Anda di halaman 1dari 38

Conuiloma Accuminata Page

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dengan baik Makalah ini berjudul 'Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Kasus
CONDILOMA ACCUMINATA ' makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dan diajukan untuk
memenuhi standar proses pembelajaran pada mata kuliah Sistem Integumen.
Dalam penyusunan makalah ini , penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1. Ibu Tetti Solehati, S.Kp., M.Kep. selaku koordinator sistem imunitas dan hematologi,serta
dosen yang memberikan bimbingan kepada penulis.
2. Orang tua kami tercinta yang selalu membeikan doa restu dan dukungan dalam proses
pembelajaran kami di Fakultas Ilmu Keperawatan.
3. Teman-teman penulis kelompok 7 yang meluangkan waktu untuk menyusun makalah ini.
4. Pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas
dukungannya, Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan yang lebih baik.
Meskipun telah berusaha segenap kemampuan, namun penulis menyadari bahwa makalah
ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari
semua pihak demi perbaikan di hari kemudian.
Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanIaat dalam proses
pembelajaran di Fakultas Ilmu Keperawatan.



Jatinangor, 18 November 2011



Penulis

Conuiloma Accuminata Page

A I
PENDAHULUAN
1.1Latar 0akang
Kondiloma Akuminata merupakan salah satu penyakit menular seksual. Selain Gonore
(GO), SiIilis,Chlamydia, Herpes Genetalis, kutu kemaluan (pubic lice), Vaginitis. Kondiloma
Akuminata adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Virus Papiloma Humanus
(VPH) dengan kelainan berupa Iibroepitelioma pada kulit dan mukosa. Kutil Genitalis
(Kondiloma Akuminata) merupakan kutil di dalam atau di sekeliling vagina, penis atau dubur,
yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Kutil genitalis sering ditemukan dan menyebabkan kecemasan karena:
- tidak enak dilihat,
- bisa terinIeksi bakteri
- bisa merupakan petunjuk adanya gangguan sistem kekebalan.
Penularan penyakit menular seksual umumnya adalah melalui hubungan seksual,
sedangkan cara lainnya yaitu melalui transIusi darah, jarum suntik, ibu hamil kepada bayi yang
dikandungnya, dan lain-lain.
Di Amerika Serikat cenderung meningkat 4-5 kali lipat dalam dua dekade terakhir,
insidensi tertinggi pada wanita usia 20-30 tahun. Setiap tahun ada 500.000-1.000.000 kasus baru
yang ditemukan di Amerika Serikat. Laporan lain telah mencatat bahwa prevalensi penyakit ini
empat kali lebih tinggi dalam dua dekade terakhir ini. Laporan dari klinik penyakit menular
seksual (PMS) di Inggris, bahwa jumlah kasus baru meningkat dua kali lipat dalam dekade
terakhir ini. Di negara Hongkong penyakit ini menduduki peringkat kedua PMS, dan akhir-akhir
ini insidensi penyakit ini meningkat terus. Data rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa
penyakit ini menduduki peringkat ketiga diantara penyakit penular seksual, sesudah uretritis
gonore dan non gonore.
Masa inkubasi Kondiloma akuminata berlangsung antara 1-8 bulan (rata-rata 2-3 bulan). VPH
(virus papiloma humanus) masuk ke dalam tubuh melalui mikrolesi pada kulit, sehingga
Conuiloma Accuminata Page

kondiloma akuminata sering timbul di daerah yang mudah mengalami trauma pada saat
hubungan seksual. Pada pria, tempat yang sering terkena adalah glans penis, sulkus koronarius,
Irenulum dan batang penis, sedang pada wanita adalah Iourchette posterior, vestibulum, dll.
Condyloma accuminatum [Kondiloma akuminata j juga dikenal sebagai:
1. Kutil kelamin
2. Kutil kemaluan
3. Kutil genital (kutil genitalia)
4. Genital warts
5. Veruka akuminata
6. Venereal wart
7. Jengger ayam

1.2 TU1UAN PEMELA1ARAN
1. Mahasiswa mengetahui konsep umum penyakit Condiloma Accuminata
2. Mahasiswa mengetahui gejala-gejala dari penyakit Condiloma Accuminata
3. Mahasiswa mengetahui asuhan keperawatan terhadap penderita.
4. Mahasiswa mampu memberikan tindakan keperawatan dengan tepat











Conuiloma Accuminata Page

A II
PEMAHASAN

2.1 Id0ntifikasi Kasus
Ny IC 45 tahun dating ke poliobgyn di RS swasta terletak di kota Bandung dengan
keluhan penyakit pada kelaminnya, dari hasil pemeriksaan Iisik bahwa di vulva, labia mayora,
minora Ny IC tampak lesi, terdapat papula miliar dan tonjolan-tonjolan atau IiliIormis yang
menyerupai kembang kol, tonjolan berwarna merah dengan konsistensi lunak. Berdasarkan hasil
wawancara didapatkan data bahwa Ny IC kadang mengeluh gatal terasa terbakar pada daerah
vulva, Ny IC mengatakan ia jadi merasa nyeri saat erhubungan dengan suaminya, Ny IC juga
mengatakan bahwa suaminya pernah mengalami penyakit menular seksual. Klien menyatakan
malu dengan keadaannya saat ini

Step 1
1. Papula miliar
2. FiliIormis
3. Vulva
Jawaban :
1. Papula miliar ???
2. Tonjolan yang berbentuk seperti rambut
3. Vulva ???
Step 2
1. Apakah penyakit ini ditularkan oleh suami? Jelaskan !
2. Apa yang menyebabkan lesi di vulva dan labia mayora, minora?
3. Apa yang menyebabkan rasa gatal dan terbakar di vulva?
4. Terapi yang tepat untuk Ny IC?
Conuiloma Accuminata Page

5. Bagaimana peran perawat pada keadaan kasus ini?
6. Apa yang menyebabkan nyeri saat berhubungan?
7. Apa yang menjadi penyebab papula miliar dan tonjolan yang menyerupai kembang kol?
8. Apakah ada komplikasi ke system lain?
9. Apakah isi tonjolan yang berwarna merah?
10.Pencegahan apa yang harus dilakukan terutama saat berhubungan dengan suaminya?
11.Diagnosa medis?
12.Apakah penyakitnya menular?
13.Apakah penyakit ini menyerang anak-anak, dewasa, laki-laki, wanita dewasa, remaja?
Step 3 dan Step 4
1. Kemungkinan besar penyakit ini ditularkan dari suaminya
2. Karena ada gatal dan rasa terbakar kemudian digaruk sehingga menyebabkan lesi
3. Lesi yang merupakan respon inIlamsai d.d panas dll yang menyebabkan rasa terbakar dan
gatal
4. Memperhatikan kebersihan pakaian dalam, dan diobati terlebih dahulu penyakit
suaminya, personal hygiene yang baik terutama di kelamin, menggunakan sabun sirih dan
antiseptic agar bakteri berkurang/ hilang
5. Menjelaskan kepada klien tentang penyakit, beri motivasi untuk sembuh
6. Karena terdapat lesi disekitar genitalia, maka saat berhubungan terasa nyeri, dan ada
penekanan/gesekan saat melakukan hubungan seksual dengan suaminya
7. Kemungkinan besar akibat bakteri, personal hygene yang buruk,sering berganti pasangan
8. Bisa terjadi komplikasi ke system lainnya, dari kulit rahim leher rahim ovum
ovarium
9. Kemungkinan berisi nanah/ cairan bening
10.Setia pada satu pasangan, menggunakan kondom
11.
12.Ini merupakan penyakit yang menular
13.Menyerang orang-orang yang pernah melakukan hubungan seksual

