Anda di halaman 1dari 26

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran SMA: Gelombang Bunyi

Satuan Pendidikan : SMA


Kelas : XII
Semester : 1
Mata pelajaran : Fisika
1umlah pertemuan : 3 x Pertemuan

I. Standar Kompetensi : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam
menyelesaikan masalah

II. Kompetensi Dasar : 1.2. Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi
dan cahaya.

III. Indikator
a. ognitiI
1. Produk:
a. Menjelaskan konsep perambatan getaran pada partikel yang menyebabkan
terjadinya perambatan bunyi.
b. Menjelaskan Iaktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi.
c. Menjelaskan Iaktor yang mempengaruhi kuat dan tinggi bunyi.
d. Membedakan audiosonik, inIrasonik, dan ultrasonik.
e. Menyebutkan contoh audiosonik, inIrasonik, dan ultrasonik.
I. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi (cepat rambat, Irekuensi,
panjang gelombang, dan intensitas bunyi).
g. Menganalis jenis jenis sumber bunyi
h. Membedakan pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup.
i. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi yang dihasilkan oleh pipa
organa tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai.
j. Menjelaskan gejala pemantulan bunyi.
k. Menjelaskan perbedaan gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat
bunyi asli.
l. Menjelaskan gejala pembiasan bunyi.
m. Menganalis mengenai terjadinya eIek Doppler
n. Menganilisis besaran-besaran dan persamaan persamaan pada peristiwa
eIek Doppler
o. Mendiskripsikan konsep pelayangan bunyi
p. Menuliskan persamaan pelayangan bunyi

2. Proses
1. Melakukan analisis bersama siswa terhadap konsep perambatan getaran pada
partikel yang menyebabkan terjadinya perambatan bunyi.
2. Bersama sama siswa mendiskripsikan Iaktor Iaktor yang mempengaruhi cepat
rambat bunyi
3. Bersama sama siswa mendiskripsikan Iaktor Iaktor yang mempengaruhi kuat
dan tinggi bunyi
4. Menjelaskan kepada siswa mengenai klasiIikasi gelombang bunyi yang meliputi
audiosonik, inIrasonik, dan ultrasonic dan bersama sama siswa mengidentiIikasi
jenis gelombang bunyi berdasarkan Irekuensinya
5. Menganalisis besaran besaran gelombang bunyi (cepat rambat, Irekuensi,
panjang gelombang, dan intensitas bunyi) bersama siswa.
6. Melakukan analisis bersama siswa terhadap jenis jenis sumber bunyi.
7. Bersama sama siswa mendiskripsikan perbedaan pipa organa terbuka dan pipa
organa tertutup.
8. Bersama sama siswa menghitung besaran-besaran gelombang bunyi yang
dihasilkan oleh pipa organa tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai.
9. Menjelaskan kepada siswa mengenai gejala pemantulan bunyi, perbedaan gaung,
gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli serta gejala pembiasan bunyi.
10.Melakukan analisis bersama siswa mengenai terjadinya eIek Doppler
1. Bersama sama siswa menganilisis besaran-besaran dan persamaan persamaan
pada peristiwa eIek Doppler
2. Bersama sama siswa mendiskripsikan konsep pelayangan bunyi dan kemudian
menuliskan persamaan pelayangan bunyi

b. Psikomotor:
1. Menguraikan kembali mengenai konsep perambatan getaran pada partikel
yang menyebabkan terjadinya gelombang bunyi
2. Menuliskan faktor - faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi serta kuat
dan tinggi bunyi.
3. Mendiskripsikan perbedaan jenis - jenis gelombang bunyi berdasarkan
frekuensinya
4. Menguraikan kembali mengenai jenis - jenis sumber bunyi.
5. Menuliskan perbedaan pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup.
. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi yang dihasilkan oleh pipa
organa tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai.
7. Menuliskan konsep mengenai gejala pemantulan bunyi, perbedaan gaung,
gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli serta gejala pembiasan
bunyi.
8. Menguraikan kembali terjadinya efek Doppler dan konsep pelayangan bunyi.
9. Menuliskan persamaan pada efek Doppler dan pelayangan bunyi
1.Menuliskan hasil pembelajaran pada buku catatan
11.Mengerjakan soal secara sistematis


c. AIektiI
1. Mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi:
f% ::7
% ped:
n% tangg:ng awab

