Anda di halaman 1dari 23

TUGAS PEMROGRAMAN SISTEM DIGITAL

RANGKAIAN DADU ELEKTRONIK


Ir. H. Tahir Ali

Disusun Oleh : ADILAH AFRIANTY SAID D410 06 004

UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS TEKNIK JURUSAN ELEKTRO PROG. D3 PROFESIONAL SUB. PROG. TEKNIK INFORMATIKA (TF) 2008

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

BAB I PENDAHULUAN

Saat ini penggunaan dadu tidak hanya terbatas pada permainan anakanak saja, penggunaan dadu dewasa ini telah telah banyak merambah keberbagai bidang walau dalam bentuk yang sedikit berbeda. Akan tetapi pada dasarnya peralatan tersebut memiliki prinsip dasar yang sama dengan dadu biasa. Undian-undian yang sering kita lihat dilayar televisi misalnya, pada dasarnya untuk mengundi beberapa nomor telepon atau SMS dari pemirsa itu dapat kita lakukan dengan menggunakan suatu alat yang prinsipnya sama seperti dadu biasa. Akan tetapi dadu disini tidak bekerja secara manual tetapi secara digital, sehingga untuk mengundi beberapa nomor telepon pemirsa dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, selain itu karena pengundian dilakukan oleh alat elektronika, maka jumlah nomor yang diundi tidak terbatas pada 6 nomor saja akan tetapi jumlah tersebut dapat ditambah tergantung dari kemampuan rangkaian elektronik yang kita gunakan. Selain digunakan untuk mengundi nomor telepon, maka prinsip dasar dadu dapat pula digunakan untuk mengacak soal-soal pertanyaan yang biasa dilakukan oleh kuis-kuis di TV. Disamping kedua contoh diatas masih banyak lagi hal-hal yang dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan suatu alat yang memiliki prinsip dasar seperti dadu. Untuk mengacak berbagai nomor telopn atau pertanyaan pada kuis-kuis alat yang digunakan mempunyai rangkaian yang cukup kompleks. Akan

Adilah Afrianty Said D410 06 004

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

tetapi untuk keperluan permainan anak-anak, maka kita dapat membuat suatu dadu elektronik yang memiliki rangkaian yang sangat sederhana. Rangkaian dadu elektronik untuk permainan anak-anak bekerja persis sama dengan dadu biasa, yaitu mengundi unculnya angka 1 sampai dengan angka 6. Keuntungan yang diperoleh dari rangkaian dadu elektronik ini antara lain: Untuk melakukan pengundian dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, karena untuk mengundi pemain cukup menekan saklar sesaat. Undian yang dilakukan lebih adil jika dibanding dadu manual. Selain itu dapat mencegah kecurangan dari seorang pemain, seperti yang sering terjadi pada permainan yang menggunakan dadu manual. Karena rangkaian dadu elektronik ini telah dilengkapi oleh suatu tampilan desimal (seven segment), maka kita tidak perlu lagi bersusah payah untuk menerjemahkan nomor yang naik karena bilangan desimalnya akan tampak langsung pada seven segment. Tidak seperti pada dadu manual yang setiap angka diwakili oleh jumlah titik yang berbeda, sehingga undian yang naik perlu untuk diterjemahan lagi. Dalam permainan yang menggunakan dadu biasa sering kali terjadi kesalahan pembacaan karena titik titik yang terdapat pada dadu tersebut telah pudar warnanya. Hal tersebut dapat dihindari pada penggunaan dadu elektronik karena selama supply daya ke rangkaian tetap terjaga maka angka yang tertera pada tampilan seven segment akan tampak

Adilah Afrianty Said D410 06 004

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

dengan jelas. Bahkan anak-anak akan lebih menyukainya karena dadu ini dapat tetap digunakan walaupun ditempat yang gelap. Biaya yang diperlukan untuk pembuatan rangkaian dadu elektronik ini relatif murah dan dapat digunakan selama rangkaian masih berfungsi dengan baik dan dapat dibuat dengan ukuran yang kecil sehingga mudah dibawah kemana-mana, tidak seperti pada dadu manual yang harus diganti karena mata dadu yang digunakan relatif kecil dan sering dihilangkan oleh anak-anak..

