Anda di halaman 1dari 4

EPPS adalah singkatan dari Edwards Personal Preference Schedule, suatu alat inventory

yang dikembangkan oleh Allen L. Edwards dari universitas washington USA. Tujuan awal
dari alat ini didesain awal sebagai alat penelitian dan konseling untuk menyediakan
pengukuran yang sesuai terhadap berbagai variabel independen kepribadian. Dasar penamaan
variabel mengacu pada deIinisi kepribadian H.A. Murray.
EPPS menyediakan 15 variabel kepribadian yaitu:
1. Achievement (ach)
2. DeIerence (deI)
3. Order (ord)
4. Exhibition (exh)
5. Autonomy (aut)
6. AIIiliation (aII)
7. Intraception (int)
8. Succorance (suc)
9. Dominance (dom)
10.Abasement (aba)
11.Nurturance (nur)
12.Change (chg)
13.Endurance (end)
14.Heterosexuality (het)
15.Aggression (agg)
Variabel Skor Tinggi Skor Rendah
Dorongan untuk bertindak lebih
baik, tertarik dengan tugas
menantang dan rumit.
Dorongan untuk meraih prestasi rendah,
cepat menyerah dengan situasi rumit atau
menghindar apabila dihadapkan pada
situasi kompleks.
DeIerence (deI)
Kecenderungan pribadi mudah
terpengaruh oleh orang lain,
ketertarikan akan kesuksesan orang
lain, banyak tergantung dari orang
Tidak tertarik dengan kesuksesan orang
lain, Iokus pada diri sendiri, sulit patuh
terhadap orang lain dan cenderung
melakukan dengan caranya sendiri.
Order (ord)
Kecenderungan memiliki
keteraturan yang tinggi,
terorganisir, rapi termasuk dalam
perencanaan dan aktivitasnya.
Cara kerja atau bertindak cenderung tidak
teratur, lebih dikuasai oleh situasi
perasaan, kurang terencana dalam
bertindak dan sikapnya mudah berubah-
Kecenderungan tinggi untuk
pamer, menampilkan apa yang
dimiliki ke lingkungan sekitar.
Ketidaktertarikan dengan situasi sosial,
cenderung tidak peduli dengan apa yang
terjadi di sekitarnya, acuh terhadap apa
yang dialami oleh orang lain.
Kemudahan pribadi untuk
bertindak sesuai keinginan, tidak
tergantung dari orang lain.
Ketergantungan tinggi dengan Iigur lain,
harus mencari persetujuan orang lain
untuk bertindak, menghindari tindakan
yang dapat menjadi perhatian sosial dan
cenderung mencari Iigur perlindungan
sebelum bertindak.
AIIiliation (aII)
Loyalitas tinggi terhadap situasi
sosial, mudah berpartisipasi dan
Pribadi tertutup, introversi tinggi, sulit
bergaul dan tidak senang dengan aktivitas
beraktivitas. sosial.
Mudah untuk berintrospeksi,
menilai dan mengevaluasi diri dan
Terlalu mengabaikan perasaan, hampir
tidak pernah mengevaluasi setiap
tindakan berdasarkan perasaan, sikap
lebih didominasi atas dasar logika atau
Ketergantungan tinggi terhadap
orang lain, mencari support orang
lain untuk meyakinkan
tindakannya dengan meraih aIeksi
dan keramahan dari orang lain.
Pribadi yang independen, tidak
tergantung dengan situasi sosial, senang
dengan aktivitas diri dan mengacuhkan
situasi sosial meskipun dirinya menjadi
pusat perhatian
Dominasi tinggi terhadap situasi
sosial, mudah mengendalikan dan
mengarahkan kelompok, termasuk
memimpin untuk bertindak sesuai
Pribadi pengikut dalam kelompok, yes-
man terhadap otoritas, mudah
dikendalikan. Sulit untuk mengatakan
tidak terhadap situasi kelompok.
Kecenderungan pribadi mudah
merasa bersalah, menyesali diri,
layak untuk dihukum akibat
tindakannya. Pribadinya mengarah
pada inIerioritas.