2. Mengembangkan keterampilan sosial, meliputi:
a) bertanya,
b) menyumbang ide atau berpendapat,
c) menjadi pendengar yang baik,
d) ber komunikasi



IV. Tujuan Pembelajaran:
a. ognitiI
1. Produk:
a) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, siswa dapat menuliskan konsep
perambatan getaran pada partikel yang menyebabkan terjadinya perambatan bunyi
dengan mengerjakan soal terkait di lembar uji kompetensi : Produk sesuai kunci
jawaban.
b) Secara mandiri siswa dapat menuliskan Iaktor Iaktor yang mempengaruhi cepat
rambat bunyi, kuat dan tinggi bunyi dengan mengerjakan soal soal di lembar
ujian kompetansi : Produk sesuai kunci jawaban.
c) Secara mandiri siswa dapat menuliskan kembali klasiIikasi gelombang bunyi yang
meliputi audiosonik, inIrasonik, dan ultrasonic serta mengidentiIikasi jenis
gelombang bunyi berdasarkan Irekuensinya dengan mengerjakan soal soal di
lembar ujian kompetansi : Produk sesuai kunci jawaban.
d) Secara mandiri siswa dapat menuliskan kembali klasiIikasi gelombang bunyi yang
meliputi audiosonik, inIrasonik, dan ultrasonic serta mengidentiIikasi jenis
gelombang bunyi berdasarkan Irekuensinya dengan mengerjakan soal soal di
lembar ujian kompetansi : Produk sesuai kunci jawaban.
e) Secara mandiri siswa dapat menuliskan besaran besaran berserta persamaan
besaran besaran gelombang bunyi (cepat rambat, Irekuensi, panjang gelombang,
dan intensitas bunyi) bersama siswa dengan mengerjakan soal soal di lembar
ujian kompetansi : Produk sesuai kunci jawaban.
I) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, siswa dapat menuliskan jenis
jenis sumber bunyi dengan mengerjakan soal terkait di lembar uji kompetensi :
Produk sesuai kunci jawaban.
g) Secara mandiri siswa dapat menuliskan perbedaan pipa organa terbuka dan pipa
organa tertutup dengan mengerjakan soal soal di lembar ujian kompetansi :
Produk sesuai kunci jawaban.
h) Secara mandiri siswa dapat menghitung besaran-besaran gelombang bunyi yang
dihasilkan oleh pipa organa tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai dengan
mengerjakan soal soal di lembar ujian kompetansi : Produk sesuai kunci
jawaban.
i) Secara mandiri siswa dapat menuliskan kembali gejala pemantulan bunyi,
perbedaan gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli serta gejala
pembiasan bunyi dengan mengerjakan soal soal di lembar ujian kompetansi :
Produk sesuai kunci jawaban.
j) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, siswa dapat menuliskan terjadinya
peristiwa eIek Doppler dan konsep pelayangan bunyi dengan mengerjakan soal
terkait di lembar uji kompetensi : Produk sesuai kunci jawaban.
k) Secara mandiri siswa dapat menuliskan besaran-besaran dan persamaan
persamaan pada peristiwa eIek Doppler dengan mengerjakan soal soal di
lembar ujian kompetansi : Produk sesuai kunci jawaban.
l) Secara mandiri siswa dapat menghitung konsep pelayangan bunyi dan kemudian
menuliskan persamaan pelayangan bunyi dengan mengerjakan soal soal di
lembar ujian kompetansi : Produk sesuai kunci jawaban.

2. Proses:
Dijelaskan konsep perambatan getaran pada partikel yang menyebabkan terjadinya
perambatan bunyi , menganalisis bersama-sama dengan siswa terkait Iaktor Iaktor
yang mempengaruhi cepat rambat bunyi, kuat dan tinggi bunyi, serta menganalisis
besaran besaran dan persamaan gelombang bunyi serta siswa dapat menyelesaikan
soal soal terkait gelombang bunyi dengan persamaan yang telah dirumuskan.

