Anda di halaman 1dari 15

DAFTAR ISI

Daftar isi.............................I
Bab I . PENDAHULUAN.......................I
Bab II. PEMBAHASAN.......................II
A. Pengertian politik,Ilmu politik dan konsep ilmu politik....... 2
B. Lingkup ndan pengertian politik...................2
C. Sejarah perkembangan ilmu politik.................2
D. Focus objek kajian ilmu politik ..................3
E. Bidang kajian ilmu politik ....................4
a) Teori - teori politik....................5
b) Filsafat politik......................
c) Teori politik sistematis...................
d) Lembaga-lembaga politik konstitusi.............
e) Partai politik.......................
F. Hubungan ilmu politik dan ilmu lainnya...............
Hubungan politik dan sosiologi.............
Ilmu politik dan ilmu
sejarah......................
Ilmu politik dan antropologi budaya..........
Ilmu politik dengan filsafat.............
Ilmu politik dan psikologi social ............
Ilmu politik dan ilmu hokum ............
Ilmu politik dan ilmu ekonomi.............

G. ewenangan..........................
H. Legitimasi...........................
I. Pandangan politik........................

Bab III. PENUTUP.......................
A. esimpulan .........................
B. Saran .............................
C. Referensi ..........................




BAB I
PENDAHULUAN
sejarah ilmu politik bisa dilihat dari dua pandangan yaitu pembahasan secara luas atau
secara sempit. Secara luas berarti ilmu politik telah ada sejak zaman dahulu berupa pembahasan
dalam buku-buku tertentu yang telah dikarang masa lampau, sedangkan secara sempit berarti
ilmu politik dilihat dari aspek sistematisasinya sebagai ilmu dan pengakuannya dari aspek
akademis
maka perlu diketahui bahwa ilmu politik dan konsep ilmu politik berhubungan segala
apek mengenai objek kajian yang mempelajari ilmu politik pada satu aspek secara sistematis, dan
di dalam suatu ilmu politik dan IilsaIat politik juga sangat penting buat dikaji oleh para
akademisi dan masyarakat umum.



















BAB II
PEMBAHASAN

. Pengertian Politik, Ilmu Politik dan onsep Ilmu Politik

Politik berasal dari bahasa yunani polites berarti warga negara kemudian berkembang
menjadi Politikos yang berarti kewarganegaraan, dan Politike yang berarti kemahiran politik.
dapun konsep-konsep dalam ilmu politik senantiasa berkutat dalam masalah:

a. Kekuasaan sumber kekuasaan pengaruh pembuat dan pelaksanan kebijakan
b. Kewenangan kekuasaan berdasarkan legitimasi
c. KonIlik dan konsensus
d. Pengambilan keputusan dan cara mendistribusikan kekuasaan

B. Lingkup dan pengertian Politik

Sebagai ilmu, politik mempunyai lingkup yang meliputi berbagai aspek. Berikut pendapat
para ahli tentang ruang lingkup dan pengertian ilmu politik:
- Gambte:
politik merupakan kumpulan dari satu wilayah kehidupan sosial seperti jender, ras, dan
kelas sosial, sehingga politik diartikan sebagai aspek dari keseluruhan kehidupan sosial, dan
tidak hanya terpusat pada lembaga-lembaga pemerintah.
- LeIwich
Politik tidak terlepas dari kehidupan dan aktivitas publik. Politik menyangkut keseluruhan
aktivitas dan kerjasama dan konIlik di dalam atau antar masyarakat.
- Deliar Noer
Politik adalah segala aktivitas atau sikap yang berhubungan dengan kekuasaan dan yang
dimaksud untuk mempengaruhi dengan jalan mengubah atau mempertahankan suatu bentuk
susunan masyarakat.

