Anda di halaman 1dari 38

Karsinoma nasofaring Pengertian Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas yang berlokasi di daerah faring.

Hampir 60% tumor ganas pada daerah kepala dan leher merupakan karsinoma nasofaring. Etiologi Sudah hampir dapat dipastikan bahwa penyebab karsinoma nasofaring adalah virus epstein-barr. Hal ini dapat dibuktikan, bahwa pada penderita karsinoma nasofaring didapatkan titer anti virus epstein-barr cukup tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi timbulnya karsinoma nasofaring adalah letak geografi, rasial, jenis kelamin,genetik,pekerjaan, lingkungan, kebiasaan hidup, budaya, sosial ekonomi, infeksi kuman dan parasit lain. Patofisiologi Nasofaring terletak di belakang tabir langit-langit dan di bawah dasartengkorak.letak yang demkian sulit untuk diperiksa oleh orang yang bukan ahli, sehingga sering kali tumor ditemukanterlambat dan menyebabkan metastase ke leher. Berkait dengan hal tersebut, maka gejala yang timbul pada karsinoma nasofaring cukup kompleks dan digolongkan dalam 4 kelompok yaitu: 1. Gejala nasofaring

Gejala nasofaring dapat berupa epistaksis ringan atau sumbatan hidung. Hal ini perlu pemeriksaan cermat seperti nasofaringoskop. 2. Gejala telinga

Letak nasofaring yaitu dekat dengan muaratuba eustakius, sehingga ganggua yang timbul dapat berupa tinitus, rasa tidak enak ditelinga bahkan kadang-kadang timbul nyeri pada telinga (otolgia). 3. Gejala mata

Nasofaring berhubungan dan dekat dengan rongga tengkorak melalui beberapa lubang. Penjalaran dari karsinoma melalui foramen laserum akan mengenai saraf otak iii, iv dan vi. Gejala yang nampak dari gangguan tersebut adalah diplopia dan neuralgia trigeminal. 4. Gejala saraf Proses karsinoma yang lanjut akan mengenai saraf otak ix, x, xi dan xii. Penderita akan mengalami kesulitan dalam mrngunyah. Penatalaksanaan medis 1. Radioterapi 2. Kemoterapi 3. Pembedahan. Rencana keperawatan terintergrasi 1. Kanker 2. Kehilangan 3. Kemoterapi dan radioterapi 4. Pembedahan Pengkajian data dasar 1. Riwayat atau adanya faktor resiko Perokok berat Peminum alkohol Terpapar terhadap lingkungan karsinoma (polusi udara, arsenik, debu logam, asap kimia dll) 2. Pemeriksaan fisik a. Sistem pernafasan Epistkasis Hidung tersumbat Dispnea Infeksi saluran pernafasan berulang Disfagia

B. Sistem pendengaran Tinitus Rasa tidak enak di telinga Nyeri pada telinga

C. Sistemsaraf dan mata Nyeri saat mengunyah Sukar membuka mata (diplopia)

Pemeriksaan penunjang 1. Ct-scaning daerah kepala dan leher 2. Pemeriksaan serologi ig a anti ea dan vca 3. Biopsi

Diagnosa keperawatan 1. Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang perkembangan penyakitnya, pemeriksaan diagnostik dan rencana tindakan. 2. Nyeri berhubungan dengan penekanan dan kerusakan ujung saraf bebas oleh carsinoma nasofaring. 3. Kurang efektifnya bersihan jalan nafas berhubungan dengan sumbatan oleh karsinoma nasofaring. 4. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya asupan makanan, sakit saat mengunyah Rencana tindakan 1. Cemas beruhbungan dengan kurangnya pengetahuan tentang

perkembangan penyakitnya, pemeriksaan diagnostikdan rencana tindakan. Ditandai: Data subyektif: Sering bertanya Menyatakan kurang mengerti tentang penyekitnya Menyatakan perasaan sering gugup dan takut.

Data obyektif: Ekpspresi wajah tegang Tensi, nadi meningkat Kadang-kadang berkeringat dingin

Kriteria evaluasi Menyatakan pemahaman tentang penyakitnya, rencana tindakan dan pemeriksaan diagnostik Menyatakan tidak gugup dan takut Ekspresi wajah rileks Tensi, nadi dalam batas normal Rasional Mengetahui apa yang diharapkan dari tindakan kepatuhan medis pasien dapat dan membantu membantu

Intervensi Berikan informasi tentang: - sifat penyakit dan perjalannannya - pemeriksaan diagnostik meliputi:

tujuan, prosedur kerja, persiapan menurunkan cemas yang berhubungan sebelum pemeriksaan dan perawatan dengan tindakan medis. setelah pemeriksaan. -Tindakanyang diprogramkanmeliputi: efek samping dari radioterapi dan kemoterapi. 2.ikut sertakan orang- orang yang berarti Sistem pendukung yang kuat penting bagi pasien dalam setiap tindakan atau dalam membantu individu secara efektif penyuluhan untuk memberi dukungan. mengatasi kronis. 3. Pertahankan kontrol nyeri yang efektif. Nyeri dapat mencetuskan cemas. masalah dengan penyakit

1. Nyeri berhubungan dengan penekanan dan kerusakan ujung saraf bebas oleh karsinoma nasofaring. Ditandai Data subyektif: Menyatakan nyeri

Data obyektif: Raut muka menyeringai Perilaku berhati-hati Perilaku mengalihkan: menangis, merintih

Krietria evaluasi: Tidak lagi menyatakan nyeri Ekspresi wajah rilkes. Rasional karsinoma pada

1. -

Intervensi Untuk menimalkan nyeri: hati dan beri dukungan yang mendadak. Ubah posisi setiap 2 jam. Lakukan teknik relaksasi.

