Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Kita mengenal istilah tenaga listrik, tenaga listrik merupakan suatu kebutuhan yang sangat diperlukan oleh setiap orang, baik yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan. Maka dalam penyaluran tenaga listrik dari pembangkit hingga pusat beban diperlukan suatu gardu induk, gardu induk ini berfungsi untuk pengaturan tegangan yang disalurkan dari pembangkit ke pusat beban. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dalam bidang kelistrikan, dewasa ini dipasang sebuah alat bernama pemutus tenaga ( PMT ) di setiap Gardu Induk. PMT adalah sakelar yang dapat digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan arus/daya listrik sesuai dengan ratingnya jika terdapat gangguan pada Gardu Induk atau alat transmisi lainnya, PMT digunakan untuk memutuskan hubungan secara otomatis. Klasifikasi Circuit Breeker jenis-jenis PMT berdasarkan media insulator dan material dielektriknya, adalah terbagi menjadi empat jenis, yaitu sakelar PMT minyak, sakelar PMT udara hembus, sakelar PMT vakum dan sakelar PMT dengan gas SF6.

Sakelar PMT minyak dapat digunakan untuk memutus arus sampai 10 kA dan pada rangkaian bertegangan sampai 500 kV. Sakelar PMT minyak dibagi menjadi dua jenis, yaitu Sakelar PMT dengan banyak menggunakan minyak dan Sakelar PMT menggunakan sedikit minyak. Sakelar PMT Gas SF6 (SF6 Circuit Breaker), sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 40 kA dan pada rangkaian bertegangan sampai 765 kV. Media gas yang digunakan pada tipe ini adalah gas SF6 (Sulphur hexafluoride). Sifat gas SF6 murni adalah tidak berwarna, tidak berbau, tidak beracun dan tidak mudah terbakar. Pada suhu diatas 150 C, gas SF6 mempunyai sifat tidak merusak metal, plastik dan bermacam bahan yang umumnya digunakan dalam pemutus tenaga tegangan tinggi. Sifat lain dari gas SF6 adalah mampu mengembalikan kekuatan dielektrik dengan cepat, tidak terjadi karbon selama terjadi busur api dan tidak menimbulkan bunyi pada saat pemutus tenaga menutup atau membuka. Dari uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : STUDI PENGGUNAAN GAS SF6 ( SULPHUR HEXAFLUORIDE ) PADA PEMUTUS TENAGA ( PMT ) DI GARDU INDUK CIGERELENG

B. Identifikasi Masalah Dalam penelitian ini penulis akan menganalisis yang berhubungan dengan masalah penggunaan pemutus tenaga di gardu induk diantaranya adalah : 1. Gas SF6 ( Sulphur Hexafluoride ). 2. Mekanisme penggerak pemutus tenaga. 3. Biaya operasional yang dibutuhkan antara penggunaan PMT gas SF6 dengan PMT yang menggunakan minyak banyak. C. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan diatas, permasalahan penelitian perlu dirumuskan secara jelas dalam bentuk pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1. Bagaimana cara kerja pemutus tenaga dengan menggunakan media gas SF6 di Gardu Induk Cigereleng? 2. Bagaimana cara kerja pemutus tenaga dengan menggunakan media banyak minyak di gardu induk Cigereleng? 3. Bagaimana kecepatan pemadaman busur api pada saat pemutusan arus pada PMT media gas SF6 dengan PMT yang menggunakan media minyak banyak? 4. Bagaiman biaya operasional untuk penggunaan PMT gas SF6?

5. Bagaimana biaya operasional untuk pemakaian PMT yang menggunakan minyak banyak? D. Pembatasan Masalah Agar permasalahan yang ditinjau tidak terlalu luas dan supaya sesuai dengan maksud dan tujuan yang ingin dicapai, maka perlu adanya pembatasan masalah yang menjadi ruang lingkup penelitian. Adapun aspek-aspek yang menjadi fokus penelitian adalah sebagai berikut : 1. Cara kerja Pemutus Tenaga (PMT) di Gardu Induk dengan menggunakan media gas SF6. 2. Cara kerja Pemutus Tenaga (PMT) di Gardu Induk dengan menggunakan media minyak banyak. 3. Membandingkan kecepatan pemadaman busur api pada saat pemutusan arus pada PMT media gas SF6 dengan PMT yang menggunakan media minyak banyak. 4. Biaya operasional penggunaan PMT gas SF6. 5. Biaya operasional penggunaan PMT yang menggunakan miyak banyak.

E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui cara kerja pemutus tenaga dengan menggunakan media Gas SF6 di gardu induk Cigereleng. 2. Mengetahui cara kerja pemutus tenaga dengan menggunakan media banyak minyak di gardu induk Cigereleng.

3. Mengetahui perbandingan pemadaman kecepatan busur api antara pemutus tenaga menggunakan media gas SF6 dengan pemutus tenaga yang menggunakan media minyak banyak. 4. Mengetahui berapa biaya operasional untuk penggunaan PMT gas SF6. 5. Mengetahui berapa biaya operasional untuk pemakaian PMT yang menggunakan minyak banyak.

F. Kontribusi Penelitian Hasil penelitian dan analisa ini, yang membahas tentang penggunaan gas SF6 pada pemutus tenaga di gardu induk Cigereleng nantinya diharapkan dapat menjadi acuan apakah media gas SF6 yang digunakan sudah tepat. Memberitahukan kepada pihak yang bersangkutan bahwa dengan menggunakan media gas SF6 pada pemutus tenaga memungkinkan untuk meninggalkan pemutus tenaga yang menggunakan media lain.

G. Metode Penelitian Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah : 1. Studi kepustakaan, yaitu mengkaji teori yang diperlukan dari bukubuku acuan yang menunjang dan berhubungan dengan tema yang diambil. 2. Studi lapangan, yaitu mengumpulkan data-data yang diperlukan secara langsung dari tempat objek penelitian tersebut dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :

a. Observasi, yaitu dengan cara mengamati secara langsung untuk mendapatkan data-data yang lebih akurat mengenai hal-hal yang menjadi objek penelitian b. Menanyakan secara langsung kepada pegawai yang

berkompeten dalam bidangnya 3. Diskusi, yaitu melakukan tanya jawab dengan dosen pembimbing, dan juga orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya.

H. Sistematika Penulisan Bab I Pendahuluan Bab ini membahas tentang Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Perumusan Masalah, Pembatasan Masalah, Tujuan Penelitian, Kontribusi Penelitian, Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan. Bab II Landasan Teori Bab ini membahas tentang pengetahuan dasar yang berkaitan dengan Pemutus Tenaga Listrik media Gas SF6 dan Pemutus Tenaga Listrik dengan media minyak banyak. Bab III Data Teknis Sistem Pemutus Tenaga di Gardu Induk data-data yang ada di lapangan yang

Bab ini membahas tentang

berhubungan dengan sistem pemutus tenaga di gardu induk.

Bab IV

Analisis Sistem Pemutus Tenaga Media Gas SF6 dan Pemutus Tenaga Media Minyak Banyak

Bab ini berisikan tentang analisis yang dilakukan atas perhitungan berdasarkan data-data yang didapat di lapangan. Bab V Kesimpulan dan Saran Bab ini berisikan kesimpulan dari hasil penelitian serta saran-saran yang dimaksudkan sebagai masukan yang bermanfaat dan mungkin dapat digunakan oleh pihak yang berkepentingan.