Anda di halaman 1dari 58

1

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm


Lh III sgd 20
l #
STEP 1
1. Femacyl : obat untuk menghIlangkan nyerI sendI.
STEP 2
SEN0
a. 0efInIsI
b. |acammacam
c. FungsI
d. Komponen penyusun
|ASALAH SKENAFD
1. 8agaImana bIsa bengkak: 0an bengkak nya bIsa bertambah parah bIla
dIgerakkan dan berkurang bIla IstIrahat:
2. |engapa jarI2 tangan dan pergelangan tangan sakIt:
J. Apa hubungan nya dgn kegemukan badan dan usIa dgn penyakIt tersebut:
4. Apakah ada hubungan nya dgn rIwayat pekerjaan:
5. |engapa dIlakukan px.fIsIk, radIologIs dan laboratorIum:
6. Apa kemungkInan 0IagnosIs nya:
ArthrItIs FeumatoId
a. 0efInIsI
b. EtIologI
c. KlasIfIkasI
d. PatofIsIologI
e. Faktor resIko
f. Cejala
g. |anIfestasI KlInIs
h. 00
I. Penatalaksanaan
j. PrognosIs
k. KomplIkasI
Dsteo ArthrItIs
a. 0efInIsI
b. EtIologI
c. KlasIfIkasI
d. PatofIsIologI
e. Faktor FesIko
f. Cejala
g. |anIfestasI KLnIs

2

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
h. 00
I. Penatalaksanaan
j. PrognosIs
k. KomplIkasI

STEP J
SEN0
a. 0efInIsI
Yang menghubungkan antara tulang dan otot
b. |acammacam
0arI struktur nya , ada 2:
1. SInarthrosIs : anatara tulang satu dgn yg laInnya ada jarIngan yg
membatasInya. 0IlIhat dr jarIngan yg membatasI nya, ada jar.Ikat,
jar.tlg rawan, jar.tulang. JarIngan Ikat, penghubung nya ada sutura ,
schydIlesIs, gomphosIs, syndesmossIs fIbrosa E elastIs.
JarIngan tulang rawan, shyncondrosIs penghubungnya:
2. 0IarthrosIs: antara tlg satu dgn yg laIn nya ada rongga nya, yg berIsI
caIran sInovIal yg nantInya akan dIbungkus dgn kapsula artIkularIs,
dIbedakan menjadI amfIarthrosIs (gerakan nya sedIkIt) dan
artIkulasIones(gerakan banyak).
8erapa banyak sumbu yg mendukung ada unIaksIal (satu) ada 2 antara
laIn sendI engsel dan kIsar, bIaksIal (dua) antara laIn sendI
telur(Art.atlanto ocIpItalIs) dan pelana, polIaksIal (banyak) antara laIn
sendI peluru dan sendI buah pelana.
c. FungsI
1. |embantu aktIvItas gerak tubuh manusIa
2. Pergerakan
J. KeseImbangan tubuh
4. |elIndungI bagIan2 tubuh
5. EstetIka tubuh
d. Komponen penyusun
Ada 4:
1. LIgamen yaItu pengIkat bagIan luar ujung tulang.
2. Capsul SendI: melapIs sel(membentuk penghubung dua tulang yg
membentuk persendIan)
J. CaIran sInovIal : caIran pelumas pd ujung tulang.
4. Tulang rawan HIalIn : penutup ujung tulang yg membentuk sendI,
menjaga benturan yg keras.
|ASALAH SKENAFD

3

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
1. 8agaImana bIsa bengkak: 0an bengkak nya bIsa bertambah parah bIla
dIgerakkan dan berkurang bIla IstIrahat:
0apat dIsebabkan oleh caIran dlm sendI pd stadIum akut, atau pembengkakan
pada tulang yg dIsebut osteofIt.
2. |engapa jarI2 tangan dan pergelangan tangan sakIt:
SakIt dIsebabkan caIran sInovIal nya berkurang tulang2 nya benturan terasa
sakIt.
J. Apa hubungan nya dgn kegemukan badan dan usIa dgn penyakIt tersebut:
|Isalkan aja, kalau orang gemuk bIasanya jarang bergeraksedangkan kalau
kIta tIdak bergerak maka
TerjadI penuaan dan stress mekanIk (Faktor kegemukan badan dan rIwayat
pekerjaan sbg kulI yg angkat barang berhub.dgn sendI)
4. Apakah ada hubungan nya dgn rIwayat pekerjaan:
Karena merupakan predIsposIsI dr DA. Stress mekanIk.
5. |engapa dIlakukan px.fIsIk, radIologIs dan laboratorIum:
Karena buat mengetahuI untuk dIagnosIs nya apakah AF atau DA, gambaran
klInIs nya yg berbeda.
Px fIsIk : keampuan kekuatan scra fIsIk
FadIologIs : melIhat apakah ada fusI atau tIdak.
Lab : pemerIksaan dlm urIne apakah ada kadar kalsIum.
6. Apa kemungkInan 0IagnosIs nya:
ArthrItIs FeumatoId
a. 0efInIsI
Peradangan sendI yg dIsebabkan oleh autoImun.
b. EtIologI
AutoImun yg menyebabkan destruksI sendI.
c. KlasIfIkasI
Akut
KronIk
d. PatofIsIologI
Ada komplek Imun pd daerah2 persendIan mengakIbatkan kemotaktIk dr
makrofag dgn menganggap sbg antIgen nya dgn mengeluarkan enzIm2
lIsosom,
e. Faktor resIko
WanIta 20 50 tahun hormon seks nya (estrogen), kalau semakIn tulang
estrogen turun menyebabkan osteoporosIs, karena estrogen deposIt kalsIum
dlm tulang.
f. Cejala
|ornIng sIckness, poly arthrItIs, sImetrIs, sendI perIfer, matI
rasa/kesemutan, : , :

4

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
g. |anIfestasI KlInIs
Ada kelaInan sendI : Panus FeumatoId
h. 0IagnosIs
1. Anamnesa : mornIngsIckness,
2. Px. FIsIk : nyerI, bengkak pd daerah yg dIkeluhkan
J. Px. Penunjang : radIologI , ada InflamasI peradangan meluas.
LaboratorIum , faktor reumatoId (+)
I. Penatalaksanaan
1. mmunosupressan, kortIkosteroId (farmakologIk)
2. 8erkurang keluhan nya dIsarankan untuk berolah raga (non
farmakologIk)
j. PrognosIs
JIka pengobatan tIdak teratur, tambah buruk.
k. KomplIkasI
0efIsIensI Imun, kontruksI kortIkosteroId yg berlebIhan, moonface, strIae,
buffalo hump
Dsteo ArthrItIs
a. 0efInIsI
PenyakIt degeneratIf yg berkaItan dgn karIlago sendI.
b. EtIologI E KlasIfIkasI
PrImer : penuaan
Sekunder : penyakIt sekunder
c. PatofIsIologI
PenIngkatan enzIm2 proteoglIkan dan kolagen kerusakan pd tulang rawan
dan pembentukan tulang baru.
d. Faktor FesIko
Strees mekanIk,
CenetIk
Penuaan,
CIdera sendI
e. Cejala
NyerI pd sendI, osteofIt, pembengkakan, (predIleksI nya pd pInggul, lutut,
dan jarI)
f. 00
AF,
g. Penatalaksanaan
AnalgesIk, InjeksI kortIkosteroId Intra artIkula,
h. PrognosIs
8Isa sembuh
I. KomplIkasI

3

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm

STEP 4
|apIng


STEP 7
SEN0
a. 0efInIsI
Yang menghubungkan antara tulang dan otot

SendI adalah suatu ruangan, tempat satu atau dua tulang berada salIng
berdekatan.
(Klen ycnyyucn sstem muskuloskeletcl. Surctun, Heryct, dkk. 2008.
1ckcrtc: E6C)

PersendIan atau artIkulatIo adalah suatu hubungan antara dua buah tulang
atau lebIh yang dIhubungkan melaluI pembungkus jarIngan Ikat pada bagIan
luar dan pada bagIan dalam terdapat rongga sendI dengan permukaan
tulang yang dIlapIsI oleh tulang rawan.
http://lbrcry.usu.cc.d/downlocd/]k/cnctom]trcn.pd]

b. |acammacam
0arI struktur nya , ada 2:
1. SInarthrosIs : anatara tulang satu dgn yg laInnya ada jarIngan yg
membatasInya. 0IlIhat dr jarIngan yg membatasI nya, ada jar.Ikat,
jar.tlg rawan, jar.tulang. JarIngan Ikat, penghubung nya ada sutura ,
schydIlesIs, gomphosIs, syndesmossIs fIbrosa E elastIs.
JarIngan tulang rawan, shyncondrosIs penghubungnya:
2. 0IarthrosIs: antara tlg satu dgn yg laIn nya ada rongga nya, yg berIsI
caIran sInovIal yg nantInya akan dIbungkus dgn kapsula artIkularIs,
dIbedakan menjadI amfIarthrosIs (gerakan nya sedIkIt) dan
artIkulasIones(gerakan banyak).
8erapa banyak sumbu yg mendukung ada unIaksIal (satu) ada 2 antara
laIn sendI engsel dan kIsar, bIaksIal (dua) antara laIn sendI
telur(Art.atlanto ocIpItalIs) dan pelana, polIaksIal (banyak) antara laIn
sendI peluru dan sendI buah pelana.

6

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm




7

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm



8

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm


9

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm

(Ethel Sloane. 200J. AnatomI dan FIsIologI untuk pemula. Jakarta: ECC)

10

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm




11

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
Ada J jenIs persendIan yang dIbedakan berdasarkan jangkauan gerakan yang dImIlIkI:
O PersendIan FIbrosa, yaItu persendIan yang tIdak dapat dIgerakkan, dImana
letak tulangtulangnya sangat berdekatan dan hanya dIpIsahkan oleh selapIs jarIngan
Ikat fIbrosa, contohnya sutura dI antara tulangtulang tengkorak.


12

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm

O PersendIan KartIIagenosa, yaItu persendIan yang gerakannya terbatas, dImana
tulangtulangnya dIhubungkan oleh tulang rawan hIalIn, contohnya tulang Iga.
O PersendIan SInovIaI, yaItu persendIan yang gerakannya bebas, merupakan
bagIan terbesar darI persendIan pada tubuh orang dewasa, contohnya sendI bahu dan
panggul, sIkut dan lutut, sendI pada tulangtulang jarI tangan dan kakI, pergelangan
tangan dan kakI.

Komponen Penunjang SendI

8erIkut adalah komponen penunjang sendI:
O KapsuIa sendI adalah lapIsan berserabut yang melapIsI sendI. 0I bagIan
dalamnya terdapat rongga.
O LIgamen (IIgamentum) adalah jarIngan pengIkat yang mengIkat luar ujung
tulang yang salIng membentuk persendIan. LIgamentum juga berfungsI mencegah
dIslokasI.
O %uIang rawan hIaIIn (kartIlago hIalIn) adalah jarIngan tulang rawan yang
menutupI kedua ujung tulang. 8erguna untuk menjaga benturan.
O aIran sInovIaI adalah caIran pelumas pada kapsula sendI.
hacam-macam persendIan
O SInartrosIs (sendI matI) adalah sendI yang tIdak memIlIkI celah sendI, sehIngga
persendIan yang tIdak dapat dIgerakan, dan dapat dIbedakan menjadI dua:


13

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
O SInartrosIs sInfIbrosIs, yaItu sInartrosIs yang tulangtulangnya
dIhubungkan oleh jarIngan Ikat fIbrosa. Contoh: persendIan tulang tengkorak.

O SInartrosIs sInkondrosIs, yaItu sInartrosIs yang dIhubungkan oleh tulang
rawan. Contoh: hubungan antarsegmen pada tulang belakang.

O IartrosIs (sendI gerak), adalah persendIan yang terjadI pada tulang, dImana
tulang satu dengan tulang yang laIn tIdak dIhubungkan dengan jarIngan
sehIngga memungkInkan terjadInya gerakan yang bebas. 0apat dIkelempokkan
menjadI:
O SendI peIuru: persendIan yang memungkInkan pergerakan ke segala
arah. Contoh: hubungan tulang lengan atas dengan tulang belIkat.
O SendI peIana atau sendI seIa : persendIan yang memungkInkan beberapa
gerakan rotasI, namun tIdak ke segala arah. Contoh: hubungan tulang telapak tangan
dan jarI tangan.
O SendI kondIIoId atau eIIIpsoId, memungkInkan gerakan berporos dua
dengan gerakan ke kIrI dan ke kanan, ke depan dan ke belakang. Ujung tulang yang
satu berbentuk oval dan masuk kedalam suatu lekuk berbentuk elIps. Contoh sendI
antara tulang pengumpIl dengan tulang pergelangan tangan

14

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
O SendI putar: persendIan yang memungkInkan gerakan berputar (rotasI).
Contoh: hubungan tulang tengkorak dengan tulang belakang (atlas).
O SendI Iuncur: persendIan yang memungkInkan gerak rotasI pada satu
bIdang datar. Contoh: hubungan tulang pergerlangan kakI.
O SendI engseI: persendIan yang memungkInkan gerakan satu arah.
Contoh: sendI sIku antara tulang lengan atas dan tulang hasta.
O mfIartosIs (sendI kaku), adalah persendIan yang dIhubungkan oleh jarIngan
tulang rawan sehIngga memungkInkan terjadInya sedIkIt gerakan.
O SIndesmosIs, dImana tulang dIhubungkan oleh jarIngan Ikat serabut dan
lIgamen. Contoh:persendIan antara fIbula dan tIbIa.

