Anda di halaman 1dari 32

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang
Dunia, memasuki abad ke-21 atau Milenium III ditandai dengan perubahan fundamental pada berbagai sisi kehidupan manusia, terlebih kemajuan di bidang transportasi, telekomunikasi, ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat hubungan antar-manusia menjadi lebih dekat. Perpindahan manusia dan barang antarnegara lebih mudah dan lebih sering karena moda transportasi yang tumbuh dengan pesat. Pergerakan modal juga mengalami perubahan yang cepat, saat ini setiap orang bisa menanamkan investasi melintasi negara melalui pasar modal di berbagai negara yang terkoneksi ke seluruh dunia. Teknologi telekomunikasi dan informasi membuat komunikasi antar-manusia di berbagai belahan dunia dapat berjalan dengan cepat dan real time. Informasi bergerak dengan leluasa dan tidak ada satu negara pun yang dapat membendung informasi dari luar. Intinya muncul kekaburan batas-batas negara (borderless) dan semakin menyatunya dunia dengan resiko munculnya saling ketergantungan antar-negara (interdependensi). Keadaan ini disebut dengan globalisasi, yaitu ketika dunia menjadi sebuah desa global (global village) yang memperpendek jarak dan interaksi manusia di berbagai belahan bumi. Namun keadaan ini tidak selamanya menguntungkan, menurut Sosiolog Anthony Giddens, globalisasi menjadikan masa depan yang dihadapi bersama penuh dengan ketidakpastian, perubahan adalah sesuatu yang tak bisa dihindarkan bahkan cenderung berkembang menjadi suatu gejala baru yang penuh dengan kontradiksi, konflik maupun pembalikan arah, sehingga membuat hari depan akan penuh dengan kejutan . Tantangan sebuah bangsa dan negara akan semakin rumit dan berat. Krisis moneter tahun 1997 adalah contoh nyata bahwa sebuah negara

dapat terpuruk akibat permainan mata uang, yang dilakukan oleh pelaku pasar uang. Belakangan, masyarakat dunia juga menghadapi berbagai krisis yang diakibatkan oleh terkurasnya sumber energi dan sumber makanan dunia yang menggenapi krisis ekonomi yang makin mengglobal. Krisis pangan, krisis energi, krisis ekonomi, bahkan krisis air menjadi ancaman yang tidak boleh disepelekan. Hakikat wawasan nusantara adalah cara pandang yang utuh dan menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional Indonesia. Pengertian secara lengkap wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan di dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional Indonesia. Negara Indonesia adalah Negara maritime akan tetapi hampir seluruh kebijaksanaan pemerintah pusat dan daerah ataupun kebijaksanaan yang sifatnya sektoral belum ada yang mencerminkan bahwa Negara kita adalah Negara maritime, yang berarti kesadaran akan ruang dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan kepentingan nasional belum dilandasi oleh kepentingan ruang. Banyak sekali potensi yang dapat digali dan dimanfaatkan. Pada intinya wawasan nusantara mengisyaratkan perwujudan kesatuan politik ,ekonomi,sosial budaya dan hankam sebagai psasyarat seutuhnya. Setelah persyaratan dipenuhi maka diperlukan satu metode umum atau strategi guna mewujudkan citacita diatas. Metode tersebut dinamakan geostrategi, yaitu satu strategi dalam memanfaatkan semua kondisi lingkungan untuk mewujudkan cita- cita nasional. Geostategi dirumuskan dalam bentuk ketahanan nasional yang unsur-unsur utamanya terdiri dari kualita keuletan dan kualita kekuatan /ketangguhan. Keuletan

merupakan satu keadaan yang menunjukkan adanya kebersamaan diantara sesama komponen yang dijiwai oleh semangat kekeluargaan. Keuletan diperlukan dalam menghadapi tantangan / tekanan yang masuk dari luar. Tanpa adanya kualita keuletan maka jaringan sosial masyarakat akan retak atau bahkan putus. Kekuatan atau ketangguhan untuk berkembang merupakan kualita kemampuan yang harus dimiliki setiap masyarakat bangsa, sebab kebutuhan dan kepentingan meningkat setiap saat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk maupun tingkat kesejahteraannya. Kekuatan atau ketangguhan merupakan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang dari masyarakat bangsa ke arah tata kehidupan yang lebih baik di kemudian hari. Dalam makalah ini akan mencoba mengkaji tentang peluang dan tantangan wawasan nusantara dilihat dari geostrategi.

B. Rumusan Masalah
Posisi geografi Indonesia yang berada diantara dua benua dan dua samudra serta berbatasan dengan 10 negara, merupakan negara kepulauan yang besar dengan letak pulau-pulaunya yang menyebar ,berjumlah 17.504 pulau bernama dan tidak bernama dengan peyebaran penduduk yang tidak merata dan kepadatan penduduk yang tidak merata terpusat di pulau jawa. Indonesia juga terdiri dari beraagam suku bangsa dengan bahasa dan adat istiadat yang berbeda yang menjadikan bangsa Indonesia begitu beranekaragam . Kesemua ini merupakan keuntungan bagi bangsa Indonesia tetapi terkadang menimbulkan kerawanan bagi Indonesia khususnya jika dikaji hubungan geostrategi Indonesia dengan wawasan nusantara. Menghubungkan antara masalah apa saja yang mungkin terjadi dengan kemajemukan bangsa Indonesia, wilayah Indonesia yang berupa kepulauan yang 2/3 luas wilayahnya adalah lautan dan beberapa diantaranya masih belum jelas batasnya dengan wilayah negara tetangga serta bagaimana dengan wilayah Indonesia yang berada di perbatasan atau daerah frontier dan pulau-pulau yang masih tak berpenghuni apakah akan terjadi hal sama pada kasus pulau Sipadan dan Linggitan jika Indonesia tidak tegas dengan

