Anda di halaman 1dari 114

KAIDAH KELIMA

v MENJADI KAYA DENGAN BERSEDEKAH
Menjadi kaya—dalam segala makna yang mungkin dikandungnya—adalah dambaan setiap orang. Siapa pun dan apa pun agamanya. Islam maupun bukan. Tak terkecuali para aktivis dakwah dan tarbiyah. Itu memang merupakan fitrah manusia yang sudah Allah tanamkan sejak sebelum dilahirkan oleh ibunya ke alam dunia ini. Allah swt. berfirman, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apaapa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imran: 14) Allah swt. tidak pernah melarang umat Islam untuk berusaha menjadi kaya. Justru Allah memerintahkan kaum muslimin, secara langsung maupun tidak, untuk berusaha menjadi kaya. Dengan sendirinya, juga melarang untuk miskin. Perintah-perintah menegakkan shalat di dalam Al-Qur’an hampir seluruhnya diikuti dengan perintah untuk mengeluarkan zakat. Itu artinya kita diwajibkan untuk menjadi muzakki (pembayar zakat), bukan menjadi mustahiq (penerima zakat). Dan dalam kenyataan, agama ini pun tidak bisa ditegakkan tanpa adanya harta kekayaan yang bisa dibelanjakan di jalan Allah. Jika menegakkan agama Allah merupakan kewajiban, maka keberadaan harta dalam jumlah yang cukup sebagai sarana untuk menegakkan kebenaran secara

Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah

B
153

otomatis juga wajib hukumnya. Kaidah usuhul-fiqih mengatakan, “Ma la yaimmul-wajibu illa bihi, fahuwa wajibun (sesuatu yang kewajiban tidak bisa ditunaikan dengan sempurna kecuali dengannya, maka sesuatu itu menjadi wajib).” Sayang sekali, dalam dunia pergerakan Islam kontemporer, khususnya di Indonesia, masalah ini masih menjadi masalah akut yang hingga hari ini belum jelas jalan keluarnya. Mayoritas umat Islam, termasuk para aktivis dakwah dan tarbiyah, bisa dikatakan masih berada dalam kategori miskin. Jangankan untuk mem-backup kebutuhan dakwah yang semakin hari semakin besar, untuk memenuhi tuntutan kebutuhan hidup sehari-hari saja masih banyak yang bermasalah. Ya, inilah salah satu persoalan besar yang tengah dihadapi umat dan pergerakan Islam saat ini. Tentunya ada banyak teori yang bisa dipakai untuk melihat fenomena ini sekaligus mencari formulasi pemecahannya secara ilmiah. Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, misalnya, telah membedah masalah ini secara mendetail dalam bukunya Musykilat Al-Faqr wa Kaifa ‘Alajaha Al-Islam. Namun jika kembali pada akar masalahnya, kita bisa simpulkan bahwa ada dua faktor yang menyebabkan kemiskinan dalam tubuh umat ini: faktor internal dan faktor eksternal. Yang termasuk faktor internal di antaranya adalah pertama, kesalahan pemikiran dan sikap mental umat Islam sendiri terkait masalah rezeki dan harta kekayaan. Kedua, kondisi ketidakberdayaan dan kelemahan dalam aspek-aspek teknis (SDM) yang masih melilit. Kesalahan pemikiran dan sikap mental yang saya maksud adalah masih banyak di antara umat ini—termasuk di kalangan aktivis—yang berkeyakinan bahwa kondisi kemiskinan merupakan takdir Allah yang harus diterima dengan qana’ah (diterima

b
154

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

apa adanya dengan ridha). Seolah-olah kondisi kemiskinan murni terjadi atas kehendak Allah, tanpa campur tangan manusia. Kaya dan miskin itu sudah ditetapkan Allah, manusia tidak bisa ikut campur menentukan kehendak-Nya. Rezeki seseorang itu sudah ada jatahnya dari Allah. Jika Allah memberinya banyak, maka tidak ada seorang pun yang bisa menguranginya. Sebaliknya jika Allah memberinya sedikit, tidak seorang pun yang bisa menambahnya. Tidak salah memang bahwa rezeki seseorang sudah ada “jatahnya” dari sisi Allah. Tidak ada seorang pun yang bisa menambah atau mengurangi jatah rezeki itu kecuali Allah. Tetapi ada satu hal yang sering terlewatkan untuk dipahami, yaitu rezeki itu bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba dari langit tanpa sebab. Semua dengan sebab.1 Rezeki memang 100% datang dari sisi Allah, tapi sebabnya 100% datang dari manusia. Kesalahan lain adalah tidak sedikit di antara umat ini yang menganggap kemiskinan itu sebagai kemuliaan. Sabda Rasulullah saw. bahwa harta dan jabatan itu lebih berbahaya daripada serigala lapar yang dilepas di tengah-tengah sekawanan domba2; bahwa orang-orang miskin nanti pada hari Kiamat akan masuk surga lima ratus tahun lebih dahulu daripada orang-orang kaya3; bahwa isi surga itu kebanyakan adalah orang-orang miskin4; juga haditshadits yang semisal; salah dipahami. Seolah-olah, menjadi miskin
1

“Sesungguhnya, Kami telah memberinya (Zulqarnain) kekuasaan di muka bumi ini, dan Kami telah memberinya jalan-jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka dia pun menempuh jalanjalan itu.” (An-Nahl: 84-85) Rasulullah saw. bersabda, “Dua ekor serigala lapar yang dilepaskan di tengah-tengah sekawanan domba tidak lebih berbahaya daripada seseorang yang berambisi terhadap harta dan jabatan.” (h.r. At-Tirmidzi dari Kaab bin Malik ra.) H.r. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda, “Diperlihatkan kepadaku surga, aku lihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin. Dan diperlihatkan kepadaku neraka, aku lihat kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (h.r. Bukhari dan Muslim)

2

3 4

Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah

B
155

Umar bin Khaththab. Ali bin Abi Thalib. saya menangkap realitas getir yang sedang terjadi. Jangan sampai kita sangat berambisi sehingga lupa diri atau teperdaya dengan kenikmatan harta dan jabatan. kecuali Ali bin Abi Thalib dan Sa’ad bin Abi Waqqash ra. maka dalam lingkungan luas pergerakan dakwah kegetiran itu bukan lagi gurauan.6 Tentu cerita itu hanya gurauan. pada sekitar akhir tahun 2004. Dari kesepuluh nama itu. di Departemen Kaderisasi PKS (periode lalu) ada kesan. jika di lingkungan kaderisasi PKS saja terjadi “gurauan” seperti itu. Mereka lupa (atau mungkin tidak tahu) bahwa delapan di antara sepuluh sahabat Rasulullah saw. adalah agar kita waspada terhadap fitnah harta dan jabatan.lebih baik daripada menjadi kaya. (Baca: Abdul-Latif Ahmad Asyur. Az-Zubair bin Al-Awwam. yang dijamin masuk surga adalah pengusaha-pengusaha kaya. seorang aktivis dakwah dan anggota DPR RI. Al-Yusni. Masih ada harapan kebahagiaan di surga kelak. Sa’ad bin Abi Waqqash. 6 b 156 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Semakin miskin.H. Abdurrahman bin Auf. semakin disegani. yang dimaksud Rasulullah saw. secara bergurau pernah bercerita. delapan di antaranya adalah saudagar yang kayaraya. Juga agar kita bersabar jika kemiskinan masih melilit kehidupan kita. Terminologi zuhud yang memiliki arti dasar adalah qana’ah dan tidak tamak terhadap dunia. Tapi dalam renungan panjang. dipahami secara salah sebagai keharusan untuk hidup miskin. Namun. dan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah. Thalhah bin Ubaidillah. Sa’id bin Zaid. Padahal. cara 5 Sepuluh orang yang dijamin masuk surga adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. yang paling miskin yang paling disegani. melainkan benar-benar merupakan menu harian. Artinya. Jakarta: Gema Insani Press. sekadar menghibur ikhwah atas kondisi kelemahan yang masih melilit. 2003). Utsman bin Affan. di kalangan para aktivis dakwah cara pandang seperti itu ternyata juga ada. barangkali masih bisa dimaklumi.5 Kalau cara pandang seperti itu terjadi di kalangan masyarakat awam. 10 Orang Dijamin ke Surga. Beliau ceritakan dalam sebuah taujih di kantor DPW PKS Kalimantan Timur. Ustadz D.

biaya silaturahmi. di samping sebagian dipengaruhi oleh faktor pertama. pangan. Kenyataannya. Apalagi harga-harga kebutuhan hidup sehari-hari (sandang. kesehatan.berpikir dan sikap mental sebagian dai memang masih seperti itu. Motivasi ekonomi. pendidikan. Secara umum strata sosial ikhwah memang tergolong kelas menengah ke bawah atau berlatar belakang keluarga sederhana. pengembangan diri. Dan. kalau tidak menyebutnya miskin. Dengan harapan. mencari pekerjaan dan penghasilan yang memadai di negeri yang sangat subur ini benar-benar bukan persoalan sederhana. mereka menjadi aktivis dakwah. meskipun berpendidikan tinggi. itulah yang lebih dominan mendorong anak-anak keluarga miskin itu berbondong-bondong memasuki perguruan tinggi. juga lebih banyak karena faktor latar belakang sosial. benar-benar menguras energi. Dengan itu semua. jika berpendidikan tinggi setidak-tidaknya mereka akan bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik di kemudian hari. Problem ekonomi rumah tangga Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 157 . perumahan. Di lingkungan perguruan tinggi itu ternyata mereka menemukan lebih dari sekadar pendidikan untuk kerja. menghidupi istri dan anak-anak yang jumlahnya terus bertambah. Kondisi ketidakberdayaan yang masih melilit sebagian besar aktivis dakwah hingga hari ini. dan sebagainya) selalu meningkat setiap saat. Kalaupun mereka pada umumnya sempat mengenyam pendidikan tinggi itu semata-mata karena semangat belajar yang sangat kuat dalam diri dan keluarga mereka. Tidak terhitung banyaknya sarjana di kalangan aktivis dakwah (sebagaimana juga di kalangan masyarakat secara umum) yang terpaksa kerja serabutan untuk sekadar mendapatkan sesuap nasi. tapi juga tarbiyah yang kemudian mengubah cara pandang dan sikap mereka terhadap hidup dan kehidupan ini.

Tidak bisa kita ingkari. Namun sekadar teori. mau tidak mau kita harus membongkar akar masalahnya. bagaimana caranya agar kita bisa keluar dari lingkaran setan kemiskinan yang menjerat ini? Jelas bukan hal yang mudah untuk menjawabnya. perang ekonomi merupakan perang yang riil. untuk diterapkan di negara-negara dunia ketiga yang mayoritas muslim. Bahkan. Politik ekonomi kawasan pasar bebas (free trade zone) yang dipaksakan oleh negaranegara industri. yang menguasai sumber-sumber daya ekonomi umat. juga ada jaringan kekuatan ekonomi global yang menggurita. Dalam hal ini. Saya hanya ingin menegaskan. untuk keluar dari persoalan ini. tidak jarang mereka menggunakan cara-cara licik (seperti suap. misalnya. Selain kebijakan ekonomi global yang dipaksakan negaranegara industri atas negara-negara “konsumen” seperti itu.yang pada mulanya bersifat pribadi. berkembang menjadi persoalan pergerakan secara keseluruhan. Jaringan itu sangat rapi bekerja di bawah bayang-bayang setiap kekuasaan di seluruh dunia. khususnya Amerika Serikat. Adapun faktor-faktor eksternal di antaranya adalah politik (baca: perang) ekonomi yang dilancarkan musuh-musuh Islam yang memang tidak menghendaki umat ini maju. ancaman keamanan. adalah bentuk paling nyata dari perang ekonomi. Pertanyaannya. Saya tidak hendak memperpanjang pembahasan tentang faktor-faktor eksternal dalam proses pemiskinan umat ini. faktor internal merupakan b 158 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . intimidasi politik. Juga saya tegaskan bahwa kemiskinan yang melanda umat ini merupakan kemiskinan yang “dikehendaki” oleh pihak-pihak luar yang tidak ingin umat Islam kuat. baik sumber daya alam maupun akses-akses permodalan. dan sebagainya) untuk memuluskan rencana-rencana mereka.

awal ayat) “Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya. Begitulah memang. Jangankan terhadap harta.7 Dia berhak berbuat apa saja terhadap segala sesuatu yang menjadi milik-Nya.” (Al-Baqarah: 284. dan apa yang kamu sedekahkan 7 ‘“Milik Allah-lah apa-apa yang ada di langit dan bumi. berkata. MEMAKNAI ULANG HAKIKAT KEKAYAAN Sebelum kita berbicara lebih lanjut tentang bagaimana kita bisa keluar dari lingkaran setan kemiskinan. mempunyai harta selain apa yang kamu makan sampai habis. ‘Anak Adam suka berkata. Yang benar-benar miliknya adalah apa yang telah dimanfaatkannya secara nyata. ’Telah melalaikan kalian berbanyak-banyakan harta. wahai anak Adam.” (Al-Baqarah: 284. akhir ayat) Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 159 . Abdullah bin Asy-Syikhkhir ra. “Hartaku. Adapun manusia. “Aku datang menemui Nabi saw. tampaknya perlu kita kaji ulang lebih dahulu tentang hakikat kekayaan. sedang faktor-faktor eksternal hanya merupakan pelengkap. Dan karena akar masalah internal kita yang pertama adalah faktor pemikiran dan sikap mental. sesungguhnya hanyalah makhluk yang sangat lemah..” (Al-Ma’idah: 120) “Dan Allah berkuasa atas segala sesuatu.’ (At-Takatsur: 1) lalu beliau bersabda. hartaku. terhadap dirinya saja mereka tidak berkuasa. dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu..” Apakah kamu. maka mengubah pemikiran dan sikap mental itulah yang mesti menjadi prioritas untuk kita lakukan. apa yang kamu pakai sampai rusak. pemilik segala sesuatu yang ada di langit dan bumi ini hanyalah Allah swt. hakikat kepemilikan adalah penguasaan.faktor inti. yang sering mengklaim sebagai pemilik ini dan itu. dan karenanya Allah berkuasa atas segalanya. Dari sudut pandang aqidah. sementara beliau membaca ayat.

berfirman. misalnya. semakin mudah kita mengakses segala sesuatu yang dimiliki-Nya. jalan satu-satunya hanyalah dengan memohon kepada-Nya dan mengikuti cara-cara pengupayaan yang dikehendaki-Nya atau sesuai syariat-Nya. maka Aku izinkan dia diperangi. Tapi itu semua tidak ada artinya sama sekali jika Anda tidak bisa memanfaatkannya. Demikian juga sebaliknya. maka jika kita ingin mendapat bagian dari kepemilikan dan penguasaan itu. Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal yang lebih Aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. pada hakikatnya memang tidak seorang pun bisa dikatakan memiliki sesuatu yang tidak dikuasainya. “Barangsiapa memusuhi kekasih-Ku.kepada yang berhak?” (h. karena (misalnya) tanah itu ternyata dikuasai oleh sekelompok preman atau oknum tertentu yang Anda tidak kuasa mengusirnya. Muslim) Ya. Karena pemilik dan penguasa segala sesuatu itu hanyalah Allah. Dalam sebuah hadits qudsi Allah swt. meskipun bisa saja kepemilikan itu sah menurut hukum. Dan kedekatan yang istimewa akan membuka akses tersebut secara istimewa pula. Dalam hal ini. Tetapi hamba-Ku (yang ingin mendapatkan kecintaan dari-Ku) tidak akan pernah berhenti melakukan amal-amal b 160 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Semakin dekat hubungan kita dengan-Nya. tapi secara de facto tanah itu bukan milik Anda.r. maka secara hukum Anda adalah pemilik sah tanah tersebut. Anda memiliki sebidang tanah yang bersertifikat atas nama Anda. niscaya akan ada jalan bagi segala harapan. Pertanyaannya sekarang: sejauh mana kedekatan hubungan kita dengan Allah? Adakah jalinan kecintaan yang menjadi keistimewaan hubungan di sana? Jika ada cinta. Secara de jure Anda memang pemiliknya. kedekatan hubungan dengan Allah menjadi kata kunci.

“Apakah kamu melihat harta yang sedikit itu merupakan kemiskinan?” Abu Dzar menjawab. Jika demikian. pasti akan dilindungi. “Ya. bertanya lagi. pasti akan diberi.sunah (selain yang wajib) sehingga Aku mencintainya. kaya itu adalah kaya hati. wahai Rasulullah. Aku adalah telinganya yang digunakan untuk mendengar. Jika dia meminta sesuatu kepada-Ku pasti Aku beri. “Bagaimana pendapatmu tentang orang itu?” Ia menjawab. Dan sesungguhnya. jika memang kita termasuk hamba yang dicintai-Nya. “Ya. Jika berlindung kepada-Nya. “Orang itu termasuk bangsawan. Aku adalah tangannya yang digunakan untuk menggapai. masih adakah persoalan dalam hidup ini? Praktis semua sudah terjamin. “Sesungguhnya. Aku adalah kakinya yang digunakan untuk melangkah. Beliau bertanya kepada seorang sahabat yang duduk di sebelah beliau. kekayaan itu tidak harus dengan memiliki segalanya secara hukum di hadapan manusia. wahai Rasulullah. Kekayaan yang sesungguhnya adalah keyakinan yang kokoh bahwa ketika kita membutuhkan sesuatu.. Demi Allah. Rasulullah saw. ada seorang laki-laki berjalan di hadapan Rasulullah saw. fakir itu adalah fakir hati. Dan jaminan itu telah Allah berikan kepada kita.” Rasulullah saw. Jadi. jika kekasih Allah meminta sesuatu kepada-Nya. jika ia melamar seseorang pasti akan diterima.” (h. Dan itulah hakikat kekayaan dan kekuasaan. ada jaminan ketersediaan. dan bila dia berlindung kepada-Ku pasti Aku lindungi. “Apakah kamu melihat bahwa harta yang banyak itu adalah kekayaan?” Abu Dzar ra. dan jika minta pertolongan Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 161 .” Rasulullah saw.” Pada suatu hari.r. Dan apabila Aku telah mencintainya. menjawab. lalu bersabda. pernah bersabda kepada Abu Dzar ra. Bukhari) Ya. maka Aku adalah matanya yang digunakan untuk melihat.

” Rasulullah saw. karena banyak orang yang diberi kekayaan oleh Allah.” Rasulullah saw. Ia seperti orang miskin dilihat dari kerakusannya. yaitu orang tidak merasa butuh dengan harta yang ia terima. Kekayaan adalah sikap puas atas apa yang telah kita terima dari sisi Allah. dan jika berbicara tidak akan didengar. Rasulullah saw. Lalu lewatlah orang lain. tidak berambisi mengejar harta lebih banyak lagi. diam saja. Kekayaan hakiki adalah kekayaan hati. tanpa peduli dari mana ia mendapatkannya.” Tegasnya. serta harapan 162 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH b . “Makna hadits di atas. kekayaan hakiki bukan harta yang berlimpah ruah.” (Orang yang paling kaya di dunia ini adalah mereka yang mampu menikmati hidupnya dan pada saat yang sama memiliki pola hidup yang sehat dan seimbang). “Wahai Rasulullah. Al-Bukhari) Ibnu Baththal berkata. dan tidak memburunya dengan mati-matian. bersabda.” Hal tersebut seperti definisi Ernie Zelinski tentang kekayaan. ia adalah lelaki fakir di kalangan kaum muslimin. Demi Allah. kekayaan pada hakikatnya bukanlah pada banyaknya harta yang berhasil kita himpun.” Dalam hadits lain beliau juga bersabda.” (h. tapi ia tidak puas dan terus bekerja matimatian untuk bisa lebih kaya lagi. puas dengannya. “The richest people in the world are those who have fun earning their living and the some time have a healthy work-live balance. dan jika minta pertolongan tidak akan diperhatikan. “Orang itu lebih baik daripada sepenuh isi bumi ini daripada orang yang tadi. tapi kekayaan itu adalah kaya hati). Seolah-olah ia sudah kaya.r. “Laisal-ghina ’an katsratil-’aradhi walakinnal-ghina ghinan-nafs (Kekayaan itu bukanlah kaya harta. jika ia melamar seseorang pasti tidak akan diterima.pasti akan diperhatikan. “Bagaimana pendapatmu tentang orang itu?” Ia menjawab. bertanya kepada sahabat tadi.

sehingga kalau ingin menjadi kekasih Allah kita juga harus hidup miskin. tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Yunus: 62-63) KEHARUSAN MENJADI KAYA Sungguh pun demikian. Allah berfirman. untuk menjunjung tinggi kalimat-Nya.akan pertolongan-Nya terhadap segala kesulitan yang mungkin kita hadapi. membeli kendaraan untuk perjalanan ke sana-ke sini. Allah tidak pernah melarang umat Islam (tak terkecuali para aktivis dakwah dan tarbiyah) untuk berusaha dan menjadi kaya. Tentu saja. “Ingatlah. Secara riil. menghadapi hari tua. Seperti kita singgung di atas. dari sudut pandang syariah. Semua itu merupakan implementasi ibadah kita sebagai hamba dan khalifah-Nya di muka bumi. Apa yang kita bahas di atas adalah tinjauan hakikat kekayaan dari sudut pandang aqidah (keimanan). (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. jangan sekali-kali berpikir bahwa wali-wali Allah itu secara materi harus miskin. membangun rumah sebagai tempat bernaung dari panas dan hujan serta melindungi aurat diri dan keluarga. memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. termasuk berinfak di jalan Allah. sesungguhnya wali-wali (kekasih-kekasih) Allah itu. Sama sekali tidak. Dan itu hanya terjadi dalam jiwa yang dipenuhi oleh keimanan dan ketakwaan kepada-Nya. dan sebagainya. Juga menabung untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak dan untuk mempersiapkan kelangsungan pendidikan anak-anak. Justru secara langsung maupun Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 163 . kita harus berusaha “mencari” (atau dalam istilah Aa Gym “menjemput”) rezeki.

serta tentang ilmunya. Al-Bazzar dan At-Thabrani) Allah swt. dan orang yang dikaruniai Allah ilmu lalu diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.r. kepadamu. tentang masa mudanya. dan dari membayarkan zakat. Sesungguhnya. “Tidaklah beranjak kedua kaki anak Adam (manusia) pada hari Kiamat nanti kecuali akan ditanya lebih dahulu tentang empat hal: tentang umurnya. dan dari mendirikan sembahyang.” (An-Nur: 36-37) 9 b 164 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik. yang mengisyaratkan bahwa berusaha dan menjadi kaya merupakan bagian dari ajaran Islam.r. apakah untuk pembelanjaan yang sesuai dengan syariat (syar’i) atau tidak? Rasulullah saw. dimanfaatkan untuk apa.” (Al-Qashash: 77) Rasulullah saw. Mereka takut pada suatu hari yang di hari itu hati dan penglihatan menjadi goncang. ke mana kekayaan itu dibelanjakan. yang mereka khawatirkan (kesejahteraan) mereka. Karena itu 8 Di antaranya. bersabda. “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. juga berfirman. Bukhari dan Muslim) “Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya. tetapi dari mana kekayaan itu diperoleh? Apakah dari sumber-sumber yang halal atau haram? Dan. tentang hartanya. juga bersabda. “Tidak boleh ada sifat iri kecuali dalam dua hal: orang yang dikaruniai Allah harta lalu dibelanjakan untuk kebenaran. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.” (h. dihabiskan untuk apa.9 Yang menjadi persoalan bagi seorang muslim bukan kekayaannya. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual-beli ddari mengingati Allah. “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. sangat banyak ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah saw.” (h.8 Tentu saja sepanjang koridor yang halal dan tidak melupakan kewajiban-kewajibannya sebagai hamba Allah. digunakan untuk apa. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.tidak Allah memerintahkan kaum muslimin untuk kaya. dari mana ia peroleh dan dibelanjakan untuk apa. pada waktu pagi dan waktu petang. Sungguh.

“Kaada’l-faqru ay-yakuna kufran (Kemiskinan nyaris membawa pada kekafiran)”. itu lebih baik daripada kamu tinggalkan dalam keadaan miskin sehingga meminta-minta. Maka. masih sangat jauh panggang dari api. solusinya nyaris selalu bermuara pada satu hal: dana. seandainya kamu tinggalkan anak-anakmu dalam keadaan kaya. jika ahli warisnya jatuh dalam kekafiran karena kemiskinan.” (An-nisa’: 9) Artinya. bersabda. adalah fardhu ’ain atas setiap ikhwah untuk mengkaji ulang doktrin tersebut..hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.r. Karena itu. Ungkapan ini sering disebut-sebut sebagai hadits Rasulullah saw. Dan karena persoalan umat (di tengah kondisi kemiskinan yang merajalela seperti ini) pada umumnya terkait dengan kebutuhan hidup (ekonomi). Tapi ada satu kenyataan yang sangat perlu kita perhatikan di sini. Bukhari dan Muslim) Saya tidak ragu sedikit pun bahwa para aktivis dakwah (setidak-tidaknya mayoritas) sudah sangat memahami hakikat ini. Mengapa? Sebab. Praktiknya. 10 Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 165 . yaitu doktrin “orang Islam harus kaya” sejauh ini baru berputarputar di alam teori. menjadi dai berarti tampil sebagai solusi atas persoalan kehidupan umat. Bukankah kemiskinan potensial menyeret seseorang pada kekafiran?10 Rasulullah saw. ia akan bertanggung jawab di hari Kiamat. Sebab. Menyelenggarakan daurah saja. jangan sekalikali berharap biaya ditanggung umat. misalnya. “Sungguh. orang-orang yang meninggalkan ahli waris dalam keadaan miskin harus takut kepada Allah.” (h. Mereka tidak menuntut Ungkapan yang sangat populer dalam hal ini adalah. tapi saya belum tahu riwayatnya secara jelas bahwa ia datang dari beliau saw.

