Anda di halaman 1dari 7

RANGKUMAN INVESTASI & MANAJEMEN PORTOFOLIO

MODEL INDEKS TUNGGAL

Disusun Oleh : EDWIN PAULUS SUTANTO ( A 311 08 314 )

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HASANUDDIN 2011

MODEL INDEKS TUNGGAL William Sharpe (1963) mengembangkan model yang disebut dengan model indeks tunggal (single-index model). Model ini dapat digunakan untuk menyederhanakan perhitungan di model Markowitz dengan mnenyediakan parameter parameter input yang dibutuhkan di dalam perhitungan model Markowitz. Di samping itu, model indeks tunggal dapat juga digunakan untuk menghitung return ekspektasian dan risiko portofolio. Model indeks tunggal didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks harga pasar. Secara khusus dapat diamati bahwa kebanyakan saham cenderung mengalami kenaikan harga jika indeks harga saham naik. Kabalikannya juga benar, yaitu jika indeks harga saham turun, kebanyakan saham mengalami penurunan harga. Hal ini menyarankan bahwa return-return dari sekuritas mungkin berkolerasi karena adanya reaksi umum (common response) terhadap perubahan perubahan nilai pasar. Model indeks tunggal menggunakan asumsi asumsi yang merupakan karakteristik model ini sehingga menjadi berbeda dengan model model yang lainnya. Asumsi utama dari model indeks tunggal adalah kesalahan residu dari sekuritas ke-i tidak berkovari dengan kesalahan residu sekuritas ke-j atau ei tidak berkovari ( berkorelasi ) dengan ej untuk semua nilai dari I dan j. Asumsi ini secara matematis dapat dituliskan sebagai : Cov(ei,ej) = 0 Besarnya Cov(ei,ej) dapat juga ditulis sebagai berikut : Cov(ei,ej) = E([ei E(ei)] . [ej E(ej)]) Karena secara konstruktif bahwa E(ei) dan E(ej) adalah sama dengan nol, maka : Cov(ei,ej) = E(ei 0)] . [ej 0)]

= E(ei . ej) sehingga asumsi bahwa kesalahan residu untuk sekuritas ke-i tidak mempunyai korelasi dengan kesalahan residu untuk sekuritas ke-j dapat juga ditulis : E(ei . ej ) = 0

1 Return indeks pasar (RM) dan kesalahan residu untuk tiap tiap sekuritas (ei) merupakan variabel variabel acak. Oleh karena itu, diasumsikan bahwa ei tidak berkovari degan return indeks pasar RM. Asumsi kedua ini dapat dinyatakan secara matematis sebagai : Cov(ei . RM) = 0 Asumsi asumsi dari model indeks tunggal mempunyai implikasi bahwa sekuritas sekuritas bergerak bersama sama bukan karena efek diluar pasar ( misalnya efek dari industri atau perusahaan itu sendiri ), melainkan karena mempunyai hubungan yang umum terhadap indeks pasar. Asumsi asumsi ini digunakan untuk menyederhanakan masalah.

Parameter Parameter Input untuk Model Markowitz Model indeks tunggal dapat digunakan untuk menghitung return ekspektasi (E(Ri)), varian sekuritas (i) dan kovarian antar sekuritas (ij) yang merupakan parameter parameter input untuk analisis portofolio menggunakan model Markowitz. Maksudnya adalah bahwa hasil dari model indeks tunggal yaitu E(Ri), i, ij dapat digunakan sebagai input untuk menghitung return ekspektasi dan resiko portofolio ,menggunakan model Markowitz. Rumus return ekspektasi :

E(Rp) = 1/3.E(R1) + 1/3.E(R2) + 1/3.E(R3) Resiko portofolio p = WA . A + WB . B + 2 . WA . WB . AB