Metastase

beberapa

Membalik dengan hati- organ dapat menyebabkan nyeri yang hebat. Gerakan yang mendadak dan dari orang lain dapat menimbulkan rasa nyeri. Hindari gerakan kepala sentuhan

2.kolaboratif dalam pemberian analgetik

Kontrol nyeri pada pasien karsinoma sering tinggi.. menggunakan narkotik dosisi

2. Kurang ditanadi: Data subyektif: Data obyektif: -

efektifnya

bersihan

jalan

nafas

berhubungan

dengan

tersumbatnya atau benjolan pada nasofaring.

Menyatakan kesulitan untuk bernafas.

Sesak nafas Frekwensi nafas > 20 x/menit Nampak kebiruan

Kriteria evaluasi: Frekwensinafas 12- 20 x/menit Warna kulit normal

Intervensi 1. jam. Hasil pemeriksaan paruparu dan analisa gas darah. Pantau : Untuk

Rasional mengidentifikasi

indikasi

Status pernafasan tiap 2 perkembangan dan penympangan dari hasil yang diharapkan.

Membantu menurunkan upaya untuk 2. Ketika terjadi dispnea: Berikan oksigen tambahan. mengurangi cemas. dalam keadaan terkontrol : temani pasien dan intruksikan untuk bernafas perlahan-perlahan. Pertahankan posisi tegak. bernafas dengan meningkatkan jumlah oksigen ke jaringan. paru lebih penuh dengan menurunkan

Implementasikan tindakan untuk Posisi tegak memungkinkan ekspansi Membantu pasien agar merasa tekanan abdomen.

3. Siapkan pasien untuk trakheostomi. 5. Perubahan nutrisi:kurang darti kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang adekuatnya asupan makanan, sakit saat mengunyah. Ditandai: Data subyektif: Data obyektif: Bb menurun Kulit kering Turgor kurang baik Tampak lemas. Mengemukakan tidak nafsu makan, sakit saat mengunyah. Kadang-kadang mual

Kriteria evaluasi Tidak terjadi penurunan bb Turgor kulit baik Tampak segar

Intervensi pantau: minggu Masukan makanan Jumlah Timbang makanan bb

Rasional Untuk mengidentifikasi adanya kemajuan atau penyimpangan dari tujuan yang yang diharapkan. setiap Nyeri sebagai pencetus penurunan nafsu

dikonsumsi setiap kali makan.

2.lakukan kontrol terhadaprasa nyeri.

makan.

3. Ciptakan suasana lingkungan yang Bau-bauan dan pemandangan yang tidak menyenangkan dan bebas dari bau menyenagkan selama waktu makan dapat selama waktu makan. 4. Lakukan pemasangan infus. menimbulkan anoreksia. Dengan cairan infus sebagai masukan nutrisi secara parenteral.

Pengkajian data Pengkajian dilakukan pada tanggal 2 april 2001 di ruang tht rsud soetomo.

I. Nama Umur

Identitas : basri yusman : 52 tahun tgl. Mrs : 30 maret 2001 sumber informasi : penderita keluarga terdekat : ismawati (istri)

Jenis kel.:laki-laki Alamat : sidotopo lor 60 surabaya Status perkawinan :kawin Agama : islam Pendidikan: sma Pekerjaan : swasta II. Status kesehatan saat ini Keluhan utama

Penderita mengeluh kesulitan dalam menelan makanan dan makanan yang sudah masuk sering keluar (muntah). Riwayat penyakit Penderita megalami keluhan tersebut sejak 1,5 bulan yang lalu dan sebelumnya kirakira 2 bulan yang lalu penderita sering mengalmi mimisan. Kadang-kadang merasa sesak nafas. Keluhan tersebut berlagsung terus menurus, penderita merasa lemas dan sakit kepala sehingga berobat ke poliklinik tht rsud dr. Soetomo . Dari poliklinik thtdisarankan untuk rawat inap. Adapun penyakit yang pernah diderita dalam 6 bulan terakhir yaitu tb paru dan penderita sedang menjalani pengobatan paket (oat) di puskesmas. Sekarang penderita masih batuk-batuk. Diagnosa medik: disfagia + susfek karsinoma nasofaring. Therapi : Amitriptilin 0-0-1/2 Dulcolac 1xii tab Diet lewat ngt

Rencana pemeriksaan diagnostik: Nasofaringoskop Biopsi

III.

Pengkajian sistem 1.sistem pernafasan Penderita dalam bernafas nampak tenang, kadang-kiadang batuk, lendir (-) frekuensi 20x/permenit, hasil perkusi daerah paru terdengar sonor, suara nafas tidak terdapat wezing dan ronkhi. 2. Kardiovaskuler Kulit nampak pucat, akral dingin, nadi 68/menit, tensi 110/70 mmhg, konjungtiva pucat, hasil perkusi daerah jantung terdengar pekak dalam batas normal, suara jantung tidak terdapat suara tambahan. 3. Sistem pencernaan Penderita nampak lemah dan pusing, bb 37 kg, tb 162 cm, makanan dan minum lewat ngt, diet bubur saring 3x/hari, tambahan sari buah. Penderita belum bab sejak 3 hari yang lalu. Peristaltik usus lemah dengan frekuensi 10 x/menit. 4. Sistem perkemihan Penderita buang air kecil dibantu, frekuensi bak 5 kali dengan voluma 200 cc tiap bak, tidak mengeluh nyeri. 5. Sisten integumen Penderita berbaring di tempat tidur, makan,minum dan mandi dibantu, sering mengeluh nyeri pada persendian lutut. 6. Sistem pengelihatan Mata kiri nampak lebih kecil (diplopia). Tidak ada penurunan pengelihatan. 7.sistem pendengaran Telinga simetris, tidak ada nyeri, tidak ada penurunan pendengaran. 8. Sistem reproduksi