Dijelaskan konsep jenis sumber bunyi , perbedaan pipa organa terbuka dan pipa
organa tertutup, besaran-besaran gelombang bunyi yang dihasilkan oleh pipa organa
tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai serta gejala pemantulan bunyi, perbedaan
gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli serta gejala pembiasan
bunyi

Dijelaskan konsep terjadinya peristiwa eIek Doppler, penurunan persamaan pada
peristiwa eIek Doppler , konsep pelayangan bunyi dan penurunan persamaannya.

b. Psikomotor:
1. Siswa dapatmenjelaskan kembali mengenai konsep perambatan getaran pada partikel
yang menyebabkan terjadinya perambatan bunyi , Iaktor Iaktor yang mempengaruhi
cepat rambat bunyi, kuat dan tinggi bunyi, serta menganalisis besaran besaran dan
persamaan gelombang bunyi
2. Siswa membuat catatan yang lengkap mengenai materi konsep perambatan geombang,
Iaktor Iaktor yang mempengaruhi suatu gelombang bunyi
3. Siswa mampu mengerjakan soal soal terkait secara sistematis sesuai rincian cara
penyelesaian soal pada lembar uji kompetensi : Psikomotor.
4. Siswa dapat menjelaskan kembali mengenai jenis sumber bunyi , perbedaan pipa
organa terbuka dan pipa organa tertutup, besaran-besaran gelombang bunyi yang
dihasilkan oleh pipa organa tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai serta gejala
pemantulan bunyi, perbedaan gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi
asli serta gejala pembiasan bunyi
5. Siswa membuat catatan yang lengkap mengenai materi jenis sumber bunyi , perbedaan
pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup, besaran-besaran gelombang bunyi yang
dihasilkan oleh pipa organa tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai serta gejala
pemantulan bunyi, perbedaan gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi
asli serta gejala pembiasan bunyi
6. Siswa mampu mengerjakan soal soal terkait secara sistematis sesuai rincian cara
penyelesaian soal pada lembar uji kompetensi : Psikomotor.
7. Siswa dapat menjelaskan kembali mengenai terjadinya peristiwa eIek Doppler dan
pelayangan
8. Siswa membuat catatan yang lengkap mengenai materi terjadinya peristiwa eIek
Doppler dan pelayangan
9. Siswa mampu menerapkan persamaan eIek Doppler dan pelayangan pada pengerjaan
soal
10.Siswa mampu mengerjakan soal soal terkait secara sistematis sesuai rincian cara
penyelesaian soal pada lembar uji kompetensi : Psikomotor.

c. AIektiI
arakter
Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai
pengamat Membuat kemajuan dalam menunjukkan perilaku berkarakter meliputi:
ke::7an, ped:, dan tangg:ng awab sesuai lembar Pengamatan Perilaku
Berkarakter.
eterampilan sosial:
Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai
pengamat Membuat kemajuan dalam menunjukkan keterampilan sosial bertanya,
menyumbang ide atau berpendapat, menjadi pendengar yang baik, berkomunikasi
sesuai dengan lembar pengamatan : eterampilan Sosial.


V. Materi Pembelajaran :
Gelombang Bunyi
Gelombang bunyi dihasilkan oleh benda bergetar sehingga menyebabkan gangguan kerapatan
pada medium. Gangguan ini berlangsung melalui interaksi molekul-molekul medium
sepanjang arah perambatan gelombang. Adapun molekul hanya bergetar ke depan dan ke
belakang di sekitar posisi kesetimbangan. Gelombang bunyi merupakan gelombang
longitudinal yang terjadi karena adanya rapatan dan renggangan medium baik gas, cair,
maupun padat.
Cepat Rambat Bunyi
Bunyi dapat merambat melalui berbagai medium, baik padat, gas,maupun cair. Seperti bunyi
guntur yang dapat merambat melalui medium gas. Laju gelombang bunyi pada suatu medium
bergantung dari siIat medium tersebut. Laju gelombang bunyi dalam Iluida
dirumuskan sebagai berikut.

Selain gelombang bunyi dapat merambat melalui Iluida, gelombang bunyi juga dapat
merambat melalui zat padat. Pada medium zat padat, misalnya besi, laju bunyi dirumuskan
sebagai berikut.

Adapun pada medium gas misalnya udara, laju bunyi dirumuskan:


Merambat Melalui Medium
Bagaimana bunyi merambat ketika kamu bertepuk tangan? Getaran yang dihasilkan oleh
tepukan tanganmu menimbulkan gelombang longitudinal yang merambat melalui udara
menuju temanmu. Proses ini serupa dengan apa yang kamu lihat ketika kamu membuat
gelombang longitudinal pada pegas. Seperti
diilustrasikan dalam Gambar 10.27, Tepukan tanganmu menyebabkan terjadinya rapatan dan
renggangan di antara partikel-partikel di udara. Apakah bunyi hanya merambat melalui udara
saja? Bunyi dapat merambat melalui zat padat, cair dan gas
(sebagai contoh kayu, gelas, baja, air, udara). amu dapat menyelidiki hal ini melalui
kegiatan dalam Lab Mini10.3. Pikirkan lagi tentang radiomu. Pengeras suara dalam radiomu
sebenarnya menggerakkan udara di depannya sehingga partikel-partikel udara itu bergetar.
Jika tidak ada udara (medium) di depan pengeras suara itu, tidak akan terjadi bunyi. Tanpa
medium untuk merambatkan
getaran, tidak akan terjadi bunyi. Di permukaan bulan tidak ada atmosIer, sehingga tidak ada
medium untuk merambatkan gelombang. Jadi tidak ada bunyi di bulan maupun di ruang
hampa di tempat lain.
ada Bunyi
Nada adalah tinggi atau rendahnya bunyi. Nada yang kamu dengar bergantung pada Irekuensi
gelombang bunyi tersebut. Semakin besar Irekuensinya, semakin tinggi nadanya, dan
semakin kecil Irekuensinya, semakin rendah nadanya.
Intensitas Bunyi
Gelombang merupakan rambatan energi getaran. Jika ada gelombang tali berarti energinya
dirambatkan melalui tali tersebut. Bagaimana dengan bunyi? Bunyi dirambatkan dari sumber
ke pendengar melalui udara. Yang menarik bahwa bunyi disebarkan dari sumber ke
segala arah. Jika seseorang berdiri berjarak R dari sumber akan mendengar bunyi maka bunyi
itu telah tersebar membentuk luasan bola dengan jari-jari R. Berarti energi yang diterima
pendengar itu tidak lagi sebesar sumbernya. Sehingga yang dapat diukur adalah ene7g yang
te7panca7kan tap sat: sat:an wakt: tap sat: sat:an :as yang dnamakan dengan ntenstas
b:ny. Sedangkan kalian tentu sudah mengenal bahwa besarnya energi yang dipancarkan tiap
satu satuan waktu dinamakan dengan daya. Berarti intensitas bunyi sama dengan daya
persatuan luas. Perhatikan persamaan berikut
.

Taraf Intensitas Bunyi
alian tentu pernah mendengar bunyi dalam ruangan yang bising. Tingkat kebisingan inilah
yang dinamakan dengan taraI intensitas. TaraI intensitas dideIinisikan sebagai sepuluh kali
logaritma perbandingan intensitas dengan intensitas ambang pendengaran.

Dari persamaan 2.5 dapat dikembangkan untuk menentukan taraI intensitas dari kelipatan
intensitasnya. Misalnya ada n buah sumber bunyi yang terdengar bersamaan maka In n I
dan taraI intensitasnya TIn memenuhi persamaan berikut:

Dengan menggunakan siIat logaritma yang sama dapat ditentukan taraI intensitas oleh
kelipatan jarak H

Nilainya seperti persamaan berikut.




Gelombang Bunyi
Bunyi berasal dari getaran yang dipindahkan melalui medium dalam suatu rangkaian
renggangan dan rapatan (gelombang longitudinal).
Setiap bunyi yang didengar manusia selalu memiliki Irekuensi tertentu. Untuk memenuhi
Irekuensi yang diharapkan maka munculnya berbagai alat musik, misalnya seruling dan gitar.
Saat bermain gitar maka dawainya akan dipetik untuk mendapatkan Irekuensi yang rendah
atau tinggi. Tinggi rendahnya Irekuensi bunyi yang teratur inilah yang dinamakan tngg
nada. Sedangkan pola-pola terjadinya gelombang disebut poa geombang. Pada saat di SMA
kelas XII ini dapat dipelajari tinggi nada dan pola gelombang pada dawai dan pipa organa.
1. Pola Gelombang pada Dawai


