Anda di halaman 1dari 59

LAPORAN PENELITIAN PENELITIAN DOSEN MUDA

ANALISIS RESIKO KELONGSORAN PADA LOKASI DI SEKITAR PERKANTORAN WALIKOTA BUKITTINGGI

Oleh :

OSCAR FITHRAH NUR, MT. NIP. 132 258 564

Dibiayai Oleh : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Penelitian Nomor : 001/SP2H/PP/DP2M/III/2007, Tanggal 29 Maret 2007

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS PADANG NOVEMBER 2007

LAPORAN PENELITIAN PENELITIAN DOSEN MUDA

ANALISIS RESIKO KELONGSORAN PADA LOKASI DI SEKITAR PERKANTORAN WALIKOTA BUKITTINGGI

Oleh :

OSCAR FITHRAH NUR, MT. (Ketua) RIZA ARYANTI, MT. (Anggota)

Dibiayai Oleh : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Penelitian Nomor : 001/SP2H/PP/DP2M/III/2007, Tanggal 29 Maret 2007

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS PADANG NOVEMBER 2007

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN HASIL PENELITIAN DOSEN MUDA
1. 2. 3. Judul Penelitian Bidang Ilmu Pendanaan : Analisis Resiko Kelongsoran pada Lokasi di Sekitar Perkantoran Walikota Bukittinggi : Teknologi : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen DIKTI DEPDIKNAS), sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Penelitian No. 001/SP2H/PP/DP2M/III/2007 Tanggal 29 Maret 2007 : : : : : : Oscar Fithrah Nur, MT Laki-Laki 132 258 564 Penata Muda Tingkat I / III.b Lektor Fakultas Teknik/ Jurusan Teknik Sipil

4.

Ketua Peneliti a. Nama Lengkap b. Jenis Kelamin c. NIP d. Pangkat/ Golongan e. Jabatan Fungsional f. Fakultas/ Jurusan Jumlah Tim Peneliti Biaya Penelitian Lama Penelitian Lokasi Penelitian

5. 6. 7. 8.

: 2 (Dua) Orang : Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) : 8 (Delapan) Bulan : Pengambilan sampel tanah dilakukan pada Lereng Kantor Walikota Bukittingi dan Pengujian sampel tanah dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andalas Padang Padang, 30 November 2007

Mengetahui, Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas

Ketua Peneliti,

Febrin Anas Ismail, Dr.Eng NIP. 131 784 924

Oscar Fithrah Nur, MT NIP. 132 258 564

Menyetujui, Ketua Lembaga Penelitian

Dr. Ir. Syafrimen Yasin, MS., MSc. NIP. 131 647 299

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN HASIL PENELITIAN DOSEN MUDA
1. 2. 3. Judul Penelitian Bidang Ilmu Pendanaan : Analisis Resiko Kelongsoran pada Lokasi di Sekitar Perkantoran Walikota Bukittinggi : Teknologi : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen DIKTI DEPDIKNAS), sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Penelitian No. 001/SP2H/PP/DP2M/III/2007 Tanggal 29 Maret 2007 : : : : : : Oscar Fithrah Nur, MT Laki-Laki 132 258 564 Penata Muda Tingkat I / III.b Lektor Fakultas Teknik/ Jurusan Teknik Sipil

4.

Ketua Peneliti g. Nama Lengkap h. Jenis Kelamin i. NIP j. Pangkat/ Golongan k. Jabatan Fungsional l. Fakultas/ Jurusan Jumlah Tim Peneliti Biaya Penelitian Lama Penelitian Lokasi Penelitian

5. 6. 7. 8.

: 2 (Dua) Orang : Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) : 8 (Delapan) Bulan : Pengambilan sampel tanah dilakukan pada Lereng Kantor Walikota Bukittingi dan Pengujian sampel tanah dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andalas Padang Padang, 30 November 2007

Mengetahui, PD. I Fakultas Teknik Universitas Andalas

Ketua Peneliti,

Dr.-Ing Uyung Gatot NIP. 132 008 658

Oscar Fithrah Nur, MT NIP. 132 258 564

Menyetujui, Ketua Lembaga Penelitian

Dr. Ir. Syafrimen Yasin, MS., MSc. NIP. 131 647 299

A.

LAPORAN HASIL PENELITIAN

RINGKASAN

Perkantoran Walikota Bukittinggi terletak pada posisi yang cukup tinggi pada sebuah massa tanah. Dengan posisi topografinya yang relatif memiliki perbedaaan ketinggian yang besar, maka secara teknis mempunyai resiko terhadap kegagalan (failure) yang besar pula. Lereng merupakan salah satu bentuk topografi permukaan bumi. Analisa resiko kelongsoran dilakukan untuk melihat faktor keamanan lereng dan faktor resiko yang mungkin terjadi pada daerah/lokasi yang berada di sekitar lereng. Dengan demikian didapatkan nilai resiko dan klasifikasi dari resiko tersebut. Nilai resiko yang akan dihasilkan ditentukan secara kuantitatif sehingga dapat mempunyai harga yang dinilai secara teknis dan dibandingkan dengan kasus yang lain. Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan nilai faktor keamanan lereng yang berada di sekitar perkantoran Walikota Bukittingi. Kemudian dilakukan analisis resiko untuk mendapatkan nilai resiko dan resiko dari daerah yang berada di sekitar lokasi perkantoran Walikota Bukittingi berdasarkan nilai fakor keamanan lereng dan konsekuensinya terhadap daerah/ lokasi yang berada di sekitar lereng tersebut, seperti nyawa manusia, bangunan, jalan dan lain-lain. Selanjutnya dilakukan pembuatan peta resiko untuk lokasi di sekitar perkantoran Walikota Bukittingi, yang menggambarkan daerah-daerah yang mempunyai resiko tingi, resiko menengah, resiko rendah dan tidak beresiko. Dari hasil analisis yang dilakukan, lereng yang terdapat di sekitar perkantoran Walikota Bukittinggi masih dalam kondisi stabil dan aman dari bahaya kelongsoran. Akan tetapi, dari hasil analisis resiko yang dilakukan, daerah-daerah yang berada di sekitar perkantoran Walikota Bukittinggi termasuk dalam klasifikasi daerah dengan resiko rendah, resiko menengah dan resiko tinggi dengan konsekuensi terhadap nyawa manusia, bangunan dan jalan. Keywords : Lereng, Faktor Keamanan, Nilai Resiko, Peta Resiko

i

yang telah melimpahkan segala Berkah dan Kurnia-NYA. Padang. Akhir kata. anggota tim penelitian yang telah bekerja keras dalam mengambil data di lapangan dan analisis di laboratorium. yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. November 2007 Penulis ii . Lembaga Penelitian Universitas Andalas yang telah menfasilitasi penelitian ini.PRAKATA Puji syukur kehadirat Allah SWT. penulis menyadari laporan penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan. Dalam kesempatan ini penulis ucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen DIKTI DEPDIKNAS) yang telah membiayai penelitian ini. sehingga laporan ini dapat terselesaikan Alhamdulillah. penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian dengan judul ”Analisis Resiko Kelongsoran pada Lokasi di Sekitar Perkantoran Walikota Bukittinggi”. untuk itu kritik dan saran yang membangun penulis harapkan. keluarga penulis yang telah memberikan dukunganya dalam penyelesaian penelitian ini dan kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya dalam penelitian ini. Semoga laporan penelitian ini bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

...........................................1 2........2 5................. PRAKATA ......................................6 BAB VI 6............... i ii iii 1 2 2 6 9 10 11 14 14 14 15 15 18 19 19 20 21 22 23 28 30 30 30 31 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN .........................................DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN A.................................................................................1 4........... Pengujian Sampel Tanah di Laboratorium .................................................... Tujuan Penelitian .............................................................................. Faktor Keamanan .........5 BAB III 3......................................................................................................... Peta Resiko .............................................................................. Tahapan Penelitian ...................................................3 2......................................... Kuat Geser Tanah .....2 BAB IV 4...... LAPORAN HASIL PENELITIAN RINGKASAN ................ KESIMPULAN DAN SARAN ............. Saran ................... Analisis Resiko ...........................3 5....................... DAFTAR ISI .........................................................................................................................1 3....................................... SF) ..................................................................2 Pendahuluan ..... 2.. Waktu dan Tempat Penelitian ...........................5 5...............................1 6................................. Kesimpulan ..................................................... BAB I BAB II PENDAHULUAN ............................................................................ Sketsa Lokasi ..........4 5...1 5.............. TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................................................................... Faktor Keamanan (Safety Factor...........................2 BAB V 5.............................................. HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................. METODOLOGI PENELITIAN ...... Bentuk Keruntuhan Lereng ............................................................................................................... Tipe Gerakan Tanah ............................................................................... Manfaat Penelitian ....................... DAFTAR PUSTAKA ..............................4 2..........................................2 2............................ Pengambilan Sampel Tanah di Lapangan .......................... iii .......

d. b. Data Hasil Pengujian Sampel Tanah di Laboratorium a. g. ASTM D − 423 Pemeriksaan Batas Konsistensi Tanah (Atterberg Limit Test) ASTM D − 2937 Pemeriksaan Berat Isi (Bulk Density Test) ASTM D − 3080 Pemeriksaan Geser Langsung (Direct Shear Test) ASTM D − 854 Pemeriksaan Berat Jenis (Specific Gravity Test) ASTM D − 2216 Pemeriksaan Kadar Air Asli (Natural Water Content Test) ASTM D − 422 Analisa Butiran (Sieve Analysis) ASTM D − 2166 Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compressive Strength Test) 2. PERSONALIA PENELITIAN 1. 2. Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Untuk Lereng Arah – 1 Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Untuk Lereng Arah – 2 Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Untuk Lereng Arah – 3 Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Untuk Lereng Arah – 4 Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Untuk Lereng Arah – 5 Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Untuk Lereng Arah – 6 B. c. f. Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Lereng a. DRAFT ARTIKEL ILMIAH C.LAMPIRAN 1. e. c. b. f. d. e. Ketua Peneliti Anggota Peneliti iv .

Letaknya yang relatif tidak terhalang oleh bangunan di sekitarnya. Kondisi ini pada suatu geometri dan kondisi tertentu memiliki potensi untuk mengalami kelongsoran. memberikan pemandangan ke kota Bukittinggi. Untuk itu perlu dikaji secara ilmiah mengenai resiko geoteknik pada daerah di dan sekitar Perkantoran Walikota Bukittinggi tersebut. unrestrained slope atau talud tanpa perkuatan merupakan permukaan tanah miring dengan sudut tertentu terhadap bidang horizontal dan tidak dilindungi. dengan letaknya di atas gundukan tanah yang mempunyai bidang permukaan yang tidak luas. dengan posisi topografinya yang relatif memiliki perbedaan ketinggian yang besar. Selain itu. Selanjutnya tindakan untuk meningkatkan keamanan (safety) dapat dilakukan sesuai dengan keperluan. memberikan nilai penting yang selanjutnya dapat dikonversikan menjadi nilai resiko dengan pertimbangan tertentu. dimana untuk mencapai lokasi kantor. maka diharapkan resiko akan kegagalan (failure) pada beberapa titik dapat dipetakan. dapat diamati secara visual dari kejauhan. hanya terdapat dua akses jalan yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan. Resiko terhadap kehilangan. Namun sebaliknya. yang menjadi wilayah kerja dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bukittinggi. Posisi ini cukup strategis untuk menjangkau titik pandang pada berbagai sudut kota. analisis stabilitas yang memberikan nilai faktor keamanan. Perkantoran Walikota Bukittinggi terletak pada posisi yang cukup tinggi pada sebuah deposit atau massa tanah.BAB I PENDAHULUAN Kemiringan suatu tanah dapat terjadi secara alamiah maupun buatan. Dalam pengertiannya. 1 . Dengan kajian ini. Untuk suatu lereng. baik jiwa maupun harta. perkantoran di atas bukit ini secara aksesibilitas terproteksi. maka secara teknis mempunyai resiko terhadap kegagalan (failure) yang besar pula. secara kuantitatif dapat dilakukan dengan mengaitkannya terhadap kemungkinan kegagalan suatu konstruksi.

antara lain adalah Bowles (1984).1 Pendahuluan Teori stabilitas lereng merupakan pengetahuan yang sangat penting di bidang Rekayasa Sipil. Jika komponen berat tanah tersebut cukup besar. gaya-gaya yang bekerja pada masing-masing bagian (segment) tanah tersebut dikumpulkan menjadi dua bagian yang utama. datar dan kombinasi darinya. beban tambahan tetap dan beban seismik) dan gaya-gaya yang menahan agar bagian tersebut tetap stabil dalam posisinya. teori analisis stabilitas lereng yang dikembangkan tetap mengacu pada patern procedure yang ada pada referensi terkemuka. Rembesan dapat merupakan pertimbangan yang penting dalam bergeraknya tanah apabila terdapat air.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Pada dasarnya. Telah banyak kajian-kajian dilakukan untuk membuat prosedur analisis kestabilan sebuah lereng. Selama manusia menghadapi masalah permukaan tanah yang tidak datar ataupun galian dan timbunan. Permukaan tanah yang tidak datar menyebabkan berat tanah yang sejajar dengan kemiringan lereng akan menyebabkan tanah bergerak ke bawah. telah mengembangkan sebuah pedoman untuk menganalisis masalah kelongsoran dan penanggulangannya. Didalamnya juga disebutkan resiko yang bervariasi menurut nilai keamanan dari stabilitas lereng. teori stabilitas lereng selalu menjadi andalan dalam merekayasa kemantapan lereng tersebut. Gaya gempa juga terkadang penting untuk analisis stabilitas. kelongsoran dapat terjadi atau tanah dapat menggelincir ke bawah. Untuk metode analisis stabilitas lereng secara umum. 2 . Das (1995) dan Hunt (1986). Departemen Pekerjaan Umum (1987). Beberapa referensi yang telah menjadi pegangan banyak pihak untuk mengembangkan prosedur analisis kestabilan lereng. Selanjutnya bagian massa tanah yang runtuh dibagi menjadi beberapa bagian (segment). bukan lingkaran. permukaan bidang runtuh dapat berupa lingkaran. Dalam menurunkan persamaan kesetimbangan. yaitu gaya-gaya yang menyebabkan keruntuhan (baik berupa berat sendiri. yang terutama adalah merupakan bagian dari berat sendiri tanah dalam kaitannya dengan parameter-parameter kekuatan tanah.

Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan beberapa tujuan. Menganalisis keruntuhan dan mempelajari mekanisme keruntuhannya serta faktorfaktor alami yang mempengaruhi. yaitu dalam menentukan titik-titik kritis keruntuhan lereng dan safety factor (angka keamanan) dari lereng tersebut. baik pada lereng alami maupun lereng buatan. Bila ketebalan material tidak stabil yang bergerak cukup kecil dibandingkan dengan ketinggian lereng dan permukaan 3 . melakukan analisis stabilitas lereng dengan menggunakan program XSTABL. Upaya untuk melakukan stabilisasi pada sebuah lereng yang berpotensi untuk gagal (runtuh) telah banyak dipelajari. dapat direncanakan suatu dinding penahan lereng yang tepat untuk kondisi lereng tersebut. Memperkirakan stabilitas lereng dalam jangka waktu pendek (biasanya selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi) dan dalam jangka waktu panjang. Sesungguhnya lereng tak hingga tidak terdapat dalam alam. yaitu lereng tak hingga dan lereng hingga. Memperkirakan kemungkinan terjadinya keruntuhan lereng. 4. Lereng tak hingga adalah lereng dengan kemiringan yang konstan dengan panjang tak terhingga dan kondisi yang seragam pada setiap kedalaman di bawah permukaan. 6. Sehingga apabila didapat angka keamanan yang rendah (SF < 1). yaitu : 1. Kapur direkomendasikan sangat efektif untuk tanah lempung dan tanah lempung kelanauan. Mempelajari kemungkinan pelaksanaan perencanaan ulang dari lereng yang telah runtuh dan perencanaan pencegahan keruntuhan lereng serta langkah-langkah perbaikan yang perlu diambil. Lereng dapat dikategorikan menjadi dua tipe. Boy Richard dan Deni Irda Mazni (1995). Memahami bentuk lereng alami dan sebab-sebab terjadinya proses alam yang berbeda-beda. 5. mencoba menstabilkan tanah pada lereng Limau Manis dengan menggunakan kapur. 3. 2. Julfitra dan Fitria Puspa Kusuma (2001). Pengaruh kapur tidak akan terlalu besar terhadap tanah yang mengandung zat-zat kimia tinggi dan pada tanah yang sedikit atau sama sekali tidak ada kandungan lempungnya didalamnya. Mempelajari efek adanya pembebanan seismik pada lereng dan konstruksi penahan lereng (embankments). Program ini bertujuan untuk memudahkan analisis stabilitas lereng.

Berdasarkan percepatan pergerakan. dan suatu gerakan akan terjadi kecuali tahanan geser dari setiap permukaan runtuh yang mungkin terjadi akan lebih besar dari tegangan geser yang bekerja. yaitu longsor terjadi pada tanah kohesif yang homogen dan bidang longsornya hampir mendekati lingkaran. Secara umum. Perhitungan stabilitas lereng guna memeriksa keamanan lereng alamiah. keruntuhan lereng diakibatkan oleh keruntuhan dari sistem lereng. es dan tanah.runtuh sejajar dengan permukaan lereng. (b). dapat dibagi menjadi 6 (enam) bentuk/ tipe yaitu : 4 . Savarenski dari Soviet (1939) (dalam Bowles. 1984). ataupun batuan yang telah mengalami gangguan sepanjang permukaan gelincirnya. Tanah yang tidak rata akan mengakibatkan komponen gravitasi dan berat. longsor insiqvent. 3. dan (c). tanah beku. yaitu batu. yaitu cepat. yaitu : (a). 2. Beberapa gaya ini menghasilkan tegangan-tegangan geser melalui massa tanah. Hal yang harus dilakukan dalam pemeriksaan tersebut adalah menghitung dan membandingkan tegangan geser terbentuk sepanjang permukaan retak yang paling mungkin dengan kekuatan geser dari tanah yang bersangkutan. serpihan-serpihan es. sedang dan lambat. lereng galian. yaitu longsor yang biasanya bergerak secara transversal terhadap lapisan dan umumnya memiliki ukuran yang luas serta bidang runtuhnya panjang menembus ke dalam tanah. datar dan kombinasi. Tahanan geser tergantung dari kuat geser tanah dan faktor-faktor alamiah. seperti terdapatnya air dari rembesan dan/atau infiltrasi hujan disamping akar-akar. dan lereng timbunan yang didapatkan. membagi kelongsoran ke dalam 3 kelompok. yaitu longsor yang terjadi bilamana tanah bergerak di atas bidang-bidang lapis atau sesar (joint). Lereng merupakan bagian yang miring dengan sudut tertentu dan tidak terlindungi. longsor conseqvent. lereng tersebut dapat dianggap lereng tak hingga. longsor asaqvent. 1979) : 1. yang cenderung akan menggerakkan massa tanah dari elevasi yang tinggi ke elevasi yang lebih rendah. Sharphe (1938) mengklasifikasikan longsor berdasarkan material dan kecepatan pegerakan tanah dan telah menyelidiki hubungan antara pergerakan tanah dengan siklus geomorfologi serta faktor cuaca. Berdasarkan jenis material. Berdasarkan bentuk bidang longsor. Secara umum lereng dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Kanisius. Lereng hingga ialah lereng dengan tinggi kritis mendekati tinggi lereng. yaitu lingkaran.

Pada beberapa kasus.20 m). dimana pada saat terjadinya keruntuhan. air akan masuk diantara retakan pada lapisan lempung permukaan. 5 . bidang runtuh sejajar dengan bidang permukaan lereng. maka pada musim kering akan menyebabkan susut pada lapisan lempung terutama yang terdapat di permukaan. Saat terjadinya hujan. Mekanisme yang mungkin dapat menimbulkan keruntuhan lereng permukaan pada lereng yang terbuat dari lempung adalah sebagai berikut : a. air meresap akan mengakibatkan lempung di bagian dasar retakan akan mengembang. Kedalaman retak yang disebabkan susut tergantung dari beberapa faktor. Ukuran dari masing-masing batuan yang runtuh sangat dipengaruhi oleh perilaku batuan dan distribusi dari susunan batuan. Dengan mengembangnya dan jenuhnya lapisan lempung bagian luar dari lereng (hingga kedalaman tertentu). Mulanya lereng dalam keadaan stabil (saat lereng baru dibentuk). akan memperlemah kekuatan geser diantara retakan (effective stress akan berkurang). seperti terjadi pada batuan. Keruntuhan ini hanya melibatkan bagian permukaan dari lereng dengan kedalaman yang relatif dangkal (sampai kedalaman 1. Masuknya air ini. umumnya diikuti oleh jatuhnya batuan yang terlepas ikatannya. c. Karakteristik dari keruntuhan batuan tergantung pada keheterogenan dan diskontinuitas dari lapisan batuan. Namun dapat pula terjadi bidang runtuh yang tidak sejajar dengan permukaan lereng. Sesuai dengan sifat lempung yang dapat berkembang dan menyusut sesuai dengan kadar air yang dikandungnya.1. Dengan adanya perubahan cuaca. kelembaban. Keruntuhan Lereng Permukaan (Surfacial Slope Failure) Keruntuhan lereng permukaan ini diakibatkan perpindahan geser pada bidang runtuh (slip surface). Keruntuhan Batuan (Rocks Falls or Topples) Keruntuhan ini berlangsung sangat cepat. Saluran-saluran ini makin lama makin bertambah jelas dengan tererosinya beberapa partikel lempung. Mulanya air akan terus mengalir diantara retakan lempung kering hingga menuju aliran bebas. 2. Selain itu. terbentuk saluran-saluran diantara retakan-retakan lempung yang pararel dengan kemiringan lereng. antara lain suhu. Batuan yang runtuh tidak hanya bergerak tetapi dapat menggelinding dan berlompatan. maka pada musim panas air yang tertangkap pada lempung akan menguap. vegetasi dan jenis lempung. b.

Namun pada lereng tergelincir (landslide). ranting-ranting dan kotoran lainnya. Keruntuhan Lereng Keseluruhan (Gross Slope Failure) Keruntuhan lereng jenis ini melibatkan hampir keseluruhan lereng. 2. batu besar. lingkaran dan tak teratur (kombinasi). debris slide. Pergeseran ini disebabkan dari pergeseran tanah yang mengakibatkan perpindahan yang permanen akan tetapi tidak merupakan pergerakan akibat keruntuhan (failure). umumnya melibatkan keruntuhan lereng yang besar yang memiliki beberapa lereng yang berbeda (bukan hanya satu lereng saja). Pergeseran (Creep) Pergeseran lereng yang disebut disini adalah pergerakan perlahan dari lereng yang terjadi terus-menerus ke arah kaki lereng. Namun demikian. 6 . maka terjadilah kelongsoran pada permukaan lereng pada kedalaman tertentu (kedalaman retakan lempung). Pada aliran tanah ini. 3. dapat melibatkan batang-batang kayu. Bentuk keruntuhan tersebut nantinya akan terkait dengan metoda menganalisisnya dan bagaimana cara memperkuatnya. Kandungan partikel lumpur dan lempung yang terlibat pada keruntuhan ini memiliki peran yang sangat penting. tetapi melibatkan badan dari lereng tersebut. pergeseran ini pada gilirannya akan mempengaruhi lereng yang dapat mengakibatkan terjadinya keruntuhan lereng permukaan ataupun keruntuhan lereng keseluruhan. tidak hanya terjadi pada lapisan tertentu dari lereng. earth flow). mud slide. penjenuhan. Terminologi lain (sebutan lain) yang juga digunakan untuk aliran tanah adalah aliran lumpur (mud flow. Dengan mengembangnya tanah.2 Bentuk Keruntuhan Lereng Berdasarkan bentuk dari bidang runtuhnya. 4. keruntuhan lereng dibagi menjadi beberapa tipe yaitu : keruntuhan datar. Aliran tanah ini terjadi pada lereng-lereng yang relatif tidak curam. 6. yang bergerak secara gravitasi pada bidang geser tertentu.d. terbentuknya saluran dan hilangnya kekuatan geser efektif pada lempung. 5. Aliran Tanah (Debris Flow) Aliran tanah adalah pergerakan dari tanah yang telah bercampur dengan air dan udara yang bergerak secara perlahan tapi pasti (seolah-olah mengalir). Gelincir (Landslide) Keruntuhan lereng (utama) dapat diartikan sebagai lereng yang tergelincir.