Daerah kemaluan nampak bersih dan tidak ada keluhan. 9. Sistem endokrin Tidak ada pembesaran thyroid dan tidak ada riwayat kencing manis. Iv.psikososial 1. Persepsi terhadap kesehatan Klien merasakan penyakitnya sangat berat. Klien juga sering bertanya apakah penyakitnya dapat disembuhkan. 2.berkomunikasi Klien sangat lancar berkomunikasi dan tidak tampak gugup. 3.hubungan dengan keluarga Hubungan dengan keluarga sangat baik. Selama sakit klien ditunggui oleh istri dan anaknya secara bergantian. 4.ekspresi afek dan emosi Klien tampak tabah tetapi kadang-kadang gelisah. 4.menjalankan ibadah Klien hanya berdoa dari tempat tidur. V. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan bta (i, ii, iii) negatif Pemeriksaan hb 10,8 gr%. Analisa data Data
Data subyektif: -bertanya penyakitnya -mengeluhkan tentang berat penyakitnya. Data obyektif: -tampak gelisah

Penyebab
Kurangnya informasi tentang Cemas. tentang perkembangan penyakitnya.

Masalah

Data subyektif: -mengeluh sakit menelan makanan. 1,5 bulan Data obyektif: -mengeluh lemas -terpasang ngt -bb 37 kg, tb 162 cm Data subyektif: -mengeluh lemas Data obyektif: -makan, dibantu. -terpasang ngt minum, mandi

Penekanan pada ujung saraf Asupan gizi. saat bebas pada daerah faring, sehingga terjadi nyeri pada

-mengeluh muntah selama saat menelan.

Kondisi yang lemah, terjadi Pertawatan diri punurunan kekuatan dan terpasang alat-alat medis.

Diagnosa keperawatan 1. Cemas berhubungan dengan kurangnya informasi tentang

perkembangan penyakitnya, rencana tindakan medis. 2. Kuranngya asupan gizi dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan sakit saat menelan dan muntah-muntah. 3. Devisit dalam perawatan diri beruhubungan dengan kondisi yang lemah dan terpasang alat-alat medis.

Rencana keperawatan Tujuan Intervensi Cemas berhubungan Setelah dilakukan 1.jelaskan tentang:
dengan kurannya tindakan perawatan -penyakitnya

Dianosa kep.

Rasional Mengetahui apa yang diharapkan

informasi penyakitnya rencana medis.

tentang 1

24

jam, merupakan atau tenggorokan sekarang dalam pemeriksaan. -rencana dari adalah rileks, pemeriksaan bagian tim

tumor dari tindakan medis membantu klien menurunkan dan kepatuhan masih dan tahap kecemasan. tindakan medis

perkembangan

kecemasan hilang.

klien yang terletak pada dapat

dan berkuran tindakan

Kriteria; -menyatakan pemahaman tentang penyakitnya. -nampak tidak gelisah.

-melaporkan tidak tenggorokan cemas dan tidak dengan gugup. secara dengan mempergunakan alat laringoskop, kemudian diambil jaringannya untuk diperiksa tumornya. 2.memotivasi keluarga agar Dukungan keluarga sangat klien untuk menurunkan dan membantu dalam diketahui sifat dari melihat langsung

mendampingi dan ketegangan memberi dorongan kecemasan. moril pada klien. 3.kenalkan yang penyakit sama kelompo Setelah dilakukan pendukung.
Kurangnya asupan

Sistem pendukung sangat efektif

pasien mengatasi masalah

yang ada disebelah kecemasan. memiliki yang sebagai Untuk mengidentifikasi

tindakan perawatan

gizi dari kebutuhan 2x24 jam, asupan 1.pantau: tubuh berhubungan gizi meningkat. dengan sakit saat Kriteria: menelan dan muntah

adanya

kemajuan

-observasi keadaan atau penyimpangan mual-muntah. makanan dapat Nyeri dapat sebagai pencetus timbulnya 2.lakukan kontrol nyeri. yang kurang sedap dapat 3.hindari merangsang muntah: bau hamis, busuk dll. Untuk mengetahui kemajuan minggu. dari bau- merangsang bauan yang dapat muntah. dari tujuan.

-porsi muntah. -tidak bb. -tidak penurunan

makanan -jumlah

dapat masuk tanpa yang terjadi sonde.

dimasukan leawat

penurunan hb dan

terjadi terhadap rasa nyeri. Bau-bauan

elastisitas kulit.

4.kontrol bb setiap keadaan gizi klien. Setelah


Devisit diri berhubungan 2x24

diberi jam, klien 1.laksanakan

Faktor gizi sebagai pencetus ketat klien. memnuhi klien terhadap penurunan kondisi

perawatan tindakan perawatan

dengan kondisi yang dapat

melakukan dengan

lemah dan terpasang sebagian pearwatan tindakan untuk alat-alat medis.. diri dan dalam asupan gizi. Untuk

waktu klien mandiri. Kriteria:

seminggu dapat 2.bantu menyediakan makanan, air minum, air mandi,

kebutuhan sehari-hari.

-menyisir sendiri. sebagian tubuhnya. -bak sendiri. dan

-mengelap bagian alat untuk bak,bab. Dengan melakukan aktivitas di tt. 4.latih duduk, merasa mampu untuk percaya berdiri kemampuan latihan lebih dan akan yang bab 3.bantu untuk bertahap klien akan

secara bertahap.

dimiliki.