Conuiloma Accuminata Page

Step 5
MIND MAP




















Learning objectives
1. Papula miliar
2. Vulva




C0KfL0M
CC0MfKT

|([[[
. [C(lnll
b. [tlOlOl
C. |ll(lKl
O.[nl(Ctl
|llnl
C. |OmDllKl
(. DCnCChn
[[(ATA[A|[A(AA(
1. [CmCrlKn [lnOtlK
2. TCrDl FrmKOlOl
3. TCrDl (On(rmKOlOl
A[[|A(
|[[[[AATA(
1. [CnK;ln
2. Anll [t
3. [lnO
|CDCrutn
+. ]ntCrvCnl
[ATF][][Q]
Conuiloma Accuminata Page

2.2Kons05
1. Anatomi Sistem Reproduksi Wanita













Terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul.
Eksternal (sampai vagina) : Iungsi kopulasi. Internal : Iungsi ovulasi, Iertilisasi ovum,
transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan Ietus, kelahiran. Fungsi system reproduksi
wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin / steroid. dari poros
hormonal thalamus hipothalamus hipoIisis adrenal ovarium. Selain itu terdapat
organ/sistem ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduks: payudara,
kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya.

A. G0nitaia Ekst0rna
1. Vulva
Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis,
labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, oriIicium urethrae externum,
kelenjar-kelenjar pada dinding vagina.
2. Mons pubis / mons veneris
Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis. Pada masa pubertas daerah ini
mulai ditumbuhi rambut pubis.
Conuiloma Accuminata Page 8


3. Labia mayora
Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung
pleksus vena. Homolog embriologik dengan skrotum pada pria. Ligamentum rotundum
uteri berakhir pada batas atas labia mayora. Di bagian bawah perineum, labia mayora
menyatu (pada commisura posterior).
4. Labia minora
Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai Iolikel rambut. Banyak
terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraI.
5. Clitoris
Terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus
clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina. Homolog embriologik dengan
penis pada pria. Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. Banyak pembuluh darah
dan ujung serabut saraI, sangat sensitiI.
6. Vestibulum
Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah Iourchet, batas lateral labia minora.
Berasal dari sinus urogenital. Terdapat 6 lubang/oriIicium, yaitu oriIicium urethrae
externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene
kanan-kiri. Antara Iourchet dan vagina terdapat Iossa navicularis.

Conuiloma Accuminata Page 9


7. Introitus / oriIicium vagina
Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa
yaitu selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan. Hymen normal terdapat lubang kecil
untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiIormis,
septum atau Iimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk
lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk Iimbriae). Bentuk
himen postpartum disebut parous. Corrunculae myrtiIormis adalah sisa2 selaput dara
yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan / para. Hymen yang abnormal,
misalnya primer tidak berlubang (hymen imperIorata) menutup total lubang vagina, dapat
menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna.
8. Vagina
Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian
kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar cervix disebut
Iornix, dibagi dalam 4 kuadran : Iornix anterior, Iornix posterior, dan Iornix lateral kanan
dan kiri. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel
skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid.
Fungsi vagina :
Untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi
(persetubuhan). Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus
urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu Iornices anterior, posterior dan lateralis di
sekitar cervix uteri. Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di
sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitiI terhadap stimulasi orgasmus vaginal.
9. Perineum
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diaIragma pelvis
(m.levator ani, m.coccygeus) dan diaIragma urogenitalis (m.perinealis transversus
proIunda, m.constrictor urethra). Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara
anus dan vagina. Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong
(episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah rupture.


Conuiloma Accuminata Page

. G0nitaia Int0rna
1. Uterus
Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa). Selama
kehamilan berIungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus. Pada saat
persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi
konsepsi dikeluarkan. Terdiri dari corpus, Iundus, cornu, isthmus dan serviks uteri.
2. Serviks uteri
Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam
vagina) dan pars supravaginalis. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan
jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina
yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah
vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum
(dalam, arah cavum). Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium
externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida)
berbentuk garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina
ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung
glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air.
Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid.
3. Corpus uteri
Terdiri dari : paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum
uteri di intraabdomen, tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis
(dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam
lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai
siklus haid akibat pengaruh hormone hormon ovarium. Posisi corpus intraabdomen
mendatar dengan Ileksi ke anterior, Iundus uteri berada di atas vesica urinaria. Proporsi
ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan
perkembangan wanita (gambar).
4. Ligamenta penyangga uterus
Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale, ligamentum
ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum inIundibulopelvicum, ligamentum
vesicouterina, ligamentum rectouterina.
Conuiloma Accuminata Page

5. Vaskularisasi uterus
Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica
cabang aorta abdominalis.
6. Salping / Tuba Falopii
Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri kanan,
panjang 8-14 cm, berIungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum
uteri. Dinding tuba terdiri tiga lapisan : serosa, muscular (longitudinal dan sirkular) serta
mukosa dengan epitel bersilia. Terdiri dari pars interstitialis, pars isthmica, pars
ampularis, serta pars inIundibulum dengan Iimbria, dengan karakteristik silia dan
ketebalan dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya (gambar).
7. Pars isthmica (proksimal/isthmus)
Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sIingter uterotuba pengendali
transIer gamet. Pars ampularis (medial/ampula) Tempat yang sering terjadi Iertilisasi
adalah daerah ampula / inIundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga
terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini. Pars inIundibulum (distal) dilengkapi
dengan Iimbriae serta ostium tubae abdominal pada ujungnya, melekat dengan
permukaan ovarium. Fimbriae berIungsi 'menangkap ovum yang keluar saat ovulasi
dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba.
8. Mesosalping
Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus).
9. Ovarium
Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-
kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraI.
Terdiri dari korteks dan medula. Ovarium berIungsi dalam pembentukan dan pematangan
Iolikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal) primordial di lapisan terluar epital
ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon
steroid (estrogen oleh teka interna Iolikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi).
Berhubungan dengan pars inIundibulum tuba Falopii melalui perlekatan Iimbriae.
Fimbriae 'menangkap ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi. Ovarium terIiksasi oleh
ligamentum ovarii proprium, ligamentum inIundibulopelvicum dan jaringan ikat
mesovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inIerior terhadap arteri renalis.
Conuiloma Accuminata Page

