Anda di halaman 1dari 6

Cp :

Drs. Desnueri (08121457197) Kendar Hermawan (HP. 085294449417) Ridwan Aripin (HP. 085223138693)

TEMPAT UJI KOMPETENSI TUK TELEMATIKA SMKN 2 TASIKMALAYA

PROPOSAL PENAWARAN UJI KOMPETENSI DAN SERTIFIKASI TELEMATIKA 2011

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

GLOBALISASI
GLOBALISAS I

ANCAMAN
SDM KOMPETEN & PROFESIONAL SISTEM STANDARISASI & SERTIFIKASI PROFESI

PELUANG

Sumber: BNSP

Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, atau disebut pula Telematika, serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah mengubah pola dan cara kegiatan bisnis, industri, perdagangan, dan pemerintah. Perkembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan informasi telah menjadi paradigma global yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa. Berbagai keadaan menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu mendayagunakan potensi Telematika secara baik, dan oleh karena itu Indonesia terancam kesenjangan digital (digital divide). Agar tidak semakin tertinggal terhadap negara-negara maju, Indonesia perlu melakukan terobosan baru sehingga secara efektif dapat mempercepat pendayagunaan Telematika untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan landasan yang kokoh bagi pembangunan secara berkelanjutan. Seiring dengan perkembangan era Teknologi Komunikasi dan Informasi yang sedang kita alami, menuntut terciptanya Sumber Daya Manusia yang handal dan mempunyai kemampuan sejalan dengan kemajuan iptek dalam bidang komunikasi dan informasi. Sumber Daya Manusia adalah modal yang paling utama dalam pembangunan sesuai cita-cita yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, yaitu dengan mengadakan sertifikasi yang mencakup 3 aspek kompetensi yaitu Skill, Attitude dan Knowledge sehingga tercipta kualitas SDM yang kompeten sesuai dengan tuntutan SKKNI dan dapat bersaing dengan SDM Luar negeri di dalam persaingan dalam era Globalisasi. LSP Telematika yang merupakan jembatan untuk peningkatan SDM Indonesia dalam bidang Telematika. Sesuai dengan Visinya yaitu Tersedianya tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikasi, di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, di tingkat nasional maupun Internasional. Berdasarkan hal tersebut di atas, SMKN 2 Tasikmalaya sebagai salah satu TUK LSP Telematika mengadakan program Sertifikasi Telematika bagi siswa/mahasiswa SMK, SMA dan LPK dalam rangka Meningkatkan kualitas/mutu tamatan melalui Uji Kompetensi dan sertifikasi profesi dalam bidang Telematika. B. Dasar Hukum 1. Undang-Undang RI N0. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 18. 2. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 61. 3. Undang-Undang RI No. 15 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara tahun 1984 No. 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274).

4. Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) 5. Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 1991 tentang Latihan Kerja Nasional. 6. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: KEP-96A/MEN/VI/2004 tentang Pedoman Penyiapan dan Akreditasi Lembaga Sertifikasi Profesi. C. Landasan Kegiatan

1. Badan Nasional Sertifikasi di bentuk Pemerintah dan bersifat independen,


profesional.

2. Lembaga
3. 4. 5. 6. 7.

Sertifikasi Profesi Menyelenggarakan standarisasi dan kompetensi profesi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Rujukan profesionalisme bagi industri teknologi informasi komunikasi negara-negara pengguna tenaga kerja bidangTeknologi Informasi dan Komunikasi. Mengembangkan Standar Kompetensi, membuat materi uji kompetensi, Pelaksana Akreditasi Unit-unit Tempat Uji Kompetensi, dan menerbitkan Sertifikasi Kompetensi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Memiliki tanggung jawab teknis dan administrasi atas implementasi, pembinaan dan pengembangan standar kompetensi dan sertifikasi kompetensi. TUK Telematika SMKN 2 Tasikmalaya menjadi tempat penyelenggaraan uji kompetensi Telematika. Kegiatan kerja merujuk kepada Sertifikat ISO 17024.

