Anda di halaman 1dari 11

1. Create by coordinat a. Create point by coordinates.

b. Kemudian muncul jendela enter/edit a point dan ada 5 field yang harus diisikan. String = layer dalam bentuk angka misal string = 1 X, Y, Z = nilai koordinat Desc = deskripsi misal nama BM-1

setelah itu jika sudak klik apply dan akan muncul jendela yang sama jika ingin memasukkan koordinat lagi jika tidak klik cancel. c. Untuk melihat hasilnya semua klik view zoom all. Atau klik icon zoom extent saja

d. Hasil dari 2 titik berupa garis. Kenapa? Karena data-1 dihubungkan data-2 menggunakan garis bukan data spotheight. Sehingga untuk menjadikan spotheight pelu dilakukan pemotongan menggunakan tool breakline(aktifkan edit) ujung satunya. e. Save data klik kemudian akan muncul jendela baru. Id number tidak boleh klik salah satu ujung dan

kosong/angka 0, tidak boleh juga menggunakan angka 0 didepan angka lain ataupun

menggunakan spasi. Jika sudah klik apply dan akan muncul file .srt difolder direktori kita. Untuk memangil file tersebut tinggal drag dari directory.

2. Import file data excel(data asli TS) .xls dirubah ke format .csv a. Membuat kolom minimal 5 kolom (Y, X , Z, string, Desc). Tempat posisi kolom bebas bisa ditukar-tukar karena nanti dpt di cocokkan pada surpac. String seperti biasa berisi angka bukan 0 dan tanpa spasi yang merepresentasikan misal string 1 warna kuning adalah jalan tambang b. Cek data karena mungkin pengukuran menggunakan alat yang berbeda. Rapikan data terlebih dahulu lihat mungkin ada data kosong di hapus saja. c. Kemudian save as , type dirubah menjadi .csv (comma delimated). File name harus ada ID number misal spotheight1000 d. Import file dengan cara klik file import data from many files(string). Kemudian akan muncul jendela import coordinates from text files, location merupakan tempat file .csv yang akan di convert. Copy saja location diatas dan paste di location dibawah. Kemudian apply.

e. muncul jendela convert text files to .str files dan sesuaikan string number, Y value, X value, Z value dengan kolom pada excel pada file .csv tadi kemudian klik apply dan akan muncul jendela lagi klik apply saja

f.

Setelah berhasil mengkonvert menjadi file .str drag file tersebut untuk membukanya kemudian breakline untuk mendapatkan data spotheight

3. Editing data survey: a. Copy point, segment, dan string menggunakan icon dengan mengaktifkan. Untuk copy point klik icon kemudian klik point yang akan dicopy kemudian muncul jendela

seperti dibawah dan isikan koordinat yang di inginkan kemudian klik apply dan akan muncul titik hasil copy masih tersambung garis, potong menggunakan break line. Cara diatas bisa juga dengan langsung men drag titik ke tempat tujuan.

Copy segment sama dengan klik icon

kemudian drag segmen yang akan dicopy dan

akan muncul jendela seperti dibawah bisa merubah string hasil copy atau tetap sama.

copy string menggunakan icon

kemudian klik string lalu drag ke tempat tujuan dan

akan muncul jendela dibawah, bisa merubah no string.

b. Move point, segment, dan string menggunakan icon berurut-urut kemudian tinggal langsung drag target ke tempat tujuan. c. Delete point, segment, dan string menggunakan icon berurut-urut kemudian langsung saja klik pada target yang akan didelete. d. Renumber digunakan untuk merubah nomor string suatu segmen atau string. Untuk me renumber segmen klik edit segment renumber. Kemudian klik segmen yang akan diubah nomer stringnya dan akan muncul jendela renumber a segment, ganti no string yang diinginkan klik apply.

Renumber string klik edit string renumber. Kemudian klik string yang akan diubah nomernya dan akan muncul jendela renumber a string, ubah no sting sesuai yang diinginkan klik apply.

Renumber range klik edit string renumber range akan muncul jendela string renumber range, berfungsi untuk merubah nomer string sekaligus beberapa string menjadi satu nomor string

e. Untuk mengetahui identitas propertis (aktifkan inquire). Untuk mengetahui identitas titik klik point propertis kemudian klik salah satu point yang ingin dilihat

propertisnya. Informasi akan terlihat di command bawah

Untuk mengetahui identitas segment klik segment propertis

kemudian klik salah

satu point yang ingin dilihat propertisnya. Informasi akan terlihat di command bawah

DIGITASI a) untuk melakukan digitasi perhatikan icon shorcut ini Klik paling kanan (icon ke-4) kemudian klik paling kiri (icon ke-1), lakukan digitasi kemudian untuk menutup terahir kembali ke titik awal klik icon ke 3

b) Aktifkan inquary Klik icon segmen propertis informasi dari segmen tersebut statusnya

kemudian klik segmen tadi. Akan muncul

Informasi luas area tersebut adalah negatif disebabkan oleh statusnya tadi mendigit dengan arah anti-clockwise dan karena nilai luas tidak ada yang negatif maka harus di ubah statusnya menjadi clockwise (clockwise=area + /anti-clockwise=area - ) c) Merubah status dari anti-clockwise menjadi clockwise pertama-tama aktifkan edit kemudian klik icon keterangan (reverse the order of points of a segment) dan klik di segmen tadi. Akan muncul coba cek kembali informasi dengan

menggunakan segmen properties statusnya sudah clockwise dan areanya sudah positif (+)

d) Suatu boundary biasanya bisa terdiri lebih dari satu segmen. Dalam suatu boundary harus terjoinkan menjadi satu beberapa segmen tersebut.

Misalnya boundary dibawah ini seakan-akan terlihat saling menyambung tetapi ketika di zoom ternyata masih belum terhubung dengan benar

e) Untuk menghubungkan kedua segmen menggunakan move point

. move salah satu ujung

titik segmen ke segmen yang lain dengan mengaktifkan snap point terlebih dahulu. kemudianLakukan disemua ujung segmen sampai semua segmen terhubung

f)

Terdapat titik-titik yang tidak terpakai bekas move point maka perlu dihilangkan dengan mengetikkan pada kolom command ERTM

g) Setelah semua segmen terhubung tepat pada tiap titik ujung segmen ternyata segmen-segmen tersebut masih belum terjoin secara sempurna menjadi satu. Cara mengeceknya adalah dengan cara move segmen (no snap), jika semua segmen telah menjadi satu segmen maka akan termove seluruh boundary. h) Untuk menjoint segmen menggunakan kaidah buntut ketemu kepala. Ujung segmen pada Buntut tidak ditandai angka dan kepala ditandai angka 1. Untuk memunculkan angka buntut kepala dengan cara klik display string with string number

i)

Setelah angkanya muncul, untuk mengecek yang mana buntut yang mana kepala dengan cara move segmen sedikit saja dan perhatikan mana yang buntut mana yang kepala. Setelah mengetahui klik undo untuk mengembalikan posisinya ke tempat semula.

j)

Untuk menjoint 2 segmen menjadi satu klik icon

(joint the end of one segmen to the

beginning of another). Klik segmen bagian buntut terlebih dahulu kemudian segmen kepala. Jika telah sukses tanda 1( kepala) akan menghilang karena kedua segmen tersebut telah ter-joint menjadi 1. Lakukan pada segmen-segmen lain hingga menjadi satu segmen saja. k) Apabila pada tedapat kejadian kepala ketemu kepala atau buntut ketemu buntut maka salah satu segmen perlu di tukar antara buntut dan kepala menggunakan icon (reverse the order

of points of a segment) kemudian klik segmen yang mau di tukar posisi kepala dan buntut. Setelah itu joint seperti sebelumnya.

PROGRESS MAP a) Buka file 260411.str kemudian lakukan digitasi mengelilingi daerah tersebut membentuk boundary. Pada saat digitas jangan sampai terputus agar tetap terbentuk dalam satu segmen sehingga tidak perlu repot-repot menjoint lagi. Bikin boundari pada main graphic layer karena agar nantinya dapat disave boundarynya saja.

b) Reset graphic kemudian buka file ori1.srt dan select boundary.srt buka dengan cara drag+CTRL kedalam graphic view.

c) Melakukan Trim untuk menghapus bagian dalam boundary pada ori1.srt dengan cara klik edit trim clip by selected segment. Untuk menghapus bagian dalam pilih yang inside klik apply kemudian klik segmen boundarynya. Akan ada daerah yang bolong yang nantinya itu akan diisi dengan peta progressnya/perubahannya.

d) Drag+CTRL update 260411.srt ke graphic view maka peta progressnya telah terupdate