Anda di halaman 1dari 16

Miswan Thahadi

uantum

Dakwah & Tarbiyah

Menuju Kemenangan Islam di Pentas Peradaban

Penerbit :

Judul Buku: Quantum Dakwah dan Tarbiyah Penulis: Miswan Thahadi Editor: Abdul Hakim Buya Ammar Tata Letak: Prayitno Korektor: Rizki Fauzan H. Penerbit: Al-Itishom Cahaya Umat Jl. Pemuda III No. 10, Rawamangun - Jakarta Timur Telp: 021-4702683 Fax: 021-4701795 www.al-itishom.co.id

b
iv

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

BERITA DARI LANGIT


Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, beramal shalih, seraya berkata, Sesungguhnya aku termasuk kaum muslimin (yang berserah diri kepada Allah)? Tidaklah sama antara kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang di antara kamu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. (Fushshilat: 33-34)

PESAN SANG TELADAN


Wahai Ali, sungguh, sekiranya Allah memberi hidayah seseorang karena dakwahmu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah.

(h.r. Bukhari dan Muslim)

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

B
v

SAMUDRA KEHIDUPAN
(Nasyid Shautul Harakah)

Mengarungi samudra kehidupan Kita ibarat para pengembara Hidup ini adalah perjuangan Tiada masa tuk berpangku tangan Setiap tetes peluh dan darah Tak akan sirna di telan masa Segores luka di jalan Allah kan menjadi saksi pengorbanan Allahu ghayatuna Ar-Rasulu qudwatuna Al-Quranu dusturuna Al-Jihadu sabiluna Al-mautu fi sabilillah... ... asma amanina Allah adalah tujuan kami Rasulullah teladan kami Al-Quran pedoman hidup kami Jihad adalah jalan juang kami Mati di jalan Allah adalah... ... cita-cita kami tertinggi
vi
QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

PRAWACANA

Semua karena Cinta


Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam untuk Muhammad bin Abdillah, Rasul dan kekasih Allah, beserta keluarga, sahabat, dan setiap orang yang menapaki jejak perjuangan beliau hingga hari Kiamat. Amiin... Adalah sebuah keajaiban buku ini benar-benar bisa lahir ke alam nyata dan berbicara di hadapan pembaca. Saya katakan ini sebuah keajaiban karena satu tahun lebih sejak gagasan untuk menulis buku ini singgah di benak saya, peperangan demi peperangan terpaksa harus saya hadapi. Peperangan pertama adalah melawan keterbatasan ilmu dan wawasan sendiri yang sangat tidak memadai untuk mengungkap hakikat-hakikat besar yang harus saya tulis. Bagaimana mungkin seorang Miswan Thahadi yang hanya pernah mondok ala-kadarnya harus menulis tentang dakwah dan tarbiyahquantum lagi yang bukan hanya meniscayakan pijakan referensi dan argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, tapi juga harus punya daya dobrak yang cukup kuat (quwwatul-indifa) bagi pembaca untuk selalu berani melakukan terobosan-terobosan dalam menggesah perjalanan dakwah yang penuh berkah ini. Sampai di sini saya menunggu-nunggu, kiranya ada di antara para masyayikh (sesepuh) dakwah yang lebih kompeten sudah menulis sebagaimana yang saya maksud. Sewaktu ada kesempatan vii