Tuntutan penghasilan dari sumber-sumber yang halal seolah-olah tidak mencukupi. Belum lagi berbicara tentang sarana prasarana dakwah. pendidikan. Pada saat yang sama godaan untuk mendapatkan “penghasilan” dari b 166 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Dalam hal ini umat tidak pernah tahu—atau bahkan tidak mau tahu—dengan proses. ketika kampanye dahulu. yang tentunya diperlukan dana lebih banyak lagi. dan sebagainya. seringkali umat tidak peduli akan sumber-sumber dana itu: halal atau haram. Terlebih lagi. Tidak sedikit istri anggota legislatif yang mengeluh. tidak siap suaminya menjadi pejabat publik. Bahkan. dengan memanfaatkan teknologi multimedia. Mengapa? Sebab. keharusan menjadi kaya lebih mutlak. Dan karena pada umumnya problem itu terkait dengan kebutuhan hidup (ekonomi). meski mungkin tidak secara langsung. serta-merta umat menuntut bukti-bukti nyata atas apa yang pernah dijanjikan. Maka. Umat hanya tahu. kerawanan rumah tangganya juga ikut terancam. Belum lagi kita bicara tentang daurah yang efektif. terlebih lagi masalah pribadi sang dai. penyiaran. ketika aktivis dakwah yang politisi itu masih berkutat dalam kemiskinan. Luar biasa! Bagi ikhwah atau akhawat yang diamanahkan menjadi anggota legislatif atau pejabat publik lainnya. dengan adanya dai yang menjadi anggota legislatif atau pejabat publik segala persoalan kehidupan mereka dapat diselesaikan. janji-janji solusi atas permasalahan umat tersebut sering disampaikan secara terbuka di berbagai forum. mereka adalah tumpuan harapan umat dalam mencari solusi atas hampir segala masalah kehidupannya.kompensasi atas keikutsertaannya saja sudah bagus. saat mereka tampil sebagai pejabat publik. masalah internal partai. maka sang dai (yang kebetulan juga politisi) harus mampu menghadirkan solusi yang juga ekonomis (bahkan cash money) sifatnya. Pada titik ini.

misalnya. cukup dengan mampu memberikan jalan yang relatif “terjamin” mengenai asal dana itu. Bukan mustahil masa jabatan yang seharusnya hanya lima tahun.sumber-sumber yang “syubhat” (atau bahkan nyata-nyata haram) berseliweran. Maka.” (Al-Furqan: 67) Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 167 . penghasilan yang harus di’dongkrak’. Cukup. terkait kebutuhan dana umat yang terus meningkat. dan mempunyai kemampuan manajerial yang relatif baik terkait pengelolaan dan pengembangan aset-aset pribadi dan umat secara keseluruhan. Saya yakin Anda sudah sangat hafal dengan pepatah bahasa Indonesia yang selalu diajarkan guru-guru SD itu. hemat pangkal kaya”. Anda harus hemat. Belum lagi risiko akhiratnya. karena memang sudah minimal? Ya. sekali lagi. menjadi kaya ternyata 11 “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta). jika ingin kaya. mereka tidak berlebihan. termasuk akses-akses permodalan. sepanjang masih dalam koridor halal. Karena itu. Tentu saja. apalagi aktivis dakwah. apa jadinya kalau iman tidak kuat. dan tidak (pula) kikir. tentu sudah sangat memahami masalah itu. Atau. Na’udzubillah. Tetapi. Meski tidak berarti harus dengan memiliki harta yang berlimpah. Setiap orang yang normal. bertambah menjadi tujuh atau delapan tahun: lima tahun di kantor. menjadi aktivis dakwah memang harus kaya. Anda harus menabung dan jangan sekali-kali berbelanja lebih dari pendapatan. JALAN-JALAN MENUJU KEKAYAAN “Rajin pangkal pandai. dengan menguasai sumber-sumber ekonomi. dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. dua atau tiga tahun berikutnya di lembaga pemasyarakatan. Itu logika sederhananya. Bagaimana kalau pengeluaran sudah tidak bisa ditekan lagi. Bisa dibanyangkan.

Umar bin Khaththab ra.” jawab Ubay. Itu makna sederhananya. pernah bertanya kepada Ubay bin Ka’ab ra. Hemat memang diperintahkan dalam Islam. b 168 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . jika disederhanakan. Tapi jika kita kaji secara mendalam. Bukan tips untuk menjadi kaya. Secara ringkas kelima belas cara itu adalah sebagai berikut. Dan rezeki itu sama sekali tidak berkaitan dengan hitung-hitungan belanja dan pendapatan.” “Itulah takwa. takwa adalah sikap hati-hati terhadap segala kemungkinan tergelincirnya diri dari jalan kebenaran. Kebanyakan orang memahami bahwa ketakwaan akan berbuah kebahagiaan kelak di akhirat atau mengantarkan seseorang ke surga Allah dan menghindarkan dari azab-Nya. Rezeki bertambah dan berkurang dengan logikanya sendiri. itu soal rezeki. “Ya.” Ubay bertanya lagi. Berani Taqwa: 15 Cara Menambah Pundi-pundi Kekayaan Berdasar Al-Qur’an dan Sunah. “Pernahkah Anda berjalan di atas jalanan yang penuh dengan duri?” Umar menjawab. tentang makna takwa. yakni mengiringi sikap hidup secara keseluruhan. “Saya selalu waspada dan berjalan dengan hati-hati. Seperti judulnya. Masalah kaya atau miskin. pernah. Pertama. sebagaimana boros itu dilarang. Diinspirasi oleh Abu Ammar Yasir Qadhi dalam buku 15 Ways to Increase Your Earning from the Quran and Sunah.11 Tapi itu adalah ajaran tentang sikap hidup.bukan soal hemat atau boros. buku yang lumayan “provokatif” ini mengulas lima belas cara untuk menjadi kaya bagi orang yang beriman. “Apakah yang kamu lakukan?” Kata Umar. Bertakwa kepada Allah Takwa. Ustadz Anif Sirsaeba menulis buku Berani Kaya. Ubay balik bertanya. artinya menjaga diri dari azab Allah dengan mengamalkan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangannya.

Sesungguhnya. Pena (catatan takdir) telah diangkat dan kitab (takdir) telah kering. lalu beliau bersabda kepadanya.Padahal lebih dari itu. Jagalah Allah (hukum-hukum-Nya).r. “Wahai anak. Namun ayat-ayat dan hadits-hadits di atas cukup bagi kita untuk mengerti bahwa takwa adalah jalan utama menuju hidup berkecukupan. Bila kamu meminta sesuatu. niscaya kamu akan mendapati-Nya di hadapanmu. Allah melaksanakan urusan-Nya. termasuk harta kekayaan. niscaya Allah akan menjagamu. Jika mereka berhimpun untuk mencelakaimu. Sesungguhnya. mintalah kepada Allah. Yakinlah bahwa seandainya semua orang berkumpul untuk memberimu manfaat. Ahmad) Sungguh sangat banyak ayat dan hadits yang menjelaskan masalah ini.. berkendaraan di belakang Rasulullah saw. niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Dan barangsiapa yang berserah diri (tawakal) kepada Allah. mereka juga tidak akan bisa memcelakaimu kecuali apa yang telah ditetapkan Allah. mintalah kepada Allah. mereka tidak akan bisa memberimu manfaat kecuali apa yang telah ditetapkan Allah. niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Kedua. dan yang lebih hebat lagi. dibukakan pintu-pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (h.” (Ath-Thalaq: 2-3) Suatu hari. Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. Luar biasa! Tentu kita sudah sering membaca firman Allah swt.. Bila kamu minta tolong. Jagalah Allah. “Barangsiapa bertakwa kepada Allah. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga. Allah juga memberikan jaminan kepada orang yang bertakwa bahwa ia akan diberi jalan keluar atas segala kesulitannya. Ibnu Abbas ra. sungguh aku akan mengajarimu beberapa nasihat. Bertobat dan Beristigfar Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 169 .

seseorang atau suatu kaum yang lemah akan menjadi kuat. Dengan limpahan itu. “Dan (Hud berkata). dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. berfirman. dan yang kuat akan menjadi semakin kuat. yang ma’shum (terpelihara dari segala kesalahan) saja. dan Dia akan menambahkan kekuatan pada kekuatanmu. tobat adalah menyesali segala perbuatan dosa yang pernah kita lakukan kepada Allah.’” (Hud: 52) Artinya. Selain ampunan Allah. dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. selalu beristigfar dan bertobat setiap b 170 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . istigfar dan tobat menyebabkan turunnya rezeki dan berkah yang berlimpah-ruah dari sisi Allah. wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung!” (AnNur: 31) Sayang sekali. padahal Allah menjanjikan hal itu juga di dunia ini. lalu kita memohon ampun kepada-Nya. ekonomi. banyak orang yang beranggapan bahwa keberuntungan bagi orang yang bertobat itu hanya di akhirat. beristigfarlah (memohon ampun) kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya. tobat juga akan membawa keberuntungan.Secara sederhana. Allah swt. Allah berfirman. kita harus senantiasa beristigfar (mulazamatul-istghfar) dan terus memperbarui tobat. “Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah. baik secara fisik. sebagaimana terhadap buah dari takwa. niscaya Dia akan menurunkan hujan yang sangat deras (penuh berkah) atas kamu. sosial-politik (pengaruh dan kekuasaan) maupun aspekaspek lainnya. Tobat seperti itulah yang kita kenal sebagai taubatannashuha. ‘Hai kaumku. jika kita ingin hidup berlimpah rezeki dan berkah. Maka. Rasulullah saw.

) Ketiga. aku senantiasa bertobat setiap hari seratus kali. Kita harus sadar sepenuhnya bahwa Allah memiliki kuasa untuk berkehendak apa saja atas hamba-hamba-Nya. Dan kita yakin sepenuhnya bahwa segala kehendak Allah itu adalah baik. “Katakanlah.) Dalam riwayat lain beliau bersabda. Berserah Diri (Tawakal) kepada Allah Tawakal atau berserah diri kepada Allah adalah sikap hidup di mana kita merasa bahwa segala sesuatu yang sudah dan akan terjadi dalam kehidupan ini semuanya telah ditetapkan dalam buku takdir Allah. bertobatlah kalian kepada Allah dan beristigfarlah kepada-Nya. Al-Bukhari dari Abi Hurairah ra.’” (At-Taubah: 51) Tapi. Muslim dari Al-Agharri bin Yasar ra.” (h. sesungguhnya.hari tidak kurang dari seratus kali. Dialah Pelindung kami. “Demi Allah. sebagaimana kita tidak perlu merasa khawatir dengan peristiwa yang akan terjadi. itu bukan berarti kita tidak perlu berusaha untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini. aku senantiasa istigfar dan tobat kepada Allah dalam setiap hari lebih dari tujuh puluh kali. Justru dengan sikap tawakal kita akan sangat bersungguh-sungguh untuk bisa mendapatkan yang terbaik. “Wahai umat manusia. dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yang beriman harus berserah diri (tawakal). kita tidak perlu merasa sedih dengan peristiwa yang sudah terjadi.” (h. Jadi.r. ‘Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Allah telah berfirman.r. Ingat. tawakal adalah puncak dari usaha. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 171 . Karena pada hakikatnya.

lalu pulang di senja hari dalam keadaan kenyang. apakah saya perlu mengikat unta saya (agar tidak lari). seorang Arab Badui (pedalaman) datang kepada Rasulullah saw.r. yang terbang di pagi hari dalam keadaan lapar. niscaya kamu akan diberi makan oleh Allah (rezekimu dijamin) sebagaimana Dia telah memberi makan kepada burung. “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah di jalan yang diridhai-Nya. Adapun untuk sukses hidup di dunia ini seseorang harus bekerja keras atau pandai berbisnis.r. “Ikatlah untamu dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya.” (h. Allah berfirman. Ahmad dan Ibnu Hibban) Menurut Abu Hatim Ar-Razi. Ibnu Majah. Allah telah membuat ketentuan atas segala sesuatu. At-Tirmidzi. meskipun bukan ahli ibadah (kepada Allah). menjelaskan dengan panjang lebar tentang makna tawakal. Ibnu Hibban) Pada waktu lain. niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. bersabda. “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah. hadits itu menunjukkan bahwa tawakal merupakan faktor terbesar dalam membangun pundipundi kekayaan. Sukses hidup di dunia ini (khususnya dalam hal kekayaan) tidak ada hubungannya dengan ibadah. Buktinya. Itu karena mereka 172 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH b . sampai pada intinya beliau bersabda. orang-orang Barat atau Cina non-muslim bisa kaya.Suatu saat. Allah melaksanakan urusan(yang dikehendaki)Nya.” (Ath-Thalaq: 3) Keempat. “Wahai Rasulullah. atau saya cukup bertawakal kepada Allah?” Menanggapi pertanyaan tersebut Rasulullah saw. Sesungguhnya. Beribadah kepada Allah Pemikiran sesat lainnya yang masih banyak menjangkiti umat ini: ibadah adalah jalan untuk mencapai sukses hidup di akhirat. Rasulullah saw.” (h. dan bertanya.

Allah swt. karunia Allah yang seolah-olah menyenangkan. itu masalah lain. Adapun bagi orang-orang yang beriman. kalau orang-orang yang tidak mengenal ibadah kepada-Nya kaya. Namun. Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya. Mereka hanya bekerja keras dan mengoptimalkan segala kepandaiannya dalam berbisnis.” (Rum: 37). Na’udzubillahi. padahal di balik itu semua justru Allah hendak membiarkan mereka terlarut dalam keingkaran atas kebenaran agama-Nya. Dia memberi rezeki kepada siapa dan berapa saja sesuai dengan kehendak-Nya. “Wahai anak Adam. rezeki datangnya dari Allah. kita harus ingat. pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman. berfirman. niscaya Aku akan membuatmu sibuk. itu adalah istidraj. semakin terbuka pintu-pintu rezekinya.12 Jadi. Benar. Tapi kalau kamu tidak mau beribadah kepada-Ku. Dalam sebuah hadits qudsi. dan Aku tidak akan menghapuskan kemiskinanmu. niscaya Aku akan melimpahkan kekayaan kepadamu dan melenyapkan kemiskinanmu.r. Adapun maksud Allah melimpahkan rezeki mereka. pintu rezekinya justru terletak pada ibadahnya. “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya.” (Al-Isra’: 30). Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Bisa jadi. serta menahan rezeki dari siapa saja yang dikehendaki-Nya. Semakin banyak dia beribadah. luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku.bekerja keras dan mengoptimalkan segala kepandaiannya dalam berbisnis.” (h. itu semata-mata karena Allah memang berkehendak untuk melimpahkan rezeki mereka. Sesungguhnya. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 173 . orang-orang Barat atau Cina non-muslim itu bukan ahli ibadah (kepada Allah). AtTirmidzi dan Ibnu Majah) 12 “Sesungguhnya. Sesungguhnya. Hasilnya: mereka jadi kaya. dan banyak lagi ayat-ayat yang semisal. Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambaNya.

r. atau (kalau kamu membatasi diri dengan-Ku) Aku akan membuatmu miskin. dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya! Ternyata.” (AlJumu’ah: 9-10) Ya. Tentu. “Wahai anak Adam. Sebab. tetapi Dia tebarkan rezeki di seluruh muka bumi. syukur berarti terima kasih. Tapi lebih dari sekadar ucapan. setelah kita mendapat “izin” (dengan ibadah kepada) Allah sebagai pemilik sejati dari segala yang ada di langit dan bumi ini. maka bersegeralah kamu pada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. maka bertebaranlah di muka bumi. Bersyukur atas Nikmat Allah Secara sederhana. Apabila shalat telah ditunaikan. Jika kita menjemputnya. semakin terbuka pintu-pintu rezeki-Nya. dapat kita simak dalam firman Allah. niscaya Aku akan melimpahkan kekayaan kepadamu. mau menjemputnya atau tidak. dan selalu sibuk dengan pekerjaan. Wahai anak Adam. apabila shalat telah ditunaikan. jangan batasi dirimu dengan-Ku. “Hai orang-orang beriman. dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung. Allah memang tidak menurunkan emas dari langit. dan carilah karunia Allah. Allah akan membuka pintu-pintunya. Kelima. dan carilah karunia Allah. apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at. Al-Hakim) Apakah itu berarti kita tidak perlu bekerja? Jawabannya. ibadah kepada Allah juga harus diikuti dengan sikap yang sigap dalam “menjemput” rezeki-Nya. maka bertebaranlah kamu di muka bumi. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Semakin banyak kita mengoleksi “izin”Nya. b 174 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Bersyukur berarti menggunakan atau mengelola segala nikmat yang dilimpahkan Allah sesuai dengan tujuannya.Dalam riwayat lain disebutkan.” (h. luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku. Tinggal kita.

Karena tujuan penciptaan manusia ini adalah untuk beribadah kepada Allah, maka dengan sendirinya segala nikmat yang dilimpahkan Allah kepada manusia adalah untuk menunjang kesuksesan misi tersebut. Bersyukur dengan demikian berarti mengelola segala nikmat dan karunia Allah sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Allah berfirman, “Dan Dia-lah Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” (An-Nahl: 14) Dalam hal ini, para ulama, seperti Imam Ibnu Rajab AlHambali, Imam Al-Ghazali, Imam Ibnul-Qayyim Al-Jauziyah, sependapat bahwa syukur memiliki tiga syarat utama: Pertama, secara batin kita mengakui menyambut nikmat-nikmat Allah. Kedua, secara lahir kita membicarakan nikmat-nikmat Allah. Dan ketiga, menjadikan segala nikmat Allah untuk taat kepada-Nya. Atau bisa kita katakan; secara ruhiyah kita sambut gembira nikmatnikmat itu, secara fikriyah kita ucapkan hamdalah (kata alhamdulillah) dan tahaddutsun-ni’mah (membicarakan nikmatnikmat itu), dan secara jasadiyah-lahiriyah kita kelola segala nikmat Allah dalam kerangka taat kepada-Nya. Dengan bersyukur seperti itu Allah akan menambahkan nikmat-nikmat-Nya kepada kita. Sebaliknya, jika kita kufur atau ingkar atas nikmat-nikmat-Nya, maka azab Allah yang sangat pedih sungguh menanti kita. “Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan bahwa jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-

Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah

B
175

Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim: 7) Jelas sekali, semakin kita bersyukur, semakin banyak tambahan nikmat yang Allah berikan kepada kita. Dan jika nikmat itu berupa harta, maka harta kita akan semakin bertambah dan terus bertambah. Kita pun akan menjadi semakin kaya dengan bersyukur. Sebaliknya, jika kita kufur atas nikmat-nikmat-Nya, Allah akan murka dan menimpakan azab-Nya yang sangat pedih. Ini bukan hanya di akhirat, tetapi juga di dunia ini. Bisa jadi berupa ketidakmampuan menikmati karunia yang sudah dianugerahkan Allah kepadanya. Bisa juga karena sakit, dan tidak tertutup kemungkinan juga berupa kebangkrutan sosial ekonomi. Musibah demi musibah yang secara beruntun melanda negeri ini, misalnya, harus kita pahami dalam konteks ini. Keenam, Menunaikan Haji dan Umrah Haji dan umrah bagi kita yang tinggal di negeri yang sangat jauh dari kawasan Masjidil-Haram (Saudi Arabia) jelas bukan persoalan sederhana. Jelas, masalah yang utama adalah biaya perjalanan. Apalagi kondisi sosial-ekonomi negara kita saat ini masih berada dalam krisis. Inflasi sangat tinggi dan segala bahan kebutuhan sangat mahal. Karena itu, sulit bagi kita untuk membayangkan bahwa kita bisa pergi menunaikan haji atau umrah begitu saja. Terlebih, untuk sering melaksanakan haji atau umrah. Itu logika materialisme. Adapun rezeki, sekali lagi, 100% dari Allah. Rezeki punya logika sendiri. Ketika orang yang beriman dengan susah payah meluangkan waktunya dan membelanjakan hartanya untuk mendatangi panggilan-Nya yang agung dengan maksud mencari ridha-Nya semata, niscaya Dia akan mengganti segala pengeluarannya dengan ganti yang lebih banyak lagi.

b
176

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka, makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka. Itu adalah rezeki yang akan diraih oleh orang yang beriman dalam perjalanan ibadah yang agung tersebut. Rasulullah saw. juga bersabda, “Ikutilah antara haji dan umrah (kerjakanlah haji dan umrah secara berulang-ulang), karena haji dan umrah menghapuskan kemiskinan dan dosa-dosa seperti tungku api panas yang membersihkan besi, emas, dan perak yang kotor. Haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (h.r. At-Tirmidzi, Ahmad dan AnNasa’i) Ya, Rasulullah saw. memotivasi umatnya untuk menunaikan haji yang wajib satu kali, lalu mengikutinya dengan haji-haji sunah yang lain. Juga umrah, kemudian mengikutinya dengan umrahumrah yang lain. Selain mendapat balasan surga, dengan haji dan umrah, kita juga mendapatkan penghapusan kemiskinan. Dengan kata lain, haji dan umrah itu akan mendatangkan kekayaan dari sisi Allah. Luar biasa! Sebenarnya, secara nyata banyak sekali bukti atas kebenaran hadits tersebut. Hanya saja karena logika kebanyakan orang didominasi oleh logika meterialisme, maka makna hadits masih sulit untuk masuk ke hati. Untuk menjawabnya, hanya ada satu cara: buktikan saja! Tunaikanlah haji, niscaya Anda akan kaya!

Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah

B
177

hendaknya ia menjalin silaturahmi. yaitu zakat. dengan ketentuan persentase tertentu dari jumlah minimal harta yang dimiliki atau penghasilan yang diperoleh (nishab) serta waktu pembayaran yang telah ditentukan. maupun pembiayaan kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Ahmad) Dalam hadits lain beliau juga bersabda. yaitu sedekah. Infak di jalan Allah berarti membelanjakan harta untuk keperluan perjuangan menegakkan agama Allah. Secara kasatmata. Orang yang menjadi pintu rezeki kita tidak akan begitu saja mengantarkannya kepada kita tanpa melalui proses interaksi yang positif. Silaturahmi itulah salah satu jalannya. dakwah. Kedelapan. Dalam hal ini zakat hukumnya wajib. tetapi pasti melalui orang lain.Ketujuh. Selain kata infak yang bersifat umum. Membina Silaturahmi Rasulullah saw. memperbanyak kekayaan. “Barangsiapa ingin dipanjangkan umurnya dan dilapangkan rezekinya. lembaga pendidikan. Dan ada yang lebih khusus lagi. Berinfak di Jalan Allah Infak berarti membelanjakan atau memberikan harta kepada pihak-pihak tertentu secara sengaja.r.” (h. rezeki memang datang dari Allah. “Pelajarilah silsilahmu agar kamu bisa menjalin silaturahmi. dalam Islam juga dikenal istilah yang lebih khusus untuk menyebut membelanjakan harta di jalan Allah.r. 178 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH b . bersabda.” (h. seperti pembangunan masjid atau mushalla. karena menjalin silaturahmi menambah jalinan kasih sayang di antara keluarga. dan memperpanjang umur. At-Tirmidzi dan Ahmad ) Masih adakah yang ragu dengan sabda-sabda Sang Nabi yang mulia itu? Sangat mudah dipahami.

Ada juga yang mubah. Semua tergantung pada objek dan tuntutan keadaan. Ada yang sunah. padahal keberadaan lembaga tersebut bersifat wajib. keberadaan sarana-prasarana itu menjadi wajib hukumnya. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 179 . 13 Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim dan muslimah.13 Dalam keadaan demikian. tanpa ada ketentuan persentase yang diinfakkan atau disedekahkan. maka kewajiban melebar kepada kaum muslimin yang tinggal di wilayah sekitarnya. seperti memenuhi kebutuhan sekunder (hajiyat) atau tersier (tahsiniyat) bagi keluarganya. di tempat lain. infak hukumnya wajib. Jika seluruh kaum muslimin di sana tidak mampu. Para ulama ushul fiqih dalam hal ini meletakkan kaidah. “amru bisyaiin amru bi-wasailihi” (perintah atas sesuatu itu berarti juga perintah untuk memenuhi sarana-sarananya). di suatu wilayah. karena di sana tidak ada lembaga lain yang diharapkan bisa membebaskan umat Islam dari kebodohan tentang agamanya ini. Ada yang wajib. maka kewajiban melebar kepada kaum muslimin yang tinggal di wilayah sekitarnya. maka seluruh kaum muslimin yang berada di sana wajib berjuang dengan harta dan jiwanya untuk membebaskan negeri tersebut. Dengan demikian. seperti membantu keluarga miskin dalam meningkatkan taraf hidup atau pendidikannya. agama atau umat Islam diserang musuh. Contoh lagi. Sedekah atau infak menjadi wajib jika keadaan menuntut demikian. Untuk bisa menuntut ilmu diperlukan sarana-prasarana yang memadai. pembangunan lembaga pendidikan Islam terancam terhenti karena kekurangan dana. Misalnya. Jika seluruh kaum muslimin di sana tidak mampu. nishab maupun waktu penunaiannya. sedekah atau infak untuk melanjutkan proyek tersebut hukumnya wajib atas seluruh kaum muslimin yang ada di sana.Adapun sedekah atau infak hukumnya tergantung pada objek dan tuntutan keadaan. seperti memberikan belanja kepada keluarga yang berada dalam tanggungannya. Dalam situasi dan kondisi demikian.

hijrah adalah berpindahnya Rasulullah saw. a’tha wat-taqa wa-shadaqa bil-husna (memberi atau berinfak.r. Sebaliknya. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya bila ia telah binasa. Allah berfirman. Kita hanya ingin menunjukkan bahwa infak atau sedekah ternyata juga menjadi jalan untuk mendapatkan kekayaan yang luar biasa. khususnya dalam mencari nafkah. khususnya dalam kehidupan ekonominya. berikanlah kepada orang yang berinfak penggantinya!’ Dan berdoa pula yang lain. Berhijrah karena Allah Hijrah berarti berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. ’Ya Allah. “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. bakhila was-taghna wa-kadzaba bil-husna (kikir. Salah satu di antaranya berdoa. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga). Al-Bukhari dan Muslim) Hadits-hadits lain yang menjelaskan masalah ini juga sangat banyak sekali. serta mendustakan pahala terbaik. Sedangkan orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. maka Kami menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. dari Mekah ke Madinah pada tahun b 180 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Dalam terminologi Islam.” (Al-Lail: 5-11) Ya. juga bersabda. Kesembilan. berikanlah kepada orang yang menahan diri dari infak kebangkrutannya!’” (h. dan para sahabat ra. bertakwa dan membenarkan balasan kebaikan atau surga) merupakan jalan yang akan mengantarkan kita pada kemudahan-kemudahan. “Tiada hari dijumpai seorang hamba melainkan turun dua malaikat.Di sini kita tidak berbicara tentang hukum wajib atau sunahnya infak atau sedekah. sombong dan mendustakan balasan kebaikan atau surga) akan membawa seseorang pada kesulitan-kesulitan. maka Kami menyiapkan baginya jalan yang mudah. Rasulullah saw. ’Ya Allah.

