Anda di halaman 1dari 10

Wennie : Teknik Pengendalian Fisik (restraint) Sebagai Pendekatan Tingkah Laku Anak

TEKNIK PENGENDALIAN FISIK (RESTRAINT) SEBAGAI PENDEKATAN TINGKAH LAKU ANAK


Wennie Fransisca Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara Jl. Alumni No. 2 Kampus USU Medan 20155

PENDAHULUAN
Tingkah laku adalah aksi, reaksi, terhadap perangsangan dari lingkungan. Bisa berupa respon pasif atau tanpa tindakan, maupun aktif dengan tindakan. Tingkah laku dapat mengalami suatu perubahan yang relatif menetap. Tingkah laku anak sangat dipengaruhi oleh karakteristik individu dan lingkungannya. Faktor lingkungan memiliki kekuatan besar dalam menentukan perilaku atau kebiasaan anak.1

Untuk mendapatkan kerja sama dari pasien anak terutama yang tidak kooperatif dokter gigi tidak hanya harus mengadakan hubungan yang baik dengan anak,tetapi juga harus menggunakan teknik-teknik penatalaksanaan tingkah laku yang efektif. Teknik-teknik tersebut antara lain komunikasi, TSD, modeling, desentisasi, voice control, HOME, reinforcement, sedasi, hypnosis, restraint dan distraction. Pada makalah ini,teknik yang akan dibahas adalah teknik pengendalian fisik (restraint).2,5,8

Adapun latar belakang penulisan makalah ini adalah karena setiap anak memiliki sifat dan prilaku yang berbeda-beda saat menjalankan suatu perawatan,ada yang dapat menerima perawatan dengan baik dan ada yang tidak, sehingga seorang dokter gigi yang baik harus bisa menggunakan teknik yang tepat dalam penanganannya terutama terhadap anak yang sangat tidak kooperatif.

Teknik pengendalian fisik (restraint) merupakan teknik menahan gerakan pasien dengan cara mengunci gerakan tangan, kepala, ataupun kaki pasien sehingga memudahkan perawatan.3 teknik ini biasanya digunakan pada anak yang mengalami kondisi tertentu,seperti gangguan kepribadian, tujuan penggunaan teknik ini adalah untuk mencegah terjadinya luka
1

Wennie : Teknik Pengendalian Fisik (restraint) Sebagai Pendekatan Tingkah Laku Anak ataupun hal-hal yang tidak diinginkan pada pasien ataupun orang lain yang terlibat dalam perawatan.4

Manfaat penggunaan teknik pengendalian fisik (restraint) adalah supaya pasien yang mengalami gangguan kepribadian ataupun pasien yang tidak dapat menjadi kooperatif dapat mendapatkan perawatan dengan baik.

PENGGUNAAN TEKNIK PENGENDALIAN FISIK (RESTRAINT)

INDIKASI Penggunaan teknik pengendalian fisik (restraint) dapat diterapkan dalam keadaan5 :

Pasien yang membutuhkan diagnosa/perawatan dan tidak bisa menjadi kooperatif karena suatu keterbatasan misalnya : pasien dibawah umur, pasien agresif/aktif dan pasien yang memiliki retardasi mental.

Ketika keamanan pasien atau orang lain yang terlibat dalam perawatan dapat terancam tanpa pengendalian fisik (restraint)

Sebagai bagian dari suatu perawatan ketika pasien dalam pengaruh obat sedasi.

KONTRAINDIKASI Penggunaan teknik pengendalian fisik (restraint) tidak boleh diterapkan dalam keadaan5 :

Tidak bisa mendapatkan izin tertulis dari orang tua pasien untuk melaksanakan prosedur kegiatan

Pasien anak kooperatif Pasien anak memiliki komplikasi kondisi fisik atau mental

Penggunaan teknik pengendalian fisik (restraint) pada anak dalam penatalaksanaanya harus memenuhi syarat-syarat berikut: 4 1. Penjelasan kepada pasien anak mengapa pengendalian fisik (restraint) dibutuhkan dalam perawatan, dengan harapan memberikan kesempatan kepada anak untuk