2.1 Keruntuhan Datar Tipe keruntuhan ini adalah bentuk yang paling sederhana. Kelongsoran jenis ini juga dikenal dengan kelongsoran translasi. Keruntuhan jenis ini umumnya terjadi pada tanah yang memiliki lapisan yang melereng seperti halnya bentuk keruntuhan tersebut. Sudut longsor tersebut lebih kecil dari sudut kemiringan lereng. Landslide adalah jenis keruntuhan yang bentuknya seperti tidak teratur. Metoda analisis keruntuhan bidang segitiga ini mengasumsikan keruntuhan tanah sebagai blok yang solid. Salah satu metoda analisis stabilitas bidang datar adalah analisis keruntuhan bidang datar segitiga. Biasanya kelongsoran jenis ini akan diikuti oleh kelongsoran-kelongsoran kecil dalam massa tanah yang bergerak. 2. bagian yang menggelembung (jumbled.1 Hal-Hal yang Mesti Dilakukan dalam Mempelajari Keruntuhan Lereng (Lanslide) Hal Utama Topography Hal yang Dipelajari Countour Map Rincian Pertimbangan hal-hal tentang bentuk dari muka tanah yang tidak menentukan seperti gelombang.2. cuaca serta getaran. Dievaluasi sepanjang kontur dan peta geologi. Analisis didasarkan pada anggapan bahwa kelongsoran suatu talud terjadi sepanjang bidang di mana rasio antara tegangan geser rata-rata yang menyebabkan kelongsoran lebih besar dari kekuatan geser tanah.3 Keruntuhan Tak Teratur (Kombinasi) Keruntuhan tak teratur adalah kombinasi dari keruntuhan datar dan lingkaran serta bentuk lain yang bukan keduanya. Surface Drainage Profiles of Slope Typhographic Changes 7 . bidang yang paling kritis adalah bidang di mana rasio antara tegangan geser tanah adalah minimum. Seperti durasi dari perubahan terhadap waktu dan hubungannya dengan air tanah. Tabel 2. Keruntuhan bidang datar segitiga ini mengasumsikan bahwa bidang longsor terletak pada sebuah bidang yang membentuk sudut tertentu terhadap bidang datar.2 Keruntuhan Lingkaran Kelongsoran jenis lingkaran ini juga sering disebut sebagai kelongsoran rotasi. bulges) Evaluasi kondisi kekontinuan drainase dan ketidak teraturan (irregular) yang terjadi.2. scarps. Disamping itu. Kelongsoran jenis ini lebih bersifat global dan melibatkan massa tanah yang besar. coakan.2. Jenis keruntuhan ini juga sering terjadi pada tanah yang tidak homogen dan mempunyai beberapa lapisan tanah yang berbeda dalam lereng yang sama. 2.

pemotongan permukaan tanah dengan alat berat. Kegiatan manusia termasuk galian. Seperti perubahan geologi yang perlahan. dan lain-lain. stratigrafi. Getaran yang diakibatkan ledakan. Juga perlu diperhatikan bagian sesar yang berkaitan dengan lereng. perubahan mendadak siang malam dan lain-lain. banjir. mesinmesin. termasuk riwayat waktu dari catatan tersebut. bukit-bukit pergerakan masa lalu. bulanan ataupun tahunan. perbedaan vegetasi dan lain-lain. perubahan lapisan permukaan. and strike and dip of joints with relation to slope). paving pengosongan reservoir. Pertimbangan curah hujan dari harian. formasi dari pengalaman yang lalu yang menandakan sesuatu yamg perlu dicurigai. fluktuasi musim dari tahun ke tahun. cuaca. Factor lain yang terkait adalah curah hujan. Kimiawi air tanah seperti larutan. Jugakegiatan manusi yang menyebabkan perubahan air tanah. colluvium (bedrock contrack and residual soil). kemungkinan peresapan permukaan dan perubahan pada air yang ada di permukaan. alat transportasi. Variasi level peizometrik yang disebabkan perubahan cuaca. getaran dan sejarah perubahan kemiringan lereng. Juga perhatikan lat-alat yang terpasang seperti vertical changes dan internal strains and tilt..Hal Utama Geology Hal yang Dipelajari Formations at Site Rincian Pertimbangan urut-urutan dari formasi di lapangan. level tepat pada sisi muka lereng dan level artesis dalam kaitannya dengan formasi dan struktur. getaran. urugan. Structure Weathering Groundwater Piezometric Levels within Slope Variations in Piezometric Levels Ground Surface Indication of Subsurface Water Effect of Human Activity Groundwater Chemistry Weather Presipitation From Temperature Barometric Changes Vibration Nature Human Induced History of Slope Changes Natural Process Human Activities Rate of Movement Correlatoin 8 . erosi. dan aktivitas manuasi. kadar garam. air muka tanah dan perubahan pada vegetasi diatas lereng Laju perubahan yang dapat dihitung dengan bukti terletak seperti vegetasi. mechanical. Evaluasi bentuk tiga dimensi geometrik. pergantian jenis batuan. bekas rakahan. and solution) dan kedalamannya (uniform or variable) Perbedaaan tekanan air di dalam lereng. dan sebagainya. Efek dari kegiatan manusi yang dapat mempengaruhi air tanah seperti penggunaan air tanah. lipatan geologi. Perbedan yang terjadi pada tekanan udara Peristiwa getaran alam. Pertimbangan karakter (chemical. Perhatikan perubahan suhu baik harian. patahan geser dan patahan vertical (changes in strike and dip and relatyion to slope and slide. Indikasi dari keadaan permukaan yang dapat mempengaruhi air tanah seperti aliran air. seperti level normal. Hubungan antara pergerakan dengan air tanah.

Dengan demikian. Kohesi. keruntuhan lereng yang terjadi selama ini adalah akibat kekuatan gesernya yang terlampaui. Umumnya. sebagai berikut : τ = c + σ tan φ dimana : . sebanding dengan tegangan efektif yang bekerja pada bidang geser. yaitu : 1.1) τ σ c = tegangan geser tanah = tegangan normal pada bidang kritis = kohesi (pengarus daya tarik antar partikel) = sudut geser dalam φ τ τ = c + σ tan φ φ c σ Gambar 2. tergantung kepada jenis tanah dan kepadatannya. 2.2. Gesekan dalam. Percobaan geser langsung (Direct Shear Test) Percobaan Triaxial (Triaxial Test) 9 . Kuat geser tanah ini dapat dianggap terdiri dari dua komponen..1 Hubungan Tegangan Geser dengan Tegangan Normal Ada dua macam percobaan yang dapat dilakukan di laboratorium untuk mendapatkan nilai kuat geser tanah. studi mengenai kekuatan geser tanah adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum analisis stabilitas lereng yang dilaksanakan. (2. Hipotesa pertama mengenai kuat geser tanah diuraikan oleh Coulomb (1733)... 2.. yaitu: 1. Kuat geser tanah adalah gaya perlawanan yang dilakukan.3 Kuat Geser Tanah Kuat geser tanah merupakan hal yang sangat penting dalam analisis lereng.

50 1. didefinisikan sebagai berikut : SF = dengan : SF = angka keamanan terhadap kekuatan tanah τf τd .25 Kurang Teliti 1. kekuatan tanah harus sanggup menahan berat dari tanah yang akan longsor.2 (Departemen Pekerjaan Umum.80 1.75 2.2 Faktor Keamanan Minimum Kemantapan Lereng Parameter kekuatan Geser **) Resiko*) Kondisi beban Maksimum Teliti Tinggi Menengah Rendah Dengan Gempa Tanpa Gempa Dengan Gempa Tanpa Gempa Dengan Gempa Tanpa Gempa 1.30 1.4 Faktor Keamanan Mengingat lereng terbentuk oleh material yang sangat beragam dan banyaknya faktor ketidakpastian.25 1.20 10 . SF). karena itu perlu ditentukan suatu angka keamanan (safety factor. massa yang bergerak dapat dihentikan dengan menaikkan faktor keamanannya.. Secara teoritis.80 1.50 1.50 1.35 1. Tabel 2. maka dalam merencanakan suatu penanggulangan selalu dilakukan penyederhanaan dengan berbagai asumsi. resiko menengah dan resiko rendah. 1987).2. SF).00 1.60 1.00 1. Agar lereng tetap stabil.2) τ f = kekuatan geser rata-rata dari tanah τd = tegangan geser rata-rata yang bekerja sepanjang bidang longsor Hal yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan kriteria faktor keamanan adalah resiko yang dihadapai.35 1.10 1.. Adapun faktor keamanan minimum kemantapan lereng dapat dilihat pada Tabel 2.. kondisi beban dan parameter yang digunakan dalam melakukan analisis kemantapan lereng. Umumnya angka keamanan (safety factor.40 1.10 Sisa Kurang Teliti 1.60 1..10 1. Resiko yang dihadapi dibagi menjadi tiga yaitu: resiko tinggi.20 1.80 1. Dalam analisis harus dipertimbangkan kondisi beban yang menyangkut gempa dan tanpa gempa (normal).50 1.40 Teliti 1. (2.

Sudut lereng sangat mempengaruhi kestabilan suatu lereng. sesar. Zook dan Bednar (1975) menganalisis hubungan sudut lereng dengan jumlah keruntuhan yang ditimbulkannya. dan atau bangunan tidak begitu mahal dan atau tidak begitu penting iii. Boy Richard dan Deni Irda Mazni (1995) menyimpulkan faktor keamanan yang paling kritis terjadi pada tanah dalam keadaan jenuh air. rekahan. Tabel 2. dan sebagainya) dan belum pernah mengalami gerakan. Resiko Menengah bila ada konsekuensi terhadap manusia tetapi sedikit (bukan pemukiman). Semakin besar sudut lereng maka akan semakin besar pula resiko kelongsoran yang akan ditimbulkannya. Kekuatan geser residual dipakai apabila : (a) massa tanah/batuan yang potensial bergerak mempunyai bidang kontinuitas dan atau (b) pernah bergerak (walaupun tidak mempunyai bidang diskontinuitas). Kekuatan geser maksimum adalah harga puncak dan dipakai apabila massa tanah batuan yang potensial longsor tidak mempunyai bidang kontinuitas (perlapisan. ii.Keterangan Tabel : *) i. dan atau sangat penting. 1987) : 11 . Resiko tinggi bila ada konsekuensi terhadap manusia cukup besar (ada pemukiman). dan atau bangunan sangat mahal.3 Hubungan Sudut Lereng dengan Jumlah Keruntuhan Sudut Lereng 12 – 14 15 – 18 19 – 20 21 – 22 23 – 24 25 – 26 27 – 28 29 – 30 31 – 33 > 33 Jumlah Keruntuhan 2 12 10 46 58 73 76 36 32 7 2.5 Tipe Gerakan Tanah Tipe gerakan tanah terbagi menjadi 4 (empat) kelompok. Resiko rendah bila tidak ada konsekuensi terhadap manusia dan terhadap bangunan (sangat murah) **) i. Adapun keempat tipe gerakan diuraikan sebagai berikut (Departemen Pekerjaan Umum. ii.

sesar. 3.1. tapi dapat berkembang dari keruntuhan geser setempat. material yang bergerak dan sangat berubah bentuk atau terdiri dari beberapa blok yang berdiri sendiri. seperti runtuhan kerikil (ukuran ≤ 20 mm). Jenis longsoran dibedakan menurut bentuk bidang longsoran yaitu rotasi dan translasi. Runtuhan batuan adalah runtuhan massa batuan yang lepas dari batuan induknya. Jungkiran ini biasanya terjadi pada tebing-tebing yang curam dan tidak mempunyai bidang longsoran. Runtuhan Runtuhan merupakan gerakan tanah yang disebabkan keruntuhan tarik yang diikuti dengan tipe gerakan jatuh bebas akibat gravitasi. perlapisan). serta karena perlemahan akibat struktur geologi (antara lain kekar. material yang bergerak relatif dan terdiri dari satu atau beberapa blok dan (b). Runtuhan batuan dapat terjadi antara lain karena adanya perbedaan pelapukan. Pada tipe keruntuhan ini massa tanah atau batuan lepas dari suatu lereng atau tebing curam dengan sedikit atau tanpa terjadi pergeseran (tanpa bidang longsoran) kemudian meluncur sebagian besar di udara seperti jatuh bebas. 2. Dalam hal ini. keruntuhan geser tidak selalu terjadi serentak pada suatu bidang longsoran. Runtuhan tanah dapat terjadi bila material yang di bawah lebih lemah daripada lapisan diatasnya (karena tererosi atau penggalian). Longsoran rotasi adalah longsoran yang mempunyai bidang longsor yang berbentuk setengah lingkaran. runtuhan kerakal (ukuran dari 20 mm – 200 mm) dan runtuhan bongkah (ukuran ≥ 200 mm). tekanan hidrostatis karena masuknya air ke dalam retakan. dan dapat dibagi lagi : (a). Runtuhan bahan rombakan adalah runtuhan yang terdiri dari fragmen-fragmen lepas sebelum runtuh. Jenis longsoran dibedakan menurut bentuk bidang longsoran. Longsoran Longsoran adalah gerakan yang terdiri dari regangan geser dan perpindahan sepanjang bidang longsoran dimana massa berpindah melongsor dari tempat semula dan terpisah dari massa tanah yang mantap. tapi dapat berkembang dari keruntuhan geser setempat. loncat atau menggelinding. hiperbola 12 . Jungkiran Jungkiran adalah jenis gerakan yang memutar ke depan dari satu beberapa bok tanah/batuan terhadap titik pusat di bawah massa batuan oleh gaya gravitasi dan gaya dorong dari massa batuan dibelakangnya yang ditimbilkan oleh tekanan air yang mengisi rekahan batuan. log spiral.

atau bentuk lengkung tidak teratur lainnya.Longsoran translasi umumnya ditentukan oleh bidang lemah sepeti: sesar. Gerakan ini banyak terjadi pada batuan dasar. Gerakan tanah yang menghasilkan sebaran yang menyeluruh dengan bidang geser atau zona aliran plastis yang sulit dikenali dengan baik. 4. Gerakan tanah yang mencangkup perletakan dan penyebaran material yang relatif utuh. Tipe gerakan ini dapat terjadi antara batuan ataupun tanah. terutama yang terletak pada puncak tebing. Penyebaran lateral dapat dibedakan dalam dua tipe yaitu : a. Penyebaran Lateral Penyebaran lateral adalah gerakan menyebar kearah lateral yang ditimbulkan oleh retakan geser atau retak tarik. b. kekar per lapisan dan adanya perbedaan kuat geser antar lapisan atau bidang kontak antara batuan dasar dengan bahan rombakan diatasnya. 13 .