15 Adapun implementasinya. Namun secara perhitungan manusiawi. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. yaitu berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Abu Dawud) 15 Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 181 . niscaya dia mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Dan tobat tidak pernah terputus hingga matahari terbit dari barat (Kiamat). “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah. banyak orang. tentu saja mengacu pada tuntutan keadaan (muqtadhal-hal). yaitu meninggalkan segala perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat Allah pada perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan syariat Allah. dan ma’nawiyah (hijrah secara maknawi). Sayang. (yang kemudian disebut muhajirin) berhijrah demi menegakkan agama Allah. kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat tujuan). termasuk 14 Rasulullah saw. para ulama mengartikan hijrah dalam dua kategori: makaniyah (hijrah secara tempat).” (h.14 Baik makaniyah maupun ma’nawiyah. bersabda. Rasulullah saw. maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. niscaya dia mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Al-Bukhari) Rasulullah saw. “Kewajiban hijrah tidak pernah terputus hingga terputusnya tobat. Dari sudut pandang syariat. hijrah hukumnya wajib dan kewajiban itu berlaku hingga hari Kiamat. kondisi di kota Mekah saat itu memang tidak memungkinkan bagi Islam untuk tegak.ketiga belas kenabian. “Seorang Muhajir adalah siapa saja yang meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah. bersabda. dan para sahabat ra. Barangsiapa keluar dari rumahnya demi berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Tetapi ada satu hal yang sangat perlu kita pahami di sini. yaitu hijrah merupakan pintu rezeki dan jalan kekayaan. Dalam konteks kekinian. Perhatikan firman Allah. Itulah janji Allah.r.” (h.” (An-Nisa’: 100) Subhanallah! Barangsiapa yang hijrah di jalan Allah. hijrah tersebut merupakan perintah Allah.r.

yang masih ragu. Yang pernah saya dengar justru ceritacerita yang mengerikan: orang Dayak (suku asli di Kalimantan) suka makan orang.! Kita semua maklum. isu yang diembuskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Da’iddin (rahimahullah) belum lama berselang meninggal dunia di medan dakwahnya di Sumbawa. tentang kondisi sosial. Namun. budaya. Ketika ditawari untuk berdakwah di daerah yang dianggapnya masih terbelakang. terutama saudara saya. saya juga sempat berpikir seperti itu. dan rezeki-Nya berlimpah tanpa batas. Konon karena malaria. Belum ada bayangan sama sekali. Alhamdulillah. dengan hijrah. mengapa program bi’tsatuddu’at (menghijrahkan dai) ke daerah-daerah “blank spot” seperti itu tidak kita lakukan? Sekali lagi. setelah benar-benar menjadi orang Kalimantan. politik. Al-Ustadz Rafi’ Munawwar. di mihwar muassasi ini tuntutan ketersediaan SDM sangat luar biasa. beliau disantet orang. ketika ditawari untuk dakwah di Kalimantan (1992). di Jawa misalnya. terjadi penumpukan SDM yang juga luar biasa. ekonomi. terutama di daerah-daerah yang memang belum pernah tersentuh pergerakan dakwah sebelumnya.para dai. Orang tua saya juga sempat berpikir untuk melepas anak tercintanya ini.. semua hambatan bisa saya atasi.. Jujur saja. berkat dukungan ikhwah di Jawa Timur. kita akan menemukan lapangan b 182 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Menyikapi kondisi yang timpang itu. saya menemukan janji Allah benar! Saya dapati bumi Allah sangat luas sebagai tempat hijrah. Sementara di daerah-daerah tertentu. dan lainnya yang ada di sana. Subhanallah wal-hamdulilah. banyak di antara kita yang berpikir: di sana nanti kerja apa? Apa bisa mendapat ma’isyah? Kalau tidak. keluarga saya makan apa? Dan seterusnya. Apalagi seorang teman dai sesama alumni Pesantren Maskumambang. Ternyata.

(Itulah sunahku). barangsiapa yang tidak suka dengan sunahku berarti bukan golonganku. terutama dari segi pembiayaan. Kekhawatiran tersebut wajar di satu sisi karena rasa tanggung Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 183 . yang sudah saatnya menikah. Karena itu. Belum lagi persoalan menafkahi keluarga setelah itu. menikah adalah beban hidup yang sangat berat. sekaligus pintu-pintu rezeki yang terbuka sangat lebar dan luar biasa.r. tapi belum juga siap. Ahmad. Tentu saja yang sudah dewasa dan normal. Lebih dari itu. menikahlah! Karena menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan (dari perbuatan zina).” (h. banyak di antara umat ini. hijrah memang membuat orang menjadi kaya dan berjaya.dakwah yang sangat luas dan siap dikelola. Al-Jama’ah) Tentu. Tapi untuk menikah ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit. AlBukhari dan Muslim) Rasulullah saw. dalam bayangan mereka. Intinya. Beliau bersabda. “Aku berpuasa. barangsiapa di antara kalian yang sudah siap menikah. senantiasa mendorong umatnya untuk segera menikah. menikah juga merupakan salah satu sunah di antara sunah-sunah Rasulullah saw. baik laki-laki maupun perempuan. biaya walimah dan ikutannya bisa menjadi lebih banyak lagi.r. hendaklah berpuasa. karena puasa bisa menjadi pengekang (bagi syahwatnya). dan aku juga menikahi wanita-wanita. Insya Allah. Menikah Menikah adalah kebutuhan fitrah manusia. termasuk para dai.” (h. Beliau bersabda. Kesepuluh. tapi juga berbuka. Ya. Apalagi dalam masa transisi masyarakat kita. tapi juga tidur. Aku shalat (malam). “Wahai para pemuda. kita tidak pernah mempersoalkan hukum syar’iyah menikah. Dan barangsiapa yang belum mampu.

Padahal Allah telah menjanjikan. kita diperintahkan untuk menikahkan orang-orang yang masih bujang di antara kita.” Umar bin Khaththab ra. ’.jawab yang besar dari seorang muslim terhadap keluarganya. Jika mereka miskin Allah akan menjadikan mereka kaya dengan karunia-Nya. Kedua. berkata. “Carilah kekayaan lewat pernikahan. juga mengatakan hal yang sama. Allah telah menjamin orang yang menikah akan mendapatkan limpahan rezeki-Nya. juga budak-budak kita yang laki-laki maupun perempuan. Dalam hadits lain Rasulullah saw. jika mereka miskin. maka Allah akan membuat 184 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH b .. jika mereka menikah demi menjaga diri dari yang diharamkan Allah. Allah berfirman. dan orang-orang yang layak (menikah) dari budak-budak laki-laki dan budak-budak perempuanmu.” (An-Nur: 32) Ada dua hal pokok dalam ayat tersebut. kekhawatiran itu tidak perlu ada. Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih aneh daripada seorang laki-laki yang tidak mencari kekayaan lewat pernikahan. juga bersabda. Pertama. Tapi di sisi lain. “Patuhilah Allah dalam segala sesuatu yang telah perintahkan-Nya kepadamu untuk menikah. bahkan tidak boleh terjadi. Abu Bakar Ash-Shidiq ra. adanya jaminan rezeki dari Allah bagi mereka yang miskin dengan menikah.. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. maka Allah menjamin akan melimpahkan rezeki-Nya kepada mereka. “Ada tiga jenis orang yang Allah pasti menolongnya: (1) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya. “Dan nikahkanlah bujang-bujang di antara kamu. dan (3) orang yang berjihad di jalan Allah. Sebab. At-Tirmidzi) Maka. (2) budak yang ingin memerdekakan dirinya (dengan berusaha membayar tebusan). Dia akan memenuhi janji-Nya untuk membuatmu kaya.” (h.r. Dengan kata lain.

salah seorang di antara mereka ingin menuntut ilmu kepada Rasulullah saw.r. Suatu saat dia ditanya. “Adalah mungkin. Karena itu. Beliau pun bersabda kembali.mereka kaya dengan kurnia-Nya’. Tapi Rasulullah saw. ada dua orang bersaudara yang tinggal berjauhan. memberi waktu bagi mereka untuk menuntut Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 185 . daripada lingkungan para ulama.” katanya. Membantu Para Penuntut Ilmu Disebutkan dalam suatu riwayat dari Anas bin Malik ra. rezekimu akan ditambah oleh Allah karena dia. Sekilas memang hal tersebut beban. Maka beliau bersabda. Suatu saat. Jika salah seorang di antara mereka (para penuntut ilmu itu) disibukkan mencari nafkah. “Adalah mungkin. “Aku tidak tahu keadaan suatu lingkungan setelah lingkungan kenabian.” Masih adakah yang ragu-ragu dengan janji Allah yang sangat tegas seperti itu? Kesebelas. di masa Rasulullah saw. “Mengapa Anda tidak memperluas sedekah Anda kepada orang yang lain?” Ibnu Mubarak berkata.. Maka dia menumpang di rumah saudaranya. Suatu ketika.” (h.” “Tapi dia tidak membantu saya sama sekali. wahai Rasulullah. justru melihatnya sebagai peluang datangnya rezeki. Maka. saudara yang ditumpangi itu mengeluh kepada Rasulullah saw. rezekimu akan ditambah oleh Allah karena saudaramu itu. Abdullah bin Mubarak selalu memberi sedekah kepada orang yang menuntut ilmu. karena rumah saudaranya dekat dengan tempat tinggal Rasulullah saw. At-Tirmidzi dan Al-Hakim) Kisah itu menggambarkan betapa susah payah kita membantu orang yang menuntut ilmu akan mendatangkan rezeki. mereka tidak punya waktu lagi untuk menuntut ilmu dan mengajar.

Jadi. beasiswa inilah yang sekarang harus terus kita galakkan. Kedua belas. di atas. Tetapi. Justru sebaliknya. Dan untuk menghadirkan lingkungan kenabian. Rasulullah saw. apa yang dilakukan oleh Ibnu Mubarak kita kenal dengan istilah beasiswa. dengan memberi mereka sedekah sehingga tidak perlu sibuk mencari nafkah. seperti dikatakan Ibnu Mubarak. Sebab. Berbuat Baik kepada Fakir Miskin Kemiskinan adalah penyakit sosial yang paling menyakitkan dalam kehidupan manusia. lingkungan kenabian (atau katakanlah masyarakat berperadaban) sekarang sangat mendesak untuk kita hadirkan. berempati kepada mereka serta melakukan langkah-langkah konkret untuk mengentaskan mereka dari kemiskinannya. Karena itu.” Dalam konteks kekinian. b 186 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . sangat wajar jika orang yang membantu orang yang menuntut ilmu akan mendapat balasan dari sisi Allah swt. krisis multidimensional yang kita hadapi saat ini adalah karena kondisi sosial-budaya kita sangat jauh dari potret lingkungan kenabian. memerangi kemiskinan bukanlah dengan memusuhi orang-orang miskin.ilmu dan mengajar. adalah lebih baik daripada memberi sedekah kepada orang lain. Ya. harus kita pahami. memerangi kemiskinan selalu menjadi agenda utama siapa saja yang mendapat amanah kepemimpinan di tengah umat manusia. Dalam pandangan orang-orang yang bijak. seperti mengadakan operasi penertiban pedagang kaki lima atau penggusuran rumah-rumah kumuh sebagaimana sering kita saksikan di layar televisi. menuntut ilmu (dalam segala dimensinya) harus menjadi isu sentral pergerakan dakwah kontemporer. memerangi kemiskinan adalah dengan menyayangi orang-orang miskin. berupa keberlimpahan rezeki sebagaimana sabda Rasulullah saw. bersabda.

Allah menolong dan memberi kita rezeki karena kita menolong dan membagi rezeki yang telah kita terima kepada orang-orang yang lemah (dhu’afa’). Muslim) Hadits yang singkat ini mengandung banyak ajaran tentang nilai-nilai dan akhlak mulia. Dalam riwayat Abdullah bin Umar ra. Dalam hadits lain beliau bersabda. maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Tidak boleh menganiayanya dan tidak boleh menyerahkannya (kepada musuh).“Temukanlah aku dalam komunitas orang-orang miskin. Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya. keberadaan orang-orang miskin di tengah kita akan menyebabkan Allah memberikan pertolongan dan melimpahkan rezeki-Nya kepada kita. selalu berada di tengah-tengah kaum miskin karena beliau berempati dan ingin selalu membantu mereka. maka Allah akan memberinya solusi atas segala kesulitannya nanti pada hari Kiamat. juga bersabda. Kaum muslimin. Rasulullah saw. di antaranya sebagai berikut. Allah melimpahkan rezeki kepada kita agar kita membantu mereka. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 187 .” (h. satu-satunya alasan kamu ditambah nikmat dan dibantu dalam kemenangan adalah karena orang-orang miskinmu. Dan barangsiapa memberi solusi atas kesulitan saudaranya. sebagaimana Rasulullah saw.” (h.” (h. Sebab. maka Allah akan membantu kebutuhannya. “Muslim itu saudara bagi muslim lainnya.r. Al-Bukhari) Yakni.r. “Innama tunsharuna waturzaquna bi-dhu’afaikum (Sesungguhnya. kalian dimenangkan dan diberi rezeki oleh Allah itu hanyalah karena orangorang lemah kalian). 1. Ahmad. At-Tirmidzi dan Al-Hakim) Maksudnya. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu mau menolong saudaranya. satu dengan yang lainnya adalah saudara. Dan barangsiapa memudahkan urusan orang lain.r.

sepanjang orang yang bersangkutan tidak pernah berhenti menolong saudaranya sesama muslim dari kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. sebagaimana kebanyakan orang. Bantuan atau pertolongan Allah diberikan kepadanya. Jujur dalam Berbisnis Jujur dalam bisnis akan membuka pintu-pintu kekayaan. baik ketika di dunia maupun di akhirat nanti. khususnya kaum dhu’afa. 4. Luar biasa! Semakin banyak kita membantu saudara seiman. Pertolongan Allah berlangsung terus. Kalau memang demikian. 5. yaitu saudara seiman. bahwa terbukanya pintu-pintu kekayaan karena bisnis. Kewajiban lain antarsesama saudara seiman adalah saling membantu dan saling memberi solusi atas segala kesulitan yang dihadapi.2. 3. Rasulullah saw. seorang muslim tidak boleh menganiaya saudaranya seiman atau menyerahkannya kepada musuh. sebagaimana yang dilakukan teladan utama kita. 188 b QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Karena itu.? Ketiga belas. Itu pasti! Tapi mungkin Anda berpikir. mengapa kita tidak menempatkan posisi diri di tengah-tengah komunitas kaum miskin untuk selalu berempati dan menolong mereka. semakin deras pula Allah akan mengalirkan pertolongan dan rezeki-Nya kepada kita. 6. Perbuatan seorang muslim membantu saudaranya sesama muslim yang mengalami kesulitan akan mendatangkan bantuan Allah kepadanya jika dia juga mengalami kesulitankesulitan. Kewajiban pokok sesama saudara seiman di antaranya adalah melindunginya dari segala bahaya yang mengancam keselamatannya.

Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman. Itu semua terjadi ketika di antara yang melakukan perserikatan sama-sama jujur dan menjaga amanah. “Aku meninggalkan mereka (orang yang berserikat)” adalah Allah akan mencabut nikmatnikmat yang telah diberikan kepada mereka yang berserikat. “Aku adalah Pihak Ketiga dari dua orang yang berserikat” adalah Aku (Allah) selalu bersama orang yang berserikat dengan melindungi mereka dan memberi nikmat kepada mereka. yang dimaksud dengan. tergantung kemauan sang pebisnis.” (h. Itu terjadi ketika ada yang berdusta di antara yang berserikat. Abu Dawud) Menurut Ustadz Anif Sirsaeba.r. tidak ada hubungannya dengan jujur atau tidak. yang bisa dipakai bisa pula ditinggalkan. jika tidak jujur. Tapi. sesungguhnya keberuntungan bisnis terletak pada kejujuran. selama salah satu di antara keduanya tidak menipu rekan bisnisnya. “Aku adalah Pihak Ketiga dari dua orang yang berserikat. dan akan dimasukkan ke neraka kelak di akhirat. Tapi jika salah satunya menipu rekan bisnisnya. Jujur hanya “cara” dalam berbisnis. maka Aku meninggalkan (perserikatan) di antara keduanya. dia berdosa. bahkan meninggalkan mereka sama sekali. Kalau pun ada hubungannya. Allah akan selalu menjaga kekayaan mereka dan akan memberi mereka makanan dan kebaikan dari transaksi yang mereka lakukan. Dan yang akan datang adalah setan. Adapun soal keberuntungan dalam bisnis. kita perlu tahu. tapi juga menarik perlindungan-Nya dari mereka. itu kalau ketidakjujurannya diketahui mitra bisnis. Atau dengan kata lain. Sepatutnya kita sadari sejak dini bahwa kejujuran dan saling percaya akan mendatangkan nikmat-nikmat dalam transaksi bisnis Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 189 .bukan karena kejujuran. Bukan hanya mencabut. Hanya saja. Adapun yang dimaksud dengan. stake-holder atau costumer.

karena kejujuran membimbing pada kebajikan.. dan kebajikan membimbing pada surga. sebagai seorang pendusta. Sekarang. Al-Bukhari dan Muslim) Ya. karena dusta mengarah pada kejahatan. Seseorang yang senantiasa berkata dusta dan berupaya untuk dusta. ada dua nikmat di sana.” (h. bersabda. sehingga para kolega bisnis akan nyaman dan aman jika berserikat dengannya. maka tertulis di sisi Allah swt.r. kejujuran akan membimbing pada kebajikan. Hal ini berbanding terbalik dengan orang yang tidak jujur. maka tertulis di sisi Allah swt. Hal itu dilakukannya agar ia semakin tepercaya dalam kegiatan bisnisnya. silakan Anda bertanya pada hati nurani Anda. Ia pasti susah dipercaya. Rasulullah saw. dan kejahatan mengarah pada neraka. Allah bahkan telah menyebut diri-Nya sendiri sebagai serikat dalam transaksi kita. Reputasinya buruk dan orang-orang takut bertransaksi dengannya. Allah menjanjikan bahwa transaksi kita akan membuahkan hasil yang diberkahi Allah. bukankah Anda lebih suka pada orang-orang yang jujur daripada orang- b 190 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH .. Artinya. tentunya seseorang yang berlaku jujur akan mempertahankan reputasinya di antara orang-orang sebagai businessmen yang tepercaya dan terhormat. Seseorang yang senantiasa berkata jujur dan berusaha sungguh-sungguh untuk jujur. sebagai orang yang jujur. bagaimana mungkin sebuah transaksi yang di dalamnya dijaga dan dilindungi langsung oleh Zat yang Memberi Rezeki (Ar-Razzaq) tidak membuahkan hasil? Pasti tidak mungkin.kita. orang yang jujur akan cenderung berada dalam kebaikan dan keberuntungan.. sebagai manusia biasa maupun pelaku bisnis. Reputasinya pun semakin naik. Kedua. “Berpegang teguhlah kalian pada kejujuran. Paling tidak. Pertanyaannya. Dan jauhilah oleh kalian dusta. Pertama.

tidur-tidur.” (h. dan perbuatan-perbuatan lain yang niatnya hanya untuk memperoleh keuntungan duniawi. maka Allah akan mengumpulkan teman-teman untuknya. Insya Allah. jujurlah! Rezeki dan kekayaan Anda akan dilapangkan oleh Allah. Maka. dan dia akan dicatat (ditakdirkan) merana di dunia. seorang mukmin harus menjadikan akhirat sebagai tujuan utama hidupnya. agar rezeki semakin deras mengalir dan kekayaan semakin pesat tumbuh dan berkembang. Keempat belas.r. maka dia tidak akan memperoleh apa-apa. Menjadikan Akhirat sebagai Tujuan Utama Nikmat terbesar bagi seorang mukmin adalah kesadaran dan kesiapan diri untuk menghadapi kehidupan di akhirat dengan bekal yang disediakan oleh Allah sejak di dunia. Rasulullah saw. dan Allah akan membuatnya miskin seketika. jalan-jalan. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi) Gamblang sekali maksud hadits tersebut. dan Allah akan membuat hatinya kaya. seorang mukmin yang sadar akan kehidupan akhiratnya dan berusaha keras untuk memperoleh kemuliaan sejak di dunia. “Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai satu-satunya tujuan akhir (yang utama). Karena itu. Bagi orang yang menginginkan segala sesuatu untuk dunia ini: makan-makan. Sebaliknya barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan akhirnya. dan dunia akan takluk dan menyerah padanya. Bisa jadi. niscaya Allah akan menyibukkan dia (dengan urusan dunia). bersabda. rumah megah. Dan sesungguhnya.orang yang suka berdusta? Seperti itulah orang lain. secara lahiriah dia kaya-raya: mobil mewah. akan memperoleh rezeki dan harta kekayaan yang berlimpah dari Allah dengan tanpa disangka-sangka. dan semua kekayaan dunia Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 191 .

tapi sejatinya dia miskin. Rezeki akan tunduk di bawah kakinya. Dalam keadaan seperti itu. maka dunia akan mengejarnya. mulai sekarang. Tiba-tiba saja dia menyadari diri terlalu sibuk dengan harta. dia telah melupakan diri sendiri.r. Adapun bagi orang yang mengabdikan hidupnya untuk kehidupan di akhirat. kekayaan sejati adalah sikap merasa cukup dengan yang ada. Luar biasa! Dalam hadits lain disebutkan bahwa beliau bersabda. “Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai seluruh tujuan dari tujuan-tujuannya. Dan sesungguhnya. Dengan kata lain. dia tidak akan memperoleh apaapa. Dunia akan datang kepadanya dengan pasrah. hidupnya hampa. ajalnya sudah dekat. Dan barangsiapa yang memperbanyak tujuan-tujuannya (untuk dunia). Seluruh kehidupannya akan terbuang percuma. maka Allah tidak peduli di lembah mana ia akan dibinasakan. niscaya keberkahan akan memenuhi kehidupan dan kekayaannya. tapi hatinya miskin. Dan ketika seseorang merasa cukup dengan yang ada. sehingga ketika ingin mendapat harta yang berlimpah. ketika umurnya sudah tua. Allah akan mencukupi (kebutuhan-kebutuhan) dunianya. setiap tindakan yang dilakukan semata-mata untuk mengharap ridha Allah. Ibnu Majah dan Al-Hakim) Karena itu. selama ini.dimilikinya. Ia baru sadar. dia tampak kaya. ketamakan akan menuntutnya bekerja lebih keras dan lebih keras lagi. Terbuang karena dia ingin selalu menimbun segala sesuatu yang dianggap sebagai kekayaan sejati.” (h. jika kita ingin kaya. melainkan sekadar yang dikerjakannya. Itu ditandai dengan niat dalam hatinya yang selalu merasa cukup dengan pemberian Allah. kita harus menetapkan niat dalam hati bahwa yang kita cari dalam hidup b 192 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH .

mengumpamakan kehidupan dunia seperti seorang musafir yang singgah di bawah pohon yang rindang.hanyalah kebahagiaan di akhirat. Saya bisa memaklumi pemikiran seperti itu. Adapun dunia ini hanyalah persinggahan sementara dalam perjalanan menuju akhirat. Sebenarnya. Jika sikap seperti itu yang Anda pilih dalam hidup ini. sesuai dengan harapan maupun tidak. Tentu. sekadar cukup untuk mengusir lapar dan dahaga. melimpahkan rezeki. Kelima belas. Sebagai musafir kita harus sadar. Faktor utamanya adalah kesungguhan dan profesionalisme dalam usaha. Karena ketika sebuah hasil usaha telah hadir di depan mata. Sedangkan “peran” Allah atas keberhasilan usaha itu tidak mudah terdeteksi. Boleh saja kita mengambil buah dan menikmatinya dari pohon tempat kita berteduh (baca: dunia) jika memang Sang Pemilik (Allah) mengizinkannya. Kita tidak boleh berlama-lama menikmati rindangnya pohon tempat kita bernaung beserta kesejukan angin sepoi-sepoi yang menerpa. niscaya Allah mencukupi segala kebutuhan Anda. kecuali oleh mereka yang memang benar-benar tajam bashirah-nya. sesuai dengan firman-Nya dalam hadits qudsi di atas. Selanjutnya kita harus segera meneruskan perjalanan. Untuk bisa memahami hubungan antara doa dan usaha memang tidak mudah. Rasulullah saw. Selalu Berdoa dalam Berusaha Banyak orang beranggapan doa hanya faktor pelengkap bagi kesuksesan suatu usaha. semua orang sudah tahu bahwa rezeki seseorang Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 193 . Insya Allah. kekayaan dan berkah-Nya sepanjang kehidupan Anda. sesuai kaidahkaidah manajemen usaha. perjalanan kita masih jauh. yang bisa dievaluasi oleh sang pengusaha hanyalah faktor-faktor yang tampak atau bisa dikalkulasi secara matematis.