Pelaksanaan Waktu Senin, 2 april 10.00 1.menjelaskan tentang : Klien dan keluarga tampak memperhatikan A.penyakit klien merupakan tumor yang sangat Implementasi Respon dan perkembangan

terletak pada tenggorokan. Tumornya penjelasan perawat. Selanjutnya dapat mengganggu pernafasan dan klien menyatakan baru mulai proses menelan makanan. B.tim medis sedang pengecekan terhadap besar, sifat tumor dan tindakan selanjutnya. C.pemeriksaan yang direncanakan adalah memeriksa langsung keadaan tumor dengan memasukan alat ke tenggorokan dan mengambil sedikit jaringan untuk diperiksa. 2.memotivasi keluarga (istri) dari klien agar tetap mendampingi klien dan menanyakan kepada petugas tentang informasi yang dibutuhkan oleh klien. Tensi 100/70, nadi 84x/menit, rr 12.00 3.mengukur tensi, nadi, pernafasan dan 18x/meit suhu 36,6. suhu. bubur sari lewat sode, sari buah dan air. 5.menanyakan muntah. 6.menanyakan tentang keluhan yang 13.00 sedang dirasakan. 7.motivasi untuk istirahat. keadaan mual dan Tidak mual dan muntah. Bubur saring masuk 150 cc, sari 4.membantu untuk memasukan makanan buah 70 cc. mengerti tentang keadaan melakukan penyakit serta tindakan medis.

8.motivasi keluarga untuk membantu kilen duduk. Selasa 3 april 10.00 1.mengkaji keadaan tidur, makanan Tidur cukup, makanan habis sesuai dengan porsi yang diberikan di rumah sakit. 2.melatih untuk duduk. 3.memasukan makanan ekstra sari buah. 4.mengukur tanda-tanda vital 5.memasukan bubur saring dan obat oral. Tensi 100/70. Nadi 76/mnt, rr 12.00 18/menit. Bubur sari masuk 200 cc, sari buah 70 cc, obat vitamin puyer. Klien dapat duduk dan bertahan jam tampa pusing. Sari buah masuk 100 cc. yang masuk dan keluhan yang lain.

Evaluasi Tanggal: 3 april 2001 diagnosa keperawatan: Cemas berhubungan dengan kuranngya iinformasi tentang perkembangan penyakitnya dan rencana tindakan medis. s : klien mengatakan bahwa, penyakitnya adalah tumor pada tenggorokan. klien mengatakan siap untuk diperiksa apapun. o : wajah tampak rileks. tidur dan istirahat cukup tanda-tanda vital stabil a: cemas teratasi P: pertahankan kondisi klien dan teruskan komunikasi secara konsistenn jujur dan terbuka. Diagnosa keperawatan: kurangnya asupan gizi berhubungan dengan sakit saat

menelan dan muntah, dievaluasi tanggal 4 april 2001. Diagnosa keperawatan: Devisit perawatan diri berhubungan dengan kondisi yang lemas dan terpasang alatalat medis, dievaluasi tanggal 4 april 2001.

Daftar pustaka

Doenges m.e., (1992). Nursing care planes, f.a.davis caompany, philadepia. Lukman and soensens, (1993), medical surgical nursing, w.b. saunders, philadepia. Barbara engram, (1998). Rencana asuhan keperawatan medikal bedah. Egc, jakarta. Tucker m.s., (1998). Standar perawatan psien. Egc. Jakarta.

Pengkajian keperawatan Pengkajian dilakukan pada tanggal 9 april 2001 di ruang tropik infeksi pria rsud dr. Soetomo surabaya. Identitas nama : ramelan Umur : 63 tahun Jenis kel.: laki-laki Agama : islam Status :kawin Pekerjaan: sopir Alamat : kedung tarukan baru ivd/15 surabaya II. Status kesehatan saat ini tgl mrs ; 9 april 2001 sumber informasi: penderita penanggung jawab:agus priyanto (anak)

Alasan kunjungan ke rumah sakit. Diare tak sembuh-sembuh sejak 1 bulan. Keluahan utama Diare disertai perut mules-mules dan nyeri. Riwayat penyakit Penderita mengalami diare sejak 1 bulan yang lalu. Diare 5-6 kali disertai perut mulas, mual tetapi tidak mengalami panas, diare tanpa disertai darah dan lendir. Selama sakit penderita telah berobat ke dokter praktek swasta sebanyak 3 kali. Selama minum obat diarenya berkurang, tetapi setelah obatnya habis, diarenya kambuh lagi. Pada tanggal 3 april 2001, penderita berobat ke rumah sakit adi husada, penderita dianjurkan agar periksa ke rsud dr. Soetomo, sehingga penderita masuk ruang tropik laki tanggal 9 april 2001. Diagnosa medik: diare kronis Iii.riwayat kesehatanyang lalu Penyakit yang pernah diderita sebelumnya adalah tb paru pada tahun 1976, penderita telah menjalankan pengobatan paket dari puskesmas. Sekarang pendeita tidak ada

keluhan mengenai pernafasan. Pada 6 bulan yang lalu penderita pernah menjalankan operasi tumor pada daerah pantat. Kemudian dilanjutkan dengan radioterapi sebanyak 35 kali (terdokumentasi)

