Anda di halaman 1dari 45

LAPORAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA

TANGGAL 18 OKTOBER 2011




NAMA : VERI YULIANTO
NIM : 26020210141003

LABORATORIUM OSEANONGRAFI FISIKA
PRODI OSEANOGRAFI
JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2011




LEMBAR PENILAIAN DAN PENGESAHAN


Asisten Pratikan

Raden Bima Yoga Barata Veri Yulianto
K2E009041 26020210141003

Dosen Praktikum

Indra Budi Prasetyawan Ssi, MT
19791003200311002







NILAI
TUJUAN
TINJAUAN PUSTAKA
DATA DAN PENGOLAHAN DATA
ANALISIS
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
BONUS
JUMLAH



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN DAN PENILAIAN
DAFTAR ISI
BAB I TUJUAN PRAKTIKUM
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Temperatur
2.1.1 Distribusi Temperatur Vertikal
2.1.2 Distribusi Temperatur Horizontal
2.2 Salinitas
2.2.1 Faktor yang Mempengaruhi Salinitas
2.2.2 Distribusi Salinitas Vertikal
2.2.3 Distribusi Salinitas Horizontal
2.3 Densitas
2.3.1 Distribusi Densitas Vertikal
2.3.2 Distribusi Densitas Horizontal
BAB III DATA DAN PENGOLAHAN DATA
3.1 Pengolahan Data Manual
3.1.1 Stasiun 9
3.1.2 Stasiun 14
3.1.3 Stasiun 17


3.1.4 Stasiun 18
3.2 Pengolahan Data Excel
3.2.1 Stasiun 9
3.2.2 Stasiun 14
3.2.3 Stasiun 17
3.2.4 Stasiun 18
BAB IV ANALISA
4.1 Analisa Tiap Stasiun
4.1.1 Stasiun 9
4.1.2 Stasiun 14
4.1.3 Stasiun 17
4.1.4 Stasiun 18
4.2 Sebaran Stasiun
4.3 Analisa Grafik
4.3.1 Grafik T vs H
4.3.2 Grafik S vs H
4.3.3 Grafik
s,t,p
vs H
4.4 Analisa Kontur
BAB V KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN




BAB I
TUJUAN PRAKTIKUM
1. Menentukan harga salinitas berdasarkan konduktivitas air laut.
2. Menghitung densitas berdasarkan kedalaman, suhu dan salinitas.
3. Membuat grafik berupa kurva temperature, salinitas dan densitas
terhadap kedalaman serta mampu menginterpretasi jenis lapisan.
4. Membuat kontur temperature, salinitas dan densitas serta mencoba
menginterpresetasikannya.





























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 TEMPERATUR
Suhu / temperatur adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin
suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer.
Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung
menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi
maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid. Pada abad
17 terdapat 30 jenis skala yang membuat para ilmuan kebingungan. Hal ini
memberikan inspirasi pada Anders Celcius (1701 1744) sehingga pada tahun
1742 dia memperkenalkan skala yang digunakan sebagai pedoman pengukuran
suhu. Skala ini diberinama sesuai dengan namanya yaitu Skala Celcius. Apabila
benda didinginkan terus maka suhunya akan semakin dingin dan partikelnya
akan berhenti bergerak, kondisi ini disebut kondisi nol mutlak.
(anonim, 2011)
2.1.1 DISTRIBUSI TEMPERATUR VERTIKAL
Suhu akan menurun secara teratur sesuai dengan kedalaman. Hal
ini disebabkan karena pengaruh intensitas cahaya matahari yang masuk
ke dalam air yang menyebabkan semakin dalam suatu perairan suhunya
pun semakin rendah. Dan pada suhu melebihi 1000 meter suhu air
relative konstan yaitu 2oC 4oC (Hutagalung,1988). Berdasarkan
perubahan suhu itulah, sehingga suhu di dalam laut memiliki wilayah
sebaran secara vertikal (menegak) yang membagi lapisannya menjadi
tiga bagian yaitu Mix Layer, Thermocline dan Deep Layer.
Lapisan Mix Layer merupakan lapisan yang hangat di bagian teratas
dimana pada lapisan ini gradient suhu berubah secara perlahan. Lapisan
ini juga biasa disebut lapisan epilimnion.
Lapisan thermocline merupakan lapisan dimana gradient suhu
berubah secara cepat sehingga terjadi perubahan suhu yang sangat
mencolok. Pada lapisan termoklin ini memiliki ciri gradien suhu yaitu
perubahan suhu terhadap kedalaman sebesar 0.1C untuk setiap
pertambahan kedalaman satu meter (Nontji,1987). Lapisan deep layer


yang merupakan lapisan terbawah yaitu lapisan dimana suhu air rendah
bahkan relative konstan yaitu sebesar 4oC. Lapisan ini juga biasa disebut
lapisan hipilimnion. Menurut Lukas and Lindstrom (1991), kedalaman
setiap lapisan di dalam kolom perairan dapat diketahui dengan melihat
perubahan gradien suhu dari permukaan sampai lapisan dalam. Lapisan
permukaan tercampur merupakan lapisan dengan gradien suhu tidak
lebih dari 0,03 oC/m (Wyrtki, 1961), sedangkan kedalaman lapisan
termoklin dalam suatu perairan didefinisikan sebagai suatu kedalaman
atau posisi dimana gradien suhu lebih dari 0,1 oC/m (Ross, 1970).
(anonim, 2011)
2.1.2 DISTRIBUSI TEMPERATUR HORIZONTAL
Intensitas cahaya matahari Cahaya matahari berperan penting
terhadap suhu air laut. Wilayah permukaan memiliki suhu yang lebih
tinggi di bandingkan di bagian dalam. Hal ini disebabkan karena wilayah
permukaan lebih banyak terkena sinar matahari dibandingkan bagian
dalam perairan.Cahaya matahari dapat masuk hingga kedalaman 200
sampai 1000 meter. Hal ini ditandai oleh masih hangatnya suhu air pada
kedalaman 200 meter dan pada kedalaman antara 200 sampai 1000
meter, suhu air pun berubah secara drastis.