Tapi. Bisakah itu? Bukankah takdir Allah sudah ditetapkan? Tentu saja bisa. sementara kita menghendaki hasil setiap usaha kita yang terbaik. Sesungguhnya. “Barangsiapa yang tidak mau minta (dipenuhi kebutuhan- b 194 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . tapi menjemput rezeki.100% di tangan Allah. “Berdoalah kalian kepada-Ku. Allah senang jika senantiasa diminta. tentu Allah tidak memerintahkan kita untuk berdoa dalam berusaha. bersabda. Allah berfirman. “Mintalah kepada Allah akan karunia-Nya. niscaya Aku akan kabulkan doadoamu. dan segala catatan yang tidak kita inginkan bisa dikoreksi-Nya atau diubah-Nya menjadi baik sesuai keinginan kita. Segala bentuk usaha yang dilakukan seseorang pada hakikatnya hanyalah “perantara” bagi turunnya rezeki yang memang menjadi jatahnya sejak di alam azali (al-laukhil-mahfudz). maka kita diperintahkan untuk berusaha. Allah-lah Ar-Razzaq (Sang Pemberi rezeki). maka jalan satu-satunya untuk bisa mendapatkan yang terbaik hanyalah dengan “mempengaruhi” Sang Pemberi rezeki agar memberikan yang baik saja buat kita. At-Tirmidzi dan Abu Nu’aim) Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa beliau bersabda. orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku). Kalau tidak. Karena kita tidak tahu apa yang tertulis sebagai jatah kita di al-laukhil-mahfudz.” (Ghafir: 60) Rasulullah saw.” (h. Sesungguhnya. karena kita tidak bisa membaca apa yang tertulis di al-laukhil-mahfudz. Karena itulah Aa Gym menyebut usaha bukan mencari rezeki. niscaya Aku akan masukkan dia ke dalam neraka Jahanam dengan cara yang sangat hina.r.

r. Baik kualitatif (kebermaknaan dalam hidup ini. perbuatan dosa menghalangi turunnya rezeki.” (h. bersabda. Ketiga. takdir atau qadar Allah bisa berubah dengan doa. dan takdir Allah tidak bisa ditolak kecuali dengan doa. maka Allah murka kepadanya. Utamanya dalam menjemput rezeki. Cara berpikir kita yang materialistis-lah yang menutupi mata kita untuk bisa memahami ayat-ayat dan hadits-hadits seperti itu. meskipun sebelumnya rezeki sudah tercatat sebagai jatahnya di al-lauhil-mahfudz.kebutuhannya) kepada Allah. 195 Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B . “Umur seseorang tidak bisa bertambah kecuali dengan melakukan kebaikan. berdoa atau meminta (dipenuhi segala kebutuhan) bukan hanya kebutuhan kita. sehingga meski seseorang itu sudah meninggal dunia. Jadi. tapi masih tetap bisa memberi manfaat kepada orang lain) maupun kuantitatif (karena yang menentukan panjang atau pendeknya umur seseorang hanya Allah. Allah tidak akan memberikan rezeki kepada orang yang berbuat dosa. Artinya.) Ada tiga poin dalam hadits di atas. bagi kesuksesan suatu usaha? Jika Anda menghendaki ayat dan hadits yang semisal sungguh banyak sekali. dan Allah berkuasa atas segala sesuatu). doa dan usaha adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita. Ibnu Majah. kebaikan memperpanjang umur. dari Ats-Tsauban ra. Rasulullah saw. doa memiliki peran yang luar biasa terhadap segala perubahan dalam kehidupan ini. Kedua.” (h. dan rezeki akan diharamkan (tidak mungkin diberikan) kepada seseorang karena dosa yang dilakukannya. Subhanallah! Masih kurang jelaskah ayat-ayat dan haditshadits di atas sebagai dalil bahwa doa adalah hal yang utama. Pertama. tetapi juga diperintahkan oleh Allah. bukan sekadar faktor pelengkap.r. Jadi. At-Tirmidzi) Artinya.

pada umumnya. Kedua. perintah untuk bertakwa yang global disebut lebih dahulu baru diikuti dengan perintah tentang amal tertentu yang merupakan implementasinya.Karena itu. SEDEKAH: PINTU REZEKI YANG PALING UTAMA Satu hal yang perlu kita tekankan di sini. tetapi perintah atau larangan—dalam hal ini perintah— yang menuntut adanya respons dari pihak kedua). serta mendustakan pahala terbaik. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga). Namun. Allah swt. Sedangkan orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. berfirman.” (Al-Lail: 5-11) Ada dua catatan penting yang perlu kita perhatikan terkait ayat-ayat di atas. Pertama. “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya bila ia telah binasa. senantiasa berdoalah. yang tidak menuntut respons dari pihak kedua). berdoa. Masalahnya terletak pada relevansi antara yang kita berikan dengan yang kita minta. maka Kami menyiapkan baginya jalan yang mudah. padahal yang dimaksud adalah insya’iyah (bukan berita. Ini bukan berarti kelima belas jalan menuju kekayaan di atas selain sedekah tidak utama. Itulah yang harus kita lakukan setiap saat. dan berdoa. sedekah adalah pintu rezeki yang paling utama. Perintah dengan kalimat seperti itu tekanannya lebih kuat daripada dalam bentuk kalimat perintah secara langsung. maka Kami menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. susunan kalimat ayat-ayat tersebut berbentuk khabariyah (bersifat berita. pada ayatayat di atas justru perintah sedekah yang menjadi implementasi b 196 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . mengiringi segala usaha kita.

ada keberuntungan duniawi yang menanti. tempat saya kuliah. Sebaliknya. Ini menunjukkan makna penekanan terhadap sedekah sebagai amal yang sangat besar nilainya dalam implementasi keimanan dan ketakwaan. rahimahullah-. “Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya. Selama tiga tahun masa kuliah kami dahulu.” (Al-Hasyr: 9) Banyak orang yang beranggapan bahwa keberuntungan yang Allah janjikan kepada orang yang suka sedekah adalah di akhirat. Jawa Timur. tapi lebih dari itu. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat kepada Ustadz Muhammad Baabdullah. mulai ba’da subuh hingga menjelang shalat Jum’at. Setiap hari Jum’at. termasuk kebutuhan logistik kami. Selain menjadi Ketua Yayasan Masjid Manarul Islam. beliaulah yang mem-back up hampir seluruh biaya operasional pesantren. Saya—dan seluruh santri yang jumlahnya ratusan—merasa sangat berutang budi kepada beliau. Di ayat lain Allah berfirman. lancar atau seretnya rezeki seseorang berkaitan erat dengan lancar atau seretnya dia bersedekah. maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dengan kata lain. Memang di akhirat ada keberuntungan yang nyata.takwa didahulukan. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 197 . Itu anggapan yang tidak tepat. Itulah “prinsip ekonomi Islam” (jika boleh disebut begitu) di mana orang yang suka memberi (sedekah) akan banyak mendapatkan banyak kemudahan (dalam mencari rezeki). Ada satu hal yang membuat kami benar-benar takjub. orang yang enggan memberi (bakhil) akan banyak menemui kesulitan (dalam mencari rezeki). beliau juga donatur utama dan dosen luar biasa di Ma’had ’Aly lil-Fiqh wad-Da’wah (Pesantren Tinggi Ilmu Fiqih & Dakwah). seorang ulama sekaligus pengusaha di kota Bangil.

masalahnya kepada beliau. atau pinjaman (tanpa bunga). misalnya. Kebanyakan orang cenderung selalu dan terlalu perhitungan dalam memberi sedekah. sedekah beliau mengalir sangat deras nyaris tanpa batas. Belum lagi proyek-proyek sosial beliau yang tak terhitung jumlahnya. rumah beliau “disatroni” burung penghasil devisa yang sangat luar biasa itu. lalu datang seorang peminta-minta. Setahu saya. Ketika punya uang yang dinilainya sedikit. bahkan termasuk untuk membayar zakat yang jelas-jelas wajib. masjid dan sebagainya yang memerlukan bantuan. mayoritas (mungkin hingga 90-an persen) masalah yang diadukan masyarakat terkait dengan ekonomi. Dengan berbuat demikian. Dan saya tahu persis. Proyek-proyek beliau berkembang pesat dan aset beliau bertambah terus.beliau mengadakan Open House. apakah harta beliau berkurang? Subhanallah! Saya menyaksikan sendiri. “Jika uang yang sedikit ini saya sumbangkan 16 b 198 Selain bisnis permata ke Singapura dan Saudi Arabia. Ketika itulah masyarakat kota Bangil dan sekitarnya mengadukan masalah. pendidikan. lembaga dakwah. Sayang sekali. banyak di antara kaum muslimin (termasuk para aktivis dakwah) yang belum menyadari kenyataan-kenyataan seperti itu. ketika banyak orang di Bangil saat itu membangun rumah-rumah khusus untuk beternak burung Walet.untuk saudara-saudara beliau di Saudi Arabia. Di sanalah. terutama secara konkret dengan memberi sedekah. Saya sering menyaksikan. tidak mau ikut tender proyek-proyek pemerintah. Jika memerlukan modal usaha. beliau meminjam secara pribadi—dengan sistem yang sesuai dengan syariat Islam. QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . justru yang datang dari Allah jauh lebih deras. Selain itu. karena saat itu bank-bank dengan sistem syariat memang belum berkembang. dengan kelapangan dada yang luar biasa beliau menjawab semua aduan masyarakat yang dilanda kesulitan. justru tanpa beliau kehendaki. di bidang properti beliau hanya membangun proyek-proyek perumahan secara mandiri. panti asuhan. beliau juga tidak pernah meminjam dana ke bank. beliau juga bergerak di bidang properti dan beberapa bidang usaha lainnya.16 Bahkan. ia berpikir.

Sesungguhnya. dakwah. bersabda. Allah melipat gandakan (balasan) bagi siapa yang Dia kehendaki-Nya. atau mengurangi bahkan melenyapkan sama sekali. Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Saba’: 39) “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah itu serupa dengan (orang yang menanam) sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. “Tiada hari dijumpai seorang hamba melainkan turun dua malaikat. berikanlah kepada orang yang berinfak penggantinya!’ Dan berdoa pula yang lain. pada yang demikian benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman. masjid atau yang semisal.kepada orang lain. sekali lagi.” (Ar-Rum: 37) “Katakanlah. ’Ya Allah. keluarga saya makan apa? Untuk kebutuhan sehari-hari saja masih susah. Padahal. Allah akan menggantinya. Salah satu di antaranya berdoa. bagaimana mungkin saya bersedekah?” Ya. yang pada tiap-tiap bulir tumbuh seratus biji. berikanlah kepada orang yang Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 199 . Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.’ Dan apa saja yang kamu infakkan. Dia memberi sebanyakbanyaknya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan membatasi. ‘Sesungguhnya. ’Ya Allah.” (Al-Baqarah: 261) Rasulullah saw. Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). pemberianNya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Rezeki murni karunia Allah. pendidikan. rezeki bukan sesuatu yang bersifat matematis. “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya. mereka berpikir tentang rezeki dengan kalkulasi matematis.

akan dijadikan berkecukupan oleh Allah. “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. orang yang merasa cukup. maka Allah akan menjaganya (dari kekurangan). Barangsiapa yang menjaga dirinya (dari yang haram atau meminta-minta). Itulah kaya yang sesungguhnya: kaya jiwa (ghinan-nafs). Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. dan karenanya rajin bersedekah. Justru sebaliknya dengan sedekah. Bukhari dan Muslim) Jadi. Bukhari) Ya.” (Ath-Thalaq: 2-3) 18 b 200 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH .. secara langsung maupun tidak. Masih adakah yang meragukan janji-janji Allah dan Rasul-Nya? Wallahu a’lamu bish-shawab. maka Allah akan menjadikannya berkecukupan. vvv 17 “Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupinya. rezeki bertambah.. membayar zakat. dan karenanya Allah menjadikannya kaya secara riil (ghinal-mal). rezeki sama sekali tidak bisa berkurang dengan sedekah. Memberi sedekah.17 bahkan dari arah yang tidak terdugaduga.r. di dunia maupun di akhirat.18 Pada kesempatan lain Rasulullah saw. Mulailah memberi infak kepada orang yang berada dalam tanggunganmu.r.menahan diri dari infak kebangkrutannya!’” (h. Dan janji Allah pasti ditepati. Sedekah yang terbaik adalah sedekah saat berkecukupan. berimplikasi pada datangnya rezeki dan melimpahnya berkah. maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (balasannya di sisi Allah). bersabda.” (Rum: 39) “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala kesulitannya). bahkan berlipat ganda. Dan barangsiapa yang merasa cukup. dan amal-amal kebajikan lain yang merupakan implementasi keimanan dan ketakwaan itu.” (h.

tenaga. Juga lagu-lagu jahiliah yang tersebar luas melalui kaset-kaset dan VCD/DVD yang mencapai jutaan copy jumlahnya. maka untuk memahamkan mereka bahwa berpacaran tidak dibenarkan dalam Islam.. Jika Mira Lesmana. waktu. Itu baru sebagian kecil dari aspek budaya. untuk mengembalikan umat ke jalan yang lurus tentu tidak sedikit dana yang harus kita keluarkan. di seluruh dunia. tentu saja diperlukan dana yang lebih besar. produser A Miles Film Production. Ya. dari sisi perhatian.. Belum lagi film-film legenda yang menyesatkan akidah umat.KAIDAH KEENAM v MENGGALI DANA DENGAN MEMBANGUN Dakwah adalah megaproyek peradaban yang amat besar untuk diukur dengan kegiatan apa pun di dunia ini. dana. Untuk mewujudkannya tentu saja diperlukan keterlibatan banyak orang. mengajak umat untuk memiliki pola hidup yang jauh dari nilai-nilai Islam. untuk memproduksi filmfilm dan lagu-lagu islami yang kiranya bisa menandingi pengaruh produk-produk jahiliah. pikiran dan segala hal yang bisa diberikan sebagai kontribusi dakwah (‘itha’ da’awy). harus rela menguras kocek hingga Rp4 miliar untuk mengajari anak-anak kita berpacaran melalui film Ada Apa Dengan Cinta (AADC).yang setiap saat memenuhi tayangan televisi. terutama anak-anak. Belum lagi kita Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 201 . Kata ini perlu kita sebut secara khusus untuk menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa kita anggap remeh. termasuk (satu hal yang harus kita sebut secara khusus) dana yang tidak sedikit.. Maka.

Lantas. saat ini sudah benar-benar tidak memadai lagi untuk diandalkan. kebutuhan dana bagi dakwah memang sangat besar. Tidak ada yang menyebutkan. Doktrin shunduquna juyubuna (kas pergerakan kita adalah kantong-kantong kita) yang selama ini menjadi andalan pembiayaan dakwah. para dai sendirilah yang memerlukan berinfak untuk dakwah. Ya. menuju tegaknya khilafah islamiyah di mana umat Islam menjadi pemandu dunia (ustadziyatul-‘alam) seperti yang kita cita-citakan. Selain itu. baik internal maupun eksternal. maka jangan pernah bermimpi dakwah akan berkembang secara maksimal. Doktrin tersebut masih dan akan selalu tetap relevan karena sejatinya dakwah adalah perjuangan dan pengorbanan para aktivisnya. kiat juga harus membangun kekuatan politik sehingga kita bisa mandiri menyikapi berbagai persoalan umat. “bi amwalikum waanfusikum (dengan harta dan jiwa kalian)” atau kalimat yang semakna dengan itu. Ini tidak berarti doktrin tersebut sudah tidak relevan. Sekaligus secara bertahap menggelindingkan roda dakwah hingga sukses mengantarkan negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang adil dan sejahtera dalam naungan ampunan Allah). 19 b 202 Seluruh perintah jihad dalam Al-Qur’an selalu menggunakan kata. bukan dakwah yang perlu mendapat infak dari para dai. Jika itu harus ditanggung hanya oleh para aktivis dakwah. jika kantong para aktivis tidak bisa diandalkan. nyaris tak terbatas. membangun sistem dan lembaga-lembaga pendidikan yang berkualitas yang menjamin lahirnya SDM-SDM umat yang unggul. “bi-anfusikum wa-amwalihim (dengan jiwa kalian dan harta mereka). dengan harta dan jiwanya. 19 Jadi.bicara aspek-aspek lain yang tidak kurang strategisnya dalam dakwah ini.” QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . seperti membangun kekuatan ekonomi umat dalam sistem ekonomi yang islami (bebas dari riba dan segala model transaksi jahiliah).

tetapi terhadap Kisra (Persia) mereka tidak siap melawan. bisa juga tidak). Mengapa tidak? Bukankah dalam ilmu bela diri ada doktrin memanfaatkan kekuatan lawan untuk mengalahkan lawan? Ya. bersabda. Maka. Rasulullah saw. Jakarta. Masyarakat sendirilah yang akan merasakan indahnya hidup ini. Cetakan ke-8. bahkan musuh-musuh dakwah. Hani’ Bin Qabishah dan Mutsni Bin Haritsah. jika dakwah berkembang dan berbuah dengan baik. Dia sendirilah yang akan menanggung seluruh konsekuensinya. Kita (para dai ini) hanyalah “karyawankaryawan” yang dipekerjakan Allah untuk membangun 20 Ketika Rasulullah saw. 189) Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 203 .20 Satu kenyataan yang harus benar-benar kita pahami: pemilik megaproyek peradaban yang bernama dakwah adalah Allah swt. Manhaj Haraki. Tetapi (ketahuilah) sesungguhnya tidak mungkin akan membela agama Allah kecuali orang-orang yang meliputinya dari segala segi…” (Lihat Munir Muhammad AL-Ghadhban. karena kalian telah mengatakannya secara terus terang. semua itu mungkin saja. juga bisa dimanfaatkan potensinya (termasuk dananya) untuk kepentingan dakwah. Rabbani Press. masyarakat objek dakwah juga berkepentingan terhadap berkembangnya dakwah ini. hlm. pemimpin mereka. menemui Bani Syaiban bin Tsa’labah minta bantuan untuk menegakkan Islam. 2005. Bisa ya. Tapi bisa juga tidak. may be no” (bisa ya. tak terkecuali biayanya. “Jawaban kalian tidak buruk. Pihak ketiga. karena sesungguhnya dakwah ini hanya bisa tegak oleh orang-orang yang ikhlas dan totalitas berjuang dengan harta dan jiwanya di jalan Allah.siapakah yang akan menanggung biaya dakwah yang sangat besar? Apakah masyarakat objek dakwah yang secara umum belum memahami kebutuhan dakwah dengan baik? Ataukah pihak ketiga yang tidak ada hubungannya dengan dakwah? Atau bahkan musuh-musuh dakwah yang justru selalu membelanjakan hartanya untuk menghancurkan dakwah ini? Jawabnya. mengatakan bahwa mereka siap saja menghadapi suku-suku mana pun dari kalangan bangsa Arab. karena selain para dai. “may be yes.

pemberi proyek telah membuat maket atau gambar dan rancang bangun (jika itu dalam wujud bangunan fisik) secara rinci. bagaimana caranya agar biaya-biaya megaproyek yang sudah dijanjikan Allah bisa “cair” untuk segera bisa dimanfaatkan sesuai dengan tuntutan kebutuhan di lapangan? Inilah “PR” terbesar dakwah yang harus segera kita jawab. hal pertama yang harus kita penuhi adalah pekerjaan itu harus sesuai dengan yang dikehendaki oleh sang pemberi proyek (pemerintah atau perusahaan tersebut). Setelah kontrak dibuat. pemerintah atau perusahaan. Agar proyek terbangun dengan baik. kontraktor yang menang tender atau yang ditunjuk akan memulai pekerjaannya. Dalam hal ini tentunya sebelum menawarkan sebuah proyek. melalui lelang tender terbuka maupun penunjukan langsung. jika dia memang benar-benar hanya berserah diri (tawakal) kepada-Nya.21 Masalahnya. bahkan seluruh biaya hidupnya dan semua keluarganya juga menjadi tanggungan Allah. dengan mengikuti jadwal kegiatan yang telah ditetapkan oleh sang pemberi proyek. sesuai peraturan yang berlaku. misalnya. tentu saja untuk bisa dibayar sesuai dengan nilai kontrak. kontraktor akan dibayar dalam beberapa termin sesuai dengan persentase tingkat 21 b 204 “Dan barangsiapa berserah diri (tawakal) kepada Allah maka Dia-lah penanggungnya. Lazimnya.megaproyek tersebut. BEKERJA SESUAI KEHENDAK ALLAH Jika kita bekerja pada proyek manusia. seorang dai bukan hanya tidak dituntut membiayai megaproyek yang pastinya tidak akan pernah mampu itu. termasuk rencana anggaran biayanya (RAB). Di sini. Tentu saja.” (AthThalaq: 3) QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . biasanya pemberi proyek juga memakai jasa konsultan pengawas.

Lazimnya. dana juga akan turun dengan lancar. Sebuah kalimat bisa dianggap sebagai jumlah mufidah (kalimat sempurna) jika ada jawabusy-syarat. Allah berfirman.kemajuan pekerjaannya. sejauh mana megaproyek ini telah kita kerjakan? Apakah dalam mengerjakannya sudah kita sesuaikan semuanya dengan rancangbangun (manhaj) yang telah ditetapkan sang pemilik proyek. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (Muhammad: 7) Dalam kaidah bahasa Arab kata tanshuru (kalian menolong) setelah in (jika) dikenal sebagai fi’il syarat.” (Ash-Shaff: 10-13) Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 205 . jika kamu mengetahui.? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mutlak harus kita jawab sebelum kita bertanya: seberapa besar Allah telah dan akan segera “mencairkan” dana-Nya untuk kelangsungan megaproyek ini. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dalam hal ini. jika kita mengerjakan proyek dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu. Dakwah juga demikian. “Hai orang-orang yang beriman. kita termasuk orang yang merespons tawaran tersebut dengan serius. Itulah keberuntungan yang besar. Allah swt. al-hamdulillah. Semakin jauh kita telah menuntaskan tuntutan aktivitas dakwah. Masalahnya.22 Dan. niscaya Dia menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dalam dakwah ini yang terjadi juga seperti itu. telah menawarkan tender pengerjaan megaproyek peradaban ini secara terbuka. dan dengan karunia Allah kita bisa istiqamah hingga hari ini. maukah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Sejak awal Allah swt. sejauh itu pula Allah akan memberikan pertolongan-Nya. jika kamu menolong (agama) Allah. jawabusy-syarat adalah yanshur 22 “Hai orang-orang yang beriman.

(Dia atau Allah pasti akan menolong) kum (kalian) dan yutsabbit (Allah pasti akan mengokohkan) aqdamukum (kedudukan kalian). semakin populer dan berkembangnya konsep-konsep ekonomi syari’ah. Artinya. Ditinjau dari sudut pandang akidah. Sejauh mana kita telah bekerja untuk memperjuangkan agama-Nya. sejauh itu pula Allah akan menurunkan pertolonganNya. belum pernah menurunkan pertolongan-Nya. hingga posisi sosial politik dakwah yang semakin menguat pasca reformasi 1998. berupa penerimaan masyarakat yang semakin meluas terhadap dakwah dan fenomena budaya islami. semuanya sematamata karunia Allah. Allah pasti menolong orang-orang yang menolong (agama)-Nya. menunaikan zakat. menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah perbuatan mungkar. bahkan juga mengokohkan kedudukan kita. tentu semua itu tidak bisa dilepaskan dari sikap para qiyadah (pemimpin) dakwah yang sangat berani mengambil QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH b 206 . dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. Apa yang telah diraih pergerakan dakwah. “Sesungguhnya. dengan syarat kita benar-benar sudah menolong (yakni memperjuangkan agama) Allah. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mendirikan shalat. berfirman. tentu merupakan pertolongan Allah yang tidak kecil.” (Al-Hajj: 40-41) KEBERANIAN Hal ini tidak berarti Allah swt. Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa. Tapi jika kita lihat dalam perspektif syari’ah amaliah. jelas. Sesungguhnya. Itu semua merupakan capaian dakwah yang luar biasa. nashrullah (pertolongan Allah) dan tatsbitul-aqdam (kekokohan kedudukan) pasti akan Allah berikan. Dalam ayat lain Allah swt.

kini telah merambah hampir ke seluruh penjuru nusantara. Padahal. jaringan. Pendek kata.23 bermain mata (bargaining politic) saja seolah-olah tidak ada pihak lain yang mau melirik. Keberanian untuk membangun dengan nyaris tanpa modal seperti itulah yang harus terus kita tumbuhkan dalam jiwa setiap “karyawan” Allah (baca: para dai) dalam megaproyek peradaban ini.keputusan “oper gigi roda” dakwah ini dari mihwar tandimi-sya’bi kepada mihwar sya’bi-muassasi. yang berarti memasukkan dakwah ke dalam orbit politik yang benar-benar sangat mahal (hight coast). Jaringan pergerakan dakwah yang semula hanya terkonsentrasi di kotakota besar. Sebagai sebuah jamaah dan bekerja di jalan Allah. terlebih dana. mestinya kita “malu” kepada para pengusaha yang pada umumnya hanya perorangan dan bekerja di bidang bisnis yang bersifat murni duniawi. bahkan oleh umat Islam sendiri. jangankan untuk bermain uang (money politik). bahkan hingga ke pelosok desa-desa. pergerakan dakwah masih amat sangat miskin: SDM. Dengan usaha yang bersifat pribadi dan duniawi saja mereka mampu membangun kerajaan bisnis dari nol hingga 23 Meski seandainya tersedia dana pun kita tidak akan melakukannya. Tapi firasatul-qiyadah (intuisi para pemimpin dakwah) terasa benar-benar berada dalam bimbingan Allah. bukan hanya di seluruh provinsi. pergerakan dakwah masih dilihat sebelah mata. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 207 . Maka. Subhanallah. hingga detik-detik terakhir kekuasaan rezim Orde Baru yang sangat represif itu. wal-hamdulillah. Keberanian yang seolah-olah tanpa modal ternyata dalam waktu yang sangat singkat telah berbuah luar biasa bagi perkembangan dakwah. baik secara sosial maupun ekonomi.