. Organ r05roduksi / organ s0ksua 0kstragonada
1. Payudara
Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah pektoral. Terdiri dari
massa payudara yang sebagian besar mengandung jaringan lemak, berlobus-lobus (20-40
lobus), tiap lobus terdiri dari 10-100 alveoli, yang di bawah pengaruh hormon prolaktin
memproduksi air susu. Dari lobus-lobus, air susu dialirkan melalui duktus yang bermuara
di daerah papila / puting. Fungsi utama payudara adalah laktasi, dipengaruhi hormon
prolaktin dan oksitosin pascapersalinan. Kulit daerah payudara sensitiI terhadap
rangsang, termasuk sebagai sexually responsive organ.
2. Kulit
Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitiIitas yang lebih tinggi dan responsiI
secara seksual, misalnya kulit di daerah bokong dan lipat paha dalam. Protein di kulit
mengandung pheromone (sejenis metabolit steroid dari keratinosit epidermal kulit) yang
berIungsi sebagai parIum` daya tarik seksual (androstenol dan androstenon dibuat di
kulit, kelenjar keringat aksila dan kelenjar liur). Pheromone ditemukan juga di dalam
urine, plasma, keringat dan liur

KONSEP PENYAKIT
1. DEFINISI PENYAKIT
Kondiloma akuminata adalah:
1. Tumor pada genitalia yang ditemukan pada laki-laki maupun perempuan dan bersiIat
lunak seperti jengger ayam.
2. Pertumbuhan jaringan yang bersiIat jinak, superIisial, terutama di daerah genitalia
(kelamin)
3. Penyakit Menular Seksual disebabkan inIeksi virus papiloma human (VPH) tipe 6
dan 11. Pertumbuhan nya mula mula kecil, kemudian cenderung berkelompok dan
menyatu membentuk suatu benjolan yang besar yang menyerupai bunga kol |seperti
jengger ayam atau brokoli|.
Conuiloma Accuminata Page

Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata) merupakan kutil di dalam atau di sekeliling
vagina, penis atau dubur, yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kondiloma
akuminatum ialah vegetasi oleh human papiloma virus tipe tertentu, bertangkai, dan
permukaannya berjonjot. Tipe HPV tertentu mempunyai potensi onkogenik yang tinggi,
yaitu tipe 16 dan 18. tipe ini merupakan jenis virus yang paling sering dijumpai pada
kanker serviks. Sedangkan tipe 6 dan 11 lebih sering dijumpai pada kondiloma
akuminatum dan neoplasia intraepitelial serviks derajat ringan.
Kutil genitalis sering ditemukan dan menyebabkan kecemasan karena: - tidak enak
dilihat, - bisa terinIeksi bakteri - bisa merupakan petunjuk adanya gangguan sistem
kekebalan.
Terdapat papul atau tumor (benjolan), dapat soliter (tunggal) atau multipel (banyak)
dengan permukaan yang verukous atau mirip jengger ayam. Terkadang penderita
mengeluh nyeri.Jika timbul inIeksi sekunder berwarna kemerahan akan berubah menjadi
keabu-abuan dan berbau tidak sedap.

2. ETIOLOGI
Virus DNA golongan Papovavirus, yaitu: Human Papilloma Virus (HPV).
HPV tipe 6 dan 11 menimbulkan lesi dengan pertumbuhan (jengger ayam).
HPV tipe 16, 18, dan 31 menimbulkan lesi yang datar (Ilat).
HPV tipe 16 dan 18 seringkali berhubungan dengan karsinoma genitalia (kanker ganas pada
kelamin)

3. MANIFESTASI KLINIK
Berikut beberapa tanda dan gejala yang timbul pada kondiloma akuminata :
O Kondiloma akuminata sering muncul didaerah yang lembab, biasanya pada penis, vulva,
dinding vagina dan dinding serviks dan dapat menyebar sampai daerah perianal
O Berbau busuk
O Warts/ kutil memberi gambaran merah muda, Ilat, gambaran bunga kol
Conuiloma Accuminata Page

O Pada pria dapat menyerang penis, uretra dan daerah rektal. InIeksi dapat dormant atau
tidak dapat dideteksi, karena sebagian lesi tersembunyi didalam Iolikel rambut atau
dalam lingkaran dalam penis yang tidak disirkumsisi.
O Pada wanita condiloma akuminata menyerang daerah yang lembab dari labia minora dan
vagina. Sebagian besar lesi timbul tanpa simptom. Pada sebagian kasus biasanya terjadi
perdarah setelah coitus, gatal atau ;aginal discharge
O Ukuran tiap kutil biasanya 1-2 mm, namun bila berkumpul sampai berdiameter 10, 2 cm
dan bertangkai. Dan biasanya ada yang sangat kecil sampai tidak diperhatikan.
Terkadang muncul lebih dari satu daerah.
O Pada kasus yang jarang, perdarahan dan obstruksi saluran kemih jika virus mencapai
saluran uretra
O Memiliki riwayat kehidupan seksual aktiI dengan banyak pasangan.
(Anynomous. 2009)

Gejala awal
Benjolan atau lecet di sekitar alat kelamin.
Gatal atau sakit di sekitar alat kelamin.
Bengkak atau merah di sekitar alat kelamin.
Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
Buang air kecil lebih sering dari biasanya.
Demam, lemah, kulit menguning dan rasa nyeri sekujur tubuh.
Kehilangan berat badan, diare dan keringat malam hari.
Pada wanita keluar darah di luar masa menstruasi dan lain-lain.
PMS kadang tidak memiliki gejala.
Keluar cairan/keputihan yang tidak normal dari vagina atau penis. Pada wanita, terjadi
peningkatan keputihan. Warnanya bisa menjadi lebih putih, kekuningan, kehijauan, atau
kemerah mudaan. Keputihan bisa memiliki bau yang tidak sedap dan berlendir.
Pada pria, rasa panas seperti terbakar atau sakit selama atau setelah kencing, biasanya
disebabkan oleh PMS. Pada wanita, beberapa gejala dapat disebabkan oleh PMS tapi juga
disebabkan oleh inIeksi kandung kencing yang tidak ditularkan melalui hubungan
seksual.
Conuiloma Accuminata Page

Luka terbuka dan atau luka basah disekitar alat kelamin atau mulut. Luka tersebut dapat
terasa sakit atau tidak.
Tonjolan kecil-kecil (papules) disekitar alat kelarnin .
Kemerahan di sekitar alat kelamin.
Pada pria, rasa sakit atau kemerahan terjadi pada kantung zakar.
Rasa sakit diperut bagian bawah yang muncul dan hilang, dan tidak berhubungan
dengan menstruasi.