Presipitasi dan evaporasi Presipitasi terjadi di laut melalui curah
hujan yang dapat menurunkan suhu permukaan laut, sedangkan
evaporasi dapat meningkatkan suhu permukaan akibat adanya aliran
bahang dari udara ke lapisan permukaan perairan. Menurut McPhaden
and Hayes (1991), evaporasi dapat meningkatkan suhu kira-kira sebesar
0,1oC pada lapisan permukaan hingga kedalaman 10 m dan hanya kira-
kira 0,12OC pada kedalaman 10 75 m.

Kecepatan angin dan sirkulasi udara Menurut McPhaden and
Hayes (1991), adveksi vertikal dan entrainment dapat mengakibatkan
perubahan terhadap kandungan bahang dan suhu pada lapisan
permukaan. Kedua faktor tersebut bila dikombinasi dengan faktor angin
yang bekerja pada suatu periode tertentu dapat mengakibatkan terjadinya
upwelling. Upwelling menyebabkan suhu lapisan permukaan tercampur


menjadi lebih rendah. Pada umumnya pergerakan massa air disebabkan
oleh angin. Angin yang berhembus dengan kencang dapat
mengakibatkan terjadinya percampuran massa air pada lapisan atas yang
mengakibatkan sebaran suhu menjadi homogen.
Faktor-faktor yang mempengaruhi variasi penyebaran temperatur
secara horizontal adalah:
a. fluktuasi suhu
b. pengadukan secara konvensional
c. pengadukan mekanik
d. aliran massa air
e. beberapa faktor dinamis, biasanya berasal dari kondisi alamnya yaitu
garis lintang dan bujur.
(anonim, 2011)
2.2 SALINITAS
Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air.
Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kandungan
garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil
sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam
sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air
dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3
sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut brine.
(anonim, 2011)
2.2.1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SALINITAS
Sebaran salinitas di laut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti
pola sirkulasi air, penguapan, curah hujan, dan aliran air sungai. Di
perairan lepas pantai yang dalam, angin dapat pula melakukan
pengadukan lapisan atas hingga membentuk lapisan homogen sampai
kira-kira setebal 50-70 meter atau lebih tergantung dari intensitas
pengadukan. Di lapisan dengan salinitas homogen suhu juga biasanya
homogen, baru dibawahnya terdapat lapisan pegat dengan degradasi
densitas yang besar yang menghambat pencampuran antara lapisan atas
dengan lapisan bawah.



Salinitas permukaan air laut sangat erat kaitannya dengan
proses penguapan dimana garam-garam akan mengendap atau
terkonsentrasi. Daerah-daerah yang mengalami penguapan yang cukup
tinggi akan mengakibatkan salinitas tinggi. Berbeda dengan keadaan
suhu yang relatif kecil variasinya, salinitas air laut dapat berbeda secara
geografis akibat pengaruh hujan lokal, banyaknya air sungai yang masuk
ke laut. penguapan dan edaran massa air. Penguapan, makin besar
tingkat penguapan air laut di suatu wilayah, maka salinitasnya tinggi dan
sebaliknya pada daerah yang rendah tingkat penguapan air lautnya,
maka daerah itu rendah kadar garamnya, Curah hujan, makin
besar/banyak curah hujan di suatu wilayah laut maka salinitas air laut itu
akan rendah dan sebaliknya makin sedikit/kecil curah hujan yang turun
salinitas akan tinggi, Banyak sedikitnya sungai yang bermuara di laut
tersebut, makin banyak sungai yang bermuara ke laut tersebut maka
salinitas laut tersebut akan rendah, dan sebaliknya makin sedikit sungai
yang bermuara ke laut tersebut maka salinitasnya akan tinggi.
(anonim, 2011)
2.2.2 DISTRIBUSI SALINITAS VERTIKAL
Salinitas dapat dikatakan cukup tinggi karena pada permukaan air terjadi
pengupan baik, atau perbedaan temperatur antara air dan udara ( temperatur air
lebih tinggi dari temperatur udara), juga bisa karena kelembapan udara kecil.
Karena semakin dalam temperatur semakin rendah maka salinitas mulai turun
seperti terlihat pada grafik sampai kedalaman 1 km dan biasanya pada
kedalaman itu salinitas paling rendah. Namun pada kedalaman 1 km sampai
dasar laut salinitas meningkat drastis sampai sekitar 34,5 karena tidak ada
turbulensi lagi. Temperatur akan semakin menurun jika kedalaman semakin
bertambah bertambah
- Pada lapisan thermocline (200 m 1000 m) selalu terjadi penurunan atau
kenaikan yg drastis
- Holocline adalah kemerosotan disebabkan penurunan salinitas dalam
badan air.


Salinitas pada kedalaman umumnya semakin tinggi karena di dasar laut terjadi
pengendapan zat-zat yang jatuh dari permukaan atau sisa-sisa organisme laut.
- Pycnocline adalah kemerosotan disebabkan oleh kuat vertikal kepadatan
dalam badan air. Kepadatan atau tekanan di dalam air semakin besar saat
kedalaman semakin tinggi.
(anonim, 2011)
2.2.3 DISTRIBUSI SALINITAS HORIZONTAL
(1) Tempat bertemunya arus air tawar dengan arus pasang-surut, yang
berlawanan menyebabkan suatu pengaruh yang kuat pada sedimentasi,
pencampuran air, dan ciri-ciri fisika lainnya, serta membawa pengaruh besar
pada biotanya.
(2) Pencampuran kedua macam air tersebut menghasilkan suatu sifat fisika
lingkungan khusus yang tidak sama dengan sifat air sungai maupun sifat air laut.
(3) Perubahan yang terjadi akibat adanya pasang-surut mengharuskan
komunitas mengadakan penyesuaian secara fisiologis dengan lingkungan
sekelilingnya.
(4) Tingkat kadar garam di daerah estuaria tergantung pada pasang-surut air
laut, banyaknya aliran air tawar dan arus-arus lainnya, serta topografi daerah
estuaria tersebut.
(anonim, 2011)
2.3 DENSITAS
Densitas merupakan ukuran kerapatan suatu zat yang dinyatakan
banyaknya zat (massa) per satuan volume. Jadi satuannya adalah satuan massa
per satuan volume, misalnya kg per meter kubik atau gram per centimeter kubik.
(anonim, 2011)