Tidak ada dana yang tersedia sebelumnya. hampir semua berangkat dengan modal “niat”. al-hamdulilah. Tapi modal tidak ada. tapi dengan bismillah panitia berjalan dengan proyek pembangunan itu. Pengalaman kami di Pasir. Barangkali karena label Islam Terpadu sudah populer di mana-mana. bahkan tidak sedikit yang hingga triliunan rupiah. Hasilnya? Alhamdulillah. Ketika ber’azam mendirikan TKIT pada tahun 2001. Maka. “pencairan” dana yang Allah swt. brosur kita sebar. Kalimantan Timur. dengan menumpang di sebagian ruangannya. Gagasan positif itu kita “jual” kepada siapa saja yang kita anggap akan mau dan mampu “membeli”nya. Perhatikan pembangunan masjid di seluruh negeri ini. Alhamdulillah. bahkan mengalami sendiri. dan hampir semua proyek pendidikan dan dakwah dibangun nyaris tanpa modal selain tekad yang kuat (’azam). bisa dikatakan tidak ada modal sama sekali. biaya untuk menyewa gedung saja belum terbayangkan. mengapa kita tidak bisa? Sebenarnya.sangat menggembirakan. Kita ingin mereka mendapatkan pendidikan yang baik dan islami. semua bisa selesai tanpa hambatan yang berarti. Pesantren-pesantren. agaknya bisa juga dijadikan perbandingan. tanpa harus sewa. meja kursi dan semua perlengkapan belajar kita siapkan. Tapi dengan bismillah kita coba upayakan. dalam lingkup kecil dan terbatas kita sering melihat. Yang terpikir saat itu hanyalah anak-anak ikhwah sudah banyak yang harus masuk sekolah. gedung Islamic Centre di sana ternyata bisa dipinjam.beraset miliaran rupiah. madrasah-madrasah. respons masyarakat. Satu masalah terselesaikan. janjikan itu berlangsung nyaris tanpa jeda dengan upaya kita membangun proyek-proyek untuk menegakkan kalimat-Nya. Jangankan membangun gedung. b 208 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH .

semakin besar pula Allah menurunkan pertolongan-Nya. pertolongan Allah sangat dekat. setelah berjalan enam tahun TKIT itu menjadi lembaga pendidikan yang cukup diminati masyarakat. bahkan bisa mengorbitkan salah satu muridnya (Ubaid Al-Baliyah) sebagai Juara II Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) ke-4 yang diselenggarakan oleh Stasiun TV Lativi di Jakarta. Persis. kita pun bisa mendirikan SDIT Al-Khawarizmi24 dengan gedung milik sendiri. “Bilakah pertolongan Allah datang? Ingatlah. semakin cepat pula Allah “mencairkan” dananya. Suatu hal yang tak terbayangkan sebelumnya bisa terealisasi secepat ini. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 209 .” (Al-Baqarah: 214) Allahu a’lamu bish-shawab. sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat. tapi al-hamdulillah sudah jadi langganan juara dalam berbagai bidang pada berbagai even di tingkat kabupaten. Saya tahu persis.Kini. Semakin berani kita mengambil risiko dalam dakwah ini. yang jika dihitung-hitung ternyata asetnya sudah mencapai bilangan miliar rupiah. Terbukti. Bahkan. vvv 24 Tahun pembelajaran 2006-2007 ini baru sampai kelas 3. seperti yang dijanjikanNya. hampir semua struktur dan lembaga-lembaga dakwah kita juga seperti itu. semakin banyak kita membangun proyek dan atau kegiatan dalam dakwah ini. Firman Allah.

seperti di negara-negara monarchy (kerajaan). Orang yang lebih kuat pengaruhnya dalam setiap komunitas diikuti oleh orang-orang yang lemah. menurut para filsuf. b 210 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Pada mulanya. kontrak sosial terjadi melalui mekanisme alamiah. Tidak sedikit juga yang terjadi dengan kudeta. kita mengenal klan-klan dan suku-suku di berbagai tempat dalam masyarakat tradisional. Masingmasing dengan pemimpinnya yang diangkat melalui mekanisme dan prosesi yang disepakati bersama atau diterima secara umum. di mana sebagian di antaranya menjadi pemimpin (ra’in) dan sebagian lainnya menjadi pengikut (ra’iyah). secara berkelanjutan.KAIDAH KETUJUH v MEMIMPIN DENGAN MELAYANI Manusia. Selama masih normal. disadari maupun tidak. Dalam pergaulan dengan sesama manusia itulah terjadi “kontrak-kontrak” sosial yang. Kenyataannya memang begitu. Juga desa atau kelurahan serta berbagai model kelembagaan sosial lainnya dengan organisasi (pemerintahan) yang lebih mapan dalam masyarakat modern. Dan sebagainya. kepemimpinan semakin terlembagakan dalam struktur sosial yang lebih permanen. Ada yang dipilih melalui proses pemilihan umum. seperti di negara-negara yang menerapkan sistem demokrasi. Ada yang diangkat sebagai pemimpin karena faktor keturunannya. manusia mesti bergaul. mengikat setiap orang dalam komunitas tertentu. Itulah yang dewasa ini kita kenal sebagai proses politik. adalah Zoon Politican atau makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Karena itu. Selanjutnya. lepas dari manusia lainnya. berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama manusia.

bersabda. masalah kepemimpinan mendapatkan perhatian yang sangat besar dalam syariat Islam. Meski bukan merupakan ibadah makhdhah yang segala sesuatunya sudah ditetapkan secara baku. agama Islam ini tegak juga karena kepemimpinan Rasulullah saw.r. dan para khulafaur-rasyidin bekerja keras siang-malam membimbing umat untuk meraih kebahagiaan hidup. kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap baikburuknya kondisi umat manusia secara keseluruhan. yang kemudian sepeninggal beliau dilanjutkan oleh para khulafaur-rasyidin yang sangat kuat dalam tubuh umat ini.” Artinya. Rasulullah saw. Perempuan adalah pemimpin dalam rumah tangga dan pengelolaan harta suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Rasulullah saw. AlBukhari dan Muslim) Secara keseluruhan. baik di dunia maupun di akhirat. Kepala negara (al-imam) adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. kepemimpinan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari syariat Allah. Juga menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta ke seluruh penjuru dunia. bersabda. Mereka berjuang membangun umat yang adil dan sejahtera. “an-nasu ’ala dini mulukihim (Manusia itu beragama sesuai dengan agama raja-raja [para pemimpin] mereka). Sebab. agama Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 211 .” (h.Dalam perspektif Islam.. sekaligus berperang menghadapi musuh-musuh yang menghalangi atau mengganggu misi dakwah. “Setiap kalian adalah pemimpin dan (setiap pemimpin) akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. agama apa yang dianut para pemimpinnya. Laki-laki adalah pemimpin dalam lingkup keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Rasulullah saw.

Orang-orang beriman tidak boleh mengangkat orang kafir menjadi pemimpin mereka. yang bagi orang-orang yang lemah merupakan musibah yang mesti dihindari. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya. seorang tokoh sahabat dan pemimpin suku Ghifar ketika masih belum Islam.25 Dalam lingkup sosial terkecil pun (rumah tangga) Allah telah menetapkan bahwa laki-laki (suami) adalah pemimpin bagi keluarganya. tidak boleh non-muslim. walaupun dia menarik hatimu. Dan hanya kepada Allah kembali (mu). 25 “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Karena itu. Ada ketentuanketentuan umum syariat yang mesti diperhatikan... wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik.... “Mereka (wanita-wanita muslimah) tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu juga tidak halal pula bagi mereka..” (Al-Mumtahanah: 10) Abu Dzar Al-Ghifari ra.” (An-Nisa’: 34) “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik. pemimpin bagi orang yang beriman adalah orang yang beriman. kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. “Ya Rasulullah. oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. kepemimpinan bisa dinilai sebagai ujian.. sebelum mereka beriman.28 kecuali dalam keadaan terpaksa.26 Maka. di mana pun. Sesungguhnya. Barangsiapa berbuat demikian.. menjadi isu sentral. walaupun dia menarik hatimu.” (Al-Baqarah: 221). suatu saat (setelah Islam berjaya) datang kepada Rasulullah saw. 26 27 28 b 212 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Misalnya. seperti itu pula pola dan tingkat keberagamaan rakyat pada umumnya. suami bagi perempuan yang beriman mesti laki-laki yang beriman pula.. kapan pun dan pada level apa pun. budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik. pengangkatan dan atau penurunan seorang pemimpin dalam kehidupan umat Islam. Jika ia menolak. dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Dalam pandangan Islam.27 Apalagi dalam lingkup yang lebih luas: kepala daerah atau kepala negara. Bagaimana pola dan tingkat keberagamaan para pemimpinnya. niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah.itu pula yang dianut rakyatnya.” (Ali Imran: 28) “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita.

kecuali bagi mereka yang mengambilnya secara benar serta menunaikannya dengan benar. dan jadikanlah kami sebagai pemimpin (imam) bagi orang-orang yang bertakwa.’” (Yusuf: 55) Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 213 . sebagaimana menjadi pemimpin di kalangan para penjahat berarti menjadi orang yang paling jahat di antara mereka. melainkan juga berjuang mewujudkannya.29 Dalam keadaan kepemimpinan merupakan puncak kebaikan itulah Allah merekomendasikan doa hamba-hamba-Nya yang shalih (’ibadur-rahman) untuk juga selalu kita mohonkan. sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga. sedangkan jabatan adalah amanah. Muslim) 29 “Berkata Yusuf.” (h. Menjadi pemimpin bagi orangorang yang bertakwa berarti juga menghimpun segala kebaikan mengapa engkau tidak mengangkatku sebagai pemimpin?” Rasulullah saw. ’Jadikanlah aku bendaharawan negara. kepemimpinan juga bisa merupakan anugerah atau bahkan puncak kebaikan yang Allah berikan kepada orang yang beriman. Dalam keadaan demikian. Dalam keadaan lain. untuk menjadi pemimpin bagi orangorang yang bertakwa kita tidak hanya diperintahkan untuk berdoa. Nabi Yusuf as. karena beliau melihat di sana ada peluang yang bisa beliau lakukan untuk meraih kemaslahatan umum jika memegang jabatan tersebut. menjawab. anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami menjadi penyejuk hati (qurrata a’yun). tetapi juga harus direbut. Sungguh pada hari Kiamat nanti jabatan akan menjadi penyesalan dan kehinaan.maka kepemimpinan akan jatuh kepada orang yang lebih lemah atau bahkan kepada orang kafir yang tidak dibenarkan menurut syariat Islam. kepemimpinan bukan hanya harus diterima. sesungguhnya kamu itu lemah. minta kepada raja Mesir pada zamannya untuk diangkat menjadi bendahara negara (khazainul-ardhi).r. “Wahai Abu Dzar. “Ya Tuhan kami.” (AlFurqan: 74) Tentu saja. Menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa berarti menjadi orang yang paling bertakwa. lagi berpengetahuan.

r. Karena itulah. Karena itu. itu adalah visi yang sangat jauh sekaligus sangat tepat. Menurut saya.yang dimiliki oleh orang-orang yang bertakwa. dengan mengabaikan mereka yang belum sempat mencapai derajat takwa. Sebab. dan bisa berkurang atau bahkan lenyap dari diri siapa saja dari golongan mana saja. sekaligus berhak atas bagian pahala (balasan kebaikan di dunia dan akhirat) sebanyak pahala yang dijanjikan Allah bagi orang-orang bertakwa yang dipimpinnya. menarik sekali apa yang telah dirumuskan oleh Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tentang visi partai: “Menjadi Partai Dakwah yang Kokoh untuk Melayani dan Memimpin Bangsa”. dalam kepemimpinan itu sifat-sifat ketakwaan masyarakat yang dipimpinnya dijaga dan ditingkatkan secara terus-menerus. takwa bukan hanya milik golongan tertentu secara baku. AlBukhari dan Muslim) JEMBATAN KEPEMIMPINAN BANGSA Menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa bukan berarti membatasi lingkup kepemimpinan bagi sekelompok orang tertentu (dalam hal ini kaum yang bertakwa saja). Dalam konteks ini. golongan pertama di antara tujuh golongan yang berhak mendapatkan naungan Allah pada hari Kiamat di mana ketika itu tidak ada naungan selain naungan Allah adalah para pemimpin yang adil. (h. Juga sangat tepat karena untuk apa sebuah partai didirikan jika 214 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH b . Saya katakan sangat jauh karena kepemimpinan merupakan puncak kebaikan yang Allah berikan kepada orang yang beriman. Hanya saja. Takwa bisa menjadi sifat siapa saja dari golongan mana saja. menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa berarti menjadi pemimpin secara umum.

Dalam hal ini. Na’udzubillah. “jadi-jadian” yang didirikan Menjadi pemimpin bagi orang-orang semata-mata sebagai ekspresi yang bertakwa berarti juga mengkebebasan atau euforia politik himpun segala kebaikan yang dimiliki sesaat pasca-tumbangnya rezim oleh orang-orang yang bertakwa. jika mereka tidak memimpin secara langsung atau menguasai jabatan puncak dan jabatan-jabatan strategis di kelembagaan eksekutif. Orde Baru yang menindas raksekaligus berhak atas bagian pahala yat. saya melihat setidak-tidaknya ada empat aksioma yang harus dipahami dengan baik terkait visi tersebut. bukan sekadar pemimpin masyarakat tanpa jabatan (informal leader) sebagaimana yang selama ini dijalani. siapa saja yang merasa menjadi pemimpin di kalangan para sebagai kader PKS harus paham penjahat berarti menjadi orang yang bahwa partai bukan organisasi paling jahat di antara mereka. partai didirikan untuk mengantarkan orangorang terbaik yang memang berhak untuk menjadi pemimpinpemimpin bangsa ini atau menjadi pejabat-pejabat publik yang juga legitimated di hadapan rakyat dengan pijakan hukum yang jelas (berdasarkan syariat Allah). ngan harapan bisa mendapatkan “penghasilan” besar (yang diambil secara halal maupun haram) dari uang rakyat. Pertama. sebagaimana Jadi.Menjadi pemimpin bagi orang-orang bukan untuk memimpin? yang bertakwa berarti menjadi orang yang paling bertakwa. makna kehadiran sebuah partai tidak akan pernah bisa dirasakan oleh rakyat dengan sebenar-benarnya. Akan tetapi. Janji-janji Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 215 . Apalagi sekadar sebagai (balasan kebaikan di dunia dan sarana untuk mencari “pekerakhirat) sebanyak pahala yang jaan” yang tampak keren (sebadijanjikan Allah bagi orang-orang gai anggota DPR/DPRD) debertakwa yang dipimpinnya.

Jika kepemimpinan membimbing rakyat pada harapan dan cita-citanya. “sayidu qaumin khadimuhum (pemimpin suatu bangsa adalah pelayan mereka)”. 32/2004). Adapun yang disebut pelayan rakyat adalah mereka yang secara riil mau dan terbukti mampu melayani rakyat. melainkan sedang memegang kekuasaan. memimpin atau tampil sebagai the rulling party tidak akan pernah dialami oleh partai apa pun jika partai terkait tidak melayani. Jelas. berdasarkan undang-undang yang berlaku saat ini (UU No. Itu sudah menjadi sunnatullah dalam kehidupan sosial masyarakat kapan pun dan di mana pun. keberadaan kader-kader partai di lembaga legislatif hampir tidak mempunyai arti apa-apa dalam konteks pengambilan kebijakan-kebijakan penting terkait berbagai kepentingan rakyat. Memang. Kalaupun dalam kenyataan ada pemerintahan yang berlangsung tanpa mengedepankan aspek pelayanan. pemerintahan itu bukan tengah menjalankan peran kepemimpinan. kekuasaan justru menistakan aspirasi rakyat dan memaksakan kehendaknya sendiri. secara riil mereka telah b 216 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . maka sesungguhnya. Artinya. Tetapi secara riil. kekuasaan sangat berbeda dengan kepemimpinan. lembaga legislatif merupakan bagian dari pemerintahan (daerah). Dengan kata lain. Pepatah Arab mengatakan. Kedua. Karena pada hakikatnya. eksistensi sebuah partai akan memiliki makna signifikan di mata umat dan bangsa ini jika ia benar-benar leading. meski secara formal tidak menjadi pemimpin. tampil sebagai “partai penguasa” (the rulling party).indah untuk menegakkan keadilan dan menyejahterakan rakyat ketika kampanye selamanya hanya akan menjadi janji jika kaderkader partai asyik “bermain-main” di tataran legislatif. pemimpin adalah pelayan rakyat.

Ya. lembaga sosial maupun partai) untuk bisa melayani dan memimpin bangsa. hanya partai yang kokoh sajalah yang bisa melayani. Kokoh secara sosial dengan mana masyarakat akan siap mem-back-up dakwah jika sewaktuwaktu ada gangguan yang menghadang.” Jadi. kekokohan merupakan prasyarat mutlak bagi siapa pun (individu. tetapi kenyataannya setiap kali bertemu dengan masyarakat justru memamerkan kekuasaannya dan selalu minta dilayani.memimpin dalam pelayanan masyarakat. Belum pernah terjadi sepanjang sejarah. Ketiga. “Ala bisa karena biasa. Kokoh secara fikrah (pemikiran) sebagai dai yang bertanggung jawab mengurai benang kusut persoalan bangsa yang carut-marut dewasa ini. Kokoh secara aqidah (keimanan) sebagai individu-individu kader. Pepatah lama mengatakan. di mana kalimat Abdi Masyarakat dipidatokan dan ditulis di mana-mana. meski tidak menjadi pejabat publik. Maka. Kokoh secara ekonomi sehingga siap menjawab segala tuntutan kebutuhan dakwah yang terus mengalir deras setiap saat. melayani juga tidak akan pernah bisa dilakukan siapa pun atau partai apa pun jika mereka tidak kokoh. melayani itu bukan sekadar slogan seperti yang sering kita temukan di lapangan. Kokoh secara struktural sebagai institusi partai yang memang dituntut untuk selalu fight menghadapi pertarungan politik yang keras dan cenderung menghalalkan segala cara. partai harus Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 217 . Kokoh secara moral (akhlak) di tengah empasan gelombang budaya materialisme dan permisivisme (keserbabolehan) yang demikian dahsyat melanda umat. orang yang tidak biasa melayani rakyat secara tiba-tiba menjadi pemimpin yang baik (melayani rakyat sepenuh hati) saat ditetapkan sebagai pejabat publik. Ringkasnya. baik sebagai individu maupun institusi.

30 b 218 Lebih utuhnya. Apalagi falsafah politik (demokrasi) dan setting sosial-budaya kita dalam konteks perjuangan dakwah tidak bisa dilepaskan dari sejarah dan realitas kekinian yang memang dalam banyak aspek masih jauh dari syari’ah. QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . baik di pusat. (dan ini harus benar-benar dipahami. wabil-khusus partai dakwah. Profil Kader Partai Keadilan Sejahtera. Bandung. pemikiran. Setiap penyimpangan syari’ah kecil sekalipun harus bisa dideteksi sejak awal dari dalam tubuh partai. jika memang ingin menjadi pelayan yang baik bagi bangsa ini.30 Keempat. wilayah maupun daerah. Dalam hal ini. Semuanya perlu proses yang dalam banyak hal mesti memakan waktu sangat lama untuk bisa optimal sesuai syari’ah. Juli 2005. maka ia bukan lagi partai dakwah. Jika itu yang terjadi. Cetakan Ketiga. tetapi produk-produk hukum. yang diterbitkan Harakatuna Publishing. sama sekali tidak boleh terjadi di satu sisi menyatakan diri sebagai partai Islam atau partai dakwah. tetapi “partai terdakwa”. Dalam konteks itulah keberadaan Dewan Syari’ah. Tidak semudah itu. karena semuanya berangkat dari sini) kekokohan tidak akan pernah dimiliki partai apa pun kecuali dengan ketegasan jati diri sebagai partai Islam. menjadi sangat penting. Departemen Kaderisasi. Jadi. makna kekokohan bisa kita lihat dalam buku DPP Partai Keadilan Sejahtera. sebagaimana yang didakwahkan. karena PKS hadir ke tengah-tengah masyarakat untuk dan dalam kerangka dakwah. Sungguh pun demikian.kokoh dalam segala aspek. maka segala sesuatunya harus benar-benar sesuai dengan syariat Allah. bukan berarti seluruh produk hukum. kebijakan dan tradisi-tradisi dalam partai lantas sudah 100% sesuai dengan syari’ah. kebijakan atau budaya yang berkembang dalam tubuh partai itu tidak sesuai dengan syariat Islam. pemikiran.

Mereka juga mengintegrasikan berbagai produk terbaik dari aneka produk perusahaan lain: perusahaan operator ponsel bekerjasama dengan industri entertainment. Asus. seperti Microsoft. Ruangan yang sejuk. Siemens. sebelum mengajak orang lain. Telkom. Begitulah seharusnya kita menegakkan syariat Islam: mulai dari diri sendiri. Mereka terus berinovasi menciptakan produk-produk yang semakin canggih. supermarket. Ben-Q. meskipun tidak secara langsung mengusung slogan menegakkan syariat Islam. bahkan elegan.Yang pasti. atau lembagalembaga bisnis lainnya. setiap hari memeras otak. Mengapa lembaga-lembaga bisnis tersebut begitu perhatian dan memberikan pelayanan begitu istimewa kepada costumer-nya? Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 219 . Sony. cepat. dalam rangka mengisi ring tone atau ring back-tone yang sesuai dengan pilihan setiap customer dan sebagainya. dan nyaman. juga industri pesawat telepon seluler dan perusahaan-perusahaan operatornya. sifat syar’i dalam segala aspek perjuangan partai merupakan prinsip yang tidak bisa ditawartawar. Semua itu memberi kesan positif. KEPEMIMPINAN PRIMA Kita semua tentu sudah biasa berurusan dengan bank. harum. seperti grup band ternama. Apa yang kita rasakan ketika masuk ke kantor atau showroom mereka? Pelayanan yang prima: ramah. LAYANAN PRIMA. Telkomsel. Acer. dealer kendaraan bermotor. biro perjalanan. Samsung. dan lainnya. dan lainnya. merancang produk-produk baru untuk bisa memberikan layanan terbaik bagi seluruh costumer-nya. Apple. Toshiba. asri. Linux. bersih. Dell. LG. tetapi juga rindu untuk kembali lagi. Indosat. Motorola. bukan saja membuat kita betah. Perusahaan-perusahaan software dan hardware komputer. Ericsson. aman. Exelcomindo Pratama. seperti Nokia.

kartu debet. calling service. Pihak maskapai juga selalu berpikir.Tentu. Mereka terus berlomba melakukan inovasi untuk bisa menghasilkan produkproduk yang dianggap paling memuaskan bagi para customer-nya. Ada on line service selama 24 jam. Ada e-banking. Mereka dianggap raja dan dimuliakan karena mereka mengalirkan dana ke pundi-pundi perusahaan. lembaga atau partai dakwah. Selain kartu ATM. Ada fasilitas city check-in. mengapa kita. Seolah-olah mereka tidak pernah mengenal lelah. mereka juga mengeluarkan berbagai layanan eksklusif bagi para customer-nya. para aktivis. mobile-banking. para pemilik perusahaan menjadi orang kaya. kartu kredit. kartu debet dan sebagainya. Jika naik pesawat. kebanyakan kita memilih kelas ekonomi yang lebih murah ongkosnya. karena memang uang kita pas-pasan. Di dalam pesawat juga demikian. costumer adalah “raja” yang harus dilayani. sementara para pemilik perusahaan itu memilih kelas bisnis atau eksekutif yang tempat dan layanannya lebih istimewa. Awak pesawat (pramugara atau pramugari) melayani setiap penumpang dengan senyum yang sangat ramah. kartu kredit. dan sebagainya. tidak memberikan hal yang b 220 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Di mata mereka. karena dari costumer-lah bisnis mereka bisa jalan. Ada juga kerjasama dengan lembagalembaga sosial kemasyarakatan untuk mengeluarkan kartu anggota yang sekaligus ATM. meskipun harus menangani pekerjaan-pekerjaan yang tidak ringan. Dengan demikian. bagaimana bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Ada kerjasama dengan pihak bank untuk memudahkan pembayaran dan lainnya. karena memang harga tiketnya lebih mahal. Tak terkecuali mengobral aneka macam hadiah. Bank-bank juga demikian. Jika lembaga-lembaga bisnis tersebut bisa memberikan pelayanan yang begitu baik bagi customer-nya. misalnya.

merekalah yang memimpin dalam keuntungan dan kejayaan. Maka. memimpin dengan melayani: Mengapa Tidak? Wallahu a’lamu bish-shawab. cepat.sama kepada masyarakat? Bukankah pada hakikatnya masyarakat adalah “costumer” dalam dakwah ini? Kantor-kantor sekretariat lembaga atau partai dakwah mestinya juga sejuk. lembaga atau partai melayani masyarakat. dan asri (meski tidak harus mewah). vvv Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 221 . Pelayanan yang diberikan kepada setiap orang atau masyarakat yang berhubungan dengan lembaga atau partai dakwah juga harus ramah. Persis seperti dalam dunia bisnis. maka masyarakat juga akan semakin suka berinteraksi dengan mereka. Jadi. harum. Walhasil. aman. siapa yang terdepan dalam pelayanan. dan nyaman. Dengan demikian. mereka semakin untung dan semakin berjaya. semakin banyak produknya yang dipakai oleh masyarakat. semakin baik suatu perusahaan melayani. dalam dunia dakwah maupun kehidupan sosial politik secara keseluruhan juga demikian. Jika dalam dunia bisnis seperti itu. bersih. adalah sebuah sunnatullah bahwa semakin baik seseorang.

maka untuk menjadi pemerintah yang baik. Dalam hal ini belum pernah terjadi sepanjang sejarah. Dan karena pada hakikatnya pemerintah adalah pelayanan rakyat. dan kita sebagai individu aktivis dakwah maupun lembaga sosial dan politik tidak dituntut lebih dari sekadar membantu. Karena pada hakikatnya. lembaga atau partai yang tidak biasa melayani rakyat. Ya. seseorang. kita hadir di tengah-tengah bangsa untuk membina dan memimpin mereka menuju harapan dan cita-citanya. daya jangkau pelayanan individu aktivis dakwah maupun lembaga-lembaga sosial atau partai memang serbaterbatas. kita harus bisa menjadi pelayan yang baik. yaitu menjadi masyarakat yang adil dan sejahtera lahir dan batin dalam naungan ridha Allah swt. bukan pada aktivis dakwah maupun lembaga-lembaga sosial atau partai. Sebab. kehadiran kita ke tengah-tengah bangsa adalah untuk “memerintah” mereka.KAIDAH KEDELAPAN v MEMERINTAH PEMERINTAH SEBELUM MENJADI Mungkin ada yang berkata. kehadiran pergerakan dakwah dalam pelayanan masyarakat tidak lebih dari sekadar membantu pemerintah. pelayanan yang telah diberikan oleh pergerakan dakwah. Tetapi. itu wajar. Harus dicatat. sebenarnya. seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Soal masih belum optimal. tanggung jawab pelayanan publik memang ada di pundak pemerintah. baik secara individu para aktivis dakwah maupun kelembagaan sosial atau partai kepada masyarakat sudah sangat luar biasa. Dengan kata lain. tiba-tiba menjadi pelayan rakyat yang baik begitu ditetapkan 222 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH b . tanggung jawab pelayanan publik ada di pundak pemerintah.

maka yang terasa oleh masyarakat adalah berurusan dengan kantor-kantor pemerintahan berarti mencari atau menambah masalah. mereka yang selama ini memerintah ternyata tidak mampu. mau tidak mau.31 31 “Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh. ukuran sukses pelayanan bukan pada apa yang telah kita berikan. Perlu kita catat. Lebih dari itu. tapi oleh “oknum-oknum”-nya. Maka. Karena memang sejak awal konsep pelayanan belum menjadi sikap mental dan kerangka pemikiran secara utuh dalam tubuh pemerintahan yang ada. banyak pihak yang berurusan dengan kantor-kantor itu justru dipalak (diperas). bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang shalih. tapi kenyataannya jauh panggang dari api.sebagai pejabat publik atau pemerintah. tapi pada apa yang sudah bisa dirasakan oleh pihak yang kita layani. juga merupakan tanggung jawab secara umum bahwa pengelolaan dan kepemimpinan dunia ini memang diserahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang shalih. sejak awal kita harus membiasakan diri melayani rakyat secara tulus dan serius.” (Al-Anbiya’:105) Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 223 . Dan jangan pernah mimpi menjadi pelayan yang baik jika kita sudah merasa puas dengan ketidakpuasan yang dirasakan oleh masyarakat sebagai pihak yang kita layani. Terbukti. atau tidak sungguhsungguh memikul tanggung jawab pelayanan seperti yang diharapkan masyarakat. Di depan kantor-kantor instansi tertentu memang terpampang jelas tulisan “Kami Siap Melayani”. Tentu tidak resmi. Ini bukan sekadar masalah tanggung jawab pelayanan publik. Artinya. Namun karena sudah merata dan membudaya. jika memang siap untuk menerima estafet pemerintahan. jangan pernah mimpi bahwa kita akan mampu memerintah dengan baik jika kita tidak bisa membuktikan diri sebagai pelayan yang baik. Alih-alih mendapatkan pelayanan.