. KLASIFIKASI
a. Bentuk papul
Biasanya pada daerah batang penis, vulva bagian lateral, perianal, perineum)
Berupa papul dengan permukaan licin, multipel, tersebar diskret
b.Bentuk datar
tampak sebagai makula, atau tidak tampak sama sekali (inIeksi subklinis)
c.Bentuk khusus
- Giant condyloma Buschke-Lowenstein
- Papulosa Bowenoid

1. Ciant condyloma Buschke-Lowenstein
Bentuk ini diklasiIikasikan sebagai karsinoma sel skuamosa dengan keganasan derajat
rendah. Hubungan antara KA dengan giant condyloma diketahui dengan ditemukannya
VPH tipe 6 dan tipe 11. Lokasi lesi yang paling sering adalah pada penis dan kadang-
kadang vulva dan anus. Klinis tampak sebagai kondiloma yang besar, bersiIat invasiI
lokal dan tidak bermetastasis. Secara histologis giant condyloma tidak berbeda dengan
kondilomata akuminata. Giant condyloma ini umumnya reIrakter terhadap pengobatan.
2. Papulosis Bowenoid
Secara klinis berupa papul likenoid berwarna coklat kemerahan dan dapat berkonIluens
menjadi plakat. Ada pula lesi yang berbentuk makula eritematosa dan lesi yang mirip
leukoplakia atau lesi subklinis. Umumnya lesi multipel dan kadang-kadang
berpigmentasi. Berbeda dengan KA, permukaan lesi papulosis Bowenoid biasanya halus
Conuiloma Accuminata Page

atau hanya sedikit papilomatosa. Gambaran histopatologik mirip penyakit Bowen dengan
inti yang berkelompok, sel raksasa diskeratorik dan sebagian mitotik atipik. Dalam
perjalanan penyakitnya, papulosis Bowenoid jarang menjadi ganas dan cenderung untuk
regresi spontan.

Kutil genitalis paling sering tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembab. Pada
pria, area yang sering terkena adalah ujung dan batang penis dan dibawah kulit depannya
(jika tidak disunat). Pada wanita, kutil timbul di vulva, dinding vagina, leher rahim
(serviks) dan kulit di sekeliling vagina. Kutil genitalis juga bisa terjadi di daerah
sekeliling anus dan rektum, terutama pada pria homoseksual dan wanita yang melakukan
hubungan seksual melalui dubur

Masa tunas penyakit ini adalah 4-7 hari. Disebut sebagai penyakit jengger ayam, karena
timbul bintil- bintil/ kutil bertangkai dan bergerombol di daerah kemaluan, menyerupai
jengger ayam.
Masa inkubasi seringkali sukar ditentukan secara tepat dan dapat bervariasi antara 3
minggu -8 bulan (rata-rata 3 bulan). Gambaran klinik sangat bervariasi, berupa suatu
vegetasi bertangkai dengan pertumbuhan yang berjonjot-jonjot (eksoIitik) dan beberapa
bergabung membentuk lesi yang lebih besar sehingga tampak seperti kembang kol atau
berupa papula dengan permukaan yang halus dan licin dengan diameter 1-2 mm yang
bergabung menjadi plakat lebar.

. KOMPLIKASI
1. Kanker serviks
2. Pendarahan pada saat melahirkan
3. Kemandulan
. Kematian
(Anynomous. 2009)


Conuiloma Accuminata Page

. INSIDENSI
Di Amerika Serikat cenderung meningkat 4-5 kali lipat dalam dua dekade terakhir,
insidensi tertinggi pada wanita usia 20-30 tahun. Setiap tahun ada 500.000-1.000.000 kasus baru
yang ditemukan di Amerika Serikat.
Laporan lain telah mencatat bahwa prevalensi penyakit ini empat kali lebih tinggi dalam
dua dekade terakhir ini. Laporan dari klinik penyakit menular seksual (PMS) di Inggris, bahwa
jumlah kasus baru meningkat dua kali lipat dalam dekade terakhir ini. Di negara Hongkong
penyakit ini menduduki peringkat kedua PMS, dan akhir-akhir ini insidensi penyakit ini
meningkat terus. Data rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit ini menduduki
peringkat ketiga diantara PMS, sesudah uretritis gonore dan non gonore.
Unit0d Stat0s
Insiden tahunan dari condyloma acuminatum adalah 1. Hal ini paling banyak
dipertimbangkan sebagai penyakit menular seksual (STD) yang paling banyak. Prevalensi telah
dilaporkan melebihi 50. Prevalensi dan resiko tertinggi adalah diantara orang dewasa muda di
decade ketiga dan remaja. Usia 40 an meningkatkan prevalensinya dimana telah dilaporkan pada
dua decade terakhir.
International
Prevalensi internasional telah dilaporkan bervariasi. Data yang tersedia dari inggris,
Panama, Italia, Belanda, dan Negara berkembang dan tidak berkembang melaporkan inIeksi
HPV untuk sedikitnya sama dengan united states.

Mortaity/Morbidity
Mortalitas merupakan hal sekunder terhadap perubahan maligna menjadi karsinoma pada pria
dan wanita. Potensial onkogenik ini telah dilaporkan untuk dikalikan tiga terhadap resiko kanker
genitor urinaria diantara pria terinIeksi. Untungnya, hal ini jarang dengan HPV tipe 6 dan 11,
dimana merupakan virus yang tpaling banyak terisolasi.
InIeksi HPV tampak untuk menjadi lebih sering dan memburuk pada apsien dengan variasi tipe
deIisiensi imun. Angka rekurensi, ukuran, ketidaknyamanan dan resiko dari perkembangan
Conuiloma Accuminata Page 8

onkologis merupakan yang tertinggi diantarapasien ini. InIeksi sekunder adalah hal yang tidak
biasa.
Kesakitan laten menjadi lebih aktiI selama kehamilan. Vulva condyloma akuminata dapat
berkaitan dengan parturitas. Trauma kemudian dapat muncul, menghasilkan krusta atau eritema.
Perdarahan telah dilaporkan pada lesi yang besar yang dapat timbul selama kehamilan.
Pada pria, perdarahan telah dilaporkan sesuai datarnya meatus uretra penis, biasanya dikaitkan
dengan HPV-16. Akhirnya, obstruksi uretra akut pada wanita juga dapat timbul.
Sex
Kedua jenis kelamin dapat rentan terhadap inIeksi.
Penyakit tambahan dapat menjadi lebih sering pada pria (dilaporkan pada 75 pasien);
bagaimanapun, inIeksi dapat menjadi lebih prevalent pada wanita.
Usia
Prevalensi adalah yang terbesar pada orang dengan usia antara 17-33 tahun, dengan insidensi
meningkat pada orang yang berusia 20-24 tahun.
. PENEGAHAN
1. Menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan kandiloma akuminata seperti.
2. Menjaga hygiene vagina dan penis dengan baik.
3. Cuci bersih vagina sesudah BAB dan BAK.
4. Selalu mengganti calana dalam 1 hari 2 kali.
5. Selalu mengganti pembalut bila sudah penuh.
6. Melakukan pemeriksaan dini saat di temukan tanda-tanda kandiloma akuminta.
7. Malakukan pemeriksaan pap-smear jika sudah aktiI melakukan hubungan seksual.
8. Jangan malakukan hubungan seksual bila pasangan masih memiliki PMS sampai sembuh
total.
9. Makan makanan yang bernutrisi dan sehat.
10.Hindari melakukan seks bebas.
11.Hindari berganti-ganti pasangan saat berhubungan seksual.