Selain memiliki beberapa kelebihan, rangkaian dadu elektronik ini juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu antara lain: Kerja dari dadu elektronik ini tergantung dari supply daya ke

rangkaian, sehingga dalam jangka waktu tertentu perlu dilakukan penggantian battery. Untuk permainan yang menggunakan dua mata dadu sekaligus

lebih efisien jika menggunakan dadu biasa, karena untuk keperluan itu kita juga harus menggunakan dua rangkaian dadu elektronik, kecuali jiga pengundian dilakukan secara dua kali.

Adilah Afrianty Said D410 06 004

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

BAB II TEORI DASAR Dadu Elekronik untuk permainan anak-anak, seperti halnya dengan dadu yang lazim kita kenal, merupakan suatu rangkaian yang dapat mengacak munculnya angka 1, 2, 3, 4, 5, 6 dengan peluang yang sama besar. Pada dasarnya rangkaian dadu elektronik ini merupakan suatu rangkaian counter yang dapat mencacah dari angka 1 sampai 6 secara berualang ulang ( 1, 2, 3, 4, 5, 6, 1, 2, 3, dst ). Secara keseluruhan rangkaian dadu elektronik ini tersusun dari 4 bagian rangkaian yang berbeda, yaitu : Rangkaian Pendetak/Clock, Rangkaian Counter, Rangkaian Decoder, dan Display Output. Diagram blok dari rangkaian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

CLOCK

SAKLAR

COUNTER

7-SEGMENT & DISPLAY

A.

Rangkaian Pendetak (CLOCK) Untuk membangun sebuah rangkaian clok pada permainan elektronik ini digunakan sebuah IC 555, yang dioprasikan sebagai multivibrator astabil. Gambar dibawah adalah bagan skematik pewaktu IC NE 555 yang

disederhanakan. Dari gambar tampak bahwa pembanding pertama mempunyai sebuah masukan ambang (kaki 6) dan sebuah masukan kendali (kaki 5). Pada banyak pemakaian, masukan kendali tidak digunakan, sehingga tegangan kendalinya sama dengan +2 Vcc/3. Apabila nilai tegangan ambang lebih besar dari tegangan kendali, maka keluaran dari

Adilah Afrianty Said D410 06 004

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

pembanding/komparator akan menjadi tinggi dan keluaran pembanding ini akan menset flip-flop. Kolektor dari transistor pembuang dihubungkan ke kaki 7. Bila penyemat 7 ini dihubungkan dengan capasitor eksternal, maka keluaran Q yang tinggi dari flip-flop akan menjenuhkan transistor dan mengosongkan kapasitor. Bila Q rendah, transistor akan berfungsi sebagai saklar terbuka dan kapasitor akan diisi. Sinyal output (kaki 3) diambil dari sinyal komplementer Q dari flipflop. Bila eksternal reset (kaki 4) ditanahkan maka alat akan tidak bekerja. Set/reaset ini terkadang amat berguna akan tetapi pada banyak pemakaian reset luar ini tidak digunakan dan kaki 4 dari IC dihubungkan langsung dengan catu daya. Masukan pembali pada komarator kedua merupakan pemicu / trgger (kaki 2). Karena dihubungkan dengan pembagi tegangan, maka masukan tak membalik mempunyai tegangan tetap + Vcc/3. bila tegangan masuk pemicu sedikit lebih rendah dari + Vcc/3 maka keluaran dari komparator 2 akan menjadi tinggi dan akan mereset flip-flop.

Adilah Afrianty Said D410 06 004

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

B.

SAKLAR Saklar berfungsi untuk mengatur sinyal detak yang akan masuk dari

rangkaian clock ke rangkaian counter IC 74192. Apabila tombol saklar ditekan, maka counter akan terus mencacah dengan frekuensi yang cukup tinggi. Pada saat tombol saklar dilepas maka counter akan berhenti mencacah dan nilai cacahan biner terakhir akan disimpan dalam flip-flop pada counter IC 74192.

C.