tetapi dalam hal bagaimana mereka membangun kekuatan. fikrah (pemikiran). masyarakat sudah harus bisa merasakan bahwa yang benar-benar memerintah—dalam arti melayani—secara riil adalah kita. Kokoh secara aqidah (keimanan). para aktivis dakwah. moral (akhlak). Bukan belajar dalam hal kejahatannya.” barangkali cukup yang baik. BELAJAR DARI AMERIKA Maka. “Ada sebuah pemerintahan rahasia di dalam pemerintahan dan saya Jangan pernah mimpi bahwa kita akan sama sekali tidak memimampu memerintah dengan baik jika kita liki kekuasaan terhadap tidak bisa membuktikan diri sebagai pelayan itu. maupun secara struktural dan jaringan sosial. Pengakuan mantan presiden Amerika Serikat. QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Meski secara formal mereka tidak berkuasa dalam pemerintahan negara-negara adidaya. Bill Clinton. kita tidak akan pernah bisa melayani jika kita tidak kokoh. sebelum secara formal kita memerintah. tapi secara riil justru merekalah yang mengendalikan dunia. ekonomi.7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 7654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765 b 224 Dalam hal ini. tidak ada salahnya jika kita belajar dari para aktivis dan lembaga-lembaga pergerakan dunia hitam seperti zionisme atau mafia peredaran narkoba. jika bukan kita yang proaktif mengambil prakarsa pelayanan prima siapa lagi yang kita harapkan? Dengan kata lain. Dan jangan pernah mimpi menjadi bukti bahwa menjadi pelayan yang baik jika kita sudah meskipun di balik layar. Kekokohan merupakan prasyarat mutlak bagi siapa pun untuk bisa melayani dan memimpin bangsa. merasa puas dengan ketidakpuasan yang sebuah pergerakan bisa dirasakan oleh masyarakat sebagai pihak mengendalikan pemeyang kita layani rintahan sebesar Ame- Seperti kita sebutkan di atas.

serta badan penegak hukum rata-rata sejalan sesuai dengan konstitusi dan hukum-hukum yang berlaku. seakan yakin bahwa korupsi yang terjadi hanyalah pengecualian. golongan kaya. berlaku naif. pen. Adapun yang telah mengambil alih konstitusi tersebut tidak lain adalah “pemerintah bayangan” itu. orang-orang kuat. dengan mudah dapat mengubah semua itu. Sebuah kejadian seperti 11 September 2001 (pengeboman WTC. Dengan kata lain. dan para penguasa yang korup memanfaatkan pengaruh kuatnya untuk melakukan pengesahan atau legitimasi untuk kepentingan mereka. mereka umumnya menyembunyikan diri. pengadilan. warga Amerika tetap saja membisu. Tentu Anda tahu. Meskipun seorang presiden Amerika sendiri mengakui keberadaan pemerintah gelap itu. melainkan saling bersaing. Pemerintah dan media massa adalah pemegang peran dan pelaku utama dalam program “cuci otak” (brain-washing) agar warga Amerika tetap percaya kepada mereka. secara efektif telah diambil alih kekuasaannya. Mengapa? Lebih dari 500 tahun.rika Serikat yang pengaruhnya mendunia. penguasaan kendali belum sepenuhnya di tangan mereka.). mereka merasa dunia masih relatif aman untuk dihuni. Sekalipun pelaksanaannya masih berjalan rahasia. institusi. Rakyat Amerika percaya para pelaku koruptor tidak bersatu. pers. siapa yang berada di balik “pemerintah Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 225 . guna menyingkap tabir penyimpangan konstitusi akan keberadaan “pemerintah bayangan” tersebut. dalam beberapa dekade belakangan ini. Kenyataannya. enggan untuk bertanya hal-hal yang wajib dipertanyakan. konstitusi Amerika secara pelan namun pasti. dan pada umumnya masyarakat. Sekalipun mayoritas masyarakat Amerika mengetahui hal itu.

bayangan” Amerika tersebut. khususnya dalam politik luar negeri. 226 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH b . Opini publik berada di bawah manipulasi bangsa Yahudi. bahkan seharusnya lebih dari itu: memerintah sebelum menjadi pemerintah. Berbagai majalah. di negeri sendiri. Apalagi dengan menelan bulat-bulat doktrin “perjuangan” mereka yang menghalalkan segala cara.” DOKTRIN PERGERAKAN Saya tidak bermaksud mengajak Anda untuk meniru mentahmentah segala hal yang dilakukan oleh kaum Yahudi di Amerika. Adapun yang saya maksud dengan belajar dari Amerika adalah jika kaum Yahudi yang minoritas di Amerika mampu mengendalikan negara. baik secara moral maupun finansial. “Bangsa Yahudi selalu menguasai kegiatan usaha. Kebijakan-kebijakan pemerintah Amerika. mereka sudah memiliki cukup bahan untuk menjatuhkannya jika kebutuhan mereka atas permasalahan mereka tidak terpenuhi. Secara eksklusif semua berada di bawah kekuasaannya. berada di balik semua kebijakan itu. “Negara Amerika di bawah kekuasaan Yahudi. Tidak peduli calon mana yang terpilih. hingga buku-buku kecil dan tebal telah mengulas panjang lebar masalah itu. jurnal. bahwa kaum Yahudi atau gerakan zionisme. laporan. sebagai umat Islam yang mayoritas tentunya kita mampu melakukan hal yang sama. Bahkan Henry Ford juga mengatakan. Juga terhadap sistem pemilihan kampanye Amerika dikuasai begitu cerdiknya. terutama Timur Tengah. mengungkapkan secara kasatmata. Rakyat dan warga Amerika harus bangun dan sadar untuk bangkit dan mengambil alih kekuasaan sebelum terlambat dan akhirnya kehilangan semuanya!” Demikian sebuah peringatan yang dikutip Gray.

masyarakat merasakan bahwa pergerakan dakwah benar-benar sudah memerintah (yakni melayani) secara riil sebelum memerintah secara formal. cepat. Obsesi seorang dai dengan demikian adalah citra diri sebagai pelayan. sebagai dai kita harus mampu tampil di tengah-tengah rakyat sebagai “juru selamat”. Dengan demikian. intimidasi. kembali kepada hakikat pemerintah sebagai pelayan rakyat. Doktrin pergerakan dakwah sebagai pelayan rakyat itulah yang harus menjadi jati diri setiap dai. sasaran. waktu. Dalam ungkapan lain. Karena memang dalam konsep pemikiran dasar yang menjadi doktrin pergerakan kaum Yahudi.Masalahnya. Cepat dalam arti kita sudah mampu berbuat banyak ketika orang lain berpikir saja belum. dan sebagainya) maka jaringan dakwah harus mampu memerankan fungsi sebaliknya. sayyidu qaumin khadimuhum (pemimpin atau pemerintah atas suatu kaum adalah pelayan mereka). yang selalu bersusah payah membantu menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi rakyat. Dan untuk bisa Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 227 . Jika dalam hal “pemerintah bayangan” di Amerika itu jaringan lobi Yahudi memerankan fungsi kekuasaan (baca: mencengkeram rakyat. yaitu pelayanan. Tepat dalam arti secara nilai. ukuran. tepat. teror. bagaimana kita bisa mengambil prakarsa pelayanan publik yang prima: cekat. semua Goyim (bangsa-bangsa selain Yahudi) adalah budak-budak bagi Yahudi. dengan segala intrik. Sedangkan dalam konsep pemikiran dasar dan doktrin pergerakan dakwah kita. maupun cara. Mimpi-mimpi kita sebagai seorang dai adalah masuk surga melalui pintu-pintu pelayanan rakyat yang terbentang luas di depan mata. manipulasi. Cekat artinya kita menguasai segala persoalan secara mendetail sekaligus terampil dalam menyelesaikannya.

Dalam hal ini. ketika tidak tahan lagi menghadapi siksaan kaum Quraisy. Tapi rupanya kalian tergesa-gesa. Ada yang disikat antara daging dan tulang-tulangnya. tidakkah engkau berkenan memohon kepada Allah kiranya kita dimenangkan atas kaum kafir?” keluh Khabbab bin Al-Arts ra. sebagaimana kita sebut di atas. ketika mereka masih dalam keadaan minoritas yang tertindas di Mekah. lalu diambilkan gergaji untuk menggergaji kepalanya. sebagai aktivis dakwah dan tarbiyah yang berjiwa dan berpikir besar..33 Juga ketika umat Islam berada dalam kondisi kritis di bawah 32 33 Untuk tidak menyebut Sinterklas yang dalam kenyataan hanya kebohongan belaka. diperuntukkan bagi hamba-hamba Allah yang beriman dan beramal shalih (Al-Anbiya’: 105).. Rasulullah saw. sehingga seseorang yang bepergian dari Shana’ (Yaman Utara) ke Hadramaut (Yaman Selatan) tidak akan merasa takut lagi kecuali kepada Allah. Dia (Allah) akan menyempurnakan urusan (kemenangan agama) ini. bahkan sudah menyampaikan janji Allah itu kepada para sahabat ra. itu pun tidak menggoyahkan keimanannya.tampil sebagai juru selamat rakyat kita harus mengubah sosok kita dari “manusia biasa” yang penuh kelemahan menjadi “malaikat penolong”32 yang setiap saat siap melayani rakyat. walau serigala ada di antara hewan-hewan gembalanya.” b 228 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . sejak awal kita sudah menyadari bahwa kepemimpinan dunia ini. Pertama. wahai Khabbab. “dahulu orangorang sebelum kalian ada yang tubuhnya dikubur kecuali kepalanya.” jawab Rasulullah saw. LIMA ISU UTAMA Mungkinkah kita mengubah sosok kita dari “manusia biasa” yang penuh kelemahan ini menjadi “malaikat penolong” yang setiap saat siap melayani rakyat? Inilah PR terbesar yang harus kita jawab. “Ya Rasulullah. Meng-”install” Sikap Mental Pemenang Sebenarnya. saya melihat sekurang-kurangnya ada lima “isu utama” yang harus menjadi pusat perhatian kita sebagai pintu menuju proses metamorfosis kita menjadi malaikat-malaikat penolong. “Wahai Khabbab. tetapi itu tidak sedikit pun memalingkannya dari agama Allah.. Demi Allah.

Bertrand Russell. beliau bersabda. “Al-Mustaqbal li-hadzad-Din (Hari esok adalah milik Islam). Saya percaya bahwa orang kulit putih tidak akan menemui lagi masa-masa bahagianya sebagaimana pernah menjadi bagiannya selama masa empat abad yang lalu). bukan orang-orang kafir atau mereka yang kehidupannya dekat dengan 34 Ketika itu beliau diminta oleh para sahabat ra untuk memecahkan batu yang sangat keras yang tidak mampu mereka pecahkan.” (h. aku bisa melihat pintu-pintu gerbang istana Shan’a. “Allahu Akbar! Aku diberi kunci-kunci negeri Persia.kepungan pasukan sekutu dalam Perang Khandaq. Saat menghantamkan martil pertama kali batu itu memercikkan kilat. I believe that the white man will never again meet with times as happy as those which were his share for the past four centuries (Abad supremasi orang kulit putih sudah berakhir. harus kita “install” ke dalam jiwa kita. dan kelanjutan dari supremasi ini untuk selama-lamanya bukanlah salah satu dari hukum alam. Filsuf Inggris. Kita harus sadar.” Waktu menghantamkan martil ketiga kalinya dan sekali lagi batu itu memercikkan kilat sebelum hancur berkeping-keping. aku melihat istana-istananya yang berwarna merah di sana.34 Atas alasan-alasan itulah. “The age of the supremacy of the white man has ended. AsySyahid Sayyid Quthub dengan gagah mengatakan. dari Al-Barra’) Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 229 . AnNasa’i dan Ahmad. beliau bersabda. “Allahu Akbar! Aku diberi kunci-kunci negeri Syam.” Sikap mental bahwa kita adalah satu-satunya pihak yang berhak dan bertanggung jawab sekaligus berpeluang atas pemerintahan umat manusia di muka bumi ini.” Ketika menghantamkan martil kedua kali batu itu juga memercikkan kilat. beliau bersabda lagi. Demi Allah.” Di antara cendekiawan Barat sendiri banyak yang sudah ragu dengan masa depan mereka. Demi Allah. misalnya. kitalah yang berhak dan berpeluang memimpin umat manusia di seluruh dunia ini. dengan kedalaman intuisinya sebagai mufassir Al-Qur’an yang jenius. diperkuat dengan tren perubahan sosial-budaya-politik yang berkembang di dunia. mengatakan. Demi Allah. aku melihat Istana Mada’in yang berwarna putih. “Allahu Akbar! Aku diberi kuncikunci negeri Yaman.r. and the continuation of that supremacy for ever was not one of the laws of nature.

kekafiran. Ingat! Sikap rela kita terhadap kepemimpinan orangorang kafir atas kaum mukminin adalah bagian dari kekafiran.35 Dengan kata lain, kita harus sadar bahwa tanggung jawab menegakkan keadilan dan mengantarkan umat manusia pada kesejahteraan serta melindungi mereka dari segala bahaya yang mengancam agama, keturunan, akal, jiwa, raga, harta, dan kehormatan mereka ada di pundak umat Islam.36 Sedangkan inti umat Islam tidak lain adalah para “rijal” atau tokoh-tokoh dan kaderkader pergerakan dakwah ini.37 Maka, adalah salah besar jika kita berharap kepada mereka yang jauh dari nilai-nilai dan pola hidup islami, meskipun berkuasa, untuk mengambil tanggung jawab penyelamatan bangsa ini. Justru karena mereka berkuasa itulah, keadilan, kesejahteraan, dan perlindungan bangsa ini tidak terwujud. Sikap mental sebagai pewaris bumi mesti kita tanamkan sedemikian rupa sehingga tidak tersisa sedikit pun keraguan bahwa janji Allah benar akan ditepati-Nya. Sebab, memang tidak sedikit ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah saw. yang berbicara masalah ini. Jadi, jangan pernah sekali pun merasa kecil hati. Jika hari (baca: abad-abad) ini umat Islam kalah, jatuh dan terpuruk, maka mereka dulu juga mengalami hal yang sama. Justru
35

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Ma’idah: 51) “Dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu...” (Al-Baqarah: 143) Adagium pergerakan yang sering kita dengar dari para pemikir dakwah adalah, “Inna dzuhurad-din bidhuhuri ummatihi, wa inna dhuhural-ummah biduhuri rijaliha, wa inna dhuhurarrijal bidhuhuri aqidatihim, wafikratihim, wakhuluqihim (Sesungguhnya, kebangkitan agama ini (Islam) terletak pada kebangkitan umatnya, dan sesungguhnya kebangkitan umat tergantung pada kebangkitan para tokoh atau kader-kadernya, dan sesungguhnya kebangkitan kader terletak pada aqidah, fikrah dan akhlak mereka).”

36

37

b
230

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

kita mempunyai harapan akan janji pertolongan dan surga dari sisi Allah, sedangkan mereka tidak punya. Allah swt. berfirman, “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (sekarang) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (dulu, pada Perang Badar) juga mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang yang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada.’ Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Ali Imran: 139-140) Yang pasti, kemenangan datangnya hanya dari sisi Allah swt.,38 dan Dia menjanjikan kemenangan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman di antara kita dan beramal shalih. Maka, memperkuat keimanan, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah), memperbanyak amal-amal shalih; memelihara ibadahibadah yang wajib dan memperbanyak ibadah-ibadah yang sunah, membaca Al-Qur’an, berdoa, zikir dan sebagainya mesti menjadi aktivitas pertama dan utama dalam keseharian kita. Kaum Yahudi, la’natullah ’alaihim, bisa menguasai pemerintahan Amerika—dan karenanya praktis juga menguasai dunia— sebelum karena yang lain adalah karena doktrin: mereka bangsa pilihan Tuhan, sedangkan bangsa-bangsa lain hanya budak-budak
38

“Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Ali Imran: 126) “Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya, Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Al-Anfal: 10)

Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah

B
231

mereka. Doktrin itu demikian kuat tertanam dalam jiwa mereka, dan segala jalan menuju pewujudan doktrin itu menjadi terbuka. Jika dengan doktrin sesat seperti itu saja mereka bisa menguasai dunia, maka dengan akidah yang benar seperti yang kita jelaskan di atas, tentunya—bi-idznillah—kita bisa melampaui mereka. Kedua, Fokus pada Penguatan Sumber Daya Semata-mata yakin akan pertolongan Allah tidak akan pernah mengantarkan kita pada kemenangan, tanpa diikuti dengan kekuatan konsep dan operasional dakwah. Maka, setelah menginstall sikap mental pemenang, kita juga mesti fokus pada isu penguatan Sumber Daya Dakwah. Artinya, kita harus serius menyiapkan kekuatan yang benar-benar bisa diandalkan, atau secara teoretis menjamin diraihnya kemenangan. Allah swt. berfirman, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka (orang-orang kafir) segala kekuatan, termasuk kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang tidak kamu ketahuinya sedangkan Allah mengetahuinya. Dan apa saja yang kalian infakkan di jalan Allah niscaya akan dicukupkan balasannya (di sisi Allah) dan sedikit pun kamu tidak akan dirugikan.” (Al-Anfal: 60) Dalam hal ini, saya sependapat dengan Ustadz Anis Matta bahwa generasi pertama pemikir dakwah ini, seperti Imam Syahid Hasan Al-Banna, Sayyid Quthub, Al-Maududi, dan yang lainnya telah menuntaskan tugasnya dalam meniupkan ruh kebangkitan umat untuk kembali pada Islam. Dengan kata lain, kerja besar membangun ideologi yang kokoh dalam tubuh umat ini telah mereka lakukan dengan sebaik-baiknya. Karya-karya besar mereka 232
QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

b

seperti Muhammad AlGhazali. dari pembicaraan tentang ideologi pada masalah Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 233 . Inilah persoalan yang dihadapi gerakangerakan Islam di berbagai negara. memasuki pusat-pusat kekuasaan. tidak seimbang dengan sumber daya yang dimiliki. Yaman. bermain di domain publik. Di semua kawasan itu. Karena itu. Fathi Yakan dan yang lainnya juga telah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. kita harus berani “menggeser” isu-isu utama dakwah kita. Animo besar masyarakat terhadap Islam akibat kegagalan pembangunan di akhir dekade 80-an memang pada mulanya menghasilkan kemenangan-kemenangan politik di awal 90-an. Generasi kedua pemikir dakwah.dalam pemikiran dakwah dengan perhatian utama pada aspekaspek ideologi telah bertebaran di pelataran jagat pemikiran Islam di seluruh dunia. Situasi segera berubah. Aljazair. tak terkecuali di Indonesia. persoalan terbesar kita adalah sumber daya. ketika gerakan dakwah telah memasuki era keterbukaan. itu tidak lama. Tantangan-tantangan yang menghadang jauh melampaui sumber daya yang dimiliki. dan lainnya. Kini. gerakan dakwah mengalami persoalan fundamental: beban kerja yang muncul akibat perluasan wilayah aksi dakwah. Mereka menerjemahkan pemikiran-pemikiran ideologis para pendahulu mereka dengan membangun kerangka pemikiran pergerakan secara kokoh. seperti Sudan. Turki. Karya-karya mereka juga telah membanjiri khazanah buku-buku keislaman di seantero dunia. Yusuf Al-Qaradhawi. di negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. termasuk di negeri ini. bermetamorfosis menjadi institusi terbuka. seperti FIS di Aljazair atau Refah di Turki. Mesir. Tinggal bagaimana kita memelihara warisan agung pemikiran tersebut tanpa terbelenggu sikap jumud dan taqlid buta atau fanatisme golongan secara sempit. Namun.

Dan. kembali pada fiqih dakwah yang selalu mengintegrasikan antara fiqih wahyu dengan fiqh realitas. Maka mutaba’ah (kontrol) atas segala aktivitas. Intensitas interaksi dan proses penguasaan kita pada dunia pemberdayaan harus terus kita dongkrak beriringan dengan upaya kita mendongkak pengetahuan tentang ilmu-ilmu syari’ah. semakin tinggi kecepatan kita arahkan. Jadi. semakin besar pula kebutuhan kita terhadap kontrol. b 234 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Dari studi-studi tentang fiqih ikhtilaf pada studi dan aplikasi manajemen organisasi. dengan standar syari’ah yang ketat.A. dan sebagainya) pada strategi kebudayaan. Semakin kencang kita bermanuver dalam meningkatkan sumber daya.M. Tidak dengan menghalalkan segala cara. Tentu saja. Dari sibuk berkisah tentang konspirasi musuh pada kajian-kajian serius dan langkah-langkah konkret dalam sistem pertahanan dakwah. dan seterusnya. Ya. semakin berani kita melaju dengan kecepatan yang maksimal. M. jangan sekali-kali kita takut bermanuver. semua itu harus tetap dalam kerangka syari’ah. Dari berbicara tentang kegagalan-kegagalan konsep sosialpolitik non-Islam (komunisme. Dari doktrin keharusan bersabar menyiasati keterbatasan sumbersumber dana pada kegairahan menggarap proyek-proyek mencetak uang (making money). Dari berbicara tentang sistem pemerintahan Islam pada kerja-kerja konkret untuk mendongkrak kompetensi kepemimpinan umat. Mu’inuddinillah. sosialisme. tetapi juga jangan pernah sekalipun kita meninggalkan dhawabith syar’iyah dalam akselerasi pemberdayaan dakwah. kapitalisme.pemberdayaan.. Ibarat mobil. H. semakin pakem juga rem harus kita siapkan. tidak bisa kita tinggalkan. Dari slogan-slogan di sekitar “Islam adalah solusi” pada agenda-agenda aksi penyelesaian persoalan-persoalan bangsa. seperti dikatakan Ustadz Dr. semakin kita tahu tentang rambu-rambu dan kepakeman rem kita.

Ketiga. Tapi keterbatasan dana dan sarana sama sekali tidak bisa kita jadikan tolok ukur dalam melihat kemampuan kita melayani umat. di saat banyak pihak berlomba-lomba menipu rakyat. Bagi banyak ikhwah hal itu masih berupa mimpi. ukuran sukses pelayanan bukanlah pada apa yang telah kita berikan. Padahal. Sangat banyak aspek yang bisa kita berikan kepada masyarakat terkait kebutuhannya untuk kita layani. Mutaba’ah yaumiyah (kontrol aktivitas harian) kita dalam proses pembinaan selama ini secara langsung telah mencetak sifat jujur dalam kepribadian kita. Membangun Pemerintah Bayangan Menggeser isu-isu dakwah dari berbicara tentang ideologi dan pemikiran pada masalah pemberdayaan. sarana atau hal-hal lain yang bersifat materi. yang lainnya juga minim? Saya sangat memahami semua itu. tetapi pada apa yang bisa dirasakan oleh pihak yang kita layani. Insya Allah. memberi “rasa dilayani” tidak selamanya mesti dengan dana. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 235 . Kita berkata dan berlaku jujur. Ini merupakan pelayanan publik yang luar biasa. sarana nyaris tidak punya. layaknya pemerintah. Dalam hal ini. Bagaimana mungkin kita bisa melayani masyarakat secara optimal. dari sekadar kata menjadi sumbangsih yang nyata. dalam kerangka “memerintah sebelum jadi pemerintah”. jelas bukan persoalan sederhana. sementara dana kita sangat terbatas. kan? Sebagai aktivis dakwah tentu sifat jujur sudah melekat dalam kepribadian kita. tetapi pada apa yang bisa dirasakan oleh pihak yang kita layani. ukuran sukses pelayanan bukanlah pada apa yang telah kita berikan. belum terbayang bisa menjadi kenyataan. jujur bukan hal yang susah. Seperti telah kita singgung sebelumnya.

terlepas dari apa pun yang bisa kita berikan. ingin membebaskan mereka dari segala derita dunia dan akhirat. “Man la yahtamma bi-amril-muslimina falaisa minhum -barangsiapa yang tidak peduli dengan persoalan kaum muslimin maka dia bukan termasuk golongan mereka. bangsa ini masih mempunyai hati nurani. itu akan menjadi catatan positif yang akan mereka kenang sepanjang masa. dan terlebih dalam kasus penanganan bencana alam yang tidak 39 b 236 Bagi seorang kader dakwah. QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH .39 Apalagi kalau kita juga bisa memberikan solusi nyata atas persoalan yang menimpa mereka. Tentu saja kehadiran itu adalah kehadiran yang ikhlas. bukan basa-basi. Adapun terkait pemenuhan kebutuhan dasar. sungguh-sungguh hendak mengantarkan rakyat pada kesejahteraan hidup lahir dan batin. Kehadiran yang diiringi rasa empati dan peduli. sebagai implementasi dari doktrin ukhuwah islamiyah yang selama ini selalu kita kaji. Dalam hal ini. Tetapi.” bukan sekadar landasan teoretis ukhuwah islamiyah. terutama saat dilanda musibah. tetapi lebih dari itu. seperti mengatasi masalah kemiskinan.. Juga merupakan doktrin pergerakan yang menjadi patokan kelayakan kekaderan seorang dai. pergerakan dakwah. ikut kena imbasnya. keterbelakangan. karena dalam interaksi sosial dan proses politik di negeri ini mereka merasa sering ditipu.Selain itu. kalau mereka tahu kita memang benar-benar ingin menolong mereka. saya yakin mereka akan mendengarkan kita dan mengikuti arahan-arahan kita. sabda Rasulullah saw. sepenuh hati. kebodohan. Tetapi. kehadiran kita di tengah-tengah rakyat. Jelas. Saya yakin sepenuhnya. Tidak sepragmatis seperti anggapan kebanyakan orang. maka timbul keinginan dalam diri mereka untuk ikut menipu. juga merupakan bagian dari pelayanan publik yang tak terhingga nilainya. Saya sering mendengar sendiri ungkapan seperti itu dari masyarakat. yang harus juga terjun ke dalam amal-amal siyasi.