Model Pasar Model Pasar (market model) merupakan bentuk dari model indeks tunggal dengan batasan yang lebih sedikit. Model pasar bentuknya sama dengan model indek tunggal. Perbedaannya terletak di asumsinya. Di model indeks tunggal, diasumsikan bahwa kesalahan residu masing-masing sekuritas tidak berkovari satu dengan yang lainnya atau Cov(ei, ej) = 0. Di model pasar, asumsi ini tidak digunakan atau kesalahan residu masingmasing sekuritas dapat berkorelasi. Kenyataannya bahwa sekuritas berkovari atau berkorelasi satu dengan yang lainnya membuat model pasar lebih realitas. Model pasar 2 ini banyak digunakan oleh peneliti-peneliti pasar modal untuk menghitung abnormal return. Bentuk model pasar yang sama dengan bentuk model indeks tunggal mempunyai return dan return ekspektasi sebagai berikut :

Ri = i + i . RM + ei
dan

E(Ri) = i + i . E(RM)

Pembentukan Portofolio Optimal dengan Model Indeks Tunggal Salah satu prosedur dalam penentuan portofolio optimal adalah model indeks tunggal yaitu dengan membandingkan antara exsess return to beta (ERB) yang merupakan kelebihan pengembalian atas tingkat keuntungan bebas risiko (risk free rate)

pada asset lain dan cut-off rate (Ci). Cut-off rate merupakan perbandingan antara varian return pasar dengan sensitivitas return saham individu terhadap variance error saham. Saham-saham yang memiliki ERB lebih besar daripada Ci dijadikan kandidat portofolio; sebaliknya jika ERB lebih kecil daripada Ci tidak diikutkan dalam portofolio. Pemilihan saham yang dijadikan sampel penelitian adalah seluruh saham yang terdaftar dan aktif diperdagangkan di pasar modal (BEJ) dan selalu membagikan dividen pada periode 2000 2002. Konsep perhitungan metode indeks tunggal didasarkan pada model perhitungan Elton & Gruber (1995) dengan cara menentukan ranking (urutan) saham-saham yang memiliki ERB tertinggi ke ERB yang lebih rendah. Pemeringkatan ini dilakukan untuk mengetahui kelebihan return terhadap tingkat bunga bebas risiko (risk free rate) dengan formula perhitungan sebagai berikut: Ri Rf ERB = i (1)

dimana: Ri : rata-rata return saham I Rf : risk free rate i : beta saham i

3 Selanjutnya ERB dibandingkan dengan cut-off rate-nya (Ci) yang merupakan karakteristik saham individual adalah hasil bagi varians pasar terhadap kelebihan pengembalian lebih besar daripada risk free rate terhadap variance error saham dengan varian pasar pada sensitivitas saham individual terhadap variance error yang dapat dihitung dengan formula:

Ci

(Ri Rf) i ei2 = j2 i 2 1 + m j=1 ej2


i 2 m j=1

...(2)

dimana:

2 m 2 ei 2 ej i 2 j

: : : : :

varian pasar varian dari saham i jumlah varian dari residual error saham beta saham i Jumlah kuadrat beta saham Untuk memperoleh varian residual error (
2 ej

) saham i dengan

menggunakan formula sebagai berikut: e2i = n

2 ej

. .(3)

Dimana: e2i : residual error dari saham-i n : jumlah periode pengamatan Saham-saham yang memiliki ERB yang lebih besar dari Ci-nya ditentukan untuk diikutsertakan dalam penentuan portofolio optimal dengan mendesain

4 proporsi dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing saham yang menjadi kandidat portofolio, dengan menggunakan formula berikut: Zi
Xi = Zj

.(4)

dimana: Xi = proporsi dana yang akan diinvestasikan pada saham i sedang untuk menghitung nilai Zi digunakan formula berikut:
Ri Rf * C 2 ei j

Zi =

(5)

dimana : C* = cut-off rate tertinggi Dari dua perhitungan tersebut dapat diperoleh proporsi dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing saham yang membentuk portofolio optimal.