2.3.1 DISTRIBUSI DENSITAS VERTIKAL
Suhu di dalam laut memiliki wilayah sebaran secara vertikal (menegak) yang
membagi lapisannya menjadi tiga bagian yaitu Mix Layer, Thermocline dan Deep
Layer.
Lapisan Mix Layer merupakan lapisan yang hangat di bagian teratas dimana
pada lapisan ini gradient suhu berubah secara perlahan. Lapisan ini juga biasa
disebut lapisan epilimnion.
Lapisan thermocline merupakan lapisan dimana gradient suhu berubah secara
cepat sehingga terjadi perubahan suhu yang sangat mencolok. Pada lapisan
termoklin ini memiliki ciri gradien suhu yaitu perubahan suhu terhadap
kedalaman sebesar 0.1C untuk setiap pertambahan kedalaman satu meter.
Lapisan deep layer yang merupakan lapisan terbawah yaitu lapisan dimana suhu
air rendah bahkan relative konstan yaitu sebesar 4
o
C. Lapisan ini juga biasa
disebut lapisan hipilimnion.
Menurut Lukas and Lindstrom (1991), kedalaman setiap lapisan di dalam
kolom perairan dapat diketahui dengan melihat perubahan gradien suhu dari
permukaan sampai lapisan dalam. Lapisan permukaan tercampur merupakan
lapisan dengan gradien suhu tidak lebih dari 0,03
o
C/m, sedangkan kedalaman
lapisan termoklin dalam suatu perairan didefinisikan sebagai suatu kedalaman
atau posisi dimana gradien suhu lebih dari 0,1
o
C/m.
(anonim, 2011)
2.3.2 DISTRIBUSI DENSITAS HORIZONTAL
Densitas air laut dipengaruhi oleh tiga parameter yaitu salinitas,
temperatur dan tekanan . Perbedaan penyebaran densitas akan mengakibatkan
air laut menjadi berlapis-lapis, dimana air dengan densitas yang lebih besar akan
berada di bawah air dengan densitas yang lebih kecil. Kondisi ini akan
menyebabkan adanya lapisan antar muka (interface) dimana jika terjadi
gangguan dari luar (oleh gaya pembangkit yang ada) akan timbul gelombang
antar lapisan yang tidak mempengaruhi gelombang di permukaan.
(anonim, 2011)


BAB III
DATA DAN PENGOLAHAN DATA
3.1 PENGOLAHAN DATA MANUAL
3.1.1 STASIUN 9
1. Input data salinitas (s), temperature (t), kedalaman (d).Satuan s = , d =
m, T =
o
C.
Data asli (Data ke-3 dari 003 dan nim 3 digit terakhir di balik 003=300)
Depth Temperatur Salinity
4 28,5113 32,7037
Data Pengolahan
Untuk pengolahan data Depth(d),Temperatur(T),Salinity(S)


4,301


28,8123


33,0047




2. Menghitung data P(tekanan berdasarkan harga kedalaman ((z)) dengan
rumus di gunaka
Dimana p= 1025 kg/m
g= 9,8 m/s
2

p= 1 N/m
2
=10
-4
db
Depth Temperatur Salinity
4,301 28,8123 33,0047


Penyelesaian :


4,3203545

3. Menghitung densitas pada 0
o
C(
o
) satuan
o
= Kg/m
3

o
= - 0,093+(0,8149 x 33,0047)-(0,000482 x 33,0047
2
)+(0,0000068 x 33,0047
3
)
= 26,5219585

4. Menghitung expansi air laut perubahan densitas terhadap temperatur (
T ) menggunakan interplasi antara
o
dan t dari apendik 2

o
T 26 26,5219585 27
25 4,63 4,69
28,8123 X D Y
30 6,23 6,3

Mencari nilai X

( ) ( )
( )

5,849936
Mencari nilai Y

( ) ( )
( )

= 5,917561
Mencari nilai D

( ) ( )
( )

5,885233
5.Menghitung densitas pada tekanan atmosfir = 0 (t)
Apabila anda nilai D (ekspansi air laut ) gunakan rumus :
t
1
=
o
D ; D konstanta
= 26,5219585 5,885233
= 20,6367253




A
T
= T ( 4,78670 0,098185 T + 0,0010843 T
2
) 10
-3

( () ())


= 0,0823716

B
T
= T ( 18,030 0,8164 T + 0,0166 T
2
) 10
-6


( () ())


= 0,000238799


()

()
()


=
()

()
()

= - 3,974377341

Apabila tidak diketahui nilai d , maka gunakan rumus :

t 2
=
T
+ (
o
+ 0,1324 ) [ 1- A
T
+ B
T
(
o
0,1334)]
= - 3,974377341+ (26,5219585+ 0,1324) [1- 0,0823716 + 0,000238799
(26,5219585 0,1334)]
= 20,65238422

6. Menghitung faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada tekanan
(
S, t
) satuan Kg/m
3

S, t
= 0,02736 10
-3

t

1-10
-3

t

= 0,02736 10
-3
x 20,65238422
1-(10
-3
x20,65238422)
= 0,004633571



7. Menghitung faktor animali densitas yang tidak tergantung pada
temperature (
s,p
) menggunakan interpolasi antara s dan p dari apendik 4
hasilnya di kalikan 10
-5
satuan Kg/m
3
S

P 32 33,0047 33
0 0 0
4,3203545 X s,p y
100 -0,5 -0,3

Nilai X

( ) ( )
( )

- 0,022577
Mencari nilai Y

( ) ( )
( )

= -0,019344871

Mencari nilai
s,p

s,p

(( ) ()
()( )
x 10
-5

-0,0000001933

8. Menggunakan faktor anomaly densitas yang tidak bergantung pada
salinitas (
t,p
) menggunakan interpolasi antara t dan p dari apendik
5.Hasilnya dikalikan 10
-5
satuan Kg/m
3
.
T