Conuiloma Accuminata Page 9

. PROGNOSIS
Penyakit ini dapat disembuhkan total, namun kadang kadang dapat kambuh setelah
pengobatan karena adanya inIeksi ulang atau timbulnya penyakit yang masih laten. Mengingat
virus ini juga meningkatkan resiko terjadinya penyakit kanker serviks |kanker mulut rahim|,
maka jika memang seseorang sudah positiI terkena kondiloma akuminata sebaiknya dilakukan
test pap smear juga. Test ini juga dianjurkan bagi wanita paling tidak setiap 1 tahun setelah aktiI
secara seksual.

2.3PENATALAKSANAAN
a. T0ra5i Farmako
1. R e s i n p o d o I i l i n
- Baik digunakan pada lesi di daerah lembab atau tersumbat ( mis
:perianus,mukosa,lipat paha,daripada pada batang penis)
- Oleskan pada lesi ; biarkan sampai kering sempurna
- Ber it ahukan pada pasien unt uk membiar kannya selama 4-
12jam,kemudian bilas seluruhnya menggunakan air dan sabun
- Reaksi yang diharapkan meliputi nyeri
lokal,perasaanterbakar,peradangan,atau erosi
- Duduk berendam dalam air hangat dua kali sehari sangatmembantu bila
erosinya parah
- Ulangi terapi dengan interval 7-10 hari

2. T e r a p i n i t r o g e n c a i r

-Paling baik digunakan pada daerah kering` ( mis:batangpenis,genitalia eksterna
wanita,paha atas).Hindari penggunaanpada vagina.Bila digunakan secara tidak tepat
akan menimbulkanjaringan parut.
-Lakukan pembekuan 10-30 detik,dengan silusIreeze-thawberulang bergantung pada
ukuran lesi.
-Beritahu pasien akan kemungkinan pembentukan lepuh.3 . P o d o I i l o t o k s i n
0 . 5
Conuiloma Accuminata Page

-Pengobatan selama 4 minggu
Oleskan dua kali sehari selama 3 hari,selangi 4 hari,ulangi siklusselama 3-4 minggu
sampai lesi hilang
-Kontraindikasi untuk wanita hamil4 . As a m t r i k l o r o a s e t a t 8 0 - 9 0
-Oleskan selama beber apa det ik, hanya pada kut il dan oleskannatrium
bikarbinat (soda kue) untuk menetralisir asam yang tidak bereaksi.
-Bilas setelah 4 jam
-Bila perlu ulangi pemakaian dengan interval mingguan
-Berguna untuk kutil yang kecilRujukan untuk kolposkopi ; bila ditemukan lesi di
serviks. Untuk lesi yangsulit ,lanjutkan dengan pembedahan laser atau interIeron
intralesi
b. S0.ara Non-Farmakoogi
1. mengolesi vitamin e pada kutil , akan membantu mengurasi rasa
ketidaknyamananpada kutil dan mengurangi resiko inIeksi
2. duduk berendam dalam air hangat untuk mengurangi rsa gatal
3. memperbanyak konsumsi makanan dan buah buahan serta sayuran
yang bewarnahijau seperti mangga
4. selalu menjaga kebersihan genitalia

2.. P0m0riksaan Diagnostik
1. Perlu dilakukan pemeriksaan darah serologis (untuk membedakan dengan kondiloma lata
pada siIilis).
2. Wanita yang memiliki kutil di leher rahimnya, harus menjalani pemeriksaan Pap-smear
secara rutin.
3. Histopatologi.



Conuiloma Accuminata Page

2.. P0ran P0rawat
ar0 Giv0r :
Pada peran ini perawat diharapkan mampu:
1. Memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga , kelompok atau
masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi mulai dari masalah yang bersiIat
sederhana sampai pada masalah yang kompleks.
2. Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan klien, perawat harus
memperhatikan klien berdasrkan kebutuhan signiIican dari klien.
Perawat menggunakan proses keperawatan untuk mengidentiIikasi diagnosis keperawatan mulai
dari masalah Iisik sampai pada masalah psikologis.
E0m0n P0ran
Menurut pendapat Doheny (1982) ada beberapa elemen peran perawat proIessional antara lain :
care giver, client advocate, conselor, educator, collaborator, coordinator change agent, consultant
dan interpersonal proses.
i0nt Advo.at0 (P0mb0a Ki0n)
Tugas perawat :
1. Bertanggung jawab membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan inIormasi
dari berbagai pemberi pelayanan dan dalam memberikan inIormasi lain yang diperlukan
untuk mengambil persetujuan (inIorm concern) atas tindakan keperawatan yang diberikan
kepadanya.
2. Mempertahankan dan melindungi hak-hak klien, harus dilakukan karena klien yang sakit
dan dirawat di rumah sakit akan berinteraksi dengan banyak petugas kesehatan. Perawat
adalah anggota tim kesehatan yang paling lama kontak dengan klien, sehingga
diharapkan perawat harus mampu membela hak-hak klien.
Conuiloma Accuminata Page

Seorang pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien. Pembelaan termasuk didalamnya
peningkatan apa yang terbaik untuk klien, memastikan kebutuhan klien terpenuhi dan
melindungi hak-hak klien (Disparty, 1998 :140).
Hak-Hak Klien antara lain :
1. Hak atas pelayanan yang sebaik-baiknya
2. Hak atas inIormasi tentang penyakitnya
3. Hak atas privacy
4. Hak untuk menentukan nasibnya sendiri
5. Hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian tindakan.
Hak-Hak Tenaga Kesehatan antara lain :
1. Hak atas inIormasi yang benar
2. Hak untuk bekerja sesuai standart
3. Hak untuk mengakhiri hubungan dengan klien
4. Hak untuk menolak tindakan yang kurang cocok
5. Hak atas rahasia pribadi
6. Hak atas balas jasa

ons0or
Konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi tekanan psikologis
atau masalah sosial untuk membangun hubungan interpersonal yang baik dan untuk
meningkatkan perkembangan seseorang. Didalamnya diberikan dukungan emosional dan
intelektual.
P0ran 50rawat :
1. MengidentiIikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya.
Conuiloma Accuminata Page

2. Perubahan pola interaksi merupakan 'Dasar dalam merencanakan metode untuk
meningkatkan kemampuan adaptasinya.
3. Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada individu atau keluarga dalam
mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu.
4. Pemecahan masalah di Iokuskan pada masalah keperawatan
Edu.ator :
Mengajar adalah merujuk kepada aktiIitas dimana seseorang guru membantu murid untuk
belajar. Belajar adalah sebuah proses interaktiI antara guru dengan satu atau banyak pelajar
dimana pembelajaran obyek khusus atau keinginan untuk merubah perilaku adalah tujuannya.
(Redman, 1998 : 8 ). Inti dari perubahan perilaku selalu didapat dari pengetahuan baru atau
ketrampilan secara teknis.