Rangkaian Pencacah (COUNTER) Ada dua macam pencacah (counter) yaitu pencacah asinkron dan

pencacah sinkron. Kedua jenis ini berbeda dalam hal masukan sinyal detaknya dan kemampuannya dalam mencacah. Dalam rangkaian dadu elektronik ini kita menggunakan suatu pencacah singkron yang terdapat dalam sebuah IC 74192. IC 74192 ini merupakan UP/DOWN counter, sehingga dapat mencacah naik, maupun mundur sesuai pengaturannya. Akan tetapi dalam rangkaian dadu elektreonik IC 74192 diatur sebagai UP COUNTER saja. IC 74192 juga merupakan suatu PENCACAH PRESETABEL atau pencacah yang dapat dipreset. Pencacahan dapat dimulai dari bilangan yang lebih besar dari nol. Pada gambar dibawah merupakan IC 74192 beserta gambar rangkaian dalammya, pencacahan dimulai dari D C B A, suatu bilangan biner antara 0 0 0 0 dan 1 1 1 1.

Adilah Afrianty Said D410 06 004

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

LOAD merupakan saluran kendali dari IC 74192. bila masukan dari saluran LOAD tinggi, semua gerbang-gerbang NAND memiliki keluaran tinggi. Sehingga masukan preset dan clear dari setiap flip-flop menjadi tidak aktif, yang mengakibatkan rangkaian akan mencacah. Masukan data dari D sampai A sama sekali tidak memberikan pengaruh karena gerbang-gerbang NAND tidak aktif. Pada waktu saluran LOAD mendapat masukan rendah, masukan masukan data D C B A akan lolos melewari gerbang NAND dan melakukan preset terhadap pencacah sehingga keluaran Qd Qc Qb Qa dari pencacah akan menjadi D C B A. Pada rangkaian dadu eletronik IC 74192 digunakan sebagai suatu pencacah modulus-6, yang mulai mencacah dari bilangan biner 0 0 0 1 sampai 0 1 1 1, kemudian kembali lagi ke 0 0 0 1. hal ini dapat dilakukan dengan jalan mengumpan balikkan output Qc, Qb dan Qa ke masukam LOAD melalui suatu gerbang NAND-3 imput yaitu IC 7410.

74192 16 Up/Down Decade Counter BCD

Adilah Afrianty Said D410 06 004

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

PIN DESCRIPTION
No. PIN 3, 2, 6, 7 4 5 11 12 13 14 15, 1, 10, 9 8 16 SYMBOL QA sampai QD CPD CPU LOAD CARRY BORROW CLEAR DA sampai DD GND Vcc NAMA DAN FUNGSI Output Flip-Flop Input Clock DOWN COUNTER Input Clock UP COUNTER Asynchronous Parallel Load Input (Active LOW) / Input Kendali Output UP Counter Output DOWN Counter Asynchronous Reset Input Input Data Ground (0 Volt) Supply Tegangan Positif

Gambar rangkaian dalam IC 74192

Adilah Afrianty Said D410 06 004

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

7410

Triple Input NAND gate

D. Rangkaian & Display Seven Segment Seperti halnya pengkode, dekoder juga merupakan suatu penerjemah kode. yang terdiri dari rangkaian logika gabungan dengan beberapa masukan dan beberapa keluaran. Kebanyakan dekoder telah dipaketkan dalam suatu paket IC tunggal. Terdapa berbagai jenis rangkaian decoder, akan tetapi rangkaian decoder yang paling sering digunakan adalah rang kaian decoder