Iv.pengkajian sistem 1.sistem pernafasan Penderita bernafas nampak tenang dengan frekwensi 16 x/menit. Perkusi terdengar sonor di daerah paru dan tidak ada suara wezing maupun ronkhi. 2.sistem kardiovaskuler Kulit nampak pucat, kaki dingin, nadi 72 x/menit, tensi 110/70 mmhg, suhu 37 derajat celcius. Tidak ada pembesaran jantung dan suara tambahan. 3.sistem pencernaan Penderita mengeluh mual, perut mules-mules dan nyeri. Penderita nampak menyeringai. Bila makan nasi mau muntah, penderita lebih suka makan roti. Minum 5 gelas . Terpasang infus rl 20 tetes netes lancar. Pemeriksaan aukultasi : peristaltik meningkat 35x/menit. Tidak ada pembesaran hepar. 4.sistem perkemihan Kencing lancar tanpa rasa nyeri. Kencing ditampung dan bercampur feses. 5.sistem integumen Kulit tanpak pucat dan berkeringat, kaki dingin, turgor kurang elastis, kelopak mata agak cekung. Tidak ada keluhan nyeri pada persendian.gerak terbatas pada tempat tidur. 6.sistem neurologi Kesadaran compos mentis, reflek baik. 7.sistem pengelihatan Penderita menggunakan kaca baca +2. Komjungtiva merah. Reflek pupil baik,

isokor, tidak terdapat pembengkakan palpebra, lingkar mata biru dan agak cekung. 8.sistem pendengaran Tidak ada keluhan penurunan pendengaran. Pendengaran dalam batas normal. 9.sistem endokrin Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. Tidak ada riwayat kencing manis, hasil gula darah acak 166. 10.sistem reproduksi. Tidak ada nyeri pada organ seks dan tampak bersih. V. Aspek psikologis 1.penderita sangat terganggu dengan adanya mules-mules. 2.penderita sering bertanya mengenai diarenya yang tak sembuh-sembuh. 3.komunikasi lancar Vi. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan darah lengkap tgl: 9 april 2001 - hb :15,5 g/dl (150- 350)

- leuko : 7,7 (4,3 10,3) - trombo: 94 - glukosa acak: 166 (<200) - sgot : 40 (<25) - kalium : 3,88 (3,8 5) - natrium : 139 (136 144). Rencana pemeriksaan lab. Feses lengkap Urine lengkap

Rencana pemeriksaan diagostik - kolonoskopi Therapi:

Kotrimoksasol 480 mg 2 x 2 tablet Infus rl 20 tetes/menit

Analisa data tanggal 9 april 2001 Data Data subyektif; -mengeluh diare 5-6x -mengeluh lemas -minum 1000 ml Data obyektif: -peristaltik 35x -akral dingin -mata cekung -turgor menurun Data subyektif: -mengeluh lemas, mual -mengeluh makan. tidak nafsu Mual-mual dan anoreksia. Nutrisi kurang dari Penyebab Masalah Kehilangan cairab Defisit voluma cairan . berlebihan dan penurunan intake.

kebutuhan.

Data obyektif.: -makan 4 sendok -pend.tampak lemah dan pucat. Data subyektif; diare tak sembuh-sembuh. Data obyektif: -tampak gelisah -sering menyeringai -berkeringat. Kurang diarenya.. pengetahuan Cemas. penyebab

-sering bertanya mengenai tentang

Data subyektif: -mengeluh lemas Data obyektif: -terpasang infus -bab di tempat tidur -mandi,makan,minum dibantu.

Kondisi yang masih lemah Defisit perawatan diri. dan dampak penggunaan selang infus

Diagnosa keperawatan 1. Defisit voluma cairan berhubungan dengan kehilangan cairan dan penurunan intake. 2. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual-mual, anoreksia. 3. Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang penyebab diarenya.. 4. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kondisi lemah, terpasang infus. Rencana keperawatan tanggal 9 april 2001 No Diagnosa kep. Tujuan Intervensi 1 Devisit voluma Setelah tindakan 1.observasi masukan cairan berhubungan keperawatan selama 24 dengan cairan penurunan ditandai dengan: -turgor menurun. -mukosa kering -akral dingin dan terpenuhi, kriteria ; intake, -turgor baik -mukosa tetap basah -mata tidak cekung -bj 1,025. plasma normal

dan

keluaran cairan tiap 6 jam. suhu tiap3 jam. 3.pantau tiap hari. 4.jelaskan kebutuhan mencegah hipovolumik. 5.motivasi menyediakan dan anjurkan air keluarga minum penderita pentingnya cairan untuk syok hasil laporan elektrolit dan berat badan

kehilangan jam kebutuhan cairan 2.observasi nadi, tensi dan

mulut -akral hangat

minum sesering mungkin. 6.pertahankan tetesan infus 20 tetes/menit .

7.bila

perlu

lakukan bj plasma

pengukuran cairan. 2. Nutrisi kurang dari Setelah kebutuhan berhubungan dengan 24 ditandai dengan: -lemah, pucat. -makan sendok makan. -mengeluh nafsu makan. hanya jam, tindakan 1.jelaskan makanan penyembuhan tahan tubuh. kebutuhan terpenuhi, makan

untuk mengetahui defisit

pentingnya untuk dan daya

tubuh perawatan selama 2 x

mual dan anoreksia, nutrisi -nafsu 4 meningkat. makan. tidak -tidak

dengan kriteria;

2.observasi jumlah makanan yang makan. keluarga untuk menyediakan terjadi makanan dikonsumsi setiap

setiap -makan 1 porsi setiap 3.motivasi

yang disukai penderita asal tidak merangsang diare. 4.bila perlu usulkan dalam pemberian anti emetik. 5.bila perlu usulkan nutrisi pemenuhan perenteral. 6.timbang bb.

penurunan bb.