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

ke Jakarta, Juni 2006, saya singgah ke toko buku Al-Itishom di Rawamangun. Alhamdulillah, saya menemukan buku Quantum Tarbiyah: Mencetak Kader Serbabisa yang ditulis oleh Ustadz Solikhin Abu Izzuddin. Sebagian isinya sedikit-sedikit nyangkut dengan pikiran saya. Tapi itu terlalu sedikit. Sebagian besar masih belum nyambung. Karena itu, saya merasa harus tetap menuliskannya, dengan segala keterbatasan ilmu yang ada, tentunya. Peperangan kedua adalah menghadapi ancaman Allah yang sangat dahsyat atas mereka yang mengatakan apa yang tidak dilakukannya. Jujur saja, ketika niat menulis buku itu sudah bulat dan beberapa referensi sudah sempat saya baca, bulu kuduk saya merinding. Apa yang harus saya tulis ternyata sebagian besar masih merupakan pikiran-pikiran. Delum banyak yang sudah terwujud menjadi praktik nyata dalam keseharian saya. Padahal Allah berfirman, Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan (Ash-Shaff: 2-3) Sampai di sini saya kembali berharap kiranya ada di antara para dai yang telah mampu merealisasikan idealisme-idealismenya di jalan dakwah mau sedikit agak bersusah-payah menuliskan pengalamannya. Kalau saya yang menulis, di samping takut ancaman Allah tersebut, rasanya terlalu tidak tahu diri. Apa sih yang sudah dilakukan oleh Miswan Thahadi, kok berani-beraninya menggurui orang lain yang lebih patut menjadi gurunya? Namun, pikiran seperti itu segera saya koreksi. Tidak seharusnya saya berpikir demikian. Mengapa sesuatu yang memang baik, tidak saya lakukan? Soal belum bisa mengamalkan, justru dengan menuliskannya akan menjadi cambuk bagi diri saya sendiri untuk mengejar ketertinggalan dalam amal kebajikan. Bukankah salah satu

b
viii

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

di antara kaidah Quantum Dakwah dan Tarbiyah yang saya tulis adalah Menjadi Shalih dengan Berdakwah? Mengapa saya tidak memulai dari diri sendiri? Apalagi ketika di pesantren dulu saya juga sempat ngaji hadits, Barangsiapa yang menyembunyikan ilmu, maka pada hari Kiamat nanti Allah swt. akan membelenggunya dengan belenggu dari api neraka. (h.r. Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Alhamdulillah, peperangan kedua ini juga bisa saya menangkan. Ternyata, masih ada peperangan ketiga yang harus saya hadapi, yaitu saya harus bisa memilah dan memilih aktivitas-aktivitas yang paling penting dan paling mendesak di antara berbagai kegiatan yang penting dan mendesak. Ternyata, itu benar-benar sangat tidak mudah. Bagi saya yang masih serba-kekurangan ini, menulis buku tentu bukan kegiatan mudah yang bisa saya lakukan sambil lalu. Sementara sebagai seorang dai yang sengaja dikirim ke daerah, saya harus benar-benar serius mentarbiyah umat, membina halaqah dan majelis-majelis talim yang jumlahnya terus bertambah. Belum lagi sebagai anggota DPRD yang masih belajar, saya harus pandai-pandai menyiasati berbagai kegiatan dinas yang banyak di antaranya sebenarnya tidak penting, tapi ternyata mendesak juga untuk saya ikuti. Selain berbagai aktivitas kepartaian, yayasan dan kemasyarakatan yang mau tidak mau harus juga saya jalankandan atau saya ikutidengan sebaik-baiknya. Alhamdulillah, saudara-saudara saya sesama penggiat dakwah di Pasir: Ustadz Shofwan, Fathurrahman, Saleh, Kuswadi, Sutopo, Taufiq, Nurdin, Huzairin, Nizar, Muksin, Ahmad, Ngadimin, Wargiono, Muhtadin, Aksa, Kasim, dan lainnya yang tidak mungkin saya sebut satu per satu, yang dengan sangat dewasa bisa memahami segala keterbatasan saya, dan dengan limpahan cintanyakarena Allahmemberikan support yang luar biasa, sehingga segala sesuatu bisa berjalan dengan sebaik-baiknya, dan