batas-batas wilayahnya . Dari sini dapat dilihat langkah apa saja yang seharusnya Indonesia lakukan bukan hanya menunggu sampai semuanya menghilang satu persatu dan dengan masalah yang sama, kapan Indonesia akan sadar akan sumberdaya alamnya yang seharusnya telah didepositkan segera ke PBB untuk mendapatkan pengakuan yurisdiksi dari Internasional tentang batas-batas wilayah Indonesia sehingga tidak diserobot oleh negara lain walaupun negara tetangga yang masih satu rumpun dengan Indonesia. Dari sini maka dapat ditarik beberapa pertanyaan yang memungkinkan menjadi permasalahan yang akan terjadi bila tidak diselesaikan dengan baik. 1. Apakah pengertian geostrategi, geostrategic Indonesia, dan ketahanan nasional? 2. Apakah peluang wawasan nusantara hubungannya dengan geostrategi bangsa Indonesia ? 3. Apakah tantangan wawasan nusantara hubungannya dengan geostrategi bangsa Indonesia ? 4. Apa tindakan yang harus dilakukan bangsa Indonesia untuk mengamankan ketahanan nasional hubungannya dengan wawasan nusantara kepulauan Indonesia ? 5. Bagaimana sikap ,peran ,dan strategi pemuda dalam memperkuat ketahanan nasional ?

C. Kerangka Berfikir
Faktor Kerawanan (wawasan nusantara Indonesia)

1. Letak geografis di persimpangan jalan antara Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia dan Benua Asia dan Australia sehingga sering dilewati pelayaran Internasional.

2. Struktur negeri yang berbentuk kepulauan dengan panjang pantai lebih dari 80.000 km terpanjang didunia yang pada umumnya terbuka di kawasan sekitar 8 juta km
2

yang tersebar secara tidak teratur yang didiami oleh penduduk

secara tiadak merata bahkan masih banyak pulau-pulau yang tak berpenduduk. 3. Isu-isu globalisasi terutama yang menyangkut demokratisasi hak asasi manusia ,liberalisasi ekonomi dan informasi telah meningkatkan kerawanankerawanan di daerah perbatasan. 4. Masih ada batas-batas laut negara yang sudah dirundingkan dan disepakati secara bilateral ,belum memiliki pengakuan secara Internasional dikarenakan batas-batas laut tersebut belum didepositkan di PBB.

Dihubungkan dengan geostrategi bangsa Indonesia, geostrategi adalah politik dalam pelaksanaan ,yaitu upaya bagaimana mencapai tujuan atau sasaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan-keinginan politik atau kebijakan dalam menentukan tujuan-tujuan dan sarana-sarana serta cara penggunaan sarana-sarana tersebut guna mencapai tujuan nasional dengan memanfaatkan konstelasi geografis negara.

Peluang dan Tantangan wawasan nusantara hubungan dengan geostrategi

Peluang :- Kawasan regional dan supraregional Tantangan :- Kasus Sipadan ASEAN, dll. , Linggitan dll.

Kesimpulan

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Geostrategi, Geostrategi Indonesia, dan Ketahanan Nasional a. Pengertian Geostrategi Geostartegi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan kebijakan, tujuan, serta sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional. Geostrategi dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan tujuan politik. b. Pengertian Geostrategi Indonesia Merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera. Oleh karena itu, geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang, melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan. c. Pengertian Ketahanan Nasional Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.

Contoh Bentuk-bentuk ancaman menurut doktrin hankamnas (catur dharma eka karma) : 1.Ancamandidalamnegeri Contohnya adalah pemeberontakan dan subversi yang berasal atau terbentuk dari masyarakat indonesia. 2.Ancamandariluarnegeri Contohnya adalah infiltrasi, subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme dan imperialisme serta invasi dari darat, udara dan laut oleh musuh dari luar negeri. d.Sifat-SifatKetahananNasional Untuk mewujudkan ketahanan nasional, dilaksanakan dengan mengelola dan menyelenggarakan kesejahteraan dan keamanan terhadap sistem kehidupan nasional. Sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kchidupan berbangsa dan bernegara, metode pendekatan dan pengkajian ketahanan nasional terdiri atas pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraaan. 1)manunggal; 2)mawaskedalam; 3)kewibawaan; 4)berubahmenurutwaktu; 5)tidakmembenarkan sikap adu kckuasaan dan aciu kekuatan; 6)percayapadadirisendiri;serta 7)tidakbergantungpadapihaklain. d.Konsepsi Dasar Ketahanan Nasonal 1)ModelAstagatra Model ini merupakan perangkal hubungan bidang-bidang kehidupan Sifat-sifat ketahanan nasionaladalahsebagabcrikut:

manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam Model yang yang dapat dicapai dengan olch menggunakan Lemhanas ini kemampuannya. dikcmbangkan

menyimpulkan adanya 8 unsur aspek kehidupan nasional yaitu: a)AspekTrigatraKehidupanAlamiah: (1)GatraletakdankedudukangeograH; (2)Gatrakeadaandankekayaanalam;scrta (3)Gatrakeadaandankemampuanpenduduk. b)AspekPancagatraKehidupanSosial: (1)GatraIdeologi, (2)GatraPolitik, (3)GatraEkonomi, (4)GatraSosialBudaya,dan (5)GatraPertahananKeamanan.