Adilah Afrianty Said D410 06 004

10

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

BCD-to DECIMAL DECODER dan rangkaian decoder BCD-to SEVEN SEGMENT DECODER. Rangkaian BCD to DECIMAL DECODER adalah rangkaian yang berfungsi mengontrol penampilan/displiay dari bilangan-bilangan sandi BCD (bilangan biner 4 bit) menjadi bilangan desimal yang biasa. Displainya biasanya berupa tabung angka (Nixie Tube) yaitu filamen-filamen yang berbentuk angka angka desimal 0 samapai 9. Dengan demikian rangkaian BCD to DECIMAL DECODER ini mempunyai sepuluh jalan keluaran, yaitu line 0, line 1, line 2, dan line 9, dimana masing-masing line tersebut bertugas untuk mengontrol filamen mana yang akan aktif/menyala. Decoder yang digunakan pada rangkaian dadu elektronik adalah rangkaian BCD to SEVEN SEGMENT DECODER. Seperti halnya rangkaian BCD to DECIMAL DEKODER, rangkaian decoder jenis ini juga menerjemahkan kode BCD 8421 kesuatu displai. Akan tetapi display atau tampilan yang dikontrol oleh dekoder jenis ini berupa unit praga yang terdiri dari 7 buah LED yang telah disusun sedemikian rupa sehingga dapat menampilkan bentuk-bentuk bilangan desimal. Ketujuh led tersebut biasanya telah dipaketkan dalam satu IC yang disebut SEVEN SEGMENT. Karena rangkaian decoder ini mengontrol display yang berupa seven segment maka terdapat 7 buah jalan keluaran, tidak seperti pada rangkaian BCD to DECIMAL DECODER yang memiliki 10 buah jalan keluaran. Contoh decoder jenis ini yang paling sering digunakan adalah IC 7447,

Adilah Afrianty Said D410 06 004

11

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

Adapun tabel kebenaran dari IC 7447 adalah sebagai berikut: BI/ MASUKAN LT H H H H H H H H H H H H H H H H X H L RBI H X X X X X X X X X X X X X X X X L X D L L L L L L L L H H L L L L L L X L X C L L L L H H H H L L L L H H H H X L X B L L H H L L H H L L H H L L H H X L X A L H L H L H L H L H L H L H L H X L X RBO KELUARAN a b c d e f G ON ON ON ON ON ON OFF OFF ON ON OFF OFF OFF OFF ON ON OFF ON ON OFF ON ON ON ON ON OFF OFF ON OFF ON ON OFF OFF ON ON ON OFF ON ON OFF ON ON OFF OFF ON ON ON ON ON ON ON ON OFF OFF OFF OFF ON ON ON ON ON ON ON ON ON ON OFF OFF ON ON ON ON OFF ON ON OFF ON ON ON ON ON OFF OFF ON OFF ON ON OFF OFF ON ON ON OFF ON ON OFF ON ON OFF OFF ON ON ON ON ON ON ON ON OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF ON ON ON ON ON ON ON

H H H H H H H H H H H H H H H H L L H

Dari tabel kebenaran diatas tampak bahwa apabila pada imput IC 7447 terdapat sebuah kode bilangan biner, misalnya kode biner dari desimal 5 yaitu 0 1 0 1 maka ketujuh keluaran IC 7447 yaitu a, b, c, d, e, f dan g, berturut-turut bernilai logika 1 0 1 1 0 1 1 . sehingga bila di

inputkan ke SEVEN SEGMENT akan menayangkan angka desimal 5 pada seven segment tersebut. Seven segment merupakan suatu alat praga yang tersusun dari 7 buah led yang diatur sedemukian rupa, sehingga dapat menampilkan bentukbentuk bilangan desimal tertentu. Selain bentuk bilangan desimal, seven

Adilah Afrianty Said D410 06 004

12

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

segment juga dapat menampilkan bentuk huruf tertentu tergantung iput yang diberikan pada kaki-kaki lednya. Ketujuh input yang masuk ke kaki a, b, c, d, e, f dan g dari seven segment biasanya diabil dari output suatu rangkaian decoder. Input dari decoder ini yang mengatur led-led mana yang harus menyala agar seven segment dapat menayangkan bilangan desimal tertentu. Misalnya untuk dapat menayangkan bilangan desiamal 4 maka led yang harus menyala adalah led b, c, f, dan g, sedangkan ketiga led yang lain tidak aktif.