C. Sejarah Perkembangan politik

Mengkaji tentang sejarah ilmu politik bisa dilihat dari dua pandangan yaitu pembahasan
secara luas atau secara sempit. Secara luas berarti ilmu politik telah ada sejak zaman dahulu
berupa pembahasan dalam buku-buku tertentu yang telah dikarang masa lampau, sedangkan
secara sempit berarti ilmu politik dilihat dari aspek sistematisasinya sebagai ilmu dan
pengakuannya dari aspek akademis. Sejarah secara luas. Ilmu politik telah ada sejak zaman
dahulu, ini bisa dilihat dari karya-karya berikut;
a. Yunani tahun 450 SM terdapat buku karya Herodatus, Plato dan ristoteles.
b. India tahun 500 SM terdapat kitab Dharmasastra dan arthasastra.
c. Cina tahun 500 SM terdapat tokoh ConIucius dan Kung Fu Tzu
d. rab abad 11 M terdapat karya al-Marwardi berjudul al-hkam as-Sulthaniyyah
e. Indonesia abad 13 M terdapat kitab Negarakertagama dan Babad Tanah Jawi.
Sejarah secara sempit :
- bad 18 dan 19 di Jerman, ustria dan Prancis telah muncul pembahasan tentang politik
namun masih kental dipengaruhi hukum dan negara.
- Di Inggris Ilmu politik dipengaruhi oleh IilsaIat moral dan sejarah
- Di Paris Prancis tahun 1870 lahir Ecole libredes Scienies
- Di Inggris tahun 1895 muncul lembaga London School oI Economic and Political Science
- Di S tahun 1858 diangkat Francis Lieber sebagai guru besar Sejarah dan Ilmu politik di
columbia College.
- Masih di S tahun 1904 lahir merican Political Science ssosiation (PS
- Unesco lembaga dibasah PBB tahun 1948 melahirkan buku Contemporary Political
Science
Dalam Buku Contemporary Political Science ini terdapat 4 bidang ilmu politik, yaitu:
1. Teori Politik
2. Lembaga Politik (Undang-Undang, pemerintah
3. Partai
4. Hubungan Internasional (politik internasional, organisasi, hukum
Pada zaman Yunani Kuno para pemikir yang terkenal antara lain:
- Socrates (469-399 SM
Menurut socrates ilmu politik adalah ilmu yang membahas masalah Public good (kebaikan
bersama yakni struktur ideal serta tentang keadilan.
- Plato (429-347 SM
Menurut socrates ilmu politik adalah ilmu yang membahas tentang siapa yang memerintah dan
kedudukan individu dalam lingkup kekuasaan yang dipegang.
- ristoteles (384 322 SM
Menurut socrates ilmu politik adalah ilmu yang membahas tentang asal dan tujuan terbentuknya
negara.
Perkembangan sebagai ilmu pada akhir abad 19 mulai berkembang sebagai cabang ilmu social
memiliki : rangka, dasar, Iokus, dan ruang lingkup mengembangkan hukum-hukum ilmiah,
obyektiI, sistematis, dan empiris, Muncul pendekatan-pendekatan yg berkembang. David E
pter Menyatakan beberapa pendekatan yang berkembang:
1. Pendekatan Kelembagan / institusional
2. Pendekatan tingkah laku (behaviouralism
3. Pendekatan kenajemukan (pluralism
4. PIendekatan stuktural
5. Pendekatan Developmentalis.
Perkembangan ilmu politik diberbagai Negara berbeda-beda tahapnya, berikut adalah contoh
perkembangan ilmu politik diberbagai Negara termasuk Indonesia.
Eropa Daratan nglo Saxon Indonesia
1.Negara-negara eropa selain Inggris
2.spek Kajian
-Kelembagaan -FilosoIis
-Historis -Yuridis Formal
-Sempit
3.Kecenderungan
-Klasik
-Tradisional
4.SiIat
-Ilmu Terapan
-Bernilai

1.Negara-negara amerika dan pengaruhnya
2.spek Kajian
-Tingkah laku
-Empiris -Sosiopsikologis
-Luas
3.Kecenderungan
-ktual -Fenomenal
-Kotemporer

4.SiIat
-Ilmu Murni
-Bebas nilai
1.Belanda 1596
2.1960
3. 1970
4. nglo Saxon
D. Fokus obyek kajian Ilmu Politik
- Roger F Soltau:
Ilmu Politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga negara yang akan
melaksanakan tujuan-tujuan tersebut, hubungan antar negara dengan warga negara dengan
negara lain.
- Harold Laswll dan braham Kaplan:
Ilmu Politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasan
- Joyce Mitchell ;
Ilmu Politik mempelajari pengambilan keputusan kolekteI dan atau pembuatan kebijakan umum
untuk masyarakat.
- HoggerwerI :
Ilmu Politik menelaah tentang kebijakan pemerintah, proses terbentuknya maupun akibat-
akibatnya.
- Harolod Laswell:
Ilmu Politik memepelajari masalah siapa mendapat apa, kapan dan Bagaimana
D. Bidang ajian Ilmu Politik