2)ModelMorgenthau Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra cukup banyak. Bila model Lemhanas berevolusi dari obst empiris perjalanan perjuangan bangsa, maka model ini ditun secara analitis. Dalam analisisnya, Morgenthau menekankan pentii kekuatan nasional dibina dalam kaitannya dengan negara-r lain. Artinya, ia menganggap pentingnya perjuangan mendapatkan power position dalam satu kawasan. St konsekuensinya, maka terdapat advokasi untuk memp power position sehingga muncul strategi ke arahbalancedp

3)ModelAlfreThayerMahan Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on H mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsursebagaiberikut: a)Letakgeografi b)Bentukatawujudbumi c)Luaswilayah d)Jumlahpenduduk e)Wataknasionalataubangsa f)Sifatpemerintahan 4)ModelCline Cline mclihat suatu ncgara dari luar sebagaimana dipersepsikan olch negara lain. Baginya hubungan antarnegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya, termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalandarinegaralainnya. Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar pula. Model ini mengatakan bahwa suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat memproyeksikan diri sebagai negara besar. Sebaliknya, suatu negara dengan wilayah yang besar, tetapi jumlah penduduknya kecil juga tidak akan menjadi negarabesarwalaupunberteknologimaju.

e.KomponenStrategiAstagatra Komponen strategi Astagatra merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini. Dengan

10

memanfaatkan dan menggunakan secara memadai segala komponen strategi tersebut, dapat dicapai peningkatan dan pengembangan kemampuan nasional. 1)Trigatra Komponen strategi trigatra ialah gatra geogiafi, sumber kekayaan alam, dan penduduk. Trigatra merupakan kelompok gatra yang tangible atau bcrsifat kehidupanalamiah. 2)Pancagatra Komponen strategi pancagatra adalah gatra ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Pancagatra merupakan kelompok gatra yang intangibleataubersifatkehidupansosial. f.HubunganKomponenStrategiAntargatra Hubungan komponen strategi antargatra dalam trigatra dan pancagatra, scrta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat dan lazim disebut hubungan (korelasi) dan ketergantunga (inter dependency). Oleh karena itu, hubungan komponen strategi dalai trigatra dan pancagatra tersusun secara utuh menyeluruh (komprehens integral) di dalam komponen strategi astagatra. B. Hubungan Geostrategi Indonesia dengan Ketahanan Nasional Perjuangan bangsa Indonesia dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa yang utuh di seluruh wilayah nusantara di Indonesia ini, pertama kali dimunculkan dengan adanya Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957 yang mendasari perjuangan bangsa Indonesia untuk menjadi rejim negara kepulauan (Archipelagic State) sebagai dasar dari konsepsi kewilayahan dalam rangka mewujudkan Wawasan Nusantara. Deklarasi Djuanda merupakan pernnyataan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia mengenai wilayah perarairan Indonesia yang isinya antara lain menyatakan bahwa semua perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang masuk daratan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bagian-bagian yang

11

tak terpisahkan dari wilayah yurisdiksi negara kita yang tercinta, yaitu Negara Republik Indonesia. Konsep Indonesia sebagai negara kepulauan (Archipelagic State) diakui dunia setelah United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) yang disahkan pada tanggal 10 Desember 1982 dan Indonesia juga telah meratifikasinya dengan Undang-Undang No.17 tahun 1985. Pengakuan Indonesia sebagai negara kepulauan tersebut merupakan anugerah besar bagi bangsa Indonesia karena perairan yurisdiksi nasional Indonesia bertambah secara luar biasa, luas laut Indonesia meliputi 2/3 dari seluruh wilayah negara (luas perairan menjadi suatu kesatuan dengan daratan). Wilayah perairan yang demikian luas menjadi beban tanggung jawab besar dalam mengelola dan mengamankannya. Untuk mengamankan laut yang begitu luas diperlukan kekuatan dan kemampuan di bidang maritim yang besar, kuat juga modern. Untuk mengelola sumber daya yang terkandung di dalamnya seperti ikan, koral, mineral, biota laut, dan lain sebagainya diperlukan SDM, peralatan dan teknologi kelautan yang modern serta dana yang teramat besar, juga kesadaran dari warga Indonesia dalam partisipasinya. Untuk 2 hal tersebut (pengamanan dan pengelolaan), diperlukan batas laut yang pasti dan tegas sebagai pagar negara nusantara Indonesia dalam rangka melindungi, mengamankan dan menegakkan kedaulatan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Penegakan kedaulatan dan wilayah perairan bangsa dapat dilakukan dan dipertanggungjawabkan pasa suatu negara yang batas-batasnya sudah pasti (diakui oleh kedua negara yang berbatasa dan untuk laut lepas sesuai dengan UNCLOS 1982) dan telah dilaporkan atau didepositkan di PBB untuk mendapatkan pengakuan internasional. Semakin merebaknya gangguan dan ancaman di perairan di nusantara akhir-akhir ini, semakin dirasakan pentingnya penentuan (penegasan) batas-batas laut. Geostrategi adalah politik dalam pelaksanaan yaitu upaya bagaimana mencapai tujuan atau sasaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan politik. Sebagai contoh

12

pertimbangan geostrategis untuk negara dan bangsa Indonesia adalah kenyataan posisi silang Indonesia dari berbagai aspek ,disamping aspek-aspek geografi juga dari aspek demografi ,ideologi, politik ,ekonomi, sosial budaya, dan Hankam. Posisi silang Indonesia tersebut dapat dirinci sebagai berikut : 1) Geografi : Wilayah Indonesia terletak di antara dua benua ,Asia dan Australia ,serta di antara samudra Pasifik dan samudra Hindia. 2) Demografi : penduduk Indonesia terletak diantara penduduk jarang di selatan (Australia) dan penduduk padat di utara (RRC dan Jepang) 3) Ideologi : ideologi Indonesia (Pancasila ) terletak diantara liberalisme di selatan (Australia dan Selandia Baru ) dan komunisme di utara (RRC, Vietnam, dan Korea Utara) 4) Politik : Demokrasi Pancasila terletak diantara demokrasi liberal di selatan dan demokrasi dan demokrasi rakyat (diktatur proletar) 5) Ekonomi : Ekonomi Indonesia terletak dianatara ekonomi kapitalis dan selatan Sosialis di utara. 6) Sosial : Masyarakat Indonesia terletak diantara masyarakat individualisme di selatan dan masyarakat sosialisme di utara. 7) Budaya : Budaya Indonesia terletak diantara budaya barat di selatan dan budaya timur di utara. 8) Hankam : Geopolitik dan geostrategi Hankam ( Pertahanan dan Keamanan ) Indonesia terletak diantara wawasan kekuatan maritim di selatan dan wawasan kekuatan kontinetal di utara. Dari uarian diatas didapatkan beberapa aspek pendukung tentang bagaimana bangsa Indonesia seharusnya dapat bersikap dalam hal menentukan geostrategi dalam kehidupan bernegara ataupun hubungan internasional dengan bangsa lain. Mulai dari aspek geografi sebagai pendukung, yang menempatkan Indonesia di antara dua benua Asia dan Australia mendorong Indonesia untuk maju khususnya dalam hal geostrategi ditingkat regional adalah ASEAN 10 sedangkan ditingkat Supra Regional adalah