2.. As50k L0ga Etik

Etika berkenaan dengan pengkajian kehidupan moral secara sistematis dan dirancang
untuk melihat apa yang harus dikerjakan, apa yang harus dipertimbangkan sebelum tindakan tsb
dilakukan, dan ini menjadi acuan untuk melihat suatu tindakan benar atau salah secara moral.
Terdapat beberapa prinsip etik dalam pelayanan kesehatan dan keperawatan yaitu :

O Autonomy (penentu pilihan)
Perawat yang mengikuti prinsip autonomi menghargai hak klien untuk mengambil keputusan
sendiri. Dengan menghargai hak autonomi berarti perawat menyadari keunikan induvidu secara
holistik.

O Non MaleIicence
Non MaleIicence berarti tugas yang dilakukan perawat tidak menyebabkan bahaya bagi kliennya.
Prinsip ini adalah prinsip dasar sebagaian besar kode etik keperawatan. Bahaya dapat berarti
dengan sengaja membahayakan, resiko membahayakan, dan bahaya yang tidak disengaja.

Conuiloma Accuminata Page

O BeneIicence (do good)
BeneIicence berarti melakukan yang baik. Perawat memiliki kewajiban untuk melakukan dengan
baik, yaitu, mengimplemtasikan tindakan yang mengutungkan klien dan keluarga.

O Justice (perlakuan adil)
Perawat sering mengambil keputusan dengan menggunakan rasa keadilan.

O Fidelity (setia)
Fidelity berarti setia terhadap kesepakatan dan tanggung jawab yang dimikili oleh seseorang.

O Veracity (kebenaran)
Veracity mengacu pada mengatakan kebenaran. Sebagian besar anak-anak diajarkan untuk
selalu berkata jujur, tetapi bagi orang dewasa, pilihannya sering kali kurang jelas.

Keenam prinsip terebut harus senantiasa menjadi pertimbangan dalam pengambilan
keputusan dengan klien yang skabies : apakah otonomi klien dihargai,bila klien Nn T
menginginkan perawatan dilakukan oleh keluarganya, maka kita izinkan asalakan sebelumnya
keluarga klien harus diberikan pengarahan tentang perawatan klien skabies. Apakah keputusan
ini mencegah konsekuensi bahaya. apakah tindakan ini bermanIaat,untuk siapa; apakah
keputusan ini adil dalam pemberian perawatan, perawat tidak boleh membeda-bedakan klien
dari status sosialnya tetapi melihat dari penting atau tidaknya pemberian perawatan untuk klien
tersebut. Untuk alasan moral, hak-hak klien harus dihargai dan dilindungi. Hak-hak tersebut
menyangkut kehidupan, kebahagiaan, kebebasan, privacy, selI-determination, perlakuan adil
dan integritas diri.






Conuiloma Accuminata Page

2.Patofisioogi ondioma Akuminata




















Gang. Int0gritas
kuit
Gangguan rasa
nyaman : Gata
Gangguan 5oa
fungsi s0ksua
Gangguan .itra
diri
Keputihan
disertai inIeksi
mikrorganisme
Bau, berwarna
kehijauan
Mengambil alih DNA
Nodul kemerahan di
sekitar genitalia
HPV naik ke epidermis
Bereplikasi
Tidak terkendali
Penumpukan nodul merah
membentuk seperti bunga kol
ecah/muncul lesl
Lesl Lerbuka Lerpa[an
mlkroorganlsme
R0sti
50nuaran
Pelepasan virus
bersama sel epitel
Hubungan seksual
Kontak dengan HPV
PV 6 & 11 masuk melalui
mikro lesi
Penetrasi melalui kulit
Mikroabrasi permukaan epitel
Ditumpangi oleh patogen
HPV masuk lapisan basal
Respon radang
Merangsang mediator
kimia: histamin
Stimulasi saraI periIer
Menghantarkan pesan
gatal ke otak
Impuls elektronikimia (gatal)
sepanjang nervus ke dorsal
spinal cord
Thalamus
Korteks (intensitas) dan
lokasi gatal dipersepsikan
Persepsi gatal
Gatal dan terasa
terbakar
Tidak nyaman
saat melakukan
hubungan seksual
Conuiloma Accuminata Page

2.8 Asuhan K050rawatan
1. Pengkajian
a. Biodata pasien
Nama : Ny. Ic
Umur : 45 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : -
Alamat : -
Ras/suku bangsa : -
Pekerjaan :
Diagnosa medis : Condiloma Accuminata
b. Anamnesa
1. Keluhan utama
Penyakit pada kelaminnya
2. Riwayat penyakit sekarang
Kadang mengeluh gatal terasa terbakar pada daerah vulva, Ny IC mengatakan ia jadi
merasa nyeri saat berhubungan dengan suaminya
3. Riwayat kesehatan masa lalu:
Suaminya pernah mengalami penyakit menular seksual
4. Riwayat kesehatan keluarga :
-
5. Riwayat kesehatan lingkungan :
-
6. Riwayat pengobatan
Jenis obat :
Dosis obat :
Waktu pemberian :
7. Peran sosial :
8. Riwayat alergi :
9. Pola aktivitas :
Conuiloma Accuminata Page

Makan : -
Minum : -
Tidur : sulit tidur
10.Riwayat biopsikososial :
Biologis :
Psikologis : merasa malu dengan keadaannya saat ini
Sosial :
Spiritual :

2. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum : -
2. Antropometri :
BB : -
TB : -
3. Tanda-tanda vital (TTV) :
TD : -
HR : -
RR : -
N :-
S : -
4. Pengkajian Iokus :
Inspeksi : -
O Kulit : Terdapat nodul-nodul kemerahan seperti bunga kol, konsistensi
lunak,tampak lesi, keputihan, berbau (), bewarna kehijauan
O Kepala : -
O Rambut : -
O Mata : -
O Dada : -
Palpasi : -
Perkusi : -
Conuiloma Accuminata Page 8

Auskultasi : -
5. Pemeriksaan penunjang :
a. Pemeriksaan laboratorium : -
b. Pemeriksaan radiologi : -

