ANDAL

BAB IV

RUANG LINGKUP STUDI
4.1.

Dampak Penting Yang Ditelaah

Dampak penting yang ditelaah dalam studi Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) kegiatan Pembangunan Jalan TOL Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono adalah sesuai dengan hasil pelingkupan dalam kerangka acuan (KA-ANDAL). Dampak-dampak penting tersebut adalah : Dampak Terhadap Komponen Lingkungan Fisik Kimia: 1. Perubahan bentang alam 2. Kualitas udara 3. Kebisingan 4. Getaran 5. Lalu Lintas 6. Geologi (kestabilan tanah) 7. Pola hidrologi/Irigasi 8. Kualitas air 9. Tata guna lahan 10. Erosi 11. Banjir dan genangan 12. Aksesibilitas 13. Utilitas 14. Kerusakan jalan 15. Resapan air Lingkungan Biologi: 16. Vegetasi darat Lingkungan Sosial-Ekonomi-Budaya: 17. Lapangan kerja 18. Peluang usaha
Pembangunan Jalan Tol Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono IV - 1

dan vegetasi sehingga perubahan bentang alam dikelompokkan dampak penting hipotetik. 3.2 . sehingga dikelompokkan dalam dampak penting hipotetik. pemasangan tiang pancang dan operasional jalan tol menimbulkan peningkatan kebisingan. Perekonomian masyarakat 21. yang Pembangunan Jalan Tol Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono IV . Kebisingan yang berlebihan menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan kesehatan masyarakat sekitar kegiatan. Perekonomian daerah 23. Perubahan bentang alam Perubahan bentang alam terjadi dengan adanya pembersihan lahan dan pekerjaan tanah (galian dan timbunan). Persepsi masyarakat 24. Penurunan kualitas udara dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat sekitar kegiatan.ANDAL 19. Sanitasi lingkungan 27. Kesehatan dan keselamatan kerja Lingkungan Kesehatan Masyarakat: 26. kondisi geologi. Kualitas udara Kegiatan mobilisasi peralatan. Peningkatan kebisingan dikelompokkan dampak penting hipotetik. pola hidrologi. Dinamika sosial 25. 4. Pekerjaan galian dan timbunan akan mempengaruhi bentuk topografi. 2. pembersihan lahan. Pendapatan masyarakat 20. Perubahan pemanfaatan lahan 22. galian dan timbunan dan operasional jalan tol dapat menimbulkan perubahan kualitas udara yang disebabkan peningkatan debu dan gas polutan. Getaran Kegiatan pemancangan tiang diprakirakan menimbulkan dampak getaran. Kebisingan Kegiatan mobilisasi alat & material. Kesehatan masyarakat Uraian masing-masing dampak yang ditelaah adalah sebagai berikut: 1.

8. perubahan pola aliran air tanah. Pembangunan Jalan Tol Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono IV .3 . kondisi muka air tanah bebas dan air tanah tertekan dan kualitasnya. sedangkan perubahan pola aliran air tanah akan mempengaruhi kestabilan konstruksi badan jalan. Sehingga perubahan pola hidrologi termasuk dalam dampak penting hipotetik. 7. Tata guna lahan Perubahan tata guna lahan pertanian menjadi jalan tol akan berdampak pada kehilangan pendapatan petani. 6. 9. 5. Gangguan saluran irigasi akan mempengaruhi tingkat produktivitas. Perubahan tata guna lahan dikelompokkan dampak penting hipotetik. indeks pertanaman. Dampak ini dikelompokkan sebagai dampak penting hipotetik. Pola hidrologi/Irigasi Dengan terpotongnya saluran irigasi teknis yang ada dan tingkat kepadatan areal konstruksi badan jalan menyebabkan perubahan pola aliran air permukaan dan air tanah. Lalu Lintas Mobilisasi alat dan material akan memberikan dampak pada kelancaran lalu lintas pada jalan-jalan eksisting yang dilalui. Kualitas air Kegiatan pembersihan lahan dan pekerjaan tanah pada musim hujan berpotensi menimbulkan erosi dan kekeruhan air sungai. Perubahan komponen kualitas air termasuk dampak penting hipotetik. ketahanan pangan dan produksi pertanian. Pola aliran air permukaan (saluran irigasi) akan mempengaruhi teknis pengairan yang telah ada. Geologi (kestabilan tanah) Penimbunan daerah-daerah yang rendah dan penggalian tanah (cut and fill) yang kurang mengikuti prosedur menimbulkan kestabilan tanah terganggu seperti longsor. Dengan demikian komponen geologi termasuk dampak penting hipotetik.ANDAL dikelompokkan sebagai dampak penting hipotetik.