Politik sebagai ilmu politik memiliki bidang kajian antara lain:
a.Teori-teori Politik
Teori Politik berdasarkan moral dan menetukan norma-norma politik (mengandung nilai.
Teori politik adalah generalisasi dari phenomena-phenomena politik. Teori politik ini terdiri
dari :
- Tujuan politik
- Cara mencapai tujuan politik tersebut
- Kemungkinan dan kebutuhan untuk cara tersebut
- Kewajiban dalam mencapai kebutuhan tersebut
Ilmu politik secara teoritis terbagi kepada dua yaitu :
1. Valuational artinya ilmu politik berdasarkan moral dan norma politik. Teori valuational ini
terdiri dari IilsaIat politik, ideologi dan politik sistematis.
2. Non valuational artinya ilmu politik hanya sekedar mendeskripsikan dan mengkomparasikan
satu peristiwa dengan peristiwa lain tanpa mengaitkannya dengan moral atau norma.
Menurut Harold Laswell terdapat 8 nilai yang dikejar dalam politik, yaitu ;
1.Kekuasaan 2.Pendidikan
3.Kekayaan 4.Kesehatan
5.Keterampilan 6.Kasih sayang
7.Kejujuran/keadilan 8.Keseganan
b. Filsafat Politik.
Mencari kebenaran berdasarkan rasional tentang apa, bagaimana siIat dan hekekat kehidupan
manusia. Contoh: etika politik, keadilan, dsb.
c.Teori Politik sistematis
Bagaimana menerapkan norma-norma dlm kehidupan politik, sehingga teori politik membahas
Ienomena dan Iakta politik.(bisa tidak mengandung nilai bebas nilai
d. Lembaga-lembaga politik konstitusi,
pemerintah, perbandingan lembaga politik dsb
e .Partai Politik ,
golongan dan pendapat umum
f. Hubungan International
Politik International, orang, administrasi, dan hak international
F.Hubungan Ilmu Politik dgn Ilmu Lainnya.
Prinsip-prinsip ilmiah dalam ilmu alam adalah berarti prinsip 'resonable conduct yaitu the
manner in which a typical contemporary scientist deal with his problems oI research, atau
prinsip-prinsip yang sudah diterima secara umum dalam ilmu ilmu alam, seperti ketika ilmuwan
ilmu alam dihadapkan pada gejala yang harus dijelaskannya.
Hubungan Ilmu Politik & Sosiologi
Baik ilmu sosiologi maupun ilmu politik sebagai ilmu yang berusaha mengupas Iakta-
Iakta yang terjadi dalam masyarakat. Sosiologi banyak memberi kontribusi terhadap ilmu
politik dalam penajaman analisis Membantu ilmu politik dalam memahami latar
belakang struktur dan pola kehidupan sosial terutama kaitannya dengan pengambilan
keputusan, pengendalian sosial serta pola pengorganisasian secara politis. Sama-sama
menelaah negara. Sosiologi melihat Negara sebagai organisasi pengendali sosial. Ilmu
politik melihatnya sebagai asosiasi tertinggi. Membantu memahami ilmu politik dalam
rangka mengetahui sumber-sumber kewenangan politik, sumber-sumber keabsahan
politik
Ilmu Politik & Ilmu Sejarah
Mempelajari peristiwa masa lampau baik menyangkut sebab-sebabnya serta hubungan
antar peristiwa. Membantu ilmu politik dalam memprediksi masa depan yakni mengapa
suatu peristiwa terjadi, bagaimana suatu peristiwa terjadi serta akibat-akibat yang
ditimbulkannya.
Ilmu Politik & ntropologi Budaya
Fokus analisisnya menyelidiki aspek kultural dari setiap hidup bersama. Membantu Ilmu
politik : Untuk memahami kondisi masyarakat terutama di negara-negara berkembang
yang sedang mengalami perubahan terkait dengan konsep modernisasi, demokratisasi,
kolonialisme, hubungan elite dengan massa, nasionalisme, dll Pengembangan metode
penelitian partizipant observer
Ilmu Politik dengan FilsaIat
Mengkaji secara sistematis dan rasional dalam mencari jawaban atas persoalan yang