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

B
ix

buku ini akhirnya benar-benar bisa hadir menjumpai pembaca. Untuk itu semua, saya mengucapkan Jazakumullah khairan katsiran. Hanya Allah yang mengetahui balasan terbaik yang paling tepat buat masing-masing. Istimewa buat istri kedua saya yang sangat saya cintai: Wiwin Rahma Suryanti. Saya tidak menemukan kata yang bisa mewakili ungkapan cinta dan kasih sayang ini selain ketulusan hati bahwa demi keabadian cinta kita hingga ke surga, terpaksa saya harus sering-sering menomorduakan Dinda. Kalau bukan karena pengertian, kesabaran dan ketulusan cinta Dinda, selain dorongan yang tak pernah henti, buku ini tidak akan pernah ada. Buat Mutsla, Fudhla, Muhammad, Nukhbah, dan Isa, Abi sangat sayang kepada kalian. Rajin-rajin belajar, ya? Jangan lupa shalat dan ngaji! Jaga dan tingkatkan terus tahfidz-nya, ya? Jadilah generasi baru mujahidin dan mujahidat yang siap meneruskan langkah-langkah Abiyang sampai kini masih belum juga bisa optimal mengusung dakwah yang penuh berkah inihingga Allah memenangkan kita, atau kita semua hancur karenanya. Isa, tos dulu! Yes.... Kagm Bapak kal Emak. Dalm ngaturakn sungkm, nyuwun agung pangapuntn, ngantos smntn dalm drng sagt ngabkti kanti sastunipun. Dalm namung nyuwun datng Allah; Mugi Bapak kal Emak tansah pinaringan wilujng, fid-dunya wal-akhirah. Kak Han dan adik-adik; To, Lis, Sis, Endi, dan Hudi beserta istri dan atau suami masing-masing. Kompak selalu di jalan dakwah yang penuh berkah ini! Pak Najih, Pak Marzuki, Pak Dul, Pak Hud, Pak Sol, Pak Syihab, Pak Fatih, Kak Suraji, dan seluruh guru, karyawan dan keluarga besar pesantren Maskumambangdi mana saya menghabiskan sebagian besar masa-masa pencarian jati diri saya x

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

yang tidak mungkin saya sebutkan satu per satu. Juga semua teman seperguruan: Akh Mudzofar, Anwar, Rofi, Farid, Muhil, Syamlan, Sudarman, Asfuri, Fadhli, Ammar, Qodar, Tahmid, Khozin, Fakhruddin, Amrozi, Farid Hamidi, Imam Syafii, Uril, dan lainnya yangsecara langsung maupun tidakturut serta membentuk kepribadian saya. Jazakumullahu khairan katsiran atas ketulusan cinta dan kesabarannya yang luar biasa menemani saya selama ini. Ustadz Hilmi, Ustadz Salim, Ustadz Hidayat, Ustadz Surahman, Ustadz Ahzami, Ustadz Muslih, Ustadz Tifatul, Ustadz Anis, Ustadz Abu Ridho, Habib Abu Bakar, dan seluruh qiyadah dakwah dalam pesantren besar yang bernama Partai Keadilan Sejahtera yang tidak mungkin saya sebutkan satu per satu. Juga Pak Cah, Pak Bas, Akh Agung (Bantul), Ustadz Maruf, Akh Sasangka, Yayan, dan seluruh ikhwah di Jogja: Akh Zainul, Jafar, Fatoni, Salman, Fajar, Dokter Arif dan Mbak Isfi, Ustadz Agung, Ustadz Muhammad, Ustadz Salam, dan semua qiyadah dakwah di Jawa Timur, khususnya di Lamongan, Malang dan Bangil yang tidak mungkin saya sebutkan satu per satu. Jazakumullahu khairan katsiran. Ustadz Muammal, Ustadz Imron, Ustadz Faiz, Ustadz Anas, Ustadz Mashum, Ustadz Zubair, Pak Ridhwan, dan semua ustadz di Mahad Aly lil-Fiqh wad-Dawah Bangil. Juga seluruh santri: Musyrafin, Saifi, Munawir, Fauzan, Azhar, Kirlan, Basyir, Mukhlis, Fadhli, Syakur, Harun, termasuk Ridhwan, Abdurrazaq, dan semuanya tanpa terkecuali. Juga para dosen dan pembimbing saya di STAI Balikpapan, Pak Sugeng, Pak Alfi, Bu Wardah, dan semua temanteman kampus tanpa terkecuali. Jazakumullahu khairan katsiran. Ustadz Muslihuddin, Ahmad Abdullah, Hadi Mulyadi, Nurhuda, Warno, Sukoco, Isti, Zaenal Haq, Dokter Haris, Masykur, Sarwono, Nurshobah, Ishaq, Arif, Yuliansyah, Rahmat Subandi, Akh Icha dan Mbak Lely, Abah dan Mama, Martono,
QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