Dalam hal ini. “anjing menggonggong. kafilah berlalu”. misalnya. Adapun yang kita maksud dengan pembentukan pemerintah bayangan di sini adalah kita “mengubah” struktur pergerakan dakwah kita (mulai dari pusat hingga level terbawah) dari sekadar struktur lembaga dakwah atau partai menjadi struktur “pemerin40 Dalam kasus gempa dan tsunami yang melanda Nanggroe Aceh Darussalam pada akhir tahun 2004. Jangankan kita. Dan terbukti.kunjung berhenti menimpa negeri ini. yang ma’shum saja. 40 Dan insya Allah akan terus berlangsung beriring dengan sikap tanggap kita menangani segala masalah yang melanda negeri ini. sudah menjadi sunnatullah. sekadar sikap tanggap darurat seperti itu tentu masih sangat jauh dari memadai untuk memenuhi tuntutan strategi “memerintah sebelum menjadi pemerintah”. Hal paling pokok yang mesti kita lakukan adalah mewujudkan “Pemerintah Bayangan”. Itu saja! Namun. kita memang mampu mengemban amanah itu dengan baik. di mana kaum Yahudi mengendalikan pemerintahan yang resmi. Yang penting masyarakat bisa merasakan kehadiran kita sebagai bagian dari solusi atas berbagai masalah yang mereka hadapi. Bahwa ada saja orang-orang yang bersuara miring dengan kiprah kita melakukan da’wah bil-hal seperti itu. Ini berbeda dengan yang ada di Amerika. Alhamdulillah. segala gangguan tidak perlu kita tanggapi. Kita bisa mengajak pihak-pihak lain dalam tubuh umat ini untuk bersama-sama mencari solusi. dakwah dengan langkahlangkah nyata (dakwah bil-hal) sangat mendesak dilakukan. Yogjakarta dan tempat-tempat lain. Maka. kita bisa mengirim ribuan kader sebagai relawan dengan bantuan finansial hingga lebih dari 150 miliar. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 237 . Begitu juga yang terjadi di Padang. Rasulullah saw. 90% lainnya adalah partisipasi masyarakat yang “dititipkan” melalui kita. aktivitas dakwahnya selalu direcoki. Bantuan yang dari kader hanya sekitar 10%. kebersamaan rakyat dengan kita sudah terbukti. Istilahnya.

yang mempunyai kekuatan pengaruh melampaui para pemimpin formal yang ada. dengan pemerintah bayangan. presiden. Ya. menteri. menteri. gubernur. secara langsung kita juga turun tangan mengurai benang kusut persoalan bangsa yang tak putus dirundung malang. Ya. Keempat. bupati atau walikota. Itu sudah pasti. wakil presiden. kita semua adalah presiden. gubernur. bupati atau walikota. Artinya. Rasulullah saw. dan lainnya sesuai dengan “departemen” (bidang garap) kita masingmasing. pernah ditanya. “Kapankah assa’ah (kehancuran atau kiamat) tiba?” Beliau bersabda. Penguatan Tradisi Profesionalisme dalam Amal Profesional. sosial. Tetapi lebih dari itu. menteri. kita harus menjadi pemimpinpemimpin informal (informal leader) dalam bidang-bidang yang jelas dan spesifik. meski tidak menyandang jabatan formal sebagai presiden. sudah kita bentuk dan kita kelola layaknya sebuah negara. wakil presiden. serta pejabat-pejabat tinggi pusat dan daerah lainnya secara riil. budaya. kitalah yang tampil memimpin rakyat untuk hidup sejahtera dalam naungan keadilan pemimpinpemimpin yang didambakan. Jadi. kesehatan. dengan secara serius mencermati kinerja pemerintah untuk memberikan kritik-kritik atas segala kelemahan atau penyimpangan yang terjadi. bupati atau walikota dan lainnya.tahan”. sekaligus membangun pilar-pilar ekonomi. gubernur. kata itu harus kita garis bawahi. Karena di sanalah kunci keberhasilan atau kegagalan kita dalam mengemban suatu amanah. politik. wakil presiden. Artinya. pendidikan. Hal tersebut dilakukan bukan sekadar untuk siap-siap mengganti pemerintah yang berkuasa atau sebagai sparing partner bagi pemerintah yang ada. “Jika b 238 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . secara riil.

Dalam kajian-kajian intensif di halaqah-halaqah biasa disebut ihsanul’amal. dosen. “Bagaimana amanah itu disiasiakan?” Beliau bersabda. paramedis. Jadi. maka tunggulah masa kehancuran atau kiamat.amanah telah disia-siakan. namun tidak sedikit yang memasukkan makna kehancuran secara umum dalam kata tersebut. pengacara. Artinya. kita harus bisa mengelola segala urusan yang menjadi amanah dan tanggung jawab kita sedemikian rupa sehingga semua bisa ditunaikan dan 41 Para ulama pada umumnya memaknai kata as-sa’ah dalam hadits tersebut sebagai hari Kiamat. Bukan semata-mata karena bekerja pada bidang yang secara umum dianggap sebagai profesi: dokter.)41 Ada dua aspek penting terkait kata ahli di sini: pertama. Al-Bukhari dari Abi Hurairah ra. jujur. Kedua.r.” (h. secara moral seseorang disebut ahli kalau layak memegang amanah: shalih. “Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. dengan tiga muatan pokok: ikhlashun-niyyah (niat yang ikhlas). itqanul-’amal (rapi dan detail dalam mengerjakannya). secara teknis mempunyai kemampuan dalam menunaikan amanah. dan jaudatul-ada’ (tuntas dalam penyelesaian). adil. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 239 . juga mengacu pada penguasaan teknis yang mendetail terhadap segala persoalan yang berada dalam lingkup tugas dan tanggung jawabnya. termasuk punya sifat empati dan kepedulian tinggi terhadap semua yang berada dalam lingkup tugas dan tanggung jawabnya. notaris. Salah satu di antara sepuluh muwashofat (karakteristik) yang menjadi tolok ukur kelayakan seorang dai adalah munadzam fi syu’unihi (rapi dalam menata urusan). maka tunggulah masa kehancuran atau kiamat tiba. bahkan dalam beberapa hal termasuk guru. sebutan profesional selain mengacu pada komitmen moral dan dedikasi seseorang. dan sebagainya. perawat.” Orang itu bertanya lagi.

dalam konteks tujuan umum dakwah kita tidak mempunyai arti apa-apa kalau tidak diketahui dan dipahami dengan benar oleh umat yang ingin kita sadarkan atau rakyat yang ingin kita selamatkan. sebagai aktivis dakwah. Maka. baik aspek teoretis keilmuan maupun aspek-aspek teknis keterampilan. kita harus menjadikan sebutan profesional sebagai trademark kita. wasiat Umar bin Khaththab ra. Sangat mendesak karena amanah kepemimpinan umat Islam atas bangsa ini benar-benar sudah di depan mata. “Tafaqqahu qabla an tasusu. Ikhlas atau riya’ merupakan urusan hati dengan Allah. Maka. Ini bukan soal ikhlas atau riya’. Berbicara tentang dakwah adalah berbicara tentang efektif atau tidak efektif. Dan untuk itu perlu waktu yang tidak sebentar. karena sesungguhnya jika telah diangkat menjadi pemimpin kamu tidak akan sempat lagi).mencapai sasaran secara optimal. produktivitas kita dalam kebajikan. QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . kata kunci dalam hal ini adalah kemampuan kita dalam berkomunikasi. fa-innakum idza ussistum la sabila lakum (perdalam pengetahuanmu sebelum kamu diangkat menjadi pemimpin. Dan saya melihat para dai adalah pembelajar-pembelajar cepat yang baik. Dengan demikian. Ini adalah masalah dakwah. Ada banyak aspek yang harus kita siapkan dengan sungguh-sungguh. Kelima. Insya Allah. Tentu. tapi belum menemukan rujukannya secara pasti. 42 b 240 Saya sering mendengar ungkapan ini dari para masyayikh. Wallahu a’lamu bish-shawab. Mendongkrak Kemampuan Komunikasi Profesionalisme kita dalam bekerja. di samping dana yang tidak kecil. untuk bisa menjadi profesional tidak mudah..42 sangat mendesak untuk segera kita amalkan.

kita juga harus bisa mengukur dengan tepat sejauh mana kemampuan kita. Ringkasnya. melainkan juga ilmu- Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 241 . dan kemampuan menggunakan semua bahasa terhadap orang lain. dan kedua. dalam konteks “memerintah sebelum menjadi pemerintah”. jelas Ustadz Anis. bahasa pemikiran. Kemampuan memahami orang lain. dan akhirnya penyikapan yang objektif terhadap mereka. dibangun dari kekayaan sumber informasi tentang orang lain. termasuk para kompetitor ideologi-politik kita sebagai objek dakwah kita dalam bentuk yang berbeda. kita harus memahami secara persis aspek-aspek kekuatan sekaligus titik-titik lemah masyarakat sebagai objek dakwah kita. tahapan kerja membangun peradaban sendiri. bahasa ekonomi dan bahasa militer. Maka. Adapun yang diperlukan oleh setiap dai bukan saja ilmu-ilmu tentang riset atau penelitian sosial-politik. misalnya. sejauh mana pula kelemahan kita. Jika dalam konteks global selama ini kita masih terlalu ringkih dan “melankolik” untuk berbicara di hadapan adidaya Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya yang dengan pongah memorakporandakan Palestina. akurasi pesan. bertumpu pada dua kemampuan: pertama. kemampuan mengekspresikan diri secara tepat. kemampuan memahami orang lain secara akurat. bahasa budaya. analisis yang komprehensif dan integral atas informasi-informasi itu. bahasa diplomasi politik. Hasilnya adalah pengaruh dan kendali atas orang lain.Komunikasi. Afganistan dan Irak. dan efektivitas. komunikasi adalah gabungan antara kekayaan informasi. tidak terlalu meremehkan dan tidak terlalu membesarkan mereka. ini disebabkan kemampuan komunikasi kita yang masih terlalu primitif. Sedangkan kemampuan mengekspresikan diri secara tepat dibangun dari pemahaman yang mendalam tentang diri sendiri. variasi bahasa. Pada saat yang sama.

Tapi yang pasti kita harus mampu mengantisipasi dan melawan segala bentuk operasi politik yang dilancarkan oleh musuh-musuh dakwah. eksekutif dan yudikatif) dalam kehidupan demokrasi. kita bisa mengukur secara akurat kekuatan dan kelemahan “lawan”. Dalam perang yang abadi ini. Ini penting kita ingat. Atas dasar informasi yang didapat. Apa pun bentuknya. Sebab. Selanjutnya.ilmu intelijen terapan. QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . kita bisa menjalankan “Penggalangan atau Operasi Politik”. Dominasi kaum Yahudi atas kebijakankebijakan pemerintah di Amerika tidak bisa dilepaskan dari kendali mereka atas media massa. jika kita ingin menjadi yang terdepan dalam memberikan pelayanan. karena “keluguan” (tepatnya. Dengan ilmu tersebut. atau secara hukum dalam kerangka pembelaan atas hak-hak mereka yang terampas. dalam konteks tujuan umum 43 b 242 Penggalangan atau operasi politik yang dimaksud di sini tentu bukan dengan menghalalkan segala cara sebagaimana biasa dilakukan oleh musuh-musuh dakwah ini. Masyarakat sebagai pihak yang paling depan dalam pergulatan ini menjadi objek tarik-menarik untuk menjadi bagian dari barisan atau sebaliknya bagian dari musuh dakwah ini. profesionalisme kita dalam bekerja. Maka. media massa adalah pilar keempat (setelah legislatif. dan sebagainya. keteledoran) kita terhadap masalah-masalah ini telah banyak mencelakai dakwah dalam banyak aspek. pada hakikatnya dakwah ini adalah perang dalam arti yang sesungguhnya. sekali lagi. setiap dai adalah prajurit. melayani secara ekonomi dalam kerangka pembebasan rakyat dari kemiskinan. kita juga harus bisa menjadi yang terdepan dalam penguasaan media massa.43 Mengapa? Karena. tentu kita tidak ragu sama sekali bahwa media massa telah menjadi kekuatan yang sangat dahsyat bagi perubahan kehidupan umat manusia. Para pakar politik bahkan sering mengatakan. menjadi bahasa budaya atau sebagai instrumen komunikasi yang paling depan. Sehingga. produktivitas kita dalam kebajikan.

Dengan lima isu utama tersebut. dan mendongkrak kemampuan komunikasi adalah lima “isu utama” dakwah saat ini yang mesti menjadi perhatian kita. vvv Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 243 . membangun pemerintah bayangan. dan kuasai media massa. tidak mempunyai arti apa-apa kalau tidak diketahui dan dipahami dengan benar oleh umat yang ingin kita sadarkan atau rakyat yang ingin kita selamatkan. lancarkan operasi politik. Meng-”install” sikap mental pemenang. Insya Allah. Walhasil. fokus pada penguatan sumber daya. Tentu saja. semuanya tidak akan pernah bisa kita lakukan di luar kerangka kalimat tauhid La ilaha illa Allah dan Muhammad Rasulullah yang pembaruan akan pemaknaannya (tajdidu ma’aniha) harus selalu kita segarkan setiap saat. Wallahu a’lamu bish-shawab. Itulah kemampuan komunikasi standar yang belum dan mendesak untuk kita penuhi saat ini.dakwah. kita bisa mengubah sosok kita dari manusia biasa menjadi “malaikat penolong” yang akan tampil sebagai “juru selamat” rakyat. penguatan tradisi profesionalisme dalam amal. Ringkasnya. kuasai dunia intelijen.

dan negara. segala upaya kita44 ditujukan agar kita bisa masuk surga dengan ridha Allah dan rasul-Nya. perubahan apa yang kita harapkan dari reformasi? Dan. tidak ada gunanya sama sekali jika tidak mengantarkan kita ke surga-Nya. hingga kerja-kerja profesional membangun desain kenegaraan yang ideal sesuai syariat Allah. ke mana arah perubahan ini akan bergulir? 44 b 244 Mulai dari kerja sirri membangun basis kader. Sebab. menteri.KAIDAH KESEMBILAN v MENJADI AHLI SURGA DI DUNIA SEBELUM DI AKHIRAT Seperti yang telah penulis ditegaskan pada bagian awal buku ini. gubernur. jika bukan kader dakwah yang mengisi jabatanjabatan publik strategis seperti itu. dari keringat yang tercurah hingga darah segar yang tertumpah. bentuk konkret dari ibadah adalah menerapkan dan menyemai seluruh kehendak Allah yang Ia turunkan dalam bentuk syariat dalam kehidupan kita sebagai individu. Sebab. hingar-bingar berkampanye menjual pemikiran kepada masyarakat luas. QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . anggota DPR atau DPRD dan lainnya. adalah kemestian bagi kader-kader dakwah yang memang cakap untuk itu. sebagaimana segala beban derita hidup di dunia tidak ada artinya sama sekali jika diukur dengan kenikmatan tak terbatas yang Allah janjikan di surga. misi dakwah kita adalah meraih ridha Allah dengan beribadah kepada-Nya. Dan. Dengan kata lain. Menjadi presiden atau wakil presiden. bupati atau walikota. segala kenikmatan dunia terlalu kecil untuk dibandingkan dengan dahsyatnya neraka. masyarakat. Seluruh kelelahan kita.

Kata “surga” tidak hanya mampu membuat bertahan dalam penderitaan. Ia hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang mengalaminya. justru akan menjadi bahan bakar yang akan semakin mengobarkan api neraka yang kelak akan ditanggungnya. ini sangat sulit dijelaskan dengan katakata. Sumayyah. dan keluarganya mampu bertahan menghadapi segala derita dalam keimanannya. “Shabran ala Yasir.” Seketika itu juga. ketika berada di puncak siksaan kaum kafir Quraisy yang nyaris menghilangkan segala kesadaran (fisik dan keimanan). kita mempunyai alasan untuk dimasukkan ke dalam surga-Nya. “Surga”. Ya. Tentu saja. Wajah Yasir ra. Orang-orang kafir Quraisy dan yang satu pemikiran dengan mereka menganggapnya sebagai mantera sihir yang Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 245 . kata “surga” itulah yang membuat Yasir ra. Namun. setiap dai tidak boleh kehilangan orientasi.. tiba-tiba datang berita dari langit melalui lisan suci Sang Nabi saw.. Maka. Subhanallah. baik materi maupun popularitas. Dengan tujuan ini. Na’udzubillahi min zhalik. dan anaknya. segala derita lenyap tak tersisa. Ammar—harus akrab dalam benak kita. Semua yang ada menjadi indah belaka.Tentu. Bagaimana mereka yang dhuafa’ itu mampu memberikan teladan yang luar biasa. dan keluarganya—istrinya. Ketika itu. Dunia yang tampak besar menjadi kecil tak berarti. jika semua jabatan dimaksudkan untuk mencari keuntungan duniawi. Fa inna mau’idakum al-jannah (Sabarlah wahai keluarga Yasir. sebagaimana dia tidak boleh berhenti di tengah jalan dakwah yang terjal penuh onak dan duri ini. bahkan mengubah segala penderitaan menjadi kenikmatan.. karena sesungguhnya.. semuanya dilakukan untuk satu tujuan: “menegakkan kalimat Allah”. tempat yang dijanjikan Allah untuk kalian adalah surga).

Binasakan mereka hingga musnah…!” Setelah itu ia menatap satu per satu wajah para algojonya seraya bersyair. Itu semua merupakan sajian (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. lainnya untuk memata-matai musuh tertangkap.” (Fushshilat: 30-32) Khubaib bin ‘Adi ra. utusan Rasulullah saw. Seusai salam ia berpaling kepada para algojo yang telah menantinya. “Ya Allah. lagi dan lagi… Ia sangat menikmati shalatnya. maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan. Ia pun shalat dengan khusyu’.’ Kami (Allah)lah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Sebelum disalib ia minta diberi kesempatan untuk shalat.” Kemudian ia mengangkat tangan dan berdoa. susutkan bilangan mereka... Sementara orangorang yang beriman merasakannya sebagai kenikmatan hidup hakiki yang hanya diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang dicintai-Nya. yang dikirim bersama sepuluh sahabat ra. seraya berkata. niscaya aku akan melanjutkan shalatku. dua rakaat lagi. “Demi Allah. b 246 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Dua rakaat. “Sesungguhnya.membuat orang yang terkena bisa lupa daratan. Di dalam surga itu kamu memperoleh apa pun yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa pun yang kamu minta. kalau bukan khawatir kalian menyangka aku takut mati. orang-orang yang mengatakan. berfirman. Allah swt..’ kemudian mereka istiqamah (teguh pendirian). ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu. ‘Tuhan kami adalah Allah. Ia disiksa dan dibunuh dengan cara disalib di pohon kurma dan dipanah.

“Menurut saya. dan hampir semua sahabat ra. merupakan ahli-ahli surga yang tidak hanya yakin akan masuk surga. diikat di dekat rumah Harits. “Demi Allah. sebagaimana dulu pernah diberikan kepada Maryam binti Imran (Ali Imran: 37). Khubaib bin ‘Adi ra. Padahal di Mekah tidak ada sebiji anggur pun…” Khalid Muhammad Khalid. Salah seorang putri Harits menjenguknya. Para rasul dan nabi-nabi Allah.” KARAKTERISTIK AHLI SURGA Itulah gambaran sederhana tentang profil “ahli surga”.Mati bagiku tidak masalah Asalkan dalam ridha dan rahmat Allah Dengan jalan apa pun kematian juga terjadi Asalkan kerinduan kepada-Nya terpenuhi Aku berserah diri kepada-Nya Sesuai takdir dan kehendak-Nya Semoga rahmat dan berkah Allah tercurah Pada setiap sobekan daging dan cucuran darah Sehari sebelum penyaliban dilakukan. Tentu bukan hanya Yasir ra. Para ahli surga.” katanya. penulis buku Ar-Rijal HaularRasul mengatakan. itu adalah rezeki yang Allah berikan kepada Khubaib ra. “saya melihat Khubaib menggenggam setangkai besar anggur dan memakannya… sedangkan ia terikat kokoh pada besi. bisa kita saksikan bukan hanya di akhirat. tetapi juga sudah bisa merasakan nikmatnya hidup dalam naungan Islam seolah-olah mereka sudah berada di dalam surga. atau Maryam Binti Imran. Khubaib ra. dan keluarganya. Tiba-tiba ia berteriak memanggil kaum Quraisy untuk menyaksikan sebuah keajaiban. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 247 .

” (h.melainkan juga di dunia. Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada mengamalkan apa-apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Mereka itulah wali-wali Allah sebagaimana difirmankan-Nya. Bagaimana bisa begitu? Karena mereka adalah kekasihkekasih Allah. Tetapi hamba-Ku (yang ingin mendapatkan kecintaan-Ku) tidak akan pernah berhenti melakukan amal-amal sunah (selain yang wajib) sehingga Aku mencintainya. Aku adalah telinganya yang digunakannya untuk mendengar. dan ke mana pun mereka pergi. Allah berfirman (dalam hadits qudsi). Dan. Mereka tidak pernah merasa takut atau sedih dengan apa pun yang terjadi dalam kehidupannya. yang bukan hanya dijamin segala kebutuhannya. “Ingatlah. Dan apabila Aku telah mencintainya. tapi Allah yang Mahakuat lagi Mahaperkasa. tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Aku adalah tangannya yang digunakannya untuk menggapai. Bukhari) b 248 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . dan bila dia berlindung kepada-Ku pasti akan Aku lindungi. sesungguhnya wali-wali Allah itu. dikawal pasukan khusus yang selalu siaga menjaga keselamatan mereka. maka Aku menyatakan perang kepadanya. melainkan juga dilindungi dari segala marabahaya. maka Aku adalah matanya yang digunakannya untuk melihat. “Barangsiapa memusuhi wali(kekasih)-Ku. Dan apabila dia meminta sesuatu kepada-Ku pasti akan Kuberi.” (Yunus: 62-63) Mereka hidup seperti raja-raja yang konon segala keinginannya terpenuhi seketika. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Aku adalah kakinya yang digunakannya untuk melangkah.r. yang melindungi bukan makhluk yang lemah seperti kita.

makna yang bisa kita pahami dari hadits ini di antaranya adalah: Pertama. meskipun kebinasaannya bisa saja ditangguhkan oleh Allah hingga masa yang lama. para wali atau kekasih Allah adalah hamba-hamba pilihan yang melaksanakan ketaatan dengan penuh keikhlasan kepada-Nya. Musthafa Dieb Al-Bugha dan Syaikh Muhyiddin Mistu dalam kitab Al-Wafi fi Syarhil Arba’in An-Nawawi menjelaskan. maka Allah mengumumkan perang kepadanya.Dr. Termasuk kewajiban-kewajiban yang terkait dengan hak-hak orang lain. yang ma’shum dari kesalahan dan dosa. tidaklah seseorang menjadi wali Allah yang sebenarnya kecuali dalam pribadinya memang terwujud iman dan takwa. seperti shalat lima waktu. yaitu iman dan takwa. jiwa dan kehormatan mereka. Kedua. yang terdiri dari orang-orang yang menggabungkan diri ke dalam barisan mereka hingga sekarang. Setelah para nabi dan rasul. Allah berpihak kepada wali-wali-Nya. Allah menyifati mereka dengan dua sifat. yang menjalankan kitab Allah dan sunah-sunah Rasul-Nya.. amal yang paling utama dan paling dicintai Allah adalah amal-amal fardhu (yang telah diwajibkan-Nya). Kemudian generasi yang datang sesudah mereka. seperti bertindak adil dan bertanggung jawab bagi pemimpin. Ketiga. pasti dia akan binasa. Namun. para wali Allah yang paling utama adalah para nabi dan rasul. 249 Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B . wali-wali Allah yang utama adalah para sahabat ra. Dan jika Allah memeranginya. Siapa saja yang menyakiti wali-Nya atau melakukan tindakan melampaui batas terhadap harta. Dalam hal ini. dan haji. yang dikukuhkan dengan mu’jizat (bukti-bukti empiris akan kebenaran pengakuannya sebagai nabi dan rasul) dari sisi-Nya. puasa Ramadhan. mengikuti Rasulullah saw. mengambil petunjuk serta meneladaninya. zakat. mencintai mereka dan senantiasa melindungi mereka dari segala marabahaya.

memahami dan menghayati (tadabbur) maknanya. seperti shalat. Mengatakan. berzikir (mengingat-ingat dan menyebut-nyebut namanya). Jika hamba-Ku itu mengingatKu di dalam hatinya. Apalagi yang sunah. Kelima. dan lainnya. puasa. Bukhari dan Muslim) Termasuk berzikir kepada-Nya di sini adalah banyak membaca Al-Qur’an.r. termasuk pengertian melakukan kewajiban adalah meninggalkan maksiat. Dalam hal ini kita tahu. membaca Al-Qur’an. maka Aku mengingatnya di tempat yang lebih baik daripadanya. mendengarkannya disertai dengan merenungkan. kewajiban meninggalkan maksiat harus lebih didahulukan daripada mengamalkan ketaatanketaatan yang hukumnya wajib. “Maka ingatlah Aku (zikirlah).” Termasuk dalam pengertian mengamalkan sunah-sunah b 250 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . tidak ada yang lebih indah dan lebih manis bagi orang yang mencintai sesuatu daripada berdialog dengannya. AlQur’an adalah firman Allah. zikir. umrah. niscaya Aku akan mengingatmu. memperbanyak sedekah. kedekatan dan kecintaan Allah tidak akan pernah bisa diraih oleh seseorang kecuali dengan menunaikan amal-amal fardhu serta melaksanakan amal-amal sunah. Bahkan. Sebab. Aku senantiasa bersamanya selama dia mengingat-Ku. serta mendengarkan ucapan-ucapan kekasihnya. “Barangsiapa mencintai Al-Qur’an berarti mencintai Allah dan Rasul-Nya. Keempat.” (h. Ibnu Mas’ud ra. Allah berfirman.” (Al-Baqarah: 152) Dalam sebuah hadits qudsi Allah juga berfirman. “Aku ini tergantung pada praduga hamba-Ku terhadap-Ku.menunaikan hak-hak istri bagi suami (atau sebaliknya) serta hakhak anak bagi orang tua (atau sebaliknya) dan sebagainya.