12. Erosi Kegiatan pembersihan lahan dan pekerjaan tanah (cut and fill) akan membuka lahan yang awal bervegetasi menjadi gundul dan terusiknya tanah asli. diperoleh informasi bahwa rute tol akan memotong pipa BBM Pertamina.4 . Dampak ini dikelompokkan sebagai dampak penting hipotetik. Aksesibilitas dikelompokkan dampak penting hipotetik. Dampak ini dikelompokkan sebagai dampak penting hipotetik. 11. Pada saat dengar pendapat di Kabupaten Klaten. Resapan air Dengan adanya perubahan peruntukan lahan yang awalnya merupakan areal Pembangunan Jalan Tol Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono IV . Sehingga komponen erosi dikelompokkan dalam dampak penting hipotetik. Banjir dan genangan Perubahan bentang alam dan perubahan pola hidrologi kemungkinan dapat menimbulkan banjir/genangan saat musim hujan. Kerusakan jalan Pengangkutan material urug dan material konstruksi jalan dari quarry melalui jalanjalan kabupaten/nasional dapat menyebabkan kerusakan pada jalan tersebut.ANDAL 10. Aksesibilitas Pelaksanaan pekerjaan struktur jalan pada tempat-tempat yang berpotongan (pembangunan overpass dan underpass) dengan jalan lokal berpotensi mengganggu aksesibilitas sehari-hari masyarakat setempat. Utilitas Pembersihan lahan dan pekerjaan tanah akan memberikan dampak pada keberadaan utilitas eksisting (pipa gas) dan rel kereta api yang berpotongan dengan rute tol. Sehingga komponen ini termasuk dampak penting hipotetik. Dengan kondisik tanah terusik dan gundul akan mempermudah terjadinya erosi. 15. Banjir/genangan menimbulkan kerugian besar dan persepsi kurang baik masyarakat terhadap proyek. 13. 14. Hal ini menyebabkan meningkatnya kandungan TSS pada air permukaan yang akan mempengaruhi kualitas air permukaan/air sungai.

maka akan merubah nilai koefisienen run off (kurang dapat meresapkan air). 17. yang berpengaruh juga terhadap kondisi kamtibmas dan persepsi masyarakat terhadap proyek. sehingga dapat meningkatkan perekonomian setempat. Penyerapan tenaga kerja ini akan mengurangi jumlah pengangguran dan tentunya meningkatkan pendapatan keluarga. 16. Kesimpulan: komponen vegetasi dikelompokkan dampak penting hipotetik. Pendapatan Masyarakat Dampak pada pendapatan masyarakat bersumber dari upah tenaga kerja dan pendapatan dari peluang usaha baru sehubungan dengan dioperasikannya jalan tol. Perekonomian Masyarakat Dengan meningkatnya peluang usaha di wilayah yang dilalui rute jalan tol akan meningkatkan perekonomian setempat antara lain sebagai pedagang atau petugas Pembangunan Jalan Tol Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono IV . Dampak ini dikelompokkan sebagai dampak penting hipotetik.5 . 18. 19.ANDAL persawahan dan hutan yang cukup mudah untuk meresapkan air menjadi areal yang tertutup oleh jalan yang diperkeras dengan beton. maka pada proyek ini banyak dibutuhkan tenaga kerja baik tenaga ahli dan tenaga penunjang. Dampak terhadap peluang usaha digolongkan dalam dampak penting hipotetik. Dampak digolongkan dampak penting hipotetik. Komponen ini digolongkan dalam dampak penting hipotetik. Peluang usaha Dengan adanya jalan tol ini diharapkan akan membuka wilayah yang dilalui rute ini. Lapangan kerja Dengan adanya berbagai jenis pekerjaan dalam pembangunan jalan tol yang memerlukan tenaga. sehingga jumlah dan jenis vegetasi yang ada berkurang dan kemungkinan sebagian vegetasi ini bernilai ekonomis (hutan jati). terkait dengan mudahnya akses ke wilayah lain. Vegetasi darat Dengan pembukaan lahan untuk kepentingan pembangunan jalan tol ini terpaksa harus melakukan penebangan pohon pada daerah yang dilalui rute jalan tol. 20.