Cemas berhubungan Setelah dengan penyebab

tindakan 1.jelaskan

penyebab

dan

kurang perawatan selama 24 diarenya, dengan kriteria: -mengerti tentang

proses penyakit diarenya. mengenai yang pemeriksaan kolonoskopi. 3.hindari penekanan daerah perut seminimal mungkin untuk peningkatan usus.. 4.hindari makanan yang dapat merangsang peristaltik menghindari peristaltik

pengetahuan tentang jam, cemas berkurang 2.jelaskan ditandai dengan: tentang diarenya. -berkeringat. -tampak gelisah.

direncanakan: fl, ul dan

-sering menanyakan penyakit diarenya. penyebab -tidak gelisah. -cukup tidur malam -tidak menyeringai

usus. 6.dampingi penderita dan dengarkan keluhannya. 7.kaji kecukupan tidur siang maupun malam hari. Defisit 4. diri dengan dan infus. perawatan berhubugan Selama kelemahan kebutuhan terpasangnya makan, terpenuhi, kritteria: -cukup bersih dengan waktunya perawatan 1.libatkan mandi, minum keluarga dalam menyediakan alat mandi, makan-minum. penderita untuk melakukan sendiri sebatas kemampuannya. kesempatan sesuai pada dengan makan, penderita untuk melakunan sendiri kemampuannya:

dengan 2.motivasi

-makan, minum sesuai 3.beri

mengelap bagian tubuh. 4.lakukan perubahan posisi tiap 2 jam untuk mencegah dekubitus dan kontraktur.

Tindakan keperawatan dan perkembangan 1. Dx: devisit voluma cairan berhubungan dengan kehilangan cairan dan penurunan intake. Hari Tgl Jam Senin 9-4-01 08.00 Menanyakan frekuensi diare pada Frekuensi diare rata-rata 5-6x/hari. hari sebelumnya dan jumlah cairan Jumlah cairan yang diminum 5 yang telah diminum pada hari gelas (800-1000cc) Tindakan keperawatan Respon dan perkembangan

terakhir. Mengobservasi tensi, nadi, suhu Tensi: 110/70 mmhg, nadi 72x/mnt, suhu: 37 derajat celcius. 09.00 Menjelaskan pentingnya cairan untuk Penderita dan keluarga menyatakan mencegah hipovulomik. Motivasi keluarga untuk Telah tersedia minuman. membantu memberi menyediakan minuman (aqua). Motivasi penderita minum sesering Keluarga mungkin. 11.00 12.00 Mengganti cairan infus rl fles iii. Mengobservasi tensi,nadi,suhu keluar. Mengobservasi dehidrasi. tanda-tanda Mukosa bibir basah, akral hangat, lingkar mata masih biru,tetapi tidak cekung. Selasa 10 04 08.00 semalam dan jumlah cairan yang diminum.. Momotivasi penderita supaya tetap 09.00 minum sesering mungkin. Mengobservasi tensi,nadi, suhu Af infus sementara oleh karena plebitis. 12.00 Memantau jumlah intake dan autput. Dan momotivasi agar Cairan masuk 1500, cairan keluar 1000 beserta feses. meningkatkan minum. Tensi 110/70, nadi 76, suhu 36,5 Diare masih tetap.minum hanya 2 Menanyakan frekuensi diare selama gelas (350 ml) minumdan pend.minum 1 gelas. Infus netes 20 tetes/menit Tensi 110/70mmhg, nadi 76, suhu terjadinya syok bisa mengerti.

Memantau jumlah cairan masuk- 36,5.

Memantau tanda-tanda dehidrasi.

Penderita basah,akral cekung

tidak hangat,

lemas,mukosa mata tidak

Rabu 11-04 08.00 malam. 09.00 Mengobservasi tensi,nadi,suhu Motivsi penderita dan keluarganya mempertahankan agar tetatp minum 12.00 1500-2000cc/perhari. Turgor baik,mukosa basah, mata Mengobservasi tanda-tanda dehidrasi tidak cekung. dan tensi, nadi, suhu. 2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual-mual dan anoreksia. Hari Tgl Jam Senin 09-04 08.00 Mengkaji jumlah dimakan saat makan. Mengkaji dimakan. Menanyakan tentang penurunan berat Penderita mengakui mungkin sudah badan selama sakit. 09.00 Menjelaskan tahan pentingnya dan ada penurunan berat badan,namun tidak diketahui secara pasti. fungsi Penderita dan keluarga mengerti proses untuk penyembuhan dan makanan untuk meningkatkan daya tentang pentingnya fungsi makanan tubuh penyembuhan. Menjelaskan jenis makanan yang dapat merangsang mual seperti meningkatkan daya tahan tubuh. makanan yang makanan yang Setiap makan nasi hanya bisa masuk 3-4sendok oleh karena mual. bisa Penderita hanya dapat makan roti. Tindakan keperawatan Respon dan perkembangan Frekuensi diare sudah mulai Menanyakan frekuensi diare tadi berkurang dan jumlahnya tidak tidak seperti kemarin. Tensi 110/70,nadi 80,suhu 36,8.

makanan yang banyak mengandung lemak, makanan pedas dan asam. Makanan yang cocok untuk mengurangi mual seperti makanan roti yang kering dan makanan yang masih hangat. Memotivasi makan. 12.00 Membantu menyediakan makanan Penderita hanya bisa makan nasi 5 dari rumah sakit. Memotivasi dan penderita saat makan. Selasa 10-4. 08.00 09.00 12.00 Menanyakan tentang keluhan mual Penderita masih merasa mual. dan jumlah makanan yang bisa Penderita mau makan bubur lebih dimakan semalam. Memotivasi keluarga agar banyak daripada nasi. sendok. Tetapi bisa makan roti 2 mendampingi potong. keluarga untuk membantu dan mendampingi saat

menyediakan roti yang kering. Mendampingi penderita makan siang. Penderita bisa menghabiskan bubur sesuai porsi dari rumah sakit.

