Anda di halaman 1dari 16

EMBRIOLOGI

Gametogenesis Pertumbuhan dan perkembangan individu baru dimulai dengan proses fertilisasi. Persatuan antara spermatozoa dan ovum menghasilkan zygote. Germ cells (Spermatozoa) : tumbuh dan berkembang dalam testis. Ovum : tumbuh dan matang dalam ovarium. Tujuan dari perubahan kedua jenis germ cell yang meliputi nukleus dan cytoplasma ini adalah: Mengurangi jumlah chromosome dalam germ cells menjadi setengah dari sematic sells. Mengubah bentuk germ cells untuk persiapan fertilisasi. Primordial Germ Cells Minggu III : Primodial germ cells tumbuh dalam embrio manusia. Minggu IV : Primodial germ cells berlokasi dalam dinding yolk sac dekat ujung saudal embio, lalu pindah ke dalam genads yang sedang tumbuh (primitive sex gland) Digenesis Dogonia merupakan germ cells wanita yang paling primitif. Pada bulan ke III : dari perkembangan embrio, dogonia terdapat pula bagian cortex dari ovarium. Pada akhir bulan ke III : beberapa dogonia berdifferensiesi menjadi oocyt primer. Sel-sel epithel yang mengelilingi oocyt primer dan oocyt primer itu sendiri disebut primordial (follikle primer). Waktu lahir oocyt primer telah menyelesaikan prophase dari melesis pertama dan telah memasuki fase testing (dictyorine stage). Sebagai tanda pertama dari perkembangan lanjut, maka oocyt bertambah besar; sedangkan sel-sel folikel menjadi bentuk cubid dan mulai berprdiperasi membentuk lapisan yang makin tebal sekeliling oocyt. Zat yang acelluler di mana mengandung glycopretein berangsur-angsur menebal membentuk gona pellucida. Ruangan diantara sel-sel folikel membentuk follrcular antrum (antara folliculs) berbentuk bulan sabit. Berisi cairan (isuor follkuli) yang mengandung hormon estrogen. Theca Internal : lapisan dalam yang vaskuler Theca External : lapisan luar yang fribrous Hasil perbelahan geiosis; pembentukan dua sel anak yang ukurannya berlainan, dengan jumlah kromosom setengahnya. Secondari oocyt (oocyt sekunder) : sel yang menerima hampir seluruh cytoplasma sel induk. Sel yang lain (yang tidak menerima cytoplasma) membentuk polar body. Spermatogenesis

Waktu lahir sex cord (primordial germ cells laki-laki) bersifat pada dan mengandung dua macam sel yaitu: Sel yang lebih besar (primordial germ cells) Terletak sepanjang membrana basalis Intinya besar berbentuk spheris Warna pucat dengan satu/lebih nucleoli Sel-sel penyokong (Supporting cells) Terdapat sepanjang membrana basalis Lebih kecil ditandai oleh nuclei dengan gronulasi chromak yang kasar Spermatogonia membelah dan menghasilkan: Spermatogonia type A stem cells spermatogonia type B frimary spermatocyte (spermatocyt primer). Spermatocyt primer menghasilkan dua spermatocyt sekunder. Spermakd dihasilkan oleh merosis kedua. Spermatocyt primer it spermatid yang berkembang menjadi spermatozoa. Perkembangan sperma: Mula-mula spermatid mempunyai inti bundar, golgr zone yang jelas dan mitochondria yang banyak. Golgi Zone Granules membentuk membran tipis lalu membentuk Head cap. Centrioles Membentuk flagellum (axial filamen) yang kemudian membentuk badan dan ekor spermatozoa. Inti Menjadi padat, bentuknya memanjang sedikit pipih.

Oogenesis Proses pembentukan ovum dalam tubuh wanita, tepatnya pada ovarium

Metosis (leptoten/zigoten, pakiten, dipoten) Sel-sel somatis manusia mempunyai 46 chromosome, dimana 44 diantaranya berupa Autosome dan 2 sex chromosome. Wanita : X X Pria : X Y Nerosis dibadi di dalam beberapa phase: Leptotene stage : chromosome terlihat sebagai benang-benang langsing yang tersendiri (singlet). Zugotene stage : chromosome homolog saling mendekati dan berpasangan longitudinal, hingga yang terlihat hanya 23 komponen yang disebut bivalent. Pachytene stage : tiap chromosome menjadi double standed, kecuali pada centromere yang tidak membelah. Pada tingkatan ini benang chromosome sering terputus dan bersatu lagi dengan strand dari chromosome yang homolog. Diplotone stage : strand homolog terpisah, tapi bila telah terjadi rekombinasi, struktur diplotene ini mempunyai gambaran seperti huruf X, yang dikenal sebagai chiasna. Abnormal Garetes Pada oocyt mengandung 2-3 nuklei Pada spermatozoa: Kepala yang besar sekali/kerdil Kadang-kadang kepala bersatu

