Anda di halaman 1dari 29

1

LAPORAN PENDAHULUAN dan ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.S DENGAN CA MAMAE DI RUANG SINDORO RSUD PANDANARANG BOYOLALI

Disusun oleh:
1. NOVIK DWIKI KUSUMASTUTI 2. RINI ERNAWATI

P27220009 101 P27220009 107 P27220009 111

3. SUCHI KURNIA

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN BERLANJUT POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA 2011

2

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa lima besar kanker di dunia adalah kanker paru-paru, kanker payudara, kanker usus besar dan kanker lambung dan kanker hati. Sementara data dari pemeriksaan patologi di Indonesia menyatakan bahwa urutan lima besar kanker adalah kanker leher rahim, kanker payudara, kelenjar getah bening, kulit dan kanker nasofaring. Kanker payudara merupakan kanker terbanyak diderita wanita. Angka kematian akibat kanker payudara mencapai 5 juta pada wanita. Kanker payudara merupakan penyebab kematian karena kanker tertinggi pada wanita yaitu sekitar 19%. Lima data terakhir menunjukkan bahwa kematian akibat kanker payudara pada wanita menunjukkan angka ke-2 tertinggi. Tujuan dalam pembangunan kesehatan adalah tercapainya hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat terwujudnya kesehatan yang optimal. Perawatan merupakan salah satu komponen dari pembangunan di bidang kesehatan, sehingga secara tidak langsung merupakan bagian dari sistem kesehatan nasional dan banyak berperan dalam usaha meningkatkan derajat kesehatan. Sebab keperawatan merupakan bagian intergral yang tidak dapat di pisahkan dari pelayanan kesehatan secara umum, dalam memberi asuhan keperawatan yang mempunyai masalah kesehatan. Kanker payudara adalah yang paling sering diteliti dalam studi tentang kualitas hidup, studi psikososial terdahulu menekankan bahwa adaptasi terhadap kehilangan payudara merupakan satu-satunya factor penting bagi seorang wanita, trutama budaya barat. Karenanya, tidaklah mengejutkan bahwa perhatian penelitian tentang penyesuian diri seorang wanita terhadap kanker payudara menemukan hasil yang serupa. Meskipun demikian riset yang terus tumbuh menunjukan bahwa perhatian yang berkaitan dengan ketidakpastian tentang masa depan seseorang, isu-isu keseharian yang terjadi ditempat kerja dan hubungan keluarga, serta tuntutan penyakit

Wawancara Wawancara dilakukan melalui proses tanya jawab dengan pasien. dibanding kehilangan payudara itu sendiri. 4. 3. TUJUAN PENULISAN 1. makalah dan media internet yang behubungan dengan pembuatan laporan ini. Tujuan Khusus a. perawat serta pihak yang mendukung dan memberikan informasi yang berkaitan dengan pasien. 2.3 merupakan faktor-faktor yang lebih penting dalam menyesuaikan diri akibat mengalami kanker. Sebagai persyaratan masa praktek Keperawatan Medikal Bedah IV di RSUD PandanArang Boyolali METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data yang digunakan adalah : 1. Study Dokumentasi Penulis menggunakan dan mengumpulkan data dari status pasien dan catatan tindakan keperawatan serta pengobatan yang dilakukan selama pasien dirawat. 2. Tujuan umum Untuk dapat melaksanakan perawatan pada pasien dengan kanker payudara ( Pre dan Post operasi ) dengan pendekatan proses keperawatan. Agar perawat mengetahui dan mengerti tentang perawatan pada kasus Pre dan Post Operasi kanker payudara b. . Observasi Dengan melakukan pengamatan langsung serta ikut aktif dalam kegiatan pelayanan keperawatan pasien diruangan sehingga dapat mengetahui perubahan dan perkembangan keadaan pasien. Study Literatur Menggali informasi dari buku–buku. keluarga pasien.

sebaliknya serangkaian faktor genetik. yang dapat mempengaruhi factor pertumbuhan bagi kanker payudara. Penyakit ini disebabkan karena terjadinya pembelahan sel-sel tubuh secara tidak teratur sehingga pertumbuhan sel tidak dapat dikendalikan dan akan tumbuh menjaadi benjolan tumor (kanker). dikhawatirkan akan masuk dan menyebar ke dalam jaringan yang sehat. Apabila tumor ini tidak diambil . . MANIFESTASI KLINIK Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya. tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur. jika didorong oleh jari tangan. hormonal. namun apa yang menyebabkan perubahan genetic masih belum diketahui.perubahan genetic ini termaksud perubahan atau mutasi dalam gen normal. beberapa atau semua nodus limfe.4 BAB II TINJAUAN TEORI PENGERTIAN Kanker payudara merupakan penyakit keganasan yang paling banyak menyerang wanita. dan pengaruh protein baik yang menekan atau meningkatkan perkembangan kanker payudara. Pada stadium awal. Kanker payudara umumnya menyerang wanita kelompok umur 40-70 tahun. Ada kemungkinan sel-sel tersebut melepaskan diri dan menyebar ke seluruh tubuh. ETIOLOGI Tak ada satupun penyebab spesifik dari kanker payudara. Kanker payudara jarang terjadi pada usia dibawah 30 tahun. Mastektomi adalah pengangkatan payudara. Mastektomi radikal adalah mengangkat seluruh payudara. Dua hormone utama-estradiol dan progesterone-mengalami perubahan dalam lingkungan selular. Bukti yang terus bermunculan menunjukan bahwa perubahan genetic berkaitan dengan kanker payudara. tetapi resiko terus meningkat dengan tajam dan cepat sesuai dengan pertumbahan usia. dan kemungkinan kejadian lingkungan dapat menunjang terjadinya kanker ini. Hormone steroid yang dihasilkan oleh ovarium mempunyai peran penting dalam kanker.

bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara.5 benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit. Pada stadium lanjut. benjolan tersebut berbatas tegas dengan ukuran kurang dari 5 cm. yang tak mengikuti pengaruh jaringan sekitarnya. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak. kulit di sekitar puting susu bersisik atau ada lekukan pada kulit. Di dalam sel tersebut telah terjadi perubahan secara biokimiawi terutama dalam intinya. Pada kanker stadium lanjut. terutama untuk melakukan pengobatan yang tepat. kemerahan. Tumor/neoplasma merupakan kelompok sel yang berubah dengan ciri : proliferasi yang berlebihan dan tak berguna. mungkin juga bernanah). Proliferasi abnormal sel kanker akan menggangu fungsi jaringan normal dengan meninfiltrasi dan memasukinya dengan cara menyebarkan anak sebar ke organ-organ yang jauh. Setiap kelainan pada payudara harus dipikirkan ganas sebelum kita buktikan tidak ganas. biasanya dalam stadium ini belum ada penyebaran sel-sel kanker di luar payudara. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang. diperlukan pengetahuan tentang proses terjadinya kanker dan perubahan strukturnya. . benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. penurunan berat badan. peau d'orange) pada payudara. ada rasa sakit dapat juga tanpa rasa sakit. perubahan ukuran atau bentuk payudara. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk. Hampir semua tumor ganas tumbuh dari suatu sel yang mengalami transformasi maligna dan berubah menjadi sekelompok sel ganas diantara sel normal. PATOFISIOLOGI PENYAKIT Untuk dapat menegakkan dignosa kanker dengan baik. timbul kelainan kulit berupa perubahan warna atau tekstur kulit (dimpling. Pasien biasanya datang dengan keluhan benjolan / massa di payudara. Konsistensi payudara yang keras dan padat. keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau. ulserasi. puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu) dan luka yang tidak sembuh dalam waktu yang lama.Pembesaran kelenjar getah bening atau tanda metastasis jauh. pembengkakan lengan atau ulserasi kulit. puting susu tertarik ke dalam (retraksi puting susu) atau terasa gatal atau pembengkakan salah satu payudara.

6 Proses jangka panjang terjadinya kanker ada 4 fase. Fase desiminasi: 1 . Fase induksi 15 – 30 tahun Kontak dengan bahan karsinogen membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai dapat merubah jaringan displasia menjadi tumor ganas. Fase invasi: 1 – 5 tahun Sel menjadi ganas. saluran cerna. 2. berkembang biak dan menginfiltrasi melalui membran sel ke jaringan sekitarnya dan ke pembuluh darah sera limfa 4. paru.5 tahun Terjadi penyebaran ke tempat lain . Fase insitu: 5 – 10 tahun Terjadi perubahan jaringan menjadi lesi “pre concerous” yang bisa ditemukan di serviks uteri. kulit dn akhirnya juga di payudara. 3. rongga mulut. yaitu: 1.

7 PATHWAY Perubahan genetik dalam sel Sel menjadi abnormal Poliferasi sel-sel maligna dalam payudara Kanker Payudara Cemas hormonal Radiasi Mastektomi Kurang Informasi Luka Operasi (trauma jaringan) Kurang Pengetahuan Nyeri Tidak adekuat pertahanan sistem imun Resti infeksi Kerusakan integritas kulit Emosional distress (ketidakmampuan mengontrol nyeri) Kehilangan selera makan Kelemahan Perubahan penampilan Gangguan konsep diri Nutrisi kurang dari kebutuhan .

Riwayat pribadi tentang kanker payudara. tarikan dan refraksi pada area mammae 4. Selain itu. Pengelupasan papilla mammae 6. Tanda – tandanya: 1. Dengan demikian. Faktor-faktor yang mencakup : 1. Adanya lekukan ke dalam. Faktor ini penting dalam membantu mengembangkan program-program pencegahan. kebanyakan ditemukan jika sudah teraba oleh pasien. biasa di kwadran atas bagian dalam. semua wanita dianggap beresiko untuk mengalami kanker payudara selama masa kehidupan mereka. Terdapat massa utuh kenyal. para peneliti telah mengidentifikasi sekelompok faktor resiko. keluar cairan spontan. Namun demikian. mengidentifikasi faktor resiko merupakan cara untuk mengidentifikasi wanita yang mungkin diuntungkan dari kelangsungan hidup yang terus meningkat dan pengobatan dini. Nyeri di daerah massa 3. Resiko mengalami kanker payudara pada payudara sebelahnya meningkat hamper 1% setiap tahun. riset lebih jauh tentang faktor-faktor resiko akan membantu dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk mencegah atau memodifikasi kanker payudara dimasa mendatang. Anak permpuan atau saudara perempuan (hubungan keluarga langsung) dari wanita dengan kanker payudara. Adanya kerusakan dan retraksi pada area puting. kadang disertai darah 7. Resikonya meningkat dua kali jika ibunya . 2. dibawah ketiak bentuknya tak beraturan dan terfiksasi 2. Ditemukan lessi pada pemeriksaan mamografi FAKTOR-FAKTOR RESIKO Meskipun belum ada penyebab spesifik kanker payudara yang diketahui. Edema dengan “peant d’ orange (keriput seperti kulit jeruk) 5.8 TANDA DAN GEJALA Penemuan dini kanker payudara masih sulit ditemukan. Hal yang harus selalu di ingat adalah bahwa hampir 60 % wanita yang didiagnosa kanker payudara tidak mempunyai faktor-faktor resiko yang teridentifikasi kecuali hanya lingkungan hormonal mereka.