13

ASEAN + 3 (Jepang, China, Korea ) +3 (India, Australia, New Zealand ) Geostrategi ditingkat Regional dikembangkan melalui konsep Asean Security Community (ASC), Asean Economic Comunity (AEC) dan Asean Cultural Comunity (ACC) bahkan pada Asean Summit di Kuala Lumpur (Desember 2005) telah meningkat menjadi Asean Identity. Ditingkat supra regional juga semakin mekar dengan penandatangan Asean Treaty of Ammity and Cooperation (TAC ) oleh China, Australia dan negara lain. Jadi sistem pertahanan Indonesia yaitu Sishanrata atau sekarang dikenal dengan Total Defence dalam implementasinya ditingkat Regional dan Supra regional diwujudkan dalam suatu bentuk Pertahanan melingkar multi lapis ditingkat nasional ,regional, dan supra regional berupa jaringan laba-laba hubungan antara negara baik yang tidak hanya menggunakan komponen militer tetapi juga nir militer baik ekonomi ,budaya dan identitas dalam rangka menjaga dan memelihara kepentingan nasional Indonesia . Dengan cara ini maka posisi Indonesia menjadi lebih aman karena lewat hubungan ini konflik yang nantinya akan muncul menjadi berkurang. Indonesia menjadi lebih aman baik dalam hal melakukan kegiatan ekonomi khususnya di tingkat regional maupun supra regional, menjadi lebih mudah memasarkan produk dalam negeri dan mengembangkan perekonomian di Indonesia dengan sendirinya dan pemasaran produksi dalam negeri menjadi lebih baik. Dalam hal politik negara, dengan masuknya Indonesia kedalam kawasan ASEAN maka kebanyakan strategi politik negara yang saling menjegal setidaknya bisa ditekan walaupun hanya dalam lingkup ASEAN khususnya hal ini biasa terjadi dalam menunjukkan kekuatan suatu negara hubungannya dengan kehidupan internasional dalam bernegara. Sedangkan dalam hal Hankam maka hubungan ini bisa menguntungkan Indonesia khususnya dalam hal memperoleh armada-armada yang digunakan dalam hal pertahanan negara, kemudian penyusunan strategi untuk perkembangan selanjutnya demi mempertahankan wilayah kesatuan Republik Indonesia. Diharapkan dengan masuknya Indonesia khususnya dalam ASEAN baik ditingkat regional maupun supra regional mampu membawa Indonesia ke tingkat yang lebih baik. Diharapkan juga ditingkat Supra Regional juga akan terjadi kondisi serupa dan dengan demikian baik dilingkungan ASEAN bahkan

14

ASEAN + 6 semua negara didalamnya akan memperoleh kesempatan untuk bersamasama saling bantu-membantu membangun negerinya. Bagi Indonesia juga menguntungkan karena tidak perlu terburu-buru melakukan pengadaan Alutsista yang mahal-mahal sementara ekonomi Indonesia belum pulih sepenuhnya. Hal tersebut tidak berarti Indonesia tidak membangun kekuatan militernya tetapi membangun secara terukur. Mungkin Indonesia sebaiknya baru membangun kekuatan militernya secara besar-besaran sesudah pendapatan perkapita mencapai USD 4000 dalam hal pemenuhan ketahanan nasioanal. Peluang selanjutnya adalah bagaimana Indonesia memanfaatkan letak geografisnya ,yang terletak diantara dua benua Asia dan Australia serta dua samudra Pasifik dan samudra Hindia sebagai suatu kekuatan membangun perekonomian Indonesia. Selain itu adanya selat malaka yang juga sebagai lewatan jalur perdagangan internasional mendorong Indonesia untuk bisa meningkatkan kehidupan ekonominya khususnya di sektor perdagangan ,kelautan dan pemanfaatan sumberdaya bahari yang selama ini masih belum terkelola secara maksimal. Kekayaan sumber daya laut merupakan salah satu peluang wawasan nusantara yang bisa dikembangakan secara optimal nantinya. Dengan memanfaatkan laut yang luas sekitar 2/3 dari luas seluruh Indnesia dengan segala sumberdaya yang ada di dalamnya untuk kesejahteraan rakyat dalam negeri, karena dengan terpenuhinya kesejahteraan rakyat terutama di bidang ekonomi maka stabilitas keamanan negeri juga terjamin. Dengan semua terpenuhinya kesejahteraan masyarakat kecil maka tingkat kriminal dapat diturunkan karena pada prinsipnya seseorang berbuat kriminal karena situasi yang tidak memungkinkan seperti halnya terdesak oleh kebutuhan ekonomi dan perut lapar hingga tak bisa tidur. Bila kesejahteraan rakyat terpenuhi otomatis stabilitas negara dapat terwujud dan kriminalitas dapat ditekan. Pemanfaatan sumberdaya alam baik laut maupun darat dan mengurangi tingkat penyelundupan yang bisa merugikan negara serta rakyat kecil akan membantu

