Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULUAN Tumor ganas di daerah palpebra dan konjungtiva dapat membuat komplikasi yang serius, karena daerah organ

ini berdekatan dengan bola mata, sinus paranasal dan otak sehingga dapat berakibat fatal. Tumor epitel di mata berasal dari kelopak mata (palpebra) dan konjungtiva. Daerah ini terletak di organ tubuh yang mudah terlihat sehingga bila terjadi kelainan patologis sepatutnya cepat ditangani. Di negara-negara maju, tindakan operasi radikal pada tumor epitel mata sangat jarang dilakukan karena adanya kesadaranpenderita untuk datang pada stadium dini. Penanganan jenis tumor ini seharusnya tidak selalu berakhir dengan tindakan eksenterasi atau tindakan radikal lainnya. Akan tetapi pada kenyataannya kejadian di bagian mata FKUI-RSCM berlainan. Penelitian pada 168 penderita dengan tumor orbita, terdapat 22 penderita (13%) dengan tumor epitel sekunder yang berasal dari adneksa mata. Dari 22 penderita tersebut, 17 penderita (77,5%) datang dengan kebutaan3 Ini menjadi tantangan bagi kita agar dapat dengan cepat mendeteksi diagnosis dini, sehingga kebutaan dapat dihindarkan, apalagi Kematian. Oleh karena itu, kewaspadaan akan tanda-tanda dini seperti ulkus yang tak menyembuh sebaiknya ditingkatkan.

DEFENISI Basalioma merupakan tumor ganas yang berasal dari sel lapisan basal epidermis, bersifat invasif, destruktif lokal dan sangat jarang bermetastasis. Frekuensi terbanyak pada orang tua (dekade ke VI dari kehidupan). Karsinoma Sel Basal (KSB)

berasal dari sel epitelial yang lebih mirip set germmatif folikel rambut dibandingkan dengan lapisan sel basal epidermis. KSB merupakan tumor fibroepitelial yang terdiri alas komponen stroma interdependen (jaringan fibrosa) dan epitelial. Sel tumornya berasal dari primordial pluropofensial di lapisan sel basal, dan dapat juga dari selubung akar luar folikel rambut atau kelenjar sebasea atau adneksa kulit lain. Nama lain dari Karsinoma Sel Basal mi adalah Basalioma, Basal Sel pitellioma. ulkus rodens. ulkus Jacob, tumor komprecher, basal sel karsinoma

INSIDEN DAN PREVALENSI Pertama sekali yang melaporkan Karsinoma Sel Basal ini adalah Jacob pada tahun 1827 yang meruapakan suatu sel invasi dan metastase yang lambat, serta jarang menimbulkan kematian. Karsinoma Sel Basal ini lebih sering dijumpai pada orang kulit putih dari pada orang yang kulit berwarna, dan pengaruh sinar matahari sangat berperan dalam perkembangan Karsinoma Sel Basal. Pria lebih banyak dari pada wanita dan umumnya di atas 40 tahun. Lebih dari 80% berlokasi di kepala dan leher, 30% di hidung.

PATOGENESIS Patogenesis Karsinoma sel Basal didahului dengan kolagen yang sering dijumpai pada kulit yang sedikit pigmennya dan mendapat sinar matahari yang berlebih sehingga nutrisi epidermis terganggu yang mana hal ini merupakan

predileksi terjadinya suatu kelainan kulit. Melanin berfungsi sebagai energi amorf yang dapat menyerap energi dan menghilangkannya dalam bentuk panas Jika energi masuk terlalu besar dapat merusak dan mematikan sel atau mengalami mutasi untuk selanjulnya menjadi sel kanker.

MANIFESTASI KLINIS Predileksinya terutama pada wajah (pipi. dahi, hidung, lipat, nasolabial, daerah periorbital), leher. Meskipun jarang dapat pula dijumpai pada lengan, langan, badan, tungkai, kaki, dan kulit kelapa. Tumor ini tumbuh lambat dan jarang metastasis jauh, namun cenderung invasif lokal dan menyebabkan morbiditas yang hebat, rekurrensi lokal dan destruksi jaringan. Metastasis dapat terjadi pada varian noduler yang disebut karsinoma sel basal basaloskuamous.

DIAGNOSIS Keluhan umumnya adalah lesi seperti tahi lalat yang membesar, dapat pula lesi ersebut berupa borok yang tidak sembuh. Gambaan klasik dikenal sebagai ulkus rodent yaitu ulkus dengan tepi tidak rata, warna kehitaman dengan perifer tampak hiperplasia (meninggi) dan di sentral ulkus. Bentuk tidak klasik bervariasi tergantung tipe klinikkopatologinya. Pada awal ditemukan umumnya karsinoma sel basal kecil, translusen atau seperti mutiara, tampak area yang menonjol dengan adanya pembuluh darah yang dilatasi (telangiectasia). Pertumbuhannya lambat, namun bila diabaikan dapat tumbuh ke lapisan kulit lebih dalam dan menyebabkan kerusakan yang besar,

khususnya karsinoma sel basal yang tumbuh pada daerah sekitar mata, hidung, atau telinga. Lesi basalioma umumnya berupa papul, nodul, translusen seperti mutiara, ulkus (sering ditutupi krusta) dengan tepi meninggi, berwarna merah jambu atau merah, telangiektasis dapat dijumpai (dengan bantuan loupe). Jenis pigmented dapat berwarna coklat sampai biru atau hitam. Pada palpasi dapat teraba keras, padat dan kistik. Bentuk biasanya bulat, oval, tengah melekuk (umbilicated). Hampir tidak pernah didapat metastasis ke kelenjar getah bening regional. Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan pemeriksaan histopatologi.

PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan KSB bertujuan untuk mendapatkan kesembuhan dengan hasil kosmetik yang baik serta hasil fungsional yang maksimal. Dalam menentukan cara penatalaksanaan KSB, banyak hal yang harus diperhatikan, baik dari faktor tumornya maupun pasiennya. Faktor tumor yang perlu diperhatikan adalah tipe tumor, ukuran lokasi, sifat penumbuhan dan apakah tumor primer atau rekurens. Sedangkan factor pasien yang perlu dipertimbangkan adalah usia, riwayat penyakit lain, faktor psikologis dan riwayat pengobatan. Secara garis besar penatalaksanaan KSB digolongkan dalam 2 kelompok, yaitu dengan pembedahan dan tanpa pembedahan Pembedahan dapat dilakukan dengan cara eksisi dengan skapel, bedah mikrografik Mote, kuretase dan elektrodesikasi, bedah beku, serta bedah laser Penatalaksanaan

tanpa pembedahan dilakukan dengan cara radioterapi, interferon intralesi, kemoterapi. pemberian retinoid dan foto dinamik.

PROGNOSIS Pengobatan pada KSB primer memberikan angka kesembuhan sekitar 95% sedangkan pada KSB rekuren sekitar 92%. Pengobatan pada KSB rekuren lebih sulit daripada KSB Primer, dan angka kekambuhan selelah dilakukan prosedur yang kedua adalah tinggi.

Anda mungkin juga menyukai