Wanita yang berusia lebih tua yang menggunakan estrogen suplemen dan menggunakannya untuk jangka panjang (lebih dari 10 sampai 15 tahun) dapat mengalami peningkatan risiko. Menopause setelah usia 50 tahun meningkatkan resiko untuk mengalami kanker payudara. wanita gemuk yang didiagnosa penyakit ini mempunyai angka kematian lebih tinggi. Riwayat penyakit tumor payudara jinak. Wanita yang menggunakan kontraseptif oral berisiko tinggi untuk mengalami kanker payudara. Obesitas. 8. wanita yang telah menjalani ooforektomi bilateral sebelum usia 30 tahun mempunyai resiko sepergtiganya. Kontraseptif oral. Menarke dini. Masukan alkohol. 3. Pemajanan terhadap radiasi ionisasi setelah masa pubertas dan sebelum usia 30 tahun beresiko hamper dua kali lipat. hal ini tidak menurunkan resiko kanker payudara. Resiko kanker payudara meningkat pada wanita yang mengalami menstruasi sebelum usia 12 tahun. 9. 7. 11. Menopause pada usia lanjut. 5. 6. 10. yang paling sering berhubungan dengan diagnosis yang lambat.resiko terendah diantara wanita pasca menopause. Nulipara dan usia maternal lanjut saat kelahiran anak pertama. Wanita yang mempunyai anak pertama setelah usia 30 tahun mempunyai resiko dua kali lipat untuk mengalami kanker payudara dibanding dengan wanita yang mempunyai anak pertama mereka pada usia sebelum 20 tahun. wanita dengan hiperplasia tipikal mempunyai resiko empat kali lipat untuk mengalami penyakit ini.9 terkena kanker sebelum berusia 60 tahun. resiko 4 sampai 6 kali jika kanker payudara terjadi pada dua orang saudara langsung. Sementara penambahan progesteron terhadap penggantian estrogen meningkat insidens kanker endomentrium. Terdapat laporan yang membingungkan tentang resiko kanker payudara pada terapi penggantian hormon. . Dalam perbandingan. Terapi penggantian hormon. Bagaimanapun. Bagaimanapun. Sedikit peningkatan risiko ditemukan pada wanita yang mengkonsumsi alkohol bahkan dengan hanya sekali minum dalam sehari. Wanita yang mempunyai tumor payudara disertai perubahan epitel poliferasi mempunyai resiko dua kali lipat untuk mengalami kanker payudara. 4. risiko tinggi ini menurun dengan cepat setelah penghentian medikasi.

Tis : Kanker in situ. Studi kelompok terbaru menunjukan hubungan yang lemah atau tidak menyeluruh antara diet tinggi lemak dan kanker payudara. memberikan prognosis. Tumor primer (T) : 1. paget dis pada papila tanpa teraba tumor . Tx : Tumor primer tidak dapat ditentukan 2. dan bukti adanya metastasis yang jauh. Di Negara dimana minuman anggur dikonsumsi secara teratur (mis Perancis dan Itali). angkanya sedikit lebih tinggi. Pemeriksaaan dan prosedur ini mencankup rontgen dada. Namun. Namun. pentahapan klinik yang paling banyak digunakan untuk kanker payudara adalah sistem klasifikasi TNM yang mengevaluasi ukuran tumor.10 Risikonya dua kali lipat di antara wanita yang minum alkohol tiga kali sehari. dan fungsi hepar. Kajian epidemiologi pada wanita berkebangsaan Amerika dan Jepang menunjukan perbedaaan lima kali lipat dalam angka kanker payudara antara dua kelompok. Pentahapan segala bentuk kanker sangat penting karena hal ini dapat membantu tim perawatan kesehatan merekomendasikan pengobatan terbaik yang ada. Implan payudara dengan silikon akhir-akhir ini telah dikaitkan dengan kontraksi kapsular fibrosis dang gangguan imun tertentu. jumlah nodus limfe yang terkena. T0 : Tidak terbukti adanya tumor primer 3. Wanita Jepang yang bermigrasi ke Amerika Serikat juga menunjukan angka kanker payudara yang serupa dengan wanita-wanita Amerika lainnya. dan beberapa pemeriksaan darah dan prosedur diagnostik dilakukan dalam petahapan penyakit. karena lemak mempunyai dampak dalam kanker kolon dan penyakit jantung. PENTAHAPAN KANKER PAYUDARA Pentahapan mencangkup mengklasifikasikan kanker payudara berdasarkan pada keluasan penyakit. Diet tinggi lemak dahulu pernah diduga meningkatkan risiko kanker payudara. pemindaian tulang. pasien wanita diuntungkan dari upaya penyuluhan yang difokuskan pada pengurangan masukan kalori yang berasal dari lemak secara keseluruhan. tidak ada bukti yang menunjukan bahwa implant payudara berkaitan dengan peningkatan resiko kanker payudara. dengan wanita Amerika yang mempunyai insidens yang lebih tinggi. Beberapa temuan riset menunjukan bahwa wanita muda yang minum alkohol lebih rentan untuk mengalami kanker payudara pada tahun-tahun terakhirnya.

yaitu: 1. T1c :Tumor 1 – 2 cm 5. T1a : Tumor <> b. Nx : Pembesaran kelenjar regional tidak dapat ditentukan 2.5 – 1 cm c. Mx : Metastase jauh tidak dapat ditentukan 2. 3. . M0 : Tidak ada metastase jauh 3. T4c : T4a dan T4b d. penyebaran langsung ke dinding thorax atau kulit : a. peau d’orange c. M1 : Terdapat metastase jauh. Tumor terbatas pada payudara dan tidak terfiksasi pada kulit dan otot pektoralis. T4b : Edema kulit. T1 :Tumor <> a. T3 : Tumor diatas 5 cm 7. N1 : Teraba pembesaran kelenjar axila homolateral yang tidak melekat 4. N2 : Teraba pembesaran kelenjar axila homolateral yang melekat satu sama lain atau melekat pada jaringan sekitarnya 5. termasuk kelenjar subklavikula Kanker payudara mempunyai 4 stadium. N3 : Terdapat kelenjar mamaria interna homolateral Metastas jauh (M) : 1. N0 : Tidak teraba kelenjar axila 3. ulkus. T2 :Tumor 2 – 5 cm 6. 2. T1b :Tumor 0. T4 : Tumor tanpa memandang ukuran. T4a : Melekat pada dinding dada b. T4d : Mastitis karsinomatosis Nodus limfe regional (N) : 1. Stadium I : Tumor yang berdiameter kurang 2 cm tanpa keterlibatan limfonodus (LN) dan tanpa penyebaran jauh. Stadium IIa : Tumor yang berdiameter kurang 2 cm dengan keterlibatan limfonodus (LN) dan tanpa penyebaran jauh atau tumor yang berdiameter kurang 5 cm tanpa keterlibatan limfonodus (LN) dan tanpa penyebaran jauh. Stadium IIb : Tumor yang berdiameter kurang 5 cm dengan keterlibatan limfonodus (LN) dan tanpa penyebaran jauh atau tumor yang berdiameter lebih 5 cm tanpa keterlibatan limfonodus (LN) dan tanpa penyebaran jauh.11 4.

Sebagian besar kelenjar . "Rest in peace & no pain". Ukuran tumor terbanyak ditemukan lebih 2 cm (95. 30% : Perlu pertimbangan perawatan rumah sakit. 5. Status penampilan (performance status) kanker menurut Karnofsky : 1. 3. 1 : Cukup. 2. 20% : Sakit berat. Stadium IV : Tumor yang mengalami metastasis jauh. tidak dapat bekerja berat namun bekerja ringan bisa. dapat bekerja normal. 4. keluhan / kelainan tidak ada. 3. 50% : Perlu bantuan dan umumnya perlu obat-obatan.24%). dapat bangun dan merawat diri sendiri. 5. 10% : Mendekati kematian. 8. 60% : Kadang perlu bantuan tetapi umumnya dapat melakukan untuk keperluan sendiri. 11. 2. Stadium IIIb : Tumor yang berdiameter lebih 5 cm dengan keterlibatan limfonodus (LN) dan terdapat penyebaran jauh berupa metastasis ke supraklavikula dengan keterlibatan limfonodus (LN) supraklavikula atau metastasis ke infraklavikula atau menginfiltrasi / menyebar ke kulit atau dinding toraks atau tumor dengan edema pada tangan. perlu perawatan rumah sakit. 6. 10. 90% : Tidak perlu perawatan khusus. perlu bantuan dan perawatan khusus. 9. 7. 100% : Mampu melaksanakan aktivitas normal. perlu tiduran lebih 50% dari waktu sadar. 5. Stadium IIIa : Tumor yang berdiameter lebih 5 cm dengan keterlibatan limfonodus (LN) tanpa penyebaran jauh. 0 : Baik. 4.71%). 2 : Lemah. Status penampilan (performance status) kanker menurut WHO (1979) : 1. hanya tiduran saja. Stadium kanker payudara terbanyak ditemukan adalah stadium IIIb (35. 80% : Tidak perlu perawatan khusus dengan beberapa keluhan / gejala. keluhan gejala minimal.12 4. tidak dapat berjalan. 40% : Tidak mampu merawat diri. tidak dapat bekerja namun dapat berjalan dan merawat diri sendiri 50% dari waktu sadar. 0% : Meninggal. 70% : Tidak mampu bekerja namun mampu merawat diri. tidak dapat bangun dan tidak dapat merawat diri sendiri. 4 : Jelek sekali. 6. 3 : Jelek.

Kanker jenis ini biasanya bermetatasis ke nodus aksila. menempati hanya sekitar 2% dari kanker. Karnofsky kurang 60%. Kanker mesinus menenpati sekitar 3% dari kanker payudara. Tumor setempat ini nyeri tekan dan sangat nyeri.63%). Pemeriksaan histologis sel-sel kanker membantu menentukan prognosis dan mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana penyakit berkembang. Kanker duktal-tubular jarang terjadi. tidak layak diberikan sitostatika. Karsinoma duktal menginfiltrasi adalah tipe histologis yang paling umum. meskipun tempat metastasisnya berbeda. Karena metastasis aksilaris secara histologi tidak lazim. kanker ini mempunyai prognosis yang lebih baik dari lainnya. maka progrosisnya sangat baik. Gambaran histopatologis duktal (90.48%). Penghasil lender. Tipe Kanker Payudara Selain kriteria pentahapan gambaran patologi lainnya dan tes prognostik digunakan untuk mengindentifikasi kelompok pasien yang berbeda yang mungkin diuntungkan oleh pengobatan ajufan.13 limfe aksila positif (47. sehingga. hepar atau otak. Karsinoma inflamatori adalah tipe kanker payudara yang jarang (1% sampai 2%) dan menimbulkan gejala-gejala yang berbeda dari kanker payudara lainnya. dengan demikian. Karsinoma medular menenpati sekitar 6% dari kanker payudara dan tumbuh dalm kapsul di dalam duktus.48%) dan derajat diferensiasi buruk (40. sehingga prognosisnya sering kali lebih baik. Karsinoma duktal menginfiltrasi dan lobular menginfiltrasi mempunyai keterlibatan nodus aksilar yang serupa. merupakan 5% sampai 10% kanker payudara. paru. Tumor ini biasanya terjadi pada suatu area penebalan yang tidak baik pada payudara bila dibandingkan dengan tipe duktal menginfiltrasi. juga tumbuh dengan lambat. sementara karsinoma lobular biasanya bermetastasis ke permukaan meningeal atau tempat-tempat tidak lazim lainnya. Karsinoma duktal biasanya menyebar ke tulang. Prognosisnya lebih buruk dibanding dengan tipe kanker lainnya. merupakan 75% dari semua jenis kanker payudara. Kanker ini sangat jelas karena keras saat dipalpasi. dapat terjadi penebalan beberapa area pada salah satu atau kedua payudara. payudara secata abnormal keras dan . Tipe tumor ini dapat menjadi besar tetapi meluas dengan lambat. Karsinoma labular menginfiltrasi jarang terjadi. Tipe ini lebih umum multisentris.