P 25 28,8123 30
0 0 0
4,3203545 X t,p y
100 3,9 4,2

Nilai X

( ) ( )
( )

0,561646085



Mencari nilai Y

( ) ( )
( )

= 0,181454889
Mencari nilai
T,P

T,P

( ) ()
()
x 10
-5

0,0000027177

9. Menghitung anomaly densitas () satuan Kg/m
3

=
S,t
+
s,p
+
t,p

= 0,006288426 +(-0,0000001933)+ 0,0000027177
=0,0062909508
10. Menghitung volume spesifik air laut standar (
35,0,p
)

35,0,p
= 97.264 0,44 p
10
5

= 97.264 (0,44 x4,3203545)
10
5

= 0,972621
11. Menghitung volume spesifik insitu (
S,t,p
)

S,t,p
=
35,0,p
+
= 0,972621+ 0,0062909508
=0,9789119412

12.Menghitung nilai densitas spesifik insitu (
S,t,p
) satuan Kg/m
3


S,t,p
= 1 /
S,t,p

= 1 / 0,9789119412
= 1,021542


13. Menghitung faktor densitas (
S,t,p
)

S,t,p
= (
S,t,p
- 1) x 10
-3

= (1,021542-1) x 10
-3

= 21,54235






















3.1.2 STASIUN 14


1. Input data salinitas (s), temperature (t), kedalaman (d).Satuan s = , d =
m, T =
o
C.
Data asli (Data ke-3 dari 003 dan nim 3 digit terakhir di balik 003=300)
Depth Temperatur Salinity
36 27,5325

33,6968

Data Pengolahan
Untuk pengolahan data Depth(d),Temperatur(T),Salinity(S)


36,31

27,5325
27,8425

33,6968
34,0068


2. Menghitung data P(tekanan berdasarkan harga kedalaman ((z)) dengan
rumus di gunakan
Dimana p= 1025 kg/m
g= 9,8 m/s
2

p= 1 N/m
2
=10
-4
db

Penyelesaian :


36,473395

3. Menghitung densitas pada 0
o
C(
o
) satuan
o
= Kg/m
3

Depth Temperatur Salinity
36,31 27,8425 34,0068


o
= - 0,093+(0,8149 x 34,0068)-(0,000482 x 34,0068
2
)+(0,0000068 x 34,0068
3
)
= 27,32915401
4. Menghitung expansi air laut perubahan densitas terhadap temperatur (
T ) menggunakan interplasi antara
o
dan t dari apendik 2

o
T 27
27,32915401
28
25 4,69 4,76
27,8425 X D Y
30 6,3 6,37

Nyari nilai X

( ) ( )
( )

5,605285
Mencari nilai Y

( ) ( )
( )

= 5,675285
Mencari nilai D

( ) ( )
( )

5,628325781

5. Menghitung densitas pada tekanan atmosfir = 0 (t)
Apabila anda nilai D (ekspansi air laut ) gunakan rumus :
t
1
=
o
D ; D konstanta
=27,32915401 5,628325781
= 21,70082823

A
T
= T ( 4,78670 0,098185 T + 0,0010843 T
2
) 10
-3

( () ())


=0,080563352
B
T
= T ( 18,030 0,8164 T + 0,0166 T
2
) 10
-6




( () ())


=0,000227411


()

()
()


=
( )

( )
( )

= -3,695902393

Apabila tidak diketahui nilai d , maka gunakan rumus :

t 2
=
T
+ (
o
+ 0,1324 ) [ 1- A
T
+ B
T
(
o
0,1334)]
= -3,695902393+ (27,32915401+ 0,1324) [1- 0,080563352+ 0,000227411
(27,32915401 0,1334)]
= 21,72309664

6. Menghitung faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada tekanan
(
S, t
) satuan Kg/m
3

S, t
= 0,02736 10
-3

t

1-10
-3

t

= 0,02736 10
-3
x 21,70082823
1-(10
-3
x21,70082823)
=0,0051778







7. Menghitung faktor animali densitas yang tidak tergantung pada
temperature (
s,p
) menggunakan interpolasi antara s dan p dari apendik 4
hasilnya di kalikan 10
-5
satuan Kg/m
3
S

P 34 34,0068 35
0 0 0
36,473395 X s,p y
100 -0,2 0

Nilai X

( ) ( )
( )

-0,114828724

Mencari nilai Y

( ) ( )
( )

= 0

Mencari nilai
s,p

s,p

(()) ()
() ()
x 10
-5

-0,000001140

8. Menggunakan faktor anomaly densitas yang tidak bergantung pada
salinitas (
t,p
) menggunakan interpolasi antara t dan p dari apendik
5.Hasilnya dikalikan 10
-5
satuan Kg/m
3
.
T

P 0 27,8425 100
25 0 3,9
36,473395 X t,p y
30 0 4,2

Nilai X

( ) ( )
( )

0


Mencari nilai Y

( ) ( )
( )

= 4,07055

Mencari nilai
T,P

T,P

( ) ()
()
x 10
-5

0,000011333

9. Menghitung anomaly densitas () satuan Kg/m
3

=
S,t
+
s,p
+
t,p

= 0,0051778+(-0,000001140)+ 0,000011333
=0,005187993

10. Menghitung volume spesifik air laut standar (
35,0,p
)

35,0,p
= 97.264 0,44 p
10
5

= 97.264 (0,44 x36,473395)
10
5

=0,972479517

11. Menghitung volume spesifik insitu (
S,t,p
)

S,t,p
=
35,0,p
+
= 0,972479517+ 0,005187993
=0,977667510




12.Menghitung nilai densitas spesifik insitu (
S,t,p
) satuan Kg/m
3


S,t,p
= 1 /
S,t,p

= 1 / 0,977667510
=1,022842623

13. Menghitung faktor densitas (
S,t,p
)

S,t,p
= (
S,t,p
- 1) x 10
-3

= (1,022842623-1) x 10
-3

= 22,842623




















3.1.3 STASIUN 17
1. Input data salinitas (s), temperature (t), kedalaman (d).Satuan s = , d =
m, T =
o
C.
Data asli (Data ke-3 dari 003 dan nim 3 digit terakhir di balik 003=300)
Depth Temperatur Salinity
46 26,4601 33,9307
Data Pengolahan
Untuk pengolahan data Depth(d),Temperatur(T),Salinity(S)


