APRESIASI SENI SENIMAN LUKIS D I S U S U U N OLEH : NAMA : GHEISYA AUDITA NIM : 2011 161 419 DOSEN PENGASUH : RION

FEZER S.Pd

UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Pada umur 26 tahun. Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug. termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh segelintir anak negeri. Sebelum mulai melukis. melainkan sebuah kelompok belajar bersama dan kerja sama saling membantu sesama pelukis. Ki Hajar Dewantara. Mohammad Hatta. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis. Bagi orang-orang segenerasinya. Empat Serangkai-yang terdiri dari Ir. memperoleh pendidikan HIS. Pada tahun 1943. dan Kyai Haji Mas Mansyur--memimpin Seksi Kebudayaan Poetera (Poesat Tenaga Rakyat) untuk ikut ambil bagian. Koesoema. Sekitar tahun 30-an. dan memang telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya. Dari segi pendidikan. dan selanjutnya tamat dari AMS. pada tahun 1933. bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya. Mereka itu adalah Hendra Gunawan. Barli. Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok. Affandi menikah dengan Maryati. Sudarso. Cirebon. Kelompok ini berbeda dengan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1938. yaitu kelompok lima pelukis Bandung. Soekarno. putra dari R. Drs.Affandi Biografi Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907. MULO. yaitu Kartika Affandi. Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung. Namun. gadis kelahiran Bogor. . Affandi mengadakan pameran tunggal pertamanya di Gedung Poetera Djakarta yang saat itu sedang berlangsung pendudukan tentara Jepang di Indonesia. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis. ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. Dalam Seksi Kebudayaan Poetera ini Affandi bertindak sebagai tenaga pelaksana dan S.

tapi dia tak bisa membedakan antara Lekra dengan Lepra!" kata teman itu dengan kalem. Affandi juga termasuk pimpinan pusat Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). gerakan anti imperialis AS sedang mengagresi Vietnam cukup gencar. Dalam sidang konstituante. Akhirnya biaya beasiswa yang telah diterimanya digunakan untuk mengadakan pameran keliling negeri India. pameran di sana. Poster yang merupakan ide Soekarno itu menggambarkan seseorang yang dirantai tapi rantainya sudah putus. Sekelompok pelukis siang-malam memperbanyaknya dan dikirim ke daerah-daerah. Ketika Affandi mempersoalkan 'Perikebinatangan' tahun 1955. banyak pelukis ambil bagian. Sepulang dari India. ada yang mempersoalkan. Juga anti kebudayaan AS yang disebut sebagai 'kebudayaan imperialis'. Lahirnya Pancasila. India. Dan Affandi pun. teman dekat Affandi juga sejak sebelum revolusi. Suatu saat. diboikot di negeri ini. Topik yang diangkat Affandi adalah tentang perikebinatangan. Gerbong-gerbong kereta dan tembok-tembok ditulisi antara lain "Merdeka atau mati!". kadang-kadang tidur. Ir. Ketika sekelompok pelukis Lekra berkumpul. Pada tahun enampuluhan. bukan perikemanusiaan dan dianggap sebagai lelucon pada waktu itu.Soedjojono sebagai penanggung jawab. biasanya katanya Affandi cuma diam. Eropa. Affandi mendapat tugas membuat poster. . pada tahun lima puluhan. 1 Juni 1945. dan sebagainya. Henk Ngantung. yang langsung mengadakan hubungan dengan Bung Karno. Dia masuk komisi Perikemanusiaan (mungkin sekarang HAM) yang dipimpin Wikana. Tapi ketika sidang komisi. Menanggapi persoalan ini. dia pernah mendapat beasiswa untuk kuliah melukis di Santiniketan. suatu akademi yang didirikan oleh Rabindranath Tagore. Karuan saja semua tertawa. Affandi dicalonkan oleh PKI untuk mewakili orang-orang tak berpartai dalam pemilihan Konstituante. Kata-kata yang dituliskan di poster itu ("Bung. organisasi kebudayaan terbesar yang dibubarkan oleh rezim Suharto. Film-film Amerika. Affandi merupakan seorang pelukis rendah hati yang masih dekat dengan