Anda di halaman 1dari 5

GEOMETRIK JALAN REL

POTONGAN MELINTANG

Gambar diatas adalah potongan melintang single track (sepur tunggal) pada tubuh ban yang disiapkan untuk double track (sepur ganda). Track gauge adalah jarak antara sisi dalam rel. Track gauge disebut juga lebar spoor. Lebar spoor di Indonesia adalah 1067 mm (spoor sempit). Pada rencana High Speed Train (HST) Jawa dan kereta api lintas Sumatra lebar spoor direncanakan 1435 mm (spoor normal). Saat ini sudah mulai dibangun di Aceh.

JARI-JARI TIKUNGAN Lengkung horizontal jalan rel dapat direncanakan dengan atau tanpa lengkung peralihan dengan persyaratan sbb:

Kecepatan rencana Vr Jari-jari (km/jam) 120 110 100 90 80 70 60 lingkaran

minimum tanpa

lengkung Jari-jari lengkung lingkaran

minimum dengan

lengkung lengkung

peralihan (m) 2370 1990 1650 1330 1050 810 600

peralihan (m) 780 660 550 440 350 270 200

Lengkung S (berbalik arah): Diantara dua lengkung harus diberi suatu bagian lurus minimum 20m diluar lengkung peralihan. PELEBARAN SPOOR Pelebaran sepur dilakukan agar roda kereta api dapat melewati lengkung tanpa mengalami hambatan. Pelebaran sepur (max. 20 mm) dilakukan dengan menggeser rel kea rah dalam lengkung. Besar pelebaran sbb:

Jari-jari tikungan (m) R > 600 550 < R < 600 400< R < 550 350< R < 400 100< R <350

Pelebaran sepur (mm) 0 5 10 15 20

PENINGGIAN REL PADA TIKUNGAN Pada tikungan, rel pada sisi luar tikungan ditinggikan (max. 110 mm) dengan tujuan untuk mengimbangi gaya sentrifugal yang dialami oleh rangkaian kereta api. Peninggian rel (h) diperoleh dengan rumus:

h = 5,95 . (Vr )2 / R
Dimana : h = peninggian sisi luar rel (mm) Vr = Kecepatan rencana (km/jam) R = jari-jari (m)

PANJANG LENGKUNG PERALIHAN Panjang minimum dari lengkung peralihan ditetapkan dengan rumus berikut:

Lh = 0.01 . h . Vr
Dimana :

Lh = panjang minimum lengkung peralihan (m) h = peninggian relative sisi luar (mm) Vr = kecepatan rencana (km/jam)

KELANDAIAN PENENTU Kelas jalan rel 1 2 3 4 5 Landai penentu maksimum 10 permil 10 permil 20 permil 25 permil 25 permil

Kelandaian pada emplasemen adalah 0 1,5 permil Pengelompokan lintas dapat dibagi berdasarkan kelandaian sbb: Kelompok Lintas datar Lintas pegunungan Lintas dengan rel bergigi Kelandaian 0 10 permil 10 40 permil 40 80 permil

LANDAI CURAM Dalam keadaan memaksa kelandaian (pendakian) dari lintas lurus dapat melebihi landai penentu, disebut landai curam. Panjang maksimum landai curam ditentukan dengan rumus sbb

l = (Va2 Vb2) / (2g (Sk Sm))

Dimana

l = panjang maksimum landai curam (m)


Va = kecepatan minimum di kaki landai curam (m/dt) Vb = kecepatan minimum di puncak landai curam (m/dt) g = percepatan gravitasi Sk = beasr landai curam (permil) Sm = besar landai penentu (permil) LENGKUNG VERTIKAL Kecepatan rencana (km/jam) Lebih besar dari 100 Sampai 100 Jari-jari minimum lengkung vertical (m) 8000 8000