Pertumbuhan Dan Perkembangan dalam Minggu Pertama Perkembangan Normal Sebelum terjadi ovulosi folikel graff tumbuh dengan cepat hingga mencapai diameter kira-kira 15 mm dan meregangkan permukaan ovarium di atasnya. Oocyt manusia tetap hidup selama kira-kira 12-24 jam, dan bila dalam waktu tersebut dibuahi, ia akan berdegenerasi dengan cepat. Fertilisasi Adalah persatuan antara gamet laki-laki dan wanita, bisa terjadi pada pars ampullaris tubne atau pada 1/3 bagian distal tuba fallops female pronucleus : oocyt menyelesaikan secon maturation di vision dengan jumlah chromosomenya (22 + X) yang menyusun diri dalam satu inti vesiculer. Langkah-langkah perkembangan spermatozoa: Spermatozoa bergerak terus hingga terletak dekat female pronucleus. Bagian kepalanya membengkak membentuk Male pronucleus. Bagian ekor dilepaskan dan centriole anterior berubah menjadi centrosome. Hasil utama dari fertilisasi: Kembalinya jumlah diploid dari chromosome. Penentuan sex dari zygote. Permulaan dari serangkaian pembelahan mitosis yang dikenal sebagai cleavage di vision. Cleavage pembelahan Sel yang ukurannya pada tiap pembelahan cleavage makin kecil disebut blastomore. Percobaan invitra menunjukkan bahwa zygote manusia mencapai stadium 2 sel kira-kira 30 jam setelah fertilisasi. Cleavage ini, zygote bergerak dalam tuba fallopi, bila mencapai stadium 12-16 sel disebut morula. Morula mengandung: Sel-sel yang terletak di tengah linner cells mass) Sel yang mengelilingi di luar (outer cells mass) Inter cells mass : membentuk jaringan embrio. Outer cells mass : membentuk trophoblast, kemudian tumbuh menjadi placenta. Pembentukan Blastocyt Ruangan yang bersatu karena ruang dalam sel inner cells mass terus dimasuki cairan disebut blastocele. Pada waktu zona pellucida telah

hilang dan zygote tadi dikenal sebagai blastocyt. Blastocyt ditemukan kira-kira 100-140 jam setelah fertilisasi. Blastocyt yang tersusun 107 sel terdiri dari: 8 sel yang bervakuola besar. 99 sel trophoblas yang tersusun : 59 sel membentuk dinding blastocde. 40 sel berkumpul diatas embrioblast Kesimpulan : Pada akhir Minggu pertama, zygote manusia telah melalui tingkatan morula dan pembentukan blastocyst, serta telah mulai implantasi pada mucosa uterus Perubahan Dalam Alat Genitalia Wanita Oklus Ovarlum Ovulasi terjadi kira-kira 14 1 hari sebelum menstruasi. Langkah-langkah menstruasi: Folikel primer : 1 batang (1 oucut) yang lainnya mengalami degerasi menjadi atretic secara berangsur-angsur diganti oleh jaringan ikat disebut corpora atretica. Dinding folikel akan pecah dan menjadi collpse dan sel-sel folikel yang tinggal akan memperoleh vasculorisasi dari pembuluhpembuluh darah yang tumbuh dari perifer. Sel-sel folikel mulai menjadi hyperthrophs, polyhrdral dan mengandung pigapn kuning. Sel pigapn kuning : Luteum cells yang membentuk corpus luteum dan menghasilkan hormon progesteron. Bila fertilisasi tidak terjadi, corpus luteum mencapai pertumbuhan maksimal kira-kira 9 hari setelah ovulasi. Kemudian corpus luteum akan mengecil dengan cepat akibat degenerasi sel-sel luteal. Sekresi progesteran akan menurun yang merangsang terjadinya menstrual bleeding. Bila terjadi fertilisasi, trophoblast akan menghasilkan gonad tropic hormon mencegah degenerasi corpus luteum sehingga akan terus tumbuh disebut corpus luteum of pregnancy. Corpus Uterus (siklus menstruasi) Adalah perubahan rythmis pada mucosa uterus 9endometrium) karena siklus ini berakhir dengan suatu pendarahan sebagai hasil destruksi endometrium yang disebut menstruasi. Siklus ini dibagi dalam beberapa phase: Phase menstruasi: Mekanisme menstruasi adalah sebagai berikut: mula-mula terjadi