flora. kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup masih sangat rendah. fauna. Yang dijadikan model adalah pelukis Dullah. Dia bagian seni rupa Lembaga Seni Rupa) bersama Basuki Resobowo. dia ditolak dengan alasan bahwa dia dipandang sudah tidak memerlukan pendidikan melukis lagi. Ketika telah tiba di India. Saloekoe Poerbodiningrat dsb. Mengapa Affandi yang pimpinan Lekra kok pameran di tempat perwakilan agresor itu. Bakat melukis yang menonjol pada diri Affandi pernah menorehkan cerita menarik dalam kehidupannya. Kata-kata itu diambil dari penutup pidato Bung Karno. untuk mewakili orang-orang tak berpartai. ada yang nyeletuk: "Pak Affandi memang pimpinan Lekra. Ketika republik ini diproklamasikan 1945. Affandi angkat bicara. ayo bung") merupakan usulan dari penyair Chairil Anwar. Waktu itu Affandi mendapat undangan untuk pameran di gedung USIS Jakarta. menurut Basuki Resobowo yang teman pelukis juga. Saat itulah. Dan terpilihlah dia. seperti Prof. dan lingkungan walau hidup di era teknologi.

Pelukis yang meraih gelar Doktor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974 ini dalam mengerjakan lukisannya. Namun. Gatutkaca. bijak. Affandi memilih Sokrasana yang wajahnya jelek namun sangat sakti. pemegang gelar Doctor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974. Oleh para kritisi Barat. Kresna. ganteng. Arjuna. Bahkan hingga saat tuanya. Karya-karyanya yang dipamerkan ke berbagai negara di dunia. Tokoh wayang itu menurutnya merupakan perwakilan dari dirinya yang jauh dari wajah yang tampan. Affandi dikenal sebagai sosok yang sederhana dan suka merendah. Kesederhanaan cara berpikirnya terlihat saat suatu kali. Mungkin karena kerbau adalah binatang yang dianggap dungu dan bodoh. Orang-orang lain bila memilih wayang untuk idola. Bahkan ia dikenal sebagai pelukis yang tidak suka membaca. Bima atau Werkudara.000 karya lukis. lukisan Affandi dianggap memberikan corak baru aliran ekspresionisme. Eropa. ini dikenal sebagai seorang pelukis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstrak. Tapi ketika itu justru Affandi balik bertanya. Menurut Helfy Dirix (cucu tertua Affandi) gambar yang digunakan untuk perangko itu adalah lukisan self-portrait Affandi tahun 1974. biasanya memilih yang bagus. dalam keseharian. ia telah menghasilkan lebih dari 2. julukan yang diakunya karena dia merasa sebagai pelukis bodoh. bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu. [sunting] Affandi dan melukis Semasa hidupnya. Baginya. Affandi merasa bingung sendiri ketika kritisi Barat menanyakan konsep dan teori lukisannya. Aliran apa itu?. baik di Asia. ia sering mengatakan bahwa dirinya adalah pelukis kerbau. Affandi membutakan diri dengan teori-teori. huruf-huruf yang kecil dan renik dianggapnya momok besar. Meskipun begitu. lebih sering menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya. dia tidak overacting. Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Deparpostel) mengabadikan wajahnya dengan menerbitkan prangko baru seri tokoh seni/artis Indonesia. Sehingga seringkali lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain terutama oleh orang yang awam tentang dunia seni lukis jika tanpa penjelasannya. saat Affandi masih begitu getol dan produktif melukis di museum sekaligus kediamannya di tepi Kali Gajahwong Yogyakarta. Bahkan terhadap bidang yang dipilihnya. . Pelukis yang kesukaannya makan nasi dengan tempe bakar ini mempunyai idola yang terbilang tak lazim. Amerika maupun Australia selalu memukau pecinta seni lukis dunia. Sikap sang maestro yang tidak gemar berteori dan lebih suka bekerja secara nyata ini dibuktikan dengan kesungguhan dirinya menjalankan profesi sebagai pelukis yang tidak cuma musiman pameran. Bahkan. gagah. Dalam perjalanannya berkarya.Meski sudah melanglangbuana ke berbagai negara. seperti. Namun bagi pecinta lukisan hal demikianlah yang menambah daya tariknya.

