Anda di halaman 1dari 2

IMPLEMENTASI PROGRAM KONSELING DALAM MEWUJUDKAN KAMPUNG RAMAH ANAK DI KECAMATAN TANDES SURABAYA

Listianingsih ABSTRAK Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa angka kekerasan terhadap anak selalu meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2007 tercatat ada 1.510 kasus kekerasan terhadap anak, tahun 2008 terdapat 1.826 kasus. Jumlah ini meningkat lagi pada 2009 menjadi 1.998 kasus. Sementara pada 2010, dari Januari hingga September minggu ketiga sudah tercatat ada 2.044 kasus. Angka tersebut berpotensi untuk terus bertambah jika tidak ada penanganan yang serius dari semua pihak termasuk upaya pemerintah dan masyarakat. Salah satu upaya tersebut antara lain Kebijakan Kota Layak Anak yang di kembangkan oleh Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Langkah ini diikuti oleh Kecamatan Tandes dengan mengembangkan Kebijakan Kampung Ramah Anak, salah satu upaya untuk mewujudkan kampung ramah anak di Kecamatan Tandes surabaya yaitu dengan mengimplementasikan program konseling. Tujuan penelitian ini menjelaskan implementasi program konseling dalam mewujudkan kampung ramah anak di Kecamatan Tandes Surabaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program konseling dikatakan cukup baik, hal ini di tunjukkan oleh: 1) Faktor komunikasi antar pihak-pihak terlibat sudah cukup baik. Adanya sosialisasi, promosi serta koordinasi menunjukkan bahwa faktor komunikasi ini sudah terjalin, 2) Sumber daya manusia yang terlibat sudah cukup baik, namun untuk sumber daya anggaran dan peralatan masih kurang optimal, 3) Disposisi antar pihak yang terlibat cukup baik, dan 4) Struktur birokrasi pelaksanaan program telah berjalan baik, hal ini ditunjukkan dengan adanya Standart Operating Procedures (SOP). Penelitian ini merekomendasikan: 1) Hendaknya para implementor lebih menumbuhkan pemahaman kepada masyarakat terhadap permasalahan tindak kekerasan anak, 2) Kepada kader perlindungan anak diharapakan lebih gencar mempromosikan program konseling dan untuk 3) Instansi Kecamatan Tandes diharapakan bisa memberikan fasilitas termasuk anggaran dalam mengembangkan program konseling Kata Kunci :

Files record from Indonesian Child Protection Commission (KPAI) shows that the rate of violence against children is always increased from year to year. In 2007 there were 1510 cases of violence against children, in 2008 there were 1826 cases. This number increased again in 2009 to 1998 cases. While in 2010, from the third week of January to September 2044 cases was recorded. This figure has the potential to continue to grow if there is no serious treatment of allstakeholders including government and community efforts. One of these efforts include the City Eligible Child Policy that was developed by the Ministry of Women Empowerment and Child Protection. This step is followed by the District of Tandes to develop a policy Child Friendly Village, one of the efforts to create child-friendly-village in the district of Tandes Surabaya namely by implementing the counseling program. The purpose of this study describes the implementation of counseling programs in creating child-friendly-village in the district of Tandes Surabaya. This type of research is a descriptive qualitative data analysis technique used is an interactive model of Miles and Huberman. The results of this study indicate that counseling program implementation is good enough to say, this is indicated by: 1) the factor of communication between the parties involved are pretty good. Socialization, promotion and coordination showed that the factor of communication has been established, 2) Human resources involved are fairlygood, but for budget resources and the equipment is still less than optimal, 3) the disposition between the parties involved is quite good, and 4) Structure bureaucratic implementation of the program has been running well, this is indicated by the Standard Operating Procedures (SOP). This study recommends: 1) Should the implementor more foster public understanding of the problems of child abuse, 2) To the cadre of child protection is expected to more aggressively promote and counseling programs to 3) Sub Agency Tandes is expectedto provide facilities in developing programs including budget counseling Key words:

Beri Nilai