Rabu 11-04 08.00 Mengkaji keluhan mual dan jumlah Penderita menyatakan rasa mual makanan semalam. Mengobservasi lemas, atropi. 12.00 rumah sakit. Makanan yang disediakan habis Menyediakan makanan sesuai porsi dengan susunan menu:nasi putih 1 piring, sayur bayam bening,lauk konjungtiva yang telah dimakan sudah mulai hilang. Tadi malam penderita sudah dapat tanda-tanda makan nasi. pucat. Otot duduk. Dan konjungtiva merah.

kekurangan nutrisi, seperti: badan Penderita nampak segar dan mulai

Memotivasi agar menghabiskan porsi telur dan tahu. makanan.

3. Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang penyebab diarenya. Hari Tgl Jam Senin 09-04 08.00 Menjelaskan proses penyakitnya, Penderita dan keluarganya mengerti bahwa terjadinya diare mungkin keadaan penyakitnya. disebabkan akibat penyinaran. Untuk mengetahui secara pasti masih diperlukan beberapa pemeriksaan : pemeriksaan ke dalam perut. 09.00 Libatkan tentang dimengerti. Menghindari penekanan pada daerha Penunggu tidak menenkan daerah perut seminimal mungkin. Melaksanakan rencana untuk perut. keluarga hal-hal yang untuk Istrinya mendampingi.. belum feses,urine dan kolonoskopi dengan memasukan alat Tindakan keperawatan Evaluasi

mendampingi dan segera tanyakan

pemenuhan nutrisi: hindari makanan pedas, asam dan yang berlemak. 12.00 Mengkaji kebutuhan istirahat. Penderita istirahat. menyatakan dapat

Selasa 10-04 08.00 Mengkaji lamanya tidur semalam. Penderita belum dapat tidur Menjelaskan bahwa diarenya tidak sepenuhnya. bisa hilang secara mendadak, pelan- terbangun. pelan dan butuh waktu yang lebih lama. 10.00 Mengobservasi penderita. 12.00 Mengkaji dan pucat. Rabu 11-04 08.00 Mengkaji keadaan tidur semalam. Menanyakan mules pada perutnya. 10.00 12.00 Mengobservasi siang hari. keadaan Penderita dapat tidur mulai jam 22.00 04.00. Kadang-kadang terbangun. Mules sudah berkurang dan tidak seperti hari-hari sebelumnya. istirahat Penderita nampak segar. Tetapi lingkar mata masih biru. tanda-tanda keadaan istirahat Penderita nampak rileks dan kadang-kadang tidur. penurunan Lingkar mata masih nampak biru, Kadang-kadang

kondisi seperti: lingkar mata, lemas, lemas berkurang.

4. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan dan terpasang infus. Hari Tgl Jam Senin 09-04 08.00 Memotivasi menyediakan Memotivasi keluarga peralatan penderita untuk Tersedia minuman dekat pasien. untuk untuk Tindakan keperawatan Evaluasi

mandi,makan,minum.

melakukan

kegiatan

sebatas

kemampuan ditempat tidur. 09.00 Memotivasi untuk melakukan miring ke kiri dan kanan setiap2 jam. 12.00 Memotivasi untuk menggerakan Penderita makan sendiri tampa disuapi.

tangan, jeliji secara aktif. Selasa 10-04 09.00 11.00 Membantu untuk miring kri.

Penderita melakkuan dan dibantu minimal. Penderita melakukan sendiri miring ke kanan.

12.00

Penderita duduk.

makan

dalam

posisi

Rabu 11-04 08.00 Mengobservasi decubitus. Memotivasi untuk duduk. 10.00 12.00 Penderita Penderita duduk. Evaluasi 1. Defisit voluma cairan berhubungan dengan kehilangan cairan dan penurunan intake. Tanggal: 10 april 2001 dudukdengan makan dalam dibantu posisi tanda-tanda Tidak terdapat lecet pada punggung.

oleh keluarganya.

Subyektif: Menyatakan mual sudah berkurang Menyatakan tidak lemas Menyatakan dapat minum lebih banyak (1 botol aqua 1500 cc)

Obyektif: Mukosa mulut lembab Mata cukup berair Turgor kulit elastis Akral hangat Tensi 110/70,nadi 76 kuat, suhu 36,5.

Analisi: kebutuhan cairan cukup terpenuhi dan tidak terjadi dehidrasi. planning: teruskan dan pertahankan rehidrasi sesuai dengan rencana. 3. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual-mual dan anoreksia. Tanggal: 11 april 2001 Subyektif: Menyatakan tidak mual dan nafsu makan sudah ada. Menyatakan makan bubur habis i porsi setiap makan. Tidak mengeluh lemas. obyektif: analisi: kebutuhan nutrisi sebagian terpenuhi. Makan siang habis 1 porsi Penderita sudah mulai duduk - lingkar mata masih nampak biru.

planning: tingkatkan asupan nutrisi dan pantau jumlah makanan setiap habis makan. 2. Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyebab diarenya yang tak sembuh-sembuh. Tanggal : 10 april 2001. Subyektif: Menyatakan mengerti penyebab diarenya. Menyatakan dapat istirahat dan tidur malam hari.

Obyektif: Tidak gelisah Tidak menyeringai Nampak tenang.

