Anda di halaman 1dari 7

FILTRASI DAN SEDIMENTASI

Diajukan untuk memenuhi salah satu laporan praktikum Pengelolaan Limbah Industri

Pembimbing : Emma Hermawati, M.T. Disusun oleh : Atwinda Sukma Putri Ayu Wulansari Dian Risti Purwanti Eka Putri Indriani Kelompok 2 Kelas : 3B (091411038) (091411039) (091411040) (091411042)

Tanggal Praktikum Tanggal Penyerahan

: 26 Oktober 2011 : 2 November 2011

TEKNIK KIMIA D3 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2011

SEDIMENTASI DAN FILTRASI

I.

Tujuan 1. Melaksanakan proses sedimentasi dan filtrasi dari air baku yang telah diberikan koagulan. 2. Menentukan laju alir optimum dan maksimum dari air baku. 3. Menentukan nilai kekeruhan influen dan efluen dari proses sedimentasi dan filtrasi. 4. Menentukan dosis optimum koagulan berikut kondisi operasinya yang sesuai. 5. Menentukan efisiensi proses sedimentasi dan filtrasi air baku.

II.

Dasar Teori Padatan terlarut atau tersuspensi yang ada dilimbah cair/air kotor berada dalam

keadaan koloid. Adanya muatan pada permukaan koloid mengakibatkan koloid menjadi saling tolak-menolak, sehingga koloid berada dalam kondisi yang stabil. Kondisi ini tidak menguntungkan untuk mengendapkan parameter pencemar melalui proses sedimentasi. Proses koagulasi adalah proses destabilisasi muatan partikel sehingga menjadi bermuatan netral. Proses ini dilakukan dengan pengadukkan cepat sambil ditambahkan bahan kimia koagulan. Presipitasi secar kimia ini mampu mengolah air limbah menjadi relatif jernih, karena dapat memisahkan partikel baik yang tersuspensi maupun koloid. Presipitasi kimia mampu memberikan efisiensi pemisahan total padatan tersuspensi maupun koloid. Presipitasi kimia mampu memberikan efisiensi pemisahan total padatan tersuspensi sekitar 80-90%, penghilangan BOD 40-70%, penghilangan COD 30-60% dan penghilangan mikroba/bakteri sebesar 80-90%. Sedimentasi merupakan proses pemisahan partikel dari cairannya, baik partikel yang memang telah berada dalam air baku, yang terbentuk sebagai akibat penambahan bahan kimia, maupun partikel yang dihasilkan dari flokulasi fisis yang digabungkan dengan pengolahan biologis dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Proses sedimentasi dibagi menjadi empat kategori, dimana partikel akan mengendap meninggalkan suspensi menurut salah satu proses, target dan konsentrasi larutan beserta sifat partikelnya, yaitu : Pengendapan partikel diskrit Pengendapan flok Pengendapan zona Pengendapan pemapatan

Kecepatan pengendapan partikel yang terdapat di air tergantung pada berat jenis, bentuk, dan ukuran partikel, viskositas air dan kecepatan aliran dalam bak pengendapan. Semakin cepat laju alir masukkan maka efisiensi kolom semakin kecil. Pada dasarnya terdapat dua jenis alat sedimentasi yaitu jenis rectangular dan jenis circular. Pada bak sedimentasi segi empat (rectangular) air mengalir horizontal dari inlet menuju outlet sementara partikel mengendap ke bawah. Untuk menetukan karakteristik pengendapan tersuspensi suatu larutan kecepatan pengendapan setiap waktunya dapat dihitung : V=Q. dimana : V = volume yang dibutuhkan (m3) Q = laju alir volumetrik (m3/dt) = waktu tunggal (dt) Filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat dari fluida (cair maupun gas) yang membawanya menggunakan suatu medium berpori atau vahan berpori lain untuk menghilangkan sebanyak mungkin zat padat halus yang tersuspensi dan koloid. Pada proses filtrasi ini dengan semakin cepatnya laju alir masukkan maka efisinsi filtrasi akan semakin kecil. Untuk jenis filtrasi yang menggunakan media pasir terdapat filtrasi pasir cepat (rapid sand filtration) dan filtrasi pasir lambat. Filter pasir cepat adalah filtrasi yang memiliki kecepatan filtrasi cepat. Bagian-bagian dari filter pasir cepat meliputi: a. Bak filter, merupakan tempat proses filtrasi berlangsung. Jumlah dan ukuran bak tergantung debit pengolahan. b. Media filter, merupakan bahan berbutir / granular yang membentuk pori-pori di antara butiran media. Pada pori-pori inilah air mengalir dan terjadi proses penyaringan. c. Sistem underdrain, merupakan sistem pengaliran air yang telah melewati proses filtrasi yang terletak di bawah media filter.