B
xi

Gunawarman, Zainuri, Umar Faruq, Hadidono, Andri, Juri, Teguh, Syukri, Mustaqim, Sonhaji, Hasanudin, Mukhlis, Ali Mansur, Hasan, Imam, Novian, Wakidi, Dokter Jaya, dan seluruh ikhwah serta akhawat di Kalimantan Timur yang tidak mungkin saya sebut satu per satu, yang dengan segala pola interaksinya semua membuat saya menjadi seperti ini. Mohon maaf, jika selama ini sering mengecewakan, dan Jazakumullahu khairan katsiran atas segalanya. Terima kasih yang istimewa buat Kang Aus. Selain karena pengertian dan kesabarannya yang luar biasa membimbing saya selama ini, juga masukan-masukkannya yang sangat penting menjadikan buku ini layak dibaca. Juga Kang Maman dan Akh Dori yang sejak awal banyak memberikan masukan sekaligus rajin menagih kapan buku ini selesai. Juga Akh Sadullah dari Penerbit Itishom Cahaya Umat. Karena usahanyalahtentu dengan pertolongan Allahserpihan-serpihan pemikiran yang selama ini hanya berputar-putar dalam benak saya bisa sampai kepada pembaca. Jazakumullahu khairal-jaza atas segalanya. Tidak lupa, doa dan taziyah saya teriring selalu buat ustadzustadz saya yang lebih dahulu dipanggil oleh Allah: Ustadz Muhammad Baabdullah, Ustadz Hud, Ustadz Madani, Ustadz Rahmat, juga Pak Yahya Bahrie. Allahummaghfir lahum, warhamhum, waafihim, wafu anhum.... Perlu saya tegaskan, buku ini saya tulis untuk para aktivis dakwah dan tarbiyah yang telah menjual diri dan hartanya kepada Allah swt. Harapan saya, buku kecil yang sederhana ini bisa memprovokasi para aktivis dakwah untuk selalu berani melakukan terobosan-terobosan dalam menggesah perjalanan dakwah dan tarbiyah yang penuh berkah ini, sekaligus menanggung segala risikonya. Sebab, memang tidak ada sikap dan tindakan apa

b
xii

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

pun yang kita ambil dalam hidup ini kecuali memiliki risiko. Saya tidak bermaksud kecuali (mengadakan) perbaikan semampu saya. Dan tidak ada taufik bagi saya kecuali dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada-Nya saya berserah diri (tawakal) dan hanya kepada-Nya saya kembali. (Hud: 88) Akhirnya, sungguh pun segala kemampuan telah saya peras tuntas, buku kecil ini masih terlalu penuh dengan kekurangan dan kesalahan. Karena itu, setulus hati saya berharap kiranya ikhwah dan akhawat (para pembaca), tidak keberatan menuliskan koreksi, kritik, saran, termasuk segala kesan dan harapan, seraya mengirimkannya kepada saya via e-mail, sms, atau surat. Semoga jika buku ini harus terbit ulang, segala kekurangan dan kesalahan itu bisa diminimalisasi. Hutan ulin, hutan cemara Ditebang-tebang dibuat rumah, Bukan main-main, bukan bercanda Buku ini 100% curahan jiwa Jalan-jalan ke Bukit Tinggi Singgah di Padang membeli-beli Tancapkan di hati, tegakkan di bumi Pastikan Islam berjaya kembali Allahu Akbar... wal-haqqu ahaqqu ay-yuttaba... Tanah Grogot, 21 Juni 2007 Al-Faqir ila Allah, Miswan Thahadi Jl. Senaken Alam Permai 58 Tn. Grogot, Kaltim, 76211 e-mail: miswan_thahadi@yahoo.co.id