menyangkut alam dan kehidupan manusia. Membant ilmu politik menyangkut hakekat
manusia, nilai-nilai ideal bagi kehidupan negara/pemerintah. Membantu ilmu politik
menyangkut moral dan etika
Ilmu Politik & Psikologi Sosial
Cabang psikologi yang meneliti perilaku manusia sebagai individu dalam kaitannya
dengan situasi sosial (mengamati tingkah laku seseorang yang dipengaruhi situasi sosial.
Membantu ilmu politik : Menjelaskan gejala-gejala politik dan motiI-motiI politik yang
menjadi dasar setiap proses politik Dalam menganalisis tentang siapa yang paling
berkuasa dalam proses politik Pengaruh pemimpin inIormal dalam pembuatan keputusan
politik Mengetahui sikap masyarakat terhadap hal-hal yang baru dan bagaimana situasi
yang ada.
Ilmu Politik dan Ilmu Hukum
Sama-sama menganalisis negara dan komponenanya. Ilmu Politik dapat dibantu dalam
memahaminya secara normatiI.
Ilmu Politik dengan Ilmu Ekonomi
Menelaah sesuatu yang berkaitan dengan Iaktor kelangkaan sehingga berorientasi pada
kebijakan rasional. Membantu ilmu politik: Pengambilan keputusan terutama
menyangkut pembangunan ekonomi nasional Penggunaan pendekatan tingkah laku dalam
menganalisis masalah-masalah politik
G. ewenangan
Kewenangan adalah kekuasaan yang mendapatkan keabsahan atau legitimasi
Kewenangan adalah hak moral untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik Prinsip
moral menentukan siapa yang berhak memerintah mengatur cara dan prosedur melaksanakan
wewenang. Sebuah bangsa atau negara mempunyai tujuan. Kegiatan untuk mencapai tujuan
disebut tugas. Hak moral untuk melakukan kegiatan mencapai tujuan disebut kewenangan Tugas
dan kewenangan untuk mencapai tujuan masyarakat atau negara disebut Iungsi Sumber
kewenangan
1. Tradisi keluarga atau darah biru
2. Kekuatan sakral seperti Tuhan, Dewa dan wahyu seperti kerajaan
3. Kualitas pribadi seperti atlit, artis
4. Peraturan perundang-undangan yang mengatur prosedur dan syarat menjadi pemimpin
5. Instrumental yaitu kekayaan dan keahlian iptek
dapun Tipe kewenangan adalah sebagai berikut:
1. Kewenangan prosedural yaitu berasal dari peraturan perundang-undangan
2. Kewenangan substansial yaitu berasal dari tradisi, kekuatan sakral, kualitas pribadi dan
instrumental
Setiap masyarakat pasti memakai kedua tipe kewenangan ini hanya yang satu dijadikan sebagai
yang utama dan yang lain sebagai pelengkap Peralihan kewenangan
a. Turun temurun keturunan atau keluarga
b. Pemilihan langsung atau perwakilan
c. Paksaan revolusi, kudeta atau ancaman kekerasan.
Sikap terhadap kewenangan
1 Menerima
2 Mempertanyakan (skeptis
3 Menolak
4 Kombinasi
H. Legitimasi
dalah Pengakuan dan penerimaan masyarakat kepada pemimpin untuk memerintah,
membuat dan melaksanakan keputusan politik. Persamaan antara kekuasaan, kewenangan dan
legitimasi karena ketiganya berkaitan dengan hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin atau
masyarakat. Perbedaannya kekuasaan adalah penggunaan sumber-sumber kekuasaan untuk
mempengaruhi pembuat dan pelaksana kebijakan politik, sedangkan kewenangan adalah hak
moral untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik (bersiIat top down, adapun
legitimasi adalah pengakuan dan penerimaan kepada pemimpin (bersiIat bottom up. Objek
legitimasi adalah:
1. Masyarakat politik krisis identitas
2. Hukum krisis konstitusi
3. lembaga politik krisis kelembagaan
4. pemimpin politik krisis kepemimpinan
5. kebijakan krisis kebijakan