15

Indonesia khususnya dalam hal peningkatan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada luar negeri baik itu dalam bidang ekonomi ataupun pertahanan negara karena hingga saat ini Indonesia tidak dapat membuat armada pertahanan sendiri tetapi membeli armada dengan teknologi yang mulai tertinggal dan merupakan barang bekas dari beberapa negara maju selain itu perlunya peningkatan terhadap Sumberdaya Manusianya itu sendiri. Peluang lainnya yaitu perkembangan kemajuan teknologi informasi yang berimplikasi pada meningkatnya arus informasi yang cepat akan mendorong percepatan diperolehnya akses informasi terutama yang berkaitan dengan pembangunan nasional ,kekayaan sumberdaya alam yang cukup besar dan beragam merupakan modal dasar pembangunan nasional ,jumlah penduduk yang besar merupakan potensi tenaga kerja ,potensi pertahanan ketika adanya agresi militer maupun potensi pasar dalam negeri. Pancasila sebagai ideologi negara tetap diterima oleh masyarakat Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara yang mempersatukan bangsa Indonesia dalam satu kesatuan utuh dalam kekeluargaan dan kebudayaan yang beragam sebagai daya tarik Indonesia di dunia pariwisata dan Internasional. Meluasnya regionalisasi perekonomian antar kawasan dalam implementasi pasar bersama dan juga pelaksanaan otonomi daerah memungkinkan daerah untuk mengembangkan diri sesuai potensi dari daerah masing-masing. Daratan yang subur dan masih belum dikelola secara maksimal menjadikan peluang bagi Indonesia untuk melakukan swasembada beras dan meningkatkan kondisi pertaniannya dan menjadikan Indonesia berjaya kembali seperti tahun 1984 dengan kebijakan-kebijakan yang mengedepankan ketahanan pangan. C. Tantangan Wawasan Nusantara dan Hubungannya dengan Geostrategi Nilai strategis batas laut /perairan Indonesia ,zona perbatasan laut Indonesia mengandung banyak kerawanan dan sensitivitas karena berbagai faktor ,baik yang bersifat permanen maupun yang sementara ,antara lain :

16

1. Letak geografis di persimpangan jalan antara Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia dan Benua Asia dan Australia sehingga sering dilewati pelayaran Internasional. 2. Struktur negeri yang berbentuk kepulauan dengan panjang pantai lebih dari 80.000 km terpanjang didunia yang pada umumnya terbuka di kawasan sekitar 8 juta km 2 yang tersebar secara tidak teratur yang didiami oleh penduduk secara tiadak merata bahkan masih banyak pulau-pulau yang tak berpenduduk. 3. Isu-isu globalisasi terutama yang menyangkut demokratisasi hak asasi manusia ,liberalisasi ekonomi dan informasi telah meningkatkan kerawanan-kerawanan di daerah perbatasan. 4. Masih ada batas-batas laut negara yang sudah dirundingkan dan disepakati secara bilateral ,belum memiliki pengakuan secara Internasional dikarenakan batas-batas laut tersebut belum didepositkan di PBB. Faktor-faktor tersebut diatas menegaskan penting dan strategisnya kepastian batas laut karena tanpa itu penegakan hukum di laut tidak memiliki landasan yang kuat dan akan selalu mengundang kontroversi yang dapat menimbulkan konflik di perairan perbatasan negara. Selain itu trauma akan kasus terdahulu yaitu Sipadan-Ligitan yang merupakan pulau Indonesia yang dimenangkan oleh Malaysia menyebabkan perlunya kewaspadaan Indonesia khususnya untuk pulau-pulau kecil Indonesia yang tidak berpenghuni dan daerah frontier sebagai sasaran penyelundupan baik itu illegal loging ataupun kasus lain yang tentunya merugikan masyarakat kecil dan negara puluhan milyar karena pembalakan liar. Selain itu luasnya wilayah kelautan Indonesia tidak diimbangi dengan minimnya sarana penjagaannya, seperti kurangnya armada yang digunakan untuk memantau keadaan laut. Ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara. Kekhawatiran juga terjadi karena adanya penemuan sumberdaya laut bernilai ekonomi tinggi seperti minyak dan gas bumi serta barang tambang berharga lainnya, sedangkan di sisi lain,

17

batas laut Indonesia masih belum disetujui pihak internasional. Adanya beberapa pulau yang berada pada lokasi strategis di sekitar perbatasan negara merupakan kekhawatiran banyak pihak atas keamanan dan keselamatannya dari penguasaan asing/negara tetangga. Kekhawatiran tersebut didasarkan atas pembinaan yang sangat minim dari pemerintah, sehingga penduduk yang ada di pulau-pulau tersebut lebih banyak berhubungan dengan negara tetangga, menggunakan uang dan bahasa negara tersebut, serta hidup dengan gaya dan budaya negara tetangga. Mereka lebih banyak mendengarkan radio dan melihat siaran televisi negara tetangga sehingga secara tidak langsung penduduk-penduduk pulau tersebut ada dalam penguasaan negara tetangga. Hal ini menyebabkan bergesernya identitas warga Indonesia yang berada pada daerah frontier tersebut secara perlahan. Bukan sepenuhnya salah mereka jika mereka lebih memilih untuk berhubungan dengan negara tetangga. Jika saja pemerintah Indonesia lebih memperhatikan pembangunan di daerah frontier, hal semacam ini tidak perlu terjadi. Peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat adalah kuncinya. Apabila ini terpenuhi maka keraguan terhadap loyalitas mereka pada negara ini tidak akan menjadi wacana publik. Pengamanan batas laut lewat Waspam yang lemah, kapal-kapal laut yang kurang canggih serta batas laut yang kurang, jelas merupakan penyebab bertambahnya beban dalam menjaga kesatuan wilayah Indonesia. Masalah lainnya timbul dengan bertambahnya kepentingan terhadap laut atau lingkungan maritim, mulai dari perlidungan terhadap jalur komunikasi laut (SLOC, Sea Lanes of Communication) dan jalur perdagangan laut (SLOT, Sea Lanes of Trade) yang vital bagi perdagangan internasional, jalur pemasok energi dan ekonomi yang semuanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit apalagi soal keamanan maritim yang luas. Tuntutan oleh negaranegara lain mengenai penambahan ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia ) yang akhir-akhir ini menjadi perdebatan di sebagian kalangan digunakan sebagai dasar bahwa keamanan maritim akan menjadi agenda dan sekaligus masalah yang membentuk kebijakan keamanan dan pertahanan negara-negara di kawasan ini. Semua ini merupakan tantangan dan ancaman bagi Indonesia, terlebih saat ini