Selain itu. Selain itu. Dengan hasil keluaran ini. Resiko yang dihasilkan ditentukan secara kuantitatif sehingga dapat mempunyai harga yang dapat dinilai secara teknis dan dapat dibandingkan. dapat dilakukan tindakan pengalihan pengembangan atau pembangunan pada daerah yang dianggap berbahaya ke daerah lain yang lebih aman.BAB III TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN 3. prosedur untuk melakukan pengamanan pada kasus lain.2 Manfaat Penelitian Penelitian ini akan menghasilkan peta resiko yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan. maka analisis kestabilan lereng tersebut harus terlebih dahulu dianalisis sehingga didapat nilai keamanan. terutama masyarakat di sekitar lokasi perkantoran dan pengguna perkantoran Walikota Bukittinggi. 14 . dengan diketahuinya resiko yang akan dihadapi. untuk merumuskan tindakan-tindakan yang terkait dengan kerugian yang dapat ditanggung pada daerah yang dinyatakan bahaya (resiko tinggi). dapat dilakukan dengan cara yang sama mengikuti prosedur dalam penelitian ini. 3. Untuk tujuan tersebut. Nilai resiko ini dikaitkan dengan faktor keamanan dan kerugian yang ditanggung akibat terjadinya kelongsoran. pada beberapa daerah (area) dapat dilakukan tindakan pengamanan terhadap aset dengan cara meningkatkan keamanan lereng secara teknis atau apabila diperlukan melakukan tindakan relokasi.1 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam kajian geoteknik terhadap lokasi Perkantoran Walikota Bukittinggi dan sekitarnya adalah untuk memetakan resiko yang ada pada lokasi tersebut. Dengan didapatnya nilai keamanan dan resiko yang akan ditanggung. Kajian resiko dan pembuatan peta nilai resiko yang didasarkan analisis geoteknik memberikan keluaran yang dapat dijadikan pedoman untuk melakukan revisi pengembangan perkantoran di masa akan datang. selanjutnya dapat dirumuskan tindakan yang akan dilakukan untuk mengurangi nilai resiko dengan cara mengurangi tanggungan bahaya atau dengan melakukan perkuatan pada lereng yang memiliki nilai keamanan yang rendah.

2. yaitu studi literatur. sudut geser (φ) dan kohesi tanah (c) diperoleh dari hasil pemeriksaan geser langsung (ASTM D 3080). Pengumpulan Data Sekunder Data-data sekunder yang diperlukan pada tahap ini adalah peta situasi.1 Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Data-data ini diperoleh melalui pengujian laboratorium terhadap sampel tanah yang diambil pada lereng dengan menggunakan tabung sampel pada kedalaman tertentu. Studi Literatur Mengkaji literatur tentang teori-teori dan aplikasi yang berhubungan dengan stabilitas lereng dan stabilisasi lereng yang pernah dilakukan sebelumnya. Peta situasi menggambarkan bangunan-bangunan yang terdapat pada lokasi penelitian dan daerah sekitarnya. pengambilan sampel tanah untuk mendapatkan data parameter tanah yang diperlukan dengan melakukan pemeriksaan (pengujian) sampel tanah di laboratorium sampai dengan analisis data yang diperlukan dalam penyusunan laporan. Data-data ini diperoleh dari instansi terkait dan juga dari hasil pengamatan secara langsung di lapangan. pengumpulan data sekunder yang diperlukan dalam analisis. 1. sudut geser (φ) dan kohesi tanah (c). 3. berat volume tanah (γ). Dari studi literatur. Pengambilan dan Pengujian Sampel Tanah Data-data yang diperlukan untuk analisis stabilitas lereng ini adalah jenis tanah. Jenis tanah diperoleh dari hasil pemeriksaan analisis gradasi butiran dan analisis hidrometer (ASTM D 422). sehingga didapatkan tinggi dari kemiringan lereng. Peta topografi menggambarkan dimensi lereng secara visual. mulai dari tahap persiapan. 15 . berat volume tanah (γ) diperoleh dari hasil pemeriksaan berat isi tanah (ASTM D 2937).BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4. didapatkan informasi-informasi dan data-data yang membantu dalam penelitian ini. peta topografi dan peta tata guna lahan. Peta tata guna lahan menggambarkan kegunaan lahan yang berada pada lokasi penelitian dan daerah sekitarnya.

n β H 3 2 1 4 β ci φi γi ΔHi Ti Wi Ni αi ΔLi Gambar 4. lingkaran maupun untuk perpaduan diantaranya.1 Perhitungan dengan Metoda Potongan (Slices) 16 . Untuk setiap potongan. Pada metoda ini. gayagaya yang bekerja dianalisis dan diperhitungkan secara kumulatif untuk menentukan faktor keamanan dari bidang runtuh yang diasumsikan. blok tanah yang mengalami kelongsoran dibagi menjadi beberapa bagian (potongan) yang dipotong dengan garis vertikal. Analisis dan Pembahasan Analisis stabilitas dengan menggunakan metoda potongan (slice) berlaku untuk bentuk bidang runtuh yang datar.4.

..9) dimana αi merupakan sudut bidang runtuh tanah terhadap bidang horizontal. (4..6) Dengan menggunakan Pers..1) di atas.. (2.8) Untuk keseluruhan potongan maka faktor keamanan adalah penjumlahan dari keseluruhan rasio tegangan yang menahan dan yang meruntuhkan.... (4... (4. tegangan perlawanan tanah (τri) adalah : τri = ci + σi tan φi menahan dibanding dengan tegangan geser yang meruntuhkan. (4..3) . (4..Untuk setiap potongan (Gambar 4.1). n FS = ∑ ( ci ΔAi i =1 n i =1 + Wi cos α i tan φi ) ∑ (Wi sin α i ) .5) Dengan tegangan gesernya (τi) adalah : τi = Ti ΔAi = W sin α i ΔAi .. (4.. 17 .1) Dari tegangan normal dan tegangan geser yang bekerja pada bidang geser akibat gaya normal dan geser adalah pembagian dari gaya tersebut dibagi dengan luas bidang kontaknya (ΔAi) : ΔAi = ΔLi cos α i .. ΔFSi = ........2) . (4.7) Faktor keamanan dari stabilitas lereng di atas adalah rasio dari tegangan geser yang τ ri τi ..... yang ditentukan berdasarkan dari gambar atau dengan perhitungan numerik..... (4. (4...... berat elemen tanah (Wi) yang diakibatkan oleh berat sendiri tanah adalah : Wi = γ ΔLi ΔHi Selanjutnya gaya normal (Ni) dan gaya tangensial (Ti) yang bekerja adalah : Ni = W cos αi Ti = W sin αi .4) Dan besarnya tegangan normal (σi) adalah : σi = Ni ΔAi = W cos α i ΔAi ..

18 . besarnya kelongsoran tanah dan kerugian yang ditanggung akibat kegagalan lereng tersebut. Pembuatan Peta Resiko Peta resiko dibuat berdasarkan nilai keamanan dari analisis stabilitas lereng. Universitas Andalas. Peta resiko akan diplotkan pada peta dasar yang menunjukkan daerah (area) masingmasing dengan nilai resiko yang sama. Fakultas Teknik. pengambilan sampel tanah dilakukan pada lokasi lereng Kantor Walikota Bukittingi dan sekitarnya. Untuk lebih jelasnya. Dalam penelitian ini.2 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan dalam waktu 8 bulan.2 Diagram Alir Metodologi Penelitian 4. Peta Topografi dan Peta Tata Guna Lahan) Pengambilan Sampel Tanah Pengujian Sampel Tanah – – – – Pemeriksaan Analisa Gradasi Butiran Pemeriksaan Analisa Hidrometer Pemeriksaan Berat Isi Tanah Pemeriksaan Kuat Geser Tanah Analisis dan Pembahasan – Nilai Faktor Keamanan – Nilai Resiko Pembuatan Peta Resiko Gambar 4. sedangkan pengujian sampel tanah dan pengolahan data dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah. yaitu dari bulan April 2007 sampai dengan bulan November 2007. metodologi penelitian dapat dilihat pada bagan alir berikut ini : Studi Literatur Pengumpulan Data Sekunder (Peta Situasi.5. Jurusan Teknik Sipil. Padang.

1 Sketsa Lokasi Untuk memudahkan dalam menganalisis lereng pada lokasi di sekitar perkantoran Walikota Bukittinggi.BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5. Setelah menentukan 6 (enam) arah yang dapat mewakili kondisi lereng kantor Walikota Bukittinggi. Penentuan dimensi 19 Arah 885 .1 Sketsa Lokasi Lereng di Sekitar Kantor Walikota Bukittinggi Penentuan 6 (enam) arah yang akan dianalisis dengan cara menarik garis dimulai pada ketinggian 950 m dari permukaan laut (ketinggian kantor Walikota Bukittinggi) dan tegak lurus garis kontur. maka dapat ditentukan dimensi lereng termasuk lapisan tanah yang membentuknya dengan peta topografi kantor Walikota Bukittingi. TAMAN MAKAM PAHLAWAN Ar a h1 915 910 905 930 Arah 2 910 PERKANTORAN WALIKOTA BUKITTINGGI Arah 3 920 925 935 935 Arah 4 925 930 ah Ar 935 920 915 6 5 910 905 900 Bukit Ambacang PEMUKIMAN LERENG YANG DITINJAU JALAN GARIS KONTUR Gambar 5. maka dari peta topografi kantor Walikota Bukittinggi ditentukan 6 (enam) arah yang berbeda dan ke-6 arah ini diasumsikan dapat mewakili kondisi lereng pada lokasi di sekitar perkantoran Walikota Bukittinggi. Hal ini juga dilakukan untuk menentukan dimensi lereng.

3 Lokasi Pengambilan Sampel Tanah Asli 20 . untuk mendapatkan contoh tanah asli (undistrub sample) yang akan diteliti lebih lanjut di laboratorium. Gambar 5. Gambar 5.lereng ini dengan cara mengukur jarak antara garis kontur sehingga didapatkan kondisi horizontal pada lereng dan kondisi vertikal diambil dari ketinggian yang didapat dari peta topografi.2 Bidang Longsor Lereng di Sekitar Perkantoran Walikota Bukittinggi 5.2 Pengambilan Sampel Tanah di Lapangan Sampel tanah diambil dari lereng yang terdapat di sekitar perkantoran Walikota Bukittinggi.

5 Sampel Tanah Asli 5.3 Pengujian Sampel Tanah di Laboratorium Dari hasil pengujian di laboratorium terhadap sampel tanah asli (undistrub sample) didapatkan nilai parameter tanah.Gambar 5. sebagai berikut : 21 .4 Pengambilan Sampel Tanah Asli Gambar 5.

