Anda di halaman 1dari 11

KOMPOR TENAGA SURYA

Di Susun Oleh :

Nama : Rizqi Andrista

NIM : 5401411053

Prodi : Pend. Tata Boga




FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2011


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemanasan global adalah suatu keadaan dimana suhu di permukaan bumi
menjadi lebih panas dibanding suhu normal. Pemanasan global hanya sebuah wacana
sekitar sepuluh tahun yang lalu. Akan tetapi, sekarang pemanasan global adalah suatu
kenyataan yang harus dihadapi oleh seluruh umat manusia. Sudah banyak Iakta-Iakta
yang menunjukkan bahwa pemanasan global telah terjadi. Diantaranya banyaknya
beruang kutub yang mati kelaparan di kutub utara, hal ini terjadi dikarenakan
menipisnya lapisan es sehingga mengakibatkan mereka kesulitan mencari makanan.
Penelitian menunjukkan bahwa banyak beruang kutub yang tidak memiliki cukup
banyak lapisan lemak tubuh untuk bertahan hidup. Selain itu, Suku Inuit juga telah
melihat banyaknya bongkahan-bongkahan es besar bahkan gunung es menghilang
secara tiba-tiba. Akan tetapi, hal yang tak kalah mengerikan adalah terjadinya
berbagai bencana alam di seluruh bagian bumi.

Pemanasan global mengakibatkan naiknya suhu permukaan bumi sekitar 5
derajat celcius per tahun, hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan iklim di seluruh
dunia. Pemanasan global juga mengakibatkan mencairnya kantong-kantong es di
Kutub Utara maupun Kutub selatan, mencairnya kantong-kantong es tentu saja akan
mengakibatkan naiknya permukaan laut yang mungkin akan menenggelamkan
banyak pulau. Selain itu mencairnya kantong-kantong es juga mengakibatkan
runtuhnya pemukiman-pemukiman penduduk di Siberia. Mencairnya kantong-
kantong es tersebut telah mengakibatkan mencairnya pondasi rumah-rumah yang
terbuat dari "permaIrost". PermaIrost adalah semacam batu-batuan yang telah
membeku paling tidak selama lebih dari dua tahun. Pemanasan global tentu saja
menyebabkan mencairnya permaIrost tersebut dan mengakibatkan permaIrost
tersebut menjadi tidak cukup kuat untuk menyangga rumah-rumah tersebut. Hal ini
tentu saja mengakibatkan runtuhnya rumah-rumah tersebut.

Pemanasan global merupakan Ienomena global yang disebabkan oleh aktivitas
manusia di seluruh dunia, pertambahan populasi penduduk, serta pertumbuhan
teknologi dan industri. Oleh karena itu peristiwa ini berdampak global. Beberapa
aktivitas manusia yang menyebabkan terjadinya pemanasan global terdiri dari:
Konsumsi energi bahan bakar Iosil. Sektor industri merupakan penyumbang emisi
karbon terbesar, sedangkan sektor transportasi menempati posisi kedua. Menurut
Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (2003), konsumsi energi bahan bakar
Iosil memakan sebanyak 70 dari total konsumsi energi, sedangkan listrik
menempati posisi kedua dengan memakan 10 dari total konsumsi energi. Dari
sektor ini, Indonesia mengemisikan gas rumah kaca sebesar 24,84 dari total emisi
gas rumah kaca.

Oleh karena itu bahan bakar alternative yang ramah lingkungan perlu
digunakan demi kelangsungan hidup manusia dan demi kelestarian ala mini, di
antaranya adalah kompor tenaga surya.












B. RUMUSAN MASALAH

1. Apakah yang dimaksud dengan kompor tenaga surya ?
2. Bagaimana prinsip kerja kompor tenaga surya ?
3. Apakah keuntungan dari kompor tenaga surya ?

C. TUJUAN

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan dan
mensosialisasikan tentang pentingnya penggunaan bahan bakar pengganti yang ramah
lingkungan, demi kelestarian ala mini.

D. MANFAAT

ManIaat yang diperoleh antara lain :
1. Agar pembaca mengetahui bahwa pentingnya melestarikan ala mini
2. Agar pembaca mengetahui tentang pemanIaatan tenaga alternative
3. Agar pembaca mengetahui cara kerja kompor tenaga surya










BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian kompor tenaga surya

kompor tenaga surya adalah perangkat masak yang menggunakan sinar
matahari sebagai sumber energi. Berhubung kompor jenis ini tidak menggunakan
bahan bakar konvensional dan biaya operasinya rendah, kompor ini dibuat untuk
mengurangi penggundulan hutan dan penggurunan, yang disebabkan oleh
penggunaan kayu sebagai bahan bakar untuk memasak. Kompor surya dapat
digunakan di luar rumah, terutama dalam situasi ketika konsumsi bahan bakar
minimal atau risiko kebakaran menjadi pertimbangan penting.