krisis ini terjadi secara berurutan ketika sudah mencapai krisis kebijakan maka
sebenarnya sudah terlewati krisis identitas, krisis konstitusi, krisis kelembagaan dan krisis
kepemimpinan. Maka bila semuanya sudah mengalami krisis disebutlah krisis legitimasi. Kadar
legitimasi:
a.pra legitimasi, ada dalam pemerintahan yang baru terbentuk yang meyakini memiliki
kewenangan tapi sebagian kelompok masyarakat belum mengakuinya
b.berlegitimasi, yaitu ketika pemerintah bisa meyakinkan masyarakat dan masyarakat menerima
dan mengakuinya.
c.Tak berlegitimasi, ketika pemimpin atau pemerintah gagal mendapat pengakuan dari
masyarakat tapi pemimpin tersebut menolak untuk mengundurkan diri, akhirnya muncul tak
berlegitimasi. Untuk mempertahankan kewenangannya biasanya digunakan cara-cara kekerasan.
d.Pasca legitimasi, yaitu ketika dasar legitimasi sudah berubah.
dapun Cara mendapat legitimasi
1. Simbolis, yaitu memanipulasi kecenderungan moral, emosional, tradisi, kepercayaan
dilakukan secara ritualistik seperti upacara kenegaraan, parade tentara atau pemberian
penghargaan.
2. materiil/instumental yaitu menjanjikan dan memberikan kebutuhan dasar masyarakat (basic
needs seperti sembako, pendidikan, kesehatan dll.
3. pemilu untuk memilih orang atau reIerendum untuk menentukan kebijakan umum.
Tipe legitimasi
1.Tradisional tradisi yang dipelihara dan dilembagakan contoh kerajaan
2.ideologi penaIsir dan pelaksana ideologi, untuk mendapat dan mempertahankan legitimasi
bagi kewenangannya juga menyingkirkan pihak yang membangkan terhadap kewenangannya.
3.kualitas pribadi kharisma, penampilan pribadi, atau prestasi
4.prosedural peraturan perundang-undangan
5.instrumental menjanjikan dan menjamin kesejahteraan materiil.



Pemimpin yang mendapatkan legitimasi berdasarkan prinsip tradisional, ideologi dan
kualitas pribadi menggunakan metode simbolis. Sedangkan pemimpin hasil dari prinsip
prosedural dan instrumental menggunakan metode prosedural dan metode intrumental. ManIaat
legitimasi
1.menciptakan stabilitas politik dan perubahan sosial
2.mengatasi masalah lebih cepat
3.mengurangi penggunaan saran kekerasan Iisik
4.memperluas bidang kesejahteraan atau meningkatkan kualita kesejahteraan
Krisis legitimasi terdi karena:
1.peralihan prinsip kewenangan
2.persaingan yang tajam dan tidak sehat
3.pemerintah tidak memenuhi janjinya
4.sosialisasi kewenangan berubah
I. Kekuasaan Dan Pengaruh Politik
Kekuasaan adalah gejala yang selalu ada dalam proses politik Politik tanpa kekuasaan bagaikan
agama tanpa moral karena begitu berkaitannya antara keduanya. Konsep-konsep yang berkaitan
dengan kekuasaan
InIluence atau pengaruh, yaitu bagimana seseorang mampu mempengaruhi agar orang lain
berubah secara sukarela.
Persuasi yaitu cara meyakinkan orang dengan memberikan argumentasi
Manipulasi adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain namun yang dipengaurhi tidak
menyadari
Coersion adalah ancaman atau paksaan agar orang lain sesuai dengan kehendak yang punya
kekuasaan.
Force yaitu tekanan Iisik, seperti membatasi kebebasan. Ini biasanya dilengkapi dengan sejata,
sehingga orang lain mengalami ketakutan.
Kekuasaan adalah kemampuan menggunakan sumber pengaruh untuk mempengaruhi proses
pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik sehingga menguntungkan dirinya, kelompoknya
atau masyarakat secara umum. Unsur kekuasaan terdiri dari ;
Tujuan
Cari
Hasil
Oleh karena agar kekuasaan tidak disalahartikan maka perlu diIahami makna kekuasaan, yaitu :
1. Kekuasaan adalah hubungan antara manusia
2. Pemegang kekuasaan punya kemampuan mempengaruhi orang lain
3. Pemegang kekuasaaan bisa individu, kelompok, organisasi atau pemerintah
4. Sasaran kekuasaan dapat individu, kelompok, organisasi atau pemerintah
5. Pihak yang mempunyai sumber kekuasaan belum tentu punya kekuasaan, bergantung pada
kemampuannya untuk menggunakan sumber kekuasaan itu.
6. Penggunaan sumber kekuasaan dapat dengan paksaan, konsensus atau kombinasi dari
keduanaya.
7. Kekuasaan bisa memiliki tujuan yang baik atau juga buruk
8. Berkaitan pula dengan distribusi kekuasaan
9. Kekuasaan digunakan untuk masyarakat umum
10.Sumber pengaruh digunakan mempengaruhi proses politik
Jadi kekuasaan bukan hanya paksaan atau kekerasan atau manipulasi tetapi bisa juga konsensus
dan kerelaan Kekuasaan harus dilihat dari dimensi yang saling melengkapinya, yaitu :
a. Potensial aktual artinya sumber kekuasaan bila belum digunakan maka masih bersiIat
potensial bila sudah digunakan berarti sudah aktual.
b. PositiI negatiI maksudnya kekuasaan apakah untuk mencapai tujuan tertentu (positiI atau
untuk mencegah pihak lain (negatiI
c. Konsensus paksaan kekuasaan bisa berupa kesadaran dan persetujuan (konsensus bisa juga
dengan ketakutan (paksaan seperti ketakuatan secara Iisik, ekonomi dan psikologis.
d. Jabatan pribadi, kekuasaan di masyarakat modern adalah kekuasaan karena jabatan
sedangkan, bila kekuasaan pribadi itu karena kualitas pribadi seseorang.
e. Implisit eksplisit kekuasaan bisa secara kasat mata dirasakan atau tidak dirasakan
I. Langsung tidak langsung, maksudnya seberapa besar eIektivitas kekuasaan.
dapun Sumber kekuasaan terdiri dari ;
1. Sarana paksaan Iisik seperti senjata, teknologi dll
2. Kekayaan seperti uang, tanah, bankir, pengusaha dll
3. NormatiI seperti pemimpin agama, kepala suku atau pemerintah yang diakui.
4. Popularitas pribadi, seperti bintang Iilm, pemain sepakbola.
5. Jabatan keahlian seperti pengetahuan, teknologi, keterampilan.
6. Massa yang terorganisir seperti organisasi buruh, petani, guru dll.
7.InIormasi seperti pers yang punya kemampuan membentuk opini publik.
Sumber kekuasaan juga harus dilengkapi dengan
waktu dan keterampilan
minat dan perhatian
Empat hal ini menjadi penunjang seseorang yang punya sumber kekuasaan menjadi penguasa.
Karena kekuasaan cenderung berkembang biak. Sumber kekuasaan dapat digunakan untuk dua
hal :
a. Non politik seperti untuk usaha, berbelanja, memberi bantuan dll.
b. Mempegaruhi proses politik dengan syarat :
- Kuat motivasi untuk mencapai tujuan
- Mempunyai harapan untuk berhasil
- Punya persepsi mengenai biaya dan resiko
- Punya pengetahuan tentang cara mencapainya.
Hasil penggunaan sumber kekuasaan bisa dilihat dari :
1- Jumlah individu yang dikendalikan
2- Bidang kehidupan yang dikendalikan
3- Kedalaman pengaruh kekuasaan
Kekuasaan harus didistribusikan dengan cara ;
a- Model elit memerintah
b- Model pluralis
c- Model populis
. Pandangan Politik
1. Klasik
Politik dalam pandangan klasik dikemukakan oleh rsitoteles, adalah usaha warga
negara dalam mencapai kebaikan bersama atau kepentingan umum Kebaikan bersama ini
bisa berupa. Nilai ideal yang bersiIat abstrak seperti keadilan, kebajikan, kesejahteraan,
dll. Keinginan orang banyak atau keinginan golongan mayoritas. Pandangan politik
klasik ini terlalu bersiIat IilosoIis sehingga tidak membumi, tidak melihat realitas.
2. Kelembagaan
Pandangan politik kelembagaan menurut Weber berarti politik berkaitan dengan
penyelenggaraan negara. Negara adalah komuntas manusia yang sukses memonopoli
penggunaan paksaan Iisik yang sah dalam wilayah tertentu.