III. Langkah Kerja 1. Membuat air baku dan penambahan koagulan

Menyiapkan air keran sebanyak 74 Liter dalam tangki umpan

Memasukkan padatan bentonit sebanyak 7,4012 gram

Mengaduk hingga homogen

Aduk selama proses sedimentasi dan filtrasi berlangsung

Memasukkan 4,933 gram tawas

2. Proses Sedimentasi dan filtrasi


Memasukkan air baku ke tangki koagulasi dan flokulasi secara manual hingga penuh Mengalirkan air baku dengan menggunakan pompa dengan skala 40

Mengatur kecepatan pengaduk . Kecepatan putaran pengaduk di tangki koagulasi cepat dan kecepatan putaran pengaduk di tangki flokulasi lambat

Mengambil sampel air baku yang masuk ke bak sedimentasi (influen sedimentasi)

Mengambil sampel air baku yang keluar dari bak sedimentasi (efluen sedimentasi dan influen flitrasi)

Melakukan proses ini skala pompa yang berbeda

Mengambil sampel air baku yang keluar dari bak filtrasi (efluen filtrasi

IV. Data Pengamatan Massa bentonit Massa tawas Volume air keran = 7,4012 gr = 4,9333 gr = 74 L Sedimentasi RUN Laju Alir, Q (ml/detik) Kekeruhan influen (NTU) 1 2 3 4 5 6 7 2,8 4,7 4,9 10,67 11 11,2 11,8 8,14 6,58 5,61 5,83 6,08 5,66 5,9 Kekeruhan efluen (NTU) 2,98 3,28 2,88 2,38 2,39 2,13 2,37 Filtrasi Kekeruhan influen (NTU) 2,98 3,28 2,88 2,38 2,39 2,13 2,37 Kekeruhan efluen (NTU) 1,33 1,03 0,7 0,75 0,76 0,96 1,45

RUN 1 2 3 4 5 6 7

Efisiensi (%) Sedimentasi 63,40 50,15 48,66 59,17 60,69 62,37 59,83 Filtrasi 55,37 68,60 75,69 68,48 68,20 54,93 38,81

V.

Pengolahan Data 1. Kurva hubungan antara efisiensi proses sedimentasi dengan laju air baku
14 12 LAju ALir (ml/detik) 10 8 6 4 2 0 45 50 55 Efisiensi (%) 60 65

2. Kurva hubungan antara efisiensi proses filtrasi dengan laju alir air baku
14 12 LAju alir (ml/detik) 10 8 6 4 2 0 30 40 50 60 70 80 Efisiensi (%)

3. Kurva penghalusan hubungan antara efisiensi sedimentasi dengan laju alir air baku
14 12 Laju alir (ml/detik) 10 8 6 4 2 0 58 59 60 61 Efisiensi (%) 62 63 64

4. Kurva penghalusan hubungan antara efisiensi proses filtrasi dengan laju alir air baku
14 12 Laju Alir (ml/detik) 10 8 6 4 2 0 30 40 50 60 70 80 Efisiensi (%)