Contoh pemanIaatan dawai ini adalah gitar. Pernahkah kalian bermain gitar? Apa yang terjadi
saat dawai itu dipetik? Jika ada dawai yang terikat kedua ujungnya maka saat terpetik dapat
terjadi pola-pola gelombang seperti pada amba7 2.3. emungkinan pertama terjadi seperti
pada amba7 2.3(a). Pola ini disebut nada dasa7 (n 0). Pada gelombang stasionernya
terjadi 2 simpul dan 1 perut dan memenuhi l . Jika dipetik di tengah dawai, maka akan
terbentuk pola gelombang seperti amba7 2.3(b). Ada 3 simpul dan 2 perut. Pola ini
dinamakan nada atas pertama (n 1) dan berlaku : l . Sedangkan pada amba7 2.3(c)
dinamakan nada atas kedua, l . Jika pola gelombangnya digambarkan terus maka setiap
kenaikan satu nada akan bertambah gelombang lagi. SiIat dawai ini dapat dituliskan seperti
berikut.
Pola gelombang dawai

Bagaimana jika ingin menghitung Irekuensi nadanya? Sesuai siIat gelombang, pada bunyi
juga berlaku hubungan v f. Panjang gelombang dapat ditentukan dari persamaan 2.1
sedangkan v dapat ditentukan dari hukum Melde, v

. Sehingga Irekuensinya Contohnya


pada nada dasar dapat berlaku


2. Pipa Organa
alian tentu pernah melihat seruling atau terompet dan mendengar suaranya. eduanya
merupakan alat musik tiup. Alat musik itulah contoh dari pipa organa. Pipa organa
merupakan semua pipa yang berongga didalamnya. Bahkan kalian dapat membuatnya dari
pipa paralon. Pipa organa ini ada dua jenis yaitu ppa o7gana te7b:ka berarti kedua ujungnya
terbuka dan ppa o7gana te7t:t:p berarti salah satu ujungnya tertutup dan ujung lain terbuka.
edua jenis pipa ini memiliki pola gelombang yang berbeda. Perhatikan penjelasan berikut.

a. Pipa organa terbuka
Apabila pipa organa ditiup maka udara-udara dalam pipa akan bergetar sehingga
menghasilkan bunyi. Gelombang yang terjadi merupakan gelombang longitudinal.
Untuk mempermudah melihat pola gelombangnya dapat digambarkan simpangan getarnya
partikel-partikel warnanya. Ujung-ujung terbukanya terjadi regangan sehingga terjadi rapatan
maupun regangan (simpul dan perut). Pola gelombang yang terjadi pada organa terbuka
dapat terlihat seperti pada amba7 2.4.

Bagian (a) terjadi nada dasar (n 0), l

, bagian (b) terjadi nada atas pertama (n 1), l


dan bagian (c) terjadi nada atas kedua (n 2), l

. Pola ini jika diteruskan akan selalu


bertambah

setiap peningkatan nada ke atas. Dari gambaran itu dapat dirumuskan seperti
berikut.


Dari persamaan 2.3 ini dapat ditentukan besar Irekuensi nadanya dengan persamaan berikut:


b. Pipa organa tertutup
Pipa organa tertutup berarti salah satu ujungnya tertutup dan ujung lain terbuka. Saat ditiup
maka pada ujung terbuka terjadi regangan dan pada ujung tertutup terjadi rapatan. Pola
gelombang simpangan getar partikel udara dapat digambarkan seperti pada amba7 2.5.

Pada amba7 2.5(a) terjadi nada dasar (n 0) l

, bagian (b) menunjukkan nada atas


pertama (n 1), l

, dan bagian (c) menunjukkan nada atas kedua (n 2), l

. Pola ini
akan terus bertambah setiap naik satu nada dan dapat dirumuskan sebagai berikut


Pemantulan Bunyi
Saat gelombang bunyi bergerak menembus udara, gelombang bunyi itu mendorong molekul
udara di depannya. Partikel-partikel udara ini kemudian menabrak lebih banyak partikel
lainnya dan juga mendorongnya dalam serangkaian gelombang. etika gelombang ini
mencapai telingamu, kamu mendengarnya sebagai bunyi. Rambatan gelombang bunyi dari
sumber bunyi tidak selalu langsung sampai ke telinga. Gelombang bunyi dapat saja
terpantulkan untuk sampai ke pendengar. Jika sebuah gelombang bunyi mengalami
pemantulan, maka waktu yang diperlukan untuk sampai pada pendengar semakin lama,
karena jarak tempuh yang semakin besar. Jarak antara sumber bunyi dengan tempat pantulan
dinyatakan dalam persamaan:


SiIat pemantulan gelombang bunyi kemudian dimanIaatkan orang untuk mengukur jarak
suatu benda dengan sumber bunyi. Sonar merupakan alat yang sering digunakan pada kapal
untuk mendeteksi jarak suatu objek dengan kapal, termasuk juga kedalaman laut. Sonar
singkatan dari so:nd navgaton and 7angng adalah sistem deteksi dengan menggunakan
pantulan gelombang bunyi untuk navigasi bawah air. Sistem ini banyak digunakan pada kapal
dan kapal selam untuk mendeteksi kedalaman laut maupun mendeteksi sasaran atau objek di
bawah permukaan air laut.


Interferensi Bunyi
InterIerensi bunyi terjadi jika dua buah sumber bunyi yang koheren sampai ke telinga kita.
Pada suatu titik bunyi akan terdengar lebih kuat jika pada titik tersebut terjadi interIerensi
konstruktiI (saling memperkuat), sebaliknya akan terdengar lemah jika terjadi interIerensi
destruktiI (saling memperlemah).
Efek Doppler
Peristiwa naik-turunnya Irekuensi bunyi semacam ini disebut eIek Doppler.

Perubahan Irekuensi gelombang bunyi bergantung kepada sumber bunyi atau pengamat yang
bergerak relatiI terhadap medium. Untuk memahami peristiwa ini perhatikan gambar 2.6 di
atas!

Pada ilustrasi tersebut, sumber bunyi bergerak dengan kecepatan vs. Muka gelombang pada
bagian depan mengalami kompresi sehingga lebih rapat daripada muka gelombang pada saat
sumber gelombang diam. Sebaliknya, muka gelombang bagian belakang terlihat lebih
renggang. Anggaplah panjang gelombang di depan sumber sebagai

dan panjang
gelombang di belakang sumber sebagai

. Misalkan Irekuensi sumber adalah f0. Setelah


selang waktu A sumber telah menghasilkan gelombang sebanyak f0 A dan menempuh
jarak sejauh ds vs A. Sementara muka gelombang pertama menempuh jarak sejauh d v
A, (v laju gelombang bunyi). Panjang gelombang di depan sumber dapat dihitung dengan
rumus:



Sedangkan panjang gelombang di belakang sumber adalah




Laju gelombang v hanya bergantung pada siIat-siIat medium dan tidak bergantung pada laju
sumber. Pada sumber yang bergerak mendekati pengamat, Irekuensi f yang melewati suatu
titik yang diam terhadap medium adalah:



Apabila sumber bergerak menjauhi pengamat maka Irekuensinya adalah:



Jika sumber dalam keadaan diam dan pengamat bergerak relatiI terhadap medium maka tidak
ada perubahan panjang gelombang yang melewati penerima. Frekuensi yang melewati
pengamat akan bertambah jika pengamat bergerak mendekati sumber dan berkurang jika
pengamat bergerak menjauhi sumber. Banyaknya gelombang yang diterima oleh pangamat
diam dalam waktu A adalah banyaknya gelombang dalam jarak v . A sebanyak v.
.
A

Bila pengamat bergerak dengan laju relatiI vp terhadap medium maka pengamat akan
melalui sejumlah gelombang tambahan vp .
A

. Jumlah total gelombang yang melewati


pengamat dalam waktu A adalah:


Frekuensi yang diterima pengamat yang bergerak mendekati sumber adalah:





Jika pengamat bergerak menjauhi sumber, Irekuensi yang teramati adalah:



Jika baik pengamat maupun sumber bergerak terhadap medium maka hasil yang dituliskan
pada persamaan 2.14 2.17 dapat dituliskan sebagai berikut.



Untuk mempermudah penggunaan tanda atau kita dapat menggunakan bantuan gambar di
bawah ini.




VI. Alokasi Waktu : 6 x 45 menit

VII. Model dan Metode Pembelajaran:
Mo del Pembelajaran: Model Pembelajaran dvance O7gane7
Metode Pembelajaran: Ceramah, Diskusi, Tanya jawab dan pemberian tugas







PERTEMUA PERTAMA

VIII. Kegiatan pembelajaran
Pendahuluan

Kegiatan
Penilaian
oleh
Pengamat

Catatan Pengamat
1 2 3 4
1. Menyiapkan ruang, alat dan media yang akan
digunakan dalam pembelajaran
2. Memeriksa siswa antara lain mencakup kehadiran,
kerapian, perlengkapan belajar dan kesiapan
belajar
3. Mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari
sebelumnya dan memberikan beberapa pertanyaan
yang berkaitan dengan materi tersebut
4. Motivasi dan Apersepsi:
- Mungkinkah kita mendengar bunyi petir dan
melihat cahaya kilat secara bersamaan?
- Apakah intensitas bunyi yang dihasilkan
berbeda jika sinar gitar dipetik satu per satu
dengan dipetik bersama-sama?
5. Prasyarat pengetahuan:
- Faktor apakah yang mempengaruhi cepat
rambat bunyi?
- Apakah yang dimaksud dengan taraI intensitas
bunyi?