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

B
xiii

Daftar Isi
Berita dari Langit .............................................................. Pesan Sang Teladan ........................................................... Samodera Kehidupan ........................................................ PRAWACANA: Semua Karena Cinta ....................................................... DAFTAR ISI .............................................................. MUKADIMAH: Agar Dakwah Bersemi Indah ......................................... - Mengapa Quantum Dakwah & Tarbiyah ..................... - Apa itu Quantum Dakwah & Tarbiyah ........................ BAGIAN PERTAMA: Reorientasi Dakwah & Tarbiyah .................................... - Keniscayaan Fiqih Dakwah ...................................... - Beberapa Kaidah Dalam Fiqih Dakwah ................... - Agenda Dakwah ...................................................... - Grand Strategi Dakwah ........................................... - Pilar-pilar Dakwah ................................................... - Problematika Dakwah & Tarbiyah ........................... BAGIAN KEDUA: Kaidah-kaidah Quantum Dakwah & Tarbiyah ............. Kaidah Pertama: Mulai dari yang Terakhir ............. Wilayah Niat dan Tujuan .................................... Perjalanan Mihwar dan Karakteristiknya ............ - Dilema Politik Dakwah .................................. - Penjaringan Bukan Penyaringan ..................... - Transparansi Jati Diri ..................................... - Sarana Rekrutmen dan Pembinaan Kader ...... xiv
QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

- Jenjang Keanggotaan Kader ........................... - Tuntutan Formalitas ....................................... - Pendidikan Kader ........................................... - Segmentasi Rekrutmen Kader ........................ Wilayah Konsep dan Pemikiran .......................... Wilayah Peralatan dan Teknologi ........................ Kaidah Kedua: Belajar dengan Mengajar ............... Membangun Tradisi Tafaqquh Fid-Din ................ Strategi Menyiasati Keterbatasan ........................ Goal Based Learning ........................................... Kaidah Ketiga: Membaca dengan Menulis ............. Lompatan Ilmu Pengetahuan .............................. Dakwah Yang Menggigit ..................................... Kelezatan Ruhani ................................................ Amal Yang Abadi ................................................ Kemenangan Yang Dekat .................................... Belajar Dari Wartawan ........................................ Mengatasi Hambatan Menulis ............................ Membaca Cepat dan Efektif ................................ Menjaga Kesahatan Mata .................................... Kaidah Keempat: Menjadi Saleh dengan Berdakwah Human Basic Need ............................................. Rasa Tanggung Jawab .......................................... Lingkungan Sosial Dakwah ................................. Dai Juga Manusia ................................................ Kaidah Kelima: Menjadi Kaya dengan Bersedekah Memaknai Ulang Hakikat Kekayaan .................. Keharusan Menjadi Kaya .................................... Jalan-jalan Menuju Kekayaan ............................. Sedekah; Pintu Rizki yang Paling Utama ............ Kaidah Keenam: Menggali Dana dengan Membangun Bekerja Sesuai Kehendak Allah .......................... Keberanian ..........................................................

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH

B
xv

Kaidah Ketujuh: Memimpin dengan Melayani ....... Jembatan Kepemimpinan Bangsa ........................ Layanan Prima, Kepemimpinan Prima ................ Kaidah Kedelapan: Memerintah Sebelum Menjadi Pemerintah ................................................ Belajar dari Amerika ........................................... Doktrin Pergerakan ............................................. Lima Isu Utama................................................... - Meng-install Sikap Mental Pemenang ........ - Fokus pada Penguatan Sumber Daya .............. - Membangun Pemerintah Bayangan ................ - Penguatan Tradisi Profesionalisme dalam Amal - Mendongkrak Kemampuan Komunikasi ........ Kaidah Kesembilan: Menjadi Ahli Surga di Dunia sebelum di Akhirat ....................................... Karakteristik Ahli Surga ..................................... Menjadi Ahli Surga di Dunia .............................. Tarbiyah Menuju Dunia Surga ............................ MAAS-SALAMAH: Saatnya Kita Melangkah ................................................. Gelombang Keadilan ......................................................... Inspirasi & Referensi ......................................................... Sekilas tentang Penulis ......................................................

b
xvi

QUANTUM DAKWAH DAN TARBIYAH