Anda di halaman 1dari 2

Sinkronisasi Kurikulum dalam Pengembangan Kurikulum SMK

1. Pengertian Sinkronisasi berasal dari kata sinkron, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia )3diartikan sebagai serentak, terjadi atau berlaku pada waktu yang sama. Sinkronisasi berarti perihal menyinkronkan, penyerentakan, dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. Dijelaskan lebih operasional dalam Synchronized methods )4 bahwa sinkronisasi adalah proses (kegiatan) pengaturan jalannya beberapa proses pada saat yang bersamaan. Dari pengertian sinkronisasi di atas dapat dirumuskan pengertian sinkronisasi dalam konteks pengembangan kurikulum, bahwa sinkronisasi kurikulum berarti kegiatan pengaturan jalannya proses pembelajaran di sekolah dan proses kerja di institusi pasangan/pengguna lululusan yang dikondisikan secara bersamaan. Jalannya proses pembelajaran di SMK yang diatur dalam kurikulum harus secara serentak mengikuti jalannya proses kerja di institusi pasangan/pengguna lululusan. Sinkronisasi kurikulum akan berjalan dengan baik apabila dilakukan secara terencana, terprogram, dan berkesinambungan. Dalam konteks pengembangan kurikulum SMK, sinkronisasi kurikulum SMK merupakan suatu kegiatan bersama antara penyusun/pengembang kurikulum dengan dunia usaha / dunia industry / dunia kerja (du/di/dk) sebagai pengguna lululusan atau institusi pasangan. Dalam hal ini yang berlaku sebagai penyusun/pengembang kurikulum adalah sekolah atau kelompok sekolah dengan kompetensi keahlian yang sama. Sedangkan pihak pengguna lulusan/institusi pasangan atau du/di/dk bertindak sebagai pengkaji tingkat relevansi ruang lingkup kompetensi yang dirumuskan oleh sekolah/kelompok sekolah dengan ruang lingkup kompetensi yang dibutuhkan oleh pihak du/di atau dunia kerja. Dari hasil kegiatan sinkronisasi kurikulum ini diharapkan memperoleh hasil kurikulum yang memilki relevansi tinggi dengan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan oleh pengguna lululusan atau institusi pasangan.

1.

2.

Tujuan

Tujuan utama sinkronisasi kurikulum SMK adalah meningkatkan relevansi pencapaian kompetensi-kompetensi oleh siswa di sekolah dengan kompetensi-kompetensi yang diperlukan di institusi pasangan atau pengguna lulusan. Dengan melakukan sinkronisasi kurikulum secara terencana, terprogram, dan berkelanjutan, SMK akan selalu menghasilkan lulusan yang link and match (memilki keterkaitan dan kesepadanan) dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi di lingkungan kerja.

1.

3.

Format kegiatan sinkronisasi kurikulum SMK

Mekanisme penyusunan kurikulum SMK memberikan ruang kepada pengembang kurikulum sekolah untuk melakukan sinkronisasi kurikulum. Ruang itu justeru berada pada inti kegiatan penyusunan kurikulum, yaitu bersamaan dengan kegiatan review, validasi, dan revisi (lihat gambar alur kegitan penyusunan KTSP di atas). Kurikulum yang sudah dirancang terlebih dahulu oleh sekolah ditinjau ulang (review), dikaji relevansinya (validasi), dan diperbaiki hal-hal yang belum sinkron (revisi) oleh kedua belah pihak (sekolah dan du/di/dk). Agar kegiatan siskronisasi kurikulum dapat berjalan efektif dan efisien maka ruang lingkup kegiatannya haruslah diberi batasan. Sebab disadari, bahwa baik pihak du/di/dk maupun pihak sekolah, tidak bisa terlalu berlama-lama duduk besama dalam pengkajian bahan kurikulum ini, sehubungan kedua belah pihak masing-masing punya keterbatasan waktu. Oleh karena itu dapat disarankan di sini bahwa ruang lingkup kegiatan sinkronisasi kurikulum dibatasi hanya pada kegiatan pengkajian silabus. Silabus merupakan intinya kurikulum, di dalamnya sudah terkandung standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat. Jadi mengkaji silabus dapat dianggap mengkaji substansi kompetensi-kompetensi yang terdapat dalam kurikulum rancangan sekolah. Hasil pengkajian silabus ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi dari pihak du/di/dk kepada pihak sekolah tentang apa-apa yang harus ditambah, dikurang, atau dipertahankan dari materi silabus yang telah sibuat. Rekomendasi ini kemudian digunakan oleh pihak sekolah untuk menyempurnakan silabus.

1.

4.

Langkah-langkah kegiatan

Kegiatan sinkronisasi kurikulum, merupakan bagian dari kegiatan pengembangan kurikulum SMK. Oleh karena itu langkahlangkah kegiatannya pun harus merupakan satu alur dengan kegiatan pengembangan kurikulum SMK. Di bawah ini akan diuraikan saran langkah-langkah kegiatan sinkronisasi kurikulum untuk lebih disempurnakan dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah. Garis besar langkah-langkah kegiatan sinkronisasi kurikulum yang dimaksud adalah sebagai berikut (lihat gambar): 1. Sekolah menyiapkan draf kurikulum terutama Dokumen II (silabus). Dokumen II ini sudah merupakan hasil review dalam kegiatan pengembangan kurikulum di sekolah yang biasa dilakukan sebelum awal tahun pelajaran. 2. Institusi pasangan/pengguna lulusan menyiapkan dokumen Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan/atau standard kompetensi kerja yang berlaku di institusi itu. 3. Dalam suatu kegiatan rapat kerja atau workshop atau loka karya, pihak sekolah bertemu dengan pihak pengguna lulusan untuk mengkaji bersama dokumen II yang telah dirancang sekolah dan dokumen standard kompetensi kerja. Pengkajian

dilakukan secara komprehensif pada seluruh item yang ada pada silabus, dari mulai standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat pembelajaran. 4. Hasil pengkajian bersama terhadap dokumen silabus dan dokumen standar kompetensi kerja, harus melahirkan rekomendasi untuk revisi silabus. 5. Revisi silabus cukup dilakukan oleh pihak sekolah berdasarkan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan oleh institusi pasangan. Langkah-langkah teknis yang lebih rinci tentu tidak dapat dibahas dalam tulisan singkat ini, dan ini hanya sebagai saran saja. Oleh karena itu sangat diperlukan inisiatif dan kreativitas dari pihak sekolah dan pihak institusi pasangan dalam menentukan langkah-langkah yang dipandang lebih efektif.

1.

F.

Kesimpulan

Dalam era otonomi pendidikan sekarang ini, sekolah diberi kewenangan untuk menyusun dan mengembangkan sendiri kurikulumnya. Dengan demikian para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah dapat lebih meningkatkan kreativitasnya dalam perencanaan dan penyelenggaraan program-program pendidikan. Sangat memungkinkan juga bagi setiap sekolah, khususnya SMK, untuk melakukan sinkronisasi kurikulum, karena mekanisme penyusunan kurikulum yang diatur dalam panduan penyusunan KTSP SMK memberikan ruang kepada pengembang kurikulum sekolah untuk melakukan hal itu. Sinkronisasi kurikulum SMK merupakan suatu kegiatan bersama antara penyusun/pengembang kurikulum dengan pengguna lululusan/institusi pasangan. Pihak sekolah berlaku sebagai penyusun/pengembang kurikulum, sedangkan pihak pengguna lulusan/institusi pasangan bertindak sebagai pengkaji tingkat relevansi kurikulum yang dirumuskan oleh sekolah dengan ruang lingkup kompetensi yang dibutuhkan oleh pihak du/di/dk. Agar kegiatan siskronisasi kurikulum dapat berjalan efektif dan efisien maka ruang lingkup kegiatannya dibatasi hanya pada kegiatan pengkajian silabus, karena di dalam silabus sudah terkandung gambaran ruang lingkup kompetensi yang dirancang sekolah. Hasil pengkajian silabus ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi dari pihak pengguna lulusan/institusi pasangan untuk penyempurnaan kurikulum SMK. Dari kegiatan sinkronisasi kurikulum ini diharapkan memperoleh hasil kurikulum yang memilki relevansi tinggi dengan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan oleh pengguna lulusan/institusi pasangan