Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
Hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Tak lupa pula, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Selain itu, ucapan hormat kami yang
sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing mata kuliah pemodelan matematika.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik
dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan guna perbaikan pada penyusunan
selanjutnya. Harapan penulis, semoga makalah ini dapat dijadikan bahan bacaan bagi semua
pihak.


Makassar, Oktober 2011


Penyusun
Kelompok 1

A 1
PENDAHULUAN
1.1Latar 0akang
alam matematika, Teori Model adalah ilmu yang menyajikan konsep-konsep
matematis melalui konsep himpunan, atau ilmu tentang model-model yang mendukung suatu
sistem matematis.
Teori Model diawali dengan asumsi keberadaan obyek-obyek matematika (misalnya
keberadaan semua bilangan) dan kemudian mencari dan menganilisis keberadaan operasi-
operasi, relasi-relasi atau aksioma-aksioma yang melekat pada masing-masing obyek atau
pada kumpulan obyek-obyek tersebut.
Independensi dua hukum matematis yang lebih dikenal dengan nama axiom of choice
dan continuum hypothesis dari aksioma-aksioma teori himpunan (dibuktikan oleh Paul Cohen
dan Kurt Gdel) adalah dua hasil terkenal yang diperoleh dari Teori Model.
Telah dibuktikan bahwa axiom of choice dan negasinya konsisten dengan aksioma-
aksioma Zermelo-Fraenkel dalam teori himpunan dan hasil yang sama juga dipenuhi oleh
continuum hypothesis. Ini adalah contoh penerapan metoda Teori Model pada aksioma-
aksioma teori himpunan.
Sebuah model matematika dalam optimisasi dan kontrol biasanya menggambarkan
suatu sistem sebagai kombinasi dari sekumpulan peubah (variables) dan sekumpulan
persamaan yang menyatakan hubungan antara peubah-peubah tersebut. Nilai-nilai dari
peubah bisa apa saja berupa bilangan-bilangan alami (real) atau bulat, Boolean atau berupa
barisan angka-angka dan karakter.

1.2tujuan
Mengenal pemodelan matematika dengan analisis program linier.

A II
PEMAHASAN
A. PROGRAMASI LINIER

1. Konsep Program Linier :
O Merupakan model umum yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah
pengalokasian sumber-sumber yang terbatas agar bisa digunakan secara optimal
O Merupakan teknik matematik tertentu untuk mendapatkan kemungkinan pemecahan
masalah terbaik atas suatu persoalan yang melibatkan sumber-sumber organisasi yang
terbatas
O Metode matematis yang dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan bagi
seorang manajer berkaitan dengan masalah maksimisasi atau minimisasi

2. Prosedur Penyelesaian :
O Pembuatan Model Matematis (Logika Matematis), merupakan Iaktor kunci/utama dalam
permasalahan linier programming
O Perhitungan bisa diselesaikan dengan cara manual (metode graIik, metode simplex,
konsep dualitas) maupun dengan Komputer.
O Analisis hasil hitungan, sebagai salah satu alat alternatiI keputusan dan pengambilan
keputusan.




. Tahapan Pembuatan Model Matematis
O IdentiIikasi Masalah : asalah aksimisasi (berkaitan dengan Profit/Revenue) atau
asalah inimisasi (berkaitan dengan dengan Cost/biaya)
O Penentuan Variabel Masalah :
1) Variabel Keputusan (Variabel yang menyebabkan
tujuan maksimal atau minimal)
2) Fungsi Tujuan bfective Function) Z maks. atau min.
) Fungsi Kendala Constraint Function)
IdentiIikasi dan merumuskan Iungsi kendala yang ada


. P0n0rapan Lin0ar Programming
apat digunakan untuk Kasus Produksi, Pemasaran, Keuangan dll.
Sebuah perusahaan menghasilkan dua macam output, yaitu arang A dan arang .
Perusahaan selama ini menggunakan dua macam bahan baku (BB) yaitu ahan aku I I)
dan ahan aku II II). Untuk membuat satu unit Barang A diperlukan BB I sebanyak 4 unit
dan BB II sebanyak unit. Sedangkan untuk membuat Barang B diperlukan BB I sebanyak 2
unit dan BB II sebanyak 4 unit. Jumlah BB I tersedia 100 unit dan BB II tersedia 120 unit. Harga
fual Barang A Rp 5000 per unit dan harga jual Barang B Rp 6000 per unit. Berapa unit Barang A
dan Barang B harus dihasilkan agar perusahaan memperoleh penerimaan maksimal (tentunya
dengan memperhatikan kendala yang ada)? an berapa besarnya keuntungan maksimalnya?



Perumusan Model (Formulasi) Matematisnya, yaitu Fungsi Tujuan dan Fungsi Kendala sbb:
Fungsi Tujuan :
Z mak 5000 A 6000 B
Fungsi Kendala : Kendala BB1 dan BB2
1) 4 A 2 B 100
2) A 4 B 120
Penyelesaian :
4A 2B 100 x 2 8A 4B 200
A 4B 120 x 1 A 4B 120
------------------- -
5A 80 ; A 16
Jika A 16, maka 4 (16) 2B 100 2B 100 64 6
B 18
Besarnya Z mak 5000 (16) 6000 (18) 188.000,-







A III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
ari hasil pengumpulan materi makalah, dapat kami simpulkan pemodelan matematika pada
program linear diperoleh hasil dari penyelesaian untuk Fungsi Tujuan Z mak 5000 A 6000B
an Fungsi Kendala, Kendala BB1 (4 A 2 B 100) dan BB2 ( A 4 B 120). an dari
analisis program linear ini dihasilkan maksimisasi keuntungan sebesar 188.000, itu berarti
dengan program linear dapat di lihat model pemaksimalan dan peminimuman keuntungan.

B. SARAN
ReIerensi program linear harus lebih di perbanyak untuk membantu mahasiswa dalam
memperluas wawasan tentang pemodelan matematika terhadap program linear.












PEMODELAN MATEMATIKA
DENGAN ANALISIS PROGRAM LINIER






0lSuSut 0lFH.
/)1/)1
)+)1I1
I1I1 1)/)I/)
/)1I )1I/)1

)LkL^N !^1L!^1lK^
l^KLL1^ ^lN l^N 1LKNOLOCl
LNl.Lkl1^ lL^! NLCLkl ^L^LlllN
!^K^^k
2O!!