Anda di halaman 1dari 5

Arus starting motor listrik biasanya adalah sekitar empat hingga tujuh kali lebih besar dari arus

nominalnya. Kenapa? Karena motor listrik membutuhkan torsi awal yang besar agar dapat melawan inersianya dan inersia bebannya dari keadaan diam. Torsi adalah proporsional dengan kuadrat fluks. Fluks adalah perbandingan tegangan dan frekuensi. Tegangan memiliki hubungan sebanding dengan arus. Pada akhirnya, torsi besar berarti akan membutuhkan konsumsi arus yang besar juga. Nah, berikut adalah pembuktian singkat mengapa arus starting star-delta lebih kecil daripada saat DOL.

Kelihatan dari penurunan persamaan-persamaan di atas bahwa arus star adalah tiga kali lebih kecil dari arus deltanya (rangkaian DOL). Ini juga menandakan bahwa torsi awal saat star akan lebih kecil 1/3 daripada DOL (saat rangkaian delta). Catatan: Satu dari beberapa hal yang perlu diingat sebelum memutuskan untuk memilih starter stardelta adalah pastikan bahwa pengurangan torsi karena rangkaian star saat starting masih memungkinkan beban bisa diputar oleh motor listrik. Kontrol ini kurang ekonomis untuk beban yang membutuhkan torsi awal besar dari 40% karena kita harus menggunakan frame size yang lebih besar dari seharusnya.

Definisi Sesuai namanya, soft starter, kontrol pengasut motor jenis digunakan untuk memperlembut startdan stop dari pengoperasian motor. Disamping kelembutannya, soft starter juga memungkinkan arus starting yang lebih kecil daripada DOL. Startup: Tegangan ke motor akan diturunkan oleh thyristor agar arus dan torsi starting menjadi lebih kecil daripada saat diberikan tegangan nominalnya. Hal ini bisa dijelaskan berdasarkan hubungan fluks, tegangan, dan torsi yang proporsional sebagaimana formula berikut ini. Fluks = Tegangan/Frekuensi Torsi = Konstanta*Fluks*Ampere Kerja Saat pengasutan awal ini torsi motor cukup rendah sehingga hanya sangup melakukan sedikit gaya terhadap bebannya (tidak sekuat dan sekasar starting DOL). Normal: Tegangan dan torsi secara bertahap akan ditingkatkan ke nilai nominalnya sehingga mesin akan mendapatkan akselerasi hingga beroperasi normal. Kelebihan Kemungkinan pengaturan torsi sesuai kebutuhan baik untuk aplikasi berbeban atau tidak. Torsistarting penuh pada prinsipnya masih tersedia namun tidak seganas DOL karena prosedur startup-nya memperlakukan beban mekanikal lebih lembut. Oleh karenanya, mengurangi biaya perawatan atau memperpanjang umur beban mekanikal tadi. Fitur Soft stop dalam aplikasi pompa dapat meminimalkan efek water hammering saat aliran pompa dimatikan tiba-tiba jika menggunakan DOL atau star-delta.

Kode Tingkat Pengaman Motor Listrik


Pada peralatan listrik umumnya terdapat name plate atau sebuah plat yang terdapat penjelasan mengenai karakteristik dari peralatan tersebut, seperti tegangan kerja, arus, frekuensi, tingkat isolasi dan lainnya, juga tertera simbol atau logo yang berhubungan dengan tindakan pengamanan, lihat gambar-1. Simbol pada peralatan listrik tersebut dibagi menjadi 3 tingkatan/klas, yaitu: Klas I memberikan keterangan bahwa badan alat harus dihubungkan dengan pentanahan. Klas II menunjukkan alat dirancang dengan isolasi ganda dan aman dari tegangan sentuh.

Klas III peralatan listrik yang menggunakan tegangan rendah yang aman, contoh mainan anak-anak.

Motor listrik bahkan dirancang oleh pabriknya dengan kemampuan tahan terhadap siraman langsung air, lihat gambar-2. Motor listrik jenis ini tepat digunakan di luar bangunan tanpa alat pelindung dan tetap bekerja normal dan tidak berpengaruh pada kinerjanya. Name plate motor dengan IP 54, yang menyatakan proteksi atas masuknya debu dan tahan masuknya air dari arah vertikal maupun horizontal.

Ada motor listrik dengan proteksi ketahanan masuknya air dari arah vertikal saja gambar-3a, sehingga cairan arah dari samping tidak terlindungi. Tapi juga ada yang memiliki proteksi secara menyeluruh dari segala arah cairan gambar-3b. Perbedaan rancangan ini harus

diketahui oleh teknisi karena berpengaruh pada ketahanan dan umur teknik motor, disamping harganya juga berbeda. Simbol Indek Proteksi Alat Listrik

Kode IP (International Protection) peralatan listrik menunjukkan tingkat proteksi yang diberikan oleh selungkup dari sentuhan langsung ke bagian yang berbahaya, dari masuknya benda asing padat dan masuknya air. Contoh IP X1 artinya angka X menyatakan tidak persyaratan proteksi dari masuknya benda asing padat. Angka 1 menyatakan proteksi tetesan air vertikal. Contoh IP 5X, angka 5 proteksi masuknya debu, angka X tidak ada proteksi masuknya air dengan efek merusak. Tabel-1 merupakan contoh simbol Indek proteksi alat listrik yang dinyatakan dengan gambar.

Data Elektrik Phase HP / KW Hz / Frequency RPM / putaran per menit Voltage / Tegangan Amperage (F.L.A) full load motor current Power Factor Maximum ambient temperature in centigrade (+40.C = 104.F) Temperature Rise Service Factor Altitude Duty Rating Insulation Class Code - indicate kVA / horsepower