Hendra. Sampai pada kesan elitis soal sebutan pelukis. . dia menjawab.Misalnya jawaban Affandi setiap kali ditanya kenapa dia melukis. Bagi Affandi. Mahathir Mohammad pada Juni 1988 kala keduanya masih berkuasa. terdapat sekitar 1. Kopi dari lukisan diri yang dibuat oleh pelukis Affandi sendiri Museum yang diresmikan oleh Fuad Hassan.000-an lebih lukisan di Museum Affandi. Ia dimakamkan tidak jauh dari museum yang didirikannya itu. Kegiatan yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Lukisan-lukisan Affandi yang dipajang di galeri I adalah karya restropektif yang punya nilai kesejarahan mulai dari awal kariernya hingga selesai. saya tidak pandai omong. baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal seperti Basuki Abdullah. Saat ini. Kalau anak saya sakit. Popo Iskandar. Adapun galeri III berisi lukisan-lukisan keluarga Affandi. melukis adalah bekerja. Dia melukis seperti orang lapar. Fajar Sidik. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu dalam sejarahnya telah pernah dikunjungi oleh Mantan Presiden Soeharto dan Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Sampai ajal menjemputnya pada Mei 1990. Bahasa yang saya gunakan adalah bahasa lukisan. dan ia tidak meletakkan kesenian di atas kepentingan keluarga. dan lainlain. ia tetap menggeluti profesi sebagai pelukis. Dengan enteng. Saya melukis karena saya tidak bisa mengarang. sehingga tidak dijual. Rusli. ucapnya. saya pun akan berhenti melukis. Lebih jauh ia berdalih bahwa dirinya tidak cukup punya kepribadian besar untuk disebut seniman. Sedangkan galeri II adalah lukisan teman-teman Affandi. dan 300-an di antaranya adalah karya Affandi. dia hanya ingin disebut sebagai tukang gambar. Museum ini didirikan tahun 1973 di atas tanah yang menjadi tempat tinggalnya.

Di negara India. Dan sejak 1986 ia juga diangkat menjadi Anggota Dewan Penyantun ISI (Institut Seni Indonesia) di Yogyakarta. Demikian juga di berbagai negara di Eropa. Semuanya Kuserahkan KepadaNya" (Juli 99). Oei Hong Djien. Bahkan Komite Pusat Diplomatic Academy of Peace PAX MUNDI di Castelo San Marzano. Bahkan kurator terkenal asal Magelang. dan Amerika Serikat. "Apa Salahku? Mengapa ini Harus Terjadi" (Februari 99). Bahkan seorang Penyair Angkatan 45 sebesar Chairil Anwar pun pernah menghadiahkannya sebuah sajak yang khusus untuknya yang berjudul "Kepada Pelukis Affandi". Affandi sering mengadakan pameran di berbagai tempat. Adalah Koran International Herald Tribune yang menjulukinya sebagai Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia. . pernah memburu lukisan Affandi sampai ke Rio de Janeiro. Amsterdam. sementara di Florence. Berbagai penghargaan dan hadiah bagaikan membanjiri perjalanan hidup dari pria yang hampir seluruh hidupnya tercurah pada dunia seni lukis ini. Venezia. Lukisan itu antara lain "Apa yang Harus Kuperbuat" (Januari 99). Italia pun mengangkatnya menjadi anggota Akademi Hak-Hak Azasi Manusia. Rukmini Yusuf. Di Eropa. pada tahun 1977 ia mendapat Hadiah Perdamaian dari International Dag Hammershjoeld. Untuk mendekatkan dan memperkenalkan karya-karyanya kepada para pecinta seni lukis.Di dalam galeri III yang selesai dibangun tahun 1997. "Tidak Adil" (Juni 99). para pengagumnya sampai menganugerahinya berbagai sebutan dan julukan membanggakan antara lain seperti julukan Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia bahkan julukan Maestro. tidak kalah banyak penghargaan yang telah diterimanya. di antaranya. Brussels. San Paulo. Amerika serta Australia. dia telah mengadakan pameran keliling ke berbagai kota. Affandi di mata dunia Affandi memang hanyalah salah satu pelukis besar Indonesia bersama pelukis besar lainnya seperti Raden Saleh. Basuki Abdullah dan lain-lain. Ada pula lukisan Maryati. Dari dalam negeri sendiri. Hal demikian jugalah yang membuat namanya dikenal di berbagai belahan dunia. "Kembali Pada Realita Kehidupan. Paris. dan Roma. Italia dia telah diberi gelar Grand Maestro. Namun karena berbagai kelebihan dan keistimewaan karya-karyanya. Di antaranya. Florence. saat ini terpajang lukisan-lukisan terbaru Kartika Affandi yang dibuat pada tahun 1999. penghargaan "Bintang Jasa Utama" yang dianugrahkan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1978. serta Juki Affandi. ia telah mengadakan pameran antara lain di London. dan lain-lain. Begitu juga di negara-negara benua Amerika seperti di Brasil.