ANDAL parkir pada rest area jalan tol. Kepastian dukungan tersebut sangat diharapkan. Perubahan pemanfaatan lahan Keterbukaan wilayah yang dilalui rute jalan tol akan dibarengi perubahan pola pemanfaatan lahan. Pembangunan Jalan Tol Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono IV . Kesehatan dan Keselamatan Kerja Setiap jenis kegiatan pada tahap konstruksi akan beresiko terhadap keselamatan pekerja. Perekonomian Daerah Dampak ini cukup Kontribusi hasil operasional jalan tol ke Pemerintah Daerah. Hal ini dapat meresahkan masyarakat (dinamika sosial) terutama yang tanahnya dilalui jalan tol dan juga dapat menghambat proses pengadaan lahan. Peningkatan PAD akan mendorong pembangunan daerah setempat. pengelolaan jalan lokal/aksesibilitas penduduk yang berpotongan jalan tol. 24. perlu diwaspadai kemungkinan adanya spekulan tanah dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat atas proses ganti rugi. sehingga dampak ini digolongkan dampak penting hipotetik. 22. sehingga komponen lingkungan kemungkinan adanya spekulan tanah digolongkan dalam dampak penting hipotetik. agar tujuan proyek dapat tercapai seperti yang diharapkan. 25. 23. Dampak digolongkan dampak penting hipotetik. Keselamatan dan kesehatan pekerja pada saat konstruksi harus mendapat perhatian serius sehingga komponen ini digolongkan dampak penting hipotetik. termasuk konversi penggunaan lahan. penting sehingga digolongkan dalam dampak penting hipotetik. 21. Dinamika Sosial Pada saat pelaksanaan pembebasan lahan. Persepsi masyarakat Setiap kegiatan yang direncanakan atau dilaksanakan perlu mendapat dukungan dari masyarakat di sekitar proyek. sehingga komponen lingkungan persepsi masyarakat digolongkan dalam dampak penting hipotetik. Persepsi yang terbentuk dimasyarakat antara lain terkait dengan proses pembebasan.6 . menjadi salah satu sumber peningkatan PAD.

Kesehatan masyarakat Kesehatan masyarakat merupakan dampak lanjutan dari kualitas lingkungan dan menjadi isu pokok lingkungan. vegetasi dan pola hidrologi Penurunan kualitas udara dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat terutama yang berada di sekitar kegiatan 2 Kualitas udara 3 Kebisingan Kebisingan mempengaruhi ketidaknyamanan dan gangguan kesehatan masyarakat 4 5 Getaran Lalu lintas Pemancangan tiang pancang menimbulkan getaran Dengan bangkitan volume lalu lintas.ANDAL 26. Komponen ini perlu mendapat perhatian karena terkait dengan kesehatan masyarakat. Tabel 4. ceceran tanah. sampah. dan sebagainya). pembersihan lahan dan pekerjaan tanah berpotensi menimbulkan dampak pada sanitasi lingkungan (debu.1.7 . maka menimbulkan kecelakaan oleh kendaraan material 6 Geologi (kestabilan Kestabilan tanah yang kurang baik Pembangunan Jalan Tol Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono IV . Sanitasi lingkungan Kegiatan mobilisasi alat & material. sehingga komponen ini digolongkan dalam dampak penting hipotetik. 27. Ringkasan komponen dampak penting dan kegiatan yang menimbulkannya No 1 Komponen Dampak Penting Perubahan bentang alam Kegiatan Yang Menimbulkan Dampak • Pembersihan lahan • Pekerjaan tanah (Cut and fill) • Mobilisasi peralatan • Pembersihan lahan • Pekerjaan tanah (Cut and fill) • Demobilisasi alat • Operasional jalan tol • Mobilisasi alat dan material • Pemasangan tiang pancang • Demobilisasi alat • Operasional jalan tol Pemancangan tiang pancang • Mobilisasi alat dan material • Demobilisasi alat • Operasional jalan tol • Pemeliharan jalan tol Pekerjaan tanah Keterkaitan Antar Dampak Perubahan bentang alam mempengaruhi bentuk topografi. sehingga komponen ini dogolongkan dampak penting hipotetik.