18

Indonesia sangat lemah dalam mengontrol wilayah yang terdiri dari lebih dari 15 ribu pulau, sekitar 7 juta km2 wilayah laut dan darat (termasuk ZEE ), dan 80 ribu km2 garis pantai. Keamanan Nasional Indonesia ini akan banyak ditentukan oleh posisi geostrategis dan geopolitik Indonesia, sebagai negara kepulauan, yang juga mempengaruhi perilaku negara-negara besar di kawasan ini, terutama Amerika Serikat, Jepang, dan Cina, karena kepentingan-kepentingan mereka yang lahir dari posisi geostrategis Indonesia tersebut. Dimensi internasional dan posisi geostrategis Indonesia sebagai negara kepulauan inilah yang menempatkan mengapa masalah separatisme dan konflik komunal sangat vital bagi Indonesia. Setelah terjadi konflikkonflik komunal dan masalah desintregasi akan selalu menjadi kepentingan kekuatankekuatan eksternal dengan dalil membantu tetapi kebanyakan dari tujuan utamanya adalah menguasai dan mengeruk semua sumberdaya yang ada di dalamnya. Oleh karena itu dibutuhkanupaya-upaya yang tepat khususnya dalam mempertahankan kedaulatan NKRI dari campur tangan negara lain. Pembangunan yang merata tidak hanya berpusat pada ibukota saja akan mengurangi tingkat kesenjangan sosial antara pulau/ wialayah yang ada. Pemerataan menyebabkan wilayah merasa dipedulikan dan ancaman terhadap separatisme dan konflik komunal bisa dicegah. Selain hal-hal ini sebenarnya masalah utama yang dihadapi setiap negara adalah membangun kekuatan untuk menangkal (to deter) atau mengalahkan (to defeat) suatu serangan. Selama Indonesia mampu melindungi batas-batas negaranya ,mensejahterakan rakyatnya lewat mempermudah rakyat untuk hidup enak, makan enak, tidur nyenyak dengan stabilitas nasional yang baik otomatis perpecahan akan jauh dari masalah Indonesia. Selain itu penegakan hukum, dan mempersempit akses dari penyelundupan liar baik itu illegal loging, pencurian ikan dan sumber daya lainnya ,menjadi jalan yang mungkin bisa ditempuh untuk peningkatan kesejahteraan rakyat khususnya di daerah frontier. Utama dan pasti adalah terciptanya stabilitas nasional diberbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, mempertahankan persatuan negara untuk menghindarkan dari masalah sepratisme atau memecahnya pulau dari kesatuan NKRI sehingga mengurangi peluang campur tangan negara lain apalagi dengan dalil

19

membantu yang sebenarnya membawa kepentingan lain yang tesembunyi. Hal inilah yang harus diperhatikan Indonesia melihat rawannya wilayah ini dengan bentuk kepulauan dan tingkat pengamanan yang masih lemah untuk membangun geostrategi Indonesia khususnya untuk menghadapi berbagai ancaman baik itu eksternal maupun internal dari dalam negeri itu sendiri. D. Upaya Bangsa Indonesia Mempertahankan Ketahanan Nasional Peningkatan dan pengembangan pengamalan Pancasila secara objektif dan subjektif Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus di relevansikan dan di aktualisasikan nilai instrumentalnya Sesuaii Bhinneka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara yang dihayati dan diamalkan bersumberdariPancasila secara nyata Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara republik Indonesia harus Pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus menunjukkan keseimbangan fisik material dengan pembangunan mental spirituil untuk menghindari tumbuhnya materialismedansekularisme Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain di sekolah Sistem pemerintah berdasarkan hukum, tidak berdasarkan kekuasaan yang besifat absolut, kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya olehMPR sebagai penjelmaanseluruhrakyat Mekanisme politik memungkinkan adanya perbedaan pendapat, namun perbedaan pendapat tidak menyangkut nilai dasar sehingga tidak berseberangan yang dapat menjuruskepadakonflikfisik Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasi aspirasi yang hidup dalam masyarakat dengan tetap berpedoman pada Pancasila, UUD 1945, dan wawasan

20

nusantara Komunikasi politik bertimbal balik antara pemerintah dengan masyarakat dan anatarkelompok atau golongan dalam masyarakat terjalin dengan baik untuk mencapau tujuan nasional dan kepentingan nasional E. Sikap, Peran, dan strategi Pemuda dalam Mempertahankan Ketahanan Nasional. a. Sikap Pemuda Terhadap Persoalan Bangsa Potensi yang dimiliki oleh generasi muda diharapkan mampu meningkatkan peran dan memberikan kontribusi dalam mengatasi persoalan bangsa. Persoalan bangsa, bahkan menuju pada makin memudarnya atau tereliminasinya jiwa dan semangat bangsa, sebagaimana yang dimaksudkan Socrates sebagai discovery of the soul . Berbagai gejala sosial dengan mudah dapat dilihat, mulai dari rapuhnya sendi-sendi kehidupan masyarakat, rendahnya sensitivitas sosial, memudarnya etika, lemahnya penghargaan nilai-nilai kemanusiaan, kedudukan dan jabatan bukan lagi sebagai amanah penederitaan rakyat, tak ada lagi jaminan rasa aman, mahalnya menegakan keadilan dan masih banyak lagi problem sosial yang kita harus selesaikan. Hal ini harus menjadi catatan agar pemuda lebih memiliki daya sensitivitas, karena bangsa ini sesungguhnya sedang menghadapi problem multidimensi yang serius, dan harus dituntaskan secara simultan tidak fragmentasi. Oleh karena itu, rekonstruksi nilai-nilai dasar bangsa ke depan perlu bberapa langkah strategis dalam mengatasi persoalan bangsa ; pertama, komitmen untuk meningkatkan kemandirian dan martabat bangsa. Kemandirian dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia adalah terpompanya harga diri bangsa. Seluruh aktivitas pembangunan sejauh mungkin dijalankan berdasar kemampuan sendiri, misalnya dengan menegakkan semangat berdikari.