disamping menjadi barang koleksi dari berbagai penjuru dunia.Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. Belanda. Ia pernah diangkat menjadi pelukis resmi Istana Merdeka Jakarta dan karya-karyanya menghiasi istana-istana negara dan kepresidenan Indonesia. S.Basuki Abdullah Basoeki Abdullah (lahir di Surakarta. Jawa Tengah. Selain organisasi Poetra. Basoeki Abdullah pada tahun 1933 memperoleh beasiswa untuk belajar di Akademik Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag. Di masa revolusi Bosoeki Abdullah tidak berada di tanah air yang sampai sekarang belum jelas apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Basoeki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Rabindranath Tagore. Pendidikan formal Basoeki Abdullah diperoleh di HIS Katolik dan Mulo Katolik di Solo. Jelasnya pada tanggal 6 September 1948 bertempat di . Di dalam Gerakan Poetra ini Basoeki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis. Basoeki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi. Sedangkan kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal tahun 1900-an yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo. Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Sejak umur 4 tahun Basoeki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya Mahatma Gandhi. Berkat bantuan Pastur Koch SJ.Sudjoyono. dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun dengan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA). Bakat melukisnya terwarisi dari ayahnya Abdullah Suryosubro yang juga seorang pelukis dan penari. 25 Januari 1915 – meninggal 5 November 1993 pada umur 78 tahun) adalah salah seorang maestro pelukis Indonesia. Pada masa Pemerintahan Jepang. Yesus Kristus dan Krishnamurti. Otto Djaya dan Basoeki Resobawo.

. Lukisan "Balinese Beauty" karya Basoeki Abdullah yang terjual di tempat pelelangan Christie's di Singapura pada tahun 1996. fauna. Inggris. pembangunan dan sebagainya. putera Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia. Sejak itu pula dunia mulai mengenal Basoeki Abdullah. Basoeki Abdullah terkenal sebagai seorang pelukis potret. Belanda. Basoeki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa dan berhasil keluar sebagai pemenang. Selama di negeri Belanda Basoeki Abdullah sering kali berkeliling Eropa dan berkesempatan pula memperdalam seni lukis dengan menjelajahi Italia dan Perancis dimana banyak bermukim para pelukis dengan reputasi dunia. Portugal dan negara-negara lain. tema-tema perjuangan. keluarga kerajaan dan kepala negara yang cenderung mempercantik atau memperindah seseorang ketimbang wajah aslinya. Malaysia. terutama melukis wanita-wanita cantik.Belanda Amsterdam sewaktu penobatan Ratu Yuliana dimana diadakan sayembara melukis. Basoeki Abdullah banyak mengadakan pameran tunggal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain sebagai pelukis potret yang ulung. flora. diapun melukis pemandangan alam. Jepang. antara lain karyanya pernah dipamerkan di Bangkok (Thailand). Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisan Basoeki Abdullah. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri diantaranya beberapa tahun menetap di Thailand dan diangkat sebagai pelukis Istana Merdeka dan sejak tahun 1974 Basoeki Abdullah menetap di Jakarta.