Pribadi yang berpikir positiI, tidak terlalu
mempedulikan kesalahan yang telah
dilakukan, terbuka, mudah memaaIkan
dan meminta maaI apabila terjadi
kesalahan yang telah dilakukannya.
Pribadi terbuka, mudah membantu
orang lain, santun dan mudah
Ketertutupan pribadinya dianggap
sebagai individu yang kaku, sulit
bersimpati dan mudah berkata kasar.
Change (chg)
Ketertarikan tinggi pada situasi
baru, berubah-ubah termasuk
dalam tindakannya bekerja
berupaya dengan cara baru.
Situasi rutin menjadikan dirinya nyaman,
tenang dengan aktivitas harian yang
monoton, mementingkan prosedur dan
cara kerja berdasarkan kebiasaan.
Tanggung jawab tinggi terhadap
pekerjaan, menyelesaikan apa yang
telah dimulai. Tekun dan tidak
mudah jenuh dengan situasi yang
Daya tahan rendah terhadap situasi yang
menekan;konIlik, ketidakjelasan situasi
atau tujuan, mudah menyerah dan cepat
jenuh terhadap situasi yang tidak nyaman.
Ketertarikan tinggi untuk bergaul
dengan lawan jenis, berupaya
mendapatkan aIeksi dan perhatian
terhadap lawan jenis.
Tidak mudah tertarik dengan lawan jenis,
tidak terlalu terpengaruh dengan lawan
jenis, sulit dipengaruhi oleh Iigur lawan
Dorongan agresi tinggi, mudah
terpicu dengan konIlik dan senang
dengan konIrontasi apabila terjadi
perbedaan pendapat.
Pribadi tenang, mengandalkan
kedamaian, saling menerima,
menghindari konIlik dan konIrontasi.
Berikut hasil copy paste dari manual Edwards Personal PreIerence Chapter 1.
1. ach Achievement: to do one`s best, to be successIul, to accomplish tasks requiring
skill and eIIort, to be a recognized authority, to accomplish something oI great
signiIicance, to do a diIIicult job well, to solve diIIicult problems and puzzle, to be
able to do things better than others, to write a great novel or play.
2. deI DeIerence: To get suggestions Irom others, to Iind out what others think, to Iollow
instructions and do what is expected, to praise others, to tell others that they have
done a good job, to accept the leadership oI others, to read about great men, to
conIorm to custom and avoid the unconventional, to let others make decisions.
3. ord Order: To have written work neat and organized, to make plans beIore starting on
a diIIicult task, to have things organized, to keep things neat and orderly, to make
advance plans when taking a trip, to organize details oI work, to keep letters and Iiles
according to some system, to have meals organized and a deIinite time Ior eating, to
have things arranged so that they run smoothly without change.
4. exh Exhibition: To say with and clever things, to tell amusing jokes and stories, to
talk about personal adventures and experiences, to have others notice and comment
upon one`s appearance, to say things just to see what eIIect it will have on others, to
talk about personal achievements, to be the center oI attention to use words that others
do not know the meaning oI, to ask questions others cannot answer.
5. aut Autonomy: To be able to come and go as desired, to say what one thinks about
things, to be independent oI others in making decisions, to Ieel Iree to do what one
wants, to do things that are unconventional, to avoid situations where one is expected
to conIorm, to do things without regard to what others may think, to criticize those in
positions oI authority, to avoid responsibilities and obligations.
6. aII AIIiliation: To be loyal to Iriends, to participate in Iriendly groups, to do things Ior
Iriends, to Iorm new Iriendships, to make as many Iriends as possible, to share things
with Iriends, to do things with Iriends rather than alone, to Iorm strong attachments, to
write letters to Iriends.
7. int Intraception: To analyze one`s motives and Ieelings, to observe others, to
understand how others Ieel about problems, to put one`s selI in another`s place, to
judge people by why they do things rather than by what they do, to analyze the
behavior oI others, to analyze the motives oI others, to predict how others will act.
8. suc Succorance: To have others provide help when in trouble, to seek encouragement
Irom others, to have others be kindly, to have others be sympathetic and
understanding about personal problems, to receive great deal oI aIIection Irom others,
to have others to Iavors cheerIully, to be helped by others when depressed, o have
others Ieel sorry when one is sick, to have a Iuss made over one when hurt.
9. dom Dominance: To argue Ior one`s point oI view, to be a leader in groups to which
one belongs, to be regarded by others as a leader, to be elected or appointed chairman
oI committees, to make group decisions, to settle arguments and disputes between
others, to persuade and inIluence others to do what one wants, to supervise and direct
the actions oI others, to tell others how to do their jobs.
10.aba Abasement: To Ieel guilty when one does something wrong, to accept blame
when things do not go right, to Ieel that personal pain and misery suIIered does more
good than harm, to Ieel the need Ior punishment Ior wrong doing, to Ieel better when
giving in and avoiding a Iight than when having one`s own way, to Ieel the need Ior
conIession oI errors, to Ieel depressed by inability to handle situations, to Ieel timid in
the presence oI superiors, to Ieel inIerior to others in most respects.
11.nur Nurturance: To help Iriends when they are in trouble, to assist others less
Iortunate, to treat others with kindness and sympathy, to Iorgive others, to do small
Iavors Ior others, to be generous with others, to sympathize with others who are hurt
or sick, to show a great deal oI aIIection toward others, to have others conIide in one
about personal problems.
12.chg Change: To do new and diIIerent things, to travel, to meet new people, to
experience novelty and change in daily routine, to experiment and try new things, to
eat in new and diIIerent places, to try new and diIIerent jobs, to move about the
country and live in diIIerent places, to participate in new Iads and Iashions.
13.end Endurance: To keep at a job until it is Iinished, complete any job undertaken, to
work hard at a task, to keep at a puzzle or problem until it is solved, to work at a
single job beIore taking on others, to stay up late working in order to get a job done,
to put in long hours oI work without distraction, to stick at a problem even though it
may seem as iI no progress i being made, to avoid being interrupted while at work.
14.het Heterosexuality: To go out with members oI the opposite sex, to engage in social
activities with the opposite sex, to be in love with someone oI the opposite sex, to kiss
those oI the opposite sex, to be regarded as physically attractive by those oI the
opposite sex, to participate in discussions about sex, to read books and plays
involving sex, to listen to or to tell jokes involving sex, to become sexually excited.
15.agg Aggression: To attack contrary points oI view, to tell others what one thinks
about them, to criticize others publicly, to make Iun oI others, to tell others oII when
disagreeing with them, to get revenge Ior insults, to become angry, to blame others
when things go wrong, to read newspaper accounts oI violence.
Jadi dapat dikatakan alat EPPS merupakan alat diagnosa untuk penelitian dan konseling,
namun banyak dari kita menggunakannya sebagai alat seleksi. Menggunakannya alat tersebut
sebagai seleksi perlu diperhatikan secara lebih komprehensiI, bukannya melihat satu
variabel/aspek dengan menghilangkan variabel lain dari EPPS tersebut.
Alat ini dapat digunakan sebagai konseling yang baik pada bidang pendidikan dan pekerjaan.
Perlu diperhatikan alat ini bersiIat faking yang tinggi, apalagi alat ini sudah dikenal banyak
oleh kalangan umum sehingga alangkah baiknya untuk mendapatkan data, epps bukan
sebagai primary sources, melainkan sebagai data pendukung dari metode lain dalam
mendapatkan data, misalkan wawancara, atau integrasi dengan alat inventori lain.
Ketika skor epps mengalami konIlik dengan bukti lain dari wawancara, perlu dicermati lebih
jelas terhadap konstruk dari epps ini. Misalkan individu dalam wawancara terkesan sangat
konIormis namun memiliki skor agresi tinggi. Hal ini harus lebih diperhatikan dengan
pendalaman, agresi anak tersebut mungkin tinggi namun dalam bentuk yang lebih inner
attitude, sedangkan sikap yang ditampilkan dapat terkesan berbeda karena dihadapkan pada
situasi Iormal.
Edwards sendiri menyatakan bahwa skor tersebut bukan sebagai representasi diagnosa
labelling kepribadian dan penggunaan epps ini sebaiknya diberikan pada orang normal (non-