O SImfIsIs: Tulang dIhubungkan oleh jarIngan tulang rawan yang berbentuk
seperI cakram. Contoh: hubungan antara ruasruas tulang belakang.


c. FungsI
1. |embantu aktIvItas gerak tubuh manusIa
2. Pergerakan
J. KeseImbangan tubuh
4. |elIndungI bagIan2 tubuh
5. EstetIka tubuh

13

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm

1. mempermudah gerakan antara kedua ujungujung tulang
2. berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane, 200J )
(http://www.scrIbd.com/doc/52471266/46/HSTDLDCPEFSEN0ANSND7AL)
d. Komponen penyusun
Ada 4:
1. LIgamen yaItu pengIkat bagIan luar ujung tulang.
2. Capsul SendI: melapIs sel(membentuk penghubung dua tulang yg
membentuk persendIan)
J. CaIran sInovIal : caIran pelumas pd ujung tulang.
4. Tulang rawan HIalIn : penutup ujung tulang yg membentuk sendI,
menjaga benturan yg keras.


Otot- otot yang membantu menggerakkan sendi
Capsul sendi yang berfungsi untuk melindungi bagian tulang yang bersendi supaya
jangan lepas bila bergerak
Adanya permukaan tulang yang dengan bentuk tertentu yang mengatur luasnya
gerakan.
Adanya cairan dalam rongga sendi yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antara
tulang pada permukaan sendi.
Ligamentum-ligamentum yang ada di sekitar sendi lutut yang merupakan penghubung
kedua buah tulang yang bersendi sehingga tulang menjadi kuat untuk melakukan
gerakan-gerakan tubuh.

1. Frank, H , Netter , M.D., Interactive Atlas of Human Anatomy , Ciba Medical Educations &
Publications , 1995
2. H.H.Lindner, Clinical Anatomy , a LANGE medical book , Connecticut , 1989
3. J.S.P.Lumley , J.L.Craven , J.T.Aitken, Essential Anatomy , fourth edition, Churchill
Livingstone , New York ,1987
4. Seeley , Stephen , Tate, Anatomy and Physiologi, international edition, sixth edition , Mc
Graw Hill , New York , 2003
5. Snell Richard S Seeley , Stephen , Tate, Anatomy and Physiologi, international edition,
sixth edition , Mc Graw Hill , New York , 2003 Anatomi Klinik, Bagian 2 , Edisi ke 3 , EGC
, 1997
6. Spalteholz Werner, Hand - Atlas of Human Anatomy, Seventh Edition in English

SendI dIlumasI oleh caIran sInovIal dan oleh perubahanperubahan hIdrostatIk yang
terjadI pada caIran InterstIsIIl tulang rawan. Tekanan yang terjadI pada tulang rawan
akan mengakIbatkan pergeseran caIran ke bagIan yang kurang mendapat tekanan.

16

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
Sejalan dengan pergeseran sendI ke depan, caIran bergerak InI juga bergeser ke depan
mendahuluI beban. CaIran kemudIan akan bergerak ke belakang kembalI ke bagIan
tulang rawan ketIka tekanan berkurang. Tulang rawan sendI dan tulangtulang yang
membentuk sendI bIasanya terpIsah selama gerakan selaput caIran InI. SeIama
terdapat cukup seIaput atau caIran, tuIang rawan tIdak dapat aus meskIpun
dIpakaI terIaIu banyak.
AlIran darah ke sendI banyak yang menuju ke sInovIum. Pembuluh darah mulaI
masuk melaluI tulang subkondral pada tIngkat tepI kapsul. JarIngan kapIler sangat
tebal dI bagIan sInovIum yang menempel langsung pada ruang sendI. Hal InI
memungkInkan bahanbahan dIdalam plasma berdIfusI dengan mudah ke dalam ruang
sendI. Proses peradangan dapat sangat menonjoI dI sInovIum, karena dIdaerah
tersebut banyak mendapat aIIran darah dan dI sampIng Itu juga terdapat banyak
seI mast dan seI IaIn dan zat kImIa yang secara dInamIs berInteraksI untuk
merangsang dan memperkuat respons peradangan.
Sarafsaraf otonom dan sensorIk tersebar luas pada lIgament, kapsul sendI dan
sInovIum. Sarafsaraf InI berfungsI untuk memberIkan sensItIvItas pada struktur
struktur InI terhadap posIsI dan pergerakan. Ujungujung saraf pada kapsul, lIgament
dan adventIsIa pembuluh darah sangat sensItIve terhadap peregangan dan perputaran.
NyerI yang tImbuI darI kapsuI sendI atau sInovIum cenderung dIfus dan tIdak
terIokaIIsasI. SendI dIpersarafI oIeh saraf-saraf perIfer yang menyeberangI sendI.
InI berartI nyerI darI satu sendI mungkIn dapat dIrasakan pada sendI IaInnnya;
mIsaInya nyerI pada sendI pangguI dapat dIrasakan sebagaI nyerI Iutut.
http://www.makalahkesehatan.co.cc/2010/12/reumatoIdartrItIs.html
|ASALAH SKENAFD
1. 8agaImana bIsa bengkak: 0an bengkak nya bIsa bertambah parah bIla
dIgerakkan dan berkurang bIla IstIrahat:
0apat dIsebabkan oleh caIran dlm sendI pd stadIum akut, atau pembengkakan
pada tulang yg dIsebut osteofIt.


2. |engapa jarI2 tangan dan pergelangan tangan sakIt:
SakIt dIsebabkan caIran sInovIal nya berkurang tulang2 nya benturan terasa
sakIt.


Sarafsaraf otonom dan sensorIk tersebar luas pada lIgament, kapsul sendI dan
sInovIum. Sarafsaraf InI berfungsI untuk memberIkan sensItIvItas pada struktur
struktur InI terhadap posIsI dan pergerakan. Ujungujung saraf pada kapsul, lIgament
dan adventIsIa pembuluh darah sangat sensItIve terhadap peregangan dan perputaran.
NyerI yang tImbuI darI kapsuI sendI atau sInovIum cenderung dIfus dan tIdak
terIokaIIsasI. SendI dIpersarafI oIeh saraf-saraf perIfer yang menyeberangI sendI.
InI berartI nyerI darI satu sendI mungkIn dapat dIrasakan pada sendI IaInnnya;
mIsaInya nyerI pada sendI pangguI dapat dIrasakan sebagaI nyerI Iutut.

17

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
http://www.makalahkesehatan.co.cc/2010/12/reumatoIdartrItIs.html

|anIfestasI klInIs osteoarthrItIs yang prImer adalah rasa nyerI, kaku, dan
gangguan fungsIonal. NyerI pada osteoarthrItIs dIsebabkan oeh InfIamasI
sInova,peregangan kapsuIa dan IIgamentum sendI, IrItasI ujung-ujung
saraf daIam perIosteum akIbat pertumbuhan osteofIt, mIkrofraktur,
trabekuIum, hIpertensI Intraoseus, bursItIs, tendonItIs, dan spasme otot.
Cangguan fungsIonal dIsebabkan oleh rasa nyerI ketIka sendI dIgerakkan dan
keterbatasan gerakan yang terjadI akIbat perubahan structural dalam sendI.
|eskIpun osteoarthrItIs terjadI palIng serIng pada sendI penyokong berat
badan ( panggul, lutut, servIkal, dan tulag belakang), sendI tengah dan
ujung jarI juga serIng terkena. |ungkIn ada nodus tulang yang khas, pada
InspeksI dan palpasI InI bIasanya tIdak ada nyerI, kecualI ada InflamasI.
Potter, patrIcIa A.2005. 8uku Ajar Fundamental Keperawatan . 0jakarta :
ECC
|ansjoer, ArIf. KapIta Selekta Kedokteran.ed. J. |edIa AesculapIus:
Jakarta.
8runner E Suddarth.buku ajar keperawatan medIcal bedah.ed. 8.ECC:
Jakarta.

(hal 40)

J. Apa hubungan nya dgn kegemukan badan dan usIa dgn penyakIt tersebut:
|Isalkan aja, kalau orang gemuk bIasanya jarang bergeraksedangkan kalau
kIta tIdak bergerak maka
TerjadI penuaan dan stress mekanIk (Faktor kegemukan badan dan rIwayat
pekerjaan sbg kulI yg angkat barang berhub.dgn sendI)

Salah satu faktor rIsIko terbesar terkena sakIt Iutut adaIah keIebIhan berat
badan. Sewaktu berat badan bertambah, maka bertambah pula tekanan pada
sendI lutut. 8ahkan aktIvItas bIasa sepertI berjalan atau naIk turun tangga bIsa
menyebabkan banyak beban pada sendI.
http://perawatonlIne.com/tag/sendIlutut/
" SeIrIng pertambahan usIa, kemampuan tubuh untuk memperbaIkI jarIngan
tuIang rawan sendI dan memproduksI gIukosamIn menurun.Namun, kelompok
usIa muda juga bIsa menderIta osteoarthrItIs karena obesItas, aktIvItas fIsIk
terus- menerus secara berIebIhan, dan trauma,"
(0r dr ArIs WIbudI SpP0 KE|0)

18

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm

4. Apakah ada hubungan nya dgn rIwayat pekerjaan:
Karena merupakan predIsposIsI dr DA. Stress mekanIk.

5. |engapa dIlakukan px.fIsIk, radIologIs dan laboratorIum:
Karena buat mengetahuI untuk dIagnosIs nya apakah AF atau DA, gambaran
klInIs nya yg berbeda.
Px fIsIk : keampuan kekuatan scra fIsIk
FadIologIs : melIhat apakah ada fusI atau tIdak.
Lab : pemerIksaan dlm urIne apakah ada kadar kalsIum.

6. Apa kemungkInan 0IagnosIs nya:

ArthrItIs FeumatoId
a. 0efInIsI
Peradangan sendI yg dIsebabkan oleh autoImun.

O FheumatoId arthrItIs (FA) adalah InflamasI sIstemIk kronIs yang belum
dItentukan etIologI penyakIt terutama yang melIbatkan membran sInovIal dan
struktur artIkularIs beberapa sendI (#Ichard WorthIngton, h, 200).
O ArtrItIs FeumatoId adalah penyakIt autoImun sIstemIk kronIs yang tIdak
dIketahuI penyebabnya dIkarekterIstIkan dengan reaksI InflamasI dalam
membrane sInovIal yang mengarah pada destruksI kartIlago sendI dan deformIta
lebIh lanjut. ( Susan |artIn Tucker, 1998).
O ArtrItIs FeumatoId ( AF ) adalah kelaInan InflamasI yang terutama mengenaI
mengenaI membran sInovIal darI persendIan dan umumnya dItandaI dengan
dengan nyerI persendIan, kaku sendI, penurunan mobIlItas, dan keletIhan.
(0Iane C. 8aughman. 2000)
O ArtrItIs rematoId adalah suatu penyakIt InflamasI kronIk dengan manIfestasI
utama polIartrItIs progresIf dan melIbatkan seluruh organ tubuh. (ArIf
|ansjour.2001)
http://www.makalahkesehatan.co.cc/2010/12/reumatoIdartrItIs.html
b. EtIologI
AutoImun yg menyebabkan destruksI sendI.

Penyebab rheumatoId arthrItIs (FA) belum terungkap .8eberapa mungkIn asosIasI telah
dIdeskrIpsIkan.

19

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
Faktorfaktor yang terkaIt dapat mencakup sebagaI berIkut:
PredIsposIsI genetIk
JenIs kelamIn Perempuan
Stres psIkologIs
Kekebalan
Hormone InteraksI
nfeksI vIrus
http://www.makalahkesehatan.co.cc/2010/12/reumatoIdartrItIs.html
c. KlasIfIkasI
Akut
KronIk

Secara garIs besar ada 2 jenIs FA yaItu:
1. Yang bersIfat rIngan: hanya menyerang sendIsendI sehIngga menyebabkan cacat sendI
rIngan dan sedIkIt gangguan fungsI sendI, kadang dapat sembuh tanpa cacat.
2. Yang bersIfat berat dan progresIf: dapat menImbulkan cacat sendI yang permanen dan
gangguan fungsI sendI yang berat.
http://www.makalahkesehatan.co.cc/2010/12/reumatoIdartrItIs.html
d. PatofIsIologI
Ada komplek Imun pd daerah2 persendIan mengakIbatkan kemotaktIk dr
makrofag dgn menganggap sbg antIgen nya dgn mengeluarkan enzIm2
lIsosom,


Suatu antIgen penyebab FA yang berada pada membran synovIal, akan dIproses
oleh antIgen presentIng cells (P) yang terdIrI darI berbagaI jenIs sel sepertI sel
sInovIsIosIt , seI dendrItIk atau makrofag yang semuanya mengekspresI
determInan HL-# (Human Leucocyte ntIgen-) pada membran seInya. AntIgen
yang telah dIproses akan dIkenaII dan dIIkat oIeh seI bersama dengan
determInan HL-# yang terdapat permukaan membran P tersebut membentuk
suatu kompIeks trImoIekuIar. Kompleks trImolekuler InI dengan bantuan IL-1 yang
dIbebaskan oIeh monosIt atau makrofag seIanjutnya akan menyebabkan terjadInya
aktIvasI seI .
Pada tahap selanjutnya kompleks antIgen trImolekuler tersebut akan
mengekspresI resptor IL-2 pad permukaan . IL-2 yang dIsekresI oIeh
akan mengIkat dIrI pada reseptor spesIfIk pada permukaan sendIrI dan akan
menyebabkan terjadInya mItosIs dan proIIferasI seI tersebut. ProlIferasI C04+ akan
berlangsung terus selama antIgen tetap berada dalam lIngkungan tersebut. SeIaIn IL-
2, yang teIah teraktIvasI juga mensekresI berbagaI IImfokIn IaIn sepertI
gamma-Interferon, tumor necrosIs factor (%NF-), IL-3, IL-, granuIocyte-
macrofage coIony stImuIatIng factor (Ch-SF) serta beberapa medIator IaIn yang

20

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
bekerja merangsang makrofag untuk menIngkatkan aktIvItas fagosItosInya dan
merangsang proIIferasI dan aktIvasI seI untuk memproduksI antIbody. ProduksI
antIbody oIeh seI dIbantu oIeh IL-1, IL-2 dan IL-.
Setelah berIkatan dengan antIgen yang sesuaI, antIbody yang dIhasIlkan akan
membentuk kompleks Imun yang akan berdIfusI secara bebas ke dalam ruang sendI.
Pengendapan kompleks Imun akan mengaktIvasI sIstem komplemen yang
membebaskan komponenkomponen C5a. Komponenkomponen tersebut merupakan
faktor kemotaktIk yang selaIn menIngkatkan permeabIlItas vaskuler juga dapat
menarIk lebIh banyak sel polImorfonukleat (P|N) dan monosIt kearah lokasI tersebut.
FagosItosIs kompleks Imun oleh sel radang akan dIsertaI oleh pembentukan dan
pembebasan radIkal oksIgen bebas, leukotrIn, prostaglandIn dan protease neutral
(collagenase dan stromelysIn) yang akan menyebabkan erosI rawan sensI dan tulang.
FadIkal oksIgen bebas dapat menyebabkan terjadInya depolImerasI hIaluronat
sehIngga mengakIbatkan terjadInya penurunan vIskosItas caIran sendI. SelaIn Itu
radIkal oksIgen bebas juga merusak kolagen dan proteoglIkan rawan sendI.
ProstaglandIn E2 (P0E2) memIlIkI efek vasodIlator yang kuat dan dapat
merangsang terjadInya resorbsI tulang osteoklasIk dengan bantuan L1 dan TNF8.


http://www.makalahkesehatan.co.cc/2010/12/reumatoIdartrItIs.html

(C04 = subset tImosIt dan sel InflamasI T, monosIt, makrofag. L1 = InduksI
respon fase akut, L2 = merangsang pertumbuhan sel T, 8, NK, monosIt,
makrofag. L J = merangsang fase dInI hemopoIesIs, menIngkatkan
pertumbuhan monosIt dan sel 8. L4 = mengatur aksIs Th1 dan Th2, InduksI
pengalIhan Isotop antIbodI dalam sel 8. TNF8 = regulator InflamasI)

e. Faktor resIko
WanIta 20 50 tahun hormon seks nya (estrogen), kalau semakIn tulang
estrogen turun menyebabkan osteoporosIs, karena estrogen deposIt kalsIum
dlm tulang.


21

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm

Faktor rIsIko yang akan menIngkatkan rIsIko terkena nya artrItIs reumatoId
adalah;
O JenIs KelamIn.
O Perempuan lebIh mudah terkena AF darIpada lakIlakI. PerbandIngannya
adalah 2J:1.
O Umur. ArtrItIs reumatoId bIasanya tImbul antara umur 40 sampaI 60 tahun.
Namun penyakIt InI juga dapat terjadI pada dewasa tua dan anakanak
(artrItIs reumatoId juvenIl)
O FIwayat Keluarga. ApabIla anggota keluarga ada yang menderIta penyakIt
artrItIs rematoId maka kemungkInan besar keluarga yang laIn akan terkena
juga.
O |erokok. |erokok dapat menIngkatkan rIsIko terkena artrItIs reumatoId.
http://cpddokter.com/home/Index2.php:optIon=com_contentEdo_pdf=1EI
d=1670

f. Cejala

|ornIng sIckness, poly arthrItIs, sImetrIs, sendI perIfer, matI
rasa/kesemutan, : , :

TerjadI peradangan pada sendI, terasa hangat dI bagIan sendI, bengkak,
kemerahan dan sangat sakIt. 8Iasanya pada banyak sendI, sImetrIs, sendI terasa kaku
dI pagI harI. SelaIn Itu, gejala laInnya adalah demam, nafsu makan menurun, berat
badan menurun, lemah, dan anemIa.


22

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
g. |anIfestasI KlInIs
Ada kelaInan sendI : Panus FeumatoId

h. 0IagnosIs
1. Anamnesa : mornIngsIckness,
2. Px. FIsIk : nyerI, bengkak pd daerah yg dIkeluhkan
J. Px. Penunjang : radIologI , ada InflamasI peradangan meluas.
LaboratorIum , faktor reumatoId (+)

Px FIsIk:
PemerIksaan umum yang lengkap pentIng dI lakukan. 0IsampIng menIlaI adanya sInovasI
pada setIap sendI, perhatIkan juga hal-hal berIkut InI :
Keadaan umum komplIkasI steroId, berat badan.
Tangan melIputI vaskulItasI dan fungsI tangan.
Lengan sIku dan sendI bahu, nodul rematoId dan pembesaran kelenjar lImfe aksIla.
Wajah, perIksa mata untuk sIndroma Sjorgen, sklerItIs, epIsklerItIs, skleromalasIa
perforans, katarak, anemIa dan tandatanda hIpervIskosItas pada fundus. Kelenjar
parotIs membesar (sIndroma Sjogren).
|ulut (kerIng, karIes dentIs, ulkus ), suara serak, sendI temporomandIbula
(krepItus). Catatan: arthrItIs rematoId tIdak menyebabkan IrItasI.
Leher adanya tanda-tanda terkenanya tulang servIkal.
Toraks. Jantung (adanya perIkardItIs, defek konduksI, InkompetensI katup aorta dan
mItral ).
Paru-paru (adanya efusI pleural, fIbrosIs, nodul Infark, sIndroma Caplan).
Abdomen adanya splenomegalI dan nyerItekan epIgastrIk.
Panggul dan lutut. TungkaI bawah adanya ulkus, pembengkakan betIs (kIsta 8aker yang
reptur) neuropatI, mononeurItIs multIpleks dan tanda-tanda kompresI medulla
spInalIs.
KakI.
UrInalIsIs untuk proteIn dan darah serta pemerIksaan rectum untuk menentukan adanya
darah.

KrIterIa dIagnostIk FA dIsusun untuk pertama kalInya oleh suatu komIte khusus darI
AmerIcan FheumatIsm AssocIatIon (AFA) pada tahun 1956. Karena krIterIa tersebut
dIanggap tIdak spesIfIk dan terlalu rumIt untuk dIgunakan dalam klInIk, komIte
tersebut melakukan penInjauan kembalI terhadap krIterIa klasIfIkasI FA tersebut pada
tahun 1958.
KrIterIa AmerIcan FheumatIsm AssocIatIon untuk ArtrItIs FeumatoId (FevIsI Tahun
1987):
1. Kaku pagI harI

23

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
Kekakuan pada pagI harI pada persendIan dan sekItarnya, sekurangnya selama 1 jam
sebelum perbaIkan maksImal.
2. ArtrItIs pada J daerah persendIan atau lebIh
Pembengkakan jarIngan lunak atau persendIan atau lebIh efusI (bukan pertumbuhan
tulang) pada sekurangkurangnya J sendI secara bersamaan yang dIobservasI oleh
seorang dokter. 0alam crIterIa InI terdapat 14 persendIan yang memenuhI krIterIa
yaItu PP, |CP, pergelangan tangan, sIku, pergelangan kakI dan |TP kIrI dan kanan.
J. ArtrItIs pada persendIan tangan
Sekurangkurangnya terjadI pembengkakan satu persendIan tangan sepertI yang
tertera dIatas.
4. ArtrItIs sImetrIs
KeterlIbatan sendI yang sama (sepertI yang tertera pada krIterIa 2 pada kedua belah
sIsI (keterlIbatan PP, |CP atau |TP bIlateral dapat dIterIma walaupun tIdak mutlak
bersIfat sImetrIs)
5. Nodul reumatoId
Nodul subkutan pada benjolan tulang atau permukaan ekstensor atau daerah juksta
artIkular yang dIobservasI oleh seorang dokter
6. Faktor reumatoId serum posItIf
Terdapatnya tIter abnormal faktor rheumatoId serum yang dIperIksa dengan cara yang
memberIkan hasIl posItIf kurang darI 5 kelompok kontrol yang dIperIksa
7. Perubahan gambaran radIologIs
Perubahan gambaran radIologIs khas bagI FA pada pemerIksaan sInar X tangan
posteroanterIor atau pergelangan tangan yang harus menunjukkan adanya erosI atau
dekalsIfIkasI tulang yang berlokasI pada sendI atau daerah yang berdekatan dengan
sendI (perubahan akIbat osteoarthrItIs saja tIdak memenuhI persyaratan)


PenderIta dIkatakan menderIta FA jIka memenuhI sekurangkurangnya
memenuhI 4 darI 7 krIterIa dI atas. KrIterIa 1 sampaI 4 harus terdapat mInImal selama
6 mInggu.
PembagIan FA sebagaI clcssc, de]nte, probcble dan possble, secara klInIs juga
dIanggap tIdak relevan lagI. Hal InI dIsebabkan karena dalam praktek seharI harI,
tIdak perlu dIbedakan penatalaksanaan FA yang clcssc darI FA de]nte. SelaIn Itu
serIngkalI penderIta yang terdIagnosIs sebagaI menderIta FA probcbleternyata
menderIta jenIs artrItIs yang laIn. 0efInIt jIka memenuhI 5 krIterIa, probable jIka
memenuhI J krIterIa dan possIble jIka hanya memenuhI 2 krIterIa saja.
PemerIksaan Penunjang:
a. Tes faktor reuma bIasanya posItIf pada lebIh darI 75 pasIen rheumatoId artrItIs
terutama bIla masIh aktIf.
b. ProteIn CreaktIf bIasanya posItIf
c. LE0 menIngkat
d. LeukosIt normal atau menIngkat sedIkIt
e. AnemIa normosItIk hIpokromIk akIbat InflamasI yang kronIk
f. TrombosIt menIngkat
g. Kadar albumIn serum turun dan globulIn naIk

24

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
0IagnosIs 8andIng:
a. PolIarthrItIs seronegatIf yang dItemukan pada arthrItIs psorIatIc
b. AnkIlossIng spondIlItIs
c. PenyakIt reIter
d. ArthrItIs gout
e. ArtropatI heberden
f. SarkoIdosIs
http://www.makalahkesehatan.co.cc/2010/12/reumatoIdartrItIs.html
I. Penatalaksanaan
1. mmunosupressan, kortIkosteroId (farmakologIk)
2. 8erkurang keluhan nya dIsarankan untuk berolah raga (non
farmakologIk)

hedIkamentosa
1. Penggunaan INS daIam Pengobatan #
Dbat AntI nflamasI Non SteroId (DANS) umum nya dIberIkan pada penderIta AF sejak
masa dInI penyakIt yang dImaksudkan untuk mengatasI nyerI sendI akIbat InflamasI
yang serIngkalI dIjumpaI walaupun belum terjadI prolIferasI sInovIal yang bermakna.
SelaIn dapat mengatasI InflamasI, DANS juga memberIkan efek analgesIk yang sangat
baIk.
DANS terutama bekerja dengan menghambat enzIm sIkIooxygenase sehIngga
menekan sIntesIs prostagIandIn. |asIh belum jelas apakah hambatan enzIm
lIpooxygenase juga berperanan dalam hal InI, akan tetapI jelas bahwa DANS berkerja
dengan cara:
|emungkInkan stabIlIsasI membran lIsosomal
|enghambat pembebasan dan aktIvItas medIator InflamasI (hIstamIn, serotonIn,
enzIm lIsosomal dan enzIm laInnya)
|enghambat mIgrasI sel ke tempat peradangan
|enghambat prolIferasI seluleraaaaa
|enetralIsasI radIkal oksIgen
|enekan rasa nyerI
Efek SampIng DANS pada Pengobatan PenderIta AF :
Semua DANS secara potensIal umumnya bersIfat toksIk. ToksIsItas DANS yang umum
dIjumpaI adalah efek sampIngnya pada traktus gastroIntestInalIs terutama jIka DANS
dIgunakan bersama obat obatan laIn, alkohol, kebIasaan merokok atau dalam keadaan
stress. UsIa juga merupakan suatu faktor rIsIko untuk mendapatkan efek sampIng

23

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
gastroIntestInal akIbat DANS. Efek sampIng laIn yang mungkIn dIjumpaI pada
pengobatan DANS antara laIn adalah reaksI hIpersensItIvItas, gangguan fungsI hatI dan
gInjal serta penekanan sIstem hematopoetIk.