Lukisan bunga yang sangat mirip aslinya itu pun diperlihatkan ke Raden Saleh.Buitenzorg (sekarang Bogor). Pintu pun dibuka paksa dengan didobrak. Mereka tidak menyangka seorang pelukis muda dari Hindia dapat menguasai teknik dan menangkap watak seni lukis Barat. Para pelukis muda itu mulai melukis bunga. beberapa kumbang serta kupu-kupu terkecoh untuk hinggap di atasnya. Krusseman adalah pelukis istana yang kerap menerima pesanan pemerintah Belanda dan keluarga kerajaan. "Mayat Raden Saleh" terkapar di lantai berlumuran darah. Terbukti. 1807[1] . Semasa belajar di Belanda keterampilannya berkembang pesat. .Raden Saleh Raden Saleh Sjarif Boestaman (Semarang. pelukis Indonesia itu berbuat nekad karena putus asa. Itulah salah satu pengalaman menarik Raden Saleh sebagai cermin kemampuannya. masyarakat Belanda terperangah. Raden Saleh makin mantap memilih seni lukis sebagai jalur hidup. Ia mulai dikenal. Wajar ia dianggap saingan berat sesama pelukis muda Belanda yang sedang belajar. selama lima tahun pertama. Seketika keluar berbagai kalimat ejekan dan cemooh. Melihat lukisan Raden Saleh. "Lukisan kalian hanya mengelabui kumbang dan kupu-kupu. 23 April 1880) adalah salah seorang pelukis paling terkenal dari Indonesia. Segera mereka ke rumahnya dan pintu rumahnya terkunci dari dalam. ia belajar melukis potret dari Cornelis Kruseman dan tema pemandangan dari Andries Schelfhout karena karya mereka memenuhi selera dan mutu rasa seni orang Belanda saat itu. diam-diam Raden saleh menyingkir. Dalam suasana panik Raden Saleh muncul dari balik pintu lain. Para pelukis muda Belanda itu pun kemudian pergi. ujarnya tersenyum. Sedangkan soal melukis. Tiba-tiba mereka saling jerit. Muncul praduga. malah berkesempatan berpameran di Den Haag dan Amsterdam. tetapi gambar saya bisa menipu manusia". Merasa panas dan terhina. Dua tahun pertama ia pakai untuk memperdalam bahasa Belanda dan belajar teknik mencetak menggunakan batu. Ketakmunculannya selama berhari-hari membuat teman-temannya cemas.

ke Aljazair untuk tinggal selama beberapa bulan di tahun 1846. Tapi beasiswa dari kas pemerintah Belanda dihentikan. yang mau tak mau memengaruhi dirinya. Tertulis pada nisan makamnya di Bondongan. Ia pun terjun ke dunia pelukisan hewan yang dipertemukan dengan sifat agresif manusia. ia menetap di Bogor sampai wafatnya pada 23 April 1880 siang hari. ia menjadi saksi mata revolusi Februari 1848 di Paris. misalnya Dresden. ukur tanah. Tahun 1875 ia berangkat lagi ke Eropa bersama istrinya dan baru kembali ke Jawa tahun 1878. Bogor. Kembali ke Hindia Tak banyak catatan sepulangnya di Hindia. dan pemerintah Hindia Belanda. konon karena diracuni pembantu yang dituduh mencuri lukisannya.en werktuigkunde (ilmu pasti. wanita Belanda yang kaya raya. land-. Wawasan seninya pun makin berkembang seiring kekaguman pada karya tokoh romantisme Ferdinand Victor Eugene Delacroix (1798-1863).Saat masa belajar di Belanda usai. Yang lain. Saat di Eropa. Ia dipercaya menjadi konservator pada "Lembaga Kumpulan Koleksi Benda-benda Seni". Beberapa lukisan potret keluarga keraton dan pemandangan menunjukkan ia tetap berkarya. Dari Perancis ia bersama pelukis Prancis kenamaan. Di kawasan inilah lahir ilham untuk melukis kehidupan satwa di padang pasir. pelukis Perancis legendaris. . Jakarta. Gedungnya dibangun sendiri menurut teknik sesuai dengan tugasnya sebagai seorang pelukis. "Raden Saleh Djoeroegambar dari Sri Padoeka Kandjeng Radja Wolanda". Selanjutnya. Di Batavia ia tinggal di rumah di sekitar Cikini. ia menyerahkan sebagian dari halamannya yang sangat luas pada pengurus kebun binatang. Raden Saleh mengajukan permohonan agar boleh tinggal lebih lama untuk belajar "wis-. Pengembaraan di Eropa berakhir tahun 1851 ketika ia pulang ke Hindia bersama istrinya. ia bercerai dengan istri terdahulu lalu menikahi gadis keluarga ningrat keturunan Keraton Solo. Sementara rumahnya menjadi Rumah Sakit Cikini. Sebagai tanda cinta terhadap alam dan isinya. ia meninggal karena trombosis atau pembekuan darah. Ia kembali ke Belanda tahun 1844. Mulailah pengembaraannya ke banyak tempat. Jerman. Kini kebun binatang itu menjadi Taman Ismail Marzuki. Kalimat di nisan itulah yang sering melahirkan banyak tafsir yang memancing perdebatan berkepanjangan tentang visi kebangsaan Raden Saleh. Selanjutnya ia menjadi pelukis istana kerajaan Belanda. selain melukis. meet. Namun dokter membuktikan. Di sini ia tinggal selama lima tahun dengan status tamu kehormatan Kerajaan Jerman. Beberapa tahun kemudian ia dikirim ke luar negeri untuk menambah ilmu. Dalam perundingan antara Menteri Jajahan. Jerman (1843). Horace Vernet. Negeri lain yang ia kunjungi: Austria dan Italia. Raja Willem I (17721843). ia boleh menangguhkan kepulangan ke Indonesia. dan pesawat). Pengamatannya itu membuahkan sejumlah lukisan perkelahian satwa buas dalam bentuk pigura-pigura besar. untuk menghayati unsur-unsur dramatika yang ia cari. dan diteruskan ke Weimar. Saat pemerintahan Raja Willem II (1792-1849) ia mendapat dukungan serupa.

dll. Lukisan Pieneman menekankan peristiwa menyerahnya Pangeran Diponegoro yang berdiri dengan wajah letih dan dua tangan terbentang. ia memberi interpretasi yang berbeda. ia tak sungkan mengkritik politik represif pemerintah Hindia Belanda. Maknanya. melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Wajar bila muncul pendapat. Lukisan "Penyerahan Diri Diponegoro" karya pelukis Belanda Nicolaas Pieneman. di lukisan yang selesai dibuat tahun 1857 itu pengikutnya tak membawa senjata. Misalnya dengan berburu singa. ciri khas Diponegoro. Meski serupa dengan karya Nicolaas Pieneman. Di lukisan itu Pangeran . lukisan kecoklatan yang membuang warna abu-abu. Raden Saleh tinggal dan berkarya di Perancis (1844 . Ini menunjukkan. Ekspresi yang dirintis pelukis Perancis Gerricault (17911824) dan Delacroix ini diungkapkan dalam suasana dramatis yang mencekam. Pangeran dan pengikutnya datang dengan niat baik. Konon. pun tak ada. Raden Saleh terkesan tak hanya menyerap pendidikan Barat tetapi juga mencernanya untuk menyikapi realitas di hadapannya. dan ketegangan kritis antara hidup dan mati. Keris di pinggang. karena Jenderal de Kock tahu musuhnya tak siap berperang di bulan Ramadhan. rusa. perundingan gagal. Namun. Saat romantisme berkembang di Eropa di awal abad 19. Ini diwujudkannya dalam lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro.1851). Kesan kuat lainnya adalah Raden Saleh percaya pada idealisme kebebasan dan kemerdekaan. Lukisan-lukisannya yang dengan jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden Saleh seorang romantisis.lukisan Tokoh romantisme Delacroix dinilai memengaruhi karya-karya berikut Raden Saleh yang jelas menampilkan keyakinan romantismenya. Di latar belakang Jenderal de Kock berdiri berkacak pinggang menunjuk kereta tahanan seolah memerintahkan penahanan Diponegoro. peristiwa itu terjadi di bulan Ramadhan. maka ia menentang penindasan. Berbeda dengan versi Raden Saleh. cerminan harapan (religiusitas) sekaligus ketidakpastian takdir (dalam realitas). meski menjadi pelukis kerajaan Belanda. Diponegoro ditangkap dengan mudah. Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks. banteng. Gambaran keagungan sekaligus kekejaman. Hamparan senjata berupa sekumpulan tombak adalah tanda kalah perang.

di antaranya yang berjudul Hutan Terbakar. Dalam lukisan itu tampak Raden Saleh menggambarkan dirinya sendiri dengan sikap menghormat menyaksikan suasana tragis tersebut bersama-sama pengikut Pangeran Diponegoro yang lain. salah satu lukisannya yang berukuran besar. . tangan kirinya yang mengepal menggenggam tasbih. Memang banyak orang kaya dan pejabat Belanda. kini tersimpan dengan baik di Istana Mangkunegaran. Setelah puluhan tahun kemudian kembali ke Indonesia dan mencari informasi mengenai peristiwa tersebut dari kerabat Pangeran Diponegoro. Solo. Berburu Rusa. Berapa nilainya sekarang mungkin susah-susah gampang menghitungnya. reputasi karya yang ditunjukkan oleh prestasi artistiknya. beliau berada di Belanda. dan Penangkapan Pangeran Diponegoro. Lukisan "Penangkapan Diponegoro" karya Raden Saleh Lukisan tentang peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Jendral De Cock pada tahun 1830 yang terjadi di rumah kediaman Residen Magelang. dan sejumlah gubernur jenderal seperti Johannes van den Bosch. Sekadar perbandingan. Lukisan-lukisan itu dikirimkan antara lain oleh Raja Willem III dan Ernst dari Sachsen-Coburg-Gotha.Diponegoro tetap digambarkan berdiri dalam pose siaga yang tegang. Di antara mereka adalah bangsawan Sachsen Coburg-Gotha. Peringatan dan penghargaan Tahun 1883. Berburu Kerbau di Jawa. Pada saat penangkapan itu. Dari beberapa yang masih ada. Jendral De Kock pun kelihatan sangat segan dan menghormat mengantarkan Pangeran Diponegoro menuju kereta yang akan membawa beliau ke tempat pembuangan. Jean Chrétien Baud. serta Jerman yang mengagumi pelukis yang semasa di mancanegara tampil unik dengan berpakaian adat ningrat Jawa lengkap dengan blangkon. tidaklah terlalu berlebihan bila beliau mendapat predikat sebagai Pahlawan Bangsa. dan Herman Willem Daendels.500 gulden. Akhirnya. tahun 1996 terjual di Balai Lelang Christie's Singapura seharga Rp 5. untuk memperingati tiga tahun wafatnya diadakan pameran-pameran lukisannya di Amsterdam. Belgia. Dari usaha dan karya tersebut. Lukisan ini dulu dibeli seharga 1. salah satunya lukisan kepala seekor singa. membuat Raden Saleh dikenang dengan rasa bangga.5 miliar. keluarga Ratu Victoria. Wajahnya yang bergaris keras tampak menahan marah.