3. Kekuasaan
Pandangan ini dikemukakan oleh Robson, menurutnya politik adalah usaha untuk
mencari dan mempertahankan kekuasaan dalam masyarakat. Kekuasaan adalah
kemampuan mempengaruhi orang lain untuk berperilaku sesuiai dengan kehendak yang
mempengaruhi. Kelemahan pandangan ini tidak membedakan aspek politik dengan aspek
lain, seperti tokoh agama yang punya pengaruh tidak berarti dia sedang berpolitik. Selain
itu dalam politik terdapat konsep lain selain kekuasaan seperti kewenangan, legitimasi,
konIlik, dll

4. Fungsionalisme
Politik dalam pandangan ini berarti merumuskan dan melaksanakan kebijakan umum.
David Easton 'The uthoritative allocation oI values Ior a society rtinya alokasi nilai-
nilai berdasarkan kewenangan mengikat suatu masyarakat. Harold Lasswell 'Who gets
what, when, how Siapa mendapatkan apa kapan dan bagaimana, Siapa bisa orang,
lembaga, kelompok, atau bangsa pa berati nilai, bisa abstrak seperti keadilan dll, bisa
juga konkrit seperti kedudukan, kekayaan dll. When ukuran orang yang mendapatkan
kekuasaan pada waktu tertentu. How cara untuk mendapatkan kekuasaan seperti persuasiI
atau koersiI. Kelemahan pandangan ini menganggap pemerintah sebagai wasit
kepentingan masyarakat, padahal pemerintah sendiri memiliki kepentingan tersendiri

5. KonIlik
Dalam mendapatkan kekuasaan selalu terjadi perbedaan pendapat, perdebatan, persaingan
bahkan pertentangan maka lahirlah konIlik. Pandangan ini terlalu menekankan aspek
konIlik padahal dalam politik ada juga konsensus, kerjasama maupun integrasi. Jadi
politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka pembuatan dan
pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yagn
tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Ilmu politik muncul sejak zaman Yunani dengan
adanya polis (negara kota Menjadi ilmu yang mapan sejak abad ke-18 Di indonesia juga
ada buku tentang ilmu politik seperti kitab negara kertagama dan babad tanah jawi.
Pendekatan dalam ilmu politik
1.Pendekatan tingkah laku berhubungan dengan Iakta, empiris dll.
2.pendekatan tradisional berhubungan dengan nilai, IilsaIat.
Ilmu politik selalu berkaitan dengan
a. Negara
b. Kekuatan
c. Pengambilan keputusan (membuat pilihan diantara alternatiI
d. Kebijakan (keputusan yang memiliki tujuan dan cara mencapainya
e. Pembagian atau alokasi sumber

























PENUTUP

A. esimpulan
Dalam pengertian ilmu politik dan Sebagai ilmu, politik mempunyai lingkup yang meliputi
berbagai aspek dan para ahli juga mengkaji tentang ruang lingkup dan pengertian ilmu politik
secara sistematis, Mengkaji tentang sejarah ilmu politik bisa dilihat dari dua pandangan yaitu
pembahasan secara luas atau secara sempit. Secara luas berarti ilmu politik telah ada sejak zaman
dahulu berupa pembahasan dalam buku-buku tertentu yang telah dikarang masa lampau,
sedangkan secara sempit berarti ilmu politik dilihat dari aspek sistematisasinya sebagai ilmu dan
pengakuannya dari aspek akademis. Sejarah secara luas. Ilmu politik telah ada sejak zaman
dahulu .


B. Saran
Maka begitu pentingnya kita sebagai mahasiswa untuk bagaimana bisa memahami
pengantar ilmu politik dan sejarah daripada ilmu poltik tersebut , sebagai suatu pandangan umum
bagi mahasiswa pada khususnya agar lebih jeli dalam menaIsirkan suatu konsep tentang ilmu
politik itu , karena dalam mempelajari ilmu politik maka banyak konsep tentang ilmu politik
yang berhubungan dengan ilmu social lainnya.












C. Referensi
ReIerensi :
1. Miriam Budiardjo, Dasar-dasar Ilmu Politik, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1996
2. Ramlan Surbakti, Memahami Ilmu Politik, Gramedia, Jakarta, 1992
3. IIan GaIIar, Politik Indonesia, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2002
4. Rusadi Kantaprawira, Sistem Politik Indonesia, Sinar Baru, Bandung, 1988
5. Ipong S. zhar, Benarkah DPR Kita Mandul, BiograI Publishing, Yogyakarta, 1997
6. Robert . Dahl, nalisa Politik Modern, Dewaruci Press, Jakarta, 1980
7. Inu Kencana SyaIe`I, Pengantar Ilmu Politik, Remaja Rosda Karya, bandung, 1998