21

Kedua, harmonisasi kehidupan sosial dan meningkatkan ekspektasi masyarakat sehingga berkembang mutual social trust yang berawal dari komitmen seluruh komponen bangsa. Pelaksanaan hukum, sebagai benteng formal untuk mengatasi korupsi, tidak boleh dipaksa tunduk pada kemauan pribadi pucuk pimpinan negara. Ketiga, penyelenggara negara dan segenap elemen bangsa harus terjalin dalam satu kesatuan jiwa Kata kucinya adalah segera terwujudnya sistem kepemimpinan nasional yang kuat dan berwibawa di mata rakyat yang memiliki integritas tinggi (terpercaya, jujur dan adil), adanya kejelasan visi (ke depan) pemimpin yang jelas dan implementatif, pemimpin yang mampu memberi inspirasi (inspiring) dan mengarahkan (directing) semangat rakyat secara kolektif, memiliki semangat jihad, komunikatif terhadap rakyat, mampu membangkitkan semangat solidaritas (solidarity maker)atauconflictresolutor. Dan untuk pemuda, mereka harus mempu memperjuangkan sistem nilai-nilai yang merepresentasikan aspirasi, sensitivitas dan integritas para generasi muda terhadap gejala ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. b. Strategi Pemuda dalam Memperkuat Ketahanan Nasional

Strategi yang perlu dilakukan untuk mewujudkan pemuda Indonesia yang berwawasan kebangsaan, cerdas, terampil, kreatif, memiliki daya saing dan berakhlak muliaadalah: 1. pemberdayaan generasi muda yang dilaksanakan harus terencana, menyeluruh, terpadu, terarah, bertahap dan berlanjut untuk memacu tumbuh kembangnya wawasan generasi muda dalam mewujudkan kehidupan yang sejajar dengan generasi muda bangsa-bangsa lain. Usaha pengembangan ini merupakan pemerataan serta perluasan dari tahap sebelumnya dan merupakan rangkaian yang berkelanjutan. 2. pemberdayaan generasi muda merupakan program pembangunan yang bersifat lintas bidang dan lintas sektoral, harus dikoordinasikan sedini mungkin dari

22

perumusan

kebijaksanaan,

perencanaan,

pelaksanaan, serta

pengendalian

dan

pengawasanserta

melibatkan

peran

masyarakat.

3. menempatkan posisi generasi muda lebih sebagai subjek dibanding sebagai objek dan pada tingkat tertentu diharapkan agar generasi muda dapat berperan secara lebih aktif, produktif dalam membangun jati diri secara bertanggung jawab dan efektif. Dalam pelaksanaan strtategi ini, perlu dirancang rumusan hak dan kewajiban yang merupakan proses gradual semenjak kanak-kanak hingga mencapai usia dewasa. Proses gradual ini secara sosiologis merupakan proses sosialisasi (penanaman) nilai dan norma masyarakat sesuai dengan tahapan usianya. Proses ini dapat dikelompokkan sesuai usia; 0-6 tahun, 6-18 tahun, 18-21 tahun dan 21-35 tahun. Kelompok 6-18 tahun harus mulai melakukan interaksi sosial dalam rangka memperoleh keterampilan sosial sebagai bekal untuk menjadi orang dewasa sehingga sketika mereka mencapai usia kelompok berikutnya (usia 21-35 tahun), diharapkan mampu mencapai tingkat kematangan pemikiran sekaligus mampu menerapkannya dalamlingkungannya. Namun demikian, perlu sarana kondusif untuk mencapai puncak kematangan sebuah generasi. Pemuda, dan masyarakat umumnya, memerlukan fasilitas untuk mencapai kemandirian. Pertama, harus diciptakan iklim yang kondusif agar para generasi muda dapat mengaktualisasikan segenap potensi, bakat, dan minat yang dimilikinya. Dengan pernyataan ini maka berarti kita memiliki pandangan yang positif dan optimis tentang para generasi muda, yaitu bahwa setiap generasi muda memiliki potensi, bakat, dan minat masing-masing. Kedua, pemberdayaan generasi muda membutuhkan suatu strategi kebudayaan, bukan strategi kekuasaan. Dengan strategi kebudayaan berarti kita harus menempatkan generasi muda bukan lagi sebagai obyek, melainkan sebagai subyek. Para generasi muda harus diberikan otoritas untuk melakukan proses pembelajaran sendiri agar mereka menjadi lebih berdaya dan diberdayakan. Ketiga, memberikan

23

kesempatan dan kebebasan kepada para generasi muda untuk mengorganisasikan dirinya secara bebas dan merdeka. Ini dimaksudkan agar etos kompetisi tumbuh dan berkembang dengan baik. Kecenderungan untuk menyeragamkan mereka dalam suatu wadah tunggal seperti kebiasaan lama ternyata justru menumbuhkan semangat berkompetisi.