D. Tujuan 1. Menjadikan LSP-Telematika menjadi tolak ukur uji kompetensi dibidang Telematika 2. Memberi peluang kepada TUK untuk ditunjuk sebagai penyelenggara pelatihan dan pengembangan bagi instruktur maupun murid tingkat SMU/SMK dengan memanfaatkan anggaran otonomi daerah 3. Membantu peningkatkan kualitas SDM Indonesia. 4. Untuk memasyarakatkan dan menjadikan LSP Telematika dan TUK SMKN 2 Tasikmalaya sebagai Big Brother bagi SMU/SMK/LPK didaerah kota tersebut dibidang Telematika. 5. Menjadikan siswa/mahasiswa perwakilan SMK, SMA dan LPK di wilayah Priangan Timur sebagai duta-duta kompetensi dan memberi kesempatan mendapatkan fasilitas ujian produk-produk LSP-Telematika. 6. Memberikan wacana bagi siswa/mahasiswa untuk mengenali kompetensi diri terkini, mengingat perkembangan Telematika sangat cepat. E. Pelaksana Program Program ini akan dilaksanakan oleh Tempat Uji Kompetensi LSP-Telematika SMKN 2 Tasikmalaya, 1. Peserta Ujian : Peserta ujian adalah Siswa/Mahasiswa di SMA, SMK dan Lembaga Pendidikan 2. Lokasi pelaksanaan Akan dilaksanakan TUK LSP-Telematika SMKN 2 Tasikmalaya. 3. Pelaksanaan : November 2011 Desember 2012 4. Produk yang diujikan Produk yang diujikan pada program Sertifikasi Telematika bagi siswa/mahasiswa SMK, SMA dan LPK adalah : Nama Paket Cluster UJK Harga UJK Practical Office Rp. 250.000 Practical Network Rp. 250.000 Practical Technical Support Rp. 250.000 Junior Network Administrator Rp. 450.000

BAB II PROFIL TUK SMKN 2 TASIKMALAYA

SISTEM KERJA LSP-T

SK N

Konvens i

SKKNIKKNI

LSPT Asosias i

Material Testing

TUK SMKN 2 Tasikmalaya

Kurikulu m

SMK/Uni v

Umu m

Testing Center

Calo n

SDM Kompeten

A. TUK Tempat Uji Kompetensi (TUK) adalah Suatu tempat kerja profesi atau tempat yang memiliki sarana dan prasarana dengan kriteria setara dengan tempat kerja profesi yang diverifikasi oleh LSP Telematika untuk menjadi tempat uji kompentesi. TUK harus memiliki fasilitas sebagai tempat uji kompetensi sesuai persyaratan kelembagaan yang ditetapkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), dan merupakan bagian dari organisasi LSP Telematika untuk menjadi pelaksana Sertifikasi tenaga kerja melalui uji kompetensi pada satu bidang kompetensi tertentu atau lebih. Adapun yang menjadi tugas dan fungsi TUK Telematika SMKN 2 Tasikmalaya adalah sebagai berikut : Menyelenggarakan Uji Kompetensi Telematika Menyediakan sarana dan prasarana untuk uji kompetensi Menyediakan asesor untuk pengawasan uji kompetensi Merekomendasikan penerbitan sertifikat untuk peserta yang lulus uji kompetensi Mendistribusikan sertifikat yang di keluarkan oleh BNSP B. Visi TUK SMKN 2 Tasikmalaya Menjadi TUK Telematika bagi dunia Pendidikan dan Industri tingkat Jawa Barat pada tahun 2009 C. Misi TUK SMKN 2 Tasikmalaya Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Provinsi Jawa Barat dalam bidang telematika dengan menjadi tempat penyelenggara Uji Kompetensi Telematika Menjadi Jendela Informasi bagi Industri untuk recruitment tenaga kerja dalam bidang IT D. PROGRAM TUK SMKN 2 TASIKMALAYA 2009-2010 1. Menyusun dan merencanakan Uji Kompetensi 2. Melakukan uji kompetensi. 3. Kirim Hasil/Record hasil Uji Kompetensi ke LSP 4. Merekomendasikan Sertifikasi Ke LSP untuk Peserta yang lulus 5. Memperbaharui Perjanjian Kerjasama dengan LSP Telematika 6. Memperbaharui Kerjasama dengan client TUK dan ICT