Diagnosa Keperawatan :
1) Gangguan nyaman gatal b.d. inIeksi virus human papiloma
2) Gangguan pola Iungsi seksual b.d. gatal dan terasa terbakar pada alat kelamin
3) Gangguan integritas kulit b.d. pecahnya nodul dan muncul lesi pada kulit alat kelamin
4) Gangguan citra diri b.d. penumpukan nodul merah seperti bunga kol d.d. merasa maluatas
perubahan pada alat kelaminnya
5) Resiko tinggi penularan b.d. pecahnya nodul merah dan lesi terpajan

ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI
MASALAH
KEPERAWATAN


DS :
Mengeluh nyeri pada
saat berhubungan
dengan suaminya.
DO :
Ditemukan lesi pada
vulva labia mayora ,
labia minora, terdapat
papula miliar ,tonjolan
IiliIormis berupa

Kontak dengan HPV

PV 6 & 11 masuk melalui mikro lesi

Penetrasi melalui kulit

Mikroabrasi permukaan epitel

Ditumpangi oleh patogen

Keputihan disertai inIeksi
mikrorganisme

Bau, berwarna kehijauan

Gatal dan terasa terbakar


Gangguan 5oa fungsi
s0ksua


Conuiloma Accuminata Page 9

kembang kol Tidak nyaman saat melakukan
hubungan seksual

Gangguan 5oa fungsi s0ksua


2
DS :
Klien mengatakan
merasa malu pada
keadaanya pada saat ini.
DO :
Ditemukan lesi pada
vulva labia mayora ,
labia minora, terdapat
papula miliar ,tonjolan
IiliIormis berupa
kembang kol. Klien pun
mengatakan merasa
nyeri saat hubungan
dengan suaminya
Kontak dengan HPV

PV 6 & 11 masuk melalui mikro lesi

Penetrasi melalui kulit

Mikroabrasi permukaan epitel

HPV masuk lapisan basal

Mengambil alih DNA

HPV naik ke epidermis

Bereplikasi

Tidak terkendali

Nodul kemerahan di sekitar genitalia

Penumpukan nodul merah membentuk
seperti bunga kol

Gangguan .itra diri
Gangguan .itra diri
3
DS :
Klien terkadang
mengeluh gatal dan
merasa terbakar pada
daerah vulva
DO :
Ditemukan lesi pada
vulva labia mayora ,
labia minora, terdapat
papula miliar ,tonjolan
IiliIormis berupa
kembang kol
Kontak dengan HPV

PV 6 & 11 masuk melalui mikro lesi

Penetrasi melalui kulit

Mikroabrasi permukaan epitel

HPV masuk lapisan basal

Mengambil alih DNA

HPV naik ke epidermis

Bereplikasi

Tidak terkendali

Nodul kemerahan di sekitar genitalia

Gang. Int0gritas kuit

Conuiloma Accuminata Page

Penumpukan nodul merah membentuk
seperti bunga kol

Pecah/muncul lesi

Gang. Int0gritas kuit

4
DS : -
DO :
Ditemukan lesi pada
vulva labia mayora ,
labia minora, terdapat
papula miliar ,tonjolan
IiliIormis berupa
kembang kol
Kontak dengan HPV

PV 6 & 11 masuk melalui mikro lesi

Penetrasi melalui kulit

Mikroabrasi permukaan epitel

HPV masuk lapisan basal

Mengambil alih DNA

HPV naik ke epidermis

Bereplikasi

Tidak terkendali

Nodul kemerahan di sekitar genitalia

Penumpukan nodul merah membentuk
seperti bunga kol

Pecah / Muncul lesi

Lesi terbuka, terpajan
mikroorganisme

Pelepasan virus bersama sel epitel

R0sti 50nuaran


R0sti 50nuaran

3
DS :
Klien mengeluh gatal
dan rasa terbakar pada
alat kelaminnya
DO:
Ditemukan lesi pada
Kontak dengan HPV

PV 6 & 11 masuk melalui mikro lesi

Penetrasi melalui kulit

Mikroabrasi permukaan epitel

Ditumpangi oleh patogen

Gangguan rasa nyaman
: Gata

Conuiloma Accuminata Page



NP
No Diagnosa
k050rawatan
Tujuan Int0rv0nsi Rasiona
1 G a n g g
u a n
nyaman gatal
b . d . i n I e
k s i vir us
human
Papiloma
- Tupen :Setelah
dilakukantindakank
eperawatan
selama1 x 24 jam
rasa gatalpada
pasienberkurang
- Tupan :Setelah
dilakukantindakank
eperawatan
selama6x24 jam,
rasa gatalsudah
tidak ada lagi
1. Ber ikan
akt ivit asklien



2. Anjur kan
me makaipakaian
dalam daribahan katun

3. Ber endam dala m
air hangat 2x sehari

4. Ber ikan
1 . A k t i v
i t a s dapat
membuat klien
melupakan Iokus
gatalnya.
2 . B a h
a n katun dapat
menyerap keringat,
agar tidak lembab
3 . M e m b
e r i k an rasa
nyaman pada klien
4 . M e n g
vulva labia mayora ,
labia minora, terdapat
papula miliar ,tonjolan
IiliIormis berupa
kembang kol
Respon radang

Merangsang mediator kimia: histamin

Stimulasi saraI periIer

Menghantarkan pesan gatal ke otak

Impuls elektronikimia (gatal) sepanjang
nervus ke dorsal spinal cord

Thalamus

Korteks (intensitas) dan lokasi gatal
dipersepsikan

Persepsi gatal

Gangguan rasa nyaman : Gata

Conuiloma Accuminata Page

obat antihistamin u r a n gi rasa
gatal
2 Gangguan pola
Iungsi
seksualb.d. gatal
dan terasa terbakar
pada alat
kelamin

Setelah dilakukan
Tindakan
keperawatan,gangg
uan pola seksual
teratasi
1.Pantau kemampuan
klien
u n t u k m e l i
h a t per ubahan Iu
ngsi seksualnya







2. Dor ong klien
untuk mendiskusikan
perasaan mengenai
per ubahan Iungsi
seksualnya




3.Berikan inIor masi
t ent ang
p e n y a k i t
y a n g diderita klien




1. Dengan
memantau
kemampuan
seksual klien,
perawat dapat
memberikan
intervensi yang
tepat terhadap
penyebab
gangguan


2. Menget ahui
per asaanpasien,
sehingga ia mau
terbuka dan
menjelaskan
mengenai
gangguan pola
Iungsi seksual
yang ia alami
3. Membuka
pikir anpasien
mengenai
gangguan pola
Iungsi seksual
yang ia alami
serta cara
mengatasinya
Conuiloma Accuminata Page