PRINSIP KERJA RANGKAIAN DADU ELEKTRONIK Bila tombol saklar ditekan maka sinyal detak akan masuk ke rangkaian counter sehingga counter tersebut mulai mencacah. IC 74192 dirangkai sehingga mencacah mulai dari bilangan biner 0001 kemudian 0010, 0011, 0100, dst. Apabila cacahan telah sampai pada bilangan biner 0110 maka ia akan kembali mencacah mulai dari 0001. IC 74192 disini berfungsi sebagai sebuah pencacah modulus-6. Hal ini dapat terjadi karena masukan data dari IC 74192 telah diatur sedemikian rupa ( imput A terhubung ke VCC sehingga bernilai logika 1, sedangkan imput B, C dan D terhubung ke ground sehingga bernilai logika 0). Selain itu output IC 74192 yaitu Qa, Qb dan Qc, diumpankan kembali

Adilah Afrianty Said D410 06 004

13

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

kemasukan LOAD melalui sebuah gerbang

NAND-3 imput (IC 7410).

Sebenarnya IC 74192 mencacah sampai bilangan biner 0 1 1 1, akan tetapi karena adanya umpan balik ke masukan LOAD tersebut, maka pada saat cacahan masuk ke angka biner 0 1 1 1, maka pencacah akan langsung dipreset sehingga cacahannya menjadi 0 0 0 1. Adapun hasil cacahan

bilangan 0 1 1 1 tidak tampak pada seven segment itu disebabkan karena waktunya yang sangat singkat, yang mana nilai cacahan kemudian segera berganti menjadi 0 0 0 1. ( sekitar 1 uS ) Apabila tombol saklar tetap ditekan maka counter akan terus mencacah dengan frekuensi yang cukup tinggi. Pada saat tombol saklar dilepas maka counter akan berhenti mencacah dan nilai cacahan biner terakhir akan disimpan dalam flip-flop pada Counter 74192. Satu hal yang perlu di ingat pada rangkaian dadu elektronik ini bahwa frekuensi clock yang digunakan haruslah cukup tinggi, sehingga ketika pemain menekan saklar kemudian melepaskannya dalam waktu yang singkat maka pulsa yang masuk ke counter sudah cukup banyak. Artinya cunter telah berkali-kali mengulang cacahanyya dengan kecepatan yang tinggi, sehingga pemain tidak dapat mengamati hasil cacahan dan tidak dapat menebak nilai cacahan yang terakhit ketika ia melepas saklar. Yang jelas makin tinggi frekuensi clok maka makin sulit kita menebak angka dadu berapa yang akan muncul sehingga permainan akan semakin adil. Nilai biner terakhir yang tersimpan pada counter ini akan dimasukkan ke input Rangkaian Decoder yang menggunakan IC7447 ( pengkode BCD ke seven segment). Pada Rangkaian decoder ini input biner yang berasal dari

Adilah Afrianty Said D410 06 004

14

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

conter tersebut akan dikodekan sehingga dihasilkan tujuh buah keluaran yang akan menggerakkan Tampilan LED-seven segment. Sehingga pada seven segment akan tampak bilangan desimal ( antara 1 sampai 6 ) yang sesuai dengan nilai biner dari cacahan terakhir rangkaian couter. Adapun fungsi dari ketujuh resistor 150 ohm adalah untuk menbatasi arus yang masuk ke seven segment, sehingga komponen tidak mudah rusak. Ketujuh buah gerbang INVERTER yang terletak pada output decoder 7447 berfungsi untuk menbalik nilai logika keluaran dari decoder karena seven segment yang digunakan adalah jenis common anoda, sedangkan decoder 7447 adalah decoder untuk mengontrol displai seven segment common catoda.

BAB III KOMPONEN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN

A. KOMPONEN Pada gambar rangkaian dadu elektronik komponen-komponen yang digunakan antara lain : 1. Sebuah Resistor 33 K ( pada simulasi diganti dengan nilai 4,4 K). 2. Sebuah Resistor 10 K (pada simulasi diganti dengan nilai 5 K). 3. Sebuah Capasitor 0,33 uF (pada simulasi diganti dengan nilai 0,1 uF). 4. Sebuah gerbang NAND-3 input / IC 7410. 5. Sebuah Pencacah singkron / IC 74192. 6. Sebuah decoder/IC 7447 (Pada simulasi diganti dengan decoder IC 7448).