Wennie : Teknik Pengendalian Fisik (restraint) Sebagai Pendekatan Tingkah Laku Anak memahami bahwa perawatan yang akan diberikan sesuai prosedur dan aman badi pasien maupun keluarga yang bersangkutan. 2. Memiliki izin verbal maupun izin tertulis dari psikiater yang menjelaskan jenis teknik pengendalian fisik yang boleh digunakan kepada pasien anak dan pentingnya teknik pengendalian fisik yang dapat digunakan terhadap pasien berdasarkan indikasiindikasi yang muncul. 3. Adanya dokumen yang menjelaskan kepada orang tua pasien anak maupun pihak keluarga pasien yang bersangkutan mengapa pengendalian fisik (restraint) dibutuhkan dalam perawatan. 4. Adanya penilaian berdasarkan pedoman rumah sakit dari pasien yang pernah menjalankan pengendalian fisik (restraint) untuk memastikan bahwa pengendalian fisik tersebut telah diaplikasikan secara benar, serta memastikan integritas kulit dan status neurovaskular pasien tetap dalam keadaan baik. Alasan mengapa perlu digunakan teknik pengendalian fisik (restraint) adalah karena tim dokter gigi harus mengutamakan kebutuhan kesehatan pasien, teknik pengendalian tersebut dapat dilaksanakan dengan cara menjaga keamanan pasien ataupun keluarga yang bersangkutan, mengontrol tingkat agitasi dan agresi pasien, mengontrol perilaku pasien, serta menyediakan dukungan fisik bagi pasien. Selain itu, pengendalian fisik (restraint) juga digunakan untuk membantu mencapai tujuan tertentu (seperti mempersingkat jadwal pekerjaan dokter gigi), untuk menjaga lingkungan sosial yang nyaman (seperti menghidari pertikaian sesama warga) dan untuk memfasilitasi pengobatan (seperti mencegah orang merusak Perangkat medis atau kateter). 7

JENIS-JENIS TEKNIK PENGENDALIAN FISIK ( RESTRAINT ) 1. Pengendalian fisik/ physical restraint dengan menggunakan alat. Pengendalian fisik dengan menggunakan alat merupakan bentuk pengendalian dengan menggunakan bantuan alat bantu untuk menahan gerakan tubuh dan kepala pasien maupun menahan gerakan rahang dan mulut pasien . a. alat bantu untuk menahan gerakan tubuh dan kepala pasien,seperti :6,9,10

Wennie : Teknik Pengendalian Fisik (restraint) Sebagai Pendekatan Tingkah Laku Anak sheet and ties penggunaan selimut untuk membungkus tubuh pasien supaya tidak bergerak dengan cara menlingkarkan selimut ke seluruh tubuh pasien dan menahan selimutnya dengan perekat atau mengikatnya dengan tali.6

Papoose board Papoose board merupakan alat yang biasa digunakan untuk menahan gerakan anak saat melakukan perawatan gigi. Cara penggunaannya adalah anak ditidurkan dalam posisi terlentang di atas papan datar dan bagian atas tubuh, tengah tubuh dan kaki anak diikat dengan menggunakan tali kain yang besar. Pengendalian dengan menggunakan papoose board dapat diaplikasikan dengan cepat untuk mencegah anak berontak dan menolak perawatan. Tujuan utama dari penggunaan alat ini adalah untuk menjaga supaya pasien anak tidak terluka saat mendapatkan perawatan.9

Gambar (a) papoose board

Pedi-wrap Pedi-wrap merupakan sejenis perban kain yang dilingkarkan pada leher sampai pergelangan kaki pasien anak untuk menstabilkan tubuh anak serta menahan gerakan tubuh anak. Pedi-wrap mempunyai berbagai variasi ukuran sesuai dengan kebutuhan.10

Wennie : Teknik Pengendalian Fisik (restraint) Sebagai Pendekatan Tingkah Laku Anak

Gambar(2) pedi-wrap

b. alat bantu untuk menahan gerakan mulut dan rahang pasien,seperti :6,10

Molt mouth prop Molt mouth prop merupakan salah satu alat yang paling penting dalam melakukan perawatan gigi. Alat ini biasanya digunakan dalam anestesi umum untuk mencegah supaya mulut tidak tertutup saat perawatan dilakukan. Alat ini juga sangat cocok dalam penanganan pasien yang tidak bisa membuka mulut dalam jangka waktu lama karena suatu keterbatasan. penggunaan Molt mouth prop harus memperhatikan posisi rahang pasien saat pasien membuka mulutnya, supaya tidak terjadi dislokasi temporomandibular. Sebagai tambahan, dokter gigi harus memindahkan Molt mouth prop dari mulut pasien setiap sepuluh hingga lima belas menit agar rahang dan mulut pasien dapat beristirahat.10