2. Prinsip kerja kompor tenaga surya

Ada berbagai jenis kompor surya. Semuanya menggunakan panas dari dan
cahaya matahari untuk memasak makanan. Beberapa prinsip dasar kompor surya
adalah sebagai berikut:
1. Pemusatan cahaya matahari. Beberapa perangkat, biasanya berupa cermin
atau sejenis bahan metal/logam yang memantulkan cahaya, digunakan untuk
memusatkan cahaya dan panas matahari ke arah area memasak yang kecil,
membuat energi lebih terkonsentrasi dan lebih berpotensi menghasilkan panas
yang cukup untuk memasak.
2. Mengubah cahaya menjadi panas. Bagian dalam kompor surya dan panci, dari
bahan apapun asal yang berwarna hitam, dapat meningkatkan eIektivitas
pengubahan cahaya menjadi panas. Panci berwarna hitam dapat menyerap
hampir semua cahaya matahari dan mengubahnya menjadi panas, secara
mendasar meningkatkan eIektivitas kerja kompor surya. Semakin baik
kemampuan panci menghantarkan panas, semakin cepat kompor dan oven
bekerja.
3. Memerangkap panas. Upaya mengisolasi udara di dalam kompor dari udara di
luarnya akan menjadi penting. Penggunaan bahan yang keras dan bening
seperti kantong plastik atau tutup panci berbahan kaca memungkinkan cahaya
untuk masuk ke dalam panci. Setelah cahaya terserap dan berubah jadi panas,
kantong plastik atau tutup berbahan gelas akan memerangkap panas di
dalamnya seperti eIek rumah kaca. Hal ini memungkinkan kompor untuk
mencapai temperatur yang sama ketika hari dingin dan berangin seperti
halnya ketika hari cerah dan panas.

Strategi memanaskan suatu barang dengan menggunakan tenaga matahari
menjadi kurang eIektiI jika hanya menggunakan salah satu prinsip tersebut di atas.
Pada umumnya kompor surya menggunakan sedikitnya dua cara atau bahkan ketiga
prinsip dasar kompor surya untuk menghasilkan temperatur yang cukup untuk
memasak.

Terlepas dari kebutuhan akan adanya cahaya matahari dan kebutuhan untuk
menempatkan kompor surya pada posisi yang tepat sebelum menggunakannya,
kompor ini tidak berbeda jauh dengan kompor konvensional. Namun demikian, salah
satu kerugiannya adalah karena kompor surya umumnya mematangkan makanan pada
saat hari panas, ketika orang-orang cenderung enggan memakan makanan yang
panas. Bagaimanapun, penggunaan panci tebal yang lambat menghantarkan panas
(seperti panci dari besi tuang/cor) dapat mengurangi kecepatan hilangnya panas dan
dengan menggabungkannya dengan penggunaan pengisolasi panas, kompor dapat
tetap menghangatkan makanan sampai malam hari.

Penutup kompor biasanya dapat dibuka untuk menempatkan panci ke
dalamnya. Kotak kompor umumnya mempunyai satu atau lebih pemantul cahaya dari
bahan kertas aluminium atau bahan reIlektiI lainnya untuk memantulkan lebih banyak
cahaya ke bagian dalam kotak. Panci pemasak dan bagian dalam bawah kompor
sebaiknya berwarna gelap atau hitam. Dinding bagian dalam kompor harus dapat
memantulkan cahaya untuk mengurangi hilangnya panas dan mengarahkan pantulan
cahaya ke arah panci dan dasar kompor yang berwarna gelap, yang bersentuhan
langsung dengan panci.
3. Keuntungan kompor tenaga surya
Kompor surya hanyalah salah satu cara dari berbagai penggunaan energi
alternatiI, yang dapat dimanIaatkan oleh berbagai kalangan. Sebuah kompor surya
yang dapat diandalkan dapat dibuat dari bahan-bahan sehari-hari dalam beberapa jam
saja atau dapat pula dibeli di pasaran.
Kompor surya dapat memasak apapun yang dapat dimasak oleh kompor atau
oven konvensional - baik memanggang roti, mengukus sayuran sampai dengan
memanggang daging. Kompor surya memungkinkan semua aktivitas tersebut, tanpa
memperparah pemanasan global atau memperpanas dapur dan memperbesar
kebutuhan terhadap sistem pendingin. Hampir 75 rumah tangga di Amerika Serikat
menyiapkan masakan sedikitnya sekali dalam sehari, 1/3 bagian diantaranya
memasak 2 jenis masakan atau lebih. Salah satu dari aktivitas memasak tersebut dapat
dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan, dengan menggunakan kompor surya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa memasak dengan
kayubakar setara dengan merokok dua bungkus rokok dalam sehari. Menghirup asap
dari kayubakar dapat mengakibatkan penyakit saluran pernapasan dan kematian.
Salah satu solusi yang dianjurkan untuk masalah ini adalah pemasakan dengan tenaga
matahari, yang sama sekali tidak menghasilkan asap. Sistem ini hanya menggunakan
tenaga matahari yang cuma-cuma dan berlimpah.












KESIMPULAN

kompor tenaga surya adalah perangkat masak yang menggunakan sinar
matahari sebagai sumber energi. Kompor ini digunakan untuk menggantikan kompor
yang berbahan bakar Iosil. Hal ini dilakukan sebagai wujud dari penyelamatan hutan,
yang ditebang untuk bahan bakar.
Penggunaan kompor ini sangatlah mudah dan bias untuk memasak apa saja
dan banyak keuntungan dengan memakai kompor ini.











DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Komportenagasurya
http://id.wikipedia.org/wiki/Komportenagasurya#Prinsipkerja
http://maskhuzam.wordpress.com/2009/05/10/menghemat-bbm-dengan-
memanIaatkan-bahan-bakar-alternatiI/
http://www.anakunhas.com/topik/macammacambahanbakaralternatiI.html
http://www.alpensteel.com/article/108-230-pemanasan-global/1582--penyebab-
pemanasan-global-pada-bumi.html
http://www.kaskus.us/showthread.php?t6961464