46,31


26,7701


34,2407


2. Menghitung data P(tekanan berdasarkan harga kedalaman ((z)) dengan
rumus di gunaka
Dimana p= 1025 kg/m
g= 9,8 m/s
2

p= 1 N/m
2
=10
-4
db

Penyelesaian :


46,518395

Depth Temperatur Salinity
46,31 26,7701 34,2407


3. Menghitung densitas pada 0
o
C(
o
) satuan
o
= Kg/m
3

o
= - 0,093+(0,8149 x 34,2407)-(0,000482 x 34,2407
2
)+(0,0000068 x 34,2407
3
)
= 27,51762108

4. Menghitung expansi air laut perubahan densitas terhadap temperatur (
T ) menggunakan interplasi antara
o
dan t dari apendik 2

o
T 27 27,51762108 28
25 4,69 4,76
26,7701 X D Y
30 6,3 6,37

Mencari nilai X

( ) ( )
( )

5,2599722

Mencari nilai Y

( ) ( )
( )

= 5,3299722

Mencari nilai D

( ) x ( )
( )

5,296205676

5.Menghitung densitas pada tekanan atmosfir = 0 (t)
Apabila anda nilai D (ekspansi air laut ) gunakan rumus :
t
1
=
o
D ; D konstanta
= 27,51762108 5,296205676
= 22,22141541
A
T
= T ( 4,78670 0,098185 T + 0,0010843 T
2
) 10
-3


( () ())


= 0,07857904

B
T
= T ( 18,030 0,8164 T + 0,0166 T
2
) 10
-6


( ( ) ( ))


= 0,000216064


(398)
2
503570

()
(6726)


=
(398)
2
503570

()
(6726)

= -3,397857883

Apabila tidak diketahui nilai d , maka gunakan rumus :

t 2
=
T
+ (
o
+ 0,1324 ) [ 1- A
T
+ B
T
(
o
0,1334)]
= -3,397857883+ (27,51762108 + 0,1324) [1- 0,07857904+ 0,000216064
(27,51762108 0,1334)]
= 22,24304938

6. Menghitung faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada tekanan
(
S, t
) satuan Kg/m
3

S, t
= 0,02736 10
-3

t

1-10
-3

t

= 0,02736 10
-3
x 22,24304938
1-(10
-3
x 22,24304938)
= 0,004633571



7. Menghitung faktor animali densitas yang tidak tergantung pada
temperature (
s,p
) menggunakan interpolasi antara s dan p dari apendik 4
hasilnya di kalikan 10
-5
satuan Kg/m
3
S

P 34 34,2407 35
0 0 0
46,518395
X s,p y
100 -0,2 0

Mencari Nilai X

( ) x ( )
( )

-0,09303679
Mencari nilai Y

( ) x ( )
( )

= 0
Mencari nilai
s,p

s,p

(( ) x ()
() ()
x 10
-5

- 0,000000706

8. Menggunakan faktor anomaly densitas yang tidak bergantung pada
salinitas (
t,p
) menggunakan interpolasi antara t dan p dari apendik
5.Hasilnya dikalikan 10
-5
satuan Kg/m
3
.
T

P 0 26,7701 100
25 0 3,9
46,518395 X t,p y
30 100 4,2

Nilai X

( ) x ( )
( )






Mencari nilai Y

( ) x ( )
( )

=4,006206

Mencari nilai
T,P

T,P

( ) x ()
()
x 10
-5

0,000010725

9. Menghitung anomaly densitas () satuan Kg/m
3

=
S,t
+
s,p
+
t,p

= 0,004633571+(-0,000000706)+ 0,000010725
=0,004643589


10. Menghitung volume spesifik air laut standar (
35,0,p
)

35,0,p
= 97.264 0,44 p
10
5

= 97.264 (0,44 x46,518395)
10
5

= 0,972435319

11. Menghitung volume spesifik insitu (
S,t,p
)

S,t,p
=
35,0,p
+
= 0,972435319+ 0,004643589
=0,977078908



12.Menghitung nilai densitas spesifik insitu (
S,t,p
) satuan Kg/m
3


S,t,p
= 1 /
S,t,p

= 1 / 0,977078908
= 1,023458793

13. Menghitung faktor densitas (
S,t,p
)

S,t,p
= (
S,t,p
- 1) x 10
-3

= (1,023458793-1) x 10
-3

= 23,45879267




















3.1.4 STASIUN 18
1. Input data salinitas (s), temperature (t), kedalaman (d).Satuan s = , d =
m, T =
o
C.
Data asli (Data ke-3 dari 003 dan nim 3 digit terakhir di balik 003=300)
Depth Temperatur Salinity
49 27,4665 33,933

Data Pengolahan
Untuk pengolahan data Depth(d),Temperatur(T),Salinity(S)

49
49,31


27,7765

33,933
34,243



2. Menghitung data P(tekanan berdasarkan harga kedalaman ((z)) dengan
rumus di gunakan
Dimana p= 1025 kg/m
g= 9,8 m/s
2

p= 1 N/m
2
=10
-4
db

Penyelesaian :
x x


49,531895
Depth Temperatur Salinity
49,31 27,7765 34,243


3. Menghitung densitas pada 0
o
C(
o
) satuan
o
= Kg/m
3

o
= - 0,093+(0,8149 x34,243)-(0,000482 x 34,243
2
)+(0,0000068 x 34,243
3
)
= 27,51947445

4. Menghitung expansi air laut perubahan densitas terhadap temperatur (
T ) menggunakan interplasi antara
o
dan t dari apendik 2

o
T 27 27,51947445 28
25 4,69 4,76
27,7765 X D Y
30 6,3 6,37

Mencari nilai X

( ) x ( )
( )

5,584033
Mencari nilai Y

( ) x ( )
( )

= 5,654033
Mencari nilai D

( ) x ( )
( )

5,620396211

5. Menghitung densitas pada tekanan atmosfir = 0 (t)
Apabila anda nilai D (ekspansi air laut ) gunakan rumus :
t
1
=
o
D ; D konstanta
=27,51947445 5,620396211
= 21,89907824
A
T
= T ( 4,78670 0,098185 T + 0,0010843 T
2
) 10
-3

( () ())


= 0,080441817



B
T
= T ( 18,030 0,8164 T + 0,0166 T
2
) 10
-6


( ( ) ( ))


=0,000226676


(398)
2
503570

()
(6726)


=
(398)
2
503570

()
(6726)

= -3,677257643

Apabila tidak diketahui nilai d , maka gunakan rumus :

t 2
=
T
+ (
o
+ 0,1324 ) [ 1- A
T
+ B
T
(
o
0,1334)]
= -3,677257643+ (27,51947445 + 0,1324) [1- 0,080441817+ 0,000226676
(27,51947445 0,1334)]
= 21,9219069

6. Menghitung faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada
tekanan (
S, t
) satuan Kg/m
3

S, t
= 0,02736 10
-3

t

1-10
-3

t

= 0,02736 10
-3
x 21,89907824
1-(10
-3
x21,89907824)
= 0,004970615






7. Menghitung faktor animali densitas yang tidak tergantung pada
temperature (
s,p
) menggunakan interpolasi antara s dan p dari apendik 4
hasilnya di kalikan 10
-5
satuan Kg/m
3
S

P 34 34,243 35
0 0 0
49,531895 X s,p y
100 -0,2 0

Mencari Nilai X

( ) x ( )
( )

-0,09906379

Mencari nilai Y

( ) x ()
( )

= 0
Mencari nilai
s,p

s,p

(( ) x ()
() ()
x 10
-5

-0,000000750

8. Menggunakan faktor anomaly densitas yang tidak bergantung pada
salinitas (
t,p
) menggunakan interpolasi antara t dan p dari apendik
5.Hasilnya dikalikan 10
-5
satuan Kg/m
3
.
T

P 0 27,7765 100
25 0 3,9
49,531895 X t,p y
30 100 4,2

Nilai X

( ) x ( )
( )






Mencari nilai Y

( ) x ( )
( )

=4,06659


Mencari nilai
T,P

T,P

( ) x ()
()
x 10
-5

0,000011296

9. Menghitung anomaly densitas () satuan Kg/m
3

=
S,t
+
s,p
+
t,p

= 0,004970615+(-0,000000750)+ 0,000011296
=0,004981161

10. Menghitung volume spesifik air laut standar (
35,0,p
)

35,0,p
= 97.264 0,44 p
10
5

= 97.264 (0,44 x49,531895)
10
5

= 0,97242206

11. Menghitung volume spesifik insitu (
S,t,p
)

S,t,p
=
35,0,p
+
= 0,97242206 + 0,004981161
=0,977403220


12.Menghitung nilai densitas spesifik insitu (
S,t,p
) satuan Kg/m
3


S,t,p
= 1 /
S,t,p

= 1 / 0,977403220
=1,023119199

13. Menghitung faktor densitas (
S,t,p
)

S,t,p
= (
S,t,p
- 1) x 10
-3

= (1,023119199-1) x 10
-3

= 23,11919928




















BAB IV
ANALISA
4.1 ANALISA TIAP STASIUN
4.1.1 STASIUN 9
Setelah dilakukan pengolahan data,dari data kedalaman,suhu dan
salinitas kita dapat menentukan nilai densitas,perubahan densitas terhadap
temperatur ,faktor anomali densitas, anomali densitas, volume spesifik air laut,
hingga faktor densitas itu sendiri.
Pada stasiun 9 di dapatkan data dari perhitungan antara temperatur,
densitas, salinitas dan kedalaman yang secara berurutan nilainya adalah 28,81
0
c,
26,521, 33,00
0
/
00
, 4,30m , Dari ketiga sampel di hitung, pada stasiun 9 dengan data
yang sudah di olah diketahui bahwa expansi air laut berkisar nilai 5,88, densitas
pada tekanan atmosfer yaitu = 0 sebesar 20,6, setelah itu di dapatkan data faktor
anomali densitas yang tidak bergantung pada tekanan sebesar
6,2x10
-3
kg/m
3
, faktor anomali densitas yang tidak tergantung pada temperatur
sebesar -1,93 x10
-7
dan faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada
salinitas yaitu sebesar 2,71x10
-6
kg/m3, sedangkan anomali densitas pada
stasiun ini sebesar 2,71x10
-3
, dari data yang didapatkan kita ingin mencari
volume spesifik air laut standar pada kedalaman yang telah di tentukan dan
didapatkan nilai 0,972 dan nilai volume spesifik insitu sebesar 0,978, dari nilai
spesifik insitu diketahui nilai densitas insitu sebesar 1,021kg/m
3
, dan akhirnya di
temukanlah nilai untuk faktor densitas pada stasiun 9 sebesar 21,54. Jadi
kesimpulannya terjadi hubungan yang berkesinambungan antara beberapa
variabel pada stasiun pengolah data, dimana antara kedalaman dengan
suhu/temperatur berbanding terbalik antara keduanya. Semakin dalam suatu
perairan maka kondisi suhu semakin turun atau semakin dingin. Kemudian
hubungan antara salinitas dengan temperatur dimana hubungan keduanya
berbanding terbalik, yaitu semakin tinggi temperatur maka salinitasnya makin
kecil. Sedangkan antara salinitas dengan densitas,diantara keduanya berbanding
lurus yaitu semakin besar nilai salinitas maka nilai densitasnya pun semakin
besar. Dari perhitungan diperoleh nilai faktor densitas akan semakin besar
terhadap kedalaman, artinya jika semakin dalam kedalaman suatu perairan maka
nilai faktor densitas akan semakin besar. Jadi diantara keempat element


tersebut, memiliki ikatan yang menentukan besar kecilnya nilai salah satu elemen
tersebut.
4.1.2 STASIUN 14
Pada stasiun 14 di dapatkan data dari perhitungan antara temperatur,
densitas, salinitas dan kedalaman yang secara berurutan nilainya adalah
27,8425
0
c , 27,3291 , 34,0068
0
/
oo
, 36,31m , Dari ketiga sampel di hitung, pada
stasiun 14 dengan data yang sudah di olah diketahui bahwa expansi air laut
berkisar nilai 5,62, densitas pada tekanan atmosfer yaitu = 0 sebesar 21,7,
setelah itu di dapatkan data faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada
tekanan sebesar 5,1x10
-3
kg/m
3
, faktor anomali densitas yang tidak tergantung
pada temperatur sebesar 1,14 x10
-6
dan faktor anomali densitas yang tidak
bergantung pada salinitas yaitu sebesar 1,13x10
-5
kg/m3, sedangkan anomali
densitas pada stasiun ini sebesar 5,18x10
-3
, dari data yang didapatkan kita ingin
mencari volume spesifik air laut standar pada kedalaman yang telah di tentukan
dan didapatkan nilai 0,97 dan nilai volume spesifik insitu sebesar 0,977, dari nilai
spesifik insitu diketahui nilai densitas insitu sebesar 1,02kg/m
3
, dan akhirnya di
temukanlah nilai untuk faktor densitas pada stasiun 14 sebesar 22,84. Jadi
kesimpulannya terjadi hubungan yang berkesinambungan antara beberapa
variabel pada stasiun pengolah data, dimana antara kedalaman dengan
suhu/temperatur berbanding terbalik antara keduanya. Semakin dalam suatu
perairan maka kondisi suhu semakin turun atau semakin dingin. Kemudian
hubungan antara salinitas dengan temperatur dimana hubungan keduanya
berbanding terbalik, yaitu semakin tinggi temperatur maka salinitasnya makin
kecil. Sedangkan antara salinitas dengan densitas,diantara keduanya berbanding
lurus yaitu semakin besar nilai salinitas maka nilai densitasnya pun semakin
besar. Dari perhitungan diperoleh nilai faktor densitas akan semakin besar
terhadap kedalaman, artinya jika semakin dalam kedalaman suatu perairan maka
nilai faktor densitas akan semakin besar. Jadi diantara keempat element
tersebut, memiliki ikatan yang menentukan besar kecilnya nilai salah satu elemen
tersebut.





4.1.3 STASIUN 17
Pada stasiun 17 di dapatkan data dari perhitungan antara temperatur,
densitas, salinitas dan kedalaman yang secara berurutan nilainya adalah
26,7701
0
c, 46,51, 34,2407
0
/
00
46,31m , Dari ketiga sampel di hitung, pada
stasiun 17 dengan data yang sudah di olah diketahui bahwa expansi air laut
berkisar nilai 5,29, densitas pada tekanan atmosfer yaitu = 0 sebesar 22,2,
setelah itu di dapatkan data faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada
tekanan sebesar 4,6x10
-3
kg/m
3
, faktor anomali densitas yang tidak tergantung
pada temperatur sebesar -7,06 x10
-7
dan faktor anomali densitas yang tidak
bergantung pada salinitas yaitu sebesar 1,07x10
-6
kg/m3, sedangkan anomali
densitas pada stasiun ini sebesar 4,6x10
-3
, dari data yang didapatkan kita ingin
mencari volume spesifik air laut standar pada kedalaman yang telah di tentukan
dan didapatkan nilai 0,972 dan nilai volume spesifik insitu sebesar 0,977, dari
nilai spesifik insitu diketahui nilai densitas insitu sebesar 1,021kg/m
3
, dan
akhirnya di temukanlah nilai untuk faktor densitas pada stasiun 17 sebesar 23,45.
Jadi kesimpulannya terjadi hubungan yang berkesinambungan antara beberapa
variabel pada stasiun pengolah data, dimana antara kedalaman dengan
suhu/temperatur berbanding terbalik antara keduanya. Semakin dalam suatu
perairan maka kondisi suhu semakin turun atau semakin dingin. Kemudian
hubungan antara salinitas dengan temperatur dimana hubungan keduanya
berbanding terbalik, yaitu semakin tinggi temperatur maka salinitasnya makin
kecil. Sedangkan antara salinitas dengan densitas,diantara keduanya berbanding
lurus yaitu semakin besar nilai salinitas maka nilai densitasnya pun semakin
besar. Dari perhitungan diperoleh nilai faktor densitas akan semakin besar
terhadap kedalaman, artinya jika semakin dalam kedalaman suatu perairan maka
nilai faktor densitas akan semakin besar. Jadi diantara keempat element
tersebut, memiliki ikatan yang menentukan besar kecilnya nilai salah satu elemen
tersebut. Namun pada stasiun ini didapat sebuah fenomena dimana kondisi
perubahan temperatur terhadap kedalaman sangat mencolok tidak seperti
dengan salinitas dan densitas,nilai perubahan diantara keduanya tidak mencolok
atau cenderung stabil.




4.1.4 STASIUN 18
Pada stasiun 18 di dapatkan data dari perhitungan antara temperatur,
densitas, salinitas dan kedalaman yang secara berurutan nilainya adalah
27,7765
0
c, 5,62, 34,243
0
/
00
, 49,31m , Dari ketiga sampel di hitung, pada stasiun
17 dengan data yang sudah di olah diketahui bahwa expansi air laut berkisar nilai
5,6, densitas pada tekanan atmosfer yaitu = 0 sebesar 21,8, setelah itu di
dapatkan data faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada tekanan
sebesar 4,9x10
-3
kg/m
3
, faktor anomali densitas yang tidak tergantung pada
temperatur sebesar -7,50 x10
-7
dan faktor anomali densitas yang tidak
bergantung pada salinitas yaitu sebesar 1,12x10
-5
kg/m3, sedangkan anomali
densitas pada stasiun ini sebesar 4,98x10
-3
, dari data yang didapatkan kita ingin
mencari volume spesifik air laut standar pada kedalaman yang telah di tentukan
dan didapatkan nilai 0,972 dan nilai volume spesifik insitu sebesar 0,977, dari
nilai spesifik insitu diketahui nilai densitas insitu sebesar 1,023kg/m
3
, dan
akhirnya di temukanlah nilai untuk faktor densitas pada stasiun 18 sebesar
23,119. Jadi kesimpulannya terjadi hubungan yang berkesinambungan antara
beberapa variabel pada stasiun pengolah data, dimana antara kedalaman
dengan suhu/temperatur berbanding terbalik antara keduanya. Semakin dalam
suatu perairan maka kondisi suhu semakin turun atau semakin dingin. Kemudian
hubungan antara salinitas dengan temperatur dimana hubungan keduanya
berbanding terbalik, yaitu semakin tinggi temperatur maka salinitasnya makin
kecil. Sedangkan antara salinitas dengan densitas,diantara keduanya berbanding
lurus yaitu semakin besar nilai salinitas maka nilai densitasnya pun semakin
besar. Dari perhitungan diperoleh nilai faktor densitas akan semakin besar
terhadap kedalaman, artinya jika semakin dalam kedalaman suatu perairan maka
nilai faktor densitas akan semakin besar. Jadi diantara keempat element
tersebut, memiliki ikatan yang menentukan besar kecilnya nilai salah satu elemen
tersebut. Namun pada stasiun ini didapat sebuah fenomena dimana kondisi
perubahan temperatur terhadap kedalaman sangat mencolok tidak seperti
dengan salinitas dan densitas,nilai perubahan diantara keduanya tidak mencolok
atau cenderung stabil.




4.2 SEBARAN STASIUN
Dari sebaran data stasiun 9,14,17 dan18,jika dilihan melalui peta sebaran yang
tersedia bahwasanya sebarannya horizontal diperairan.Pertama kita analisis satu
persatu parameter yang ada yaitu salinitas,temperatur dan densitas.
Salinitas,persebaran salinitas secara horizontal yang terjadi di perairan kendari
dengan nilai pada tiap stasiun 9(33,00),(34,0068),(34,2407) dan ,
34,243 ().Dari keempat data diatas Nilai salinitas pada stasiun dan lebih
besar dibandingkan stasiun lainnya hal ini disebabkan pengaruh dari
arus,gelombang yang banyak terjadi disekitar wilayah tersebut. Secara topografi
wilayah disekitar stasiun tersebut terbuka sehingga banyak dipengaruhi angin
yang menyebabkan terjadinya gelombang dan arus kemudian terjadi
pengadukan dikolom air dan mempengaruhi besar nilai salinitas itu
sendiri.Sedangkan pada stasiun 9,nilai salinitas juga cukup besar akibat dari
posisi stasiun yang berada diperairan yang cukup tertutup oleh pulau.Hal ini
mengakibatkan kadar garam terlarut banyak terjebak namun terus terjadi
penambahan konsentrasi kadar garam terlarut sehingga nilai salinitas cukup
besar.
Temperatur,persebaran temperatur secara horizontal yang terjadi diperairan
kendari yaitu pada stasiun 9(28,81
0
c),14(27,8425
0
c),17(26,7701
0
c) dan
(27,7765
0
c).Dapat diketahui bahwa kondisi temperatur paling besar atau tinggi
terjadi pada stasiun 9 sedangkan pada stasiun lainnya ccenderung kondisi
homogen.Hal ini diakibatkan pengaruh dari buangan limbah sungai dari
daratan.dimana adanya limbah industri yang biasanya bertemperatur tinggi
sehingga mempengaruhi kondisi perairan.








4.3 ANALISA GRAFIK
4.3.1 GRAFIK T Vs H
VS

Pada grafik T VS h terlihat pada setiap stasiun menunjukan perubahan
yang hampir sama, dikarenakan perubahan temperatur juga di sertai dengan
perubahan kedalaman, semakin dalam suatu perairan maka akan semakin kecil
nilai dari suhu, atau bisa dikatakan semakin dalam suatu perairan maka suhu
akan lebih dingin.









4.3.2 GRAFIK S Vs H

Pada grafik S VS h terlihat pada setiap stasiun menunjukan perubahan
yang hampir sama, dikarenakan perubahan Salinitas juga di sertai dengan
perubahan kedalaman, semakin dalam suatu perairan maka akan semakin besarl
nilai dari salinitas suatu perairan.











4.3.3 GRAFIK FAKTOR DENSITAS Vs H

Pada grafik s,t,p V h terlihat pada setiap stasiun menunjukan
perubahan yang hampir sama, dikarenakan perubahan faktor densitas juga di
pengaruhi oleh perubahan kedalaman, semakin dalam suatu perairan maka akan
semakin kecil nilai dari densitas, atau bisa dikatakan semakin dalam suatu
perairan maka densitasnya akan semakin besar.









KESIMPULAN





























DAFTAR PUSTAKA

Diktat Oeanografi Fisika, Nining Sari Ningsih, ITB: Bandung.2002
oceanography a view of the earth, by: M. Grant Gros, Prentice-hall,Inc.,1977.
pendahuluan Oseanografi, Diktat Kuliah, oleh: Dadang, K.M., oenaryo, M.Ali,
Jur. Geofisika dan Meteorologi, ITB, 1982.
http://lauteliandi.blogspot.blogspot.com/2011/03/suhu-adalah-suatu -respon-
benda-terhadap.html
http://jun13-oseanografidanilmukelautan.blogspot.com/
http://pobersonaibaho.wordpress.com/2011/02/21/tugas-oseanografi-anomali-air-
temperatur-salinitas-thermocline-halocline-pycnocline/
http://www.gewater.com/what_we_do/water_scarcity/desalination.jsp
http://www.oas.org/dsd/publications/Unit/oea59e/ch20.htm#TopOfPage
www.oseanografi.blogspot.com/200/07/salinitas-air-laut.html
http://dhamadharma.wordpress.com/2010/02/11/salinitas-laut/
http://muhminanurrdoridorikun.wordpress.com/2011/03/20/grafik-hubungan-
tekanan-densitas-air-laut/
http://zhulmaydin.blogspot.com/2011/01/sifat-fisik-air-laut.html