8 . Ngawen. Kec. Klaten dan perpotongan dengan SUTET Mobilisasi material melalui jalan nasional/kbupaten dapat meyebabkan kerusakan jalan Perubahan lahan persawahan dan hutan menjadi lahan tertutup (beton) merubahn nilai koefisien run off Penabangan vegetasi diareal rute jalan tol mengurangi sebagian vegetasi yang bernilai ekonomis (jati) Membuka peluang kerja dan mengurangi pengang-guran serta meningkatkan pendapatan keluarga dan kantibmas Dengan kemudahan ekses ke wilayah lain diharapkan meningkatkan gairah 16 Vegetasi darat Pembersihan lahan 17 Lapangan kerja 18 Peluang usaha • Mobilisasi tenaga kerja • Perekrutan tenaga kerja operasional Operasional jalan tol Pembangunan Jalan Tol Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono IV . Kab.ANDAL No 7 Komponen Dampak Penting lereng) Pola hidrologi/irigasi Kegiatan Yang Menimbulkan Dampak • Pembersihan lahan • Pekerjaan tanah (Cut and fill) • Pekerjaan talud • Pembangunan jembatan dan pemasangan box culvert • Pembersihan lahan • Pekerjaan tanah (Cut and fill) Pembebasan lahan Keterkaitan Antar Dampak menimbulkan potensi longsor Perubahan pola hidrologi dapat mempengaruhi produkvitas pertanian 8 Kualitas air Peningkatan TSS oleh peningkatan erosi tanah menurunkan kualitas air permukaan Perubahan tata guna lahan dari pertanian menjadi non pertanian mempengaruhi produktivitas pertanian Erosi mempengaruhi kualitas air permukaan 9 Tata guna lahan 10 Erosi 11 Banjir/ genangan 12 Aksesibilitas 13 Utilitas 14 15 Kerusakan jalan Resapan air • Pembersihan lahan • Pekerjaan tanah (Cut and fill) • Pembersihan lahan • Pekerjaan tanah (Cut and fill) • Pelaksanaan struktur jalan • Mobilisasi alat dan material • Pembersihan lahan • Pekerjaan tanah (Cut and fill) Mobilisasi material Pembersihan lahan Kejadian banjir yang diakibatkan pembangunan jalan tol memicu persepsi negatip masyarakat Dengan kemudahan dalam hal transportasi diharapkan dapat memicu pertumbuhan perekonomian daerah sekitar Rute tol memotong pipa BBM Pertamina di desa Manjung.

termasuk konversi penggunaan lahan Kontribusi hasil operasional jalan tol ke Pemerintah Daerah Persepsi yang terbentuk dimasyarakat antara lain terkait dengan proses pembebasan. pengelolaan jalan lokal/aksesibilitas penduduk yang berpotongan jalan tol 24 Dinamika sosial Ketidaktahuan masyarakat dapat dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntungan pribadi 25 26 Kesehatan dan selamatan kerja Sanitasi lingkungan ke- Keselamatan dan kesehatan pekerja pada saat konstruksi harus mendapat perhatian serius Peningkatan debu dan sampah serta ceceran tanah berdampak pada sanitasi lingkungan 27 Kesehatan masyarakat Kesehatan masyarakat merupakan dampak lanjutan dari kualitas Pembangunan Jalan Tol Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono IV .9 .ANDAL No 19 Komponen Dampak Penting Pendapatan masyarakat Kegiatan Yang Menimbulkan Dampak • Mobilisasi tenaga kerja • Operasional jalan tol • Mobilisasi tenaga kerja • Operasional jalan to Operasional jalan tol Keterkaitan Antar Dampak perekonomian setempat Upah tenaga kerja 20 Perekonomian masyarakat Peningkatan peluang usaha 21 Perubahan lahan pemanfaatan 22 23 Perekonomian daerah Persepsi masyarakat Operasional jalan tol • Publikasi dan sosialisasi • Survei dan pengukuran rute jalan • Pembebasan lahan • Mobilisasi tenaga kerja • Pembuatan fasilitas umum • Perekrutan tenaga kerja operasional • Pembebasan lahan • Mobilisasi tenaga kerja • Perekrutan tenaga kerja operasional Kegiatan konstruksi • Mobilisasi peralatan • Pembersihan lahan • Pekerjaan tanah (Cut and fill) • Demobilisasi alat • Pembuangan tanah • Operasional jalan tol • Mobilisasi peralatan Keterbukaan wilayah yang dilalui rute jalan tol akan dibarengi perubahan pola pemanfaatan lahan.

Solodiran. kecamatan dan desa disajikan pada tabel 4. Kwaren. Malangjiwan. Granting. Delanggu. Batas proyek sebagaimana tercantum pada peta wilayah studi di bawah:     Jalan Tol Ruas Yogyakarta –Solo: ± 40. Karang Nongko. Solo – Mantingan. Batas Proyek Batas proyek adalah tapak proyek pembangunan dan pengoperasian Jalan Tol Ruas Yogyakarta –Solo. Nangsri. Menden.2. Batas Wilayah Studi Sesuai dengan Pedoman Penyusunan AMDAL (Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Polanharjo. Ngawi – Kertosono. Kebonarum.10 . Senden. Jalan Tol Ruas Mantingan – Ngawi: ± 34 km (rumija 70 m). Mantingan – Ngawi. Wilayah Yang Dilalui Rencana Jalan Tol No 1 2 Kabupaten Sleman Klaten Kecamatan Ngemplak dan Kalasan Prambanan. batas administrasi. Batas Administrasi Batas administrasi merupakan wilayah administrasi dimana lokasi proyek berada.ANDAL No Komponen Dampak Penting Kegiatan Yang Menimbulkan Dampak • Pembersihan lahan • Pekerjaan tanah (Cut and fill) Keterkaitan Antar Dampak lingkungan 4.1 km (rumija 70 m). Tempursari. . Kadirejo. batas wilayah studi AMDAL ditentukan oleh 5 jenis batas. Ngawen. 5 km (rumija 70 m).2 Tabel 4. Klaten Utara. Manisrenggo. Jalan Tol Ruas Ngawi – Kertosono: ± 87 km (rumija 70 m). Dompyongan. Manjungan. Jalan Tol Ruas Solo – Mantingan: ± 56. Pembangunan Jalan Tol Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono IV . batas social dan batas teknis. Karanganom. Selomartani dan Tamanmartani Taskombang. Joho. batas ekologis. Jogonalan. daftar kabupaten. Gumul. Pluneng. Ngawen. Grundul. tentang Pedoman Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). yaitu batas proyek. Jumlah Desa 4 34 . Purwamartani. 8 tahun 2006.2. Klaten Desa Wedomartani. Joton.