Faktor Keamanan (Safety Factor.050 % 10. 4. 3. Berdasarkan nilai-nilai parameter tanah yang diperoleh dari hasil pengujian laboratorium tersebut. 5 n Ti 4 H (m) 2 1 3 Ni Wi β α L (m) L1 = 10 m Gambar 5. dilakukan dengan menggunakan metoda potongan (slices) untuk bentuk bidang runtuh yang datar.700 % 25. SF) 5.630 % 63. SF) dari bidang runtuh yang diasumsikan. dengan menganggap ke-6 arah tersebut sudah cukup mewakili kondisi lereng pada lokasi di sekitar perkantoran Walikota Bukittinggi.660 ° = = = = 0.1.625 % φ Gravel Pasir (Halus + Kasar) Lanau (Silt) Lempung (Clay) Berdasarkan data-data di atas. 2. dilakukan analisis stabilitas lereng dengan menggunakan metoda potongan (slices) untuk mendapatkan nilai faktor keamanan untuk masing-masing arah yang sudah ditentukan dalam peta topografi. Untuk setiap potongan gaya-gaya yang bekerja dianalisis dan diperhitungkan secara kumulatif untuk menetukan faktor keamanan (safety factor.008 kg/cm2 39. analisa stabilitas lereng pada masing-masing arah yang telah ditentukan. Berat Isi Tanah Kohesi Tanah Sudut Geser Dalam Tanah Gradasi Butiran : : : : γ c = = = 1.4 Pada penelitian ini.398 gr/cm3 0.6 Metoda Potongan (Slices) dengan Bidang Runtuh Datar 22 . Pada metoda ini. blok tanah yang mengalami kelongsoran dibagi menjadi beberapa bagian (potongan) yang dipotong dengan garis vertikal. maka jenis tanah yang terdapat pada lereng di sekitar Perkantoran Walikota Bukittinggi diklasifikasikan sebagai Pasir Berlanau (Silty Sand).

yaitu SF < 1. dimana jika terjadi suatu keadaan yang tidak dihendaki.43 1 : 1. bangunan dan lain-lain.83 1 : 1. Resiko juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan ketidakpastian. mempunyai nilai faktor keamanan yang kecil.20).1 berikut.1 Nilai Faktor Keamanan (FS) Lereng di sekitar Perkantoran Walikota Bukittinggi Lereng Arah – 1 Arah – 2 Arah – 3 Arah – 4 Arah – 5 Arah – 6 Kemiringan Lereng Sudut 26.199° 24.775° 30.219 Lereng yang terdapat pada lokasi di sekitar perkantoran Walikota Bukittinggi dapat dikatakan berada dalam kondisi cukup stabil (cukup aman).5 Analisis Resiko Resiko merupakan bahaya yang dapat terjadi akibat suatu proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang.67 1 : 2.342 1.715 2. SF) untuk masing-masing lereng pada ke-6 arah yang telah ditentukan. Resiko dapat didefenisikan sebagai fungsi dari satu per SF (safety factor) dari nyawa manusia.466 1. dimana sudut kemiringan lereng > 30°. jalan raya. Hal ini disebakan karena lereng pada yang terdapat pada arah tersebut mempunyai kemiringan yang cukup besar (cukup terjal). 5 dan 6.008 1.256° 32. kemungkinan terjadinya keruntuhan pada lereng di daerah tersebut lebih besar dibandingkan dengan lereng yang terdapat pada daerah yang lainnya (lereng pada arah 1. seperti yang terdapat dalam Tabel 5.Dari hasil perhitungan analisis stabilitas lereng dengan metoda potongan (slices) untuk bidang runtuh datar.992° Rasio 1 : 1.471° 34.29 1 : 1. 2 dan 3). Tabel 5.565° 23. Lereng yang terdapat pada arah 4. diperoleh nilai faktor keamanan (safety factor. 5. Sehingga.861 1. atau dapat ditulis dalam bentuk : 23 .20 (SF > 1.00 1 : 1.50. Hal ini dapat dilihat dari nilai faktor keamanan pada ke-6 arah lereng yang ditinjau mempunyai nilai yang lebih besar dari 1.14 Faktor Keamanan (FS) 1. dapat menimbulkan kerugian.

ladang..20 = 20 Resiko Nyawa Manusia = = = 8.1) SF ⎝ ⎠ Manusia adalah yang menjalankan kehidupan. Oleh karena itu.. karena tanpa manusia kehidupan tidak bisa berjalan. sawah dan sebagainya... Jalan.20 Nilai Nyawa Manusia SF 10 1. jalan dan bangunan. Jalan juga memiliki arus lalu lintas. Selain itu. Jalan merupakan bagunan penting sebagai prasarana transportasi.. Bangunan. Lain-Lain) ⎟ . bangunan diasumsikan mempunyai nilai resiko yang lebih rendah dari jalan. nyawa manusia dapat diasumsikan mempunyai nilai resiko yang paling tinggi. jalan diasumsikan mempunyai nilai resiko yang lebih rendah dari nyawa manusia. Sehingga. Bangunan juga merupakan prasarana yang patut diperhitungkan setelah jalan. Sehingga jalan dapat diasumsikan sebagai kepentingan sesudah nyawa manusia. maka akan diperoleh Nilai Resiko sebagai berikut : Resiko = = Nilai (Nyawa Manusia. Maka.333 24 . Jalan.2) Dengan mengasumsikan bahwa nilai faktor keamanan (SF) yang terkecil adaah 1. Lain-Lain adalah hal-hal yang di luar manusia. jalan juga sebagai penunjang kegiatan manusia.. Lain-Lain diasumsikan mempunyai nilai resiko yang paling rendah. Sehingga. maka faktor-faktor penting tersebut dapat diasumsikan mempunyai nilai resikonya sebagai berikut : Nyawa Manusia = 10 Jalan Bangunan Lain-Lain = = = 7 5 2 . (5..⎛ 1 ⎞ Resiko = f ⎜ (Nyawa Manusia. Bangunan.20. Untuk mengklasifikasikan tingkat resiko. (5. seperti hewan. Lain-Lain) SF 10 + 7 + 5 + 2 1..

167 Resiko Lain-Lain = = = 1.20 = 5.833 Resiko Bangunan = = = 4.2 Klasifikasi Jenis – Jenis Resiko Nilai Resiko < 2 2 – 5 5 – 8 > 8 Jenis Resiko Tidak Beresiko Resiko Rendah Resiko Menengah Resiko Tinggi 25 .6 Klasifikasi Jenis – Jenis Resiko Tabel 5. maka jenis-jenis resiko dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Tidak Beresiko Resiko Rendah Resiko Menengah Resiko Tinggi 2 5 8 Gambar 5.Resiko Jalan Raya = = Nilai Jalan SF 7 1.667 Dengan nilai resiko tersebut.20 Nilai Bangunan SF 5 1.20 Nilai Lain-Lain SF 2 1.

Lain-Lain 7+2 = 6. Jalan.715 = = = = 13.715 Permukiman. Lain-Lain 10 + 7 + 5 + 2 1.466 Jalan. 1. 2.466 RESIKO MENENGAH 26 .Pada penelitian ini.835 1. Lain-Lain 7+2 = 4.861 Jalan.138 1.992 RESIKO TINGGI Nilai Resiko dan Resiko pada Arah – 2 Nilai Faktor Keamanan = Konsekuensi Nilai Resiko Resiko 3. Nilai Resiko dan Resiko pada Arah – 1 Nilai Faktor Keamanan = Konsekuensi Nilai Resiko Resiko 2. 1.482 2. Lain-Lain 7+2 = 4. Hal ini tergantung dari nilai faktor keamanan (FS) yang didapatkan dari hasil perhitungan yang dilakukan. Adapun hasil yang diperoleh dari analisis ini merupakan klasifikasi tingkat resiko kelongsoran. analisa resiko pada daerah di sekitar perkantoran Walikota Bukittinggi dilakukan untuk lereng pada 6 (enam) arah yang telah ditentukan sebelumnya.008 Jalan. 1.008 = = = RESIKO RENDAH Nilai Resiko dan Resiko pada Arah – 3 Nilai Faktor Keamanan = Konsekuensi Nilai Resiko Resiko 4.861 = = = RESIKO RENDAH Nilai Resiko dan Resiko pada Arah – 4 Nilai Faktor Keamanan = Konsekuensi Nilai Resiko Resiko = = = 1.

466 1.008 1. Jalan.835 6.861 1.686 Resiko Resiko Tinggi Resiko Rendah Resiko Rendah Resiko Menengah Resiko Tinggi Resiko Tinggi Dari Tabel 5. Jalan.877 19. Lain-Lain Nilai Resiko 13.3 Nilai Resiko dan Resiko pada Lokasi di Sekitar Perkantoran Walikota Bukittinggi Lereng Arah – 1 Arah – 2 Arah – 3 Arah – 4 Arah – 5 Arah – 6 Nilai Faktor Keamanan (FS) 1.715 2. Lain-Lain Jalan. Lain-Lain 10 + 7 + 5 + 2 1.3 di atas.992 4. Lain-Lain Jalan. yaitu SF = 1.219 Konsekuensi Pemukiman. dapat dilihat bahwa lereng yang terdapat pada Arah 1 dengan nilai faktor keamanan (SF) yang cukup tinggi. Jalan.482 4.992 > 8).877 RESIKO TINGGI Nilai Resiko dan Resiko pada Arah – 6 Nilai Faktor Keamanan = Konsekuensi Nilai Resiko Resiko = = = 1. Lain-Lain Pemukiman.715. Jalan.342 Permukiman. Nilai Resiko dan Resiko pada Arah – 5 Nilai Faktor Keamanan = Konsekuensi Nilai Resiko Resiko 6. Hal ini disebabkan karena lereng pada arah ini mempunyai konsekuensi terhadap permukiman.686 RESIKO TINGGI Tabel 5. Lain-Lain Jalan. Jalan.5.342 = = = = 17. 1. Permukiman merupakan bangunan sebagai tempat tinggal manusia sehingga dapat membahayakan nyawa manusia yang terdapat dalam bangunan tersebut. jalan dan lain-lain.138 17. Lain-Lain Pemukiman. Lain-Lain 10 + 7 + 5 + 2 1.219 = 19. mempunyai nilai resiko yang tinggi (nilai resiko = 13.342 1. Jalan merupakan bangunan penting sebagai sarana transportasi dan juga memiliki tingkat lalu lintas.219 Permukiman. Sehingga 27 .

yaitu 17.342 (Arah 5) dan SF = 1. Dan lereng pada Arah 4 mempunyai nilai faktor keamanan yang kecil (SF = 1.835 (Arah 2). Berdasarkan data-data di atas. yaitu 4. diperoleh nilai resiko dari daerah/ lokasi yang berada di sekitar lereng ini adalah 6138 dan diklasifikasikan sebagai daerah dengan Resiko Menengah. belum tentu mempunyai resiko yang rendah. dengan nilai faktor keamanan yang kecil. dapat disimpulkan bahwa resiko pada suatu daerah yang terdapat di sekitar lereng. Dari analisis yang dilakukan untuk lereng pada arah ini. 28 . maka diperoleh nilai resiko yang kecil.7 dan Gambar 5.466) dengan konsekuensi terhadap jalan dan lain-lain.daerah/lokasi yang berada di sekitar lereng pada arah ini dapat diklasifikasikan kedalam daerah dengan Resiko Tinggi. daerah/lokasi yang terdapat di sekitar lereng dengan nilai faktor keamanan yang tinggi (lereng yang stabil). maka selanjutnya dapat dilakukan pembuatan Peta Kelongsoran dan Peta Resiko pada lokasi di sekitar Perkantoran Walikota Bukittinggi. Atau dengan kata lain. Karena pada kedua arah ini hanya terdapat jalan. Sehingga daerah yang terdapat di sekitar lokasi lereng pada kedua arah ini mempuyai nilai resiko yang tingi. sehingga dapat diklasifikasikan sebagai daerah dengan Resiko Rendah. tidak ditentukan hanya oleh nilai faktor keamanan lereng (stabilitas lereng).8 berikut. mempunyai konsekuensi terhadap jalan dan lain-lain. nilai resiko dan dilakukan klasifikasi resiko untuk daerah/lokasi yang berada di sekitar perkantoran Walikota Bukittinggi pada ke-6 arah lereng yang ditinjau.887 (Arah 5) dan 19. Sedangkan lereng pada Arah 5 dan Arah 6. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5.482 (Arah 2) dan 4. mempunyai konsekuensi terhadap permukiman.008 (Arah 2) dan SF = 1. tetapi dipengaruhi oleh konsekuensi lereng tersebut terhadap daerah/ lokasi yang berada di sekitarnya.686 (Arah 6) dan dapat diklasifikasikan sebagai daerah dengan Resiko Tinggi. jalan dan lain-lain. 5. yaitu SF = 1. tetapi juga dipengaruhi oleh konsekuensi lereng tersebut terhadap daerah/lokasi yang berada di sekitarnya. Untuk lereng pada Arah 2 dan Arah 3 dengan SF = 2.6 Peta Resiko Setelah diperoleh nilai faktor kamanan.861 (Arah 2).219 (Arah 6).

7 Peta Resiko pada Lokasi di Sekitar Perkantoran Walikota Bukittinggi 29 .7 Peta Kelongsoran pada Lokasi di Sekitar Perkantoran Walikota Bukittinggi TAMAN MAKAM PAHLAWAN ARAH 1 ARAH 2 PERKANTORAN WALIKOTA BUKITTINGGI ARAH 3 ARAH 4 ARAH 5 ARAH 6 Bukit Ambacang PEMUKIMAN RESIKO MENENGAH RESIKO TINGGI RESIKO RINGAN Gambar 5.TAMAN MAKAM PAHLAWAN h1 Ara 915 910 905 930 Arah 2 910 PERKANTORAN WALIKOTA BUKITTINGGI Arah 3 920 925 935 935 Arah 4 925 930 Ar 5 ah 935 Arah 6 920 915 910 905 900 885 Bukit Ambacang PEMUKIMAN DAERAH YANG RUNTUH DAERAH TERKENA LONGSORAN Gambar 5.

2.BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6. jalan dan lain-lain). Menghindari pembangunan di sekitar daerah yang beresiko tinggi. 3. antara lain adalah : 1.2) Untuk kondisi tanah yang sama. Melakukan penghijauan kembali pada daerah gundul dengan tanaman. 30 . sebagai berikut : 1.50). tetapi juga dipengaruhi oleh konsekuensi lereng tersebut terhadap daerah/lokasi yang berada di sekitarnya (seperti nyawa manusia. 4. Resiko pada suatu daerah yang terdapat di sekitar lereng. 2. dimana lereng yang landai atau lereng dengan kemiringan yang kecil (kemiringan lereng < 30°) akan mempunyai nilai faktor keamanan yang tinggi (FS > 1. Dari analisis dan pembahasan yang telah dilakukan untuk lereng dan daerah yang berada di sekitar perkantoran Walikota Bukittingi. sehingga dapat dijadikan acuan dalam melakukan klasifikasi tingkat resiko dan pembuatan peta resiko. Lereng yang terdapat di sekitar perkantoran Walikota Bukittinggi masih dalam kondisi stabil dan aman terhadap bahaya kelongsoran (SF > 1.1 Kesimpulan Analisa resiko kelongsoran pada lokasi di sekitar perkantoran Walikota Bukittingi ini bertujuan untuk mendapatkan nilai faktor keamanan. dapat diambil beberapa kesimpulan. 3. Membuat dinding penahan tanah di sekitar daerah yang beresiko tinggi. nilai faktor keamanan lereng sangat dipengaruhi oleh kemiringan lereng tersebut. bangunan.2 Saran Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko pada daerah/ lokasi yang berada di sekitar lereng. tidak hanya ditentukan oleh nilai faktor keamanan lereng (stabilitas lereng).50). Melakukan pegaturan tata guna lahan. 6. dan sebaliknya lereng yang terjal atau lereng dengan kemiringan yang besar (kemiringan lereng > 30°) akan mempunyai nilai faktor keamanan yang rendah (FS < 1.

Endah dan Indrasurya. 1995. Tugas Akhir Strata-1. Joseph E. Geotechnical Engineering Techniques and Practice. Roy E. Kanisius. Erlangga. Erlangga. Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah (Mekanika Tanah). 3. Padang. McGraw Hill Book Company. Fitria Puspa dan Julfitra.DAFTAR PUSTAKA 1. Petunjuk Peencanaan Penanggulangan Longsoran. Fakultas Teknik. Fakultas Teknik. 1997 Boewles. 1984. Padang. 1987. New York. Universitas Andalas. Analisa Stabilitas Lereng Jalan Indarung-Lubuk Selasih berdasarkan Data Lapangan dan Laboratorium menggunakan Program XSTABL. Kanisius. Surabaya. Richard. Deni Irda. Analisis Kestabilan Lereng di Limau Manis dengan Metoda Pencampuran Kapur untuk Perbaikan Tanah. Yogyakarta. Jakarta. Mochtar. Hunt. Jurusan Teknik Sipil. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). 4. Mekanika Tanah 2. Tugas Akhir Strata-1.. Braja M. Boy dan Mazni. 1995. 7. 2001.Das Jilid I. Jakarta. 2. Universitas Andalas. 31 . 6. Jilid II. Kusumah. Departemen Pekerjaan Umum. Jurusan Teknik Sipil. 1986. Edisi Kedua. 5.

3. 4. 2. ASTM D − 423 Pemeriksaan Batas Konsistensi Tanah (Atterberg Limit Test) ASTM D − 2937 Pemeriksaan Berat Isi (Bulk Density Test) ASTM D − 3080 Pemeriksaan Geser Langsung (Direct Shear Test) ASTM D − 854 ASTM D − 422 Pemeriksaan Berat Jenis (Specific Gravity Test) Analisa Butiran (Sieve Analysis) ASTM D − 2216 Pemeriksaan Kadar Air Asli (Natural Water Content Test) ASTM D − 2166 Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compressive Strength Test) . 6. 7. 5.LAMPIRAN 1 DATA HASIL PENGUJIAN SAMPEL TANAH DI LABORATORIUM 1.

65 35.72566 PEMERIKSAAN BATAS KONSISTENSI TANAH ATTERBERG LIMIT TEST (CARA SATU TITIK) ASTM D − 423 Proyek Lokasi No.5 % % % LABORATORIUM MEKANIKA TANAH FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS .163 50.198 1.5 0.500 24 18.8 15. Contoh Kedalaman : : : : Stabilitas Lereng Kantor Walikota Bukittinggi Tanggal Bukittinggi Dikerjakan Oleh 1 Diperiksa Oleh 0.95 15.05 0.12 LL = Wn .8 15.9 27.12 Pemeriksaan Batas Plastis (Plastic Limit Test) ASTM D − 424 NO.6 8.5 9.6 51.72664 Fax.1 5. PADANG 25163 Telp.849 27 23. CAWAN BERAT CAWAN + TANAH BASAH BERAT CAWAN + TANAH KERING BERAT AIR BERAT CAWAN BERAT TANAH KERING KADAR AIR KADAR AIR RATA-RATA (Wn) (N/25)0. 0751 . (N/25)0.1 12 48.1 2.65 9.571 14.099 29 28 22.1 17.100 29 32.364 36.3 0.018 51.100 36.571 26 19 18.20 − 0.Departemen Pendidikan Nasional Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Andalas Kampus Limau Manis.25 18.9 15.333 Gram Gram Gram Gram Gram % % % Gram Gram Gram Gram Gram % % (LL ) (PL ) (PI ) 51. 0751 .2 36.6 4.4 17.4 9. Pemeriksaan Batas Cair (Liqiud Limit Test) JUMLAH PUKULAN NO.4 2.60 m : 09/ 06/ 2007 : Harpito : Abdul Hakam.1 51.2 4.1 2. CAWAN BERAT CAWAN + TANAH BASAH BERAT CAWAN + TANAH KERING BERAT AIR BERAT CAWAN BERAT TANAH KERING KADAR AIR KADAR AIR RATA-RATA BATAS CAIR (LIQUID LIMIT ) BATAS PLASTIS (PLASTIC LIMIT ) INDEKS PLASTISITAS (PLASTICITY INDEX ) 21 18.4 37. Phd.6 18.

200 92. 0751 .300 6.5 2 66. Phd.72664 Fax. 0751 .5 2 66.390 Tanggal : 09/ 06/ 2007 Dikerjakan : Harpito Diperiksa : Abdul Hakam. CINCIN BERAT CINCIN + TANAH BASAH BERAT CINCIN BERAT TANAH BASAH DIAMETER CINCIN TINGGI CINCIN ISI CINCIN BERAT ISI BASAH BERAT ISI BASAH RATA-RATA gram gram gram cm cm cm3 gram/cm 3 : : : : Stabilitas Lereng Kantor Walikota Bukittinggi Bukittinggi 1 0.393 1.5 2 66.398 4 135.398 1.60 m 1 134. PADANG 25163 Telp.Departemen Pendidikan Nasional Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Andalas Kampus Limau Manis. 2 135.500 42.393 1. Contoh Kedalaman NO.200 93.393 1.490 42.000 42.200 92.20 − 0.72566 PEMERIKSAAN BERAT ISI BULK DENSITY TEST ASTM D − 2937 Proyek Lokasi No.800 6.405 gram/cm3 LABORATORIUM MEKANIKA TANAH FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS .290 6.

08 0. Contoh : 1 Kedalaman : 0.67 110 55.0 0 0. Geser kg/cm2 0 0.66 106 53.50 cm : 33. 0751 .32 Kohesi (C) 26 13.33 Catatan : 28 14.0 Tegangan Geser (kg/cm2) 1.65 104 52.58 60 30.33 27 13.56 42 21.29 2 23 11.58 55 27.08 55 27.67 110 55. 0751 .6 2 LABORATORIUM MEKANIKA TANAH FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS .20 − 0.5 1.5 11 5. PADANG 25163 Telp.12 85 42.18 18 9.08 0.00 0.07 48 24.66 Grafik Direct Shear 2.58 54 27. Arloji Kek.6666 0. Koreksi Diameter Luas : 0.16 108 54. Arloji Kek.20 cm2 σ = N/A τ = P/A Dial 0 65 130 195 260 325 390 455 520 585 650 715 780 845 910 975 1040 1105 1170 1235 Beban normal 49800 g Pem.00 28 14.00 kg/cm2 0. Arloji Kek. Geser Pem.2 Tegangan Normal (kg/cm2) 1.0 0.14 96 48.Departemen Pendidikan Nasional Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Andalas Kampus Limau Manis. Phd.00 0.56 40 20.78 22 11.503 X (kg) : 6.8 1.56 44 22.13 14 7.72664 Fax. Geser Pem.08 55 27.33 Sdt Geser (φ ) 28 14.00 0 0.4242 0.13 93 46. : 09/ 06/ 2007 Tanggal Beban normal 33200 g F.60 m Beban normal 16600 g Dikerjakan : Harpito Diperiksa : Abdul Hakam.31 24 12.32 25 12.67 110 55.82 Lokasi : Bukittinggi No.008 39.5 0.73 1 19 9.04 27 13.00 0.57 51 25.61 75 37.07 53 26.8333 1.05 35 17.00 0 0.72566 PEMERIKSAAN GESER LANGSUNG DIRECT SHEAR TEST ASTM D 3080 .53 21 10.76 21 10.4 0.

W1)-(W3 .89 74. PADANG 25163 Telp.645 2.988 43.W2) SUHU T°C BERAT JENIS AIR PADA SUHU T BERAT JENIS TANAH PADA SUHU t BERAT JENIS UNTUK T 27.27 87.35 8.3 41.53 22.16 21. BERAT PIKNOMETER (W1) BERAT PIKNOMETER + TANAH (W2) BERAT TANAH (W2 .5 5. 0751 .2 26.21 26 0.20 − 0.2 19.4 9.2 5.41 45.20 − 0.56 76.649 2.9964 2.72664 Fax.20 47.847 Tanggal : 09 / 06 / 2007 Dikerjakan Oleh : Hajjir Titrian Diperiksa Oleh : Hardiansyah NO.649 2.647 23.5) RATA-RATA 26.72566 PEMERIKSAAN BERAT JENIS SPECIFIC GRAVITY TEST ASTM D 854-58 (72) Proyek Lokasi No.184 40.26 45.647 23.87 8. Contoh Kedalaman : : : : Stabilitas Lereng Kantor Walikota Bukittinggi Bukittinggi 1 0.6 35.647 2.645 Departemen Pendidikan Nasional Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Andalas Kampus Limau Manis.1 6. Contoh Kedalaman : : : : Stabilitas Lereng Kantor Walikota Bukittinggi Bukittinggi 1 0.8 32.32 8.5 37. Phd.9 9. KERING BERAT KONTAINER BERAT AIR BERAT TANAH KERING KADAR AIR KADAR AIR RATA-RATA 30 33 .W1) BERAT PIKNOMETER + AIR + TANAH (W3) BERAT PIKNOMETER + AIR (W4) VOLUME AIR (W4 . PADANG 25163 Telp. CONTOH / KONTAINER KEDALAMAN BERAT KONTAINER + TANAH BASAH BERAT KONTAINER + T.4 20.04 26 0.5 9. 0751 .72566 PEMERIKSAAN KADAR AIR ASLI NATURAL WATER CONTENT TEST ASTM D 2216-51 Proyek Lokasi No.28 89.5 C = GST (BJ AIR t / BJ AIR 27.9964 2.718 20.42 26 0.72664 Fax. 0751 .72 73.75 87.Departemen Pendidikan Nasional Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Andalas Kampus Limau Manis.60 m : 09 / 06 / 2007 Tanggal Dikerjakan Oleh : Harpito Diperiksa Oleh : Abdul Hakam.4 19.48 21.6 28.9964 2.60 m 22 m gram gram gram gram gram % % 48. 0751 .

87 64.67 0.Departemen Pendidikan Nasional Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Andalas Kampus Limau Manis.4 107 1.0 23.0034 0.37 98.9 3.5 20.50 2. Berat Saringan tertahan 4 1.0416 0.9 13.0064 300 gram 60 gram Rh Waktu (menit) 0 0.4 13.170 0.059 12.647 Analisa Saringan 0.841 0.63 1.75 2 0.5 26 26 26 26 26 26 26 26 26 7.5 13.50 2.098 2.97 52.926 0.3 92.386 32.1 143.5 12.6 9.33 100.5 19.9 5.667 0.50 54. 0751 .449 0.5 38.5 1 2 5 15 30 60 240 1440 Suhu C O Zr (Zr/t) Koreksi Suhu ™ Rh + tm N N' Diameter 60 52 47 41 35.239 0.0131 0.191 1.50 2.23 93.77 6.00 99.5 49.264 11.031 28.0142 Analisa Hidrometer 1.6 10. PADANG 25163 Telp.515 32.50 2.666 11.8 8.13 35.42 0.D422 -72 Stabilitas Lereng Kantor Walikota Bukittin Bukittinggi 1 0.73 82.418 34.5 18.937 2.72664 Fax.0 91.00 4.3 18.475 0.50 2.0560 0.605 29.8 51.9 10 20 40 100 200 PAN Jlh Berat tertahan Tertahan (%) Lolos (%) Diamater Butiran 3.075 Catatan : LABORATORIUM MEKANIKA TANAH FT-UA .50 2.0014 Analisa Saringan No.6 193 300 0.50 2.5 21 18 17 16 14.20 − 0.965 63.7 13. Contoh : Kedalaman : Data Pengujian : ASTM .5 17.951 2.27 17.03 47.708 31.5 32.149 0.068 10.029 72.739 39.0310 0.734 14.024 22.5 49.416 83.0205 0.72566 ANALISA HIDROMETER Proyek : Lokasi : No.50 2.4 13.5 43. 0751 .60 m Tanggal : 09 / 06 / 2007 Dikerjakan : Hajjir Titrian Diperiksa : Hardiansyah BERAT TANAH KERING : : : Specific Gravity Koreksi Miniscus C 2.0095 0.614 26.0067 0.

PADANG 25163 Telp.20 no.4 0.10 no. 0751 .72664 Fax.0010 0.60 m Gravel 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Persen Lolos 10.20 − 0.075 0.42 0.1000 1.0000 Lanau (Silt) 0.02 Pasir (Sand) Halus 0 0.10 no.75 0. 0751 .200 no.84 2.0000 Diameter Catatan: Gravel Pasir Lanau Lempung : : : : 0.0 4.72566 GRAFIK GRADASI BUTIRAN ASTM .Departemen Pendidikan Nasional Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Andalas Kampus Limau Manis.19 LABORATORIUM MEKANIKA TANAH FT-UA .D422 -72 Lokasi : Bukittinggi Lempung (Clay) Kedalaman : 0.05 10.62 % % % % D10 D30 D60 : : : 0.0100 0.63 63.70 25.002 Kasard no.40 no.04 0.

020 9.716 3.25 0.30 Tegangan (kg/cm2) 0. Contoh Kedalaman Sample : Bukittinggi : 1 : 0.000 0.51236 X (kg) Diameter : 3.031 9.017 0.058 1.304 1.025 1.010 9.05 0. PADANG 25163 Telp.05 0.064 10.869 GRAFIK UNCONFINED COMPRESSIVE STRENGTH TEST 0.61625 Tegangan Luas Angka Koreksi Terkoreksi (kg/cm2) 1.06 0.000 1.05 0.60 m : Undisturbed Dikerjakan Diperiksa Tanggal : Hajjir Titrian : Hardiansyah : 09 / 06 / 2007 Faktor Koreksi : 0.72566 PEMERIKSAAN KUAT TEKAN BEBAS UNCONFINED COMPRESSIVE STRENGTH TEST ASTM D 2166-85 Lokasi No.274 1.005 9.07 LABORATORIUM MEKANIKA TANAH FT-UA .15 0.06 Pembacaan Arloji 0 1.198 1.35 0.02 0.00 0 0.02 0.302 1.616 0.04 0.10 0.Departemen Pendidikan Nasional Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Andalas Kampus Limau Manis.914 0.564 1.947 2.665 0.042 10.5 cm Luas : 9.280 Pembacaan Arloji 0 35 70 140 210 280 350 420 Regangan 0 0.813 0.20 − 0.01 0.713 0.03 0. 0751 .1 2 3.023 3.20 0.72664 Fax.01 0.005 0.03 0.230 0.074 2.3 5.04 Regangan 0.053 10.9 6 5.6 Beban (kg) 0. 0751 .105 1.8 5.122 0.000 9.

5. Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Untuk Lereng Arah – 1 Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Untuk Lereng Arah – 2 Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Untuk Lereng Arah – 3 Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Untuk Lereng Arah – 4 Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Untuk Lereng Arah – 5 Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) Untuk Lereng Arah – 6 . 2. 6. 4. 3.LAMPIRAN 2 ANALISIS PERHITUNGAN FAKTOR KEAMANAN (FS) LERENG 1.

ANALISIS PERHITUNGAN FAKTOR KEAMANAN (FS) UNTUK LERENG ARAH – 1 Data Parameter Tanah (Hasil Pemeriksaan Laboratorium) : n Berat Volume Tanah : γ = 1.15 23445.54 7033.00 16776.000 0.00 τi (kg/m2) 139.00 kg/m2 Ti 4 5 H = 30 m 3 2 1 Kohesi Tanah : Wi Ni c = 0.06 10941.590 5.590 5.750 3.250 4.99 1702.40 699.964 30.80 1398.964 30.20 5312.565 26.50 26212.60 14848.38 3556.0 5.964 30.964 30.40 1238.00 2376.17 7815.20 29697.50 8737.59 13285.80 775.590 5.18 3556.40 2097.0 ΔHi (m) 0.99 28775.40 3075.0 5.250 1.50 22717.53 ΔAi (m2) 5.56 10159.98 1238.79 3093.590 5.0 5.06 Ti (kg) 781.0 5.590 5.964 30.20 2097.0 5.565 26.565 26.00 699.40 4194.80 419.20 1537.750 1.565 βi (º) 30.58 4484.60 2656.250 0.20 2516.50 Ni (kg) 1563.17 26571.565 26.565 26.0 5.13 20319.60 838.0 5.590 5.008 kg/cm2 = β α Sudut Geser Dalam Tanah : φ = 39.964 30.590 5.0 5.715 .750 2.50 29707.60 1258.590 5.52 3907.250 3.0 5.55 8596.08 14067.565 26.964 30.398 gr/cm3 = 1398.59 3907.590 5.86 FS 1.0 kg/m3 80.565 26.00 978.250 αi (º) 26.80 1817.00 1957.565 26.250 2.565 26.00 1398.61 11722.03 7815.57 11722.565 26.750 3.750 1.53 5470.964 0.750 4.00 τri (kg/m2) 311.0 5.964 30.59 2166.565 26.19 2629.98 4020.50 19222.590 5.80 4194.50 8737.50 5242.51 2344.10 17193.50 15727.60 3634.66º L = 50 m L1 = 10 m Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) untuk Lereng Arah – 1 : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ΔLi (m) 5.00 4753.964 30.01 4689.50 12232.000 Wi (kg) 1747.50 33202.590 σi (kg/m2) 279.50 26212.0 5.22 23445.590 5.

0 kg/m3 80.29 Ni (kg) 1147.0 5.199 23.37 1898.26 5408.33 15185.15 2319.66º Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) untuk Lereng Arah – 2 : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 ΔLi (m) 5.29 3441.09 26387.96 2741.199 23.79 18723.83 9342.58 3585.03 10325.93 22467.179 0.0 5.33 2353.50 11233.440 5.21 21219.34 1898.92 1626.82 3796.09 30494.65 6392.199 23.199 23.071 αi (º) 23.87 4425.000 Wi (kg) 1248.008 .0 5.107 3.54 954.22 6883.565 26.09 2458.27 1129.565 26.679 3.98 542.39 4007.250 1.17 ΔAi (m2) 5.93 13730.44 8358.59 1717.199 23.0 5.77 3163.964 2.440 5.39 271.0 5.74 Ti (kg) 491.04 7375.04 1355.393 3.440 5.440 5.51 24093.440 5.000 0.036 3.29 1265.70 1475.0 5.63 2003.0 5.440 5.19 14914.36 16226.0 ΔHi (m) 0.91 632.565 26.00 kg/m2 Ti 4 5 H = 30 m 3 2 1 Kohesi Tanah : Wi Ni c = 0.0 5.199 23.893 1.93 21798.ANALISIS PERHITUNGAN FAKTOR KEAMANAN (FS) UNTUK LERENG ARAH – 2 Data Parameter Tanah (Hasil Pemeriksaan Laboratorium) : n Berat Volume Tanah : γ = 1.82 1536.24 1303.45 8031.72 813.008 kg/cm2 = β α Sudut Geser Dalam Tanah : φ L = 60 m L1 = 10 m = 39.321 2.35 19503.199 23.440 5.440 5.214 1.0 5.0 5.61 12620.565 0.536 0.0 5.16 451.199 23.565 26.199 23.440 5.72 3052.565 26.27 1175.17 τri (kg/m2) 254.61 11309.440 5.94 1653.52 2950.607 1.77 17209.64 6241.87 5736.565 26.0 5.199 23.01 4850.440 5.22 10325.12 3751.64 23716.440 5.43 τi (kg/m2) 90.94 632.199 23.48 3441.51 FS 2.53 1476.51 3227.15 2078.440 σi (kg/m2) 210.398 gr/cm3 = 1398.07 8737.750 4.20 4429.49 994.85 604.00 8850.565 26.07 26212.03 2702.42 3402.440 5.565 26.21 3744.199 23.86 7489.199 23.199 βi (º) 26.0 5.67 20651.565 26.565 26.50 28708.81 4101.72 1054.565 26.

61 3143.66 τri (kg/m2) 280.60 4301.94 10139.66º L = 55 m L1 = 10 m Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) untuk Lereng Arah – 3 : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 ΔLi (m) 5.008 kg/cm2 = β α Sudut Geser Dalam Tanah : φ = 39.610 28.04 2659.610 28.17 10265.91 1692.44 3989.03 13197.0 5.92 2685.507 5.51 1450.27 613.507 5.78 27960.02 2284.507 5.43 4399.610 28.15 8065.147 3.10 24196.775 24.70 3487.23 11983.52 1843.462 1.507 5.ANALISIS PERHITUNGAN FAKTOR KEAMANAN (FS) UNTUK LERENG ARAH – 3 Data Parameter Tanah (Hasil Pemeriksaan Laboratorium) : n Berat Volume Tanah : γ = 1.46 29703.18 3626.861 .775 24.210 0.469 1.48 2176.16 14646.0 5.775 24.88 1897.308 2.33 1227.77 9217.0 5.507 5.0 5.000 Wi (kg) 1466.65 5530.13 1884.78 725.610 28.81 3086.775 24.31 4593.86 11675.60 3379.0 5.610 28.74 4110.610 28.45 681.0 5.08 17309.0 5.610 28.775 24.507 5.96 781.000 0.43 1841.35 1208.86 25297.50 24929.24 30795.775 24.14 1004.23 1483.81 10446.0 5.775 24.30 7332.78 557.566 3.775 24.00 kg/m2 Ti 4 5 H = 30 m 3 2 1 Kohesi Tanah : Wi Ni c = 0.70 1673.775 24.0 5.0 ΔHi (m) 0.775 24.90 16130.12 7323.154 αi (º) 24.507 5.049 1.38 Ni (kg) 1331.507 5.775 βi (º) 28.31 9320.77 19063.59 334.76 15957.610 0.39 6657.0 5.775 24.610 28.49 4289.41 1329.507 5.888 2.69 6759.0 5.56 3072.87 ΔAi (m2) 5.91 FS 1.610 28.398 gr/cm3 = 1398.46 3994.775 24.34 1082.507 5.25 2343.727 3.0 5.0 kg/m3 80.507 5.93 22634.64 21996.01 19971.406 3.90 12904.87 5077.60 3888.629 1.38 3387.507 5.986 4.70 21969.04 Ti (kg) 614.507 σi (kg/m2) 241.06 2120.610 28.37 27862.37 1182.73 7988.80 τi (kg/m2) 111.

56 26415.54 19518.03 5283.34 ΔAi (m2) 5.256 30.86 2661.256 βi (º) 34.95 2854.75 14271.65 1341.06 2661.15 12327.07 15409.992 34.208 3.458 αi (º) 30.42 1521.25 34658.81 3863.992 34.398 gr/cm3 = 1398.256 30.256 30.33 21295.256 30.20 15849.38 26415.292 0.789 5.20 1952.60 2738.789 5.93 3371.256 30.542 4.96 FS 1.75 6116.88 5780.256 30.789 5.94 13354.42 5171.26 1597.23 912.75 30581.789 σi (kg/m2) 304.992 0.256 30.09 8805.375 4.68 1521.25 10193.789 5.33 4563.375 1.44 8805.50 33459.042 2.992 34.66º L = 50 m L1 = 10 m Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) untuk Lereng Arah – 4 : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ΔLi (m) 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 ΔHi (m) 0.08 31225.38 3358.11 3863.0 kg/m3 80.68 4872.789 5.25 10193.22 836.14 2129.80 5136.875 1.99 3016.96 τri (kg/m2) 332.789 5.47 532.25 18348.792 4.99 887.51 2349.44 29937.000 0.25 30581.008 kg/cm2 = β α Sudut Geser Dalam Tanah : φ = 39.992 34.08 1845.15 Ti (kg) 1027.32 22893.75 Ni (kg) 1761.789 5.458 2.789 5.25 4367.466 .992 34.789 5.27 3081.625 3.992 34.789 5.13 2307.256 30.00 kg/m2 Ti 4 5 H = 35 m 3 2 1 Kohesi Tanah : Wi Ni c = 0.51 3954.256 30.34 7190.87 9245.33 1242.992 34.ANALISIS PERHITUNGAN FAKTOR KEAMANAN (FS) UNTUK LERENG ARAH – 4 Data Parameter Tanah (Hasil Pemeriksaan Laboratorium) : n Berat Volume Tanah : γ = 1.75 38736.40 887.256 30.25 1341.14 τi (kg/m2) 177.01 17463.992 34.992 34.958 5.75 22426.789 5.000 Wi (kg) 2038.256 30.05 3346.26 19371.96 4563.40 11299.47 15409.01 5136.25 26503.

03 τi (kg/m2) 223.36 11120.875 37.00 35442.00 kg/m2 Ti 4 5 H = 35 m 3 2 1 Kohesi Tanah : Wi Ni c = 0.93 1538.06 17298.18 42010.70 9381.471 32.342 .061 1.53 27103.38 22162.30 ΔAi (m2) 5.64 5037.471 32.90 Ti (kg) 1326.398 gr/cm3 = 1398.927 σi (kg/m2) 351.76 37068.06 3869.875 37.927 5.64 954.78 1055.000 0.875 37.471 32.73 28145.33 14594.59 FS 1.31 1567.471 32.471 32.50 2704.927 5.20 6633.875 37.49 2910.91 27183.768 2.20 5276.927 5.875 0.875 37.92 4017.76 5980.875 37.80 22933.0 kg/m3 80.07 17247.39 29752.591 αi (º) 32.63 4573.927 5.889 4.66º L = 45 m L1 = 10 m Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) untuk Lereng Arah – 5 : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ΔLi (m) 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 ΔHi (m) 0.927 5.773 1.67 9287.13 11940.61 33361.875 37.45 Ni (kg) 2084.86 671.000 Wi (kg) 2471.07 18763.46 17910.471 32.41 τri (kg/m2) 371.927 5.17 1392.76 2462.21 2121.00 22554.927 5.927 5.182 3.35 4454.ANALISIS PERHITUNGAN FAKTOR KEAMANAN (FS) UNTUK LERENG ARAH – 5 Data Parameter Tanah (Hasil Pemeriksaan Laboratorium) : n Berat Volume Tanah : γ = 1.471 32.471 32.471 32.60 10424.303 6.90 5970.875 37.48 22240.73 3980.471 βi (º) 37.927 5.94 3805.471 32.927 5.53 19901.33 4749.35 1758.49 3166.596 5.59 1119.010 4.67 3022.04 2014.15 1007.26 31273.354 1.07 3871.22 3357.87 6254.78 3288.64 12356.92 2462.475 3.21 7413.33 32125.09 1583.60 14594.008 kg/cm2 = β α Sudut Geser Dalam Tanah : φ = 39.

50 12232.103 6.45 32569.103 6.0 kg/m3 80.88 27523.186 41.20 22547.000 0.992 34.992 34.103 6.992 34.992 34.43 4310.41 3694.23 28024.50 Ni (kg) 2505.103 σi (kg/m2) 410.688 6.992 34.82 27558.94 12526.ANALISIS PERHITUNGAN FAKTOR KEAMANAN (FS) UNTUK LERENG ARAH – 6 Data Parameter Tanah (Hasil Pemeriksaan Laboratorium) : n Berat Volume Tanah : γ = 1.103 6.93 1781.76 10021.992 34.63 21406.750 αi (º) 34.13 33639.186 41.186 41.30 4925.38 2586.70 1441.40 4504.66º L = 40 m L1 = 10 m Analisis Perhitungan Faktor Keamanan (FS) untuk Lereng Arah – 6 : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ΔLi (m) 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 ΔHi (m) 0.70 2011.63 4163.88 ΔAi (m2) 6.103 6.36 22987.438 1.72 5261.063 3.54 2462.75 3735.60 12276.48 19290.219 .25 τri (kg/m2) 420.186 41.103 6.000 Wi (kg) 3058.08 37579.188 3.186 41.46 2052.103 6.313 2.35 26305.16 8768.31 1100.70 30063.43 2873.992 34.25 Ti (kg) 1753.398 gr/cm3 = 1398.38 39755.49 1231.563 5.34 862.78 3823.70 FS 1.103 6.01 5184.186 41.992 34.11 3448.63 45871.02 1436.07 3160.95 τi (kg/m2) 287.88 36697.57 17537.31 7515.992 βi (º) 41.79 21044.33 6157.13 9174.38 4515.35 5336.813 5.00 kg/m2 Ti 4 5 H = 35 m 3 2 1 Kohesi Tanah : Wi Ni c = 0.91 22798.186 41.37 15290.008 kg/cm2 = β α Sudut Geser Dalam Tanah : φ = 39.250 1.103 6.09 1149.992 34.16 3142.938 4.63 7014.84 1641.186 0.04 15783.

B. Latar Belakang Tujuan dan Manfaat Penelitian TINJAUAN PUSTAKA 2.6 Sketsa Lokasi Pengambilan Sampel Tanah di Lapangan Pengujian Sampel Tanah di Laboratorium Faktor Keamanan (Safety Factor.3 2.4 2.5 5. METODOLOGI PENELITIAN 4.2 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA .1 5.4 5.2 5.2 2.2 2. KESIMPULAN DAN SARAN 6.5 Pendahuluan Bentuk Keruntuhan Lereng Kuat Geser Tanah Faktor Keamanan Tipe Gerakan Tanah 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 6. PENDAHULUAN 1.1 2. DRAFT ARTIKEL ILMIAH Judul Penelitian : ANALISIS RESIKO KELONGSORAN PADA LOKASI DI SEKITAR PERKANTORAN WALIKOTA BUKITTINGGI 1.1 1.2 Tahapan Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian 4.3 5. SF) Analisis Resiko Peta Resiko 5.1 4.

ITB – Bidang KBK Struktur Rekayasa Struktur – RIWAYAT PENDIDIKAN (S1. 6. 2. 1. 6. Fakultas Teknik.unand. 2. No.com Tempat Teknik Sipil. 4. Universitas Andalas. 7. UNAND Teknik Sipil. Oscar Fithrah Nur.ac. 132 258 564 Padang / 16 Oktober 1974 Laki-Laki Penata Muda Tingkat I / III. UNAND Teknik Sipil. 4. 3. 5. 5. (0751) 812503 oscar@ft. MT.C. S3) Tahun 1992 – 1997 1998 – 2000 – BIDANG/RISET/SPESIALISASI/KEAHLIAN Konstruksi Beton Bertulang Konstruksi Beton Prategang Konstruksi Baja Konstruksi Kayu Perencanaan Struktur Tahan Gempa Perencanaan Struktur Bendungan Mekanika Tanah Stabilisasi Lereng Nama Mata Kuliah Konstruksi Kayu Konstruksi Baja II Analisa Struktur II Teori Getaran Rekayasa Gempa Struktur Beton Prategang Semester 5 6 6 7 7 8 Tempat Teknik Sipil. 8. UNAND Teknik Sipil. 1. Padang 0812 66 12174 . 2. UNAND Teknik Sipil. 3. S2.b Lektor – Teknik / Teknik Sipil Universitas Andalas Jurusan Teknik Sipil. Padang (25163) (0751) 72664 Komplek Cendana Parak Gadang Blok D No. Kampus Limau Manis. PERSONALIA PENELITIAN KETUA PENELITI DATA PRIBADI Nama Lengkap NIP Tempat/Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pangkat/Golongan Jabatan Fungsional Jabatan Struktural Fakultas/Jurusan Perguruan Tinggi Alamat Kantor Telp/Fax Alamat Rumah Telp/Fax Alamat E-mail Tingkat Strata 1 (S1) Strata 2 (S2) Strata 3 (S3) 1. UNAND Teknik Sipil. UNAND Teknik Sipil. UNAND MATA KULIAH YANG DIASUH (2 Tahun Terakhir) .id dan oscar_fithrah_nur@yahoo. Parak Gadang.

HEDS Seminar on Science and Technology. Kontrak ID No. Pekanbaru.) . Oscar Fithrah Nur dan Abdul Hakam. Abdul Hakam dan Oscar Fithrah Nur. Seminar of Advances on Concrete Technology and Structures. 14 April 2001 Kajian Eksperimental Perilaku Hubungan Eksterior Balok – Kolom Beton Pracetak Dengan Menggunakan Kolom – T terhadap Beban Siklik. 30 November 2007 (Oscar Fithrah Nur. Oscar Fithrah Nur. 2006 Perilaku Hubungan Eksterior Balok-Kolom Beton Pracetak Sistem Kolom Berbentuk – T. 1 Thn. Oscar Fithrah Nur dan Riza Aryanti. Analisis Perilaku Struktur Joint Balok-Kolom Beton Bertulang dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Nonlinear. 2003. DAFTAR PENELITIAN 1. C03-128-CI-85. 29 – 34. 2003. Fakultas Teknik Universitas Andalas Padang. Tahun) 1. (HEDS Project Tahun Anggaran 2003) 2. 25 Vol. Tempat. Pengarang. MT. XIII April 2006. XIII April 2006. Fakultas Teknik Universitas Andalas Padang. 1 Thn. 4. July 7th – 8th. 70 – 75. Jurnal Teknika No. pp. Padang. 2006 Peta Resiko Kelongsoran Kantor Walikota Bukittinggi. Analysis of Behavior of Reinforced Concrete Beam – Column Joint Structure by Nonlinear Finite Element Method. Padang. Penelitian Dana SDPF 2003. 2004. Oscar Fithrah Nur. Nama Jurnal. Analisis Kestabilan Lereng Bukit untuk Lokasi Perkantoran. pp.DAFTAR PUBLIKASI PENELITIAN (Judul. Jurnal Teknika No. Oscar Fithrah Nur. 25 Vol. 5. Padang. 3. Seminar Sehari Hasil-Hasil Penelitian Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Andalas.

ac. Padang (25163) (0751) 72664 Jl. Padang (0751) 52296 riza@ft. UNAND DAFTAR PUBLIKASI PENELITIAN (Judul. 132 163 524 Padang/30 April 1972 Perempuan Penata / III.id BIDANG/RISET/SPESIALISASI/KEAHLIAN Konstruksi Beton Bertulang Perencanaan Struktur Tahan Gempa Konstruksi Baja MATA KULIAH YANG DIASUH (2 Tahun terakhir) No. Analisa Kurva Hysteresis Joint Balok-Kolom Eksterior Pracetak di Bawah Beban Siklik. ANGGOTA PENELITI DATA PRIBADI Nama Lengkap NIP Tempat/Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pangkat/Golongan Jabatan Fungsional Jabatan Struktural Fakultas/Jurusan Perguruan Tinggi Alamat Kantor Telp/Fax Alamat Rumah Telp/Fax Alamat E-mail RIWAYAT PENDIDIKAN Tingkat Strata 1 (S1) Strata 2 (S2) Strata 3 (S3) 1 2 3 Tahun 1991 – 1996 1998 – 2001 – Tempat Teknik Sipil. 1 (ISSN : 0854-8471) Kajian Eksperimental Beton Berserat.co. 3. 3. Alex Kurniawandy & Riza Aryanti. Tempat. 2. UNAND Teknik Sipil. . Nama Jurnal. MT. Jurnal Teknika No. 23 Thn XII April 2004 Vol. Tahun) 1. Penerapan Konsep Disain Kapasitas pada Perencanaan Struktur Tahan Gempa. Riza Aryanti.2.unand. 2 Oktober 2004.c Lektor – Teknik / Teknik Sipil Universitas Andalas Jurusan Teknik Sipil. Nama Mata Kuliah Konstruksi Baja I Konstruksi Beton I Konstruksi Beton II Rekayasa Gempa Semester 5 5 6 8 Tempat Teknik Sipil. 1. Jurnal Ilmiah Rekayasa & Bisnis Vol. 3 No. Aminsyah. 2.id dan rizaaryanti@yahoo. Jurnal Teknika No. Tanjung Pinang N/2 Wisma Indah IV Siteba. UNAND Teknik Sipil. Kampus UNAND Limau Manis. Riza Aryanti & M. 4. 23 Thn XII April 2004 Vol 1 (ISSN : 0854-8471). UNAND Teknik Sipil. UNAND Teknik Sipil. Pengarang. ITB – Bidang KBK Struktur Rekayasa Struktur – Riza Aryanti.

2003. 30 November 2007 (Riza Aryanti. 1996. Analisis Linear Elastic Fracture Mechanic dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga. Kontrak ID. 2. (HEDS Project Tahun Anggaran 2003) Padang. Kajian Eksperimental Joint Balok-Kolom Eksterior Pracetak di Bawah Beban Siklik. Riza Aryanti. No. Universitas Andalas.) .DAFTAR PENELITIAN 1. MT. Insititut Teknologi Bandung. C03-124-CI-85. Tesis Magister. Oscar Fithrah Nur & Riza Aryanti. 2001. Skripsi. Analisis Perilaku Struktur Joint Balok-Kolom Beton Bertulang dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Nonlinear. 3. Laporan Penelitian Dana SDPF 2003. Riza Aryanti.