Analisis: Cemas teratasi

Palnning: -tetap perhatikan setiap keluhan penderita. 4. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan dan terpasanga selang infus. Tanggal: 11 april 2001 Subyektif: obyektif; Menyatakan lemas hilang Menyatakan belum bisa turun dari tempat tidur.

analisis: -

Masih terpasang infus Penderita nampak bersih Makan dan minum masih dibantu. Penderita bisa duduk sendiri tanpa dibantu.

Sebagian masalah teratasi, penderita masih perlu dibantu.

palnning: Bantu menyiapkan alat-alat mandi, makan dan minum. Beri kesempatan untuk makan sendiri tanpa disuapi.

Diare Diare didefinisikan sebagai suatu peningkatan frekuensi, keenceran dan voluma tinja. Diare terjadi sebagai akibat peradangan pada membran mokusa saluran pencernaan yaitu lambung dan usus. Di samping itu itu diare dapat terjadi pada seseorang yang mengalami stress dan malabsorbsi. Sebagai akibat dari gastro enteritis dapat disebabkan oleh 2 golongan mikro organisme yaitu: 1. Virus : parvo virus, rota virus

2. Bakteria : escheria coli, cholera. Shigela dan compilobakter. Patofsiologi ]

1. Shigela, escheria coli - menghasilkan toksin - bekerja pada usus - inflamsi lokal - diare. 2. Shigela, compilobakter - penetrasi pada sel - destrukdi, nekrosis, ulcerasi - diare - lekusit +, eritrosit +. 3. Virus - menepel pada epitel mukosa - sel vili rusak -malabsorbsi - diare.

Motilitas meningkat - sekresi cairan ke rongga usus. Menetukan derajat dehidrasi: 1. Dehidrasi ringan/sedang : rasa haus ingin minum banyak, turgor kembali lambat, mata cekung, gelisah dan rewel dan mulut kering atau kehilangan cairan 5% s.d 10%bb. 2. Dehidrasi berat : tidak ada rasa haus, lesu, lunglai, tidak sadar,mulut sangat kering, mata sangat cekung atau kehilangan cairan >10% bb. Pengelolaan 1. Rehidrasi : oral dan infus 2. Kausal : antibiotika 3. Simptomatik: panas,mual Fokus pengkajian 1. Faktor resiko: 2. Gejala Mual, muntah, diare, peningkatan suhu tubuh. Shigela: bab ada darah, mukus +, bab 5x/hari Compilobakter: bab bau amis, darah +, bab > 20x/hari E.choli: bab kadang-kadang campur darah/mukus. Jumlah penduduk ramai Sanitasi jelek Makanan yang terkontaminasi

3. Pemeriksaan fisik a. Palpasi: Abdomen terasa lunak Elastisitas kulit menurun Mukosa mulut kering Hypotensi

b. Auskultasi: motilitas usus meningkat 4. Pemeriksaan laboratorium Feses lengkap Darah: bj plasma, faal ginjal,elektrolit.

Diagnosa keperawatan 1. Devisit voluma cairan berhubungan dengan kehilangan cairan, penurunan intake. 2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mula-mual, anoreksia. Rencana keperawatan Diagnosa keperawatan: Devisit voluma cairan berhubungan dengan kehilangan cairan dan penurunan inktake. Tanda: Penurunan bb Elastisitas kulit jelek Keluaran urine pekat Bj plasma menurun Turgor baik Tidak ada penurunan bb Nilai elektrolit dalamrentang normal. Intervensi Rasional

Kriteria evaluasi:

Lakukan pemamtuan terhadap: Intake-autput setiap 8 jam Hasil laporan elektrolit Bb setiaphari Feses (jumlah,

Untuk mengevaluasi kefektifan saluran pencernaan dan dilakukan. therapi yang sudah

konsistensi,warna) Mnecegah dehidrasi lebih lanjut dan 2.motivasi dan tingkatkan rehidrasi oral. 3.hindari penguuran suhu rektal 4.berikan anti diare sesuai program. 5.evaluasi efektifitas obat dab efeks samping. 6.hindari makanan yang dapat merangsang peristaltik usus: asam, pedas dll. 7.programkan cairan infus sesuai programmedis Makanan asma, pedas dapat merangsang peristaltik usus. menentukan kecukupan cairan elektrolit. Mencegah peningkatan peristaltik usus.

Diagnosa keperawatan: Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual-mual dan anoreksia. Tanda: Penurunan bb progresif Kelemahan Anemia Penurunan bb tidak berlanjut. Keluhan kelelahan berkurang. Intervensi 1.pantau: setiap makan. - Timbang bb setiap hari - Hasil pemeriksaan kimia darah. Rasional Untuk mengevaluasi keefektifan saluran

Kriteria evaluasi:

- Jumlah makanan yang dikonsumsi pencernaan dan therapiyang dilakukan.

2.berikan diet tktp dan hindari makanan Untuk memberikan asupan sesuai dengan pedas, asam dan merangsang. kebutuhan . Makanan pedas, asam adalah iritan terhadap lambung. 3.jamin lingkungan yuang nyaman dan Untuk mengurangi mual oleh bau-bauan bebas dari bau saat makan. yang kurang sedap.

4.berikan anti emetik yang diresepkan 30 Mualme menambah anoreksia. menit sebelum makan. 5.lanjutkan therapi cairan yang telah diberikan.

Daftar pustaka Capernito l.j., (1997). Nursing diagnosisi, jb lippincort, philadelpia. Doenges m. At al, (1993). Medical-surgical, f.a. davis, philadelpia. Engram b. (1996). Rencana asuhan keperawatan medikal bedah, egc, jakarta. Joyce m.b., estner m.j., (1993). Medical surgical, wb saunders company, philadelpia. -----------(1988), buku ajar diare untuk pendidikan keperawatan, depkes ri, jakarta.