konstruksi sifatnya temporer dari 44 spiralis dan endoartrium. Darah mens yang keluar sekitar 50-60 cc. Phase follikuler: Ditandai dengan adanya perbaikan dan pertumbuhan endometrium sesuai dengan fase folikuler dari siklus ovarium. Endometrium menunjukkan 3 lapisan: Stratum compactum Stratum spongrosum Strati, basale dan kelenjar terlihat lurus-lurus. Phase progestational (phase sekresi) Disebabkan oleh pengaruh hormon progesterone dari corpus luteum dan kenaikan yang simultan dari hormon estrogen.

Abnormalitas Implantasi yang normal terjadi pada dinding posterior dari corpus uteri. Kehamilan pada dua tempat yang abnormal disebut gradviditas ectoprca (Grad viditas extra uterine) yang tergantung pada tempat implantasinya, disebut Gravidilitas interstitralis, graviditas hbaria, graviditas ovarica, gravidias abdominalis. Perkembangan Dalam Minggu II dan III (Bilaminar And Trilaminar Germ Disc) Hari ke 8 Brophablast tertanam sebagian dalam endometrial stroma /stroma endometrium. Trophoblast membentuk cawan padat yang terdiri atas: Cytotrophoblast : lapisan dalam dengan sel-sel yang pucat terpisah dan berinti satu.

Synsitiotrophoblast

: lapisan luar yang lebih gelap, berinti banyak dengan batas-batas sel yang tak jelas.

Sel-sel dari embrioblast jadi dua lapis sel-sel. Entoderm germ layer Ektoderm germ layer Kedua lapisan tersebut membentuk cawan : bilaminar germ disc. Terbentuk amnion cavity Terbentuk amnionblast yang berasal dari tropoblast dimana dasarnya dibentuk oleh ectodosmal germ disc. Perhubungan antara kedua lapisan tadi disebut amnio-ectodermalIunction. Hari ke 9 Blastocyt lebih dalam lagi tertanam endometrium dan bekas penetrasinya pada ephitel permukaan ditutup oleh fibrin coagulum. Pada abembryonic pole terbentuk lapisan tipis dari sel gepeng yang berasal dari lapisan dalam cytotrophoblast. Lapisan tipis ini disebut Housens Membrane. Housers membran dan ektoderm membentuk exocoelomix cavity / primitive yolk sac. Dinding exocoelomix cavity berasal dari dua macam sel yaitu: Atapnya dibentuk oleh sel-sel polyhedrol dari entoderm garm di sc. Sisanya berasal dari sel-sel gepeng dari Housers membrine.

Hari ke 11-12 Blastocust sudah sama sekali tertanam dalam stroma endometrium, dan epithel permukaan mulai menutup tempat yang rusak akibat penetrasi blok docust tadi.

Kapiler darah ibu terbendung, melebar sehat mulai membentuk capilary sinusoid yang berasal dari anastomose antara spmol arterioles dan vena-vena endometrium. Syncitrum menghubungkan diri dengan sel-sel endolhe yang tinggal dan darah ibu memasuki lacuner sistem. Jadi suatu permulaan dari utero plasenta circulation. Reasksr decidua : mula-mula hanya terjadi pada tempat implantasi, kemudian menyebar ke seluruh endometrium. Jaringan dimana sel-selnya terus-menerus melepaskan diri dan membentuk anyaman yang halus disebut extroembryonic mesoderm. Ruangan-ruangan besar yang timbul dalam anyaman jaringan dan bila ruangan ini bersatu dan membentuk ruangan baru disebut extraembryonic ocelomextraembryonic somatopleuric mesoderm, sidang yang menutupi yolk sac disebut eztroembryonic splonchnopleuric mesoderm.