Gambar (c) molt mouth prop

Molt mouth gags Molt mouth gags juga merupakan salah satu alat bantu yang dapat digunakan untuk menahan mulut pasien.
5

Wennie : Teknik Pengendalian Fisik (restraint) Sebagai Pendekatan Tingkah Laku Anak

Gambar(d) molt mouth gags

Tongue blades Tongue blades merupakan alat bantu yang digunakan untuk menahan lidah pasien supaya tidak mengganggu proses perawatan

Gambar(e) tongue blades

2. Pengendalian fisik/ physical restraint tanpa bantuan alat (dengan bantuan orang lain) . Pengendalian fisik tanpa bantuan alat merupakan bentuk pengendalian fisik tanpa menggunakan bantuan alat, pengendalian bentuk ini merupakan bentuk pengendalian yang menggunakan bantuan tim dokter gigi maupun bantuan orang tua atau pihak keluarga pasien.

a. Pengendalian fisik dengan bantuan tim dokter gigi Pengendalian fisik dengan menggunakan bantuan tim dokter gigi merupakan bentuk pengendalian fisik dimana diperlukan asisten dokter (perawat) untuk menahan gerakan pasien anak dengan cara memegang kepala, lengan, tangan ataupun kaki pasien anak.
6

Wennie : Teknik Pengendalian Fisik (restraint) Sebagai Pendekatan Tingkah Laku Anak

b. Pengendalian fisik dengan bantuan orang tua pasien Pengendalian fisik dengan bantuan orang tua sebenarnya sama dengan pengendalian fisik dengan bantuan tim medis. Hanya saja peran asisten dokter (perawat) digantikan oleh orang tua pasien anak. Cara pengendalian dengan menggunakan bantuan orang tua lebih disukai anak apabila dibandingkan dengan menggunakan bantuan tim medis, sebab anak lebih merasa aman apabila dekat dengan orang tuanya.

RESIKO PENGGUNAAN TEKNIK PENGENDALIAN (RESTRAINT) FISIK PADA ANAK Terdapat beberapa laporan ilmiah mengenai kematian pasien anak yang disebabkan oleh penggunaan teknik pengendalian fisik (restraint). Beberapa peneliti mempelajari laporan kasus mengenai hubungan kematian pasien dengan gangguan psikologi yang disebabkan penggunaan restraint. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara stres anak dengan penggunaan restraint dimana ketika pengendalian dilakukan, pasien anak mengalami reaksi psikologis yang tidak normal ( seperti menigkatnya suhu tubuh, cardiac arrhythmia) yang kemudian dapat menyebabkan timbulnya positional asphyxia, excited delirium, acute pulmonary edema,atau pneumonitis yang dapat menyebabkan kematian pada anak. 11

PEMBAHASAN

Dalam mengatasi tingkah laku anak yang sangat beragam, seorang dokter gigi memerlukan teknik tertentu dalam melakukan perawatan, salah satunya adalah dengan penggunaan teknik pengendalian fisik (restraint). Teknik pengendalian fisik hanya boleh digunakan pada anak yang tidak dapat menjadi kooperatif, teknik ini tidak boleh digunakan pada anak yang kooperatif atau anak yang memiliki potensi menjadi kooperatif.

Teknik pengendalian fisik memiliki beberapa jenis, yaitu teknik pengendalian dengan menggunakan bantuan alat dan teknik pengendalian tanpa menggunakan bantuan alat. Teknik pengendalian dengan menggunakan alat merupakan teknik pengendalian yang dalam proses
7

Wennie : Teknik Pengendalian Fisik (restraint) Sebagai Pendekatan Tingkah Laku Anak pengendaliannya menggunakan alat bantu, alat bantu ini dapat dibagi lagi menjadi dua bagian, yakni alat penahan gerakan kepala dan tubuh pasien, seperti: papoose board, pediwrap,dan selimut. dan alat penahan gerakan rahang dan mulut pasien seperti: molt mouth prop, molt mouth gags dan tongue blades. Sedangkan teknik pengendalian tanpa menggunakan alat merupakan teknik pengendalian fisik dengan bantuan orang lain, teknik ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni teknik pengendalian dengan menggunakan bantuan tim dokter gigi dan teknik pengendalian dengan menggunakan bantuan orang tua. 3,6,10

Dalam praktiknya, teknik pengendalian fisik (restraint) tidak selalu dapat diterapkan pada setiap anak, sebab teknik ini memiliki resiko yang dapat membahayakan pasien anak hingga dapat menyebabkan kematian pada anak. Penggunaan teknik ini menyebabkan terjadinya berbagai berdebatan di kalangan masyarakat karena cara penerapannya yang dianggap kasar, karena itu, Teknik pengendalian fisik yang baik tidak boleh berdampak buruk terhadap keadaan tubuh pasien.6,10

Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan,teknik pengendalian fisik memiliki beberapa cara perawatan yang berbeda, tetapi teknik restraint yang paling baik adalah teknik pengendalian tanpa penggunaan bantuan alat, sebab dengan menggunakan alat (dalam hal ini alat penahan kepala dan tubuh pasien), anak akan cenderung merasa depresi karena tubuh anak hanya ditahan oleh alat bantu, dan tidak dapat merasakan sentuhan dari orang lain, terutama orang terdekat pasien anak yaitu orang tua maupun keluarga dekat pasien anak, sedangkan teknik pengendalian tanpa menggunakan alat akan cenderung membuat pasien anak merasa lebih nyaman dan aman.

Seorang dokter gigi yang baik harus dapat membuat pilihan yang bijaksana dalam menangani pasien anak, terutama yang tidak kooperatif. Pilihan teknik pendekatan perawatan yang baik akan memberikan hasil yang baik dan maksimal dalam proses perawatan, teknik restraint hanya boleh digunakan apabila teknik pendekatan yang lain sudah digunakan dan tidak berhasil.

Wennie : Teknik Pengendalian Fisik (restraint) Sebagai Pendekatan Tingkah Laku Anak

DAFTAR PUSTAKA

1. Riyanti E, Saptarini R. Upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut melalui perubahan prilaku anak. <http://pustaka.unpad.ac.id/wp-

content/uploads/2010/06/upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut.pdf>. ( 4 November 2010). 2. Andlaw RJ, Rock WP. Perawatan gigi anak (a manual of pedodontics). Alih bahasa. Daya A Jakarta: Widya Medika, 1992: 15. 3. Wei SHY, Pediatric dentistry: total patient care. Philadelphia: Library of congress, 1988: 151-2. 4. Davidson PJ, Krug SE, Markenson DS, Moss M, Vane DW. The use of physical restraint interventions for children and adolescent in the acute care setting. Pediatrics. 1997; 99(3): 497-8. 5. Indian Health Service. Behavior management guideline. http://www.dentalclinic manual.com/docs/LHSBehavior management guide.pdf.(4 november 2010) 6. Pinkham JR, ed. Pediatric dentistry infancy through adolescence. Philadelphia: W.B Saunders Company, 1988: 272-3.
7. Evans D, Wood J, Lambert L. Physical restraint - part 1 use in acute and residential

care

facilities.

<http://www.joannabriggs.edu.au/pdf/BPISEng_6_3.pdf>.

november 2010). 8. Peretz B, Zadik D. Parents attitudes toward behavior management techniques during dental treatment. Pediatric dentistry. 1999; 21(3): 201. 9. Vaidyanathan P. Papoose boards - is it advisable to use them on children?. <http://ezinearticles.com/?Papoose-Boards---Is-It-Advisable-To-Use-Them-OnChildren?&id=5221567>. ( 4 november 2010). 10. Barber TK, Luke LS. Pediatric dentistry. Bristol: John Wright & Sons (printing) Ltd, 1982: 393-7. 11. Committee on Restraint and Crisis Intervention Techniques. Behavior Supports & Management: Coordinated standards for childrens systems of care. Rensselaer 2007: 28.

Wennie : Teknik Pengendalian Fisik (restraint) Sebagai Pendekatan Tingkah Laku Anak

10