BAB III PROSEDUR UJI KOMPETENSI A. PROSES ASSESMENT

Asesmen adalah proses sistematis dalam mengumpulkan bukti dan membandingkan bukti yang ada dengan standar kompetensi. Sistem Uji Kompetensi (UJK) di LSP Telematika menerapkan sistem dual assessment, dimana penilaian peserta uji dilakukan melalui 2 (dua) tahapan, yaitu : 1. Automatic Testing Sistem (ATS) Asesmen berbasis komputer; pada tahapan ini kandidat mengikuti uji kompetensi dimana soal-soal uji disajikan dan dinilai oleh software uji (test engine) dengan bank soal yang telah ditanamkan dalam aplikasi software uji tersebut. Asesmen berbasis komputer memiliki keunggulan seperti: Metode ujian in aplication. Sistem penilaian Output Based Oriented Penilaian hasil test instan dan otomatis Dapat disajikan dalam multi bahasa Pemberian soal secara acak (randomize) Soal ujian terenkripsi (encrypted) Laporan hasil ujian secara rinci Intergritas ujian terjaga
2. ASESOR KOMPETENSI

Asesmen dilakukan oleh asesor, dimana materi uji dibuat dan dikembangkan oleh asesor. Uji kompetensi (UJK) harus dilakukan oleh asesor uji kompetensi yang telah memiliki sertifikat asesor kompetensi sebagaimana diatur dalam pedoman BNSP. Posisi asesor kompetensi adalah penting karena bertanggung jawab pada penentuan kompetensi seseorang apakah seorang telah kompeten atau belum. Dapat dikatakan asesor menjadi kunci penentu utama dalam serangkaian kegiatan pelatihan ataupun pengakuan atas kompetensi seseorang. Peran Asesor: Bekerja secara kemitraan dengan asesi Me-review bukti kompetensi yang dikumpulkan Mengumpulkan lebih banyak bukti bila diperlukan Mempertimbangkan seluruh bukti Memutuskan apakah asesi kompeten terhadap standar yang dipersyaratkan, bila sudah, standar kualifikasi akan diberikan.

BAB IV SERTIFIKASI DAN PRODUK LSP TELEMATIKA A. Sertifikat Profesi LSP Telematika telah mensertifikasi ribuan SDM dengan kompetensi yang berbeda-beda. Setiap SDM yang menerima sertifikasi untuk kompetensi mereka akan menerima Sertifikat Kompetensi (Certificate of Competence) Contoh sertifikat telematika.or.id dpat di lihat di http://www.lsp-

B. PRODUK UJI KOMPETENSI LSP Telematika mengklasifikasikan sertifikat yang dikeluarkan berdasarkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) untuk bidang telematika. SKKNI bidang telematika saat ini terdiri atas 5 subsektor bidang telematika, antara lain : 1. SKKNI subsektor Operator 2. SKKNI subsektor Programmer 3. SKKNI subsektor Computer Technical Support 4. SKKNI subsektor Jaringan Komputer & Sistem Administrasi 5. SKKNI subsektor Multimedia Penjelasan produk ada di http://www.lsp-telematika.or.id BAB V PENUTUP Program Uji Kompetensi dan Sertifikasi Profesi Telematika merupakan program sosialisasi dan promosi TUK Telematika. Dengan adanya program ini diharapkan dapat menunjang realisasi pengembangan Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi dengan menerapkan sertifikasi Telematika yang didukung dengan sarana dan prasarana sehingga berpengaruh terhadap peningkatan mutu SDM yang tersertifikasi dan kompeten. Program ini akan berjalan lancar, apabila didukung oleh pihak terkait.

Tasikmalaya, Oktober 2011 Ketua TUK