Hari ke 13 Kerusakan pada epithel permukaan telah diperbaiki. Sel-sel cytotrophoblast menonjol ke dalam suntitial trabecular. Dihend sebagai primary steam villi mempunyai inti cutotrophoblast, ditutupi suncitium dan dikelilingi lacunae. Hausers membran meneruskan proliferasinya dengan berangsurangsur membatasi satu ruangan baru yang disebut secondari yolk sac. Pada akhir Minggu ke-2, germ di sc terdiri dari dua cawan yang saling berhadapan: Ectodermal germ layer membentuk dasar rongga amnion.

Entodermal germ layer menjadi atap dari secondary yolk sac. Pada daerah kepala, entodermal di sc menunjukkan sedikit penebalan yang disebut prochordal plate.

Minggu ke III Pembentukan lapisan ke tiga yaitu : mesoderma germ layer. Sel-sel ektoderm pada daerah caudal dari germ disc menjadi yang menghasilkan pristive streak. Selama migrasi intraerbryonic mesoderm ke lateral dan depan, pada ujung depan dari primitive streak terlihat penebalan yang jelas yang dikenal sebagai hensens node. Daerah yang kecil, letaknya central ada ujung copholic dari primitive streok yang dikelilingi daerah yang sedikit meninggi ditional sebagai primitive. Pada embrio umur 17 hari dapat dibedakan adanya struktur pada garis tengah, mulai dari nodus hensen saepat prochirdal plot yang dikenal sebagai notochordal procces atau heal proccess. Pada hari ke 18, notochordal process bersatu dengan entoderm dibawahnya dan berturut-turut mulai dari bagian kepala. Notochordal entodermal plate mgnhilang. Pada hari ke 19 perkembangan primitive streak berkurang ke arah kaudal, invaginasi dan migrasi sel-sel pemukiman ke arah lateral dan depan diteruskan sampai akhir Minggu ke IV. Pada bagian cephollc ke tiga germ layer mulai dengan perkembangan selanjutnya yang spesifik pada pertengahan Minggu ke III sedangkan bagian caudal tetap terpisah sampai akhir Minggu ke IV. Perkembangan lebih lanjut dari trophoblast

Pada permulaan Minggu ke III, trophoblast ditandai dengan banyaknya primary steam villi yang terdiri dari pusat : cytotrophoblast yang ditutupi oleh lapisan suncitrotrophoblast. Pada akhir Minggu ke III, pusat aesoderm tadi mulai berdifferenslasi dan timbul kapiler-kapiler kecil. Selama Minggu ke IV, pembuluh-pembuluh ini mengadakan hubungan dengan anintroembryonic cyrculatorsystem. Pada hari ke 19 dan 20, embryo hanya dihubungkan oleh conecting stalk yang sekpit dengan trephoblastic shellnya. Conecting stalk ini disebut juga sebagai body stalk, kemudian tumbuh menjadi umbilical cord yang membentuk hubungan antara plasenta dan embryo. Perkembangan Minggu ke 4-8 (Periode Embryonol) Selama Minggu ke 4-8 dan bentuk embrio banyak mengalami perubahan dan pada akhir bulan ke II semua bentuk-bentuk luar yang penting sudah dapat dikenal sensitietrophoelast.

GERM LAYER DAN DORIVOT Mesoderma Germ Layer Pada hari ke 17, sel-sel dibagian kepala embrio tepat lateral terhadap notochord, berpoliferasi dan membentuk satu massa tebal mesoderm menebal yang disebut mesoderm paroxral belum bersegmensegmen. Lebih ke lateral lagi lapisan mesoderm dikenal sebagai lateral plate mesoderm. Late mesoderm terbagi menjadi dua lapisan: Mesoderm parietals somatic mesoderm Yaitu lapisan yang bersambung dengan extraembryonic yang melapisi amnion.

Mesoderm viscerale splanchnic mesoderm. Yaitu lapisan yang bersambung dengan mesoderm yang menutupi yolk sac. Jaringan yang mula-mula menghubungkan mesoderm paraxiale dan lateral plate mesoderm disebut mesoderm intermedia Pada akhir minggu ke III, mesoderm paraxiale membentuk suatu jala longitudinal yang bilateral dari jaringan padat, yang berangsur-angsur terpecah dalam balok-balok sel epithslord segmental yang disebut SOMITE Somite Pada pertengahan minggu ke IV, sel-sel bagian ventromedial somite yang dikenal sebagai sclerotome kehilangan bentuk epitheloidnya menjadi polymorph dan bermigrasi ke arah garis tengah membentuk jaringan ikat jarang yaitu mesenchum atau jaringan ikat muda. Sel-sel jaringan ini akan menghasilkan jaringan ikat rawan dan tulang. Bagian dorsolateral somite disebut dermonyotome Mesoderm Intermedia Pada daerah cervical dan therocal bagian atas, ia membentuk kelompok-kelompok sel yang tersusun segmental, sedangkan lebih caudal ia membentuk massa yang tidak segmental diheral sebagai nephrogonic cord. Sedangkan unit excetom dari tractus urinarius terbentuk dari mesoderm intermedia.

Lapisan-lapisan Mesoderm Sematic Dan Viscorale Lapisan ini dibentuk dari lateral plate mesoderm dan membatasi intraemtryonic coelom, kemudian akan membentuk mesbihel atau membrana serasa dari rongga peritonsal perut, pleural paru dan pericardial jantung. Sistim Cardiovasculer

Pada waktu ini sel-sel mesoderm yang terletak didepan dan pada tiap sisi dari bagian paling cepholci embryo berdifferensiasi menjadi selsel pembentuk darah dan pembuluh-pembuluh darah yang tersusun dalam kelompok tersendiri yaitu angigenetic cell cluster. Sel-sel yang terletak ditengahnya membentuk sel darah primitive dan yang ditepi akan membentuk sel-sel endothel yang melapisi bood island. Dalam minggu ke IV cell cord ini memperoleh sebuah lumen dan bersatu pada garis tengah, sehingga terbentuk tabung jantung primitif primitive heart fube yang tertanam dalam rongga pericardial. Pada akhir minggu ke IV pericardium membentuk suatu tonjolan yang nyata pada permukaan ventral embryo, dikenal sebagai Pericardial Swelling. Pembuluh-pembuluh darah extraembryonal ini yang dibentuk dengan cara yang sama seperti pembuluh-pembuluh didalam embryo, dikenal sebagai pembuluh umbulicalis dan vitelline. Pharyngeal Arches lengkung faring Pharyngeal arches juga dibentuk dari jarignan mesoderm yang berproliferasi dan membentuk suatu gambaran yang menyolok dalam bentuk luar embryo selama periode somite. Pada embryo sepuluh somile: Terlihat suatu pengembangan bilateral yaitu pharyngeal erches / branchicl arches pertama, tepat caudal terhadap head fold. Pada stadium empatbelas somite: Lengkung faring pertama telah berdifferensiasi dalam bagian dorsal mexillary swelling dan bagian ventral mandibular swelling, sedangkan lengkung ke dua yaitu hyoidarch mula timbul. Kedua lengkung tadi dipisahkan oleh pharyngeal cleff yang pertama. Pada embryo duapuluh lima somite: Lengkung ketiga dipisahkan dari lengkung ke dua oleh pharyngeal cleff kedua. Lapisan mesoderm dari pharyngeal arches kemudian akan menghasilkan jaringan ikat, ligamenl, otot, rawan dan tulang. Derivat-derivat yang lain dari MESODERM yaitu: Jaringan ikat, rawan, tulang dan sendi. Otot-otot polos dan seran lintang. Sel-sel darah dan lymph serta dinding jantung, pembuluhpembuluh darah dari lymph.

Membrana serosa. Ginjal, gonad dan saluran-salurannya. Costex galandula suprarenalis. Limpa. Entodermal Germ Layer Lapisan ontodermal mula-mula membentuk atap dari yolk sac secunder. Dengan melipatnya embryo ke arah cephalocaudal, sebagian yolk sac pada ujung cephal dan caudal menyatukan diri dengan embryo sebenarnya dan membentuk primitive fore gut dan hindgut. Pada ujung cephalicnya fomgut sementara dibatasi oleh suatu membrana endoderm endoderm yaitu: membrana cuccopharyngealis. Sedangkan hindgut berakhir sebagai membrana cloacalis. Pada akhir minggu ke III membrana buccopharyngealis pecah hingga terjadi hubungan antara rongga amnion dan primitive gut. Midgut yaitu bagian dari primitive gut yang terletak diantara fomgut dan hindgut, sementara tetap mempunyai hubungan terbuka dengan yolk sac melalui satu tangkai yang lebar yaitu duclus onphaloentericus atau ductus vitellinus. Pada manusia yolk sac bersifat vestisial dan kemungkinan berperan dalam fungsi nutrisi pada phase permulaan dari pertumbuhan. Pada akhir bulan pertama lapisan entodermal membentuk lapisan epithol di sebelah dalam primitive gut dan bagian intraobdominal dari allantois dan yolk sac stolk. Dalam perkembangan selanjutnya lapisan entodermal membentuk : Epithel traclus respiratorius Epithel cavum tumpani dan tuba oustachii Epithel dari sebagian ursca urimria dan urehra Parenchym dari tensil, thyroid, parathyroid, thymus, liver dan pancreas. Paru-paru. Ectodermal Germ Layer Ectoderm membentuk susunan saraf pusat dan tepi. Pada akhir minggu ke III sistem persarafan terlihat sebagai suatu lempeng panjang berbentuk plate yang lonjong disebut neural plate. Selama beberapa hari kemudian neural plate melekuk dan membentuk neural troove yang pada kedua sisinya dibatasi oleh neural fold. Persatuan kedua neural fold dimulai pada daerah somite ke empat, yaitu bakal darah leher dan dari sini diteruskan ke arah cephal dan caudal. Penutupan neuropore anterior terjadi pada delapan belas sampai duapuluh somile. Penutupan neuropore pasterior terjadi pada duapuluh lima somile. Susunan saraf pusat kemudian terlihat sebagai struktur tubuler yang

tertutup bagian silinder yang sempit yaitu bakal medulla spinalis dan bagian cephalic yang lebih lebar yaitu bakal otak. Jadi ectederm membentuk : Susunan saraf pusat Susunan saraf primer Epithel sensoris dari organ-organ sensoris Epidermis termasuk rambut, kuku dan kelenjar-kelenjar subwtan. Kelenjar hypcphyse Enarel organ dari gigi Epithel dari organ-organ lainnya.

Perkembangan Placenta Pada permulaan bulan ke II, trophoblast yang kemudian membentuk chorion, ditandai oleh adanya sejumlah besar villi secunder yang tersusun radier. Sistem kapiler dalam villi berkembang selama minggu ke IV dan kemudian segera berhubungan dengan kapiler-kapiler dalam permukaan dalam dari cnorion dan connecting stalk dan kemudian berhubungan dengan pembuluh-pembuluh darah extraembryonal. Sistem ini kemudian berhubungan dengan pembuluh-pembuluh darah intraembryonal sehingga embryo berhubungan dengan pacenta dikemudian hari. Villi ditemukan pada kutub embryo dan terus tumbuh dan meluas sehingga timbul apa yang disebut chorion frondosum bushy chorion. Pada bulan ke III bushy chorion ini menjadi halus yang disebut chorion leap. Lapisan deridual yang terdapat diatas chorion frandosum disebut deci dan ia basalis. Lapisan dea dua diatas kutub abembryonic dan membatasi lumen ulerus disebut decidua capsularis.

Pada waktu epithel permukaan dari decidua parietalis menghilang, siroma endometrium bersatu dengan chorion leave dan sebagian besar cavum uteri mengalami obliterasi. Akhirnya yang berfungsi hanya chorion frondasum yang bersamasama dengan deadua basalis membentuk placenta. Placenta mempunyai dua komponen : Bagian fostal : dibentuk oleh chorion frondosum, Bagian raternal : dibentuk oleh decidua basalis. Pada tepi feotal palcenta dibatasi oleh extraembryonic mesoderm dari chorion disebut chorionic plate, sedangkan pada tepi maternal oleh decidua basalis yang tersusun atas lapisan kompakta dan spongiosa. Bagian yang bersatu dan berhubungan erat dengan placenta disebut decidua plate.

Fungsi Placenta Fungsi utama dari palcenta adalah dalam hal pertukaran metabolisme dan gas antara aliran darah maternal dan foetal, tanpa ada pencampuran darah antara keduanya. Membran pemisah yang dikenal sebagai placental barrier dibentuk oleh jaringan feotal. Pada stadium permulaan terdiri dari empat lapisan: Lapisan endothel dari pembuluh-pembuluh darah foetal. Jaringan ikat dalam core villi. Lapisan cytotrophoblast Tutup syncitrum Physiology Placenta Yang tertukar O2 CO2 Air elektrolit Air urea Karbohidrat Asam amino Vitamin Sisa metabolisme

polipeptida Harmon Antibodi Obat-obatan Arus dan kuman patogen Ibu Flacenta

Hormon

Felus