Inti

Kegiatan
Penilaian
oleh
Pengamat

Catatan Pengamat
1 2 3 4

1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus
dicapai dengan bahasa yang mudah dimengerti.
2. Menyajikan contoh sederhana mengenai
gelombang bunyi dalam kehidupan sehari - hari.
3. Guru membimbing peserta didik dalam
pembentukan kelompok.
4. membimbing peserta didik untuk mendiskusikan
syarat terjadi dan terdengarnya bunyi.
5. Menjelaskan mengenai Iaktor yang mempengaruhi
cepat rambat bunyi.
6. Memberikan beberapa soal terkait syarat terjadi
dan terdengarnya bunyi dan Iaktor yang
mempengaruhi cepat rambat bunyi untuk
dikerjakan oleh peserta didik.
7. Mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah
benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik
yang belum dapat menjawab dengan benar, guru
dapat langsung memberikan bimbingan.
8. Meminta perwakilan peserta didik diminta untuk
menyebutkan Iaktor yang mempengaruhi kuat dan
tinggi bunyi.
9. Membimbing setiap kelompok peserta didik untuk
mendiskusikan perbedaan audiosonik, inIrasonik,
dan ultrasonik.
10.Meminta perwakilan peserta didik dalam setiap
kelompok diminta untuk menyebutkan contoh
audiosonik, inIrasonik, dan ultrasonik.

11.Meminta peserta didik mempresentasikan hasil
diskusi kelompok secara klasikal.
12.Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta
didik dan memberikan inIormasi yang sebenarnya.


Penutup

Kegiatan
Penilaian
oleh
Pengamat

Catatan Pengamat
1 2 3 4
1. Guru bersama siswa merangkum materi dan
menyimpulkan hasil pembelajaran.
2. Guru memberikan tugas sebagai tindak lanjut
pembelajaran.
3. Guru menutup pembelajaran dengan
mengucapkan salam
.



PERTEMUA KEDUA

Pendahuluan

Kegiatan
Penilaian
oleh
Pengamat

Catatan Pengamat
1 2 3 4
6. Menyiapkan ruang, alat dan media yang akan
digunakan dalam pembelajaran

7. Memeriksa siswa antara lain mencakup kehadiran,
kerapian, perlengkapan belajar dan kesiapan
belajar
8. Mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari
sebelumnya dan memberikan beberapa pertanyaan
yang berkaitan dengan materi tersebut
9. Motivasi dan Apersepsi:
Apakah setiap alat musik memiliki Irekuensi
alamiah?
Bagaimana cara mengatasi gaung dalam sebuah
ruang konser?
10.Prasyarat pengetahuan:
Apakah yang dimaksud dengan sumber bunyi?
Apakah yang dimaksud dengan gaung?


Inti

Kegiatan
Penilaian
oleh
Pengamat

Catatan Pengamat
1 2 3 4

1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus
dicapai dengan bahasa yang mudah dimengerti.
2. Menyajikan contoh sederhana mengenai
gelombang bunyi dalam kehidupan sehari - hari.
3. Membimbing peserta didik dalam pembentukan
kelompok.
4. Membimbing peserta didik mendiskusikan
pengertian sumber bunyi.
5. Meminta perwakilan peserta didik diminta untuk
membedakan pipa organa terbuka dan pipa organa