Adilah Afrianty Said D410 06 004

15

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

7. Sebuah sevent segment common anode. 8. Sebuah saklar. 9. Tujuh buah Resistor 150 . 10. Tujuh buag gerbang inveter pada sertiap keluaran decoder 7447 (Dalam simulasi tidak digunakan karena digunakan decoder 7448).

B. ALAT Untuk menguji titik-titik tertentu pada rangkaian simulasi, digunakan alat bantu yang berupa: 1. Osciloscope 2. Logic Analizer

BAB IV GAMBAR RANGKAIAN

Adilah Afrianty Said D410 06 004

16

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

BAB V PEMBAHASAN

Adilah Afrianty Said D410 06 004

17

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

Dalam simulasi yang dilakukan , kita dapat menjalankan rangkaian atau mengundi suatu angka dengan jalan menekan-nekan tombol space pada keyboard ataupun menclick-click pause pada monitor dengan menggunakan mause. Ketika Rangkaian dijalankan maka counter belum mencacah karena clock belum masuk ke rangkaian counter, bila kite menekan tombol space maka saklar akan tertutup sehingga counter menerima sinyal clock dan mulai mencacah. Apabila kita menekan tombol space untu kedua kalinya, maka saklar akan tebuka dan konter berhenti mencacah sehingga pada seven segment akan tampak angka yang keluar sebagai hasil pengundian. Pada simulasi nilai komponen R dan C untuk rangkaian pendetak dirubah dari nilai aslinya bertujuan untuk mendapatkan frekuensi clock yang lebih besar, karena semakin besar frekuensi sinyal clock yang dimasukkan ke counter maka angka dadu yang akan muncul akan semakin susah ditebak aleh pemain, sehingga akan lebih adil.

Nilai komponen R dan c yang diubah yaitu : Ra dari 33 K menjadi 4,4 K Rb dari 10 K menjadi 5 K C dari 0,33 uF menjadi 0,1 uF. Nilai komponen-komponen tersebut diubah untuk mendapatkan frekuensi clock sebesar 1 KHz. Nilai tersebut diperoleh dari perhitungan rumus: 1,44 f=

Adilah Afrianty Said D410 06 004

18

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

(Ra + 2.Rb). C

1,44 f= (4,4 K + 2.x 5 K ). 0,1 uF = 1000 Hz

Nilai yang diperoleh dari perhitungan diatas sesuai dengan besarnya frekuensi clock yang diamati pada osciloscope pada pengamatan pertama. Pada pengamatan pertema juga tampak bahwa apabila saklar ditekan terus maka IC74192 akan terus mencacah dari 1 ke 6, kemudian kembali ke 1 lalu menccah lagi sampai 6, dan seterusnya. Sehingga jika kita mengamati / membandingkan sinyal clock dengan sinyal keluaran gerbang NAND, tampak bahwa setiap 6 pulsa clock yang masuk ke counter maka nilai logika pada keluaran gerbang NAND akan berubah dari 1 ke 0, kemudian kembali ke 1. Perubahan itu berlangsung dalam waktu yang sangat singkat (kurang dari 1 uS) dan dalam waktu yang singkat inilah couter mengalami preset, sehingga tampak bahwa counter tidak pernah mencacah sampai desimal 7 ( 0 1 1 1 ).

Pada pengamatan kedua, yang dilakukan untuk membandingkan sinyal clock dengan keluaran dari counter ( Qa, Qb, Qc, dan Qd ) tampak bahwa nilai Qa berubah setiap masuk satu pulsa clock ke counter, nilai Qb berubah setiap masuk 2 pulsa clock ke counter . Akan tetapi pada pengamatan nilai Qc tidak berubah setiap masuk 4 pulsa clock ke counter, tetapi ia berubah setiap masuk 3 pulsa clock yang masuk, hal ini disebabkan karena Counter mulai mencacah

