beku lainnya yang juga hasil dari vulkanik.

13.

Batupasir : batuan sedimen yang pada umumnya tersusun atas material berukuran pasir (1/16-2mm) dengan bentuk butir rounded. Arkose : secara petrologis arkose menunjukkan kemas terbuka dengan sortasi yang buruk. Matriks biasanya berukuran pasir ( 1/16 2 mm) yang berupa materialmaterial sedimen berukuran pasir, sedangkan untuk fragmen berukuran pasir kerikil ( 1/16 4 mm ) dengan fragmen berupa mineral-mineral seperti Chert, Muscovite, Biotite, Kuarsa, Ortoklas. Pembundaran angular-subangular.

14.

15.

Batulanau : adalah batuan sedimen klastik berbutir halus ( antara 1/16 mm 1/256 mm). Serpih : lumpur dan lempung yang telah terkonsolidasi. Batuan ini sangat melimpah di alam, kebanyakan berstruktur laminasi. KESIMPULAN : Dari penjelasan singkat di atas kita hubungan antara batuan-batuan akan telah mengetahui dijelaskan

16.

yang

tersebut dengan batuan sedimen silisiklastik. Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah bahwa semua batuan (batuan dari no 1 sampai 16) merupakan/termasuk batuan sedimen silisiklastik karena semuanya terbentuk dari fragmenfragmen batuan lain atau batuan asli. Hanya saja batuan no 1 sampai 10 prosesnya lebih berkaitan dengan proses erupsi gunung berapi/proses vulkanik sehingga batuan no 1 sampai 10 biasa dikatakan sebagai batuan sedimen silisiklastik volkaniklastik. Sedangkan batuan no 11 sampai 16 sering disebut batuan sedimen silisiklastik non volkaniklastik.

Daftar Pustaka

1. http://csmres.jmu.edu/geollab/Fichter/Fichter/websites.html 2. http://www.eos.ubc.ca/courses/eosc221/ed/silli/compact.html 3. Soekardi, Sasongko,W., Hendratno, A., 2004, Diktat Kuliah Petrografi Batuan Beku, Batuan Piroklastik dan Batuan Sedimen Klastik, Laboratorium Geologi Optik Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta