Anda di halaman 1dari 17

PENGUAT COMMON EMITOR

A. PENGERTIAN DAN TIPE TRANSISTOR Transistor adalah suatu komponen aktif yang dibuat dari bahan semikonduktor. Ada dua macam transistor yaitu bipolar dan JFET Transistor bipolar dibuat dengan bahan semikonduktor ekstrinsik jenis p dan jenis n.

Kaki emitor berfungsi untuk mengemisikan elektron, kaki base berfungsi untuk melewatkan elektron, sedangkan fungsi dari kaki kolektor untuk mengumpulkan elektron.

PARAMATER TRANSISTOR Faktor dikenal dengan faktor penguatan arus basis ditanah kan yang dapat didefiniskan sebagai perbandingan antara arus kolektor terhadap arus emitor. Faktor dikenal dengan faktor penguatan arus emitor ditanahkan yang didefinisikan sebagai perbandingan antara arus kolektor terhadap arus base

IC IE

IC IB

Hubungan arus pada masing-masing kaki transistor IE = IC + IB IC

=C+ B I I

IC = IB 1

= 1 1+ =

Rusdi febrianto

PEMBERIAN BIAS PADA TRANSISTOR

TAHANAN TRANSISTOR Tahanan re merupakan hambatan isyarat kecil untuk sambungan p-n antara emitor dan basis yang mendapat tegangan maju. Tahanan rb merupakan hambatan yang melintang dalam basis, dengan titik b kira kira-kira di tengah basis dan rb mempunyai nilai rb 300 . Tahanan rc adalah hambatan isyarat untuk sambungan p-n antara basis dan kolektor yang mendapat tegangan panjar mundur, sehingga rc mempunyai nilai yang besar yaitu rc 1 M . Bentuk karakteristik masukan dari transistor bipolar serupa dengan karakteristik dioda p-n dalam keadaan bias maju.
V q I =S k = E I T 1 I e

TAHANAN re Konduktansi listrik merupakan kemampuan bahan dalam menghantarkan arus listrik. Konduktansi listrik didefinisikan sebagai laju perubahan arus dioda total terhadap tegangan total yang melintas lapisan pengosongan
d I q g = = d V kT

(I +S ) =0 (I +S ) I 4 I

Karena pada suhu kamar harga q/kT = 40 Hambatan ( resistansi ) merupakan kemampuan dari bahan dalam menahan aliran listrik. Karena itu, hambatan merupakan kebalikan dari konduktansi listrik.
Rusdi febrianto

KONFIGURASI TRANSISTOR Ada tiga jenis konfigurasi transistor bipolar yaitu common base, common emitor, dan common colector.

R
E

R
C

R R VB
B B C

VC
C

VE
E

VC
C

R VB
B E B

VC
C

KARAKTERISTIK TRANSISTOR Secara umum karakteristik transistor menyatakan hubungan antara kuat arus dengan tegangan bias. Ada dua set karakteristik yang diperlukan untuk melukiskan perilaku dari konfigurasi common emitor yaitu satu untuk masukan atau rangkaian base dan satu lagi untuk keluaran atau rangkaian kolektor. Karakteristik pada keluaran transistor menyatakan hubungan antara kuat arus kolektor (IC ) dengan tegangan kolektor-emitor (VCE), Karakteristik pada masukan transistor menyatakan hubungan antara kuat arus base (IB ) dengan tegangan base- emitor (VBE ).

R R VB
B B C

VC
C

Rusdi febrianto

KARAKTERISTIK KELUARAN DAN MASUKAN Dari hukum Kirchoff II, maka persamaan tegangan pada loop keluaran VCC = IC RC + VCE

IC =

CC

V
C

CE

Persam aan garisbebanD C loopkeluaran

Dari hukum Kirchoff II, maka persamaan tegangan pada loop masukan VBB = IB RB + VBE

IB =

BB

V
B

BE

Persam aan garisbebanD C loopm asukan

PENGUAT COMMON EMITOR Rangkaian dan pemberian bias VCC RB1 Rs C1 V Vs RB2 RE
o

Rc

C2

CE

ANALISIS DC DARI PENGUAT COMMON EMITOR Pada loop keluaran Berdasarkan hukum Kirchoff II VCC = IC RC + VCE + VE IC RC + IE RE = VEE VC VE = IE RE
karena I C = I E dan 1 maka I C I E V V I C = CC CE RC +RE