tertutup.
6. Memberikan penjelasan mengenai pola
gelombang berdiri pipa organa terbuka dan pipa
organa tertutup, hubungan panjang gelombang
dengan panjang pipa organa dan panjang dawai
7. Memberikan contoh soal menentukan
perbandingan panjang pipa dan Irekuensi pada
pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup yang
disampaikan oleh guru.
8. Memberikan beberapa soal menentukan
perbandingan panjang pipa dan Irekuensi pada
pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup untuk
dikerjakan oleh peserta didik.
9. Mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah
benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik
yang belum dapat menjawab dengan benar, guru
dapat langsung memberikan bimbingan.
10.Membimbing peserta didik mendiskusikan gejala
pemantulan bunyi.
11.Membimbing peserta didik dalam kelompoknya
mendiskusikan perbedaan gaung, gema, dan bunyi
pantul yang memperkuat bunyi asli,
mendiskusikan cara mengatasi gaung dalam
sebuah ruang konser, gejala pembiasan bunyi dan
contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
12.Meminta peserta didik mempresentasikan hasil
diskusi kelompok secara klasikal.
13.Menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik
dan memberikan inIormasi yang sebenarnya.




Penutup

Kegiatan
Penilaian
oleh
Pengamat

Catatan Pengamat
1 2 3 4
1. Guru bersama siswa merangkum materi dan
menyimpulkan hasil pembelajaran.
2. Guru memberikan tugas sebagai tindak lanjut
pembelajaran.
3. Guru menutup pembelajaran dengan
mengucapkan salam
.



PERTEMUA KETIGA

Pendahuluan

Kegiatan
Penilaian
oleh
Pengamat

Catatan Pengamat
1 2 3 4
1. Menyiapkan ruang, alat dan media yang akan
digunakan dalam pembelajaran

2. Memeriksa siswa antara lain mencakup kehadiran,
kerapian, perlengkapan belajar dan kesiapan
belajar
3. Mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari
sebelumnya dan memberikan beberapa pertanyaan
yang berkaitan dengan materi tersebut


Inti

Kegiatan
Penilaian
oleh
Pengamat

Catatan Pengamat
1 2 3 4
1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus
dicapai dengan bahasa yang mudah dimengerti.
2. Menyajikan contoh sederhana mengenai
gelombang bunyi dalam kehidupan sehari - hari.
3. Menjelaskan mengenai peristiwa terjadinya eIek
doppler dan bersama siswa menurunkan
persamaannya
4. Memberikan contoh soal penerapan eIek doppler
5. Memberikan beberapa soal penerapan eIek
Doppler untuk dikerjakan oleh peserta didik.
6. Menjelaskan mengenai peristiwa terjadinya
pelayangan dan bersama siswa menurunkan
persamaanny
7. Memberikan contoh soal tekait peristiwa
pelayangan
8. Memberikan soal terkait peristiwa pelayangan



Penutup

Kegiatan
Penilaian
oleh
Pengamat

Catatan Pengamat
1 2 3 4
1. Guru bersama siswa merangkum materi dan
menyimpulkan hasil pembelajaran.
2. Guru memberikan tugas sebagai tindak lanjut

pembelajaran.
3. Guru menutup pembelajaran dengan
mengucapkan salam


IX. Penilaian hasil belajar
a. Teknik Penilaian:
Tes tertulis
Penugasan
b. Bentuk Instrumen:
Tes PG
Tes uraian
Tugas rumah
c. Contoh Instrumen:
Contoh tes PG
Besarnya kuat medan magnet yang dihasilkan pada jarak 1 cm oleh kawat
lurus yang dialiri arus sebesar 12 A adalah ....
A. 2,4 x 10
-4
T D. 2,4 x 10
-5
T
B. 1,8 x 10
-4
T E. 1,2 x 10
-5
T
C. 1,4 x 10
-4
T
Contoh tes uraian
Sebuah muatan positiI 0,2 C bergerak dengan laju 2 m/s dalam medan magnet
yang besarnya 5 Wb/m
2
. Arah kecepatan itu sejajar dengan arah medan
magnet. Tentukan besarnya gaya yang dialami muatan tersebut.
Contoh tugas rumah
Buatlah artikel tentang aplikasi gaya Lorentz pada produk teknologi dalam
kehidupan sehari-hari.

X.ISTRUMET ASESME
1. Lampiran 1: instrument asesmen 1 dan rubrikasi
2. Lampiran 2: instrument asesmen 2 dan rubrikasi
3. Lampiran 3: instrument asesmen 3 dan rubrikasi

X1. Sumber Pembelajaran
1. Buku Joko Sumarsono, Fisika SMA/MA elas X
2. Bahan: arton, Flashdisk, ertas HVS
3. Alat : omputer



Bandar Lampung, Maret 2011
epala Guru Pengajar