Anda di halaman 1dari 5

2.

DASAR TEORI
Istilah sterilisasi yang digunakan pada sediaan sediaan Iarmasi berarti, penghancuran
secara lengkap semua mikroba hidup dan spora sporanya atau penghilangan secara
lengkap mikroba dari sediaan. (Ansel, 1989).
Sterilisasi adalah menghilangkan semua bentuk kehidupan, baik bentuk patogen,
nonpatogen, vegetative, nonvegetativ dari suatu objek atau material. (Agoes, 2009).
Suatu bahan dinyatakan steril bila sama sekali bebas dari mikroorganisme hidup yang
patogen maupun yang tidak, baik dalam bentuk vegetatip maupun dalam bentuk tidak
vegetatip (spora). (AnieI, 2005).
Ada 3 alasan utama untuk melakukan sterilisasi dan desinIeksi.
1. Untuk mencegah transmisi penyakit
2. Untuk mencegah pembusukan material oleh mikroorganisme
3. Untuk mencegah kompetisi nutrien dalam media pertumbuhan sehingga
memungkinkan kultur organisme spesiIik berbiak untuk keperluan sendiri (seperti
produksi ragi) atau untuk metabolitnya (seperti untuk memproduksi minuman dan
antibiotika).
(Agoes, 2009).
Lima metode yang umum digunakan untuk mensterilkan produk Iarmasi :
1. Sterilisasi uap (lembab panas)
2. Sterilisasi panas kering
3. Sterilisasi dengan penyaringan
4. Sterilisasi gas
5. Sterilisasi dengan radiasi pengionan
(Ansel, 1989).
Sterilisasi uap (lembab panas)
Sterilisasi uap dilakukan dalam autoklaI dan menggunakan uap air dengan tekanan. Cara
ini dilakukan sebagai cara yang terpillih pada hampir semua keadaan di mana produk
mampu diperlakukan seperti itu. (Ansel, 1989).
Tekanan uap air yang lazim, temperatur yang dapat dicapai dengan tekanan tersebut, dan
penetapan waktu yang dibutuhkan untuk sterilisasi sesudah sistem mencapai temperatur
yang ditentukan, adalah sebagai berikut :
O Tekanan 10 pound (115,5
o
C), untuk 30 menit
O Tekanan 15 pound (121,5
o
C), untuk 20 menit
O Tekanan 20 pound (126,5
o
C), untuk 15 menit
Dapat dilihat, makin besar tekanan yang dipergunakan makin tinggi temperatur yang
dicapa dan makin pendek waktu yang diutuhkan untuk sterilisasi. (Ansel, 1989).
Suatu siklus otoklaI yang ditetapkan dalam Iarmakope untuk media atau pereaksi adalah
selama 15 menit pada suhu 121
o
C kecuali dinyatakan lain. (Anonim, 1995).
Mekanisme penghancuran bakteri oleh uap air panas adalah kerena terjadinya denaturasi
dan koagulasi beberapa protein esensial organisme tersebut. (Ansel, 1989).
Pada umumnya metode sterilisasi ini digunakan untuk sediaan Iarmasi dan bahan bahan
yang dapat tahan terhadap temperatur yang dipergunakan dan penembusan uap air, tetapi
tidak timbul eIek yang tidak dikehendaki akibat uap air tersebut.metode ini juga
dipergunakan untuk larutan dalam jumlah besar, alat alat gelas, pembalut operasi dan
instrumen. Tidak digunakan untuk mensterilkan minyak minyak, minyak lemak, dan
sediaan sediaan lain yang tidak dapat ditembus oleh uap air atau pensterilan serbuk
terbuka yang mungkin rusak oleh uap air jenuh. (Ansel, 1989).
Sterilisasi panas kering
Sterilisasi panas kering biasanya dilakukan dengan oven pensteril yang dirancang khusus
untuk tujuan itu. (Ansel, 1989).
Sterilisasi panas kering, biasanya ditetapkan pada temperatur 160
o
170
o
C dengan waktu
tidak kurang dari 2 jam. (Ansel, 1989).
Rentang suhu khas yang dapat diterima di dalam bejan sterilisasi kosong adalah lebih
kurang 15
o
C, jika alat strilisasi beroperasi pada suhu tidak kurang dari 250
o
C. (Anonim,
1995).
Sterilisasi panas kering umumnya digunakan untuk senyawa senyawa yang tidak eIektiI
disterilkan dengan uap air panas. Senyawa senyawa tersebut meliputi minyak lemak,
gliserin, berbagai produk minyak tanah seperti petrolatum, petrolatum cair (minyak
mineral), paraIIin dan berbagai serbuk yang stabil oleh pemanasan seperti ZnO.(Ansel,
1989).
Sterilisasi dengan penyaringan
Sterilisasi dengan penyaringan tergantung pada penghilangan mikroba secara Iisik dengan
adsorbsi pada media penyaring atau dengan makanisme penyaringan, digunakan untuk
sterilisasi larutan yang tidak tahan panas. (Ansel, 1989).
Penyaringan penyaringan yang ada meliputi :
1. Penyaring berbentuk tabung reaksi disebut sebagai lilin penyaring yang dibuat dari
tanah inIusoria yang dikempa (penyaring BerkeIeld dan Mandler).
2. Lilin penyaring dibuat dari porselen yang tidak dilapisi (penyaring Pasteur
Chamberland, Doulton, dan Selas).
3. Piringan asbes yang dikempa dipasang ditempat khusus dalam peralatan saringan
(penyaring Seitz dan Swinney).
4. GelasBuchner-jenis corong dengan pegangan gelas yang menjadi satu.
(Ansel, 1989).
Ukuran penyaring. Pengukuran porositas membran penyaring dilakukan dengan
pengukuran nominal yang menggambarkan kemampuan membran penyaring untuk
menahan mikroba dari galur tertentu dengan ukuran yang sesuai, bukan dengan penetapan
suatu ukuran rata rata pori dan pernyataan tentang distribusi ukuran. (Anonim, 1995).
Sterilisasi gas
Beberapa senyawa yang tidak tahan terhadap panas dan uap dapat disterilkan dengan baik
dengan memaparkan gas etilen oksida tau propilen oksida bila dibandingkan dengan cara
cara lain. (Ansel, 1989).
Keburukan dari etilen oksida adalah siIatnya yang sangat mudah terbakar, walaupun
sudah dicampur dengan gas inert yang sesuai, bersiIat mutagenik, dan kemungkinan
adanya residu toksik di dalam bahan yang disterilkan, terutama yang mengandung ion
klorida. (Anonim, 1995)
Sterilisasi dengan radiasi pengionan
Tehnik tehnik yang disediakan untuk sterilisasi beberapa jenis sediaan sediaan Iarmasi
dengan sinar gama dan sinar sinar katoda, tetap penggunaan tehnik tehnik ini terbatas
karena memerlukan peralatan yang sangat khusus dan pengaruh pengaruh radiasi pada
produk produk dan wadah wadah. (Ansel, 1989).
Keunggulan sterilisasi iradiasi meliputi reaktivitas kimia rendah, residu rendah yang
dapat diukur, dan kenyataan yang membuktikan bahwa variabel yang dikendalikan lebih
sedikit. (Anonim, 1995).
Ada 2 jenis radiasi ion yang digunakan, yaitu disintegrasi radioaktiI dari radioisotop
(radiasi gamma) dan radiasi berkas elektron. (Anonim, 1995).
Proses aseptik
Tidak termasuk salah satu cara penyeterilan secara mutlak, merupakan cara penanganan
bahan steril dengan tehnik yang dapat memperkecil kemungkinan terjadinya cemaran
bakteri ( kontaminsi bakteri ) hingga seminimum mungkin. (AnieI, 2005).
Persyaratan untuk Iasilitas pengisian atau proses aseptik lainnya yang didesain, divalidasi
dan dipelihara dengan benar, terutama ditunjukan pada :
1. lingkungan udaran yang bebas dari mikroba viabel yang dirancang dengan benar
untuk memungkinkan pemeliharaan yang eIektiI dari unit alat pemasok udara.
2. tersedianya tenaga pekerja terlatih, yang dilengkapi dan mengenakan pakaian kerja
yang memadai.
3. (Anonim, 1995).