IE

VC C VE C RC + E R

Rusdi febrianto

VRC = IC RC = VCC - ( VE + VCE )


IC IB = 50 A IC(sat) IC(sat)/2 IB = 40 A Q-Point IB = 30 A IB = 20 A IB = 10 A V CC/2 VCC IB = 0 A V CE

VCC Rc
IB

RE

Pada loop masukan VB = IB RB + VBE + IE RE VB = IB ( RB + RE ) + VBE + IC RE SYARAT KEMANTAPAN ARUS Bila di set VCE = 0.5 VCC , titik kerja transistor (titik q) akan tetap berada di tengah-tengah garis beban apabila temperatur tidak berubah
S RB menjaga dan VBE kons tan RE VCC RE VB

RB1 = S

R B2 = S

R E R B1 [ R B1 S R E

ANALISIS AC PENGUAT CE Rangkaian parameter h

Rusdi febrianto

Impedansi Masukan

Impedansi Keluaran

Rusdi febrianto

Tegangan Keluaran

Rusdi febrianto

hfe =

Tegangan Masukan

Penguatan Penguat Kv

Rusdi febrianto

Penguatan penguat didefenisikan sebagai perbandingan antara tegangan keluaran dan tegangan masukan

Pembebanan Pada Sumber

Pembebanan Pada Keluaran

Rusdi febrianto

PENGUAT TERBENAM Rangkaian terbenam dihasilkan dengan melepas kapasitor pintas CE pada penguat common emitor
VCC RB1 Rs C1 V Vs RB2 RE Rc C2

XC

o E

Rangkaian parameter h

Rusdi febrianto

10

ANALISIS AC PENGUAT TERBENAM Impedansi Masukan Vi = ib . hie + ie RE Vi = ib . hie + ( 1 + ) ib RE Vi = ib [ hie + ( 1 + ) RE ] Tahanan Rit dari penguat terbenam didefinisikan sebagai perbandingan antara tegangan masukan dengan arus pada kaki basis ib Rit = hie + ( 1 + ) RE Rit = ( 1 + ) [ re + RE ]

Impedansi Masukan

Ii = iB + it
, 1 =1 +1
Ri RB Rit

R .Rit Ri = B / Ri = B R / t RB + it R

Rusdi febrianto

11

Rit

Tegangan Masukan

Vi = ib . Rit

Rit

Tegangan Keluaran
ic1 = 1 he o RE +C R

iC1i+ iC2 = iC
c

+ E +C R R
1 he o +E R

Vo =C iC2 RC
1 he o RC ic

ic 2 = 1 he o
Rusdi febrianto

Vo = ic 1 +C R he o

+E +C R R

12

Impedansi Keluaran Perbandingan antara tegangan keluaran dalam keadaan terbuka dengan arus ac yang mengalir pada kaki kolektor tidak lain merupakan impedansi keluaran dari penguat terbenam
1 he o RC 1 he o RC

Vo = 1 he o

+E R

i= Roc 1 +C R he o

+E +C R R

Tegangan Keluaran o Dalam kondisi (RC+RE) << 1/hoe


Vo = 1 he o 1 he o RC ic

+E +C R R

Vo = iC RC Vo = RC ib Vi = ib . Rit
VO =

CV R
Rit

Rusdi febrianto

13

Penguatan Dari Penguat Terbenam


KV =

c R
Rit

Rit = hie + ( 1 + ) RE
hie = (1 + ) re

RC KV = 1 + (re + E ) R
RC KV = (r + E ) e R

Rit = ( 1 + ) [ re + RE ]

Pembebanan Pada Sumber

Rusdi febrianto

14

Pembebanan Pada Keluaran

Rusdi febrianto

15

BUFFER
(DARLINGTON) Rangkaian Hubungan Darlington

Rangkaian parameter h

Rusdi febrianto

16

ANALISIS DC o Loop Keluaran VCC = VCE + IC2 RE


V C C VE IC 2 =C RE V C C VE I E C RE VC IE2 = C 2RE

VB = IB1 RB + (0,5) VCC + 2 VBE


RB 2 VB = VC C RB1 + B 2 R

Rusdi febrianto

17