Gejala-gejala ini dengan cepat berkembang memburuk dan biasanya mendorong pasien mencari bantuan medis lebih cepat di banding pasien wanita lainnya dengan masa kecil pada payudara. Ultrasound: dapat membantu dalam membedakan antara massa padat dan kista dan pada wanita yang jaringan payudaranya keras. Galaktografi: mamogram dengan kontras dilakukan dengan menginjeksikan zat kontras kedalam aliran duktus. 8. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. payudara mengeras yang sulit diperiksa dengan mamografi. 5. preperta kemoterapi berperan penting dalam pengendalian kemajuan penyakit ini. Kulit diatas tumor ini merah dan agak hitam. atau tumor kecil. Xeroradiografi: menyatakan peningkatan sirkulasi sekitar sisi tumor. khususnya massa yang lebih besar.14 membesar. Kurang lebih dua pertiga semua wanita dengan kanker payudara reseptor . reseptor kompleks estrogen-plus merangsang pertumbuhan dan pembagian sel. Termografi: mengidentifikasikan pertubuhan cepat tumor sebagai “titik panas” karena peningkatan suplai darah dan penyesuaian suhu kulit yang lebih tinggi. Diafanografi (transimulasi): mengidentifikasi tumor atau massa dengan membedakan bahwa jaringan mentransmisikan dan menyebarkan sinar. Biopsi payudara(jarum atau eksisi): memberikan diagnosa definitive terhadap massa dan berguna untuk klasifikasi histology pentahapan. Radiasi dan pembedahan biasanya juga digunakan unttuk mengontrol penyebaran.hasil komplement dari mamografi. 4. Mamografi: memperlihatkan struktur internal payudara. 6. 3. Pada sel malignan. Sering terjadi edema dan retraksi puting susu. CT-scan dan MRI: teknik scan yang dapat mendeteksi penyakit payudara. 2. Teknik ini tidak bisa untuk pemeriksaan rutin dan tidak untuk mamografi. dan seleksi terapi yang tepat 9. dapat mendeteksi kanker yang tak teraba atau tomur yang terjadi pada tahap awal. Asai hormon reseptor: menyatakan apakah sel tumor atau spesimen biopsi mengandung reseptor hormon (estrogen dan progesteron). 7. Prosedur masih diteliti dan dipertimbangkan kurang akurat daripada mamografi. Penyakit dapat menyebar dengan cepat pada bagian tubuh lainnya.

pleura.15 estrogennya positif dan cenderung berespon baik terhadap terapi hormon menyertai terapi primer untuk memperluas periode bebas penyakit dan kehidupan. tergantung dari luas. PENATALAKSANAAN MEDIS Ada 2 macam yaitu kuratif (pembedahan) dan poliatif (non pembedahan). Penanganan kuratif dengan pembedahan yang dilakukan secara mastektomi parsial. Untuk kanker mamma stadium 0. dan scan tulang: dilakukan untuk mengkaji adanya metastase. tulang dan hati. KOMPLIKASI Metastase ke jaringan sekitar mellui saluran limfe (limfogen) ke paru. pemeriksaan fungsi hati. besar dan penyebaran knker. roboransia. alternative tomoorektomi + diseksi aksila Terapi ajuvan. mastektomi radikal. Terapi sekunder bila perlu Terapi komplikasi pasca bedah misalnya gangguan gerak lengan hormonal. hitung sel darah. 1. :  Radioterapi paska bedah 4000-6000 rads  Kemoterapi untuk pra menopause dengan CMF (Cyclophosphamide 100 mg/m2 dd po hari ke 1-14. Foto dada. adriamycin 50 mg/m2 hari ke-1 dan flouroracil 500 mg/m2 IV hari ke-1 dan 8 untuk 6 siklus. kemoterapi dan terapi Terapi kuratif : a.I. methotrexate 40 mg/m2 IV hari ke -1 siklus diulangi tiap 4 minggu dan flouroracil 600 mg/m2 IV hari ke-1 atau CAP (Cyclophosphamide 500 mg/m2 hari ke 1.II dan III Terapi utama adalah mastektomi radikal modifikasi.  Hormon terapi untuk pasca menopause dengan tamoksifen untuk 12 tahun Terapi bantuan. Penanganan non pembedahan dengan penyinaran. 10. . mastektomi total.

b. 1) hormone resptor positif (takmosifen) dan 2) hormone resptor negative (kemoterapu dengan CMF atau CAF) Terapi ajuvan operable (mastektomi simple) inoperable (radioterapi) kanker mamae inoperative :  tumor melekat pada dinding thoraks  odema lengan  nodul satelit yang luas  mastitis karsionamtosa c. Efusion pleura. e. d. reposisi-fiksasi-imobilisasi dan radioterapi pada tempat patah odema lengan : 1) deuretik. bila ada : patah. 3) mitramisin ¼-1/2 mg/kg BB IV NYeri. bila ada Untuk kanker mamae stadium III B dan IV : . Terapi paliatif Terapi utama pramenopause. roboransia Terapi komplikasi . PROGNOSIS Tujuan akhir dari suatu program ini bukan saja memperbaiki ketahanan hidup .perawatan borok Terapi sekunder. Terapi bantuan . bilateral ovariedektomi pasca menopause . terapi nyeri sesuai WHO Borok. 1) aspirasi cairan atau drainase bullae. intra pleura Hiperkalsemia : 1) deuretika dan rehidrasi.16 (fisioterapi) 2. 2) bleomisin 30 mg dan teramisin 1000 mg. 2) kortikosteroid. a. 2) pneumatic sleeve. 3) operasi tranposisi omentum atau kondoleon. tetapi juga perbaikan penyembuhan sebab kanker yang diobatik pada stasium dini dengan sendirinya menaikkan angka survival biarpun penyembuhannya belum tentu tercapai.

2) Palpasi − − − − − Kien berbaring dan diusahakan agar payudara tersebar rata Konsistensi. e. ulserasi dan lain-lain.17 PROSES KEPERAWATAN PASIEN KANKER PAYUDARA (CA MAMAE) 1. batas dan Pemebesaran kelenjar gerah bening (kelenjar aksila) Dakah metastase Nudus (regional) atau organ jauh) Stadium kanker (system TNM UICC. besar. PENGKAJIAN a. d. jika perlu punggung diganjal bantal kecil. riwayat penyakit (perjalanan penyakit. Konsep diri mengalmi perubahan pada sebagian besar klien dengan kanker mamma. Mencari benjolan Karena organ payudara dipengaruhi oleh faktor hormone antara lain estrogen dan progesterone. Klien duduk dengan tangan jatuh ke samping dan pemeriksa berdiri didepan dalam posisi yag lebih kurang sama tinggi. Letak dan bentuk. kelainan kulit. infiltasi. dimpling dan lain-lain. lokasi. 1) Inspeksi − − Simetri mamma kiri-kanan Kelainan papilla. pengobatan yang telah diberikan). 1987) atas lapangan dada. tanda radang. (lihat factor-faktor predisposisi) b. faktro etiologi/resiko. makas ebaiknya pemeriksaan ini dilakukan saat pengaruh hormonal ini seminimal mungkin/setelah menstruasi + 1 minggi dari hari akhir menstruasi. Inspeksi ini juga dilakukan dalam keadaan kedua lengan diangkat ke atas untuk melihat apakah ada bayangan tumor di bawah kulit yang ikut bergerak atau adakah bagian yang tertinggal. c. operabilitas. Pemeriksaan klinis . banyak. Identitas. Keluhan utama ada benjolan pada payu dara dan lain-lain keluahan serta sejak kapan. peaue d’ orange. dimpling. Pemeriksaan penunjang . adakah putting susu.

MCA. Cemas / takut berhubungan dengan situasi krisis (kanker). perasaan tergantung. persiapan kematian.18 1) Pemeriksaan penunjang klinis a) Pemeriksaan radiologist Mammografi/USG Mamma X-foto thoraks Kalau perlu  Galktografi  Tulang-tulang  USG abdomen  Bone scan  CT scan b) Pemeriksaan laboratorium - rutin. stimulasi simpatetik. tidak adekuat kemampuan menolong diri. mengekspresikan kecanggungan peran. LDH CEA. perubahan kesehatan. prognosis dan pengobatan PRA OPERASI . kelelahan. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit. bentuk interaksi. AFP Hormon reseptor ER. b. urine duyla darah puasa dan 2 jpp enxym alkali sposphate. sosio ekonomi. Dignosa Keperawatan a. PR Aktivitas estrogen/vaginal smear FNA dari tumor Cairan kista dan pleura effusion Secret putting susu - c) Pemeriksaan sitologis 2) Pemeriksaan sitologis/patologis a) Durante oprasi Vries coupe b) Pasca operasi dari specimen operasi 2. peran dan fungsi. darah lengkap. pemisahan dengan keluarga ditandai dengan peningkatan tegangan.

pembedahan (anoreksia. mengekspresikan kecanggungan peran. gangguan neuromuscular. fatigue. kehilangan selera. ketidakmampuan mengontrol nyeri ditandai dengan klien mengatakan intake tidak adekuat.19 berhubungan dengan kurangnya informasi. peran dan fungsi. f. konstipasi. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum. konsekwensi khemotherapi. abdominal cramping. emotional distress. penurunan intake nutrisi dan anemia. menyatakan masalahnya. diseksi otot. stimulasi simpatetik. bentuk interaksi. misinterpretasi. pernyataan miskonsepsi. trauma jaringan. Perencanaan a. Gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh) berhubungan dengan hipermetabolik yang berhubungan dengan kanker. Resiko tinggi terhadap gangguan konsep diri b. perasaan tergantung. nyeri. keterbatasan kognitif ditandai dengan sering bertanya. Tujuan : PRE OPERASI . efek radiasi dan kemotherapi. tidak adekuat kemampuan menolong diri. prosedur invasive pembedahan g. tidak akurat dalam mengikiuti intruksi/pencegahan komplikasi. Cemas / takut berhubungan dengan situasi krisis (kanker). Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pembedahan. radiasi. penurunan massa otot dan lemak subkutan. iritasi lambung. malnutrisi. Nyeri berhubungan dengan prosedur pembedahan. kelelahan. perubahan kesehatan. d. persiapan kematian. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan tubuh sekunder dan sistem imun (efek kemotherapi/radiasi). berat badan turun sampai 20% atau lebih dibawah ideal. hilangnya rasa kecap. deficit imunologik. nausea).d perubahan dalam penampilan sekunder terhadap pemberian sitostatika. e. h. kurangnya rasa kecap. sosio ekonomi. POST OPERASI c. 3. pemisahan dengan keluarga ditandai dengan peningkatan tegangan. interupsi saraf.

20 - Klien dapat mengurangi rasa cemasnya Rileks dan dapat melihat dirinya secara obyektif. c. a. f. Catat koping yang tidak efektif seperti kurang interaksi sosial. informasi dapat prognosis secara akurat. d. h. untuk interaksi diri dalam klien dalam memahami menurunkan kecemasan proses penyakitnya. Data-data mengenai dasar untuk dalam pengobatan. Agar klien memperoleh dukungan dari orang yang terdekat/keluarga. ketidak berdayaan dll. Berikan informasi tentang b. Membantu klien dalam memahami kebutuhan untuk pengobatan dan efek sampingnya. b. h. Mengetahui koping dan klien menggali pola serta mengatasinya/memberikan solusi dalam upaya meningkatkan kekuatan dalam mengatasi kecemasan. Beri informasi dengan emosi wajar dan ekspresi yang sesuai. e. tujuan dan efek samping. bicara dan sentuhlah dengan wajar. Pertahankan kontak dengan klien. Dapat klien. Anjurkan mengembangkan dengan support system. konfrontasi. takut. Menunjukkan koping yang efektif serta mampu berpartisipasi RASIONAL a. Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman. Jelaskan pengobatan. e. g. Beri kesempatan pada klien untuk mengekspresikan rasa marah. g. Memberikan kesempatan pada klien untuk berpikir/merenung/istirahat. INTERVENSI Tentukan pengalaman yang dideritanya. Pemberian membantu c. d. f. klien pengalaman dan sebelumnya terhadap penyakit klien sebelumnya akan memberikan penyuluhan menghindari adanya duplikasi. Klien mendapatkan kepercayaan diri dan keyakinan bahwa dia benar-benar . Bantu klien mempersiapkan pengobatan.

keterbatasan kognitif ditandai dengan sering bertanya. ceritakan pada klien tentang pengalaman klien lain yang menderita kanker. Membantu klien dan keluarga dalam membuat keputusan pengobatan. terhadap dilakukan kesalahan terhadap pengetahuan INTERVENSI a.21 ditolong. Jawab pertanyaan secara spesifik. Tentukan tentang tentang diagnosa. klien/keluarga sebelum mengikuti therapy yang lama. Anjurkan klien untuk memberikan umpan balik verbal hindarkan bimbingan pengobatan. klien dan b. Bekerjasama dengan pemberi informasi. mengikuti prosedur tersebut. c. Jujurlah persepsi dan konsepsi serta kesalahan c. e. d. Review pengertian klien dan keluarga b.batan. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit. misinterpretasi. Mengetahui sampai sejauhmana . menyatakan masalahnya. Tujuan : - Klien dapat mengatakan secara akurat tentang diagnosis dan Mengikuti prosedur dengan baik dan menjelaskan tentang alasan Mempunyai inisiatif dalam perubahan gaya hidup dan pengobatan pada tingkatan siap. b. komplikasi. tidak akurat dalam mengikiuti intruksi/pencegahan komplikasi. RASIONAL a. Beri informasi yang akurat dan faktual. persepsi kanker pengobatannya. pengobatan dan akibatnya. Memungkinkan pembenaran pengertian. prognosis dan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi. d. Berikan prosedur pada klien. Menghindari adanya duplikasi dan pengulangan klien. pernyataan miskonsepsi. berpartisipasi dalam pengo. Membantu klien dalam memahami proses penyakit. informasi kepada yang tidak diperlukan. e.

f. Mengkaji perkembangan prosesproses penyembuhan dan tanda-tanda infeksi serta masalah dengan kesehatan mulut yang dapat mempengaruhi intake makanan dan minuman. ulcerasi. perhatikan adanya eritema. f.Mampu tidur atau istirahat dengan tepat - Mengekspresikan penurunan nyeri INTERVENSI . g. kebersihan kulit dan rambut. trauma jaringan. h. Anjurkan klien memelihara mengenai penyakit klien. Review klien /keluarga tentang pentingnya status nutrisi yang optimal. POST OPERASI c. h. Anjurkan klien untuk mengkaji membran mukosa mulutnya secara rutin. g. Meningkatkan pengetahuan klien dan keluarga mengenai nutrisi yang adekuat.Tampak rileks . Tujuan : . interupsi saraf. Nyeri berhubungan dengan prosedur pembedahan. Meningkatkan integritas kulit dan kepala.22 dan mengkoreksi miskonsepsi pemahaman klien dan keluarga tentang penyakitnya. diseksi otot.

dipercaya akan membuat perasaan lega dan tidak tekanan batin. keluarga Klien mengkomunikasikan perasaan tentang perubahan Klien mampu berpartisipasi dalam perawatan diri. Tujuan : Setelah diberikan tindakan perawatan. Berikan dorongan pada untuk dan mengekpresikan b. Resiko tinggi terhadap gangguan konsep diri b. pikiran tentang prognose. . Klien mampu untuk mengeskpresikan perasaan tentang a. Kaji keluhan nyeri. INTERVENSI Kontak dengan klien a. Diskusikan sensasi masih adanya payudara normal c.d perubahan dalam penampilan sekunder terhadap pemberian sitostatika. perhatikan lokasi. sering b.23 a. perasaan kondisi. Bantu pasien menemukan posisi nyaman d. Perasaan diungkapakan pada orang yang yang dengan hangat dan sikap positif. kemajuan. Berikan tindakan kenyamanan dasar tehnik relaksasi e. dan intensitas (skala 0-10) b. Sokong dada saat latihan nafas dalam f. sisem pendukung dan pengobatan. lamanya. Berikan analgetik sesuai dengan indikasi d. klien empatik dan perhatian untuk siap membantu klien dalam mengatasi permasalahan yang ada. Berikan obat nyeri yang tepat pada jadwal teratur sebelum nyeri berat dan sebelum aktivitas dijadwalkan g. konsep diri dan persepsi klien menjadi stabil Kriteria hasil : kondisinya Klien mampu membagi perasaan dengan perawat. dirinya secara konstruktif. dan perlakukan klien RASIONAL Perasaan dan orang dekat.

pembedahan (anoreksia. tindakan profesional. g. Dampak dari pada chemoterapi perlu adanya penjelasan dan perawatan rambut. kehilangan selera. e. Gangguan Respon klien yang negatfi diperlukan bantuan baik fisik mapun psikis-moral untuk memenuhi kebutuhan sejhri-sehari. (menyangkal diri. kekuatan pribadi dan pengertian serta perkembangan spiritual dan moral. instropeksi diri Informasi memberikan masukan dalam yang dan dapat dipercaya dan klarifikasi penyakitnya. penolakan dalam penurunan kemampuan merawat untuk mendiskusikan masa depan. dengan kebutuhan. radiasi.24 c. . konstipasi. konsekwensi khemotherapi. isolasi sosial. ketidakmampuan mengontrol nyeri ditandai dengan klien mengatakan intake tidak adekuat. nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh) berhubungan dengan hipermetabolik yang berhubungan dengan kanker. Berikan informasi yang mispersepsi Bantu tentang c. hilangnya rasa kecap. meliputi hubungan interpersonal. berat badan turun sampai 20% atau lebih dibawah ideal. perubahan. Kolaborasi dengan tim konseling secara kesehatan lain yang terkait untuk g. abdominal cramping. iritasi lambung. penurunan massa otot dan lemak subkutan. melewati hidup dengan kanker. peningkatan pengetahuan. emotional distress. mengidentifikasi menerima kesempatan untuk hidup mandiri d. e. Kaji respon negatif terhadap perubahan penampilan e. fatigue. setiap d. f. kurangnya rasa kecap. Konseling kesehatan secara bersama akan lebih lebih efektif. Ektulisasi diri dibutuhkan bagi klien dengan kaneker. nausea). akurat klien potensial dirinya. Bantu penatalaksanaan alopesia sesuai f.

e. Mencegah mual muntah. ukuran triceps serta amati penurunan berat badan. b. Ciptakan suasana makan yang f. Kaji pucat. menyenangkan misalnya makan bersama teman atau keluarga. dan informasi penurunan tentang berat tidak ada tanda malnutrisi - dengan penyakitnya INTERVENSI a. dispepsia yang menyebabkan penurunan nafsu makan serta mengurangi stimulus berbahaya yang dapat meningkatkan ansietas. penyembuhan luka c. d. berlemak dan pedas. tentang problem anoreksia yang . Memberikan penambahan badan klien. Anjurkan komunikasi terbuka h. f. g.25 Tujuan : Klien menunjukkan berat badan yang stabil. Anjurkan klien untuk d. apakah klien makan sesuai dengan kebutuhannya. yang lambat dan pembesaran kelenjar parotis. h. Hindarkan makanan yang terlalu manis. Anjurkan pula makanan kecil untuk klien. mengkonsumsi makanan tinggi kalori dengan intake cairan yang adekuat. Menunjukkan keadaan gizi klien sangat buruk. c. Kontrol faktor lingkungan e. Timbang dan ukur berat badan. Kalori merupakan sumber energi. Agar dapat diatasi secara bersamasama (dengan ahli gizi. hasil lab normal dan Menyatakan pengertiannya terhadap perlunya intake yang adekuat Berpartisipasi dalam penatalaksanaan diet yang berhubungan RASIONAL Memberikan informasi status gizi klien. g. seperti bau busuk atau bising. perawat dan Agar klien merasa seperti berada dirumah sendiri. Anjurkan visualisasi. hari. tehnik latihan relaksasi. b. moderate Untuk menimbulkan perasaan ingin makan/membangkitkan selera makan. tentang sebelum makan. Monitor intake makanan setiap a. distensi berlebihan.

Kaji dolor. pengobatan sesuai j. Membantu menghilangkan gejala penyakit. antacida k. Mempermudah intake makanan dan minuman dengan hasil yang maksimal dan tepat sesuai kebutuhan. Berikan indikasi Phenotiazine. Kolaborasi. pemberian antibiotik . f. serum klien). transferin dan albumin j. Kolaboratif i. efek samping dan meningkatkan status kesehatan klien.D. Awasi vital sign c. Untuk mengetahui/menegakkan limposit. imbangi dengan infus. d. Ganti balutan / rawat luka tiap hari e.E dan B6. Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien g. pengobatan dan perawatan terhadap klien. malnutrisi. vitamins khususnya A. INTERVENSI a. mengidentifikasi faktor-faktor resiko individu dan intervensi untuk mengurangi potensial infeksi. antiseptik setiap tindakan. prosedur invasive pembedahan. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan tubuh sekunder dan sistem imun (efek kemotherapi/radiasi). Perhatikan prinsip septik. antidopaminergic. rubor (tanda-tanda infeksi) f. color. Kaji balutan / luka untuk karakteristik drain b. Amati seperti studi total laboraturium i. Tujuan : Hasil yang diharapkan : Pertahankan lingkungan akseptik yang aman. corticosteroids. terjadinya gangguan nutrisi sebagi akibat perjalanan penyakit. memberikan makanan secara enteral.26 dialami klien. Pasang pipa nasogastrik untuk k.

Menghindari penekanan yang terus menerus pada suatu daerah tertentu. Anjurkan klien untuk tidak menggaruk bagian yang gatal. Memberikan informasi perencanaan mengembangkan asuhan identifikasi kondisi spesifik penyembuhan INTERVENSI a. Mencegah trauma berlanjut pada kulit dan produk yang kontra indikatif menghindari pemakaian cream kulit. Ubah teratur. Kriteria hasil : . . b. Kaji integritas kulit therapi kanker. i. d. deficit imunologik. minyak. - Pasien mengungkapkan mampu untuk melakukan beberapa aktivitas tanpa dibantu. bedak tanpa rekomendasi dokter. b. Tujuan : Klien dapat mengidentifikasi intervensi yang berhubungan dengan Berpartisipasi dalam pencegahan komplikasi dan percepatan RASIONAL a. Berikan untuk advise pada klien posisi klien secara terhadap perubahan integritas kulit. efek radiasi dan kemotherapi. d. untuk amati untuk dan awal melihat adanya efek samping penyembuhan luka. Tujuan : klien dapat melakukan aktivitas ringan atau total. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum. tulang dan anggota gerak lainya baik.Perilaku menampakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan diri. c. Menghindari perlukaan yang dapat menimbulkan infeksi. penurunan intake nutrisi dan anemia. nyeri.27 h. gangguan neuromuscular.Koordinasi otot. c. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pembedahan. .

mengurangi pemakaian energi kebutuhan sesuai kebutuhan. Setelah latihan dan aktivitas kaji respons pasien. mobilisasi dini. c. Berikan latihan aktivitas secara bertahap.28 INTERVENSI a. Bantu pasien dalam memenuhi c. respons abnormal dari tubuh sebagai akibat dari latihan. Rencanakan periode istirahat yang cukup RASIONAL a. d. b. . dan energi terkumpul dapat digunakan untuk aktivitas seperlunya secar optimal. sampai kekuatan pasien pulih kembali. menjaga kemungkinan adanya d. mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan. b. tahapan-tahapan membantu proses yang diberikan secara aktivitas perlahan dengan menghemat tenaga namun tujuan yang tepat.

. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. EGC : Jakarta Doenges. Arif Mansjoer. Kariasa..E. Edisi ke-3.F. Alih bahasa.made karyasa. Bedah Tumor dalam Kapita Selekta Kedokteran. FKUI.. Geissler. Jakarta. dkk (Editor). Makassar. dr. Sumarwati.C. I.29 DAFTAR PUSTAKA Barbara. Carpenito. CL.Sp.M.M. Jakarta Muchlis Ramli dkk.. ..B. Juli. Budi Harapan Siregar. EGC. 1996.J.M. alih bahasa: Waluyo Agung. Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinis. Deteksi Dini Kanker. 1993. Brunner & Suddarth. Bursa Aesculapius. 2000. A. EGC : Jakarta. Kuncara. L.I. 2000. Bandung. 2000. alih bahasa: Tim PSIK UNPAD Edisi-6. 2002. Moorhouse. Yasmin Asih..N. Catatan Kuliah Bedah Jilid 2. M... Edisi-3. Rencana Asuhan Keperawatan untuk perencanaan dan pendukomentasian perawatan Pasien.. Perawatan Medikal Bedah (Suatu Pendekatan Proses keperawatan).