4.Anjurkan untuk
menghentikan kegiatan
seks selama masa
pengobatan
5.Diskusikan
t e n t a n g h a r a p
a n k l i e n
u n t u k me lak
ukan
akt ivit asseksual yang
normal
4. Menget ahui
har apanklien
mungenai pola
Iungsiseksualnya
5. Dengan
me mber ikan
harapan pada
pasien,pasien
termotivasi untuk
memperbaiki
gaya hidup/
polaseksual yang
salah
3 Gangguan
integritas kulit
b.d. pecahnya
nodul dan
muncul lesi
pada kulit
kelamin
-Tupen :Setelah
dilakukantindakan
keperawatan
selama3x24 jam,
nodul danlesi pada
kulit alatkelamin
klienberkurang
-Tupan:Setelah
dilakukantindakank
eperawatan,
noduldan lesi pada
alatkelamin hilang
dansembuh

Mandiri:
1.Anjurkan klien
mengoleskan vitamin e
pada kutil




2.Berikan konsumsi
makanan dan buah
buahan serta sayuran
yang bewarna hijau
seperti mangga



3. Anjurkan klien
untuk selalu menjaga

1. Vitamin E akan
membantu
mengurangi rasa
ketidaknyamanan
pada kutil dan
mengurangi
resiko inIeksi
2. Buah-buahan
mengandung
vitamin C dan A
yang baik
untuk menjaga
kelembaban kulit
dan integritas
kulit
3. dengan
menjagakebersih
Conuiloma Accuminata Page

kebersihan genitalia




Kolaborasi:
1 . B e r i k
a n
A s a m t
rikloroase tat
80-90
2 . O l e s k a n
S e l a ma be
berapa
det ik,
hanya
padakutil
dan oleskan
natrium
bikarbinat(so
da kue).
3. Bilas setelah
4 jam

4. Bila perlu
ulangi
pemakaian
dengan
interval
mingguan.
5 . B e r g u n a
an daerah
genitalia, kulit
genitalia terjaga
dari resiko
inIeksi lainnya
Conuiloma Accuminata Page

u n t u k
k u t i l
y a n g
k e c i l

4 Gangguan citra
diri b.d.
penumpukan
nodul merah
seperti bunga
ko d.d merasa
malu pada
perubahan alat
kelaminnya
*. Tupen : klien
mampu menerima
keadaanya
*. Tupan :Klien
mampu kembali
melakukan
aktivitas sehari
tanpa ada rasa malu
dan taku ttidak
diterima di
lingkungannya
1. Dorong klien
untuk
mengekspresika
n perasaan,
pikiran,pandang
an dirinya
2. Dorong kilen
untuk aktiI
bertanyatentan
g masalah,
penanganan,per
kembangan,
danprognosa
data

3. Berikan
inIormasiyang
dapatdipercaya


4. Perjelas
berbagai
kesalahan
konsep klien
terhadap
perawatan diri
1. Dengan demikian
klien merasa
dimotivasi
untuk perbaikan
yang optimal

2. Meni ngkat kan
perilaku positiI,
dan
berkesempatan
untuk tujuan dan
rencana masa
depan
berdasarkan
realita
3. Meni ngkat kan
kepercayaan
danmengadakanh
ubungan antara
klien dan perawat
4. Kl ien dan
or angterdekat
cenderung
menerima krisis
dengan cara yang
sama
Conuiloma Accuminata Page

dan pemberi
perawatan

5. Beri dukungan
keluarga
untuk beradapta
si
meningkatkan
kepercayaan diri
klien
5. Meningkat k
an ventilasi
perasaan dan
memungkinkan
respon yang lebih
membentuk klien
5 R e s i k
o
t i n g g i
penularan
b.d.pecahnyanod
ul merahdan lesi
terpajan
Mencegah
terjadinya
penularan penyakit
kepada orang lain
yang kontak
seksual dengan
klien


1.Anjurkan klien
menghindari
kontak Iisik dengan
pasangan seksual yang
terinIeksi

2.Anjurkan
penggunaan kondom
kepada pasangan klien



3.Anjurkan klien untuk
menghentikanan
ktivitas seksual selama
pengobatan


4.Anjurkan klien
memeriksakan diri
secara teratur termasuk
pula memeriksakan
1. Kontak dengan
orang yang
terinIeksi juga
akan
memperparah
kondisi klien
2. Untuk
melindungi
pasangan klien
dari inIeksi virus
dan penyakit
kondiloma
3. Anjurkan
klien untuk
menghentikan
aktivitas seksual
selama
pengobatan
4.Anjurkan klien
memeriksakan
diri secara
teratur termasuk
Conuiloma Accuminata Page

pasangan seksualnya



5.Anjurkan klien
melakukan
pemeriksaan papsmear
secara teratur


pula
memeriksakan
pasangan
seksualnya
5.Anjurkan
klienmelakukan
pemeriksaan
papsmear secara
teratur


LEARNING O1ETIVE
1. Papula miliar : Papula atau papul: penonjolan padat diatas permukaan kulit, berbatas
tegas,berukuran kurang dari 1 cm. Miliar: berukuran sebesar jarum pentul. Papula miliar
penonjolan padat diatas permukaan kulit yang berukuran sebesar jarum pentul.
2. Vulva adalah alat genitalia eksterna wanita yang
berbentuk lonjong dan memanjang dari ventral ke
dorsal. Sebagian besar vulva ditutupi oleh epitel
berlapis gepeng, mempunyai jaringan ikat jarang dan
kaya dengan pembuluh darah. Vulva memiliki banyak
struktur anatomi besar dan kecil, termasuk labia
majora, mons pubis, labia minora, klitoris, bohlam ruang depan, ruang depan vagina,
kelenjar vestibular yang lebih besar dan lebih kecil, dan lubang vagina.
Perkembangannya terjadi selama beberapa tahapan, terutama periode janin dan pubertas.
Sebagai portal luar rahim manusia atau rahim, melindungi dengan membuka "pintu
ganda": labia majora (bibir besar) dan labia minora (bibir kecil). Vagina adalah organ
pembersihan diri, mempertahankan Ilora mikroba sehat yang mengalir dari dalam ke luar;
vulva hanya perlu mencuci sederhana untuk menjamin kesehatan Vulvovaginal baik,
tanpa bantuan apapun pembersihan internal atau douching.

Conuiloma Accuminata Page 8

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth.1996,Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8. Jakarta: EGC
Corwin,Elizabeth.J.2009.uku saku patofisiologi.Jakarta : EGC.
Djuanda, A., Hamzah, M., & Aisah, S. 1999. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta :
FKUI
http://stikesmbbaksos.blogspot.com/2010/04/kondiloma-akuminata.html
http://medicastore.com/penyakit/245/kutilgenitaliskondilomaakuminata.html
http://www.scribd.com/doc/51289452/kondilomaakuminatamakalah
Robbins & Kumar. 1995. uku Afar Patologi II. Jakarta : EGC