Wujud perhatian lain adalah. S. . secara anumerta berupa Piagam Anugerah Seni sebagai Perintis Seni Lukis di Indonesia.). Paris.). Pada tahun 2008.E. 1940 ini.V.K. Commandeur met de ster der Frans Joseph Orde (C. bintang Ridder der Orde van de Eikenkoon (R. Indonesia boleh berbangga melihat karya anak bangsa menerobos museum akbar seperti Rijkmuseum.K.J. Ironi itu bisa sebatas pada karnaval yang meluapkan berbagai emosi secara absurd. Ksatria Orde Mahkota Prusia (R. Di antaranya. Sedangkan penghargaan dari pemerintah Indonesia diberikan tahun 1969 lewat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Amsterdam. pembangunan ulang makamnya di Bogor yang dilakukan oleh Ir. ia mengungkapkan emosinya dengan meluap-luap. Dalam lukisan karnaval perayaan keagamaan Cina tersebut. maka dalam karya “Tjap Go Meh”. namun lebih jauh lagi bisa mengandung komentar ketimpangan sosial. dan dipamerkan di museum bergengsi Louvre.). Ridder van de Witte Valk (R. Hal itu mengingat setting sosial tahun pembuatan karya. Silaban atas perintah Presiden Soekarno. PTT mengeluarkan perangko seri Raden Saleh dengan reproduksi dua lukisannya bergambar binatang buas yang sedang berkelahi. misalnya akhir tahun 1967. Perancis.W.Tak sedikit pula yang menganugerahinya tanda penghargaan. Sudjojono Jika pada lukisan “Di depan Kelamboe Terbuka” ekspresi Sudjojono terlihat sunyi tetapi mencekam .). Berkat Raden Saleh. selain dihadirkan suasana hiruk pikuk muncul nuansa ironi. yang kemudian selalu ia sematkan di dada.F. sejumlah lukisannya dipakai untuk ilustrasi benda berharga negara. dan euphoria menjelang kedatangan Jepang. sebuah kawah di planet Merkurius dinamai darinya. dll. adalah pada masa depresi ekonomi. Belanda. tekanan pemerintah kolonial yang makin keras pada para nasionalis.P.

namun Sudjojono benar-benar telah mewujudkan kredo jiwo ketoknya dalam melukis. banyak pengamat yang menempatkan Sudjojono sebagai Bapak Seni Lukis Indonesia. Walaupun lukisan ini berukuran kecil.Pada latar depan. . sedangkan di latar belakang berombak masa yang berarak dan menari dalam kegembiraan. merupakan implementasi dari perjuangan estetika yang mengandung moral etik kontekstualime dan nasionalisme. Di sisi lain ada seorang kerdil yang berdiri tegak temangu-mangu. Dengan kapasitas kesadaran dan karya-karya yang diperjuangkan. Deformasi orang-orang dalam arakan dan warna-warnanya yang kuat. mendukung seluruh ekspresi yang absurd itu. Sudjojono dalam masa Persagi dan masa Jepang berusaha merealisir seni lukis Indonesia baru. Dengan semangat nasionalisme. diapit oleh seorang ambtenar yang berdasi dan seorang pemusik bertopeng buaya. Di samping itu. Kedua masalah yang diperjuangkan tersebut. Lukisan Sudjojono “Di Depan Kelamboe Terbuka” dan “Tjap Go Meh” ini. Jiwa semangat itu adalah menolak estetika seni lukis Mooi Indie yang hanya mengungkapkan keindahan dan eksotisme saja. seperti yang sangat kuat disuarakan lewat tulisan-tulisan dan karyanya. menempatkan Sudjojono sebagai pemberontak estetika “Mooi Indie” yang telah mapan dalam kultur kolonial feodal. Dalam “Tjap Go Meh” ini terlihat spontanitas yang meluap tinggi. dia ingin membawa nafas baru pengungkapan seni lukis yang jujur dan empati yang dalam dari realitas kehidupan lewat ekpresionisme. terlihat seorang wanita dalam tarian dan gandengan seorang bertopeng. Sudjojono ingin membawa seni lukis Indonesia pada kesadaran tentang realitas sosial yang dihadapi bangsa dalam penjajahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful