Anda di halaman 1dari 4

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dewasa ini tantangan dalam dunia industri menuntut adanya konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) mutlak dilakukan. Sustainable development merupakan strategi pembangunan terfokus pada pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengesampingkan kebutuhan mendatang yang mana hal ini dikaitkan dengan kelestarian dan kesehatan lingkungan alam (Junaidi, 2006). Salah satu permasalahan lingkungan saat ini yang dominan adalah limbah cair yang berasal dari industri. Dalam penanganan terhadap limbah cair, diperlukan pemahaman mengenai karakteristik dasar dari badan air. Pemahaman ini akan memberikan gambaran mengenai akibat-akibat dari perlakuan manusia terhadap air. Selain itu, diperlukan juga pemahaman sejauh mana air dapat digunakan oleh manusia. Pemahaman ini akan merealisasikan perlindungan terhadap badan air yang pada dasarnya diperlukan untuk kehidupan manusia. PT. Petrokimia Gresik merupakan industri yang menitikberatkan aktivitasnya pada pembuatan pupuk dan bahan-bahan kimia yang telah menguasai pasar di Indonesia karena jenis produknya yang bervariasi dan memiliki kualitas produk yang baik. Proses produksi pada PT. Petrokimia Gresik juga menghasilkan limbah, baik limbah padat, cair, gas maupun B3. Oleh karena itu, PT. Petrokimia Gresik

memiliki sarana-sarana untuk mengelola/mengolah limbah agar memenuhi standar baku mutu dan perundang-undangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sehingga aman ketika dibuang ke lingkungan. Untuk memenuhi hal tersebut, sarana-sarana pengelolaan limbah ini harus dikelola dengan baik dari segi pemantauan, pengendalian dan pengelolaannya. Dalam proses produksinya, pabrik pupuk menggunakan bahan baku berupa bahan-bahan kimia yang kemudian akan menjadi limbah yang dapat membahayakan lingkungan apabila dibuang begitu saja ke lingkungan tanpa pengolahan terlebih dulu. Sehubungan dengan hal diatas, maka penulis bertujuan untuk menganalisa outlet pengolahan limbah cair di pabrik III PT. Petrokimia Gresik sehingga pada laporan praktek kerja lapangan ini penulis mengangkat judul Analisis Kualitas Outlet Pengolahan Limbah Cair di Unit Effluent Treatment (ET) dan Point L PT. Petrokimia Gresik yang akan membahas lebih lanjut mengenai analisa outlet pengolahan limbah cair di pabrik III unit Effluent Treatment dan outlet buangan air limbah ke lingkungan (Point L) sekaligus dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi manajemen perusahaan. Pelaksanaan praktek kerja lapangan merupakan bagian dari kurikulum di Program Studi Ilmu dan Teknologi Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya. Hasilnya diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang penerapan teori yang didapatkan di bangku kuliah melalui pengamatan sesungguhnya.

1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam laporan prakter kerja lapangan ini adalah : 1. Bagaimanakah karakteristik limbah cair yang dihasilkan PT. Petrokimia Gresik ? 2. Bagaimanakah urutan proses pengolahan limbah cair di PT. Petrokimia Gresik ?
3. Apakah data kualitas efluen limbah telah sesuai dengan standar baku mutu

yang telah ditetapkan ?

1.3 Tujuan dan Manfaat

Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ini bertujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan yeng diperoleh selama perkuliahan sehingga dapat mengetahui sejauh mana kesesuaian antara teori dan praktek di lapangan, disamping itu ada beberapa hal yang ingin diperoleh langsung dari Praktek Kerja Lapangan, meliputi :
1. Menganalisa karakteristik limbah cair yang dihasilkan PT. Petrokimia Gresik 2. Mempelajari urutan proses pengolahan limbah cair di PT. Petrokimia Gresik 3. Menganalisa data kualitas efluen limbah apakah sesuai dengan standar baku

mutu yang telah ditetapkan Sedangkan manfaat yang didapat dari Praktek Kerja Lapangan ini adalah : 1. Bagi Penulis Dengan Praktek Kerja Lapangan ini dapat diperoleh pengetahuan tentang proses pengolahan limbah cair di PT. Petrokimia Gresik

2.

Bagi Perguruan Tinggi Dapat memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai karakteristik serta urutan proses pengolahan limbah cair di PT. Petrokimia Gresik.

3.

Bagi perkembangan IPTEK : Dapat menambah perkembangan pengetahuan teknologi pengolahan limbah cair pada industri pupuk.