2. Penggunaan h# pada PenderIta #
Pada dasarnya saat InI terdapat terdapat dua cara pendekatan pemberIan 0|AF0
pada pengobatan penderIta AF. Cara pertama adalah pemberIan 0|AF0 tunggal yang
dImulaI darI saat yang sangat dInI. Cara pendekatan laIn adalah dengan menggunakan
dua atau lebIh 0|AF0 secara sImultan atau secara sIklIk sepertI penggunaan obat
obatan ImunosupresIf pada pengobatan penyakIt keganasan.
8eberapa jenIs 0|AF0 yang lazIm dIgunakan untuk pengobatan AF adalah:
a. KIorokuIn
KlorokuIn merupakan 0|AF0 yang palIng banyak dIgunakan dI ndonesIa. Hal InI
dIsebabkan karena klorokuIn sangat mudah dIdapat dengan bIaya yang amat
terjangkau sesuaI dengan kebIjaksanaan pemerIntah ndonesIa dalam hal eradIkasI
penyakIt malarIa.
0osIs antImalarIa yang dIanjurkan untuk pengobatan AF adalah klorokuIn fosfat 250
mg/harI atau hIdroksIklorokuIn 400 mg/harI. Pada dosIs InI jarang sekalI terjadI
komplIkasI penurunan ketajaman penglIhatan. Efek sampIng laIn yang mungkIn
dIjumpaI pada penggunaan antImalarIa adalah dermatItIs makulopapular, nausea,
dIare dan anemIa hemolItIk. Walaupun sangat jarang dapat pula terjadI dIskrasIa
darah atau neuromIopatI pada beberapa penderIta.
b. SuIfazaIazIne
Untuk pengobatan AF sulfasalazIne dalam bentuk enterc cocted tcblet dIgunakan
mulaI darI dosIs 1 x 500 mg / harI, untuk kemudIan dItIngkatkan 500 mg setIap mInggu
sampaI mencapaI dosIs 4 x 500 mg. Setelah remIsI tercapaI dengan dosIs 2 g / harI,
dosIs dIturunkan kembalI sehIngga mencapaI 1 g /harI untuk dIgunakan dalam jangka
panjang sampaI remIsI sempurna terjadI. JIka sulfasalazIne tIdak menunjukkan khasIat
yang dI kehendakI dalam J bulan, obat InI dapat dIhentIkan dan dIgantIkan dengan
0|AF0 laIn atau tetap dIgunakan dalam bentuk kombInasI dengan 0|AF0 laInnya.
c. -penIcIIIamIne
0alam pengobatan AF, 0P (CuprImIn 250 mg atau Trolovol J00 mg) dIgunakan dalam
dosIs 1 x 250 sampaI J00 mg/harI kemudIan dosIs dItIngkatkan setIap dua sampaI 4
mInggu sebesar 250 sampaI J00 mg/harI untuk mencapaI dosIs total 4 x 250 sampaI
J00 mg/harI.
Efek sampIng 0P antara laIn adalah ruam kulIt urtIkarIal atau morbIlformIs akIbat
reaksI alergI, stomatItIs dan pemfIgus. 0P juga dapat menyebabkan trombosItopenIa,

26

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
lekopenIa dan agranulosItosIs. Pada gInjal 0P dapat menyebabkan tImbulnya
proteInurIa rIngan yang reversIble sampaI pada suatu sIndroma nefrotIk. Efek sampIng
laIn yang juga dapat tImbul adalah lupus lke syndrome, polImIosItIs, neurItIs,
mIastenIa gravIs, gangguan mengecap, nausea, muntah, kolestasIs IntrahepatIk dan
alopesIa.
d. Caram emas
AST (Tauredon ampul 10, 20 dan 50 mg) dIberIkan secara Intramuskular yang dImulaI
dengan dosIs percobaan pertama sebesar 10 mg, dIsusul dengan dosIs percobaan
kedua sebesar 20 mg setelah 1 mInggu kemudIan. Setelah 1 mInggu, dosIs penuh
dIberIkan sebesar 50 mg / mInggu selama 20 mInggu. JIka respons penderIta belum
memuaskan setelah 20 mInggu, pengobatan dapat dIlanjutkan dengan pemberIan dosIs
tambahan sebesar 50 mg setIap 2 mInggu sampaI J bulan. Kalau masIh dIperlukan AST
kemudIan dapat dIberIkan dalam dosIs sebesar 50 mg setIap J mInggu sampaI keadaan
remIsI yang memuaskan dapat tercapaI.
Efek sampIng AST antara laIn adalah prurItus, stomatItIs, proteInurIa, trombosItopenIa
dan aplasIa sumsum tulang.
AuranofIn sangat berguna bagI penderIta AF yang menunjukkan efek sampIng terhadap
AST. AuranofIn dIberIkan dalam dosIs 2 x J mg seharI. Efek sampIng proteInurIa dan
trombosItopenIa lebIh jarang dIjumpaI dIbandIngkan darI penggunaan AST. Pada awal
penggunaan auranofIn, banyak penderIta yang mengalamI dIare, yang dapat dIatasI
dengan menurun kan dosIs pemelIharaan yang dIgunakan.
e. hethotrexate
PemberIan |TX umumnya dImulaI dalam dosIs 7.5 mg (5 mg untuk orang tua) setIap
mInggu. Walaupun dosIs efektIf |TX sangat bervarIasI, sebagIan besar penderIta sudah
akan merasakan manfaatnya dalam 2 sampaI 4 bulan setelah pengobatan. JIka tIdak
terjadI kemajuan dalam J sampaI 4 bulan maka dosIs |TX harus segera dItIngkatkan.
Efek sampIng |TX dalam dosIs rendah sepertI yang dIgunakan dalam pengobatan AF
umumnya jarang dIjumpaI akan tetapI juga dapat tImbul berupa kerentanan terhadap
InfeksI, nausea, vomItus, dIare, stomatItIs, IntoleransI gastroIntestInal, gangguan
fungsI hatI, alopesIa, aspermIa atau leukopenIa. Efek sampIng InI bIasanya dapat
dIatasI dengan mengurangI dosIs atau menghentIkan pemberIan |TX. KelaInan hatI
dapat dIcegah dengan tIdak menggunakan |TX pada penderIta AF yang obese,
dIabetIk, pemInum alkohol atau penderIta yang sebelumnya telah memIlIkI kelaInan
hatI.
Pada penderIta AF yang menunjukkan respons yang baIk terhadap |TX, pemberIan
asam folInat (LeucovorIn) dapat mengurangI beratnya efek sampIng yang terjadI.
LeucovorIn dIberIkan dalam dosIs 6 sampaI 15 mg/m
2
luas permukaan badan setIap 6
jam selama 72 jam jIka terdapat efek sampIng |TX yang dapat membahayakan
penderIta.
f. ycIosporIn -

27

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
0alam dosIs rendah, CSA telah terbuktI khasIatnya sebagaI 0|AF0 dalam mengobatI
penderIta AF. Pengobatan dengan CSA terbuktI dapat menghambat progresIvItas erosI
dan kerusakan sendI. Kendala utama penggunaan obat InI adalah sIfat nefrotoksIk
yang sangat bergantung pada dosIs yang dIgunakan. Cangguan fungsI gInjal InI dapat
menyebabkan terjadInya penIngkatan kadar kreatInIn serum atau hIpertensI. Efek
sampIng laIn CSA adalah gangguan fungsI hatI, hIpertrofI gIngIva, hIpertrIkosIs, rasa
terbakar pada ekstremItas dan perasaan lelah.
0osIs awal CSA yang lazIm dIgunakan untuk pengobatan AF adalah 2,5 mg/Kg88/harI
yang dIberIkan terbagI dalam 2 dosIs setIap 12 jam. 0osIs dapat dItIngkatkan sebesar
25 dosIs awal setelah 6 mInggu hIngga mencapaI 4 mg/Kg88/harI sehIngga sehIngga
tercapaI kadar CSA serum sebesar 74 150 ng/ml atau jIka kadar kreatInIn serum
menIngkat mencapaI lebIh darI 50 nIlaI basal. 0osIs pemelIharaan rata rata berkIsar
antara 4 mg/Kg88/harI. 0alam dosIs tersebut ternyata terjadI perbaIkan yang
bermakna dalam beberapa outcome yang dIukur.
g. rdyny Theray daIam Pengobatan #
rdyny thercpy adalah pemberIan glukokortIkoId dalam dosIs rendah (setara dengan
prednIson 5 sampaI 7,5 mg/harI) sebagaI dosIs tunggal pada pagI harI. Walaupun
pemberIan glukokortIkoId dosIs rendah tIdak menImbulkan perubahan yang bermakna
kadar dan Irama kortIsol plasma atau yrowth hormone, pemberIan glukokortIkoId
dosIs rendah InI akan sangat berguna untuk mengurangI keluhan penderIta sebelum
0|AF0 yang dIberIkan dapat bekerja.
h. Pengobatan # EksperImentaI
SelaIn darI cara pengobatan dI atas, terdapat pula beberapa cara laIn yang dapat
dIpakaI untuk mengobatI penderIta AF, akan tetapI karena belum dIlakukan ujI klInIk
mengenaI khasIat dan efektIvItas darI modalItas tersebut, cara pengobatan tersebut
masIh bersIfat eksperImental dan belum dIgunakan secara luas dalam pengobatan AF.
Pengobatan eksperImental AF InI antara laIn melIputI penggunaan plasmaferesIs,
thalIdomIde, JInterferon, InhIbItor L1 dan antIbodI monoclonal.
I. Peranan IetetIk daIam Pengobatan #
AF adalah suatu penyakIt InflamasI sIstemIk kronIk dan bukan suatu penyakIt
metabolIk. Walaupun beberapa jenIs modIfIkasI dIetetIk, antara laIn yang terakhIr
berupa suplementasI asam lemak omega J sepertI asam eIkosapentanoat pernah
dIcoba dalam beberapa penelItIan, ternyata hasIlnya tIdak begItu meyakInkan. 0engan
demIkIan hIngga saat InI sebagIan besar para ahlI berpendapat bahwa selaIn untuk
mencapaI berat badan Ideal, agaknya modIfIkasI dIetetIk saat InI belum jelas
kegunaannya dalam merubah rIwayat alamIah penyakIt InI
b. #ehabIIItasI hedIk
FehabIlItasI merupakan tIndakan untuk mengembalIkan tIngkat kemampuan
pasIen AF dengan caracara:
|engurangI rasa nyerI
|encegah terjadInya kekakuan dan keterbatasan gerak sendI

28

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
|encegah terjadInya atrofI dan kelemahan otot
|encegah terjadInya deformItas
|enIngkatkan rasa nyaman dan kepercayaan dIrI
|empertahankan kemandIrIan sehIngga tIdak bergantung pada orang laIn

FehabIlItasI |edIk FeumatoId ArtrItIs:
TerapI dIberIkan berdasarkan perjalanan penyakItnya (stadIum penyakIt):

a. StadIum Akut:
Proses radang masIh aktIf dan gejala radang masIh menonjol, pada sendI yang
terserang dIberI: IstIrahat dan proper posItIonIng; komplet bed rest bIla menyerang
banyak sendI; bIla hanya sendIsendI anggota gerak atas yang terkena tIdak perlu bed
rest.
LatIhan statIk/ statIk kontraksI untuk otototot sekItar sendI.
SendI yang sehat dIberI latIhan general (Ceneral exercIse). 8Ila nyerI/ bengkak sudah
berkurang: pasIf exercIse, aktIf asIstIf exercIse.
Kompres dIngIn/ es dapat dIberIkan bIla tandatanda radang masIh ada (bengkak,
merah,nyerI,teraba panas).
DrtotIk ProstetIk: pemberIan splInt atau tongkat.

b. StadIum Sub Akut:
|asa peralIhan darI fase ImmobIlIsasI ke fase mobIlIsasI (gerakangerakan aktIf dan
weIght bearIng secara bertahap).
FIsIoterapI: SuperfIcIal heatIng, aktIf asIstIf exercIse, latIhan ambulasI secara
bertahap.
DrtotIk ProstetIk: pemberIan alat bantu jalan dengan tongkat.
c. StadIum KronIk:
LatIhan menIngkatkan LCS (LIngkup gerak sendI) dan penguatan otot.
LCS exercIse dapat secara: pasIf, aktIf asIstIf, aktIf exercIse.
TerapI panas yang dalam (dIatermI) atau elektroterapI.
DkupasI TerapI: dapat dIberIkan pada stadIum sub akut dan kronIk berupa latIhan AKS
(AktIfItas KegIatan SeharIharI), perbaIkkan fungsI, latIhan bersIfat rekreasI.
PsIkologI: pemberIan psIkoterapI dIperlukan karena banyak penderIta dengan FA
mengalamI stres akIbat ketIdak mampuannya atau oleh karena penyakItnya yang
kumatkumatan.
|anfaat terapI fIsIs dalam pengobatan FA telah ternyata terbuktI dan saat InI
merupakan salah satu bagIan yang tIdak terpIsahkan dalam penatalaksanaan FA.
0alam pengobatan FA umumnya selalu dIbutuh kan pendekatan multIdIsIplIner.
Suatu tecm yang Idealnya terdIrI darI dokter, perawat, ahlI fIsIoterapI, ahlI terapI
okupasIonal, pekerja sosIal, ahlI farmasI, ahlI gIzI dan ahlI psIkologI, semuanya
memIlIkI peranan masIng masIng dalam pengelolaan penderIta FA baIk dalam bIdang
edukasI maupun penatalaksanaan pengobatan penyakIt InI. Pertemuan berkala yang
teratur antara penderIta dan keluarganya dengan tecm pengobatan InI umumnya akan
memungkInkan penatalaksanaan penderIta menjadI lebIh baIk dan juga akan
menIngkatkan kepatuhan penderIta untuk berobat.

29

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
Setelah dIagnosIs FA dapat dItegakkan, pendekatan pertama yang harus dIlakukan
adalah segera berusaha untuk membIna hubungan yang baIk antara penderIta dan
keluarganya dengan dokter atau tecmpengobatan yang merawatnya. Tanpa hubungan
yang baIk InI agaknya akan sukar untuk dapat memelIhara ketaatan penderIta untuk
tetap berobat dalam suatu jangka waktu yang cukup lama.
Pencegahan
a. SebagaI penyebab rheumatoId arthrItIs (FA) tIdak dIketahuI, metode mencegah
penyakIt belum dItetapkan.
b. 8anyak pendekatan telah dIusulkan untuk mencegah atau memInImalkan rekuren. nI
termasuk nutrIsI yang baIk, relaksasI, latIhan dampak rendah, fleksIbIlItas latIhan,
yoga, taI chI, konselIng, medItasI, hIdroterapI, dan pengurangan stres.



PrognosIs
a. PrognosIs pada rheumatoId arthrItIs (FA) adalah sangat varIabel.
b. 8eberapa buktI menunjukkan bahwa serangan penyakIt (versus cepat busuk) dapat
mempredIksI perkembangan penyakIt. PasIen dengan penyakIt onset cepat dapat
menunjukkan pengampunan lebIh baIk dIbandIngkan dengan serangan berbahaya.
c. PrognosIs yang lebIh buruk dengan keterlIbatan sendI besar.
Perjalanan penyakIt artrItIs reumatoId sangat bervarIasI, bergantung pada
ketaatan pasIen untuk berobat dalam jangka waktu lama. SekItar 50 - 70 pasIen
artrItIs reumatoId akan mengalamI prognosIs yang lebIh buruk. Colongan InI umumya
menInggI 10 - 15 tahun lebIh cepat darI pada orang tanpa arthrItIs rheumatoId.
Penyebab kematIannya adalah InfeksI, penyakIt jantung, gagal pernapasan, gagal
gInjal, dan penyakIt saluran cerna. Umumnya mereka memIlIkI keadaan umum yang
buruk, lebIh darI J0 buah sendI yang mengalamI peradangan, dengan manIfestasI
ekstraartIkuler, dan tIngkat pendIdIkan yang rendah. Colongan InI memerlukan terapI
secara agresIf dan dInI karena kerusakan tulang yang luas dapat terjadI dalam 2 tahun
pertama.
http://www.makalahkesehatan.co.cc/2010/12/reumatoIdartrItIs.html
j. PrognosIs
JIka pengobatan tIdak teratur, tambah buruk.

k. KomplIkasI
0efIsIensI Imun, kontruksI kortIkosteroId yg berlebIhan, moonface, strIae,
buffalo hump

A. KD|PLKAS
KomplIkasI yang bIsa terjadI pada penderIta AF adalah :
O AnemIa : 75 penderIta AF mengalamI anemIa karena penyakIt
tersebut memberIkan respon terhadap terapI besI.

30

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
O Kanker : penurunan resIko terjadInya kanker genItourInarIa,
dIperkIrakan karena penggunaan DANS
O KomplIkasI kardIak : 1/ J penderIta AF mungkIn mengalamI efusI perIcardIal
asImptomatIk saat dIagnosIs dItegakkan
O PenyakIt tulang belakang leher : mungkIn dItemukan hIlangnya lordosIs servIkal
dan berkurangnya lIngkup gerak leher
O Cangguan mata : epIskleretIs jarang terjadI
O Pembentukan fIstula: terbentuknya sInus kutaneus dekat sendI yang terkena,
terhubungnya bursa dan kulIt.
O PenIngkatan InfeksI : umumnya merupakan efek darI terapI AF
O 0eformItas sendI tangan : hIperekstensI darI Ibu jarI
O 0eformItas sendI laInnya : frozen shoulder, kIsta poplItea, sIndrom terowongan
karpal dan tarsal.
O KomplIkasI pernafasan : nodul pparu bIsa bersamasama dengan kanker dan
pembentukan lesI kavItas
O Nodul rheumatoId : bIasanya dItemukan pada permukaan ekstensor ekstremItas
atau daerah penekanan laInnya, tetapI bIsa juga dItemukan pada daerah sclera,
pIta suara, sacrum atau vertebra
O 7askulItIs : tejadI penIngkatan rIsIko pada : pada penderIta perempuan, tIter
FF yang tInggI, mendapat terapI steroId dan beberapa macam 0|AF0
http://www.scrIbd.com/doc/5855565J/AFTFTSFEU|ATD0



Dsteo ArthrItIs


31

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
a. 0efInIsI
PenyakIt degeneratIf yg berkaItan dgn karIlago sendI.

DsteoartrItIs (DA) merupakan penyakIt sendI yang karakterIstIk dengan
menIpIsnya rawan sendI secara progresIf, dIsertaI dengan pembentukan
tulang baru pada trabekula subkondral dan terbentuknya rawan sendI dan
tulang baru pada tepI sendI (osteofIt).
DsteoartrItIs (DA) merupakan penyakIt sendI yang karakterIstIk dengan
menIpIsnya rawan sendI secara progresIf, dIsertaI dengan pembentukan
tulang baru pada trabekula subkondral dan terbentuknya rawan sendI dan
tulang baru pada tepI sendI (osteofIt).
8arrack L, 8ooth E, et cll. 2006. DK0 : Drthopcedc Knowledye 0pdcte J. HIp and
Knee FeconstructIon Chapter 16 : DsteoarthrItIs dan ArthrItIs nflamatorIc.
Chapman, |Ichael W et cl. 2001. Chcpmcn's Drthopcedc Suryery J
rd
edton. Chcpter
10Z: Dsteotomes o] The Knee For Dsteocrthrts. LIppIncott WIllIams E WIlkIns. USA
FransIsca, Frank J et cl. 2007. 5Mnutes Drthopcedc Consult 2
nd
edton. LIppIncott
WIllIams E WIlkIns.USA
sbagIo, Harry. 2000. C0K: Struktur Rcwcn Send dcn Perubchcnnyc pcdc
Dsteocrtrts. CermIn 0unIa Kedokteran.

b. EtIologI E KlasIfIkasI
PrImer : penuaan
Sekunder : penyakIt sekunder

DsteoartrItIs serIngkalI terjadI tanpa dIketahuI sebabnya, yang dIsebut dengan
osteoartrItIs IdIopatIk. Pada kasus yang lebIh jarang, osteoartrItIs dapat terjadI
akIbat trauma pada sendI, InfeksI, atau varIasI heredIter, perkembangan, keIaInan
metaboIIk dan neuroIogIk., yang dIsebut dengan osteoartrItIs sekunder. Dnset usIa
pada osteoartrItIs sekunder tergantung pada penyebabnya; maka darI Itu, penyakIt InI
dapat berkembang pada dewasa muda, dan bahkan anakanak, sepertI halnya pada
orang tua. SebaIIknya, terdapat hubungan yang kuat antara osteoartrItIs prImer
dengan umur. PresentasI orang yang memIIIkI osteoartrItIs pada 1 atau beberapa

32

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
sendI menIngkat darI dIbawah 5X darI orang-orang dengan usIa antara 15- tahun
menjadI 25X-30X pada orang-orang dengan usIa 5-6 tahun, dan 60X-0X pada
usIa dIatas 65 tahun. SeIaIn hubungan erat InI dan pandangan yang Iuas bahwa
osteoartrItIs terjadI akIbat proses wear tear yang normaI dan kekakuan sendI
pada orang-orang dengan usIa dIatas 65 tahun, hubungan antara penggunaan
sendI, penuaan, dan degenerasI sendI masIh suIIt dIjeIaskan. TerlebIh lagI,
penggunaan sendI selama hIdup tIdak terbuktI menyebabkan degenerasI. SehIngga,
osteoartrItIs bukan merupakan akIbat sederhana darI penggunaan sendI.
|eskIpun akhIran -ItIs menunjukkan bahwa osteoartrItIs merupakan suatu penyakIt
InflamasI dan ada beberapa buktI serIng terjadI sInovItIs, InflamasI bukan merupakan
komponen utama darI kelaInan yang terjadI pada pasIen. TIdak sepertI kerusakan
sendI yang dIsebabkam oleh InflamasI sInovIal, osteoartrItIs merupakan sekuen
retrogresIf darI perubahan seI dan matrIk yang berakIbat kerusakan struktur dan
fungsI kartIIago artIkuIer, dIIkutI dengan reaksI perbaIkan dan remodeIIng tuIang.
Karena reaksI perbaIkan dan remodelIng tulang InI, degenerasI permukaan artIkuler
pada osteoartrItIs tIdak bersIfat progresIf, dan kecepatan degenerasI sendI bervarIasI
pada tIap IndIvIdu dan sendI. DsteoartrItIs serIng terjadI, tapI pada sebagIan besar
kasus osteoartrItIs berkembang lambat selama bertahuntahun, meskIpun dapat
menjadI stabIl atau bahkan membaIk dengan spontan dengan restorasI parsIal yang
mInImal darI permukaan sendI dan pengurangan gejala.
DsteoartrItIs bIasanya melIbatkan semua jarIngan yang membentuk sendI sInovIal,
termasuk rawan sendI, tulang subchondral, tulang metafIse, synovIum, lIgamen,
kapsul sendI, dan otot - otot yang bekerja melaluI sendI; tetapI perubahan prImer
melIputI kerusakan rawan sendI, remodelIng tulang subchondral, dan pembentukan
osteofIt.
Perubahan struktur tuIang rawan sendI yang paIIng dInI terIIhat pada osteoartrItIs
adaIah kerusakan atau fIbrIIasI zona superfIsIaI sampaI ke zona transIsIonaI dan
vIoIasI oIeh pembuIuh darah tuIang subchondraI. 8erberapa penelItI memperkIrakan
bahwa kekakuan tulang subchondral menyebabkan dan mempercepat degenerasI
rawan sendI, dan progresI degenerasI kartIlago mengakIbatkan kekakuan tulang
subchondral, tapI beberapa penelItI laIn mengatakan bahwa kerusakan tulang rawan
sendI menIngkatkan stress pada tulang subchondral yang menyebabkan remodelIng
tulang.

33

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
0egenerasI kartIlago artIkuler dan remodelIng tulang subchondral muncul pada pasIen
yang mengeluhkan gejala, dan kerusakan rawan sendIlah yang mengakIbatkan
kerusakan fungsI sendI.
Walaupun InsIdens DA menIngkat dengan bertambahnya usIa, ternyata proses DA
bukan sekedar suatu proses wear and tear yang terjadI pada sendI dI sepanjang
kehIdupan. 0Ikatakan demIkIan karena beberapa hal.
1) Perubahan bIokImIawI rawan sendI pada tIngkat molekuler yang terjadI akIbat
proses menua berbeda dengan yang terjadI pada rawan sendI akIbat DA.
2) Perubahan menyerupaI DA dapat terjadI pada rawan sendI percobaan berusIa
muda yang dIrangsang dengan berbagaI trauma sepertI tekanan mekanIk dan zat
kImIa.
Penyebab DA bukan tunggal, merupakan gangguan yang dIsebabkan oIeh
muItIfaktor, antara IaIn usIa, mekanIk, genetIk, humoraI dan faktor kebudayaan.
henIpIsnya rawan sendI dIawaII dengan retak dan terbeIahnya permukaan sendI dI
beberapa tempat yang kemudIan menyatu dan dIsebut sebagaI fIbrIIasI. 0I laIn
pIhak pada tulang akan terjadI pula perubahan sebagaI reaksI tubuh untuk
memperbaIkI kerusakan. Perubahan Itu adalah penebaIan tuIang subkondraI dan
pembentukan osteofIt margInaI, dIsusuI kemudIan dengan perubahan komposIsI
moIekuIar dan struktur tuIang
8arrack L, 8ooth E, et cll. 2006. DK0 : Drthopcedc Knowledye 0pdcte J. HIp and
Knee FeconstructIon Chapter 16 : DsteoarthrItIs dan ArthrItIs nflamatorIc.
Chapman, |Ichael W et cl. 2001. Chcpmcn's Drthopcedc Suryery J
rd
edton. Chcpter
10Z: Dsteotomes o] The Knee For Dsteocrthrts. LIppIncott WIllIams E WIlkIns. USA
FransIsca, Frank J et cl. 2007. 5Mnutes Drthopcedc Consult 2
nd
edton. LIppIncott
WIllIams E WIlkIns.USA
sbagIo, Harry. 2000. C0K: Struktur Rcwcn Send dcn Perubchcnnyc pcdc
Dsteocrtrts. CermIn 0unIa Kedokteran.

W DsteoartrItIs prImer

34

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
penyebab tIdak dIketahuI, akIbat proses penuaan alamI. 0IalamI setelah
usIa 45 tahun, tIdak dIketahuI penyebabnya secara pastI, menyerang
bperlahan tapI pastI dan dapat megenaI banayak sendI. 8Iasanya mengenaI
sendI lutut E panggul, bIsa juga sendI laIn sepertI punggung dan jarI2.
W DsteoartrItIs sekunder
dIalamI sebelum usIa 45 tahun, penyebab trauma (InstabIlIty) yang
menyebabkan luka pada sendI (mIslanya patah tulang atau permukaan sendI
tIdak sejajar), akIbat sendI yang longgar dan pembedahan pada sendI.
W DsteoatrItIs sImtomatIk
DA yang terjadI karena penyakIt metabolIk, mIsalnya pada
hemokromatosIs, penyakIt wIlson, okronosIs, dan sebagaInya.
http://www.scrIbd.com/doc/5886659J/KELD|PDK1

c. PatofIsIologI
PenIngkatan enzIm2 proteoglIkan dan kolagen kerusakan pd tulang rawan
dan pembentukan tulang baru.

http://www.scrIbd.com/doc/5886659J/KELD|PDK1

33

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm

C.1. Tulang rawan sendI
Stage : Cangguan atau perubahan matrIks kartIIago. 8erhubungan dengan
penIngkatan konsentrasI aIr yang mungkIn dIsebabkan gangguan mekanIk,
degradasI makromolekul matrIks, atau perubahan metabolIsme kondrosIt.
Awalnya konsentrasI kolagen tIpe tIdak berubah, tapI jarIngjarIng kolagen
dapat rusak dan konsentrasI aggrecan dan derajat agregasI proteoglIkan
menurun.
Stage : #espon kondrosIt terhadap gangguan atau perubahan matrIks. KetIka
kondrosIt mendeteksI gangguan atau perubahan matrIks, kondrosIt berespon
dengan menIngkatkan sIntesIs dan degradasI matrIks, serta berprolIferasI. Fespon
InI dapat menggantIkan jarIngan yang rusak, mempertahankan jarIngan, atau
menIngkatkan volume kartIlago. Fespon InI dapat berlangsung selama bertahun
tahun.
Stage : Penurunan respon kondrosIt. Kegagalan respon kondrosIt untuk
menggantIkan atau mempertahankan jarIngan mengakIbatkan kerusakan tulang
rawan sendI dIsertaI dan dIperparah oleh penurunan respon kondrosIt. Penyebab
penurunan respon InI belum dIketahuI, namun dIperkIrakan akIbat kerusakan
mekanIs pada jarIngan, dengan kerusakan kondrosIt dan downregulasI respon
kondrosIt terhadap sItokIn anabolIk.
C.2. Perubahan Tulang.
Perubahan tulang subchondral yang mengIkutI degenerasI tulang rawan sendI
melIputI penIngkatan densItas tulang subchondral, pembentukan ronggarongga
yang menyerupaI kIsta yang mengandung jarIngan myxoId, fIbrous, atau
kartIlago. Fespon InI muncul palIng serIng pada tepI sendI tempat pertemuan
tulang dan tulang rawan yang berbentuk bulan sabIt (crescent).PenIngkatan
densItas tulang merupakan akIbat darI pembentukan lapIsan tulang baru pada
trabekula bIasanya merupakan tanda awal darI penyakIt degenerasI sendI pada
tulang subchondral, tapI pada beberapa sendI rongga - rongga terbentuk sebelum
penIngkatan densItas tulang secara keseluruhan. Pada stadIum akhIr darI
penyakIt, tulang rawan sendI telah rusak seluruhnya, sehIngga tulang

