Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BIOKIMIA

TITRASI ASAM-BASA



DISUSUN OLEH
Nama : Welli Festi Selvano
NIM : 41 10 0049
Kelompok : B
Hari/Tanggal : Senin/ 11 Oktober 2010
Assisten : Dian Candra Dewi, S.Si
Melissa
PROGRAM STUDI KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA
YOGYAKARTA
2010
BAB I
PENDAHULUAN

A. ATAR BEAKANG
Titrasi merupakan salah satu cara untuk menentukan konsentrasi larutan suatu zat
dengan cara mereaksikan larutan tersebut dengan zat lain yang diketahui konsentrasinya.
Prinsip dasar titrasi asam basa didasarkan pada reaksi nertalisasi asam basa. Titik
equivalen pada titrasi asam basa adalah pada saat dimana sejumlah asam tepat di
netralkan oleh sejumlah basa. Selama titrasi berlangsung terjadi perubahan pH. pH pada
titik equivalen ditentukan oleh sejumlah garam yang dihasilkan dari netralisaasi asam
basa. Indikator yang digunakan pada titrasi asam basa adalah yang memiliki rentang pH
dimana titik equivalen berada. Pada umumnya titik equivalen tersebut sulit untuk diamati,
yang mudah dimatai adalah titik akhir yaang dapat terjadi sebelum atau sesudah titik
equivalen tercapai. Titrasi harus dihentikan pada saat titik akhir titrasi tercapai, yang
ditandai dengan perubahan warna indikator. Titik akhir titrasi tidak selalu berimpit
dengan titik equivalen. Dengan pemilihan indikator yang tepat, kita dapat memperkecil
kesalahan titrasi.Pada titrasi asam kuat dan basa kuat, asam lemah dan basa lemah dalam
air akan terurau dengan sempurna. Oleh karena itu ion hidrogen dan ion hidroksida
selama titrasi dapat langsung dihitung dari jumlah asam atau basa yang ditambahkan.
Pada titik equivalen dari titrasi asam air, yaitu sama dengan 7.
B. Tujuan Praktikum
O ahasiswa mampu memahami keseimbangan asam basa
O ahasiswa mampu memahami prinsip titrasi











BAB II
DASAR TEORI

Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat
lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi
yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka
disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi
oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks
dan lain sebagainya. Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai 'titrant dan
biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya
disebut sebagai 'titer dan biasanya diletakkan di dalam 'buret. Baik titer maupun titrant
biasanya berupa larutan.
Prinsip Titrasi Asam basa
Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. Titrasi asam
basa berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan
larutan basa dan sebaliknya.Titrant ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai
keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis bereaksi). Keadaan
ini disebut sebagai 'titik ekuivalen.Pada saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi
dihentikan, kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan
tersebut. Dengan menggunakan data volume titrant, volume dan konsentrasi titer maka kita
bisa menghitung kadar titrant.
Cara Mengetahui Titik Ekuivalen
Ada dua cara umum untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi asam basa yaitu :
1. emakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi dilakukan,
kemudian membuat plot antara pH dengan volume titrant untuk memperoleh kurva
titrasi. Titik tengah dari kurva titrasi tersebut adalah 'titik ekuivalent.
2. emakai indicator asam basa. Indikator ditambahkan pada titrant sebelum proses
titrasi dilakukan. Indikator ini akan berubah warna ketika titik ekuivalen terjadi, pada
saat inilah titrasi kita hentikan.
Pada umumnya cara kedua dipilih disebabkan kemudahan pengamatan, tidak diperlukan alat
tambahan, dan sangat praktis.Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indicator
yang perbahan warnanya dipengaruhi oleh pH. Penambahan indicator diusahakan sesedikit
mungkin dan umumnya adalah dua hingga tiga tetes.
Untuk memperoleh ketepatan hasil titrasi maka titik akhir titrasi dipilih sedekat mungkin
dengan titik equivalent, hal ini dapat dilakukan dengan memilih indicator yang tepat dan
sesuai dengan titrasi yang akan dilakukan. Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara
melihat perubahan warna indicator disebut sebagai 'titik akhir titrasi.
enis-enis Titrasi Asam Basa

Titrasi asam basa terbagi menjadi 5 jenis yaitu :
1. Asam kuat - Basa kuat
2. Asam kuat - Basa lemah
3. Asam lemah - Basa kuat
4. Asam kuat - Garam dari asam lemah
5. Basa kuat - Garam dari basa lemah
1. Titrasi Asam Kuat - Basa Kuat

ontoh :
- Asam kuat : Hl
- Basa kuat : NaOH
Persamaan Reaksi :
Hl NaOH Nal H
2
O
Reaksi ionnya :
H

OH
-
H
2
O

Kurva Titrasi Asam Kuat Basa Kuat







2. Titrasi Asam Kuat - Basa Lemah

ontoh :
- Asam kuat : Hl
- Basa lemah : NH4OH
Persamaan Reaksi :
Hl NH
4
OH NH
4
l H
2
O
Reaksi ionnya :
H

NH
4
OH H
2
O NH
4


Kurva Titrasi Asam kuat Basa Lemah

. Titrasi Asam Lemah - Basa Kuat
ontoh :
- Asam lemah : H
3
OOH
- Basa kuat : NaOH
Persamaan Reaksi :
H
3
OOH NaOH NaH
3
OO H2O
Reaksi ionnya :
H

OH
-
H
2
O
Kurva Titrasi Asam Lemah Basa Kuat


4. Titrasi Asam Kuat - Garam dari Asam Lemah
ontoh :
- Asam kuat : Hl
- Garam dari asam lemah : NH
4
BO
2

Persamaan Reaksi :
Hl NH
4
BO
2
HBO
2
NH
4
l
Reaksi ionnya :
H

BO
2
-
HBO
2
. Titrasi Basa Kuat - Garam dari Basa Lemah
ontoh :
- Basa kuat : NaOH
- Garam dari basa lemah : H
3
OONH
4

Persamaan Reaksi :
NaOH H
3
OONH
4
H
3
OONa NH
4
OH
Reaksi ionnya :
OH
-
NH
4
-
NH
4
OH
Indikator Asam Basa
O Indikator asam basa adalah asam lemah atau basa lemah (senyawa organik) yang
dalam larutannya warna molekul-molekulnya berbeda dengan warna ion-ionnya
O Zat indikator dapat berupa asam atau basa yang larut, stabil, dan menunjukkan
perubahan warna yang kuat.
O Indikator asam-basa terletak pada titik ekivalen dan ukuran dari pH


Indikator
Perubahan warna
Pelarut
Asam Basa
Thimol biru erah Kuning Air
etil kuning erah Kuning Etanol 90
etil jingga erah Kuning-jingga Air
etil merah erah Kuning Air
Bromtimol biru Kuning Biru Air
FenolItalein Tak berwarna erah-ungu Etanol 70
thimolItalein Tak berwarna Biru Etanol 90


Cara Melakukan Titrasi Asam Basa
1. Zat penitrasi (titran) yang merupakan larutan baku dimasukkan ke dalam buret yang
telah ditera
2. Zat yang dititrasi (titrat) ditempatkan pada wadah (gelas kimia atau
erlenmeyer).Ditempatkan tepat dibawah buret berisi titran
3. Tambahkan indikator yang sesuai pada titrat, misalnya, indikator IenoItalien
4. Rangkai alat titrasi dengan baik. Buret harus berdiri tegak, wadah titrat tepat dibawah
ujung buret, dan tempatkan sehelai kertas putih atau tissu putih di bawah wadah titrat
Atur titran yang keluar dari buret (titran dikeluarkan sedikit demi sedikit) sampai
larutan di dalam gelas kimia menunjukkan perubahan warna dan diperoleh titik akhir
titrasi. Hentikan titrasi.
Rumus Umum Titrasi
Pada saat titik ekuivalen maka mol-ekuivalent asam akan sama dengan mol-ekuivalent basa,
maka hal ini dapat kita tulis sebagai berikut:
mol-ekuivalen asam mol-ekuivalen basa
ol-ekuivalen diperoleh dari hasil perkalian antara Normalitas dengan volume maka rumus
diatas dapat kita tulis sebagai:
N x V asam N x V basa
Normalitas diperoleh dari hasil perkalian antara molaritas () dengan jumlah ion H pada
asam atau jumlah ion OH pada basa, sehingga rumus diatas menjadi:
n x M x V asam n x V x M basa
Keterangan :
N Normalitas
V Volume
olaritas
n jumlah ion H (pada asam) atau OH (pada basa)








BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Bahan
1. NaOH
2. Asam oksalat
3. uka pasar
4. Indikator Phenolptalein (PP)
Alat
1. abu takar (100, 250, 500 ml)
2. Pipet gondok 25 ml
3. Erlenmeyer 250 ml
4. Gelas piala (250, 500 ml)
5. Pipet tetes
6. Gelas pengaduk
7. orong gelas
8. Gelas arloji
9. Buret
Cara Kerja

A. Titrasi NaOH 0.1 N menggunakan larutan Asam oksalat

engambil larutan NaOH 0.1 N sebanyak 25 ml menggunakan pipet gondok, dan
memasukkannya ke dalam tabung Erlenmeyer lalu menambahkan 2 tetes indikator PP

emasukkan larutan asam oksalat sebanyak 50 ml ke dalam buret tetes, kemudian
melakukan titrasidengan larutan NaOH hingga warna merah jambu hilang (tidak berwarna)

engulangi percobaan di atas sebanyak 3 kali , kemudian menghitung Normalitas NaOH




B. Titrasi Cuka pasar menggunakan larutan NaOH 0.1 N
engambil larutan cuka sebanyak 5 ml menggunakan pipet gondok, dan memasukkannya ke
dalam tabung Erlenmeyer lalu menambahkan aquades sebanyak 20 ml, sehingga volumenya
menjadi 25 ml, kemudian menambahkan 2 tetes indikator PP

emasukkan larutan NaOH 0.1 N sebanyak 50 ml ke dalam buret tetes, kemudian
melakukan titrasidengan larutan cuka hingga berubah warna menjadi merah keunguan

engulangi percobaan di atas sebanyak 3 kali , kemudian menghitung kadar asam asetat
dalam cuka pasar


















BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN

A. Hasil percobaan

O Titrasi NaOH 0.1 N menggunakan Asam oksalat
arutan NaOH (25 ml) Phenolptalein (indikator) : warna larutan menjadi merah
keunguan
Tabung Erlenmeyer I
Titrasi larutan NaOH 0.1 N indikator PP menggunakan larutan Asam oksalat
50 ml diperlukan 25 ml larutan asam oksalat untuk mentitrasi larutan NaOH
0.1 N sampai tidak berwarna (bening)
Tabung Erlenmeyer II
Titrasi larutan NaOH 0.1 N indikator PP menggunakan larutan Asam oksalat
50 ml diperlukan 25 ml larutan asam oksalat untuk mentitrasi larutan NaOH
0.1 N sampai tidak berwarna (bening)
Tabung Erlenmeyer III
Titrasi larutan NaOH 0.1 N indikator PP menggunakan larutan Asam oksalat
50 ml diperlukan 25 ml larutan asam oksalat untuk mentitrasi larutan NaOH
0.1 N sampai tidak berwarna (bening)

O Titrasi cuka pasar menggunakan larutan NaOH 0.1 N
arutan 5 ml cuka pasar diencerkan menjadi 25 ml PP (indikator) : warna larutan
tidak berwarna (bening)
Tabung Erlenmeyer I
Titrasi larutan cuka pasar yang telah diencerkan (25 ml) indikator PP
menggunakan larutan NaOH 0.1 N 50 ml diperlukan 29 ml larutan NaOH 0.1
N untuk mentitrasi larutan uka pasar sampai berubah warna menjadi merah
keunguan
Tabung Erlenmeyer II
Titrasi larutan cuka pasar yang telah diencerkan (25 ml) indikator PP
menggunakan larutan NaOH 0.1 N 50 ml diperlukan 30 ml larutan NaOH 0.1
N untuk mentitrasi larutan uka pasar sampai berubah warna menjadi merah
keunguan
Tabung Erlenmeyer III
Titrasi larutan cuka pasar yang telah diencerkan (25 ml) indikator PP
menggunakan larutan NaOH 0.1 N 50 ml diperlukan 28.5 ml larutan NaOH
0.1 N untuk mentitrasi larutan uka pasar sampai berubah warna menjadi
merah keunguan



B. Pembahasan

O Perhitungan Normalitas NaOH
Volume rata-rata asam oksalat (25 25 25) : 3 25 ml
Untuk menghitung normalitas NaOH maka menggunkan rumus V
1
N
1
V
2
N
2
25 ml xN NaOH 25 ml 0.1 N asam oksalat
x (25 0.1) : 25
x 0.1
Jadi Normalitas NaOH adalah 0.1 N
O Perhitungan Normalitas asetat dalam cuka pasar
Volume rata-rata NaOH (29 30 28.5) : 3 30 ml
Pengenceran 20 kali
30 ml yN 20 ml 0.1 N NaOH
30yN 20 0.1
y (20 0.1) : 30
y 0.067 N
Jadi Normalitas asam asetat adalah 0.067 N

O APIKASINYA DAA DUNIA KEDOKTERAN

O Dokter akan sering menggunakan titrasi untuk menentukan proporsi yang benar obat-
obatan yang berbeda dalam inIus.
O Titrasi juga digunakan untuk memonitor kadar glukosa darah pada pasien dengan
diabetes,
O serta tes kehamilan dan aplikasi lainnya urinalisis.
O engurangi rasa mual saat melakukan terapi dengan obat2an tertentu dengan cara
mentitrasi dosis obat yang digunakan.









BAB V
KESIPUAN

1. 1lLrasl merupakan suaLu meLode unLuk menenLukan kadar suaLu zaL dengan
menggunakan zaL laln yang sudah dlkeLhaul konsenLraslnya

2. Titrasi asam basa terbagi menjadi 5 jenis yaitu :
1. Asam kuat - Basa kuat
2. Asam kuat - Basa lemah
3. Asam lemah - Basa kuat
4. Asam kuat - Garam dari asam lemah
5. Basa kuat - Garam dari basa lemah

3. Titrasi yang dilakukan pada saat praktikum adalah titrasi asam dan basa.
dengan percobaan pertama adalah titrasi dengan asam kuat(asam oksalat) dan basa
kuat(NaOH)
titrasi kedua adalah asam lemah(uka) dan Basa Kuat (NaOH)















BAB VI
DAFTAR PUSTAKA


http://www.belajarkimia.com/titrasi-asam-basa/

http://www.chem-is-try.org/materikimia/instrumentasi-dan-pengukuran/pengukuran-ph/

http://id.wikipedia.org/wiki/derajat-keasaman/
http://www.purchon.com/chemistry/ph.htm

http://www.scribd.com/doc/14348137/pH-arutan/