Aku adalah telinganya yang digunakan untuk mendengar. Aku adalah tangannya yang digunakan untuk menggapai. maka Aku adalah matanya yang digunakan untuk melihat. Aku adalah kakinya yang digunakan untuk melangkah. yang dimaksud hadits ini adalah barangsiapa yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal fardhu dan diiringi dengan amal-amal sunah. seakan-akan dia melihat-Nya.” Ibnu Rajab mengatakan. Keenam. maka Allah akan mendekat kepadanya dan mengangkatnya dari derajat iman pada derajat ihsan. Ketika hati seseorang dipenuhi dengan cinta kepada Allah. buah dari kecintaan Allah kepada wali-Nya tampak dalam ungkapan-Nya. Dengan demikian. dan bila dia berlindung kepada-Ku pasti akan Aku lindungi. Dan apabila dia meminta sesuatu kepada-Ku pasti akan Kuberi. Itulah perbuatan-perbuatan yang memastikan seorang hamba mendapatkan kecintaan Allah. sehingga dia menjadi hamba yang beribadah kepada-Nya dengan kesadaran bahwa Allah hadir di hadapannya dan mengawasinya.adalah menjaga diri dari perbuatan-perbuatan makruh (yang dibenci Allah. meskipun status hukumnya tidak haram) dengan penuh sikap wara’ (hati-hati). Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 251 . maka Allah pasti akan memberi karunia kepadanya berupa kesiapan untuk selalu taat kepada-Nya. merasa takut dan hina di hadapan-Nya. “Dan apabila Aku telah mencintainya. Dan barangsiapa yang telah mendapatkan kecintaan Allah. merasakan kehangatan rindu kepada-Nya. sehingga semakin dekat kepada-Nya dan mendapatkan bagian terbesar dari apaapa yang ada di sisi-Nya. cinta kepada-Nya. hatinya dipenuhi dengan ma’rifat (pengenalan kepada Allah). sehingga dengan bashirah (mata hatinya) dia bisa melihat-Nya. sibuk berdzikir dan beribadah kepada-Nya.

Ketika itu. Subhanallah. “Surga kan di akhirat. seorang hamba tidak berbicara kecuali dengan mengingat-Nya. Allah yang Mahakuat lagi Mahaperkasa. mendengar. semuanya semata-mata dengan izin dan ridha Allah swt. Inilah yang dimaksud dengan ungkapan. 252 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH b . mementahkan anggapan kebanyakan orang bahwa Islam adalah ajaran untuk menderita “di dunia demi kebahagiaan di akhirat”. Tidak ada lagi satu kekuatan pun yang bisa menghalangi kehendak-kehendaknya. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)? Sedangkan doa serta amal-amal ibadah adalah aktivitas yang bisa mengakses kekuatan Allah yang Mahakuat lagi Mahaperkasa.” kata mereka. Allah telah menjamin bahwa doa-doa mereka akan dikabulkan.” Ketujuh. aku berserah diri kepada Allah. Tuntutan kehidupan di dunia inilah yang sudah mendesak untuk kita penuhi. Allah pasti melindunginya. niscaya Allah akan memberinya.maka akan hilang segala bisikan jiwa dan hawa nafsu dari dalam hatinya selain Allah swt. juga praktik kehidupan para sahabat ra. Bukankah doktrin hidup yang orang beriman adalah bismillahi tawakkaltu ’ala-llah. karena memang sumber segala kekuatan hanya satu. dia telah berada pada puncak kekuatan kemanusiaannya.. Jelas. melihat. di antara pemuliaan Allah terhadap wali-Nya adalah jika dia meminta. “Akulah telinganya yang digunakan untuk mendengar. berjalan dan menggapai. la haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah. Ia berbicara. dan jika berlindung kepada-Nya. Sementara itu.. tidak bergerak kecuali sesuai dengan perintah-Nya. Tidak ada keinginan kecuali yang sesuai dengan keinginan kekasihnya.. yaitu Al-Qawwiyul-Aziz. Artinya. dan seterusnya. MENJADI AHLI SURGA DI DUNIA Ayat dan hadits qudsi di atas.

dalam lingkup individu. haji. Karena itu. seolaholeh mereka tahu bahwa umur mereka akan mencapai usia lanjut. orang-orang yang beriman bukan hanya termangu menunggu janji Allah direalisasikan di akhirat. tetapi itu termasuk urusan surga.” kata mereka. puasa. Di mata orang kafir. dan lainnya membuat mereka seperti orang-orang mabuk. Semakin kuat mengamalkan Islam. Atas alasan itu mereka selalu berusaha mengamalkan semua ajaran Islam dalam kehidupannya sehari-hari. Dalam konteks amal-amal individual: shalat. umrah. masyarakat dan negara.Atas alasan itu mereka meninggalkan segala kewajiban agama serta bergelimang dalam berbagai perbuatan dosa yang dianggapnya bisa mengantarkan mereka pada kebahagiaan. tapi jiwanya membubung tinggi ke langit. Jasadnya nyata berpijak di bumi. zikir. tilawah Al-Qur’an. Jelas. Islam adalah ajaran “untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat”. Mereka merasakan seolah-olah berada di alam lain. sementara mereka sendiri merasakan dialog yang hangat dengan Zat yang Gaib. “Kalau sudah pensiun nanti kami akan bertobat. tapi sudah bisa menikmati secara nyata kenikmatan Islam sejak di dunia. Mereka tidak mendapatkan kebahagiaan dan Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 253 . semakin terasa kebutuhan mereka terhadap ajaran agung dari Zat yang Maha Agung. tidak mengenal apa pun dan siapa pun di sekelilingnya. Ini hanya diperlihatkan bagi orang-orang yang mengabdi kepada Allah swt. di dunia dan hanya diketahui oleh mereka. ia tampak seperti berbicara sendirian. itu pemikiran dan sikap hidup yang salah. semaksimal kemampuan mereka. bercinta dengan Allah dan bermunajat mendekatkan diri kepada-Nya ketika masih di dunia bukanlah urusan dunia. Yang Maha Melihat dan Maha Mendengar. Ada seorang shalih yang mengatakan bahwa qiyamul-lail (shalat malam).

Muslim bin Yasar rahimahullah mengatakan. mereka QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH b 254 .” (Al-Maqrizi. mawaddah dan rahmah. bertemu dengan saudara (seiman) dan shalat berjamaah. Suami yang bertanggung jawab. Keluarga yang kompak dan harmonis dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ketika orang lain sibuk menyelamatkan diri ketika musibah. Dalam pergaulan sosial kemasyarakatan pun mereka tampak seperti orang-orang “aneh”. Ruhbanul-lail). Subhanallah. Gambaran nyata dari keluarga yang sakinah. (Al-Affani. sedekah dan infak di jalan Allah. Mukhtashar Qiyamul-lail). mereka justru “membuang-buang” hartanya dengan zakat. yaitu qiyamul-lail. tetapi harta yang justru selalu mengejar-ngejar mereka. Pengakuan manusia-manusia surga seperti itu nyata tak terhitung banyaknya. Rumah tangga yang penuh cinta dan kasih sayang.kesenangan di hatinya kecuali dengan melakukan semua itu.” Sementara Muhammad Al-Mundakir rahimahullah berkata. “Orang yang suka merasakan kenikmatan tidak akan pernah merasakan kelezatan seperti lezatnya berkhalwat untuk bermunajat kepada Allah Azza wa-jalla. Ketika orang lain berusaha matimatian memburu harta dengan menghalalkan segala cara. Anak-anak yang menjadi qurrata a’yun (penyejuk hati). mereka mewujudkan slogan “rumahku adalah surgaku” secara riil. (AlMaqrizi. Mereka tidak merasa membutuhkan harta. Mukhtashar Qiyamul-lail). “Kelezatan dunia hanya tersisa tiga. Istri yang setia. Orang shalih yang lain mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada waktu yang menyerupai kenikmatan yang dirasakan oleh para penghuni surga kecuali yang dirasakan oleh hati orang-orang yang merendahkan diri di hadapan Allah ketika mereka berkhalwat untuk bermunajat kepada-Nya. Dalam kehidupan berkeluarga.

Pemahaman yang benar tentang jihad. bahkan menikmatinya sebagai karunia Allah yang harus disyukuri. Dalam lingkup yang lebih luas. hidup dalam keadilan dan kesejahteraan dalam naungan ridha Allah swt. serta mengilhami orang lain untuk bisa menemukan dan mengekspresikan hal yang sama. Mereka bahu-membahu dengan setiap orang yang ada di sekelilingnya untuk mewujudkan cita-cita bersama. tantangan. Mereka sudah siap lahir-batin untuk menghadapi semuanya. Dengan itu semua mereka sangat berbahagia. tanpa terhalangi oleh segala macam cobaan. tantangan dan permusuhan. Godaan. menegakkan kalimat Allah meniscayakan untuk berhadapan dengan segala godaan. mereka tenggelam dalam pengamalan dan perjuangan menegakkan syariat Allah. Covey. Mereka menemukan dan mengekspresikan suara hatinya. sebagaimana mereka merasakan sangat berbahagia dengan menolong orang lain. harta dan jiwa seluruhnya demi tegaknya syariat Allah. tenaga. Mereka telah keluar dari dirinya sendiri. pikiran. sabar dan tawakal mendorong mereka untuk produktif dalam kebajikan. tantangan dan permusuhan tersebut. Mereka mengorbankan waktu. mereka telah masuk dalam The 8th Habit (Kebiasaan ke-8). Mereka telah melampaui efektivitas dan menggapai keagungan. bahkan permusuhan yang datang bertubitubi dihadapinya dengan tenang. Dalam ungkapan Stephen R.justru menyongsong musibah demi menyelamatkan orang lain. seolah-olah tidak ada sesuatu yang patut dipersoalkan. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 255 . dan berjalan di tengah-tengah komunitas umat manusia dengan membawa lentera yang menerangi sekelilingnya. Mereka selalu berusaha membahagiakan orang lain. Karena memang sejak awal dia tahu.

Jika mendapatkan karunia ia bersyukur. “Dan apakah orang yang sudah mati (hatinya) kemudian Kami hidupkan dan Kami beri cahaya yang terang. menggambarkan dengan sangat indah. meskipun (mungkin) dalam pandangan orang lain tampak seperti penderitaan. “Mengherankan kehidupan orang yang beriman itu. justru dunia yang selalu membutuhkan mereka. Mereka menjadi ahli-ahli surga atau insaninsan rabbani yang tidak membutuhkan dunia lagi. Apa pun yang dialaminya. Apa pun yang terjadi pada dirinya indah belaka. Jika mengalami musibah ia bersabar. dan itu baik baginya. sendiri heran dengan mereka. Sebaliknya. Itu tidak terjadi kecuali pada kehidupan orang yang beriman. sama dengan orang yang berada dalam kegelapan yang sama sekali tidak dapat keluar daripadanya?” (Al-An’am: 122) Maka. Beliau bersabda. Sampaisampai Rasulullah saw.” Subhanallah. Islami nurun wa-dhiya’ Islami ’adlun wa-salam Islami dinus-su’ada’ Hal ’alimat ’anhul-aqwam? b 256 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . semua baik. Beberapa bait syair sebuah nasyid yang ngetren di tahun 8090-an. yang digunakan untuk berjalan di tengah-tengah umat manusia. Mereka menikmati amalamal ibadah dan perjuangan menegakkan kalimat Allah di muka bumi seolah-olah tidak ada yang lebih nikmat dalam hidupnya selain hal tersebut. betapa mereka menikmati kehidupan yang luar biasa bahagia. dan itu baik baginya.Allah berfirman. segala yang dilakukannya untuk orang lain menjadi hiburan yang membahagiakan jiwanya.

itulah agama Allah yang Maha Pengasih Ia diemban oleh para kader (pejuang-pejuang tangguh) Mereka hidup untuk memberi petunjuk kepada orang lain Mereka berkorban (untuk itu) dengan jiwa dan harta Meski hidup seperti orang-orang aneh Minum dengan cangkir-cangkir tanah Hingga musuh-musuh pun turut menangisi Kami (yakin) akan hidup mulia dengan Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.. Li-tarad-dun-ya. Supaya dunia tahu.. Wa-amutu bizha.... ketika berada di dalam penjara.. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 257 ..... Ya qaumi dinur-rahman Yahmiluhu fil-ardhi rijal ’Asyau yahdunal-insan Dhahau bin-nafsi wa bil-mal Mahma ’isyna kal-gruraba’ Natajarra’ ka’sal-a’lam Wa-bakana hattal-a’da’ Sa-na’izzu ghadan bil-Islam .....Sa-a’isyu bizha.... Wahai kaumku.. Saya akan mati dengannya... Islam adalah cahaya Islam adalah keadilan dan kesejahteraan Islam adalah agama mereka yang berbahagia Adakah orang-orang tahu akan hal itu? Saya akan hidup dengannya.. Islam mencahayai kegelapan manusia..... Wa-yuniradz-dzalamal-basyariyah....

serta mencari hakikat keimanan dan pengetahuan dari Al-Qur’an. dan rahmat. “Bila Allah mengaruniakan nikmat kepada seorang hamba dengan tauhid. itu berarti syahadah (mati syahid. senang. itu berarti rihlah (kesempatan untuk melancong. Bahkan dalam ungkapan yang sering dikutip oleh para ulama. ’Kalau seandainya para penghuni surga seperti keadaanku saat ini. kegembiraan. beliau mengatakan. Dengan mengutip perkataan seorang ulama (tanpa menyebut namanya) beliau menulis. melihat-lihat negeri orang).” Beliau juga berkata. “Sesungguhnya. “Pada saat-saat tertentu pernah aku berkata. atau kesempatankesempatan yang baik dan kenikmatan yang tidak bisa digambarkan lagi. tentu mereka berada dalam kehidupan yang baik. suatu hari naik keledai yang gagah melewati sebuah pasar. segala macam kesenangan. sukacita.” Dikisahkan bahwa Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah. kematian terindah yang didambakan oleh setiap orang yang beriman). lalu ia bersaksi tidak ada ilah selain Allah dengan tulus dari hatinya. kalau mereka membunuhku.” Ungkapan tersebut lahir karena beliau sangat memahami dan mengalami sendiri bahwa. Dan. dalam penjara beliau masih sangat menikmati kehidupannya.’” Artinya. beriman kepada-Nya. sebagai seorang hakim dengan baju kebesarannya. niscaya Allah akan menghiasinya dengan rasa aman. Kalau mereka mengusirku dari kampung halaman. akan datang karena ma’rifat (mengenal Allah). mengesakan-Nya. itu berarti khalwat (kesempatan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Kalau mereka menjebloskanku ke dalam penjara.mengirim surat kepada sahabat-sahabatnya. kelezatan. “Aku tidak peduli dengan apa pun yang dilakukan orang-orang yang memusuhiku. Beliau 258 b QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH .

ni’matun la ya’rifuha illa man dzaqaha. “Dibandingkan dengan janji Allah di akhirat. dalam kenikmatan yang tiada tara. “Wahai Syaikh kaum muslimin.. tentu mereka akan membunuhku (karena iri. apa yang ada di dunia ini merupakan surga. “Seandainya raja-raja mengetahui apa yang kurasakan (betapa nikmatnya hidup dalam naungan Islam -pen)... Dan dibandingkan dengan apa yang akan menimpa orang kafir di akhirat. Dalam pandangan ahli surga. ni’matun tarfa’ul-’umra wa-tubarikuhu wa-tuzakkihi. betapa indahnya hidup seperti itu. semua terasa nikmat belaka. dan surga macam apa bagi saya dengan kondisi seperti ini?” Imam Ibnu Hajar pun menjawab..” (hidup di bawah naungan Al-Qur’an adalah sebuah kenikmatan. Penjara macam apa bagi seorang muslim seperti Anda dengan kondisi seperti itu. menurut agama Anda dunia ini adalah penjara bagi orang Islam dan surga bagi orang kafir. memberinya berkah dan menyucikannya. apa yang ada di dunia ini seperti penjara bagi orang yang beriman. tapi jiwa telah membubung tinggi menggapai surga.” Seorang rabbani lain yang menikmati kehidupannya juga berkata. Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 259 . semua yang ada di dunia tampak indah. Sang penjual minyak bertanya.” Subhanallah.bertemu dengan seorang Yahudi penjual minyak yang lusuh. Meskipun jasad masih terikat dengan dunia.” Mendengar jawaban Imam Ibnu Hajar seperti itu. orang Yahudi penjual minyak itu pun menangis. Kenikmatan yang tidak bisa dimengerti kecuali oleh mereka yang mengalaminya. Hidup dengan Islam. Asy-Syahid Sayyid Quthub mengatakan. kusutmasai. Kenikmatan yang meningkatkan usia. di bawah naungan Al-Qur’an. Itulah hidup yang sebenarnya. pen). “Al-hayatu fi dzilalilquran ni’matun.

” (Al-Ma’idah: 3) 46 b 260 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Tarbiyah kita selama ini sesungguhnya telah membimbing kita dalam menempuh jalan itu. Jika ia mengatakan bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh penghuni alam. dan Ku-cukupkan bagimu nikmat-Ku. Sedangkan untuk mencapai derajat rabbani kita mesti menempuh jalan ruhiyah yang terkadang sangat panjang dan melelahkan. tidak sedikit dai yang masih merasakan ibadah sebagai beban yang berat. tidak sedikit di antara kita yang masih mengalami kemacetan dalam perjalanan tarbiyahnya. Bukan macet dalam arti berhenti tarbiyah.TARBIYAH MENUJU DUNIA SURGA Tentu sudah seharusnya setiap dai hidup dalam kenikmatan seperti itu. Bahkan. Hanya sangat kita sayangkan. baik terkait dengan amal perbuatan maupun sumber-sumber pendapatan dalam kehidupan ekonominya. Lalu. untuk itu kita harus mampu mencapai derajat rabbani dalam kehidupan kita. bagaimanakah caranya agar kita bisa merasakan kelezatan hidup di bawah naungan Islam seperti itu? Tidak diragukan lagi. Sementara berbagai hal syubhat juga masih belum mampu ditepis dari pola hidup kesehariannya. Masalahnya. Karena seorang dai adalah cermin dari apa yang didakwahkannya.45 maka sang dai sudah merasakan rahmat itu sebelum mengatakannya kepada orang lain.” (Al-Anbiya’:107) “Pada hari ini Kusempurnakan untukmu agamamu. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. tapi proses tarbiyah yang sekian lama ditempuh tidak membawa pada peningkatan derajat kerabbaniyahan yang 45 “Dan tiadalah Kami mengutus kamu. ternyata belum semua dai mampu merasakan kenikmatan hidup seperti itu. dan Aku ridha Islam ini sebagai agamamu.46 maka sang dai juga sudah merasakan nikmat itu sebelum mendakwahkannya kepada para mad’u atau jamaahnya. Jika ia mengatakan Islam adalah nikmat yang sempurna bagi manusia.

mengiringi semakin padatnya tugas-tugas pengembangan dakwah di era muassasi saat ini.” “Jika Jama’atul-muslimin dan Imam itu tidak ada?” Jawab beliau. dalam hidupnya. kepada Hudzaifah Ibnul-Yamani ra. Murabbi yang mampu menghadirkan surga dalam majelis-majelis tarbiyahnya. “Lantas apakah yang Engkau pesankan kepada kami jika kami menemui kondisi (fitnah. program-program khusus seperti mukhayyam. semua pihak harus turut membantu. sampai kamu mati dalam keadaan seperti itu. wahai Rasulullah?” Beliau bersabda. Itulah jawabannya. itu merupakan persoalan besar dalam dakwah kita. tatkala beliau ditanya. Selain liqa’-liqa’ tarbawiyah yang rutin tiap pekan. ziarah kubur. “Kamu harus berpegang teguh (setia mengikuti) Jamaatul-muslimin dan Imam mereka. Al-Bukhari) Ya.r. Akibatnya. dakwah yang menggigit. Dalam hal ini peran para murabbi sangat penting. Semakin cepat perjalanan dakwah ini kita gesah. seperti yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Tarbiyah yang menggigit.” (h. semakin kencang tuntutan “kemenggigitan” tarbiyah kita perlukan. mabit. turut memberikan Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah B 261 . dan lainnya sangat perlu untuk kita lakukan.. tarbiyah sendiri justru menjadi beban tambahan.signifikan dalam hidupnya. Dan untuk itu. jalsah ruhiyah. setelah ibadah. para penyeru kepada neraka jahanam merajalela) seperti itu. sehingga kita perlu memberi porsi lebih untuk peningkatan derajat kerabbaniyahan ini. Murabbi yang tidak pernah bosan dan tidak pernah kehabisan akal dalam membimbing mad’unya untuk menapaki jalan tarbiyah yang panjang dan terjal ini. Tentu. Mereka harus memberikan taujih atau menyampaikan materi-materi tarbiyah secara “menggigit”. “Tinggalkanlah segala firqah (kelompok-kelompok yang menyimpang dari Islam) sekalipun kamu harus menggigit akar pepohonan.

bB b 262 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH .kontribusi dalam sebuah sinergi yang indah. Sehingga. Wallahu a’lamu bish-shawab. majelismajelis tarbiyah pun menjadi taman-taman surga bagi para mad’u atau a’dha’ tarbiyah. Insya Allah.

dari hari ke hari. Namun bagi kita. Rasul dan kekasih Allah. Quantum Dakwah & Tarbiyah yang kita bicarakan ini hanyalah sepercik pemikiran yang tidak saya ketahui apakah mampu membangun hamasah (spirit) ikhwah untuk lebih tegar menyongsong masa depan dakwah. beserta keluarga. 200 juta lebih penduduk negeri ini. Yang pasti. adalah sebuah harapan yang tidak lama lagi akan menjadi kenyataan.Ma’as-salamah Saatnya Kita Melangkah Segala puji hanyalah milik Allah swt. Ikhwah fillah. Ibarat fajar yang mulai merekah. sadar maupun tidak. tengah menggantungkan harapan kepada kita untuk menyelesaikan masalah-masalah kehidupan mereka yang semakin berat. yang insya Allah lebih cerah sekaligus lebih menantang. Subhanallah! Saya tidak mampu mengungkap makna yang lebih dalam dari kenyataan ini kecuali bahwa Allah tampaknya akan memuliakan kita dengan kerja-kerja besar yang bagi orang lain mungkin merupakan kerja yang mustahil. sahabat dan setiap orang yang sungguh-sungguh menapaktilasi jejak perjuangan beliau hingga hari Kiamat. Shalawat dan salam untuk teladan utama kita Muhammad bin Abdillah. pagi akan segera menyapa kita untuk menikmati hangatnya sinar matahari yang membuat kita bekerja dengan ceria dan lebih produktif mengisi hari-hari esok yang lebih QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH B 263 .

b 264 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH . Insya Allah. hal ballaghtu?’ Ya Allah. Ia adalah kegelisahan yang membuncah sekaligus harapan yang tertumpah. saya hanya berharap kiranya Allah melihat bahwa saya telah menuliskannya. Ia adalah pikiran sekaligus perasaan. maka dengan segala kerendahan hati saya ingin mengatakan. bukankah saya telah menyampaikannya?” Ikhwah fillah.“Beribu-ribu kalimat yang terangkai dalam buku ini sepenuhnya adalah curahan jiwa. bahkan mungkin beratusratus buku yang lebih bermutu dari para masyayikh dakwah dan tarbiyah akan terangkai indah mengiringi. mengantarkan kita pada hati. orang Arab mempunyai pepatah. masih teramat banyak mutiara yang bisa kita pungut untuk kita rangkai menjadi mahkota yang sangat indah bagi keagungan dakwah dan tarbiyah. Tentu yang dimaksud bukan pohon jati atau pohon ulin yang dimanfaatkan kayunya. bukankah saya telah menyampaikannya?” indah. Quantum Dakwah & Tarbiyah hanyalah pembuka wacana. ‘Allahumma. Ia adalah pikiran sekaligus perasaan. Ia adalah kegelisahan yang membuncah sekaligus harapan yang tertumpah. Entah. sejauh mana ia akan mampu menembus hati pembaca. Berpuluh-puluh. Ibarat lautan hikmah yang mahaluas. hal ballaghtu?’ Ya Allah. ‘Allahumma. Entah. hingga Allah memenangkan urusan (agama) ini atau kita hancur karenanya. bukan buahnya. “Al-’ilmu bila ’amalin kasy-syajar bila tsamarin (ilmu atau teori tanpa praktik ibarat pohon tanpa buah)”. “Beribu-ribu kalimat yang terangkai dalam buku ini sepenuhnya adalah curahan jiwa. wawasan dan pemikiran yang terbuka bahwa ilmu Allah tak terhingga. Jika Syaikh Abul Hasan An-Nadawi rahimahullah mengatakan bahwa kata adalah sepotong hati. saya hanya berharap kiranya Allah melihat bahwa saya telah menuliskannya. sejauh mana ia akan mampu menembus hati pembaca.

maka tiba-tiba orang yang di antara kamu dan dia ada permusuhan.Tetapi. Tugas kita memang hanya beramal. mengeksplorasi dan mengeksploitasi seluruh (ya. Allah sendirilah yang nanti akan menyempurnakannya “Hai orang-orang yang beriman. maka sungguh ia telah mendapat kemenangan yang besar. untuk kita persembahkan kepada-Nya melalui kerja-kerja nyata dalam dakwah dan tarbiyah. ilmu tidak akan memiliki arti tanpa pengamalan. dan berkata. Bahwa yang bisa kita lakukan ternyata sangat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan di lapangan dakwah. sesuai dengan janji-Nya. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH B 265 . Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya. aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri kepada Allah)?’ Dan tidaklah sama antara kebaikan dan kejahatan. sekaligus mempraktikkannya. semua itu (jika kita lakukan dengan ikhlas) insya Allah. selain mengembangkan teorinya. ’Sesungguhnya. seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. tapi juga harus terus berjalan hingga ke medan amal yang sesungguhnya. tanpa tersisa) potensi kemanusiaan kita. bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. tidak ada kerja kita yang sempurna.” (Al-Ahzab: 70-71) “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah kepada Allah seraya beramal shalih.nilainya akan tetap besar di sisi Allah swt. perbincangan kita di sini tidak boleh terhenti hanya sampai di pelataran wacana. Sesuai dengan sifat ketidaksempurnaan kita sebagai manusia. Maka. Maka. “Curahan jiwa” yang saya tulis di sini juga tidak akan memberi makna apaapa bagi dakwah dan tarbiyah jika kita tidak memiliki komitmen untuk. niscaya Allah memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. seluruhnya.

bergabung dan istiqamah di jalan dakwah dan tarbiyah yang penuh berkah ini. berbahagialah mereka yang menemukan. “Allah Maha Mengetahui kepada siapa risalah-Nya yang agung ini diembankan. Ma’as-salamah. Dan...” (Fushshilat: 33-35) Maka.! bB b 266 QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH .orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (Al-An’am: 124) Fal-haqqu ahaqqu ay-yuttaba’.