24

BAB III PENUTUP


Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan di dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Sedangkan geostrategi itu sendiri adalah politik dalam pelaksanaan, yaitu upaya bagaimana mencapai tujuan atau sasaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan- keinginan politik atau dengan pengertian yang lain yaitu kebijaksanaan dalam menentukan tujuan-tujuan dan sarana-sarana, serta cara penggunaan saranasarana tersebut guna mencapai tujuan nasional dengan memanfaatkan konstelasi geografis negara. Melihat dari wawasan nusantara NKRI maka yang bisa disimpulkan adalah bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dimana luas perairannya tiga kali lebih luas daripada luas daratan, memiliki potensi sumber daya alam laut yang kaya, sangat ironi karena kekuatan HanKam yang bertugas mengamankan perairan sangat lemah. Kelemehan tersebut diperparah dengan ketidakjelasan perbatasan laut. Oleh karena itu dapat dipahami bilamana kejahatan di perairan semakin marak. Kita disadarkan oleh kondisi tersebut, bahwa sebagai negara maritim tidak memiliki kebijakan yang kuat dan dapat mendukung pengamanan dan pendayagunaan perairan. Seyogyanya Indonesia menempatkan upaya penegasan batas laut sebagai langkah prioritas yang sangat strategis sebagai prasyarat pemberlakuan hukum laut. Konvensi Hukla 1982 itu sendiri yang banyak menguntungkan Indonesia, kurang mendapat apresiasi melalui penjabaran dari klausul Hukla tersebut untuk kepentingan integritas dan penegakan kedaulatan wilayah negara di laut. Upaya penegasan dan pengabsahan batas laut, kiranya harus

25

menjadi tantangan dan perhatian segenap stake-holder kelautan. Oleh karenanya harus masuk prioritas agenda pembangunan tahun mendatang. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari uraian di atas adalah sebagai berikut : Geostrategi Indonesia merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Sifat pokok geopolitik Indonesia ada dua yaitu bersifat daya tangkal danbersifat developmental(pengembangan). Ketahan nasional bergantung pada kemampuan bangsa dan seluruh warga negara dalam membina aspek alamiah serta aspek sosial sebagai landasan penyelenggaraan kehidupan nasional di segala bidang. Sifat-sifat ketahanan nasional adalah : 1. Manunggal 2. Mawas ke dalam 3. Berkewibawaan 4. Perubahan menurut waktu 5. Tidak membenarkan sikap adu kekuasaan atau adu kekuatan 6. Percaya pada diri sendiri 7. Tidak bergantung pada pihak lain

26

Fungsi ketahanan Nasional adalah : 1. Sebagai doktrin nasional (= doktrin perjuangan) 2. Sebagai pola dasar pembangunan nasional 3. Sebagai sistem nasional Indonesia, yaitu pola masyarakat Indonesia dalam mana falsafah pancasila dan UUD-45 diterapkan di dalamnya. 4. Sebagai metode, menggunakan metode komprehensif integral (utuh menyeluruh) atau berdasarkan asta gastra.

Konsepsi Dasar Ketahanan Nasional dibagi menjadi : 1. Model Astagatra 2. Model Morgenthau 3. Model Alfred Thayer Mahan 4. Model Cline Komponen dari strategi astagatra ada dua yaitu trigatra dan pancagatra. Hubungan komponen strategi antargatra dalam trigatra dan pancagatra, serta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat dan lazim yang disebut dengan hubungan korelasi dan ketergantungan (Interdepedency).

Saran Adapun saran yang dapat disamapikan adalah sebagai berikut :

27

Diharapkan agar seluruh mahasiswa dan mahasiswi menyadari akan pentingnya Ketahanan Nasional sebagai perwujudan Geostrategi Indonesia. Diharapkan agar seluruh mahasiswa dan mahasiswi aktif dalam diskusi agar diskusi dapat berjalan lebih baik lagi.

MAKALAH KEWARGANEGARAAN

28

KELOMPOK XI

HASRAWATI

12108002 ASRINAH SYAFRUDDIN 12108255 HAYYU SITORESMI 12108269 INDARGAIRI 12108276

C C C C C

ALFRINA YUNIARTI 12108287 ISNAH ARIANTI 12108294

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008

29

DAFTAR ISI
Halaman Halaman judul.....i Kata Pengantar....ii Daftar Isi.....iii BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang...1 B. Rumusan Masalah..........3 C. Kerangka Berpikir.............4 BAB II Pembahasan A. Pengertian Geostrategi, Geostrategi Indonesia, dan Ketahanan Nasional6 B. Hubungan Geostrategi Indonesia dengan Ketahanan Nasional...10 C. Tantangan Wawasan Nusantara dan Hubungannya dgn Geostrategi Indonesia..........14 D. Upaya Bangsa Indonesia Mempertahankan Ketahanan Nasional...17 E. Sikap, Peran, dan Strategi Pemuda dlm Mempertahankan Kenas.......18 BAB III Penutup A. Kesimpulan..............28 B. Saran....29 Daftar Pustakaiv

30

DAFTAR PUSTAKA

Burhanudin,Syafri,. 2002. Nilai Strategis Batas Wilayah dalam Sektor Kelautan. Jakarta : Depdagri. Erlangga Masdiana dkk, Peran Generasi Muda Dalam Ketahanan Nasional, Kementerian negara Pemuda dan olahraga, April 2008. Djalal,Hasjim. 2002. Sistem Keamanan Perbatasan Indonesia. Jakarta : Depdagri. Donnilo, Anwar. 2002. Potensi dan Nilai Strategis Batas Negara Ditinjau dari Aspek Hukum Perjanjian Internasional. Jakarta : Depdagri. Subagyo.dkk. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan. Semarang: Unnes Press Suwarna, Budi & Hardianto. 2004. Di Laut Kita Kebobolan. Jakarta: SK Kompas. http://com. google/ketahanan nasional dan peran pemuda/01/008 http://id.google/ketahanan nasional_perwujudan geostrategi indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/Socrates.

31

32