Adilah Afrianty Said D410 06 004

19

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

dari desimal 1, selain itu ketika cacahan counter menjadi desimal 7 maka ia akan langsung dipreset menjadi desimal 1, sehingga Qa hanya membutuhkan 3 pulsa clock untuk berubah nilai. Pada pengamatan tampak pula bahwa nilai Qd tidak berubah dan selalu bernilai logika 0. Hal ini disebabkan karena counter tidak pernah mencacah sampai bilangan desimal 8. Selain itu sinyal keluaran yang diperoleh pada Qb tampak tidak rata (tampak bahwa panjang pulsa yang muncul ada yang lebar dan ada yang sempit secara bergantian ) hal ini juga disebabkan karena counter diprogram untuk mulai mencacah pada desimal 1. Pengamatan ketiga dilakukan terhadap output dari decoder ( a, b, c, d, e, f, dan g ) yang dibandingkan terhadap input binernya ( Qa, Qc dan Qc). Hal yang perlu diperhatikan disini bahwa Rangkaian decoder pada simulasi agak sedikit berbeda dengan rangkaian aslinya. Pada rangkaian asli Decoder menggunakan sebuah IC 7447 dan tujuh buah gerbang INVERTER pada setiap keluaran decoder. Akan tetapi pada rangkaian simulasi yang digunakan adalah IC 7448 sehingga tidak diperlukan lagi ketujuh gerbang INVERTER tersebut.

IC 7448 merupakan decoder sama seperti IC 7447. Bila diberikan imput biner yang sama maka pada kedua IC decoder tersebut maka nilai logila dari setiap outpunya selalu berkebalikan. Sehingga bila kite menggunakan IC 7448 maka kita tidak perlu lagi memakai ketujuh buah gerbang INVERTER dan tampilan pada seven segmen sesui dengan nilai biner keluaran counter. Sebenarnya kita juga dapat menggunakan IC 7447 tampa gerbang INVERTER

Adilah Afrianty Said D410 06 004

20

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

pada seriap outpunya, akan tetapi kita harus menggunakan seven segment jenis common kotada. Dimana pada program simulasi Seven segment jenis tersebut tidak tersedia. Pada pengamatan ketiga tampak bahwa setiap keluaran rangkaian

decoder (a, b, c, d, e, f, dan g) berubah ubah sessuai dengan nilai imput biner yang akan dikodekan oleh rangkaian decoder tersebut. Yang jelas perubahanperubahan tersebut yang akan menyebabkan perubahan angka yang ditayangkan pada seven segment.

BAB VII KESIMPULAN

Dari simulasi yang dilakukan terhadap rangkaian dadu elektronik maka dapt diambil bebrapa kesimpulan, antara lain :

Adilah Afrianty Said D410 06 004

21

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

1. Pada dasarnya Rangkaian Dadu Elektronik ini merupakan suatu rangkaian counter modulus-6. Akan tetapi agar rangkaian counter dapat mengundi angka pada dadu, maka sinyal clock yang digunakan haruslah memiliki frekuensi yang cukup tinggi. 2. Saklar yang digunakan untuk mengundi angka, sebenarnya berfungsi untuk menghentikan sinyal clock yang masuk ke counter sehingga pada saat clok yang masuk ke counter terputus maka counter akan berhenti mencacah dan cacahan counter yang terakhit itulah yang merupakan angkai yang naik dalam undian. 3. Adanya umpan balik yang dimasukkan ke saluran LOAD dari IC74192 menyebabkan counter seolah-olah hanya mencacah sampai desimal 6 saja. akan tetapi dari pengamtan pada osciloscope conter tetap mencacah sampai angka desiamal 7, Cuma ketika cacahan menjacai desimal 7 dalam waktu kurang dari 1 uS cunter langsung di preset

cacahannya menjadi desimal 1, karena adanya umpan balik yang dimasukkan ke saluran LOAD.

DAFTAR PUSTAKA

1. Roger. L Tokheim. Elektronika Digital, Erlangga. Jakarte. 1995

Adilah Afrianty Said D410 06 004

22

Perancangan Sistem Digital Tugas 3

2. Albert Paul Malvino. Elektronika Komputer Digital. Erlangga. Jakarta. 1996 3. Malvino, Barmawi. Prinsip-prinsip Elektronika. Erlangga. Jakarta. 1996 4. Ronald J Toci. Digital Systems Principles And Aplications. Prentice Hall Inc. New Jersey. 1977

Adilah Afrianty Said D410 06 004

23