36

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
subchondral yang tebal dan padat kInI berartIkulasI dengan permukaan tulang
"denuded" darI sendI lawan. FemodelIng tulang dIsertaI dengan kerusakan tulang
sendI rawan mengubah bentuk sendI dan dapat mengakIbatkan shortenIng dan
ketIdakstabIlan tungkaI yang terlIbat.
Pada sebagIan besar sendI sInovIal, pertumbuhan osteofIt dIIkutI dengan
perubahan tulang rawan sendI serta tulang subchondral dan metafIseal.
Permukaan yang keras, fIbrous, dan kartIlagInIs InI bIasanya muncul dI tepItepI
sendI. DsteofIt margInal bIasanya muncul pada permukaan tulang rawan, tapI
dapat muncul juga dI sepanjang InsersI kapsul sendI (osteofIt kapsuler). Tonjolan
tulang IntraartIkuler yang menonjol darI permukaan sendI yang mengalamI
degenerasI dIsebut osteofIt sentral. SebagIan besar osteofIt margInal memIlIkI
pernukaan kartIlagInIs yang menyerupaI tulang rawan sendI yang normal dan
dapat tampak sebagaI perluasan darI permukaan sendI. Pada sendI superfIsIal,
osteofIt InI dapat dIraba, nyerI jIka dItekan, membatasI ruang gerak, dan terasa
sakIt jIka sendI dIgerakkan. TIap sendI memIlIkI pola karakter yang khas akan
pembentukan osteofIt dI sendI panggul, osteoarthrItIs bIasanya membentuk
cIncIn dI sekItar tepI acetabulum dan tulang rawan femur. Penonjolan osteofIt
sepanjang tepI InferIor darI permukaan artIkuler os humerus bIasanya terjadI
pada pasIen dengan penyakIt degenartIf sendI glenohumeral. DsteofIt merupakan
respon terhadap proses degerasI tulang rawan sendI dan remodellIng tulang
sudkhondral, termasuk pelepasan sItokIn anabolIk yang menstImulasI prolIferasI
dan pembentukan sel tulang dan matrIk kartIlageneus.
C.J. JarIngan PerIartIkuler.
Kerusakan tulang rawan sendI mengakIbatkan perubahan sekunder darI synovIum,
lIgamen, kapsul, serta otot yang menggerakan sendI yang terlIbat. |embran
sInovIal serIng mengalamI reaksI InflamasI rIngan serta sedang dan dapat berIsI
fragmenfragmen darI tulang rawan sendI.SemakIn lama lIgamen, kapsul dan otot
menjadI contracted. Kurangnya penggunaan sendI dan penurunan FD|
mengakIbatkan atropI otot. Perubahan sekunder InI serIng mengakIbatkan
kekakuan sendI dan keIemahan tungkaI.
8arrack L, 8ooth E, et cll. 2006. DK0 : Drthopcedc Knowledye 0pdcte J. HIp and
Knee FeconstructIon Chapter 16 : DsteoarthrItIs dan ArthrItIs nflamatorIc.

37

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
Chapman, |Ichael W et cl. 2001. Chcpmcn's Drthopcedc Suryery J
rd
edton. Chcpter
10Z: Dsteotomes o] The Knee For Dsteocrthrts. LIppIncott WIllIams E WIlkIns. USA
FransIsca, Frank J et cl. 2007. 5Mnutes Drthopcedc Consult 2
nd
edton. LIppIncott
WIllIams E WIlkIns.USA
sbagIo, Harry. 2000. C0K: Struktur Rcwcn Send dcn Perubchcnnyc pcdc
Dsteocrtrts. CermIn 0unIa Kedokteran.

d. Faktor FesIko
Strees mekanIk,
CenetIk
Penuaan,
CIdera sendI

1. PredIsposIsI genetIk dan kelemahan sendIrI merupakan faktor resIko
osteoartrItIs sedangkan usIa merupakan faktor resIko yang palIng pentIng.
8ebannya mekanIk yang mempengaruhI kemampuan sendI memperbaIkI atau
mempertahankan dIrInya juga merupakan faktor bentuk sendI post trauma,
InstabIlItas, atau alIgnment dan dIsplasIa sendI dapat menghasIlkan tekanan
mekanIk yang merusak permukaan sendI tulang rawan.
0 .1. UsIa
FungsI kondrosIt menurun dengan bertambahnya usIa. Selsel InI
mensIntesIs aggrecans yang lebIh kecIl dan proteIn penghubung yang
kurang fungsIonal sehIngga mengakIbatkan pembentukan agregat
proteoglIkan yang Ireguler dan lebIh kecIl. AktIvItas mItotIk dan sIntesIs
menurun dengan bertambahnya usIa, dan mereka kurang responsIf
terhadap sItokIn anabolIk dan rangsang mekanIk.
0.2. 8eban SendI yang 8erlebIhan dan 8erulangulang.
PemelIharaan struktur dan fungsI sendI synovIal yang normal dIlakukan
melaluI penggunaan sendI yanng teratur dalam aktIvItas seharIharI.

38

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
Namun, beban berlebIhan dan berulangulang darI sendI yang normal
dapat menIngkatkan resIko kerusakan degeneratIf pada sendI.
0.J. FIwayat PenyakIt
PenelItIan longItudInal menInjukkan bahwa selama beberapa puluh tahun,
pemerIksaan radIologI pasIen dengan osteoartrItIs sendI panggul dan lutut,
tIdak berkembang pada 1/J sampaI 2/J pasIen. TIdak terdapat hubungan
kuat antara perubahan radIografIk dan klInIs. Faktor laIn yang sukar dInIlaI
adalah hubungan antara derajat degenerasI sendI dengan gejala yang
dItImbulkannya. |eskIpun gejala osteoartrItIs utama yaItu nyerI dan
kekakuan sendI, muncul darI degenerasI sendI, tIngkat keparahan
kerusakan tulang rawan tIdak memIlIkI korelasI kuat dengan tIngkat
keparahan gejala. PasIen dengan degenerasI sendI yang berat dapat
merasakan nyerI yang mInImal dan ruang gerak yang luas, dan sebalIknya.
Dleh karena Itu, sangatlah pentIng untuk membedakan rIwayat klInIs dan
rIwayat penyakIt.
8arrack L, 8ooth E, et cll. 2006. DK0 : Drthopcedc Knowledye 0pdcte J. HIp and
Knee FeconstructIon Chapter 16 : DsteoarthrItIs dan ArthrItIs nflamatorIc.
Chapman, |Ichael W et cl. 2001. Chcpmcn's Drthopcedc Suryery J
rd
edton. Chcpter
10Z: Dsteotomes o] The Knee For Dsteocrthrts. LIppIncott WIllIams E WIlkIns. USA
FransIsca, Frank J et cl. 2007. 5Mnutes Drthopcedc Consult 2
nd
edton. LIppIncott
WIllIams E WIlkIns.USA
sbagIo, Harry. 2000. C0K: Struktur Rcwcn Send dcn Perubchcnnyc pcdc
Dsteocrtrts. CermIn 0unIa Kedokteran.

W Umur
Perubahan fIsIs dan bIokImIa yang terjadI sejalan dengan bertambahnya
umur dengan penurunan jumlah kolagen dan kadar aIr, dan endapannya
berbentuk pIgmen yang berwarna kunIng.
W Pengausan (wear and tear)

39

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
PemakaIan sendI yang berlebIhan secara teorItIs dapat merusak rawan
sendI melaluI dua mekanIsme yaItu pengIkIsan dan proses degenerasI karena
bahan yang harus dIkandungnya.
W Kegemukan
Faktor kegemukan akan menambah beban pada sendI penopang berat
badan, sebalIknya nyerI atau cacat yang dIsebabkan oleh osteoartrItIs
mengakIbatkan seseorang menjadI tIdak aktIf dan dapat menambah
kegemukan.
W Trauma
KegIatan fIsIk yang dapat menyebabkan osteoartrItIs adalah trauma yang
menImbulkan kerusakan pada IntegrItas struktur dan bIomekanIk sendI
tersebut.
W Keturunan
Heberden node merupakan salah satu bentuk osteoartrItIs yang bIasanya
dItemukan pada prIa yang kedua orang tuanya terkena osteoartrItIs,
sedangkan wanIta, hanya salah satu darI orang tuanya yang terkena.
W AkIbat penyakIt radang sendI laIn
nfeksI (artrItIs rematord; InfeksI akut, InfeksI kronIs) menImbulkan
reaksI peradangan dan pengeluaran enzIm perusak matrIks rawan sendI
oleh membran sInovIal dan selsel radang
W JoInt |allIgnment
Pada akromegalI karena pengaruh hormon pertumbuhan, maka rawan
sendI akan membal dan menyebabkan sendI menjadI tIdak stabIl/seImbang
sehIngga mempercepat proses degenerasI.
W PenyakIt endokrIn
Pada hIpertIroIdIsme, terjadI produksI aIr dan garamgaram proteglIkan
yang berlebIhan pada seluruh jarIngan penyokong sehIngga merusak sIfat
fIsIk rawan sendI, lIgamen, tendo, sInovIa, dan kulIt.
Pada dIabetes melItus, glukosa akan menyebabkan produksI proteaglIkan
menurun.
W 0eposIt pada rawan sendI
HemokromatosIs, penyakIt WIlson, akronotIs, kalsIum pIrofosfat dapat
mengendapkan hemosIderIn, tembaga polImer, asam hemogentIsIs, krIstal
monosodIum urat/pIrofosfat dalam rawan sendI.
http://www.scrIbd.com/doc/5886659J/KELD|PDK1

e. Cejala
NyerI pd sendI, osteofIt, pembengkakan, (predIleksI nya pd pInggul, lutut,
dan jarI)

40

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm



|anIfestasI klInIs osteoarthrItIs yang prImer adalah rasa nyerI, kaku, dan
gangguan fungsIonal. NyerI pada osteoarthrItIs dIsebabkan oeh InfIamasI
sInova,peregangan kapsuIa dan IIgamentum sendI, IrItasI ujung-ujung
saraf daIam perIosteum akIbat pertumbuhan osteofIt, mIkrofraktur,
trabekuIum, hIpertensI Intraoseus, bursItIs, tendonItIs, dan spasme otot.
Cangguan fungsIonal dIsebabkan oleh rasa nyerI ketIka sendI dIgerakkan dan
keterbatasan gerakan yang terjadI akIbat perubahan structural dalam sendI.
|eskIpun osteoarthrItIs terjadI palIng serIng pada sendI penyokong berat
badan ( panggul, lutut, servIkal, dan tulag belakang), sendI tengah dan
ujung jarI juga serIng terkena. |ungkIn ada nodus tulanh yang khas, pada
InspeksI dan palpasI InI bIasanya tIdak ada nyerI, kecualI ada InflamasI.
Potter, patrIcIa A.2005. 8uku Ajar Fundamental Keperawatan . 0jakarta :
ECC
|ansjoer, ArIf. KapIta Selekta Kedokteran.ed. J. |edIa AesculapIus:
Jakarta.
8runner E Suddarth.buku ajar keperawatan medIcal bedah.ed. 8.ECC:
Jakarta.


41

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
f. 00
AF,

SIndrom klInIs osteoartrItIs muncul akIbat degenerasI sendI synovIal; berupa
kerusakan keseluruhan yang progresIf darI tulang rawan sendI dIIkutI oleh
perbaIkan, remodellIng, dan sklerosIs darI tulang subchondral, dan pada banyak
kasus terjadI kIsta subchondral dan osteofIt submargInal. SelaIn perubahan sendI
synovIal, yang bIasanya dapat dIbuktIkan melaluI foto rontgen, dIagnosIs sIndrom
klInIs osteoartrItIs harus dIsertaI adanya nyerI sendI yang kronIk. 8anyak pasIen
dengan osteoartrItIs juga mengalamI keterbatasan gerakan, krepItasI dengan
gerakan, dan efusI sendI. Pada kondIsI yang berat dapat terjadI deformItas tulang
dan subluksasI.
SebagIan besar pasIen dengan osteoartrItIs datang dengan keluhan nyerI sendI.
PasIen serIng menggambarkan nyerI yang dalam, ketIdaknyamanan yang sukar
dIlokalIsasIkan, yang telah dIrasakan selama bertahuntahun. NyerI dapat
bertambah dengan perubahan cuaca, khususnya dalam cuaca dengan suhu yang
dIngIn, dan aktIvItas. NyerI yang berhubungan dengan aktIvItas bIasanya terasa
segera setelah penggunaan sendI dan nyerI dapat menetap selama berjamjam
setelah aktIvItas. 8eberapa pasIen pada awalnya memperhatIkan adanya gejala
penyakIt degeneratIf sendI InI setelah trauma rIngan sendI atau aktIvItas fIsIk yang
berat, pada pemerIksaan radIologIs dapat dItemukan perubahan degenerasI sendI.
Pada tahap lanjut, nyerI menjadI konstan hIngga dapat membangunkan pasIen darI
tIdurnya. Selama degenerasI sendI berlanjut, pasIen dapat mengeluhkan nyerI yang
tajam yang dIpIcu dengan gerakan. Pembesaran sendI karena pembentukan osteofIt
dan deformItas muncul pada tahap akhIr darI penyakIt.
Tanda awal osteoartrItIs melIputI penurunan kecepatan dan ruang gerak aktIf sendI.
Keterbatasan gerakan dapat muncul akIbat rusaknya kartIlaggo artIkularIs,
kontraktur lIgamen E kapsul sendI, kontraktur E spasme otot, osteofIt, atau adanya
fragmen kartIlago, tulang, atau menIskus IntraartIkuler. Pada palpasI dapat
dItemukan krepItasI, efusI, dan nyerI sendI.
DsteofIt dapat menyebabkan tonjolan tulang yang dapat dIraba dan dIlIhat,
kerusakan progresIf kartIlago artIkuler dan tulang subchondral dapat mengakIbatkan

42

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
luksasI sendI dan deformItas. AtrofI otot dapat terjadI pada kasus osteoartrItIs yang
sudah lama.
0okter serIng mendIagnosIs osteoartrItIs berdasar rIwayat penyakIt dan
pemerIksaan fIsIk. Perubahan - perubahan yang nampak pada rontgen foto dapat
dIgunakan penunjang, namun hubungan antara klInIs dan perubahan radIografIs
bervarIasI dIantara pasIen. 8eberapa pasIen dengan rontgen foto yang menunjukkan
kerusakan sendI berat mengeluhkan gejala yang rIngan, sedangkan pasIen dengan
rontgen foto yang menunjukkan kerusakan sendI mInImal dapat mengeluhkan nyerI
yang hebat. Perubahan radIografIs yang tampak pada osteoartrItIs adalah adanya
penyempItan spatIum kartIlago, penIngkatan densItas tulang subchondral, dan
adanya osteofIt. |eskIpun J marker radIografIs darI degenerasI sendI InI serIng
muncul bersamaan, pada beberapa sendI hanya 1 atau 2 darI marker tersebut yang
tampak dI rontgen standar. KIsta subchondral yang muncul pada osteoartrItIs
memIlIkI ukuran yang berbedabeda dan khas memIlIkI batas dengan densItas
tulang. 8endabenda osteochondral yang lepas, tampak pada rontgen foto sebagaI
fragmenfragmen tulang Intra artIkuler yang berasal darI pecahan permukaan sendI.
SubluksasI, deformItas, dan malalIgnment sendI muncul pada tahap lanjut.
AnkylosIs tulang jarang terjadI. PencItraan dIagnostIk tambahan, termasuk scannIng
tulang, CT, dan |F akan sangat mambantu menIlaI stadIum awal penyakIt
degeneratIf sendI, tapI pemerIksaan InI jarang dIperlukan untuk menegakkan
dIagnosIs.
8arrack L, 8ooth E, et cll. 2006. DK0 : Drthopcedc Knowledye 0pdcte J. HIp and
Knee FeconstructIon Chapter 16 : DsteoarthrItIs dan ArthrItIs nflamatorIc.
Chapman, |Ichael W et cl. 2001. Chcpmcn's Drthopcedc Suryery J
rd
edton. Chcpter
10Z: Dsteotomes o] The Knee For Dsteocrthrts. LIppIncott WIllIams E WIlkIns. USA
FransIsca, Frank J et cl. 2007. 5Mnutes Drthopcedc Consult 2
nd
edton. LIppIncott
WIllIams E WIlkIns.USA
sbagIo, Harry. 2000. C0K: Struktur Rcwcn Send dcn Perubchcnnyc pcdc
Dsteocrtrts. CermIn 0unIa Kedokteran.



43

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
1. ANA|NESA
Untuk |engkajI:
a. dentItas : nama, jenIs kelamIn, usIa, alamat, agama, bahasa, status
perkawInan, pendIdIkan, pekerjaan, askes, gol.darah, no. regIster, tgl
masuk FS, dan dIagnosIs medIs
Cunakan PQFST:
ProvekIng nsIdent : Hal yg menjadI faktor presIpItasI
Peradangan
QualIty of PaIn : NyerI yang dIrasakan atau dIgambarkan
SeverIty (scale of PaIn) : NyerI yg dIrasakan pasIen dlm
rentang skala ttt (110)
TIme : 8erapa lama nyerI berlangsung, kapan, apakah bertambah
buruk pd malam harI atau pagI harI
Tanyakan apakah ada kekakuan, suara gemeretak (krepItasI),
pembengkakan sendI, E gangguan pergerakan
b. FIwayat PenyakIt Sekarang
Pengumpulan data dIlakukan mulaI keluhan muncul dan
mencakup awItan gejala E bagaImana gejala berkembang.
Tanyakn pggunaan obat2an rematIk E NASA0.
c. FIwayat PenyakIt 0ahulu
Pada pengkajIan InI, dItemukan kemungkInan penyebab yg
mendukung terjadInya DA
d. FIwayat PenyakIt Keluarga
KajI apakah ada keluarga dr generasI yg terdahulu yg
mengalamI penyakIt yg sama
e. FIwayat PsIkososIal
KajI respons emosI klIen trhadp penyakIt dalam keluarga E
masyarakat
2. PE|EFKSAAN FSK
0Ilakukan persIstem (8186), fokus 86 (8one).
81 8reathIng
82 8lood
8J 8raIn
84 8ladder
85 8owel
86 8one
LDDK
KlIen mungkIn akan menunjukkan salah satu sendInya (serIng kalI lutut
dan tangan) secara perlahan membesar. Pembengkakan sendI serIng
asImetrIs.

44

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
FEEL
Tanda adanya peradangan pd sendI (nyerI tekan, gangguan gerak, rasa
hangat yang merata, dan warna kemerahan) mungkIn dIjumpaI pd DA
karena adanya sInosItIs, serIng dIjumpaI pd lutut, pergelangan kakI, dan
sendI dI tangan E kakI.
KrepItasI terasa sepertI ada sesuatu yang patah atau remuk oleh klIen
atau perawat yang memerIksa.
|ove
PerIksa adanya gangguan gerak (bIasanya semakIn berat secara perlahan
sejalan dengan bertambahnya nyerI).Pada beberapa klIen, nyerI dan kaku
sendI dapat tImbul setelah ImobIlIsasI, mIsalnya setelah bangun tIdur.

W FeaksI aglutInasI: posItIf
W LE0 menIngkat pesat
W proteIn C reaktIf : posItIf pada masa InkubasI.
W S0P: menIngkat pada proses InflamasI
W J0L: |enunjukkan ancaman sedang
W g (gm E g C) penIngkatan besar menunjukkan proses autoImun
W FadIografI pd sendI yang terkena DsteoartrItIs : menunjukkan
pembengkakan jarIngan lunak, erosI sendI, osteoporosIs pada
tulang yang berdekatan, formasI kIsta tulang, penyempItan ruang
sendI.
http://www.scrIbd.com/doc/5886659J/KELD|PDK1

g. Penatalaksanaan
AnalgesIk, InjeksI kortIkosteroId Intra artIkula,

'IscosuppIementasI
7IscosupplementasI adalah pIlIhan baru yang ada bagI pasIen dengan gejala lutut
osteoarthrItIs, yang melIbatkan rentetan InjeksI IntraartIonlar asam hyaluronIc.
Sementara, pasIen yang tIdak menyukaI pengobatan tradIsIonal sebaIknya mencoba
perawatan InI. Suplemen Hyalgan dIsuntIkkan secara langsung ke dalam sendI lutut
untuk memperbaIkI gIzI dan pelumasan. Pada kebanyakan kasus, pasIen menemukan
kenyamanan dalam berjalan setelah InjeksI. TetapI, pentIng untuk memperhatIkan
bahwa 7IscosupplementasI InI bIasanya dIlakukan jIka semua jenIs pengobatan laIn
telah dIlakukan namun gagal untuk mengurangI rasa sakIt.
Pembedahan rthroskopI
Pembedahan ArthroskopI merupakan prosedur orthopedIk yang praktIs dan cukup
dIkenal untuk mendIagnosa dan mengobatI masalah sendI lutut. Pembedahan

43

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
ArthroskopI dIlakukan dengan memasukkan kamera ke sumber cahaya serat optIk ke
dalam sendI lewat torehan kecIl. AhlI bedah memanfaatkan alIran aIr bertekanan
rendah untuk membersIhkan lutut dan menyIngkIrkan bahan yang mengandung
racun, melonggarkan badan atau memperbaIkI jarIngan atau membuang jarIngan
yang tumbuh secara berlebIhan menggunakan laser. PasIen hanya dIharuskan tInggal
semalam setelah pembedahan dan sudah bIsa kembalI ke rumah tanpa bantuan.
Pencangkokan %uIang #awan
Tulang rawan adalah bahan yang palIng mengagumkan, kuat, elastIs dan awet yang
melIndungI ujung tulang dI sendI darI tekanan. KondIsI Idealnya, bIsa bertahan
seumur hIdup. TetapI, jIka tulang rawan menjadI rusak, malah aktIvItas yang palIng
bIasa bIsa menyebabkan erosI tulang rawan darI permukaan sendI dan jIka tak
dIobatI, kemungkInan akan sangat menyakItkan, kehIlangan fungsI, lumpuh dan
dapat mengarah ke osteoarthrItIs lutut.
Selama beberapa tahun terakhIr, pencangkokan tulang rawan lutut sudah menjadI
metode yang berhasIl karena dapat memperbaIkI sendI lutut yang cedera terus
menerus akIbat olahraga atau kecelakaan. Prosedur pencangkokan InI dI rancang
untuk menumbuhkan kembalI tulang rawan pada sendI lutut yang rusak akIbat
trauma atau radang sendI. TeknIknya melIbatkan memanam tulang rawan sI pasIen
dan memIndahkan jarIngan tersebut ke area yang rusak, melaluI satu prosedur
operasI.
Dlahraga rIngan yang teratur, metode perenggangan dan kontrol berat badan yang
baIk dapat membantu mengurangI resIko cIdera lutut. Lutut akan tetap dalam
kondIsI baIk selama anda menjaganya dengan baIk. TIdak mengabaIkan sakIt lutut
begItu saja karena mungkIn bIsa menyebabkan masalah serIus yang laInnya.
KonsultasI pada dokter jIka rasa sakIt yang anda alamI lebIh darI 7 harI.
http://perawatonlIne.com/tag/sendIlutut/
eh 0r.Thanant Chotanahut
Kepclc Musculoskeletcl Centre, Phycthc Hosptcl, Thclcnd

1. F.1. hedIkamentosa
a. LInI Pertama
Pengobatan DA yang ada saat InI barulah bersIfat sImptomatIk dengan obat antI
InflamasI non steroId (DANS) dIkombInasI dengan program rehabIlItasI dan
proteksI sendI. Pada stadIum lanjut dapat dIpIkIrkan berbagaI tIndakan operatIf.
Pengetahuan tentang patogenesIs DA mendorong para penelItI untuk
mengembangkan obatobatan yang dapat menghambat perjalanan/progresIvItas

46

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
penyakIt yang dIsebut sebagaI 0Isease|odIfyIng DsteoarthrItIs 0rugs (0|DA),
sayang hIngga saat InI obat tersebut masIh dalam taraf penelItIan.
Tabel . Dbatobatan pada Penatalaksanaan DA
Pengobatan sImptomatIk (* dalam penelItIan)
Short actIng
Dbat antIInflamasI non steroId
AnalgetIk nonantIInflamasI (opIoId, nonopIoId)
AntIspasmodIk
Long actIng
0epokortIkosteroId InfraartIkuler
Asam hIaluronat InfraartIkuler*
SadenosIlmetIonIn (SA|)*
KondroItInsulfat oral*
ClukosamInsulfat (0ona)*
DrgoteIn IntraartIkuler*
0IacerheIn*
Avocado/soy nonsaponIfIables*
0Isease |odIfyIng DsteoarthrItIs 0rugs (* dalam penelItIan)

47

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
TetrasIklIn*
ClycosamInoglycan polysulfurIc acId (CAPS)*
ClycosamInoglycan peptIde complexes*
Pentosan polysulfate*
Crowth factors dan sItokIn (TCF()*
TetapI genetIk*
TransplantasI stem cell den Dsteochondral Craft*
b. LInI Kedua
Penggunaan nutrIsI sepertI glukosamIn dan chondroItIn sulfat msIh
controversIal, pada penelItIan masIh belum menunjukkan hasIl yang bagus.
njesI artIcular :
0engan kortIkosteroId, dapat menurunkan rasa sakIt pada jangka waktu yang
pendek
0engan asam hIaluronat dapat menurunkan sedIkIt rasa sakIt
PemberIan opIoId dapat dIgunakan pada pasIen dengan rasa sakIt yang sangat
berat dan pasIen yang tIdak kooperatIf.

F.2 Pembedahan
Ada 2 tIpe terapI pembedahan : FealIgnment osteotomI dan replacement joInt
1. #eaIIgnment osteotomI

48

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
Permukaan sendI dIreposIsIkan dengan cara memotong tulang
dan merubah sudut darI weIghtbearIng.
Tujuan : |embuat karIlago sendI yang sehat menopang
sebagIan besar berat tubuh.
0apat pula dIkombInasIkan dengan lIgamen atau menIscus
repaIr
2. rthropIasty: Permukaan sendI yang arthrItIs dIpIndahkan, dan
permukaan sendI yang baru dItanam.Permukaan penunjang
bIasanya terbuat darI logam yang berada dalam hIghdensIty
polyethylene.
|acammacam operasI sendI lutut untuk osteoarthrItIs :
1. PartIal replacement/unIcompartemental
2. HIgh tIbIal osteotmy : orang muda
J. Patella Econdyle resurfacIng
4. |InImally constraIned total replacement : stabIlItas sendI
dIlakukan sebagIan oleh lIgament aslI dan sebagIan oelh sendI
buatan.
5. CInstraIned joInt : fIxed hInges : dIpakaI bIla ada tulang
hIlangEsevere InstabIlIty.
ndIkasI total knee replacement :
1. NyerI
2. 0eformItas
J. nstabIlIty
4. AkIbat darI FheumatoId atau osteoarthrItIs
KontraIndIkasI :
1. Non fungsI otot ektensor
2. Neuromuscular dysfunctIon
J. nfectIon

49

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
4. NeuropathIc JoInt
5. PrIor SurgIcal fusIon
KomplIkasI :
1. 0eep veIn thrombosIs
2. nfeksI
J. LoosenIng
4. Problem patella ; rekuren sublukssasI/dIslokasI, loosenIng prostetIc
component, fraktur, catchIng soft tIssue.
5. TIbIal tray wear
6. Peroneal palsy
7. Fraktur supracondyl femur
Keuntungan total knee replacement ;
1. |engurangI nyerI
2. |enIngkatkan mobIlItas dan gerakan
J. KoreksI deformItas
4. |enambah kekuatan kakI (dengan latIhan)
5. |enIngkatkan kualItas hIdup
6. 8arrack L, 8ooth E, et cll. 2006. DK0 : Drthopcedc Knowledye 0pdcte J. HIp
and Knee FeconstructIon Chapter 16 : DsteoarthrItIs dan ArthrItIs nflamatorIc.
7. Chapman, |Ichael W et cl. 2001. Chcpmcn's Drthopcedc Suryery J
rd
edton.
Chcpter 10Z: Dsteotomes o] The Knee For Dsteocrthrts. LIppIncott WIllIams
E WIlkIns. USA
8. FransIsca, Frank J et cl. 2007. 5Mnutes Drthopcedc Consult 2
nd
edton.
LIppIncott WIllIams E WIlkIns.USA
9. sbagIo, Harry. 2000. C0K: Struktur Rcwcn Send dcn Perubchcnnyc pcdc
Dsteocrtrts. CermIn 0unIa Kedokteran.
1LkAI NCN IAkMAkCLCGI
Ada beberapa cara dalam penanganan osLeoarLhrlLls non farmakologl dlanLaranya
23


30

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
1 Clahraga
Clahraga dapaL mengurangl rasa saklL dan dapaL membanLu mengonLrol baraL badan
Clahraga unLuk osLeoarLhrlLls mlsalnya berenang dan [ogglng
2 Men[aga sendl
Menggunakan sendl dengan haLlhaLl dapaL menghlndarl keleblhan sLres pada sendl
3 anas/dlngln
anas dldapaL mlsalnya dengan mandl alr panas anas dapaL mengurangl rasa saklL pada sendl dan
melancarkan peredaran darah
ulngln dapaL mngurangl pembengkakan pada sendl dan mengurangl rasa saklL uapaL dldapaL
dengan mengompres daerah yang saklL dengan alr dlngln
4 vlscosupplemenLaLlon
merupakan perawaLan darl Canada unLuk orang yang Lerkena osLeoarLhrlLls pada luLuL berbenLuk
gel
3 embedahan
Apablla sendl sudah benarbenar rusak dan rasa saklL sudah Lerlalu kuaL akan dllakukan
pembedahan uengan pembedahan dapaL memperbalkl baglan darl Lulang
6 AkupunLur
uapaL mengurangl rasa saklL dan merangsang fungsl sendl
7 l[aL
eml[aLan sebalknya dllakukan oleh orang yang ahll dl bldangnya
8 vlLamln uC L dan beLa karoLln
unLuk mengurangl la[u perkembangan osLeoarLhrlLls
9 1eh hl[au
Memlllkl zaL anLl peradangan

1LkAI IAkMAkCLCGI

31

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
Semua obaL memlllkl efek samplng yang berbeda oleh karena lLu penLlng bagl paslen unLuk
memblcarakan dengan dokLer unLuk mengeLahul obaL mana yang pallng cocok unLuk dl konsumsl
8erlkuL adalah beberapa obaL pengonLrol rasa saklL unLuk penderlLa osLeoarLhrlLls
2 3 4 3

1 AceLamlnophen
Merupakan obaL perLama yang dl rekomendaslkan oleh dokLer karena relaLlf aman dan efekLlf unLuk
mengurangl rasa saklL
2 nSAlus (nonsLeroldal anLl lnflammaLory drugs)
uapaL mengaLasl rasa saklL dan peradangan pada sendl Mempunyal efek samplng yalLu
menyebabkan saklL peruL dan gangguan fungsl gln[al
3 1oplcal paln
ualam benLuk cream aLau spray yang blsa dlgunakan langsung pada kullL yang Lerasa saklL
4 1ramadol (ulLram)
1ldak mempuyal efek samplng seperLl yang ada pada aceLamlnophen dan nSAlus
3 Mllk narcoLlc palnklllers
Mengandung analgeslc seperLl codeln aLau hydrocodone yang efekLlf mengurangl rasa saklL pada
penderlLa osLeoarLhrlLls
6 CorLlcosLerolds
LfekLlf mengurangl rasa saklL
7 Pyaluronlc acld
Merupakan glycosamlnoglycan yang Lersusun oleh JlsoccbotlJes of qlocotoolc oclJ dan N
ocetyqloosomloe ulsebuL [uga vlscosupplemenLaLlon
ulgunakan dalam perawaLan paslen osLeoarLhrlLls uarl hasll penellLlan yang dllakukan 80
pengobaLan dengan menggunakan hyaluronlc acld mempunyal efek yang leblh kecll dlbandlngkan
pengobaLan dengan menggunakan placebo Makln besar molekul hyaluronlc acld yang dlberlkan
makln besar efek poslLlf yang dl rasakan karena hyaluronlc acld efekLlf mengurangl rasa saklL
8 Clucosamlne dan chondrolLln sulfaLe
Mengurangl pengobaLan unLuk paslen osLeoarLhrlLls pada luLuL

32

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
1 AnonlmCsLeoarLhrlLlshLLp//newmeraplneL/lndexphp?vlewnews/116ld116PSLSSlu4ca6
439313b991ed97f43906b994 17 november 2007
2 Anonlm PandouL of PealLh CsLeoarLhrlLls
hLLp//wwwnlamsnlhgov/PealLh_lnfo/CsLeoarLhrlLls/defaulLasp 17 november 2007
3 Anonlm WhaL ls CsLeoarLhrlLls
hLLp//wwwarLhrlLlsca/Lypes20of20arLhrlLls/osLeoarLhrlLls/defaulLasp?s1 17 november 2007
4 lelson u1 2006 CsLeoarLhrlLls of Lhe knee nL!M 334 841848
3 Lane n L 2007 CsLeoarLhrlLls of Lhe Plp nL!M 337 14131421


h. PrognosIs
8Isa sembuh

Umumnya baIk, sebaIan besar nyerI dapat dIatasI dengan obatobat
konservatIf. Hanya kasuskasus berat yang memerlukan operasI.
Potter, patrIcIa A.2005. 8uku Ajar Fundamental Keperawatan . 0jakarta :
ECC
|ansjoer, ArIf. KapIta Selekta Kedokteran.ed. J. |edIa AesculapIus:
Jakarta.
8runner E Suddarth.buku ajar keperawatan medIcal bedah.ed. 8.ECC:
Jakarta.

KomplIkasI
O Penurunan fungsI tulang InI akan berlanjut terus, beberapa penderIta
bahkan mengalamI penurunan fungsI yang cukup sIgnIfIkan, bahkan
penderIta akan berujung pada kehIlangan kemampuan berdIrI atau berjalan.
O JIka engsel sudah parah, dokter menyarankan penggantIan engsel dengan
pembedahan. Pada beberapa penderIta yang tIdak bIsa melakukan
pembedahan, akan dIlakukan terapI nyerI/ngIlu dan cara menggunakan alat
tambahan untuk mempermudah gerakan seharIharI.
O KomplIkasI potensIal darI artrItIs (masalah kolaboratIf): FIbrosIs dan atau
ankIlosIs tulang, kontraktur sendI, neuropatI.
O KomplIkasI PotensIal darI KortIkosteroId (InjeksI IntraartIkular): nfeksI
IntraartIkular, degenerasI sendI.
O KomplIkasI potensIal darI pengobatan nonsteroId antI InflamasI :
Perdarahan lambung, nefrotatI.
O KomplIkasI potensIal darI kortIkosteroId (pemberIan sIstemIk): SIndrom
cushIng, hyperglIkemIa, penyembuhan luka lambat, osteoporosIs, polIan

33

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
otot, hIpertensI, edema, gagal gInjal, retardasI pertumbuhan (anak), reaksI
psIkIs, pembentukan katarak, ateroskelerosIs, tromboflebItIs.







34

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm


http://www.scrIbd.com/doc/5886659J/KELD|PDK1



33

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm

2) Faktor pertumbuhan osteogenIk:
a) Hormon pertumbuhan (CH)
Hormon InI mempunyaI efek langsung dan tIdak langsung
terhadap osteoblas untuk menIngkatkan remodelIng tulang dan
pertumbuhan tulang endokondral. Efek langsungnya yaItu: dengan
melaluI InteraksI reseptor CH pada permukaan osteoblas, sedangkan
efek tIdak langsungnya melaluI produksI InsulIn lIke growth faktor1
(CF)


b) TCF 8
|erupakan polIpeptIda dengan 8| 25.000. TCF 8
berfungsImenstImulasI replIkasI proteoblas, sIntesIs kolagen dan
resorpsI tulang dengan cara mengInduksI opoptosIs osteoklas.
c) FIbroblas Crowth Faktor (FCF)
FCF 1 dan 2 adalah polIpeptIda dengan 8| 17000 yang
berperan pada neovaskulrIsasI, penyembuhan luka dan resorpsI
tulang. FCF 1 dan 2 akan merangsang replIkasI sel tulang sehIngga
populasI sel tersebut menIngkat dan memungkInkan tejadInya
sIntesIs kolagen tulang.
d) Platelet0erIved Crowth Faktor (P0CF)
|erupakan polIpeptIda dengan 8| J000 dan pertama kalI
dIIsolasI darI trombosIt dan dIduga berperan pentIng pada awal
penyembuhan luka. P0CF berfungsI merangsang replIkasI sel dan
sIntesIs kolagen tulang.
e) 7askular EndotelIal Crowth Faktor (7ECF)
7ECF berperan sangat pentIng pada osIfIkasI endokondral.
Semua osIfIkasI endokondral, terjadI InvasI pembuluh darah ke dalam
eawan sendI selama mIneralIsasI matrIks, opoptosIs kondrosIt yang
hIpertropIk, degenerasI matrIks dan formasI tulang

36

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm

3) hetaboIIsme tuIang dIatur oIeh beberapa hormon, antara IaIn :
a) Hormon ParatIroId
|empunyaI efek langsung dan segera pada mIneral tulang,
menyebabkan kalsIum dan fosfat dIabsorpsI dan bergerak memasukI
serum. 0IsampIng Itu, penIngkatan kadar hormon paratIroId secara
perlahanlahan menyebabkan penIngkatan jumlah dan akttIvItas
osteoklas, sehIngga terjadI demIneralIsasI.

b) Hormon Pertumbuhan
CH tIdak mempunyaI efek langsung terhadap remodelIng
tulang, tetapI melaluI perangsangan CF 1. Efek langsung CH pada
formasI tulang sangat kecIl, karena selsel tulang hanya
mengekpresIksn reseptor CH dalam jumlah kecIl.
c) KalsItonIn
KalsItonIn menyebabkan kontraksI sItoplasma osteoklas dan
pemecahan osteoklas menjadI sel mononuklear dan menghambat
pembentukan osteoklas.
d) Estrogen dan Androgen
|empunyaI peranan pentIng dalam maturasI tulang yang
sedang tumbuh dan mencegah kehIlangan masa tulang. Feseptor
estrogen pada selsel tulang sangat sedIkIt dIekspresIkan sehIngga
sulIt dIperlIhatkan efek estrogen terhadap resorpsI dan formasI
tulang. Eatrogen dapat menurunkan resorpsI tulang secara tIdak
langsung melaluI penurunan sIntesIs berbagaI sItokIn, sepertI L1,
TNFo, L6.
e) Hormon TIroId
8erperan merangsang resorpsI tulang, hal InI akan
menyebabkan pasIen hIpertIroIdIsme akan dIsertaI hIperkalsemIa dan
pasIen pasca menopouse yang mendapat supresI tIroId jangka
panjang akan mengalamI osteopenIa.

37

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm
f) 1,25dehIdroksIvItamIn 0 [1,25 (DH)
2
0]
|erupakan vItamIn 0 aktIf yang berperan menjaga
hemostasIs kalsIum dengan cara menIngkatkan absorpsI kalsIum dI
usus dan mobIlIsasI kalsIum dan tulang pada keadaan kalsIum yang
adekuat.
0I tulang, 1,25 (DH)
2
0 akan mengInduksI monosItIk stem cell
dI sumsum tulang untuk berdIferensIasI menjadI osteoklas. Setelah
Itu sel InI kehIlangan kemampuannya untuk bereaksI terhadap 1,25
(DH)
2
0.
Pada proses mIneralIsasI tulang 1,25 (DH)
2
0 berperan dalam
menjaga konsentrasI Ca dan P dI dalam caIran ekstraseluler sehIngga
deposIsI kalsIum hIdroksIapatIt pada matrIks tulang akan berlangsung
baIk.

0oenges,|arylInn.2000.Renccnc Asuhcn Kepercwctcn:Pedomcn untuk perenccnccn
dcn pendokumentcscn kepercwctcn percwctcn pcsen.Jakarta:ECC.

Ethel,Sloane.200J.Anctom dcn Fsoloy untuk Pemulc. Jakarta:ECC.

ArIef |ansjoer,dkk.2000.Kcptc Selektc Kedoktercn. Eds J 1ld 2.Jakarta:|edIa
EsculapIus. Fakulta Kedokteran ndonesIa.

Fasjad,ChaIruddIn.2008.Penycntcr llmu edch Drtoped.Jakarta: YarsIf Waatampone

Feksoprodjo,Soelarto.1995. llmu edch. Jakarta : Fakultas Kedokteran UnIversItas
ndonesIa

Smeltzer,Suzanne C.2001.Kepercwctcn Medkcl edch.Jakarta : ECC

SylvIa,A.1995.Pcto]soloy, Konsep Klns ProsesProses Penyckt.Jakarta: ECC.

38

SCu 20 MCuuL 9 L8M 3 Annlsa 8ahlm