Banaran Kulon. Pelang Lor.11 . Beran. Baderan Jeruk. Kartoharjo. Jurangjero. Singopadu. Kemlokolegi. Pandak. Sawahan. Brangkal. Ngabeyan. Cepokosawit. Nogosari 12 4 5 Karang Anyar Sragen Gondangrejo. Bongsoputro. Karangturi. Banaran Wetan. Jebukan. Pecul. Gringging. Kebonromo. Baron. Sidodadi. Tangkil. Sawahan. Karanganyar. Bangun Rejo Kidul. Sukomoro. Pule. Borongan. Wonoayu. Kuwiran. Setren. Watualang. Bandung. Ngawi 23 7 8 Magetan Madiun Kartoharjo Balerejo. Borongan. Denggungan. Paron. Waru Karangmalang. Ngaran. Sambung Macan 6 Ngawi Mantingan.ANDAL No Kabupaten Kecamatan Selatan dan Polanharjo Desa Beku. Bagor. Klumutan. Banyuurip. Ngale. kebisingan Pembangunan Jalan Tol Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono IV . Batas Ekologis Batas ekologis ditentukan dengan memperhatikan perkiraan luas persebaran dampak. Karanglo. Nganjuk. Pandeayan. Glonggongan. Kemasan. Widodaren. Waung. Kedungrejo. Kedungrejo. yaitu radius pengaruh dampak pembangunan jalan terhadap kualitas udara. Karang Tengah. Pajaran. Keprabon. Jumlah Desa 3 Boyolali Sawit. Turus. Mojorembun. Jipangan. Sawahan Pilang Saradan. Kranggan. Sukoharjo. Sidolaju. Sragen. Kersikan. Sidomulyo. Ngemplak. Banyudono. Polan. Putren. Pengkol. Jururejo. Jati. Bumiaji. Gendingan. Kasreman. Ngrami. Kramat Kebak 6 19 Masaran. Ngrampal. Jatikuwung. Gempol. Banaran Wetan. Toyogo Kedungrejo. Wonorejo Wonorejo. Duyungan. Bagi. Sambirejo. Sukorejo. Bandungan. Kuwu. Jetak. Kersoharjo. Geneng. 4 16 9 Nganjuk Rejoso. Kebak. Kedung Galar. Wilangan. Tanjunganom. Pisang. Pringanom. Sidoharjo. Bungur. Gunungan. Gemarang. Pandantoyo. Kenceng. Kedungpacul. Dempel. Sukowidi. Krikilan. Bagor Wetan. Klitik. Warurejo. Kertosono 23 . Sidoharjo. Purworejo. Purwosuman. Cabean Kedungdowo. Donohudan. Patian Rowo. Batan. Klampisan. Jeruksawit. Kedungdowo. Sambirejo. Nglundo. Kedongjati. Kedunggalar. Widodaren. Kenteng. Kemaduh. Jengkrik. Mantingan. Jembungan.

dalam hal ini adalah pemukiman penduduk sepanjang rencana ruas jalan dan desa-desa yang dilalui kendaraan-kendaraan berat pada tahap konstruksi.3. 4. Radius persebaran dampak pada kualitas udara dan kebisingan diprakirakan mencapai 200 m kiri kanan jalan. Selanjutnya batas-batas proyek. di atas. persebaran emisi pada udara dapat mencapai radius yang lebih jauh (± 400m). ekologis dan sosial disajikan pada Gambar 4. administrasi. Batas Waktu Kajian Batas waktu kajian yang digunakan dalam melakukan prakiraan dan evaluasi dampak dalam kajian ANDAL ini adalah selama 30 tahun umur rencana pengoperasian jalan tol. Aliran air sungai yang semakin cepat pada musim hujan akan memberikan pengaruh penyebaran dampak kekeruhan yang semakin jauh. 1980).2. Pada perpotongan rencana tol dengan jalan arteri. dengan mengacu referensi yang menyebutkan pengaruh persebaran emisi pada udara masih ada pada radius 200 m (Rau dan Wotten. Kemudian persebaran dampak kekeruhan pada kualitas air sungai dipengaruhi kecepatan aliran air sungai. Desa-desa yang terpengaruh rute jalan tol sebagaimana Tabel 4.ANDAL dan kuantitas air permukaan (terkait kegiatan cut and fill). dapat mencapai ± 500m. sesuai arah angin.12 . Pembangunan Jalan Tol Ruas Yogya-Solo-Mantingan-Ngawi-Kertosono IV . . Batas Sosial Batas sosial merupakan ruang tempat berlangsungnya berbagai interaksi sosial.1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful