Anda di halaman 1dari 56

Cermin

No.23, 1981 Dunia Kedokteran


International Standard Serial Number : 0125—913X

Majalah triwulan
diterbitkan oleh :
Pusat Penelitian dan Pengembangan P.T. Kalbe Farma dan
dipersembahkan secara cuma-cuma.

Daftar isi

3 EDITORIAL

4 CERMIN
4 KEKUASAAN DOKTER & PERANAN SAKIT

ARTIKEL
6 PENYAKIT—PENYAKIT
. ARTRITIS YANG SERING DIJUMPAI SEHARI-
HARI
13 PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA BEBERAPA JENIS PENYAKIT
SENDI MENAHUN
16 ARTRITIS REMATOID : Kapan steroid digunakan, kapan tidak ?

18 REHABILITASI PENDERITA PENYAKIT REMATIK/SENDI

22 PENYEBARAN TUMOR GANAS DI TULANG : Aspek diagnostik dan


terapi.
26 OSTEOMIELITIS : Perkembangan 10 tahun terakhir.

33 MASALAH INKOMPATIBILITAS OBAT

35 PENGGUNAAN BETA—BLOCKER PADA TIROTOKSIKOSIS


Karya Sriwidodo 38 MALARIA TROPIKA DENGAN PENYULIT "BLACK WATER FEVER"

40 STRESS & REAKSI PSIKOLOGIK

44 CIRI—CIRI PENDIDIKAN BAGI PROFESI

51 KEDOKTERAN & MEDIA MASSA

50 RESENSI BUKU : Gastroenterologi

52 KORESPONDENSI
53 CATATAN SINGKAT
54 HUMOR ILMU KEDOKTERAN
55 RUANG PENYEGAR DAN PENAMBAH ILMU KEDOKTERAN
56 ABSTRAK—ABSTRAK
Lebih dari 31 juta orang Amerika menderita artritis dan sejenisnya. Berapa jumlah pen-
derita penyakit ini di Indonesia ? Tidak dapat dipastikan, tapi angka ini mungkin dapat mem-
bantu memberi sedikit gambaran : sedikit-dikitnya 2 1/4 milyar rupiah dibelanjakan masyarakat
Indonesia untuk obat anti-rematik setiap tahun ! Belum terhitung jamu-jamuan, obat/minyak
gosok, ramuan Cina, serta obat analgesik yang dapat dibeli bebas untuk menghilangkan pegal
linu.
Di antara hal-hal yang tak pasti itu, ada satu kepastian. "Anda boleh duduk-duduk pada
bekas tambang radium, menggantungkan tabung Vryllium pada baju anda, memendam diri
sebatas leher dalam rabuk kuda, meneguk Formula-X-nya Dr. Fenby, atau memakan satu dosis
'Chuei Fung Tou Ke Wan', tapi anda tak akan sembuh dari penyakit artritis anda, " kata Anna-
bel Hecht dalam FDA Consumer (Sept. 80). Kenyataan yang pahit, tapi perlu diketahui oleh
para penderita itu agar tidak terjerumus dalam usaha sia-sia menyembuhkan penyakit tsb.
Penderita memang sering terkecoh oleh kesembuhan yang "dihasilkan" oleh berbagai metoda
pengobatan itu. Padahal itu sering tak lain adalah fase remisi dalam perjalanan penyakit artritis.
Dr. HM Adnan dalam artikel pertama nomor ini membahas penyakit-penyakit artritis yang
sering dijumpai sehari-hari. Pembedaan dan pengenalan penyakit-penyakit artritis itu serta
perjalanan penyakitnya penting untuk diketahui karena menentukan tata-laksana pengobatan-
nya. Dalam hal ini cara pemakaian kortikosteroid perlu sekali diperhatikan. Pemakaian yang
tidak tepat malahan akan memberatkan penderitaan pasien.
Artikel kedua, oleh dr. Soetarto & dr. Jean Latu, membahas pemeriksaan laboratorium
pada beberapa penyakit sendi menahun. Meskipun tidak semua pemeriksaan laboratorium dapat
memastikan diagnosis, tapi sebagian pemeriksaan itu dapat memberi petunjuk ada tidaknya
peradangan atau kerusakan jaringan. Sedang sebagian lagi dapat lebih memastikannya, karena
bersifat lebih spesifik. Contohnya ialah faktor rematoid (FR) yang banyak ditemukan pada
penderita artritis rematoid. Manfaat yang lebih besar diperoleh bila pemeriksaan laboratorium
itu dilakukan berulang-ulang, karena ini dapat memberi gambaran perjalanan penyakit.
Karena pada dasarnya banyak penyakit rematik tidak dapat disembuhkan, peranan
rehabilitasi menjadi nyata. Ini dibahas oleh Imam Waluyo SMPh & dr. A.R. Nasution.
Berkaitan dengan masalah tulang, dapat dibaca tulisan dr. Susworo mengenai penyebaran
tumor ganas di tulang. Tumor ganas sering menyebar ke tulang dan selalu menyebabkan rasa
nyeri serta kadang-kadang berkurangnya fungsi anggota badan. Ini berarti perawatan ekstra dan
beban bagi penderita dan lingkungannya. Maka diagnosis dini dan penanganannya menjadi
penting untuk diketahui. Selain tulisan itu diturunkan juga artikel mengenai perkembangan
osteomielitis dalam 10 tahun terakhir ini, serta perkembangan lain yang berhubungan dengan
sendi & tulang.
Dalam nomor CDK ini juga dimuat karangan mengenai Masalah Inkompatibilitas Obat,
Malaria Tropika dengan " Blackwater Fever", Penggunaan Beta-blocker pada tirotoksikosis,
Stress dan reaksi Psikologik, serta Ciri-ciri pendidikan bagi Profesi. Semoga bermanfaat.

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 3


Kekuasaan Dokter & Peranan Sakit

Ketika Bismarck. negarawan tersohor itu, berusia 68 tahun, Beberapa perbedaan mengenai citra kedokteran itu ber-
Schweninger dipanggil untuk konsultasi dalam pengobatan pangkal dari kompleksnya ilmu kedokteran itu sendiri. Sejak
negarawan itu. Segera menjadi nyata bahwa keadaan sakitnya dua ribu lima ratus tahun yll. kedokteran mempunyai sedikit-
telah parah dan mungkin usianya tak lama lagi. Tapi pada dikitnya tiga aspek atau tiga fungsi yang berlainan dan kadang-
pertemuan pertama dengan dokter ini, Birmarck dengan kasar kadang bertentangan. Tapi pada dasarnya fungsi-fungsi itu
berkata, "Saya tidak senang di tanya-tanyai macam-macam" tidak antagonistik, bahkan harus saling mengisi. Namun kini,
Schweninger menjawab, ''Kalau begitu panggil saja dokter seperti dulu juga, yang harus terjadi tidak selalu terjadi.
hewan. dia tidak menanyai pasiennya." Dalam satu ronde Orang Yunani kuno menggambarkan fungsi-fungsi itu sbb. :
pertandingan itu dimenangkan si dokter. Bismarck yang keras Asklepios, dewa penyembuh, punya dua anak wanita, yaitu
kepala itu pun menuruti nasihat-nasihatnya. Mengurangi Panacea, dewi penyembuhan (kedokteran klinik), dan Hygeia,
makannya. menjalani diet untuk menguruskan badan dsb. dewi kesehatan (kesehatan masyarakat atau kedokteran
Dan berhasil. Dia tidur nyenyak, matanya mulai bercahaya, pencegahan). Dewa itu, seperti kebanyakan ayah, ingin agar
kulitnya tampak lebih segar dan lebih muda. anak-anaknya bekerja sama, tapi nyatanya mereka lebih sering
Kisah di atas menggambarkan hubungan antara dokter dan bersaingan daripada bekcrja sama. Bila Hygeia berhasil me-
pasien. Sering dikatakan bahwa hubungan dokter-pasien yang ningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit, lalu apa yang
baik perlu untuk berhasilnya suatu pengobatan. Namun ter- akan dilakukan Panacea ? Sebaliknya, bila Panacea menguasai
kadang menjadi pertanyaan, bagaimana sebenarnya hakekat alam pikiran masyarakat, siapa yang mau mendengar nasihat
hubungan dokter — pasien itu ? Kita ketahui bahwa dokter Hygeia ? "Kurangi makan, kurangi merokok, kurangi 'jajan' di
punya kekuasaan atas pasiennya, tapi bagaimana bentuk luar, atau anda akan jatuh ke tangan saudaraku Panacea dan
kekuasaan itu ? Dan bagaimana dokter memperoleh kekuasaan dokter-dokternya."
tsb ? Dengan sangat menarik Humphry Osmond membahasnya Di samping kedua dewi itu, orang Yunani mengenal ahli
dalam tulisannya God and the Doctor (N Engl J Med 1980; filsafat kedokteran yang mereka sebut Dogmatis. Mereka ber-
302 : 555 — 8). pendapat bahwa kedokteran itu seharusnya suatu ilmu, seperti
Sejak jaman dulu pasien memang sering menggerutu pada geometri misalnya. Ia harus bekerja dengan prinsip-prinsip
dokter. Plato, misalnya, melontarkan dua kritik mengenai yang diketahui atau ditentukan. Dogmatis meremehkan
kedokteran. Pertama, mengapa dokter mengobati budak-budak klinikus, atau Empirisi, yang mengobati orang sakit berdasar-
belian secermat dia mengobati orang yang bebas atau ahli-ahli kan pengalaman mereka saja. Dan kini pun ahli-ahli ilmu
filsafat ? Kedua, mengapa dokter memperlakukan pasien- kedokteran (medical scientists) masih ada yang memandang
pasiennya, termasuk ahli-ahli filsafat, seperti budak belian rendah klinikus, pengikut Panacea itu, yang mengobati orang
saja ? Banyak sindiran dilontarkan kepada dokter. Kedokteran sakit dari hari ke hari.
pernah digambarkan sebagai bentuk parasitisme, penipuan,
Ketiga aspek kedokteran itu — Panacea, Hygeia, dan Dog-
atau bahkan pembunuhan yang di-legal-kan. Namun demikian,
matis — terkadang bekerja sama, kadang kala saling tak mem-
dalam setiap jaman dalam setiap kebudayaan, dokter tetap
pedulikan, dan kadang-kadang saling bertentangan; dan ini tak
memperoleh status yang tinggi. Dan selama ini dokter selalu
dapat tidak mempengaruhi kesehatan masyarakat dari jaman
menghadapi perubahan-perubahan sikap masyarakat itu
dulu sampai kini.
dengan tabah. Karena dari pengalamannya dia tahu bahwa
orang yang paling sinis dan suka mengritik pun akan mengubah Kalau direnungkan, sebenarnya semua itu adalah akibat
sikapnya bila dia sakit. dari dua kenyataan hidup yang sering tak kita perhatikan.
Sampai kini belum ada persesuaian pendapat mengenai Pertama, setiap saat kita dapat sakit, luka, dan dalam bahaya
bagaimana hubungan dokter — pasien itu, atau bagaimana maut. Kedua, sejak 40.000 tahun yll — lebih kurang 1500
seharusnya hubungan itu. Beberapa pasien, dan sejumlah generasi — seperti terbukti dari penemuan arkeologis di gua-
dokter, percaya bahwa seharusnya hubungan itu hubungan gua di Irian, selalu ada tempat tersendiri dalam masyarakat
batin yang erat sekali, mendekati mistik. Sementara itu orang (social niche) bagi orang yang sakit atau terluka. Tanpa social
lain menganggap bahwa pelayanan teknis saja mencukupi. niche ini kedokteran tak akan berkembang. Social niche inilah
Cukup datang ke dokter, dokter memilihkan obat, pasien alas dari ketiga fungsi kedokteran tsb. Maka sungguh meng-
meminum obat, dan sembuh. herankan bahwa ini jarang dibicarakan.

4 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Baru 27 tahun yll. Talcott Parsons, sosiolog terkenal dari Unsur kedua dalam kekuasaan Aeskulapius ialah kekuasaan
Harvard, untuk pertama kali mendefinisikan " peranan sakit" moral, hak untuk mengendalikan dan memberi petunjuk ber-
dalam masyarakat. Ada 4 aspeknya, yang kadang-kadang dasarkan etika profesi tsb. Kekuasaan moral seorang dokter,
disebut postulat Parsons. Pertama, tergantung dari jenis dan yang dinyatakan dalam sumpah Hippocrates, muncul dari
beratnya penyakit, orang sakit dibebaskan dari sebagian atau perhatiannya terhadap kepentingan pasien dan tindakannya
seluruh kewajibannya sehari-hari. Kedua, orang sakit itu tak yang sesuai dengan yang diharapkan darinya sebagai dokter.
dapat menolak penyakit dan tak dapat sembuh dengan suatu Menurut Paterson, apa yang dilakukan dokter itu secara sosial
kemauan atau keputusan si sakit. Ketiga, orang sakit diharap- benar, dan secara individual baik. Ini sungguh kombinasi
kan ingin sembuh secepatnya. Dan akhirnya, dia diharapkan yang hebat, tak ada profesi lain yang menandinginya.
mencari pertolongan yang sesuai, biasanya kepada dokter,
dan bekerja sama dengan penolongnya dalam usaha mencapai Unsur ketiga dalam kekuasaan Aeskulapius ialah kekuasaan
kesembuhan. karismatik, hak untuk mengendalikan dan memberi petunjuk
yang berasal dari rahmat Tuhan. Unsur kekuasaan ini mereflek-
Semua kebudayaan tampaknya mengakui adanya peranan sikan kesatuan semula antara agama dan kedokteran yang
sakit itu. Bahkan dalam masyarakat hewan dikabarkan ada masih ada di banyak bagian dunia. Unsur karismatik ini
peranan sakit, meskipun tanpa dokter. Ikan lumba-lumba yang penting karena profesi ini berkaitan dengan kemungkinan
sakit akan mengeluarkan suara-suara tertentu sehingga teman- kematian, dan karena tidaklah mungkin menilai sepenuhnya
temannya yang sehat datang menolongnya. Teman-teman itu pengetahuan seorang dokter. Terlalu banyak faktor yang
akan mendorong si sakit ke permukaan air sehingga dia dapat tidak diketahui dan tak mungkin diketahui dalam penya-
bernafas. kit sehingga tak mungkin kedokteran..hanya hersandar pada
Gajah pun rupanya memperhatikan dan merawat anggota kekuasaan sapiensial. Karena itu pula dokter sebenarnya masih
kelompoknya yang sakit atau terluka. Jean-Pierre Hallet memiliki sebagian dari perannya sebagai imam.
pernah mengikuti sekelompok gajah di Uganda dan mencerita- Juga unsur karismatik inilah yang menyebabkan dokter tak
kan pengalamannya : Ada seekor gajah yang tak berbelalai. perlu harus selalu rasional. Sesungguhnya, sampai batas ter-
Tanpa pertolongan teman-temannya sungguh sulit baginya tentu dokter dibenarkan untuk bersikap tidak-pasti. Dan
untuk mencari makan. Tapi setiap kali hendak makan daun- alasannya mudah saja. Hidup dan mati itu tidak pasti, maka
daunan, ternyata tak satu pun dari gajah-gajah itu makan dokter sesuai untuk memiliki sifat ini juga. Rasionalitas dan
sebelum si sakit makan. Mereka bergantian, bahkan berlomba- konsistensi yang ekstrim hanya akan menimbulkan keraguan
lomba membawa daun-daun ke mulut si sakit. Setelah dia dalam benak pasien, karena ia tahu bahwa kedokteran ber-
kekenyangan dan menolak makan sambil menggeleng-geleng- hadapan dengan suatu kekuatan yang misterius dan perkasa
kan kepalanya barulah gajah-gajah yang sehat mulai makan yang tidak selalu dapat diikuti akal manusia.
untuk mereka sendiri.
Sejak jaman dulu sampai sekarang, shaman, dukun, dan kini Bagaimana seseorang dapat memiliki kekuasaan Aeskula-
dokter, ditugaskan menolong mereka yang berada dalam pius ? Kebanyakan orang tahu bagaimana suatu kekuasaan
peranan sakit. Tidak mengherankan bahwa mereka yang struktural diperoleh. Presiden, misalnya, setelah pemilihan
unggul dalam melaksanakan tugas itu diberi imbalan yang memperoleh kekuasaannya dengan mengucapkan sumpahnya;
sungguh memadai. Tapi seperti halnya peranan sakit tidak raja dengan pemahkotaan. Lalu upacara apa yang mengubah
banyak diperhatikan, demikian juga kekuasaan masif yang warga masyarakat biasa menjadi dokter ? Hal pertama yang
dipakai dokter untuk mempengaruhi pasiennya bersifat perlu diperhatikan ialah bahwa kekuasaan Aeskulapius ini
samar-samar dan sulit didefinisikan. diberikan pada usia yang relatif muda; bandingkan dengan
presiden, menteri, anggota parlemen, jenderal dll. Tapi tak
Adalah Paterson yang pertama-tama mendefinisikan ke- seorang pun mengharapkan dokter yang baru lulus telah sangat
kuasaan kedokteran pada tahun 1957. la membagi kekuasaan bijaksana. Jadi, rupanya kekuasaan Aeskulapius diberikan
kedokteran atas tiga unsur : sapiensial, moral, dan karismatik, bukan dengan satu upacara saja, tapi secara perlahan-lahan.
yang secara khas tergabung menjadi satu. Disebutnya kekuasa- Sekaligus ini menunjukkan bahwa unsur sapiensial bukanlah
an itu "kekuasaan Aeskulapius". yang terpenting.
Yang dimaksud dengan kekuasaan sapiensial ialah hak Kekuasaan Aeskulapius dikenal di seluruh dunia. Dan
untuk didengar yang berasal dari pengetahuan atau keahlian orang sakit sangat menghormatinya. Tapi setelah sembuh
dokter. Kekuasaan ini berada pada orang pribadi dan bukan mereka cepat melupakannya. Maka John Owen (1620)
pada jabatan yang kebetulan dipegangnya. Orang yang me- menulis :
miliki kekuasaan ini boleh memberi nasihat, memberi infor-
God and the doctor, we alike adore,
masi, memberi petunjuk, tapi tidak memerintah. Seorang
But only when in danger, not before,
dokter mempunyai kekuasaan sapiensial karena pengetahuan-
The danger o'er, both are alike requited,
nya di bidang kedokteran. Maka dia harus lebih tahu, atau
God is forgotten and the Doctor slighted.
tampak lebih tahu, daripada pasiennya tentang hal-hal yang
berkaitan dengan kedokteran. Suatu perintah dokter itu tak
(dr. E. Nugroho)
lain daripada nasihat. Karena dokter tak punya kekuasaan
struktural atas pasiennya dan tak berhak memerintahkan
pasien melakukan sesuatu.

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 5


artikel

Penyakit- penyakit Artritis yang Sering


Dijumpai Sehari-hari
dr H.M. Adnan
Sub—Bagian Rematologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia / RSCM, Jakarta.

PENDAHULUAN Akhir-akhir ini karena ternyata bukan hanya mengenai


sendi saja, tapi dapat pula mengenai selaput sendi dan alat-alat
Pengetahuan tentang penyakit-penyakit artritis masih belum
merupakan mata pelajaran pokok di sebagian besar Fakultas- sekitar sendi, maka disebut degenerative joint disease. Hal ini
fakultas Kedokteran di Indonesia. Oleh sebab itu mungkin dikemukakan karena penyakit tersebut merupakan suatu
banyak kolega-kolega yang " baru " mengenalnya. Penyakit proses degeneratif yang biasanya didapati pada usia lanjut
artritis sendiri sebenarnya cukup banyak kita dapati pada (walau dapat mengenai semua usia).
praktek sehari-hari, terutama yang tergolong penyakit dege- Pada umumnya mengenai usia di atas 30 tahun, dan wanita
neratif (degenerative joint disease). Dan akan lebih banyak lebih banyak daripada pria dengan perbandingan kurang
lagi jumlahnya bila kita jumlah dengan penyakit-penyakit lebih 4 : 1. Suku bangsa, warna kulit dan iklim tak mem-
rematik ekstra artikuler (mialgia, bursitis, tendinitis dsb.). pengaruhi. Etiologi dari penyakit ini sampai sekarang masih
Oleh sebab itu pula, tulisan ini dimaksud agar dapat membantu belum diketahui.
kolega-kolega yang ada di perifer, baik sebagai pengetahuan Secara singkat gambaran urnum dari tulang rawan sendi
praktis, maupun sekedar sebagai bacaan di kala senggang saja. yang mengalami degenerasi tsb. adalah suram, tidak kenyal
Maka dalam tulisan ini tidak akan disinggung-singgung teori- dan rapuh. Dan di sekitar sendi tsb. dibentuk tulang baru yang
teori imunologi yang berat; dan diusahakan dengan bahasa sering kali menyerupai duri dan disebut spur atau taji. Tulang
il miah yang sederhana mungkin agar mudah diterima. ini tidak sekokoh tulang asli, tapi lebih rapuh, secara ke-
Untuk lebih memperjelas maksud yang dikandung dalam seluruhan didapati gambaran osteoporotik di sekitar sendi tsb.
tulisan ini, saya sajikan gambar-gambar yang sebagian saya
Akibat tonjolan tulang ini, maka timbul iritasi pada jaringan
ambil dari buku-buku yang tertera dalam kepustakaan. di sekitarnya, kemudian jaringan membuat reaksi, sehingga
Untuk kali ini, saya sajikan penyakit-penyakit osteoartritis timbul rasa sakit. Demikian pula bila terjadi di sendi leher,
(osteoartrosis/degenerative joint disease), rematoid artritis dan pinggang, lutut dsb. Bila terjadi pada sendi leher, maka tonjol-
artritis gout. Judul-judul di atas saya pilih, berdasarkan an osteophyte tsb. dapat memberikan penekanan pada fora-
urutan-urutan frekuensi penyakit-penyakit tersebut yang sering mina intervertebralia dan berarti menekan pula nervispinales.
kita jumpai pada praktek sehari-hari. Oleh sebab itu penderita merasakan pegal sampai nyeri pada
otot-otot yang disarafinya. Maka timbul keluhan neck pain
atau nec stiffness, brachialgia, paraesthesia dsb. Demikian

Osteo-artritis pula timbulnya keluhan back pain, ichialgia dsb. bila me-
ngenai tulang pinggang.
Penyakit ini tergolong penyakit degenerasi dan merupakan Proses degenerasi ini bukan hanya berhenti sampai di situ
bagian terbesar bila dibandingkan dengan bentuk-bentuk saja. Tulang-tulang yang sudah porotis tadi suatu saat dapat
artritis yang lain, jumlah penderitanya terbanyak. Berbagai patah dan apabila bagian sayap dari tulang vertebra patah
nama telah diberikan pada penyakit ini, yaitu osteoartritis, maka akan disebut spondylolysis. Biasanya bila satu sisi saja
osteoartrosis atau artrosis saja, artrosis deformans, degenerative yang patah, tidak memberikan keluhan apa-apa. Namun bila
joint disease dsb. Disebut osteoartritis karena dulu dikira kedua sisi yang patah, akan timbul spondylolisthesis. Tulang
suatu itis. Ternyata setelah diperiksa, tidak didapati tanda- vertebra dapat menggelincir ke arah depan atau belakang.
tanda radang, baik mendadak maupun menahun. Artinya bila Pada umumnya penggelinciran tsb. ke arah depan. Bila terjadi
diperiksa darah penderita, tak didapat tanda-tanda lekositosis hal yang demikian, maka seringkali dapat diraba bagian ruas
atau tidak didapati adanya lekosit polymorphonuclear mau- vertebra akan mencuat ke belakang dan sebaliknya. Peng-
pun monosit dalam jumlah yang abnormal pada cairan sendi- gelinciran ini dapat menekan sumsum tulang belakang,
nya. Oleh sebab itu kemudian diusulkan nama osteoartrosis sehingga akan memberikan gejala-gejala neurologis sesuai
atau biasa disebut artrosis saja. dengan keadaannya.

6 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Gb 1. Osteoartritis pada daerah cervical. Gb 2. Osteoartritis pada daerah lumbal. Gb 3. Osteoartritis pada sendi lutut,
Tampak adanya spurs pada verte- spur formation pada patella.
brae lumbales.

Bentuk proses degeneratif yang lain adalah terbentuknya sendi interphalanx distalis maka disebut Buchard ' s node, dan
cairan pada sendi lutut, pergelangan kaki atau bahkan pada bila terjadi pada sendi interphalax proximalis disebut Heber-
sendi-sendi interphalangealis proximalis. Cairan ini akan lebih den's node. Nodus atau benjolan ini tidak memberikan keluhan
banyak dibentuk bila penderita memberikan beban pada sendi atau arti apa-apa kecuali membantu diagnosticum.
yang terkena. Misalnya sendi lutut. Bila penderita ikut olah Seperti sudah disinggung secara sepintas lalu, menegakkan
raga "Lari Pagi", atau sepak-bola dsb. yang bersifat memper- diagnosis osteoartrosis lebih banyak dilakukan dengan anam-
berat beban sendi lutut, maka suatu saat terpaksa cairan sendi nesis dan pemeriksaan radiologis (yaitu : adanya spur forma-
harus dipunksi dan diaspirasi untuk dibuang. tion). Sedangkan hasil pemeriksaan laboratorium pada umum-
Pada pemeriksaan laboratorium cairan sendi akan normal, nya masih dalam batas-batas normal.
kecuali kadar protein yang mungkin agak tinggi dan kadar
glukosa-nya akan rendah. Cairan ini bersifat kental, jernih
dan mucin clot (+). Berbeda dengan cairan yang mengandung Penatalaksanaan
kuman, yang akan bersifat encer, agak keruh dan mucin clot Tergantung dari keadaan yang kita hadapi, pengobatan
(—). Bila dibedakan dengan haemartrosis, cairan sendinya akan biasanya hanya bersifat simtomatik dengan memberikan anal-
haemorrhagis. getika. Kadang-kadang diperlukan pengobatan dengan suntikan
Sebaiknya dihindarkan punksi cairan sendi secara tidak kortikosteroid lokal ( tempat ) yang biasanya diberikan ber-
steril dan tidak lege artis. Lebih-lebih bila dilakukan berulang- sama-sama dengan anestesi lokal. Pemberian kortikosteroid
ulang. Sebab selain memperbesar kemungkinan infeksi juga secara oral atau sistemik merupakan kontraindikasi pada
dapat membuat sendi lutut tidak stabil (instable knee) dan penderita-penderita dengan penyakit sendi degeneratif. Sebab
tempurung lutut dapat menggelincir ke kiri dan ke kanan. tulang-tulang akan menjadi semakin kropos (osteoporotik) dan
Akibat kelainan degeneratif ini bukan hanya pada sendi- bukan hal yang tidak mungkin akan timbul fraktura secara
sendi saja, tapi dapat mengenai jaringan ikat sekitar sendi, atau spontan.
pembungkus sendi. Oleh sebab itu, trauma kecil saja atau Kadang-kadang penderitanya akan terkena infeksi sekunder
stress yang terus menerus dapat menyebabkan timbulnya pada pemakaian kortikosteroid sistemik dalam jangka waktu
prolapsus discus intervertebralis atau hernia nucleipulposi. yang panjang. Pemberian istirahat akan banyak membantu,
Bahan-bahan discus intervertebralis yang berupa glycoprotein terutama pada sendi-sendi pembawa beban.
dan polysaccharide akan mendesak jaringan sekitarnya yang Pada penderita-penderita tertentu yang mengalami penyem-
sudah mulai kehilangan kelenturannya atau elastisitasnya dan pitan tulang vertebra akibat artrosis, dapat pula dilakukan
kemudian akan keluar bersama-sama inti atau nucleus lalu pengobatan dengan traksi leher atau pinggang. Jenis traksi ini
mendesak sumsum tulang belakang dan pembuluh darah di dapat bersifat manual (dengan tangan) atau mekanik dengan
sekitarnya. Oleh sebab itu maka akan timbul pula gejala-gejala alat baik listrik maupun cara lama (dengan tali dan kerekan).
neurologis dan gangguan vaskular (neuro-vascular). Bila terjadi Tentang waktunya, dapat bersifat terputus-putus (intermit-
demikian, maka akan timbul pula keluhan-keluhan claudicatio tent) atau terus menerus.
intermittent yang akan lebih mempersulit diagnosis. Seringkali cara pemanasan (heating) juga diperlukan baik
Walau tidak selalu, tapi dapat pula tampak adanya benjolan yang bersifat permukaan (misalnya dengan gelombang pendek/
pada sendi interphalangeal distalis dan proximalis pada jari UKG) maupun yang lebih dalam, misalnya dengan gelombang
tangan sebagai akibat kelainan degeneratif. Bila terjadi pada ultra suara (ultrasonic wave).

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 7


Juga dapat digunakan pemanasan dengan air (hydrothe- sehingga timbul deformitas, subluxatio, luxatio, bahkan des-
rapy), Back Support atau corset kadang diperlukan untuk truksi yang hebat. Flexi kontraktur sudah merupakan "pe-
memberikan imobilisasi pada daerah lumbal misalnya; untuk mandangan " yang paling sering dijumpai pada penderita RA.
ini dapat digunakan pula bermacam-macam bahan misalnya Akibat ini pula maka otot-otot di sekitar sendi tidak
karet busa, plaster of Paris atau bahan kain dengan logam- digunakan lagi dan timbul disused-atrophy. Pada akhirnya
logam pendukungnya dsb. penderita akan jadi cacat, dan sendi-sendi besarnya juga
Walaupun tidak sering, dapat pula seorang penderita mengalami ankulosis, sehingga penderita akan tinggal di
artrosis harus mengalami pendekatan dengan cara pembedahan. tempat tidur dan menggantungkan diri pada masyarakat di
Hal itu dapat terjadi bila terjadi spur formation yang hebat sekitarnya baik secara moril maupun finansial. Kehidupan
pada tulang vertebra sehingga memberikan gencetan dan sehari-hari yang aktif tak dapat lagi dilakukannya. Maka
penyempitan yang tak dapat diatasi dengan berbagai cara disamping memberikan beban pada masyarakat sekitarnya,
yang telah disebut di atas. Atau yang mengalami pembengkak- penderita sendiri akan mengalami tekanan mental, rasa rendah
kan sendi lutut yang berulang-ulang sehingga pembungkus dan diri, kehilangan pekerjaan dan kebahagiaannya yang amat ber-
sengkang-sengkang sendinya menjadi kendor, sehingga sendi harga. Bila jumlah ini cukup besar, maka akan memberikan
lututnya menjadi tidak stabil. Demikian pula fraktura atau pengaruh pada kehidupan ekonomi dan masyarakat lingkung-
prolapsus discus intervertebralis akibat kelainan degenerative annya serta negara pada umumnya.
joint disease. Oleh sebab itu pengobatan pada masa dini amat penting.
Disamping sendi dan akibat-akibatnya seperti disebutkan di
atas maka berat badan penderitapun akan turun, penderita jadi
lemah, anemis, kadang-kadang suhunya naik walau tidak
Rematoid Artritis tinggi dan bila berlangsung cukup lama penderita akan tampak
cachectis.
Seperti telah disebutkan diatas, penyakit ini bersifat
Rematoid artritis (RA) adalah suatu penyakit sistemik
sistemik. Maka seluruh alat dibadan dapat diserang, baik mata,
yang bersifat progresif, yang mengenai jaringan lunak dan
paru-paru, jantung, ginjal, kulit, jaringan ikat, dsb. Bintik-
cenderung untuk menjadi kronis. Jadi, sebenarnya terlibatnya
bintik kecil yang berupa benjolan atau noduli dan tersebar di
sendi pada penderita-penderita penyakit RA ini pada tahap
seluruh organ di badan penderita. Pada paru-paru dapat me-
berikutnya setelah penyakit ini berkembang lebih lanjut
nimbulkan lung fibrosis, pada jantung dapat menimbulkan
sesuai dengan sifat progresivitasnya.
pericarditis, myocarditis dst. Bahkan di kulit, nodulus rheu-
Penyebab penyakit ini sampai sekarang masih belum di-
maticus ini bentuknya lebih besar dan terdapat pada daerah
ketahui. Berbagai teori dan hipotesis telah dikemukakan tetapi
insertio dan otot-otot atau pada daerah extensor. Bila RA
belum ada kesepakatan tentang hal tsb. Ada yang mengatakan
nodule ini kita sayat secara melintang maka kita akan dapati
karena mycoplasma, virus dsb. yang kesemuanya belum me-
gambaran : nekrosis sentralis yang dikelilingi dengan sebukan
rupakan bukti yang nyata. Bahkan beberapa kasus telah
sel-sel radang mendadak dan menahun yang berjajar seperti
dikemukakan mempunyai hubungan erat dengan stress yang
jeruji roda sepeda (radier) dan membentuk palisade. Di
amat dalam a.l. setelah dengan tiba-tiba kehilangan suami
sekitarnya dikelilingi oleh deposit-deposit fibrin dan dipinggir
yang dicintai, kehilangan seluruh harta benda akibat kebakar-
-nya ditumbuhi dengan fibroblast. Benjolan rematik ini jarang
an, kehilangan satu-satunya anak yang disayangi, hancurnya
dijumpai pada penderita-penderita RA jenis ringan.
perusahaan yang dimilikinya dan dengan susah payah mem-
Disamping hal-hal yang disebutkan di atas gambaran
bangunnya dsb. Nah, dengan singkat dapat kita simpulkan
anemia pada penderita RA bukan disebabkan oleh karena
bahwa RA masih merupakan salah satu penyakit yang masih
kurangnya zat besi pada makanan atau tubuh penderita. Hal ini
gelap di dunia kedokteran, sebagaimana halnya dengan ke-
timbul akibat pengaruh imunologik, yang menyebabkan zat-
ganasan.
zat besi terkumpul pada jaringan limpa dan sistema retikulo-
Penyakit RA lebih banyak mengenai wanita daripada pria.
endotelial, sehingga jumlahnya di daerah menjadi kurang.
Usia antara 30 — 40 tahun merupakan jumlah yang terbanyak
Oleh sebab itu keadaan anemi di sini tak akan berhasil diatasi
yang menderita RA. Secara patologik anatomik dapat kita dengan pemberian zat besi baik secara oral maupun secara
lihat ada hipertrofi dari villi pada sendi, penebalan jaringan suntikan. Anemi-nya akan teratasi dengan sendirinya bila
sinovial, adanya sebukan sel-sel radang mendadak dan me- penyakit rematiknya sampai pada stadium remisi, bersamaan
nahun, jaringan fibrosit dan pusat-pusat nekrosis. Semuanya membaiknya keadaan umum penderita.
ini akan menghasilkan pembengkakan sendi yang amat nyeri,
baik dalam keadaan diam maupun bila digerakkan. Dan pem- Pada pemeriksaan laboratorium, biasanya didapati faktor
bentukan pannus yang amat cepat akan menerobos tulang uji rema yang positif (Rheuma faktor test positif),sedikit
rawan sendi, periost dan seterusnya sehingga pada akhirnya lekositosis (ringan), anemi ringan, laju endap darah tinggi
sendi tsb. akan penuh dengan pannus yang berlapis-lapis. (seringkali diatas 100 pada 1 jam pertama), C—reaktif Protein
Bila pannus ini sudah mengisi seluruh rongga sendi, maka ( CRP ) positif dan raksi globulin meninggi.
pannus ini lambat laun merupakan anyaman yang saling ber- Selain hal-hal yang tersebut di atas, secara radiologik di-
taut, sehingga pada akhirnya timbul ankylosis. Proses pe- dapati adanya tanda-tanda dekalsifikasi (sekurang-kurangnya)
nerobosan pannus ke dalam tulang ini akan berlangsung terus pada sendi yang terkena. Dan histopatologik sudah diuraikan
sehingga pada suatu saat tulang-tulang jadi rapuh dan hancur, diatas.

8 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Sebenarnya masih ada 20 nomor lagi yang tergolong penge-
Sebenarnya masih ada pemeriksaan laboratorium khusus cualian yang tidak termasuk RA misalnya :
untuk membantu menegakkan diagnosis tsb. tapi tidak akan 1. bila ada tanda-tanda rash yang khas (butterfly formation)
diuraikan di sini misalnya : gambaran immunoelectrophoresis
pada SLE
& HLA (Human Lymphocyte antigen) serta Rose—Wahler test.
2. jelas adanya skleroderma
Hal ini karena lebih bersifat spesialistis dan amat mahal beaya
3. adanya gambaran rheumatic fever dsb.
yang diperlukannya.
Hal itu tidak akan diuraikan di sini agar cara mengingat
Sebagai pedoman umum, sampai sekarang masih dipakai
tidak lebih sulit lagi.
kriteria dari ARA (American Rheumatism Association) untuk
Kadang-kadang tidak seluruh tanda-tanda yang disebut
menegakkan diagnosis RA yang seluruhnya ada 11 kriteria :
dalam kriteria di atas kita jumpai pada penderita RA mungkin
1. Adanya rasa kaku pada pagi hari ( Morning stiffness ). hanya sebagian saja yang tampak/kita temukan. Oleh sebab itu
Penderita merasa kaku dari mulai bangun tidur sampai sekurang- diadakanlah pembagian kelas. Bila didapati sekurang-kurang-
kurangnya 2 jam. Bahkan kadang-kadang sampai jam 11 siang rasa
kaku tsb. baru mulai berkurang.
nya 7 dari 11 kriteria tsb. diatas maka disebut RA yang klasik
2.Pembengkakan jaringan lunak sendi (soft tissue swelling) bukan (classical R.A.). Bila didapati hanya 5 saja, maka disebut RA
pembesaran tulang (hyper-ostosis). Pembengkakan di sini sekurang- definit (definite RA), bila hanya 3 saja maka probably RA
kurangnya berlangsung sampai 6 minggu. (barangkali RA) dan bila hanya 1 saja, maka disebut possible
3.Nyeri pada sendi yang terkena bila digerakkan (joint tenderness on RA (mungkin RA).
moving) sekurang-kurangnya didapati pada satu sendi.
Seringkali penderita RA ini mulai mengeluh adanya rasa
4.Nyeri pada sendi bila digerakkan (pada sendi yang terkena),
sekurang-kurangnya pada sebuah sendi yang lain.
sakit dan pembengkakan pada sendi-sendi kecil (jari tangan)
5.Poliartritis yang simetris dan serentak (symmetrical polyarthritis dan dimulai sendi metacarpophalangeal dan disertai dengan
simultaneously). bengkak yang khas pada pergelangan tangan bagian dorsal.
Serentak di sini diartikan jarak antara rasa sakit pada satu sendi Bila kita melihat tanda-tanda ini, pikirkan kemungkinan RA
disusul oleh sendi yang lain harus kurang dari 6 minggu. terlebih dahulu, lebih-lebih bila simetris.
6.Didapati adanya nodulus rheumaticus subkutan.
7.Didapati adanya kelainan radiologik pada sendi yang terkena,
sekurang-kurangnya dekalsifikasi. Penatalaksanaan
8.Faktor uji rema positif ( Rheuma factor test positif ). Penatalaksanaan penderita RA ini kita bagi atas beberapa
9.Pengendapan mucin yang kurang pekat ( poor mucine clot ).
pokok pengobatan : (1) dengan medikamentosa, (2) dengan
10. Didapati gambaran histologik pada jaringan sinovial sedikitnya 3 dari
yang disebut di bawah ini :
fisioterapi, (3) dengan pembedahan, (4) dengan psikoterapi.
— Villi hypertrophy
— Proliferasi jaringan sinovial Pengobatan dengan Medikamentosa
— Adanya pusat-pusat/kelompok-kelompok sel yang mati (central
necrosis) Pengobatan dengan medikamentosa ini dibagi atas beberapa
— deposit-deposit/timbunan sel fibrin kelompok pula :
— Adanya sebukan sel-sel radang menahun dan mendadak.
1. Golongan obat simtomatik :
11.Didapati gambaran histologik yang khas dari sayatan benjolan
rheuma (rheumatoid nodule), sekurang-kurangnya 3 dari yang di- (a) Simple analgesic, misalnya : paracetamol, aminopyrin,
sebut di bawah ini : acetophenethidin.
— adanya daerah sel-sel yang mati yang terletak ditengah-tengah (b) Obat anti inflamasi non-steroid, misalnya : Indometha-
( central zone of cell necrosis ). cin, phenylbutazon, ketoprofen, sodium diclofenac,
— dikelilingi dengan sel-sel yang berproliferasi yang berjajar mem- indoprofen dsb.
bentuk gambaran jeruji sepeda.
— didapati sel-sel fibrosis di bagian tepinya (c) Obat anti inflamasi golongan steroid, misalnya : pred-
— adaanya sebukan sel-sel radang mendadak dan menahun. nison dsb.

Gb 4. Rematoid artritis pada orang dewasa. Gb 5. Rematoid artritis pada orang dewasa dengan deviasi dari
jarijari ke arah ulnair.

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 9


kan, walau dengan obat analgetika jenis
apapun tak akan mampu menghilangkan
rasa sakit pada sendi-sendinya.
Dalam keadaan-keadaan tertentu me-
mang digunakan golongan steroid, mi-
salnya untuk menyelamatkan hidup pen-
derita RA yang berat atau pemakaian
suntikan setempat (local/intra-articular).
• Pengobatan secara Remitif
Golongan obat remitif ini memang
lebih bermanfaat bagi penderita, namun
tergolong jenis obat yang lambat bekerja-
nya. Biasanya diperlukan waktu beberapa
bulan pengobatan guna mencapai kadar
yang dikehendaki dalam darah agar mem-
punyai efek pengobatan.
Oleh sebab itu seringkali timbul efek
samping pada pemakaian jenis ini. Di-
samping itu memang beberapa jenis mem-
Gb 6. Nodulus rhematicus pada daerah Gb 7. Rematoid artritis juvenilis (Juve-
punyai daya toxisitas yang cukup tinggi.
siku. nile rematoid artritis).
Oleh karena itu pula pemakaiannya harus
hati-hati dan diperlukan monitoring
2. Golongan obat yang mempengaruhi perjalanan penyakitnya dengan pemeriksaan laboratorium pada waktu-waktu tertentu.
(obat-obat remitif/remitive agent) : Diantara jenis-jenis ini yang sekarang sedang banyak dipakai
(a) Immuno-suppressant (penekanan zat kekebalan) di banyak negara adalah penicillamine dan levamisole, sedang
(b) Cytostatic agent (obat sitostatika) yang lain kurang dipakai karena lebih cepat tercapai toxisitas
(c) Alkylating agent sebelum dosis yang dikehendaki dicapai.
(d) Chelating agent (penocillamine) Penicillamine adalah merupakan hasil pemecahan produk
(e) Anti malaria (chloroquin dsb.) degradasi dari penicillin, tapi tidak mempunyai gugus peni-
(f) Anthelmentica : Levamisol cillin dan tidak mempunyai efek sebagai antibiotika. Rumus-
(g) Chrysotherapy. nya adalah B — B — dimethyl cystein. Yang beredar dalam
pasaran adalah D-penicillamine. Bentuk L-penicillamine tidak
• Pengobatan secara Simptomatik diedarkan karena toxis. Cara kerja sama adalah dengan cara
Pada pengobatan secara simtomatik ini, perjalanan penyakit mencengkeram (to chelate) gugus tembaga (cupri) pada
penderita tidak dipengaruhi, artinya hanya rasa sakitnya saja makroglobulin yang terdapat dalam faktor reuma. Dengan
yang dikurangi. Sedangkan progresivitasnya akan berjalan dipecahnya makroglobulin ini, maka faktor reuma jadi negatif
terus. Demikian pula pembengkakannya tak akan berkurang dan dengan demikian pula perjalanan penyakitnya ikut di-
dan destruksi berjalan terus. Obat-obat simtomatik ini . sering- hambat dan bila ini berlangsung dalam jangka waktu yang
kali dipakai sampai berbulan-bulan sambil menunggu sampai diperlukan, maka penderita akan sampai pada stadium remisi
obat remitif cukup tinggi kadar yang diperlukannya di dalam yang sempurna (complete remission). Penderita seolah-olah
darah untuk memberikan efek pengobatan. Oleh sebab itu sembuh, tanpa keluhan, tanpa obat. Demikianlah saya coba
memilih obat yang aman dan menilai keadaan darah dan alat- menguraikan cara kerja penicillamin secara sederhana agar
alat badan yang lain secara laboratoris pada waktu-waktu mudah dipahami.
tertentu amat penting guna melihat adanya efek samping Kadang-kadang masa remisi ini dapat berlangsung sampai
sedini mungkin. Efek samping yang paling umum didapati lebih dari tiga tahun. Penderita yang alergi terhadap penicillin,
pada pemakaian obat-obat simtomatik ini adalah pada alat alergi pula terhadap penicillamin. Dosis penicillamin yang
pencernaan, misalnya : gastritis, nausea, muntah maupun biasanya dipakai di Indonesia adalah sbb. (berdasarkan hasil
diare ringan. percobaan).
Pemakaian obat-obat simtomatik golongan steroid secara 1 x 150 mg (tablet ) selama 1 minggu
sistemik tidak dianjurkan. Sebab penderita dapat mengalami 2 x 150 mg selama 2 minggu
ketergantungan terhadap jenis ini. Sedangkan pemakaiannya 2 x 300 mg ( 1 tablet ) selama 2 minggu
dalam jangka waktu yang lama akan lebih banyak merugikan 3 x 300 mg selama 2 minggu
penderita. Penderita dapat mengalami super-infeksi oleh 4 x 300 mg selama 2 bulan — 4 bulan
kuman lain yang dapat membahayakan penderita yang me- Lalu diteruskan dengan dosis pemeliharaan (maintenance) :
mang sudah dalam keadaan lemah, lebih-lebih bila didapati 1 x 150 mg ( 1/2 tablet) selama mungkin.
infeksi dengan virus. Juga akan timbul moonface, tulang- Efek samping : urticaria, nausea, muntah, diare, protei-
tulang makin jadi porotik, iritasi terhadap lambung makin nuria, hilangnya rasa kecap terutama terhadap manis dan asin,
hebat dsb. Dan bila sudah memakai steroid, maka bila dihenti- dan peninggian transaminasi ( SGOT & SGPT ).

10 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Levamisole adalah suatu antelmintika (obat cacing) yang sehari-hari terutama untuk mengurus dirinya sendiri, misalnya:
mempunyai daya penekanan terhadap zat kekebalan di dalam menyisir, mamakai baju, makan minum dsb. Juga petugas
badan. Dengan cara demikian, maka globulin yang merupakan sosial medis yang ikut membuat penilaian terhadap suasana
sebagian dari zat kekebalan ikut ditekan dan selanjutnya lingkungan, penilaian kamampuan penderita dsb. Di sini
berjalan seperti telah diuraikan diatas. Maka pada suatu saat sebenarnya sudah termasuk rehabilitasi mental dan rehabilitasi
penderita juga akan mengalami remisi yang sempurna. Seperti sosial.
halnya dengan penicillamin obat inipun tergolong yang mem-

Artritis Gout (Pirai)


punyai efek lambat. Diperlukan waktu sekitar 2 — 4 bulan
sebelum tercapai dosis yang diperlukan sebagai pengobatan.
Disini cara pemberiannya lebih sederhana, yaitu diberikan
sekaligus 150 mg. levamisole (3 tablet @ 50 mg) pada malam Penyakit ini tergolong nomor 3 yang terbanyak dalam
hari, seminggu sekali selama 2 — 4 bulan. Bila sesudah diberi- urutan penyakit sendi sesudah artrosis dan RA. Dilihat dari
kan selama 2 — 4 bulan mulai tampak tanda-tanda remisi maka penyebabnya, termasuk golongan kelainan metabolik. Lebih
diteruskan sampai 6 bulan (biasanya waktu yang diperlukan banyak didapati pada pria dari pada wanita (90% — 95% pria).
untuk mencapai remisi sempurna). Bila sudah tercapai, maka Seringkali mengenai usia pertengahan pada penderita pria,
obat dihentikan begitu saja, tanpa dosis pemeliharaan. Remisi sedang pada wanita biasanya dekat-dekat masa menopause.
sempurna juga dapat terjadi sampai bertahun-tahun. Yang khas pada penderita arthritis gout adalah tingginya
Efek samping yang sering terjadi : nausea, muntah, diare, kadar asam urat di dalam darah. Di sini tidak akan diuraikan
agranulositosis, granulositopenia, flue-like syndrome dan rantai terjadinya monosodium urate dan uric acid yang amat
lupus-like syndrome. Oleh sebab itu 3 minggu pertama setiap panjang dari mulai purine, xanthine, hypoxanthine dsb.
penderita minum obat levamisol, maka 10 jam kemudian Yang penting kita camkan bahwa asam urat sendiri tidak akan
diperiksa granulositnya bila normal, maka obat dapat diterus- mengakibatkan apa-apa. Yang menimbulkan rasa sakit adalah
kan. Atau bila suatu saat penderita "sakit flu" terus menerus, terbentuk dan mengendapnya kristal monosodium urat.
tanda timbulnya efek samping, segera hentikan obat. Efek-efek Pernah dilakukan percobaan untuk memasukkan asam urat ke
samping ini masih reversible bila obat dihentikan. dalam sendi penderita bukan gout, dibandingkan dengan
suntikan kristal-kristal monosodium urat pada sendi penderita
Pengobatan Fisioterapi yang sarna. Dan ini dilakukan pada banyak penderita. Ternyata
Jenis pengobatan ini memegang peranan yang tidak kalah bila disuntikkan kristal monosodium urat segera timbul keluh-
pentingnya dengan pengobatan medikamentosa. Disini pen- an gout, sedang bila disuntikkan asam urat tak terjadi apa-apa.
cegahan terhadap cacat yang lebih lanjut dan pencegahan Dengan demikian mereka berkesimpulan bahwa deposit-
kecacatan dan bila sudah terjadi cacat, dicoba dilakukan deposit kristal monosodium urat-lah yang menyebabkan
rehabilitasi bila masih memungkinkan. Bila tak berhasil juga, timbulnya serangan gout. Percobaan ini dilakukan pada pen-
mungkin diperlukan pertimbangan untuk tindakan operatif. derita artritis gout maupun bukan, dengan hasil yang sama.
Disamping bentuk-bentuk latihan, sering pula diperlukan Sebenarnya bentuk lengkapnya adalah mikrokristal mono-
alat-alat. Oleh sebab itu pada pengobatan fisioterapi, tercakup sodium urat monohidrate. Pengendapan kristal-kristal ini dapat
pengertian, tentang rehabilitasi termasuk : dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Oleh sebab itu, sering
— Pemakaian alat bidai, tongkat; tongkat penyangga, terbentuk tophus pada daerah-daerah telinga, siku, lutut,
walking machine, kursi roda, sepatu dan alat-alat ortho- dorsum pedis, dekat aclullus, pada metatasophalangeal digiti
tic-prosthetic lainnya. I dsb. Telinga misalnya, permukaannya lebar dan tipis, mudah
— Mechanotherapy : alat-alat mekanik untuk latihan tertiup angin, maka kristal-kristal tsb. mudah mengendap dan
—Heating : baik hydrotherapy maupun electrotherapy terjadi tophi. Demikian pula di dorsum pedis, calcaneus dsb.
— Occupational therapy dsb. karena sering tertekan oleh sepatu.

Pengobatan Pembedahan
Bila berbagai cara pengobatan sudah dilakukan namun
belum berhasil juga dan alasan untuk tindakan operatif cukup
kuat, maka dilakukanlah pengobatan pembedahan. Berbagai
jenis pengobatan ini pada penderita RA umumnya bersifat
ortopedik misalnya : synovectomia, arthrodese, total hip
replacement, memperbaiki deviasi ulnar dsb. Indikasi masing-
masing pembecahan dan caranya tidak akan diuraikan disini
(terlalu luas).

Pengobatan Psikoterapi
Peranan ahli psikologi dan petugas sosial medis (social
worker) di sini amat penting. Mental penderita perlu dibina
agar tetap gigih dan sabar dalam pengobatan serta tidak merasa
rendah diri . Dan terus dibina agar mampu melakukan tugas Gb 8. Gambar kristal asam urat.

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 11


Gb 9. Gambaran khas artritis gout pada daerah kaki, yaitu pada Gb 10. Gambaran tophi pada artritis gout.
sendi metatarsophalangeal digiti primi kanan.

Tophus itu sendiri terdiri dari kristal-kristal urat yang 6 mg. Tapi sebelum itu penderita sudah mengeluh mual, dan
dikelilingi oleh benda-benda asing yang meradang termasuk muntah.
sel-sel raksasa (giant cells). Penderita artritis gout ini seringkali Selain itu, indomethacine juga punya daya uricozuric yang
mengalami serangan pada malam hari. Biasanya hari sebelum ringan. Biasanya dipakai dosis 4 x 50 mg (2 kapsul) sehari.
serangan penderita tampak segar bugar tanpa keluhan. Tiba- Yang paling baru adalah naproxen, diberikan dengan dosis
tiba pada tengah malam menjelang pagi terbangun oleh adanya 3 x 250 mg per hari.
rasa sakit yang hebat sekali. Obat-obat tsb. diatas dapat dipakai sendiri-sendiri atau
Daerah yang khas yang sering mendapat serangan adalah bersama-sama secara kombinasi. Kadang-kadang serangan gout
pangkal ibu jari kaki sebelah dalam (disebut Pedagra). Bagian akut dapat timbul karena adanya cairan di sendi lutut. Dalam
ini tampak membengkak, kemerah-merahan dan nyeri sekali hal ini dapat dilakukan punksi — aspirasi, kemudian diberikan
bila disentuh. Oleh sebab itu penderita tidak dapat paki injeksi hidrocortison secara intra-artikular. Pemberian korti-
sepatu. Rasa nyeri ini akan berlangsung beberapa hari sampai kosteroid secara sistemik dapat juga mengatasi serangan gout
satu minggu, lalu menghilang. Sedangkan tophi itu sendiri akut. Tapi hal ini jarang dipakai dan tidak populer.
tidak sakit, tapi dapat merusak tulang. Sendi lutut juga me- Yang sering dilakukan meskipun tidak tepat adalah tergesa-
rupakan "pilihan" kedua untuk serangan ini. gesa memberikan obat-obat uricozuric atau allopurinol pada
Pada pemeriksaan laboratorium : didapati kadar asam urat saat serangan akut. Sebaiknya cara di atas ditempuh dulu.
yang tinggi di dalam darah ( > 6 mg % ). Pemeriksaan kadar Lalu secara sistematik dilihat ada batu ginjal atau tidak. Sebab
asam urat ini akan lebih tepat lagi bila dilakukan dengan cara pemberian uricozuric terlalu tergesa-gesa, padahal ada sumbat-
enzimatik (penyimpangannya kecil), kadang-kadang didapati an batu di ginjal, akan memperbesar kesulitan. Setelah jelas
lekositosis ringan. Laju endap darah sedikit meninggi. Kadar semuanya baru diberikan allupurinol atau obat-obat uricozuric
asam urat dalam urin juga sering tinggi ( > 500 mg % /liter per yang lain.
24 jam urin). Dianjurkan menurunkan berat badan pada penderita yang
Disamping pemeriksaan-pemeriksaan tsb. diatas, dalam overweight, serta diet rendah purine (tidak usah terlalu ketat).
menegakkan diagnosis, pemeriksaan cairan tophus juga pen- Juga menghindari alkohol dan makanan yang tinggi purine
ting. Cairan tophus adalah cairan yang berwarna putih seperti (hati, ginjal, ikan sardin, daging kambing dsb.) termasuk roti-
susu dan kental sekali sehingga sukar diaspirasi. Bila ditemukan roti yang manis.
gambaran kristal asam urat (berbentuk lidi) pada sediaan Tophus yang besar adakalanya memerlukan tindakan
mikroskopik dari cairan tophi, maka hal ini merupakan diag- operatif. Tidak jarang kita jumpai penderita dengan kadar
nosis pasti. asam urat yang tinggi dalam darah, tanpa adanya riwayat gout.
Oleh sebab itu timbul istilah asymptomatik hyperuricaria.
Penatalaksanaan Namun penderita-penderita yang demikian sebaiknya
dianjurkan untuk mengurangi kadar asam uratnya karena
Pada serangan akut, sendi tersebut harus diistirahatkan. memang ada faktor risiko di kemudian hari dan siapa tahu
Pada penderita artritis gout, pemberian colchicine masih me- akan terbentuk asam urat pada ginjal.
rupakan pengobatan pilihan (drug of choice), disamping
merupakan pembantu guna menegakkan diagnosis. Biasanya
diberikan 1 mg (2 tablet), kemudian diikuti dengan 0,5 mg KEPUSTAKAAN
(1 tablet) setiap 2 jam sampai serangan akut menghilang. 1.Copeman's Textbook of the Rheumatic disease. 1979.
Biasanya akibat toxik karena kebanyakan colchicine 2.Katz WA. Rheumatic Disease. 1978.
adalah diare, dan ini akan terjadi bila mencapai dosis 5 mg — 3.M Adnan. Kumpulan kuliah-kuliah mahasiswa F K U I. 1978.

12 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Pemeriksaan Laboratorium pada
Beberapa Jenis Penyakit Sendi Menahun
dr Soetarto dr Jean Latu
Bagian Patologi Klinik
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM
Jakarta.

PENDAHULUAN terjadi peningkatan nilai normal sesuai dengan penambahan


Penyakit sendi umumnya disertai perubahan dalam cairan umur. Peningkatan ini sampai umur 55 tahun berjalan lambat,
sendi dan darah khususnya protein plasma, sebagai akibat tetapi lewat umur 60 tahun akan berlangsung lebih cepat.
reaksi tidak khas dari peradangan yang terjadi pada penyakit Meskipun LED bukan merupakan pemeriksaan yang spe-
tersebut. Kebanyakan penyakit sendi belum diketahui pe- sifik untuk penyakit sendi, pemeriksaan tersebut masih tetap
nyebabnya, maka banyak penyelidik menyadari akan manfaat berguna untuk menilai perubahan susunan protein plasma
hasil pemeriksaan laboratorium sebagai ukuran untuk menilai sebagai akibat proses peradangan atau kerusakan jaringan yang
aktifitas penyakit yang sedang berlangsung (1). terjadi pada penyakit tersebut. Pada penyakit sendi yang
Pemeriksaan laboratorium umumnya bertujuan untuk disebabkan oleh proses degenerasi, hasil pemeriksaan LED
mengetahui perubahan yang terjadi dalam darah dan cairan umumnya masih dalam batas nilai normal (1).
sendi, baik dengan cara fisika, kimia, serologik atau imuno-
logik. Disini akan dibahas secara singkat beberapa jenis pe- PROTEIN—C REAKTIF
meriksaan laboratorium yang sering dilakukan pada penderita
Protein C reaktif (PCR) adalah suatu protein patologik yang
penyakit sendi. Sebagian dari pemeriksaan tersebut hanya
ditemukan dalam darah pada fase akut dari proses peradangan
memberi petunjuk secara umum ada tidaknya perubahan dari
atau kerusakan jaringan (1, 3). Penyelidikan mengenai protein
susunan protein plasma, yang umumnya terjadi sebagai akibat
ini dimulai pada tahun 1930, ketika Tiller dan Francis melihat
suatu proses peradangan atau kerusakan jaringan; sebagian lagi
terjadinya presipitasi bila serum penderita pneumonia di-
merupakan pemeriksaan yang bersifat lebih spesifik untuk
campur dengan C-polisakharida dari pneumokok. Semula
suatu jenis penyakit atau golongan penyakit sendi.
mereka mengira bahwa protein ini zat anti yang timbul sebagai
Gambaran yang lebih jelas dan manfaat yang lebih besar akibat invasi pneumokok. Ternyata PCR mempunyai beberapa
diperoleh bila beberapa jenis pemeriksaan dilakukan bersama- sifat yang berbeda dengan zat anti a.l. (1) PCR timbul tidak
sama dan diulang pada waktu-waktu tertentu selama perjalan- saja pada invasi kuman bukan pneumokok, tetapi juga pada
an penyakit.
kerusakan jaringan tanpa infeksi seperti infark miokar, (2)
Pada elektroforesis, protein ini berada pada fraksi alfa globu-
LAJU ENDAP DARAH lin, (3) Reaksi PCR dengan C-polisakharida dari pneumokok
Laju Endap Darah (LED) adalah pemeriksaan untuk meng- perlu ion kalsium. (4)
ukur kecepatan pengendapan sel darah dalam waktu tertentu. Karena PCR timbul dalam darah sebagai akibat rangsangan
Eritrosit dalam darah bila didiamkan cenderung untuk mem- yang tidak khas, maka pemeriksaan PCR pun tidak khas untuk
bentuk rouleaux yang mempunyai peranan penting pada suatu jenis penyakit. Dalam klinik pemeriksaan PCR dinilai
proses pengendapan sel tersebut. Faktor dalam darah yang hampir sama dengan LED meskipun ada beberapa faktor yang
mempengaruhi proses ini a.l. meningkatnya kadar globulin dan dapat mempengaruhi LED tanpa memberi pengaruh pada PCR
fibrinogen yang mempermudah terbentuknya rouleaux, dan sebaliknya.
sedangkan albumin mempunyai efek sebaliknya. Mudah Hedlund pada tahun 1947 telah menyelidiki arti pemeriksa-
dimengerti bahwa pada peradangan dan kerusakan jaringan an PCR pada penyakit sendi. Kebanyakan kasus artritis re-
yang umumnya disertai peningkatan kadar globulin dan matoid disertai dengan timbulnya PCR dalam darah. Peng-
kadang-kadang juga fibrinogen akan memberi hasil LED yang obatan dengan kortison dan ACTH akan menurunkan kadar
meningkat (2). Ada beberapa cara untuk menetapkan LED, PCR sesuai dengan berkurangnya aktivitas penyakit. Kadar itu
tetapi hanya cara Westergren dan Wintrobe yang sering di- akan meningkat kembali setelah pengobatan dihentikan bila
pergunakan. penyakit kambuh. Pemeriksaan LED dalam hal ini tidak
Nilai dari LED selain dipengaruhi oleh metoda pemeriksaan menunjukkan perubahan yang jelas. Selama fase akut dari
yang dipergunakan juga dipengaruhi umur dan jenis kelamin. poliartritis nodosa dan penyakit pirai, PCR umumnya dapat
Nilai normal pada anak lebih rendah dari orang dewasa dan ditemukan dalam darah. Pada kedua penyakit ini pemeriksaan
untuk wanita lebih tinggi dari pria. Pada kedua jenis kelamin PCR sesuai dengan LED. Pada penyakit lupus eritematosus

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 13


sistemik PCR muncul pada fase akut, disertai dengan pe- ASAM URAT
ningkatan LED; bila terjadi remisi, kadar PCR menurun Asam urat dalam tubuh merupakan hasil akhir dari kata-
sampai negatip, tetapi LED dalam hal ini masih tetap tinggi. bolisme purin. Sebagian besar asam urat dalam plasma ber-
Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor yang hanya mem- bentuk garam natrium, sebagian kecil berada dalam ikatan
pengaruhi LED seperti morfologi eritrosit dan susunan protein yang lemah dengan alfa globulin dan albumin (1).
plasma.
Telah banyak diselidiki mengenai hubungan antara kadar
asam urat yang tinggi dalam serum (hyperuricaemia) dengan
SISTEM KOMPLEMEN
penyakit pirai. Penyakit pirai yang timbul sebagai akibat
Komplemen adalah sekelompok protein dalam serum yang gangguan metabolisme purin dalam tubuh, dapat disertai
bekerjanya merupakan suatu sistem (1, 5, 6). Sistem komple- dengan hyperuricaemia dan terbentuknya kristal urat dalam
men terdiri dari sembilan komponen, yang oleh WHO masing- sendi-sendi dan jaringan lain dalam tubuh. Decker menganjur-
masing diberi simbol "C" dan nomer 1 sampai 9 (5). Meskipun kan untuk selalu melakukan penetapan kadar asam urat serum,
pengetahuan mengenai peranan komplemen pada penyakit bila ada dugaan penyakit pirai, meskipun kadar asam urat yang
sendi belum seluruhnya diketahui, data-data yang ada me- normal belum menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit
nunjukkan perlunya mengetahui kadar dan fungsi komplemen tersebut (1).
untuk menunjang diagnosis dan pada kasus-kasus tertentu
Pada penyakit artritis rematoid dan LE kadar asam urat
juga prognosis suatu penyakit (1).
serum biasanya tidak menunjukkan perubahan yang bermakna.
Rangkaian reaksi komplemen bukan dicetuskan oleh suatu
rangsangan yang spesifik, maka pemeriksaan komplemen
juga tidak spesifik untuk suatu kelainan. Pada rangkaian kerja Faktor Rematoid
komplemen peranan C3 yang menonjol dan kadarnya juga Pada sebagian besar penderita artritis rematoid (AR)
paling tinggi di antara komponen komplemen, maka kadar didalam serumnya dapat ditemukan suatu faktor, disebut
komponen ini perlu diperhatikan bila diduga ada kelainan faktor rematoid (FR). Faktor ini biasanya IgM, tetapi pernah
yang menyangkut sistem komplemen. ditemukan IgG. In-vitro FR dapat menimbulkan presipitasi
Penetapan kadar komplemen dapat dilakukan dengan cara dengan IgG manusia atau beberapa spesies mamalia lain (1).
imunodifusi yang menggunakan antiserum spesifik untuk tiap
Pada tahun 1948 Waaler melaporkan timbulnya aglutinasi
komponen, sedangkan fungsi atau aktivitas komplemen dapat
pada serum penderita AR yang dicampur dengan suspensi
ditetapkan dengan cara mengukur daya kemampuan komple-
eritrosit domba yang telah dilapisi antibodi kelinci. Ragan dan
men untuk melisis 50% suspensi standar eritrosit domba yang
Rose delapan tahun kemudian mempelajari peristiwa yang
telah dilapisi antibodi kelinci. Nilai ini disebut sebagai Total
sama dan mereka menganjurkan penggunaan tes ini untuk
Haemolytic Complement atau CHSO. Konsentrasi komplemen
menunjang diagnosa penyakit AR. Dari penelitian Heller dkk,
yang rendah menunjukkan penggunaan komplemen yang
Singer dan Plotz diketahui bahwa eritrosit domba dan partikel
meningkat, tetapi kadar yang normal belum menyingkirkan
latex yang dilapisi dengan imunoglobulin manusia juga dapat
adanya proses yang melibatkan sistem komplemen, karena
menggumpal jika dicampur dengan serum penderita AR. Atas
mungkin telah terjadi peningkatan sintesa komplemen sebagai
dasar fenomena tersebut diatas dapat dilakukan penetapan
kompensasi pemakaian yang berlebihan.
titer FR pada penderita penyakit AR dengan cara hemagluti-
Pada penderita LE sistemik kadar komplemen dalam serum nasi (Rose—Waaler), fiksasi latex (Singer—Plotz) atau flokulasi
atau cairan sendi umumnya menurun terutama bila ada ke- bentonite (Bozicevich dkk). Pemeriksaan cara fiksasi latex
rusakan ginjal (7). Hal ini mungkin disebabkan karena reaksi dianggap yang paling praktis, karena cara kerjanya mudah,
imun yang terjadi pada penyakit tersebut menyangkut anti- sederhana dan ternyata juga cukup peka (8); kira-kira 70% —
bodi berbentuk IgG yang mempunyai aktivitas tinggi untuk 80% serum dari penderita AR memberi hasil positip pada
memfiksasi komplemen. Konsentrasi yang meningkat ke arah pengenceran 1 : 60 atau lebih. Sebaliknya pemeriksaan dengan
normal mencerminkan perkembangan yang membaik dari cara hemaglutinasi Rose—Waaler lebih spesifik, karena tidak
penyakit tersebut. banyak memberi hasil positip semu (1, 9). Faktor rematoid
Pada artritis rematoid, seperti umumnya pada proses kecuali pada penyakit AR kadang-kadang juga ditemukan pada
peradangan kadar komplemen dalam serum normal atau penyakit LE sistemik dan beberapa penyakit sendi lain atau
meningkat. Sebaliknya dalam cairan sendi kadarnya menurun penyakit radang menahun seperti tuberkulosis, lepra atau lues,
sesuai dengan aktivitas penyakit. Pada penyakit artritis rema- meskipun serum penderita ini umumnya hanya memberi titer
toid antibodi yang banyak terdapat dalam serum terutama yang rendah. Mereka biasanya mempunyai kadar imunoglo-
ANA (antinuclear antibody) mungkin bentuk IgM yang mem- bulin yang meningkat (1).
punyai aktivitas rendah terhadap komplemen, sebaliknya
RF yang positif umumnya akan tetap positif selama pe-
dalam cairan sendi mungkin kadar ANA bentuk IgG juga
nyakitnya masih aktif dan titernya akan menurun sampai
cukup tinggi. negatif bila terjadi remisi dari penyakit tersebut. Pada dasarnya
Pada penyakit sendi yang lain, konsentrasi komplemen titer FR pada penderita AR seropositif dapat dipakai sebagai
dalam serum normal atau meningkat, tetapi hampir tidak ukuran dari aktivitas penyakit, prognosis atau untuk menilai
pernah menunjukkan kadar yang rendah. hasil pengobatan.

14 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


ANTI STREPTOLISIN O ( ASTO ) ANA yang termasuk imunoglobulin IgG mempunyai
Telah diketahui bahwa ada hubungan antara penyakit aktivitas tinggi untuk memfiksasi komplemen seperti pada LE
demam rematik dengan infeksi Streptokokus beta hemolitikus sistemik sedangkan yang termasuk IgM mempunyai aktivitas
grup A (1). Semula para ahli masih sangsi bahwa infeksi yang rendah. Sel LE terbentuk sebagai aktibat reaksi yang
menyangkut kerja berangkai komplemen. Pada artritis rema-
Streptokokus dapat mengakibatkan timbulnya serangan
toid ANA kebanyakan termasuk IgM, maka jarang ditemukan
demam rematik, karena banyak penderita demam rematik
tanpa didahului tanda-tanda infeksi yang jelas. bentuk spesifik dari sel LE.
Streptokokus seperti kuman lain dapat merangsang timbulnya Adanya ANA dalam serum seorang penderita artritis
antibodi dalam serum penderita dan kadang-kadang menunjuk- rematoid atau LE sistemik dapat dibuktikan dengan berbagai
kan gejala infeksi yang jelas. Adanya data-data imunologik cara, seperti :
dalam serum penderita merupakan bukti telah terjadi infeksi • pemeriksaan sel LE
oleh kuman tersebut. Stollerman melaporkan adanya titer • tes imunoflouresensi indirek
antibodi Streptokokus yang tinggi pada penyakit demam • radioimmuno-assay
rematik, yang timbul tiga sampai empat minggu setelah infeksi • fiksasi komplemen
Streptokokus (10). • hemaglutinasi pasif.
Selain pada penyakit demam rematik pengukuran antibodi Cara pemeriksaan sel LE mudah dilakukan dan tidak banyak
Streptokokus ternyata juga mempunyai arti penting pada memerlukan peralatan, hanya pemeriksaan mikroskopik yang
penyakit glomerulonegritis akuta, karena jenis tertentu dari harus dilakukan dengan teliti. Meskipun sel LE mempunyai
penyakit tersebut sering disertai dengan titer antibodi Strepto- arti penting untuk diagnosis penyakit LE, tidak ditemukannya
kokus yang tinggi. sel ini belum menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit
Penetapan ASTO umumnya hanya memberi petunjuk tersebut. Hanya sekitar 60% penderita LE sistemik memberi-
bahwa telah terjadi infeksi oleh Streptokokus. Streptolisin 0 kan hasil pemeriksaan sel LE positif (1), karena terbentuknya
bersifat sebagai hemolisin dan pemeriksaan ASTO umumnya sel tersebut tergantung dari jenis antibodi disamping kadar
berdasarkan sifat ini. Ada beberapa cara penetapan ASTO, komplemen. Jika hasil pemeriksaan sel LE tiga kali berturut-
tetapi biasanya hanya merupakan modifikasi dari cara Todd turut negatif sedangkan dugaan terhadap penyakit LE cukup
yang asli; perbedaan hanya dalam pengenceran serum saja. kuat, sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap ANA (11).
Penetapan dengan pengenceran serum menurut Rantz dan Tes imunoflouresensi yang banyak dilakukan ialah cara
Randall yang banyak dipakai menetapkan titer 100 IU indirek atau sandwich. Irisan jaringan hati mencit diinkubasi
sebagai keadaan tidak ada penyakit demam rematik atau glo- dengan serum penderita; setelah dicuci diinkubasi dengan
merulonefritis akuta, sedangkan titer 250 IU atau lebih perlu larutan imunoglobulin manusia yang telah dikonjugasi dengan
waspada terhadap kemungkinan infeksi Streptokokus dan fluoresin. Selanjutnya sediaan diperiksa di bawah mikroskop
mungkin pencegahan terhadap timbulnya penyakit demam fluoresensi. Pola fluoresensi yang tampak pada inti sel dapat
rematik dapat dilakukan lebih dini. Yang lebih penting di- bermacam-macam :
perhatikan adanya kenaikan titer. Meskipun semula titer
1. Homogen, fluoresensi merata di seluruh permukaan sel.
rendah tetapi bila terjadi peningkatan dan tetap tinggi pada
2. Periferial, fluoresensi tampak di pinggir inti atau sel.
pemeriksaan berikutnya, adanya infeksi oleh Streptokokus
3. Spekled, fluoresensi tampak sebagai bercak-bercak pada inti
perlu dipikirkan.
sel.
SEL LE DAN "ANTINUCLEAR ANTIBODY" 4. Nukleolar, fluoresensi tampak pada nukleoli inti sel.
Sejak Hargraves dick pada tahun 1948 untuk pertama kali Akhir-akhir ini banyak digunakan KIT pemeriksaan yang
menemukan sel LE dalam sumsum tulang penderita LE siste- hanya ditujukan pada salah satu jenis ANA. Misalnya anti
mik, penelitian terus dilakukan untuk mengetahui mekanisme DNA, yang memakai larutan DNA yang telah dilabel dengan
terjadinya fenomena tersebut. Miescher dan Fauconnet (1) iodium radioaktif. Radioaktivitas dari senyawaan yang terjadi
akhirnya dapat membuktikan adanya antibodi terhadap setelah diendapkan dengan amonium sulfat jenuh dibaca
materi inti sel dalam serum penderita LE sistemik. Kemudian dengan gamma counter.
diketahui bahwa antibodi inilah, suatu antinukleoprotein
yang bertanggung jawab akan terjadinya sel LE. Dengan ber- CAIRAN SENDI
bagai cara pemeriksaan imunologik beberapa peneliti dapat
Cairan sendi merupakan dialisat plasma ditambah asam
menemukan bermacam-macam jenis antibodi terhadap antigen
hialuronat, suatu cairan kental yang diduga merupakan hasil
dalam inti sel yang kemudian dikenal sebagai antinuclear
antibody atau ANA. Antibodi ini merupakan autoantibodi sintesis sel-sel yang melapisi ruang sendi (1). Pemeriksaan
cairan sendi meskipun tidak bersifat diagnostik untuk suatu
heterogen yang dapat bereaksi dengan berbagai macam antigen
penyakit sendi, tetapi hasil pemeriksaan yang diperoleh masih
dalam inti sel dan dapat ditemukan dalam serum dari banyak
berguna untuk membantu menegakkan diagnosis atau kadang-
penderita penyakit sendi dan beberapa kelainan lain. Antibodi
kadang ikut menentukan prognosis. Pemeriksaan yang dilaku-
ini dapat berupa IgG atau IgM dan in-vitro tidak menunjukkan
kan terhadap cairan sendi meliputi :
sifat spesifik untuk bereaksi dengan inti sel organ dari spesies
tertentu, melainkan dapat bereaksi dengan inti sel dari ber- 1. Pemeriksaan makroskopik : Normal cairan sendi jernih
macam-macam spesies (1). berwarna kuning pucat. Warna hijau mungkin disebabkan

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 15


oleh pus. Warna merah dapat disebabkan perdarahan dalam Pemeriksaan kristal dilakukan dengan sediaan natif. Pada
sendi atau akibat trauma pungsi. penyakit pirai dijumpai banyak kristal urat disamping me-
2. Pemeriksaan mikroskopik : Dilakukan hitung jumlah ningkatnya kadar asam urat. Kristal-kristal tersebut kebanyak-
lekosit; normal tidak lebih dari 200 sel tiap mm 3 dan pada an intraseluler. Pada artritis rematoid dapat dijumpai sel AR,
hitung jenis menunjukkan jumlah segmen tidak lebih 10%. yaitu sel PMN dengan "inclusion bodies" yang tersusun dari
Bila jumlah sel banyak, dibuat sediaan apus dan diwarnai faktor rematoid (IgM).
dengan Wright. Pada peradangan jumlah lekosit akan mening- 3. Pemeriksaan bakteriologik : Dapat dilakukan pemeriksa-
kat, peningkatan tergantung dari jenis peradangan. Pada an sediaan langsung dan diwarnai cara Gram. Biakan dilakukan
peradangan karena infeksi jumlahnya dapat mencapai lebih dengan cairan sendi yang ditampung dalam tabung steril,
5000 sel tiap mm 3 dengan jumlah segmen lebih 90%. misalnya untuk gonokok, basil tahan asam atau jamur.

ARTRITIS REMATOID :
Kapan steroid digunakan, kapan tidak ?
Tidak banyak obat artritis rematoid yang lebih dramatik atau arteritis yang memerlukan perawatan khusus.
efektivitasnya daripada kortikosteroid, tapi kortikosteroid juga Pada RA tahap dini kemungkinan remisi spontan besar
merupakan obat yang paling banyak disalahgunakan. Untuk sekali. Maka tujuan terapi di sini ialah memberi obat simto-
menggunakan kortikosteroid secara rasional, perlu dimengerti matik secukupnya sambil menunggu remisi itu. Pertimbangan
perjalanan penyakit RA dan obat-obat lain yang tersedia. tersulit ialah kapan kita perkirakan kemungkinan remisi itu
Seperti pada pengobatan lain, prinsip terapi kortikosteroid sedemikian kecil sehingga pemakaian obat yang lebih toksik
ialah : mengambil keuntungan sebesar-besarnya sementara dibenarkan. Sayang masih belum ada ketentuan untuk me-
risiko ditekan sekecil mungkin. Pengelolaan non-medikamen- netapkannya, maka ahli-ahli rematologi sering berbeda pen-
tous, seperti terapi fisik dan psikologik, tidak dibicarakan dapat pada titik ini.
dalam pembahasan ini, tapi jangan dilupakan. Dari berbagai faktor yang diperkirakan menentukan ke-
Tabel 1 menunjukkan sifat-sifat obat yang dipergunakan mungkinan remisi spontan, lamanya RA diderita merupakan
untuk RA. Perhatikan : kortikosteroid tidak menginduksi faktor prognostik utama. Biasanya obat remitif dan korti-
remisi sejati, meskipun pada beberapa pasien gejala radang kosteroid tidak dipergunakan sebelum penyakit berlangsung
dapat dihilangkan sama sekali. Remisi sejati yang dimaksud 6 bulan.
ialah berhentinya proses perusakan sendi akibat erosi oleh Antara 6 dan 12 bulan, kemungkinan remisi spontan
pannus rematoid sinovial. Jadi, untuk dapat efektif, kortikos- merosot. Setelah 12 bulan, kebanyakan pasien telah berada
teroid digunakan bila masih ada radang aktif, bukan bila telah pada tahap RA menetap dan remisi spontan sedikit kemung-
terjadi kerusakan struktur. Harus diingat juga, kortikosteroid kinannya.
tidak punya daya analgesik.
• Steroid pada RA dini
Ada beberapa kasus RA yang gejalanya telah dihilangkan
sama sekali oleh kortikosteroid, tapi terjadi kerusakan sendi Steroid mungkin dipertimbangkan pada RA dini bila
yang ireversibel, terjadi "diam-diam" selama pengobatan korti- menyangkut faktor sosioekonomik. Misalnya, bila pasien
kosteroid. hanya dapat bekerja dengan terapi ini. Bagaimanapun juga
obat non-steroid harus dicoba dulu.
Indikasi lain ialah penderita tua dengan RA yang hiperakut
Tahapan RA dan tak memungkinkan pergerakan. Pasien tua ini perlu segera
Misalkan diagnosis telah ditegakkan, penanganan selanjut- dimobilisasikan sebelum timbul bahaya imobilisasi yaitu
nya harus memperhatikan tahap-tahap RA (Tabel 2). Tahap- emolisme paru atau pneumonia.
tahap ini jangan dikacaukan dengan kriteria American Rheu-
matism Association dsb. Tapi pentahapan yang sederhana ini • Steroid path RA menetap
dapat sangat berguna untuk pengelolaan pasien. Dengan Tujuan terapi di sini ialah menginduksi remisi dengan obat
klasifikasi ini tidak berarti bahwa semua pasien akan melewati remitif. Tapi untuk induksi itu perlu waktu berbulan-bulan
ketiga tahap itu, kebanyakan tidak. Juga tidak dibicarakan sampai setahun. Selama menunggu itu dapat diberi prednison
pasien-pasien dengan rematoid extra-artikular seperti uveitis dosis kecil (10 mg atau kurang/hari). Tentu saja steroid tidak

16 Cermin Dunia Kedokteran No . 23, 1981


4. Pemeriksaan kimiawi : Kadar glukosa biasanya diperiksa 2. Lewi S. Br Med J, 1954; 2 : 336.
bersama-sama kadar glukosa darah. Dalam keadaan puasa 3. Rozansky R, Davis E. Am J Clin Pathol, 1958; 29 : 331.
4. Hill AGS. Lancet, 1951; 2 : 807.
hasilnya kurang lebih sama. Pada rematoid artritis cairan keruh
5.Austen KF, Becker EL, Borros T, Commitee. Bull. WHO : 1968;
dan faktor rematoid bisanya positip dengan titer yang tinggi. 39 : 935.
Pada LE sistemik kadar komplemen biasanya menurun dan 6. Ruddy S, Gigli I, Austen KF. N Eng J Med. 1972; 287 : 489.
pemeriksaan ANA umumnya positip. 7.Barnett VE, Bienenstock J, Bloch KJ. JAMA. 1966; 198 (2); 163.
8.Stage DE, Manik M. Bull. Rheumtol Dis. 1973; 23 : 720.
KEPUSTAKAAN 9.Carthcart ES, O'Sullivan JB. Am J Clin Pathol, 1970; 54 : 209.
10.Wood HF, Mc Carty M. Am J Med. 1954; 17 : 768.
1.Cohen AS. Laboratory Diagnostic Procedures in the Rheumatic
11.Branstetter RD. JAMA: 1979; 241 (8); 792.
Diseases. Little Brown Co 2nd ed, 1975.

diberikan bila obat anti-inflamasi non-steroid dapat mengen- • Steroid pada RA lanjut
dalikan gejala. Pada banyak pasien obat non-steroid dapat
Steroid tidak berguna. Maka pengenalan tahap ini penting
menekan gejala.
sekali, sehingga kortikosteroid dapat dihentikan dan terapi lain
Pasien yang tidak berhasil mencapai remisi meskipun telah diberikan, misalnya analgesik dan pembedahan. Untuk me-
diberi obat remitif dan penyakitnya tetap aktif selama 1 — 2
ngenal tahap ini perlu dinilai seberapa jauh gejala pasien dan
tahun, tujuan terapi ialah mempertahankan fungsi yang tersisa
gangguan fungsi disebabkan oleh radang aktif pada sinovium
dan memperkecil kerusakan sendi jangka panjang. Di sini
(RA tahap menetap) dan seberapa jauh disebabkan oleh
pengelolaan non-medikamentous banyak memainkan peranan.
kerusakan sendi (RA lanjut). Pada pasien dengan kerusakan
sendi yang luas penilaian ini sulit. Konsultasi dengan ahli
Tabel 1.— Obat-obat untuk artritis rematoid
rematologi dianjurkan.
Obat Kegunaan utama Tujuan terapi
Menilai hasil terapi non-steroid
Gejala/keluhan tidak selalu sejalan dengan hasil pemeriksa-
Analgesik Anti-inflamasi
an obyektif. Maka dalam menentukan respons obat anti-
inflamasi non-steroid, penulis berpendapat bahwa kapasitas
Obat anti-inflamasi + + Menekan gejala dan
mempertahankan fungsi fungsional jauh lebih berharga daripada pemeriksaan laborato-
non-steroid (aspirin)
fenilbutazon dll.) rium atau hasil penemuan pemeriksaan fisik seperti deformitas
sendi. Ada dua cara menetapkan kapasitas fungsional. Pertama,
Kortikosteroid 0 + Menekan gejala dan fungsi dapat dinilai secara umum dari banyaknya absensi dari
mempertahankan fungsi kerja atau sekolah atau ketidakmampuan melakukan tugas
umum seperti berbelanja ke pasar atau mengurus rumah tangga.
Obat remitif (emas, 0 0 Menginduksi remisi
penisilamin, klorokuin ?) Kedua, dari kemampuan melaksanakan tugas kehidupan sehari-
hari seperti mengancingkan baju, memutar pegangan pintu,
menggunakan senduk garpu dsb. Dalam hal ini perhatian pada
terapi psikologik dan terapi fisik sama pentingnya dengan
Tabel 2.— Tiga tahap RA
terapi dengan obat-obatan.

Tahap Radang Kerusakan Sifat lain


sinovial sendi Dosis steroid
Seandainya indikasi steroid telah tepat, berapa dosis yang
I. Dini menonjol minimal Kurang dari 6—12 bulan, harus dipakai ? Jawabnya ialah dosis minimum yang me-
kemungkinan remisi besar. mungkinkan pasien berfungsi dengan leluasa. Dosis ini tidak
perlu menghilangkan gejala sama sekali. Bila pasien sama sekali
II. Menetap variabel variabel Penyakit > 6 — 12 bulan;
(established) sedikit kemungkinan remisi asimtomatik, itu dapat berarti dosisnya berlebihan. Jarang ada
spontan. pasien yang perlu prednison lebih dari 10 mg/hari. Dosis
5 — 7,5 mg/hari sering mencukupi.
III. Lanjut minimal menonjol Kerusakan sendi menonjol,
tapi radang sisanya minimal.

Consultant 1980; 20 (6) : 27 — 45.

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 17


Rehabilitasi Penderita
Penyakit Rematik/Sendi
I mam Waluyo SMPh., dr. A.R. Nasution
Unit Rehabilitasi Medis RSCM, Jakarta.

PENDAHULUAN tidaknya tanda radang dapat dikelompokkan penyakit-penya-


kit sbb : Artritis bila semua tanda radang ada, artrosis bila
Rehabilitasi adalah penerapan gabungan dan terkoordinirnya
terdapat nyeri, gangguan fungsi dan perubahan sendi tanpa
tindakan medis, sosial, pendidikan dan memberikan ketrampil-
adanya tanda-tanda radang lengkap, artralgia bila hanya nyeri
an dengan melatih atau melatih kembali seseorang yang cacat
sendi.
(tak mempunyai kesanggupan melakukan tugas sehari-hari)
ke arah tingkat yang semaksimal mungkin untuk mencapai Disamping itu masih ada pembangian menurut ARA (Ame-
tugas harian atau produksi dalam masyarakat (WHO). rican Rheumatism Association), dan juga dikenal pengelom-
Depkes menggunakan batasan sbb : Proses pelayanan medis pokan menurut perjalanan penyakit yaitu akut, menahun dan
yang bertujuan mengembangkan kesanggupan fungsional dan kambuh. Bila ditinjau dari kesembuhan dapat dibedakan yang
psikologik seseorang, dan kalau perlu mengembangkan meka- dapat sembuh sempurna dan yang meninggalkan kecacatan
nisme konpensatorik, sehingga memungkinkan bebas dari baik dalam alat-alat tubuh dalam seperti jantung pada demam
ketergantungan dan mengalami hidup yang aktif. rematik, di persendian dan tulang seperti pada rematoid
Kesehatan seperti yang dimaksud oleh UU No. 9 tahun artritis dan penyakit degenerasi sendi. Maka dalam usaha
1960 meliputi kesehatan badan, rohani, dan sosial, dan bukan pemulihan penderita penyakit rematik/sendi harus disadari
hanya bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Usaha hal-hal tersebut.
pemerintah meliputi juga pemulihan kesehatan, yaitu rehabi-
litasi medis. Untuk melaksanakan usaha pemulihan tersebut
telah dinyatakan dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 134 AKIBAT—AKIBAT PENYAKIT REMATIK
tahun 1978, bahwa setiap rumah sakit dilengkapi dengan Unit Seperti penyakit menahun yang lain, maka rematik ter-
Pelaksana Fungsionil Pelayanan Rehabilitasi Medis. Sehingga utama yang menahun serta yang sering menyebabkan kecacat-
jelas usaha pelayanan kesehatan di setiap rumah sakit merupa- an dapat memberikan akibat yang memberatkan baik bagi
kan pelayanan "total care" sebagai sarana untuk mencapai penderita sendiri maupun bagi keluarganya. Adanya atau
kesehatan masyarakat. timbulnya kecacatan dapat mengakibatkan penderita menge-
Di beberapa negara maju tercatat bahwa sebagian dari cacat luh terus-menerus, timbul kecemasan, ketegangan jiwa, gelisah,
maupun ketidak-sanggupan kerja adalah karena penyakit sampai mengasingkan diri karena rasa rendah diri dan tak
rematik (WHO). Penyakit rematik adalah keadaan dimana berharga terhadap masyarakat. Sedang bagi keluarga sering
kelainan yang menonjol adalah perasaan nyeri dan kaku dari menyebabkan cemas, bingung dan kadang-kadang merasa malu
bagian otot/kerangka. Istilah rematik dan artritis sering di- bahwa keluarganya ada yang cacat, dengan demikian timbul
campur-adukan, padahal sebetulnya artritis termasuk penyakit beban moril dan gangguan sosial dilingkungan keluarga.
rematik. Pada umumnya penyakit rematik mempunyai bentuk- Disamping itu kronisitas dan kecacatan dapat menimbulkan
bentuk kelainan yaitu : (1). Yang hanya menyerang sendi dan beban ekonomi baik bagi keluarga maupun masyarakat karena
otot, (2) Yang juga menyerang sendi, otot dan alat-alat dalam banyak pengeluaran tanpa ada produktivitasnya dalam arti
tubuh lainnya. (3) Sistemik yang menghasilkan nyeri sendi banyaknya jam kerja yang hilang; atau bahkan penderita tidak
(artralgia) dan nyeri otot (mialgia), (4) Jaringan ikat yang me- dapat mengurus dirinya sendiri sehingga timbul ketergantung-
nyebar (difus) yang menyerang sistem sendi, otot, kulit dan an dengan konsekuensi menambah pengeluaran bagi perawatan
alat-alat dalam. dirinya. Sebagai ilustrasi dapat dilihat angka-angka sbb :
Ciri-ciri penyakit rematik sangat bermacam-macam sehingga Di Jerman biaya yang dikeluarkan dalam tahun 1973
sulit untuk menegakkan diagnosis pada awal perjalanan pe- meliputi 2953 DM. Jam kerja yang hilang oleh rematik me-
nyakit dan sulit mendapatkan kesepakatan diagnosis. Atas liputi 17% jam kerja. Bagi negara industri jam kerja mem-
dasar adanya keluhan pokok seperti nyeri, kekakuan, kelemah- punyai arti penting dalam produksi, Katz (1977) melaporkan
an dan adanya pembengkakan sendi, gangguan gerak sendi bahwa penyakit rematik merupakan penyebab nomor 2
serta kelemahan otot, maka dengan menghubungkan ada sebagai penyebab kehilangan jam kerja di USA. Eade et al

18 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


(1979) melaporkan dalam pertemuan British Assocation for Macam dan bentuk pengobatan/usaha rehabilitasi tergantung
Rheumatology and Rehabilitation, bahwa dalam penelitian dari problematika yang timbul serta derajat luas kerusakan
tahun 1975 - 1979 didapatkan 37,5 juta hari kerja yang hilang struktural maupun fungsional serta kecepatan progresivitasnya.
oleh karena gangguan rematik. Rencana Piramida tersebut digambarkan dalam suatu
program yang "comprehensip" terdiri dari " Basic Program "
REHABILITASI
dan program-program lain sebagai kelanjutan atau tambahan
Di depan telah disinggung batasan rehabilitasi; untuk melaksa- dari "Basic Program" tersebut.
nakannya diperlukan suatu team yaitu : dokter yang berke- (Lihat Gambar 1).
cimpung dalam rematologi dan rehabilitasi, psikiater atau
psikolog, ahli bedah ortopedi, fisioterapis, paramedik/perawat, Level 1 (Basic Program)
occupational therapist, pekerja sosial medis, ortotik prostetik. Adalah usaha yang pertama-tama ditujukan untuk menghilang-
kan rasa sakit, meredakan inflamasi, mempertahankan luas
Dalam mengerjakan rehabilitasi prinsipnya adalah : gerakan sendi, mencegah kecacatan dan membantu penderita
• Mengurangi rasa sakit. dalam mengatasi problema psikologis yang timbul sebagai
• Mencegah jangan timbul kecacatan atau bertambahnya akibat dari penyakit kronis yang meninggalkan kecacatan ini .
kecacatan. Level 2
• Menjaga kapasitas fungsional penderita.
Pada kasus-kasus yang agak berat yang menyerang beberapa
• Meningkatkan kapasitas fungsional penderita secara maksi-
persendian dengan perkembangan kecacatan yang menyolok,
mal sehingga masih tetap dapat berperan di dalam masya- maka "Basic Program" saja adalah tidak cukup perlu ditambah
rakat.
dengan antara lain intensif fisioterapi yang tekun dan "occupa-
Untuk mencapai tujuan rehabilitasi harus diadakan evaluasi tional therapy" serta penggunaan alat-alat ortopedi.
rehabilitasi dan keseluruhan masalah penderita yaitu : Level 3
1. Medis / Klinis : Pada kasus-kasus yang memberat perlu perawatan di rumah
(a) Riwayat penyakit. sakit selama 4 sampai 6 minggu dan mendapatkan perawatan
(b) Pemeriksaan laboratorium umum dan khusus. serta frsioterapi yang tekun pula, kemungkinan juga diperlukan
(c) Pemeriksaan jasmani secara keseluruhan. pencegahan pembedahan di samping pengobatan yang lain.
(d) Konsultasi spesialistis, tergantung organ mana yang Level 4
perlu ditangani secara khusus. Untuk mengurangi penderitaan dan memperbaiki fungsi anggo-
2. Aspek fungsional fisik yang berhubungan dengan masalah ta badan pada penderita dilakukan juga " reconstructive
muskuloskeletal/lokomotor : surgery" di samping rehabilitasi. Fisioterapi memegang peran-
(a) Pemeriksaan kemampuan otot. an penting pada sebelum dan sesudah operasi, begitu juga pada
rehabilitasinya.
(b) Penilaian jarak gerak sendi.
(c) Penilaian kegiatan harian meliputi mengurus diri Level 5
sendiri, ambulasi, toleransi terhadap suatu kegiatan. Alat-alat ortopedi yang baru perlu diperkenalkan, juga peng-
3. Aspek psikososial : gunaan obat-obatan yang tidak mengakibatkan toksisitas tinggi
(a) Penilaian inteligensi dan reaksi terhadap sakitnya. dicoba dan diteruskan begitu juga operasi-operasi yang di-
(b) Penilaian kemampuan penyesuaian dengan keadaan maksudkan untuk percobaan.
sakitnya. Penangangan pada Stadium Akut
(c) Penilaian oleh pekerja sosial medis tentang potensi-
• Memberikan istirahat dengan obat-obatan sesuai dengan
potensi serta kekurangan-kekurangan masalah lingkung-
an dan sosial yang berhubungan dengan penderita pedoman tersebut diatas. Pada sendi-sendi penyangga berat
untuk dapat kembali ke masyarakat. badan diberikan bidai atau splint untuk mencegah adanya
(d) Tes jabatan/pekerjaan untuk terapi pre-vokasional. rangsangan karena stress, tarikan yang dapat menambah
berat proses peradangan. Disamping itu bidai tersebut juga
Dari uraian medis, fungsional dan psikososial tersebut kita membantu pengaturan posisi yang optimum.
harus mencoba melihat kenyataan pada tujuan rehabilitasi, • Pengaturan posisi agar posture penderita tetap baik.
dengan menentukan sasaran yang cukup fleksibel sehingga • Gerakan-gerakan pasif untuk menjaga jarak gerak sendi
dapat disesuaikan dengan perjalanan penyakitnya. tanpa menimbulkan sakit.
Program rehabilitasi fisik harus dilakukan secara intensif Perlu diperhatikan bahwa pada stadium ini gangguan bersifat
oleh fisioterapis dan occupasional-therapist dengan mengingat menyeluruh, sehingga penting untuk menanamkan kepercaya-
jenis penyakit rematik serta perjalanan penyakitnya. an pada penderita mengingat juga bahwa penyakit rematik
Sebagai pedoman dapat kita memakai konsep dari Smith mudah kambuh.
(1972) yang terkenal dengan suatu rencana Piramida pengobat-
an. Ini didasarkan pada usaha mengatasi problema-problema Stadium sub-akut
yang terjadi sesuai dengan perkembangan klinis yang berbeda- Pada stadium ini ada tiga tujuan utama yaitu : pemeliharaan
beda dan problema-problema tidak terduga dari peradangan kesehatan umum penderita, mencegah timbulnya exaserbasi
sendi maupun kegiatan penyakit itu sendiri secara sistemik. dan permulaan koreksi dari kecacatan (bila sudah ada).

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 19


Gambar 1.- Rencana piramida untuk pengelolaan artritis rematoid. Tindakan-tindakan pada Level
2 sampai 5 ditambahkan pada program dasar untuk memenuhi kebutuhan terapi spesifik.
(Postgraduate Medicine May 1972 vol 51, no. 6, page 33)

Level 5

• Periode ini adalah periode transisi antara keadaan berbaring • Howell mengemukakan bahwa beberapa penderita yang
dan pergerakan perlahan-lahan yang makin lama makin mengalami kontraktur sendi dapat membaik ± 80% dengan
meningkat dengan latihan -latihan aktif. menggunakan terapi ultrasonik (fisioterapi).Alat fisioterapi
• Masa istirahat sendi dikurangi dan bidai dilepas lebih lama ultrasonik ini dapat memisahkan sel-sel dan menyebabkan
dan mungkin hanya dipakai pada malam hari saja. Pemakai- kehancuran tulang, oleh sebab itu harus dipakai secara
an bidai pada malam hari penting sekali untuk menjaga berhati-hati dan oleh tenaga yang berpengalaman dalam
agar sendi tetap dalam posisi yang baik untuk penyembuh- bidangnya.
an. • Pada stadium-stadium tersebut harus sudah difikirkan dan
• Pemanasan dengan lembab atau kering, latihan - latihan direncanakan tujuan -tujuan bidang psiko -sosial penderita
penguatan dengan bertahap. untuk kelangsungan kegiatan -kegiatan sehari -harinya di
dalam masyarakat. Seperti mengatasi kecemasan akan
Stadium kronis timbulnya cacat, akan timbulnya ketidakmampuan karena
sakitnya dalam menjalankan tugas pekerjaannya. Memper-
Pada stadium ini bila tidak dilakukan tindakan pencegahan siapkan keluarga, lingkungan pekerjaan, lingkungan sosial-
akan timbul kontraktur - kontraktur. Oleh sebab itu harus nya dengan mengadakan pendekatan - pendekatan dan pen-
dilakukan latihan-latihan yang bertujuan mempertahankan jelasan mengenai keadaan serta kemungkinan - kemungkinan
atau menambah jarak gerak sendi, untuk peningkatan ke- yang dapat terjadi akibat penyakit rematik serta kemampu-
mampuan otot dengan program-program penguatan, untuk an-kemampuan yang ada pada penderita rematik. Tidak
peningkatkan fungsional kegiatan sehari-hari. ketinggalan penyuluhan mengenai kehidupan seksual pen-
• Kadang-kadang bila sudah ada kecacatan sering diperlukan derita penyakit rematik kepada istri/suaminya.
alat-alat bantu seperti tongkat, brace dan alat bantu untuk
fungsi sehari-hari seperti sendok, sisir yang disesuaikan KESIMPULAN
dengan kecacatannya, atau sering diperlukan pembedahan Kemampuan gerak seseorang dapat terganggu oleh adanya
ortopedi. penyakit rematik, lebih-lebih yang kronis dapat mengakibat-

20 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, .1981


kan gangguan gerak, hambatan dalam bekerja maupun melak- — Pelayanan rehabilitasi merupakan pelayanan yang multi-
sanakan kegiatan sehari-hari. Sehingga dapat menimbulkan disipliner (team) dari kesehatan termasuk juga keluarga
frustasi atau gangguan psikososial penderita dan keluarganya. penderita.
— Pada pengelolaan penyakit rematik harus diadakan pe- — Pendekatan dan pendidikan tentang penyakit rematik
mulihan atau rehabilitasi secara dini untuk mendapatkan dengan segala kemungkinan akibat yang terjadi perlu di-
hasil yang baik. beritahukan kepada penderita, keluarga dan masyarakat.
— Rehabilitasi merupakan pelayanan yang integral dalam
— Untuk penyebarluasan pengertian Rehabilitasi Medis perlu
pelayanan kesehatan mulai dari promosi, prevensi, kurasi,
diadakan penataran-penataran tentang rehabilitasi medis
dan rehabilitasi.
kepada seluruh tenaga kesehatan.
— Dirumah sakit kelas A, B, C, rehabilitasi ini diselenggarakan
oleh UPF Rehabilitasi Medis.
KEPUSTAKAAN

1.Basmajian, John V. Therapeutic Exercise, 3rd edition, Baltimore : 5.Golding DN. A Synopsis of Rheumatic Diseases. 2nd edition, Bristol
Williams & Wilkins Co, 1976. : John Wright & Sons Ltd, 1973.
2.Copeman WSC. Textbook of Rheumatic Diseases. Edinburg : E & C 6.Katz WA. Rheumatic disease, Diagnosis and Management. Philadel-
Living stone Ltd, 1948. phia, Toronto : JB Lippincott Co, 1977.
3.Eade AWI, Moris IM, Nicol CG. Health Centre Survey of Rheuma- 7. Smith CJ. Therapy of Rheumatoid Arthritis, A pyramidal plan.
tism. Rheumatol Rehabil. 1979; 18 (3), August. Postgrad Med 1972; 51 (6) :
4. Ehrlich GE. Total management of the Arthritic patient. Philadel- 8.WHO Technical Report Series. 1969 ; 419.
phia, Toronto : JB Lippincott Co, 1973. 9.WHO Chronical. 1979 ; 33 : 18 - 20.

Beberapa alat untuk membantu rehabilitasi penderita penyakit sendi agar dapat melaksanakan tugas sehari-hari.
( Dari Copeman's textbook of Rheumatic Diseases).
PENYEBARAN TUMOR GANAS DI TULANG :
Aspek Diagnostik dan Terapi
dr. Susworo
Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, Jakarta.

Delapan puluh persen penyebaran tumor ganas ke tulang ekstremitas bagian proksimal. Sangat jarang lesi megenai
disebabkan oleh keganasan primer payudara, paru, prostat, sebelah distal siku atau lutut. Bila ada lesi pada bagian ter-
ginjal dan kelenjar gondok (1). Penyebaran ini ternyata di- sebut harus difikirkan kemungkinan mieloma yang multipel
temukan lebih banyak di tulang skelet daripada ekstremitas. (morbus Kahler).
Penderita dengan metastasis tulang selalu mengeluh nyeri, Gambaran radiologik dari metastasis tulang kadang -kadang
kadang-kadang nyeri begitu hebat sehingga mengakibatkan bisa memberi petunjuk dari mana asal tumor. Sebagian besar
"
penderita berhari-hari tidak bisa tidur. Nyeri akan disertai proses metastasis memberikan gambaran "lytik yaitu bayangn
dengan tidak berfungsinya anggota gerak apabila metastasis "radiolusen" pada tulang. Sedangkan gambaran "blastik"
mengenai tulang belakang atau tulang penopang badan karena adalah apabila kita temukan lesi dengan densitas yang lebih
timbulnya fraktur yang patologik. Penderita dengan metastasis tinggi dari tulang sendiri. Keadaan yang Iebih jarang ini kita
ke tulang belakang disamping mengeluh nyeri, paraplegia temukan pada metastasis dari tumor primer : prostat, payu-
inferior, bisa juga mengalami incontinentia urinae et alvi. dara, lebih jarang pada karsinoma kolon, paru, pankreas.
Dalam keadaan begini, penderita memerlukan perawatan Periksa Gambar 1 dan 5.
khusus yang berarti akan merupakan beban bagi lingkungan- Distribusi metastasis pada tulang - tulang menurut Beschan
nya. adalah kurang lebih sebagai berikut :
Karena keadaan tersebut di atas maka penemuan dini - tulang belakang 80%
adanya metastasis tumor ganas ke tulang amat bermanfaat - femur 40%
untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan. - iga-iga dan sternum 25 %
- tengkorak dan pelvis 20%
PATOLOGI - kaput humeri 7%
Penyebaran tumor ganas ke tulang adalah melalui aliran - tulang ekstremitas 1 —2%
darah (hematogenic spread) dan tidak melalui aliran getah
bening (2). Deposit sel tumor terdapat pada sumsum tulang, "SKELETAL SCINTIGRAPHY" (Penatahan Tulang)
sedangkan pada diafise tulang deposit tumor didapatkan ter- Edelstyn, mendapatkan bahwa lesi metastase tulang baru akan
utama pada arteri nutrisia. tampak pada pemeriksaan radiodiagnostik apabila telah terjadi
demineralisasi sebanyak 50 — 70% (3).
DIAGNOSA
Keuntungan dari diagnosa dini tulang adalah :
1. Menegakkan stadium penyakit dengan benar
2. Bisa mengambil tindakan terapi secepatnya.

INDIKASI PEMERIKSAAN
Pemeriksaan radiografik dan radioisotop untuk tulang harus
dilakukan pada tumor-tumor ganas yang mempunyai ke-
cenderungan tinggi bermetastasis ke tulang-tulang seperti :
karsinoma payudara, paru, prostat, ginjal serta kelenjar tiroid,
semua stadia dengan atau tanpa keluhan nyeri di tulang.
Dianjurkan pula pada tumor-tumor serta ditemukan nyeri
ketok.

"BONE SURVEY"
Bone Survey atau pemeriksaan tulang-tulang secara radio- GAMBAR 1 : Contoh gambaran metastasis osteoblastik pada tulang
grafik konvensional adalah pemeriksaan semua tulang-tulang panggul yang berasal dari adenokarsinoma prostat. Pada kedua ossis
yang paling sering dikenai lesi-lesi metastatik yaitu skelet, pubis tampak pula selain blastik terdapat juga komponen litik.

22 Cermin Dunia Kedokteran No. 23. 1981


GAMBAR 2 : Radiogram dari seorang penderita karsinoma payudara
yang telah mendapat pengobatan lengkap (bedah dan radiasi). Pada
kontrol penderita mengeluh nyeri pada regio inguinal bila berjalan.
Pada foto ini (Maret 1980) tidak di temukan tanda-tanda destruksi GAMBAR 3 : Pada waktu yang sama pada penderita Gambar 2 dibuat
tulang-tulang. Penatahan Tulang. Tampak jelas disini adanya peninggian aktifitas pada
daerah-daerah asetabulum kanan & kiri, sacro-iliac joint kanan dan
sedikit pada ramus inferior ossis pubis kiri.

setelah pembedahan. Penulis tersebut menemukan sebanyak


10 dari 64 penderita (15%) telah mengalami anak sebar di
tulang-tulang.

PENGOBATAN
Seperti halnya tumor ganas primer maka pengobatan pada
prinsipnya terdiri atas pembedahan, radioterapi dan kemote-
rapi, masing-masing berdiri sendiri atau dalam kombinasi.
• Pembedahan.— Telah terbukti bahwa tindakan-tindakan
di atas bisa memperpanjang kehidupan penderita-penderita
tumor ganas dengan metastasis (7). Sekalipun demikian
alangkah baiknya apabila usaha kita untuk memperpanjang
hidup penderita tidak melupakan kualitas hidupnya. Adanya
fraktur yang patologis atau paraplegia jelas tidak menguntung-
kan penderita. Seandainya fraktur telah terjadi maka kita
harus memilih antara tindakan konservatif dan pembedahan
GAMBAR 4 : Penderita yang sama dengan Gambar 2 & 3.
Karena kecurigaan akan adanya metastase maka penderita mendapat dengan segala untung ruginya.
terapi hormonal. Dua bulan kemudian dihuatkan foto panggul untuk Pada fraktur patologik dari femur, tindakan konservatif
kontrol. Sekarang tampak adanya proses destruksi pada atap asetabu- akan memberikan konsekuensi yang lebih banyak. Di sini
lum terutama kanan serta ramus inferior ossis pubis kiri.
penderita akan memerlukan istirahat di tempat tidur yang
lebih lama, berarti pula memerlukan perawatan ekstra yang
"Skeletal Scintigraphy" (penatahan tulang) adalah metoda biasanya hanya bisa dilakukan di rumah sakit, dengan demi-
lain untuk memeriksa tulang. Pemeriksaan ini berbeda dengan kian ia tidak bisa melewatkan sisa waktunya yang amat ber-
pemeriksaan radiografi, berdasarkan pada adanya pembentuk- harga di rumah dan di antara keluarganya. Belum pula hal ini
an tulang baru (bone turnover) dan aliran darah regional, akan lebih memberatkan apabila dilihat dari segi ekonomi.
sehingga adanya proses metastasis pada tulang yang dini sekali- Selain perasaan nyeri yang timbul oleh karena kedudukan
pun dapat cepat terdeteksi (4). Periksa Gambar 2 — 4. frakturnya juga sering didapatkan komplikasi-komplikasi
Charles (5) melaporkan 12 penderita neoplasma ganas, dari seperti dekubitus, infeksi-infeksi saluran nafas bagian bawah
berbagai organ dan berbagai tipe histologi, yang pada pemerik- dan saluran kemih.
saan radiografi biasa tidak didapatkan kelainan pada tulang- Tindakan operatif, yaitu dengan memasang pen pada tulang
tulangnya, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan dengan yang mengalami fraktur-fraktur atau terancam untuk fraktur,
strontium—85 ditemukan tanda-tanda metastasis. Otopsi atau tidak hanya mengurangi nyeri tetapi perawatan penderita
biopsi pada 8 penderita, semuanya terbukti mengandung sel-sel juga akan lebih mudah. Penderita akan lebih mobil sehingga
anak sebar tumor ganas. Juga Sklaroff dick. (6) menekankan komplikasi-komplikasi di atas akan bisa dihindarkan. Apabila
pentingnya pemeriksaan scanning dengan isotop ini pada selanjutnya penderita direncanakan untuk diberi radiasi,
penderita karsinoma payudara baik prabedah atau segera manipulasi tindakan ini akan lebih mudah sehingga perbaikan

Cermin Dunia Kedokteran No. 23. 1981 23


GAMBAR 5 : Contoh metastasis osteolitik pada ramus inferior ossis GAMBAR 6 : Penderita pada Gambar 5 tsb. mendapat radioierapi.
pubis kanan. Keganasan primernya adalah suatu karsinoma endometrii. Gambar menunjukkan setahun sctelah radiasi; tampak pembentukkan
kalsifikasi pada daerah lesi dan penderita tidak ada keluhan lagi.

fungsi lebih diharapkan. Lebih dari itu lamanya perawatan Terdapat kecenderungan untuk memberikan radioterapi
dirumah sakit bisa dikurangi, suatu keuntungan baik dari segi dengan dosis harian yang tinggi sehingga tujuan lebih cepat
sosial maupun ekonomi penderita. tercapai. Bahkan sekarang banyak diberikan dalam bentuk
Selain fraktur patologik yang sudah terjadi, keadaan di dosis tunggal. Keuntungan radiasi dosis tunggal pada kasus ini
mana hampir 50% kortex tulang telah dikenai proses metasta- adalah bahwa penderita hanya memerlukan satu kali pulang
sis sehingga diperkirakan fraktur akan segera terjadi, juga pergi dari rumah ke rumah sakit dengan hasil yang memuas-
merupakan indikasi kuat untuk melakukan pemasangan pen (8). kan (12).
Gambar 5 — 6 menunjukkan hasil pengobatan lokal dengan
Salah satu syarat yang penting untuk melakukan tindakan radioterapi.
operasi pada kasus-kasus ini, selain syarat umum untuk me-
lakukan operasi, adalah bahwa sisa umur penderita diperkira- • Kemoterapi.— Kemoterapi mempunyai peranan yang ter-
kan tidak akan kurang dari 6 minggu akibat proses penyakit- batas dalam penanggulangan metastase tumor ganas ke tulang.
nya (7). Metastasis iatrogen akibat manipulasi operasi yang Dari seluruh tumor ganas yang sering beranak sebar di tulang
semula sering ditakutkan orang ternyata tidak beralasan (9). maka karsinoma payudara merupakan jenis yang paling res-
Grabstald (10) melaporkan bahwa metastasis daripada ponsif terhadap pengobatan kemoterapi (13).
tumor ganas ginjal (hypernephroma) pada umumnya adalah Metastase tumor kelenjar gondok di tulang, terutama tipe
soliter, sehingga kasus-kasus ini mempunyai prognosis terbaik folikuler sering pula memberi hasil yang memuaskan dengan
di antara metastasis tulang tumor-tumor lain dan mempunyai pengobatan 131 1 (yodium radioaktif) apabila tumor primernya
"5 year survival rate" sebanyak 25 — 35%. telah diangkat. 131 1 ini diberikan peroral sebanyak 1 00 — 200
mci (milli curie) yang diulang 2 tahun kemudian sampai
• Radioterapi.— Tindakan radioterapi merupakan pengobatan mencapai dosis total 500 mci (14).
lokal yang sangat efektif untuk menghilangkan rasa nyeri. Terapi hormonal, disamping diberikan pada kasus-kasus
Dari sejumlah penderita tumor ganas dengan metastasis pada karsinoma payudara juga diberikan pada penderita - penderita
tulang yang mendapat radiasi pada lesi di tulangnya, 90% dari karsinoma prostat. Dikatakan bahwa 75% dari penderita tumor
penderita tsb. menunjukkan perbaikan subyektif yang ber- prostat yang mengalami metastasis ke tulang memberikan hasil
makna yaitu berupa hilangnya perasaan nyeri (11), Penulis lain subyektif yang memuaskan dengan memberikan preparat
(Fermatis dkk) melaporkan bahwa hanya 4% dari 158 daerah oestrogen (15).
metastasis tulang yang mendapat radiasi tidak menunjukkan Sedangkan tumor ganas payudara yang memberikan respons
tanda-tanda perbaikan subyektif. Nyeri menghilang 1 sampai terhadap pengobatan hormonal ini hanya berkisar 20 — 25%.
2 minggu pasca radiasi dan rata-rata berlangsung sampai 13 Hormon yang diberikan adalah preparat androgen atau estro-
bulan (3 bulan sampai 5 tahun). gen tergantung dari aktivitas hormon apa yang dominan pada
Radioterapi merupakan alternatif lain bila operasi tidak penderita tsb. (16).
mungkin dilaksanakan, baik oleh karena lokalisasi yang tak
memungkinkan ataupun karena kontraindikasi medik. Adalah • Penanggulangan Nyeri.— Telah dikemukakan di atas bahwa
sulit untuk melakukan tindakan segera pada ancaman fraktur nyeri merupakan salah satu keadaan yang paling dirasakan
tulang belakang, dalam hal ini radioterapi cito merupakan penderita- penderita tersebut. Maka selama tindakan -tindakan
indikasi yang kuat sehingga keadaan lebih lanjut akibat lesi- yang telah disebutkan belum memberikan hasil , diperlukan
lintang bisa dihindarkan. medikamentosa untuk mengatasi perasaan nyeri ini.

24 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Biasanya diberikan preparat yang paling sederhana terlebih Metoda lain yang termasuk tindakan bedah syaraf adalah
dahulu seperti asetosal 4 — 6 dd. 250 — 500 mg., parasetamol yang dinamakan khordotomi (chordotomy). Cara ini bisa
4 — 6 dd. 500 mg. atau codein 4 — 6 dd. 10 — 30 mg. Apabila dilakukan perkutan dan di bawah sinar tembus (fluoroskopi)
obat - obatan tersebut atau kombinasinya tidak memberikan untuk mengontrol ketepatan jarum kemudian dilakukan
hasil yang memuaskan, bisa ditingkatkan pada golongan elektrokoagulasi traktus spimothalamikus pada foramen
morfin dengan segala konsekuensinya (17). intervertebrale cervicalis H.
Pada penderita-penderita yang menyadari serta mengetahui
proses penyakit yang dideritanya maka perasaan takut ikut
KESIMPULAN
pula berperanan. Tentunya keadaan ini tidak menguntungkan
baik untuk penyembuhan penyakitnya maupun dalam usaha Metastasis tumor ganas ke tulang selalu menimbulkan
kita mengatasi perasaan nyeri. Untuk mengatasi perasaan keluhan nyeri bagi penderita serta kadang - kadang mengakibat-
nyeri tsb. maka diperlukan psikofarmaka seperti diazepam, kan fungsi anggota gerak berkurang.
amitriptilin dsb. Akibat dari hal tersebut di atas penderita memerlukan
Tindakan yang lebih radikal dilakukan apabila dengan perawatan ekstra yang berarti akan membebani lingkungannya.
pemberian analgetika serta semua tindakan operasi atau Karena itu diagnosa dini adanya metastasis ke tulang di-
radioterapi nyeri tetap tidak teratasi. Salah satunya adalah ikuti dengan tindakan segera akan bisa mengurangi penderitaan
dengan pemberian "neurolytic agent", yaitu larutan fenol 5% si sakit.
dalam gliserin, yang disuntikkan dalam sistem aferent saraf Telah diuraikan mengenai teknik diagnosa serta berbagai
akan memberikan anestesi lokal pada daerah bersangkutan. penanggulangan metastasis tulang.

KEPUSTAKAAN

1. Abrams HL. Skeletal Metastases in Carcinoma. Radiology 1950; I0.Grabstald H. Is there a surgical Role in Managing Bone Metastases ?
15 : 534. Int J Radiation Oncol Biol Phys 1 1976; 1 1207.
2. Boyd W. Textbook of Pathology. Philadelphia : 7th Edit Lea & 11. Hendrickson FR, Shehata WH, Kirchner AB. Radiation Therapy for
Febiger 1964. Osseous Metastasis. Int J Radiation Oncol Biol Phys..1976: 1 : 275.
3.Edelstyn GA, Gillespie PJ, Greball I. The Radiological Demons- 12.Vargha ZO, Glicksman AS, Boland J. Single Dose Radiation The-
tration of Osseous Metastases. Clin Radiol, 1967; 18 : 158. rapy in The Radiation of Metastatic Disease Radiology. 1969;
4. Frankel RS, Levenson SM. Skeletal Scintigraphy Breast Cancer 43 : 1181.
Diagnosis. N York : Plenum Med Book Co, 1980. 13.Cadman E, Bertino JR. Chemotherapy of Skeletal Metastases. lnt J
5.Charles ND, Young I, Sklaroff DM. The Pathologic Basis of the Radial Oncol Biol Physics. 1976; 1 : 1211.
Strontium Bone Scan J A M A. 1968; 206: 2482. 14.Harness JK. Differentiated Thyroid Carcinomas — Treatment of
6.Sklaroff DM, Charles ND. Bone Metastases From Breast Cancer at Distant Metastases. Arch Surg. 1974: 108 : 410.
the Time of Radical Mastectomy. Surg Gynecol Obstet. 1968; 15.Mellette S. Management of Malignant Disease Metastatic to Bone by
127: 763. Hormonal Alterations. Clin Orthoped. 1970; 73 : 73.
7. Bouma WH, Cecil M. De Behandeling van Patologische Fracturen ; 16. Kennedy BJ. Hormonal Therapies in Breast Cancer. Seminars in
een retrospectief onderzoek van 92 patienten met bot metastasen. Oncol. 1974; 1 : 119.
Nederlandsche Tijdschrift voor Geneskundige. 1978; 21 : 749. 17.Spierdijk J. Pijnbestrijding. Oncologie. Stafleu's Wetenschappelijke
8. Fidler M. Brit Med J.1 1973; 1 : 341. Uitgeversmaatschappij BV . Leiden : 1978.
9.Campbell CJ. Palliative Care of the Canver Patients. Boston : 3rd
edit Hickey 1967.

Kamillosan ® baik untuk ibu, aman bagi bayi


Mencegah fisure dan rhagaden dari niple, sehingga ibu- ibu
terhindar dari Mastitis pada masa Iaktasi.
Komposisi : Setiap 100 g salep mengandung :
Camomile dry extract 400 mg
Essential oil 20 mg
Chamazulene 0,4 mg
Bisabolol 7 mg
Indikasi : Keadaan iritasi kulit seperti pada : luka-luka
parut, luka lecet, luka sayat, luka bakar, ter-
kena sinar matahari yang terlalu terik, iradiasi
sinar X, ultra violet, eksema, dermatitis, pruri-
tus (terutama pada kulit yang kering), abses,
bisul, rhinitis, herpes labialis, perawatan dan
perlindungan kulit bayi, perawatan puting
buah dada semasa kehamilan dan laktasi.
Kemasan : Tube 10 g , botol 10 cc dan 30 cc

Cermin Dunia Kedokteran No. 23. 1981 25


OSTEOMIELITIS :
Perkembangan 10 tahun Terakhir

Keberhasilan terapi antibiotika pada sebagian besar pe- Organisme yang tidak-biasa
nyakit bakterial sungguh berbeda dengan angka kegagalan yang Organisme yang tidak-biasa ditemukan pada osteomielitis
tinggi pada pengobatan infeksi-infeksi tulang. Perbedaan ini sering menunjukkan penyakit tertentu, seperti hubungan
untuk sebagian dapat diterangkan oleh berbagai masalah antara osteomielitis yang disebabkan salmonella dengan SS
khusus dalam diagnosis dan terapi infeksi tsb. Dalam 10 tahun dan SC. hemoglobinopati. Pada pecandu obat yang menderita
ini minat untuk menyelidiki osteomiehtis berhasil membuka osleomilehtis, spesies pseudomonas adalah penyebab pada 86%
pandangan baru dalam patogenesis, diagnosis, dan terapinya.
kasus; 76% infeksi pseudomonas ini menyerang vertebra,
Beberapa faktor telah membantu menambah pengertian sedang tempaf infeksi nomor dua ialah tulang pelvis. Demam
kita akan osteomiehtis : pengembangan model-binatang yang dan menggigil ternyata sering tak dijumpai dan nyeri lokal
memadai telah mengurangi banyak variabel tak-terkontrol merupakan satu-satunya gejala khnik yang menunjukkan
pada penyakit pada manusia: teknik yang lebih baik, seperti osteomilehtis.
radionuclide imaging telah memperbaiki kecermatan diagnosis
kita; dan tekhik ortopedi yang lebih baru serta penggunaan Osteomielitis oleb candida, aspergillus, atau rhizopus
regimen antibiotika profilaksis telah mengecilkan risiko infeksi mungkin terjadi pada pasien dengan daya tahan tubuh yang
dan menambah kemungkinan penyambungan tulang pada rendah atau yang menerima terapi intravena jangka panjang
daerah yang terinfeks i. atau nutrisi parenteral sentral. Tak ada tanda klinik atau radio-
logik khusus yang menunjukkan organisme penyebabnya.
ASPEK MIKROBIOLOGIK Hanya pemeriksaan mikroskopik yang teliti serta biakan
bahan biopsi yang dapat menegakkan diagnosis yang tepat.
Biakan Bakteri
Diagnosis bakteriologik yang pasti dapat ditegakkan dengan Sering dipikirkan kemungkinan organisme anerobik sebagai
isolasi patogen dari lesi tulang atau biakan darah. Bila telah penyebab bila tak ada organisme yang ditemukan dalam
dilakukan biakan darah, sering tak diperlukan biopsi tulang biakan konvensional. Anerob memang dapat menyebabkan
pada osteomiehtis hematogen , karena biakan darah positif osteomilelitis, tapi insidensilnya belum diketahui. Diperkirakan
pada sekitar 50% kasus akut yang belum diobati. Staphyloco- insidensinya 0,5% pada infeksi bakteremia dan 4,9% pada
ccus aureus, atau lebih jarang lagi S. epidermidis, adalah infeksi lokal bakteroides . Pada infeksi bakteroides ini biakan
organisme penyebab pada 60 - 90% kasus anak-anak. Apabila tulang kebanyakan menunjukkan kombinasi organisme erobik
biakan negatif, perlu dipertimbangkan aspirasi tulang secara dan anerobik. Ada 6 sindroma klinik yang berhubungan
langsung atau biopsi bedah. dengan ini : ( I ) osteomielitis pada muka dan tengkorak yang
Situasi yang lebih sulit dijumpai bila ada saluran keluar timbul secara akut akibat penjalaran infeksi gigi atau THT,
sinus. Penyelidikan baru-baru ini meragukan kegunaan biakan (2) osteomielitis pada tulang panjang akibat fraktura terbuka,
saluran-saluran sinus, karena isolasi organisme gram-negatif atau lebih jarang lagi, akibat bakteremia, (3) tulang pelvis
dari saluran sinus tak ada hubungannya sama sekali dengan terinfeksi akibat penjalaran dari fokus sepsis intraabdominal,
biakan yang didapat dari pembedahan; sedang isolasi S. (4) osteomielitis pada tangan, akibat gigitan manusia, tampak
aureus hanya sedikit saja hubungannya. Data ini jelas-jelas sebagai ulkus yang dangkal dengan tepi ireguler, (5) osteomie-
menyokong perlunya biopsi tulang atau aspirasi untuk diag- litis pada kaki yang muncul akibat insufisiensi vaskuler atau
nosis osteomielitis kronik. diabetes, dan (6) pernah dilaporkan satu kasus infeksi servikal
Pada osteomielitis hematogen pada anak, staphylococcus akibat abses pada leher. Jadi, ada sejumlah keadaan klinik
masih merupakan penyebab terbanyak, tapi kini mulai banyak dimana tanda-tanda klasik infeksi anerobik (nekrosis jaringan,
didapatkan streptococcus Group B pada masa neonatus. nanah, berbau busuk, pembentukan gas) harus dicari dengan
Organisme gram-negatif cukup banyak ditemukan pada infeksi cermat. Bila tanda itu dijumpai, harus dilakukan biakan,
vertebra pada orang dewasa serta pada osteomielitis yang debridement yang luas, dan pemberian antibiotika terhadap
diderita pecandu heroin. anerob tsb.

26 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Serologi Tulang pipih yang penuh vaskularisasi, dekat dengan tulang
Berbagai tes serologik yang dibicarakan akhir-akhir ini rawan, mungkin merupakan tempat pertama bila ada infeksi
belum ada yang mencapai penerapan di klinik. Mungkin di hematogen. Tapi sekali sekali dapat juga akibat penjalaran
masa mendatang sensitivitas dan spesifisitas tes-tes tsb. dapat langsung dari suatu fokus (abses retrofaringeal) atau konta-
ditingkatkan sehingga berguna untuk diagnostik osteomielitis. minasi langsung (diskektomi). Meskipun kadang-kadang
menyerang anak-anak, biasanya penyakit ini mengenai orang
dewasa, berusia antara 60 - 70 tahun, dan sering menyerang
ASPEK KLINIK dua bidang tulang yang berdekatan serta diskus intervertebral
Meskipun gambaran klasik osteomielitis hematogen tidak yang bersangkutan. Penjalaran dapat terjadi secara longitudinal
banyak menimbulkan masalah diagnostik, ada beberapa aspek ke tulang vertebra lainnya, ke anterior menyebabkan abses
klinik yang baru dan tidak-biasa yang akan dibahas dibawah ini. para-spinal, ke posterior menyebabkan abses epidural yang
dapat mengakibatkan paraplegia dan meningitis. Sumber
Osteomielitis neonatus primer penjalaran hematogen dapat diketahui pada 40% kasus,
Infeksi tulang pada golongan usia ini dengan cepat melewati yang tersering yaitu berturut-tutur infeksi traktus genitourina-
epiphyseal plate dan menghancurkan sendi yang berdekatan. rius, kulit, dan saluran nafas.
Karena itu terapi antibiotika harus segera diberikan. Sulitnya, Meskipun setiap spesies bakteri dapat menyebabkannya,
osteomielitis neonatus ditandai dengan sedikitnya atau bahkan organisme penyebab tersering ialah berturut-turut S. aureus
tiadanya gejala sistemik. Jadi, diagnosis harus ditegakkan dari dan Enterobacteriaccae . Pesudomonas aeruginosa, serratia, dan
gejala lokal saja, seperti edema, gerak anggota badan yang candida, meskipun sering pada pecandu heroin, tidak ditemu-
berkurang, dan efusi sendi yang berdekatan yang dikumpai kan pada kasus ini. Jadi, dengan demikian kita dapat mem-
pada 60 - 70% kasus. Penyebab yang sering dijumpai ialah perkirakan antihiotika yang tepat untuk pasien, sebelum hasil
streptococcus Group B, S. aureus dan Escherichia coli. Gam- biakan diketahui.
baran yang tidak-biasa pada infeksi S. aureus dan E. coli ialah Demam, nyeri pinggang, dan kaku pinggang merupakan
terserangnya beberapa tulang, cepatnya timbul gambaran litik keluhan utama . Pada keadaan ini kelainan vertebra tidak
dan reaktif pada foto sinar roentgen, dan kecenderungan tampak pada radiologi sebelum penyakit berkembang 2 - 8
menyerang bayi dengan risiko tinggi (ibunya menderita kom- minggu. Sebaliknya, hilangnya perubahan radiologik itu juga
plikasi dalam kehamilan atau persalinannya). Gambaran ini perlahan-lahan. Perubahan mungkin masih terlihat setelah
berbeda dengan osteomielitis yang disebabkan oleh strepto- 6 minggn pengobatan antibiotika dan pasien telah asimtomat-
coccus Group B, yang cenderung mengenai bayi yang sehat, tik. Biopsi jarum di sini sangat bermanfaat untuk diagnostik.
dan menyerang satu tulang pada anggota badan bagian atas .
Tapi bila hasilnya negatif, dianjurkan biopsi terbuka.
Penyebab infeksi yang lain, yang jarang, ialah fetal monitoring Osteomielitis vertebra dapat disembuhkan dengan anti-
( menyebabkan osteomielitis pada tengkorak) dan tusukan biotika tanpa pembedahan, asalkan diagnosis ditegakkan
berulang-ulang pada tumit untuk keperluan medik ( menyebab- dengan cermat. Sayangnya, lamanya terapi masih belum di-
kan osteomiehtis calcaneus). ketahui dengan pasti. Menurut pengalaman penulis enam
minggu pemberian antibiotika parenteral hanya menyebabkan
Lokasi yang tidak-biasa satu relaps dari 20 kasus. Debridement dan pencangkokan
Lesi pada tempat yang tidak-biasa kadang kala menimbul- tnlang diindikasikan bila ada destruksi luas corpus vertebra
kan kesulitan dalam diagnosis. Osteomiehtis hematogen pada dengan sequestra dan pembentukan abses, tanda-tanda kom-
anak dapat menyerang tulang pelvis dan menimbulkan anomali presi sumsum tulang belakang, dan kemungkinan kumatnya
pada gerakan badan , nyeri pada abduksi, atau bahkan nyeri penyakit. Pendekatan anterior yang dipopulerkan oleh Hodg-
perut sebagai satu-satunya gejala. Infeksi sendi sternoclavicular son merupakan metoda yang dianjurkan untuk kasus itu.
dilaporkan terjadi pada pecandu-pencandu obat serta pasien Pasien dengan osteomielitis tulang servikal biasanya menge-
yang dimasuki alat-alat intravena. Osteomielitis pada iga, luh tortikolir dan sedikit demam . Mereka sering dipulangkan
tempat yang jarang, secara klinik sulit dibedakan dengan gejala tanpa didiagnosis atau bahkan dikirim ke psikiater. Jadi, bila
tumor, sehingga perlu biopsi tulang. Pada pasien-pasien yang ada demam yang membandel serta tortikohs, terutama setelah
mengalami hemodialisis lama, osteomielitis praktis tak bisa pembuangan corpus alienum dari farings . harus dipikirkan
dibedakan dari osteodistropi yang sering menyertainya, kecuali kemungkinan osteomielitis servikal.
adanya serangan-serangan demam sekali-kali. Akhirnya, trauma
tusukan pada kaki kadang-kadang menyebabkan osteomielitis
pada calcaneus, dengan organisme Pseudomonas aeruginosa Tuberkulosis vertebra
sebagai penyebab sebagian besar kasus. Terapi kombinasi INH dan PAS selama 18 bulan menghasil-
Teknik pemeriksaan invasif sering bertanggung jawab atas kan angka penyembuhan 90%. Angka penyembuhan itu sama
terjadinya osteomielitis di tempat-tempat yang tidak biasa. saja meskipun pada awal terapi diberi tambahan streptomisin
selama tiga bulan. Hasil penyembuhan juga sama saja apakah
Osteomielitis piogenik vertebra pasien boleh berjalan-jalan atau harus tirah-baring (bed rest)
Tambahnya kesadaran akan seringnya penyakit ini, dalam selama 6 bulan: apakah mereka diberi jaket gips atau tidak
10 tahun ini, banyak menambah pengertian kita akan gambar- juga sama hasilnya. Debridement bedah untuk membuang kiju
an penyakit ini. dan sequestra juga tidak lebih menolong dibandingkan kemo.

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 27


terapi saja. Tapi operasi radikal dengan eksisi fokus tuberkulo- Meskipun berguna, radionuclide imaging mempunyai 4
sis dan pencangkokan tulang autologous relatif lebih meng- limitasi yang penting. Pertama, pada beberapa pasien sejumlah
untungkan. Fusi anterior memberikan hasil yang lebih baik "hot spots" terdeteksi secara radiologik pada awal septekemia
daripada debridement. Keuntungan operasi radikal ini tidak S. aureus tapi tidak berkembang menjadi osteomielitis; tidak
banyak, maka tidak dianjurkan dilakukan pada awal per- diketahui apakah bercak -bercak itu merupakan hasil positif-
jalanan penyakit, kecuali bila ada perluasan penyakit selama palsu (false positive) atau infeksi yang gagal pada tulang.
kemoterapi, pembentukan lesi yang tak-stabil, dan timbulnya Kedua, kadang - kadang osteomielitis telah dipastikan secara
abses para -vertebral. Ada tidaknya keuntungan pembedahan histologik dan bakteriologik, namun sidikan tulang (bone-
pada kompresi sumsum tulang masih diperdebatkan. scan) mula-mula negatif; paradox ini mungkin diakibatkan
terganggunya supply darah atau infark pada daerah yang
Peradangan ruang diskus intervertebral pada anak terinfeksi. Ketiga, radionuclide imaging kadang- kadang tidak
Sindroma klinik ini ditemukan pada anak berusia sekitar dapat membedakan cellulitis dari osteomielitis bila uptake
6 tahun, ditandai dengan nyeri punggung, tak mau berjalan, radioaktif tidak diikuti dalam jangka waktu tertentu. Berbeda
sedikit demam, dan laju endap darah meningkat. Secara klinik dengan cellulitis, osteomielitis menunjukkan peningkatan
gejalanya sama dengan osteomielitis piogenik vertebra pada uptake radioaktif dengan bertambahnya waktu. Akhirnya,
anak-anak. Bedanya, secara khas biakan negatif. Perjalanan penatahan tulang dengan polifosfat 99m Tc setelah fraktura
penyakitnya benigna. Penyembuhan sempurna dengan atau atau pembedahan tulang tidak dapat membedakan daerah
tanpa skierosis terjadi setelah 3 — 4 bulan. Sindroma ini reparasi tulang dan infeksi, padahal ini diperlukan sekali
berbeda dengan penyakit Scheuermann yang menyerang untuk operasi ortopedik.
kelompok anak usia lebih tua dan tidak menimbulkan gejala Beberapa masalah itu dapat diatasi bila ada zat radioaktif
sistemik. yang secara khusus terikat pada jaringan yang terinfeksi.
Anak dengau gejala ini dianjurkan untuk menjalani biopsi Mungkin galium sitrat — 67 ( 67Ga ) merupakan zat yang
diskus. Bila biakan positif, mereka harus mendapat pengobatan dicari itu, tapi kini masih dalam tahap penelitian.
antibiotika penuh, seperti pada pengobatan osteomielitis
vertebra. ASPEK TERAPEUTIK
Nekrosis tulang merupakan pangkal dari kesulitan terapi
Osteomielitis post-trauma dan post-operasi
osteomiehtis. Mikroorganisme yang tinggal dalam tulang yang
Osteomielitis yang muncul pada tempat berdekatan dengan mati, bila tidak dibuang bersama dengan sequestra, dapat
fokus infeksi akibat trauma atau pembedahan masih merupa- menyebabkan kumat 50 tahun setelah serangan pertama.
kan masalah diagnostik dan terapeutik . Infeksi yang muncul Tujuan terapi harus dinilai sesuai dengan keadaan klinik
segera setelah fiksasi internal atau penggantian sendi dapat spesifik yang dihadapi, misalnya : osteomileitis hematogen
dikenal secara klinik. Tapi infeksi yang munculnya lambat akut dapat disembuhkan dengan antibiotika saja kalau terapi
dapat merupakan masalah diagnostik. Nyeri yang terus me- efektif diberikan sebelum terjadi nekrosis tulang yang luas.
nerus sering merupakan tanda satu-satunya. Bahkan tanda Tapi pada osteomiehtis kronik semua tulang mati harus di-
yang dramatik seperti lepasnya prostesis kadang - kadang hanya buang dengan pembedahan. Kalau eksisi secara teknik tak
akibat kegagalan mekanik. mungkin, pengobatan supresif jangka panjang dapat mengon-
Bila diagnosis infeksi-dalam (deep infection) dipertimbang- trol infeksi. Terapi antibiotika dan pembedahan, baik itu
kan, biasanya diperlukan prosedur invasif untuk memastikan- kuratif atau paliatif, saling membantu dan harus disesuaikan
nya. Jadi, non-union selalu memerlukan revisi dan diagnosis pada setiap kasus.
yang tepat dapat diperoleh waktu pembedahan. Kegagalan
penggantian prostetik menunjukkan diperlukannya rencana Terapi antibiotika
yang lebih teliti sebelum pembedahan; kendurnya kedua • Model eksperimental dari osteomielitis S. aureus
komponen dalam penggantian sendi total menunjukkan
Dengan atau tanpa alat-alat fiksasi ortopedik, model labo-
adanya infeksi, meskipun belum ada tanda radiologik yang
ratorium dari penyakit ini berguna untuk menilai terapi
nyata. Aspirasi sendi yang dilakukan dalam keadaan yang
antibiotika. Model ini sebenarnya kurang sesuai dengan penya-
benar-benar aseptik, dapat membantu diagnosis. Sedang
kit pada manusia, karena nekrosis dan sklerosis tulang dihasil-
pemeriksaan bakteriogik terhadap bahan yang diambil pada
kan oleh suntikan zat kimia dan jumlah bakteri yang disuntik-
pembedahan biasanya memastikan diagnosis.
kan juga sangat banyak. Meski ada keterbatasannya, model
tsb. berguna untuk menyokong berbagai observasi klinik,
ASPEK RADIOLOGIK seperti kemungkinan timbulnya bakteremia sekunder, efektivi-
tas pemberian terapi antibiotika, dan perlunya terapi peren-
Kesulitan membaca foto roentgen konvensional atau tomo- teral dalam jangka waktu lama (4 - 6 minggu) untuk mencapai
gram sebagian dapat diatasi dengan radionuclide imaging, yang angka kesembuhan 70 - 80%.
memungkinkan deteksi fokus osteomielitis lebih dini. Dari
• Penentuan antibiotika dalam jaringan tulang
berbagai zat radioaktif yang dipelajari, senyawa polifosfat
99m Telah banyak peneliti berusaha menghitung konsentrasi
Tc rupanya memberi hasil terbaik. Bagaimana mekanisme
pengikatan zat tsb. pada tulang yang sakit masih diperdebat- antibiotika dalam tulang setelah pemberian parenteral. Tapi
kan. masih banyak masalah metodologi yang belum terpecahkan.

28 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Penisilin G, penisilin semisintetik, sefalosporin, linkomisin, dan pembukaan rongga sumsum tulang, disertai terapi anti-
klindamisin, aminoglikosid, dan rifampisin dapat ditemukan biotika, merupakan pemecahan jangka pendek dan menengah.
dalam homogenat atau ekstrak tulang segera setelah diberikan.
Sebagai pedoman : tak boleh ada rongga kosong dibiarkan
Sulitnya angka konsentrasi tulang dan ration konsentrasi
setelah eksisi tulang; rongga itu harus diisi dengan skin flaps,
serum tulang sangat bervariasi, sampai 10 kali lipat untuk
muscle flaps, atau untuk sementara dengan polimetil metak-
berbagai antibiotika. Beberapa inkonsistensi ini disebabkan
rilat beads.
oleh perbedaan kinetika eliminasi dalam kedua kompartemen.
Meskipun demikian, walaupun digunakan timed-samples, Pencegahan infeksi dengan profilaksis antibiotika banyak
diperdebatkan dan telah diselidiki dengan berbagai pendekatan
masih ditemukan perbedaan besar dalam konsentrasi anti-
biotika didalam tulang. seperti penelitian lingkungan kamar operasi dan evaluasi
berbagai regimen profilaksis antibiotika. Menurut pendapat
Penelitian klinik pengarang, kemoprofilaksis jangan diberikan pada semua
pasien yang menjalani operasi ortopedik, tapi dibatasi untuk
Terapi antibiotika intravena jangka panjang membebani
mereka yang mempunyai faktor risiko tinggi, seperti usia
pasien dengan beban psikologik dan membebani masyarakat
lanjut, beratnya penyakit yang mendasari, operasi-operasi
dengan biaya pengobatan yang besar. Maka dalam salah satu
penelitian telah dicoba pemberian antibiotika parenteral sebelumnya, lamanya waktu operasi, dan adanya compound
fracture. Pemilihan antibiotika tergantung epidemiologi lokal.
jangka pendek (5 - 9 hari) diikuti oleh terapi oral (14 - 26 hari)
pada anak-anak. Hasilnya 95% sembuh. Tapi diingatkan agar
tidak membabibuta menggunakan regimen itu untuk semua Waldvogel FA, Vasey H. Osteomyelitis the past decade. N Engl J med
kasus. Dianjurkan regimen tsb. hanya digunakan untuk osteo- 1980; 303 : 360 — 370.
mielitis hematogen pada tahap awal, yang telah dipastikan
diagnosisnya dengan pemeriksaan mikrobiologik, dengan
respons cepat terhadap pengobatan, dan pasien kooperatif.
Pendekatan yang perlu dipertimbangkan di kemudian hari
ialah terapi intravena di rumah.
Osteomielitis kronik, terutama yang diakibatkan penjalaran
lokal suatu fokus infeksi, berhasil diobati dengan terapi oral
jangka panjang. Bell menjelaskan cara pendekatan ini pada
tahun 1970 dan telah memastikan hasilnya pada 19 pasien
dan kelompok 136 pasien lainnya.
Disamping terapi antibiotika, pemberian oksigenasi hiper-
barik masih perlu dinilai efektivitasnya dengan penyelidikan
terkontrol. Cara pengobatan ini berhasil dengan baik pada
osteomielitis yang diinduksi pada binatang percobaan.

Pembedahan
Seperti dikemukakan di atas, pembedahan memainkan
peranan penting dalam terapi osteomielitis. Tapi jarang ada
laporan penyelidikan terkontrol yang menilai efektivitas
berbagai pendekatan ortopedik. Mungkin ini karena kondisi
lokal yang ditemukan selama operasi banyak bervariasi dan
sulitnya membuat kelompok kontrol untuk diobati secara
konservatif. Oleh sebab itu terapi bedah pada osteomielitis
sebagian besar bersifat empirik, didasarkan pada konsep yang
diterima secara luas — beberapa konsep itu punya latar bela-
kang ilmiah, tapi sebagian lagi tidak.
Bila abses terbentuk pada ruang tertutup seperti sumsum
tulang, dekompresi secara cepat merupakan pelindungan ter-
baik untuk mencegah meluasnya nekrosis tulang. Drainage
yang adekuat diperlukan. Sistem irigasi tertutup kini sedang
populer, meskipun belum pernah dinilai secara statistik.
harus diperhatikan perawatan yang cermat untuk menghindar-
kan penggumpalan dan superinfeksi pada pipa pengeluaran,
karena ini pernah ditemukan pada beberapa kasus osteomielitis
anak-anak. Bila kulit tak dapat ditutup, seperti pada osteomie-
litis post-trauma, drainage terbuka sering merupakan cara
intervensi satu-satunya yang berguna. Bila eksisi semua tulang
nekrotik secara teknik tak mungkin, pembuangan sequestra

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 29


PERKEMBANGAN

sendi pasien dengan osteoartrosis, beberapa peneliti memikir-


kan kemungkinan keterlibatan kristal dalam patogenesisnya.
Kristal-kristal di dalam Sandi Hidroksi-apatit dan pirofosfat, keduanya dicurigai. Tapi harus
diingat, peradangan akibat injeksi apatit pada sendi binatang
bersifat self-limiting dan tidak menimbulkan kerusakan per-
Dalam sepuluh tahun terakhir ini menjadi jelas bahwa pirai
manen seperti pada osteoartritis. Dengan latar belakang yang
(gout) bukan satu-satunya keadaan dimana kristal ditemukan
membingungkan ini, adanya dua laporan baru menarik untuk
dalam sendi. Dengan mikroskop polarisasi, kristal-kristal
diikuti.
monosodium urat monohidrat dapat dibedakan dari kristal
kalsium pirofosfat dihidrat. Akibatnya muncullah jenis pe- Dieppe dkk. telah meneliti aspirat cairan sinovial dari 105
nyakit sendi baru, artropati pirofosfat. Mikroskop elektron pasien rematoid artritis, osteoartritis, osteoartritis dengan
memungkinkan identifikasi kalsium hidroksi-apatit; dan peradangan atau kalsifikasi berat, artropati pirofosfat, dan
muncullah deskripsi penyakit endapan apatit. Lalu muncul pirai. Kristal tak ditemukan pada cairan sendi pasien rematoid,
penyakit dengan endapan kristal campuran — dimana kalsium tapi dari 34 pasien osteoartritis 7 mengandung hidroksi-apatit
pirofosfat dihidrat ada bersama-sama dengan kalsium hidroksi- dan 6 dengan pirofosfat. Proporsi pasien dengan kristal jauh
apatit pada satu sendi. Gambaran ini menjadi makin kompleks lebih banyak di antara pasien osteoartrosis dengan kalsifikasi
karena, dengan mikroskop elektron analitik, morfologi kristal berat pada pemeriksaan radiologik. Hitung lekosit paling
jauh lebih banyak bervariasi daripada yang dilihat dengan rendah pada pasien osteoartritis dan tidak ada korelasi dengan
mikroskop polarisasi; kristal-kristal yang secara konvensional adanya kristal.
dianggap sebagai kalsium pirofosfat dihidrat mungkin me- McCarty dick. juga menyelidiki 58 cairan sinovial pada ber-
ngandung beberapa jenis garam kalsium lain. Lebih-lebih lagi bagai penyakit rematik. Digunakan teknik kimia untuk meng-
cairan sinovial dapat terkontaminasi dengan "kotoran", seperti identifikasi kristal hidroksi-apatit. Hasilnya : pirofosfat dan
cuilan tulang-tulang rawan, serat-serat fibrin, kristal kholes- hidroksi-apatit keduanya ditemukan pada pasien osteoartritis,
terol, dan kristal-kristal steroid yang tertinggal setelah injeksi terutama mereka dengan tingkat penyakit yang berat secara
steroid intra-artikular. radiologik. Tapi ditemukan hubungan terbalik antara sifat
Apakah kristal-kristal itu berperan dalam peradangan sendi? infiamatorik cairan sendi dan adanya hidroksi-apatit. Hanya
Injeksi intradermal dengan hidroksi-apatit pada manusia me- pada beberapa pasien rematoid artritis dapat ditemukan
nyebabkan eritema yang mirip dengan eritema yang disebab- kristal.
kan oleh injeksi intradermal sodium urat. Pada tikus pemberi- Jadi, kristal ditemukan pada berbagai jenis penyakit sendi
an hidroksi-apatit intrapleural mengakibatkan efusi pleural dan metoda analisis kristal yang makin rumit mungkin akan
inflamatorik. Juga pada tikus, injeksi kristal itu pada sendi menunjukkan lebih banyak jenis kristal lagi pada lebih banyak
lutut menyebabkan peradangan meskipun cuma sebentar; sendi. Namun demikian, meskipun hipotesis — bahwa hidroksi-
sebaliknya peradangan tidak terlihat bila debu/serbuk intan apatit menyebabkan radang — cukup menarik, belum ada
disuntikkan pada sendi itu. Jadi, cukup beralasan bila dikata- bukti bahwa ini terjadi pada manusia.
kan bahwa pada manusia adanya kristal-kristal pada sendi, Pada kedua penyelidikan itu nyata bahwa banyak kristal
seperti halnya pada penyakit pirai, dapat merangsang timbul- ditemukan pada pasien dengan osteoartrosis yang berat pada
nya sinovitis. Pada penyakit-endapan-kalsium pirofosfat pemeriksaan radiologik. Pada pasien dengan hiperlaxitas sendi
beberapa penelitian menunjukkan bahwa naiknya konsentrasi turunan, dimana osteoartrosis melaju dengan cepat, endapan
pirofosfat (mungkin berasal dari khondrosit tulang rawan pirofosfat terjadi pada sendi-sendi beberapa saat setelah proses
sendi) berkaitan dengan timbulnya endapan kristal dalam osteoartrosis mulai. Secara histologik, yang menarik pada
cairan sendi, dan untuk beberapa waktu ini berhubungan sendi itu ialah tiadanya radang bila bahan kristal itu terbung-
dengan serangan akut sinovitis. Sebenarnya ada cara penelitian kus dalam sinovium (memberi karakteristik kalsifikasi hiper-
lain, yaitu menginjeksikan kristal ke dalam sendi manusia. tropik pada sinar X). Bywaters menemukan endapan pirofosfat
Tapi secara etika ini tak dibenarkan. Maka cukup menarik pada membran sinovial pada 3 dari 43 pasien rematoid, tidak
untuk menyelidiki kristal steroid yang diinjeksikan intra- semuanya punya kristal dalam cairan sendinya. Jelaslah,
artikular dalam rangka terapi. Meskipun kristal steroid nyata- penelitian lebih lanjut dengan menggunakan gabungan teknik
nyata mencetuskan respons peradangan, seperti terlihat dari histologi dan kristalografi diperlukan sebelum peran sebenar-
kenaikan hitung lekosit dalam cairan sendi, keadaan sendi itu nya dari kristal dalam patogenesis penyakit sendi dapat di-
secara klinik jarang memburuk. "Post-injection flare" tidak pahami.
tampak. Karena kristal-kristal juga didapatkan pada sendi- Lancet 1980; May 10 :1006 — 7

30 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


lama berada di angkasa luar. Meski trabekula tulang yang telah

Tulang-tulang di Angkasa Luar menipis dapat normal kembali, trabekula yang telah hilang
mungkin tak dapat tumbuh lagi. Diperkirakan demineralisasi
tsb. mencapai titik kritis pada 9 — 18 bulan dalam orbit,
Untuk mempertahankan integritas tulang & rangka guna kecuali bila ada cara yang dapat melawan proses itu.
menahan stress-stress fisik sehari-hari, ada beberapa faktor Pada penelitian-penelitian biologik di angkasa luar men-
yang memegang peranan. Ada 4 faktor penting : gaya otot- datang, penelitian mekanisme yang mendasari integritas rangka
otot terhadap tulang, gaya-gaya hidrostatik yang perlu untuk akan diberi prioritas. Mungkin riset-riset tadi kelak berguna
pengaliran darah yang adekuat, gaya piezoelektrik, dan penga- bagi dokter-dokter klinik yang berada di bumi ini yang me-
ruh gaya berat. Gabungan rangsang yang komplex ini secara rawat penderita osteoporosis. Perubahan-perubahan tulang
kontinyu mempengaruhi tulang, suatu organ yang hidup dan yang terjadi di angkasa luar sebagian besar reversibel bila
selalu membentuk bentuknya sendiri. kembali ke gaya berat normal. Ini perlu untuk mengingatkan
Penerbangan angkasa luar, dengan tiadanya gaya berat, klinikus-klinikus akan pentingnya stress longitudinal langsung
memberi kesempatan khusus untuk mempelajari efek gaya tsb. (direct longitudinal stress) pada integritas tulang. Implikasinya,
dan kepentingannya dalam mekanisme fisiologik. Dalam pasien-pasien osteoporosis dalam perawatan mereka perlu
suasana gaya berat nol, struktur manusia sebenarnya dapat perlahan-lahan diberi tambahan berat beban.
digambarkan sebagai gedung katedral yang diluncurkan ke
Brit Med J 1981; 282: 1288
orbit — indah, namun sungguh tak serasi. Makhluk yang me-
layang-layang dalam suasana tanpa berat, jelaslah, tidak
banyak memerlukan anggota badan. Analisis terhadap manusia
dalam keadaan tsb. memberi kesan adanya kecenderungan
untuk mengecilnya anggota-anggota tubuh tsb. Penelitian
radiografik selama Proyek Gemini memperlihatkan berkurang-
Arus Listrik & Penyambungan
nya tulang-tulang para astronaut, penemuan yang serupa
dengan penelitian sarjana Rusia pada penerbangan Soyuz 9. Tulang
Hilangnya kalsium pada gaya berat nol berhubungan
dengan atropi tulang akibat tak digunakan, mirip dengan Sejak abad ke 19 tenaga listrik yang tak nampak dan tak
respons yang terjadi pada imobilisasi anggota badan atau tirah bersuara itu telah banyak menarik minat dokter untuk meng-
baring sempurna (absolute bed rest). Diperhitungkan sekitar gunakannya dalam pengobatan. Sayang,empirisisme dan pe-
4 gr kalsium hilang dari tulang astronaut itu setiap bulan, nipuan-penipuan banyak mendiskreditkan metoda-metoda tsb.
setara dengan 0,3 — 0,4% jumlah total kalsium dalam badan. Maka bangkitnya minat baru-baru ini pada hubungan antara
Hilangnya mineral dari tulang-tulang itu tidak merata, lebih listrik dan metabolisme tulang bukan tidak disertai kecurigaan.
banyak tampak pada tulang trabekular. Secara radiografik, Kini iklan-iklan bermunculan dalam majalah-majalah ortopedi,
penipisan tulang mungkin dapat dilihat pada bagian-bagian menawarkan alat-alat listrik untuk membantu penyembuhan
tulang panjang setelah 4 — 8 bulan di angkasa luar. Pada saat patah tulang. Apakah dasar klaim itu ?
itu kekuatan tulang itu mungkin sudah pada tahap yang kritis. Fenomena piezoelektrik pada tulang yang ditekan/di-stress
Sebagai contoh, pengurangan densitas os calcis ditemukan dapat membantu menerangkan pembentukan callus "non-
pada 2 dari 3 awak pesawat Skylab—4 dalam penerbangan 84 fraktur" sebagai respons terhadap stress tersebut. Sebaliknya
hari. Tak ditemukan perubahan pada hormon-hormon yang juga benar : aplikasi arus listrik pada tulang akan merangsang
mengendalikan aktivitas osteoklast dan osteoblast, dan mani- pembentukan callus. Callus tsb. sebagian besar terbentuk pada
pulasi diet (mengubah-ubah susunan diet) ternyata tak mem- elektroda negatif, dan daerah-daerah pertumbuhan serta per-
pengaruhi laju ekskresi kalsium. Selain itu program latihan baikan/reparasi tulang juga elektronegatif. Riset pada arah tsb.
gerak badan berat juga sama sekali tak mempengaruhi laju mulai menunjukkan bagaimana struktur tulang berkaitan
hilangnya mineral itu. Pendapat yang berlaku sekarang ini dengan fungsinya. Perubahan potensial listrik sebagai respons
ialah : inervasi trofik dari otot-otot terganggu dalam gaya terhadap stress mungkin merupakan suatu perantara antara
berat nol, mengurangi gaya otot itu terhadap tulang dengan stimulus dan penglepasan cyclic AMP sebagai messenger
akibat hilangnya mineral. Kehilangan kalsium yang tak mampu biologik. Tapi perkiraan itu bisa saja salah. Kenaikan konsen-
dicegah ini meningkatkan risiko kerusakan ginjal, termasuk trasi oksigen ditemukan di daerah-daerah dengan aktivitas
pembentukan batu ginjal dan hipertensi pada mereka yang biologik yang tinggi dan daerah-daerah ini juga elektronegatif.

Cermin Dunia Kedokteran No. 23. 1981 31


Bagaimana cara polaritas listrik mempengaruhi pembentukan Semua sistem yang ada menunjukkan bukti empirisisme —
callus masih belum diketahui, sebagaimana banyak fenomena mengenai bukan saja tenaga optimum namun juga bentuk
biologik lain pada tingkat seluler. tenaga itu — apakah arus searah, arus searah berpulsa, arus
Penelitian fenomena listrik itu jadi masih jauh dengan bolak batik, atau medan statik.
penerapannya dalam pengobatan fraktura. Demikianlah Selain latar belakang ilmiahnya tidak pasti, kesulitan dalam
hakekat seni (kedokteran) itu; bukti yang meyakinkan belum seleksi pasien dan percobaan klinik bahkan lebih besar lagi.
ada, seperti halnya apakah fiksasi internal lebih baik daripada Percobaan dengan segala jenis pengobatan fraktura meng-
perawatan konservatif atau kadang-kadang bahkan tanpa hadapi kesulitan besar dalam pembuatan kontrol dan men-
pengobatan. definisikan union, delayed union, atau non-union. Begitu
banyak variabel, sehingga dalam kasus-kasus rutin hampir tak
Klinikus akan menghadapi masalah-masalah; Pertama.
mungkin dibuktikan adanya percepatan penyambungan tulang.
bagaimana cara memberikan rangsang listrik pada fraktura.
Maka bentuk pengobatan baru ini tampaknya sulit memper-
Kedua, bagaimana memilih pasien yang cocok untuk pengobat-
oleh tempatnya seperti banyak cara pengobatan lainnya,
an ini dan bagaimana menilai hasilnya. Semua itu masih belum kecuali sebagai pilihan dimana keadaan (atau pasien) mem-
terpecahkan, meskipun beberapa pusat penelitian di Amerika butuhkannya atau sebagai harapan terakhir pada kasus-kasus
Serikat telah menyelidikinya hampir 10 tahun. Apakah ber- yang sudah tak ada harapan. Ada beberapa catatan klinik yang
bagai sistem pengobatan yang dianjurkan oleh berbagai per- tersedia : angka keberhasilan sampai 80% dikatakan berhasil
usahaan komersial yang bersaingan itu akan membantu atau dicapai dengan menggunakan elektroda perkutan pada 57
menghambat penilaian bentuk pengobatan ini masih perlu pasien dengan non-union. Dengan teknik medan elektromag-
dilihat perkembangannya. netik lebih dari 70% keberhasilan pada non-union dan pseu-
Bagi ahli ortopedi yang berminat menerapkan teknik itu doartrosis kongenital pada tibia.
ada beberapa pilihan. la dapat memasang elektroda dan sebuah Fraktura yang diketahui dapat menyambung kembali
sumber tenaga atau memasang elektret Teflon pada tempat dengan cara-cara konvensional tidak akan sembuh lebih cepat
fraktura (Clin Orthop 1977; 124 : 53 — 6). Bahan ini memiliki dengan rangsangan listrik. Jadi, sistem ini tidak banyak guna-
polaritas listrik selama waktu yang cukup lama untuk pem- nya pada pengelolaan rutin. Untuk delayed union atau non-
bentukan callus. Prosedur-prosedur di atas adalah prosedur union pilihan antara pencangkokan tulang dan perangsangan
terbuka, membawa semua risiko pencangkokan tulang dan listrik sulit ditentukan, maka tergantung pada selera pribadi si
fiksasi internal, dan sedikit keuntungannya. Teknik "semi- ahli ortopedi, meskipun pertimbangan ekonomik juga perlu
open" menggunakan sampai 4 elektroda yang di-insersikan diperhatikan. Setiap metoda tidak kita tolak bila ia dapat
perkutan ke tempat fraktura. Di sini bahaya-bahaya tampak- memperbaiki prospek yang agak suram pada pseudoartrosis
nya lebih sedikit. kongenital pada tibia. Tak dapat disangkal, pengobatan dengan
listrik ini, pada waktunya, akan menjadi tambahan yang ber-
Rangsang listrik mungkin bermanfaat untuk menghindari
guna pada armamentarium ortopedi. Namun ia perlu punya
pembedahan pada simple delayed union, juga sebagai cara
dasar yang lebih kuat, bukan cuma dengan alasan bahwa ia
pengobatan non-union kronik bila pencangkokan (grafting)
gagal dan sebelum diambil keputusan untuk amputasi. Jadi, mungkin ada manfaatnya dan tidak menimbulkan kerugian.
teknik ideal semestinya bersifat non-invasif, dengan mem- Alasan demikian akan membawa kita kembali ke abad ke 19
bentuk medan magnit dari luar anggota badan sedemikian dengan empirisismenya.
sehingga dapat menginduksi aliran listrik di tempat fraktura. Brit Med J 1980; 281 : 470—1
Stimulasi elektromagnetik dengan menggunakan koil (air-cored
coils), yang tersedia di pasaran, merupakan salah satu pilihan.
Batery untuk sumber tenaganya dapat diisi kembali (recharg-
able), dan pasien dapat bergerak/mobil. Kelemahannya, ke- Sungguh bodoh orang yang membuat dokternya menjadi ahli
kuatan listrik pada tempat fraktura tidak dapat diukur dan warisnya.
sistem ini dapat terganggu oleh adanya inklusi logam-logam. Benyamin Franklin
Medan magnit yang lebih terbatas, yang tidak mengganggu
Tuhanlah yang menyembuhkan, dan dokter yang menerima
logam yang ditanamkan/di-implantasikan, dapat dibentuk oleh bayaran
magnit yang memakai core (inti) besi (iron-cored-magnets). Binyamin Franklin
Kerugiannya, pasien harus tidak bergerak/imobil, dan sistem
ini tergantung pada sumber tenaga dari luar/eksternal.

32 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Masalah Inkompatbilitas Ob at
Drs. Oka Wangsaputra
R & D Centre, P.T. KALBE FARMA

Adakalanya pejabat di pabrik farmasi dikejutkan oleh Pemberian obat per parenteral di samping mempunyai
datangnya suatu klaim dari seorang dokter. Dalam klaim banyak manfaat, juga sering pula membawa masalah-masalah
disebutkan bahwa obat dari pabrik tsb. terdapat kelainan. lain. Salah satu di antaranya adalah menyangkut mengkombi-
Jenis kelainan produk yang dikeluhkan biasanya macam- nasikan dua obat atau lebih dalam satu alat suntik yang sama.
macam. Ada yang mengatakan produk berubah warna atau Mengkombinasikan obat secara demikian memang sering
larutan obat suntik yang asalnya jernih menjadi keruh atau dikerjakan oleh banyak dokter khususnya dalam pengobatan
timbul endapan dsb. preoperatif. Sebagai contoh untuk menghilangkan rasa sakit
Penyampaian klaim pada umumnya disertai dengan contoh yang hebat sering diberikan obat-obat sedatif atau antiemetik
obatnya. Namun tidak jarang pula klaim datang tanpa contoh bersama-sama dengan narkotik. Pencampuran obat dalam satu
obat maupun keterangan-keterangan lain yang penting seperti alat suntik memang mempunyai beberapa keuntungan ter-
misalnya nomor batch. Sebenarnya cara klaim yang terakhir sendiri : selain lebih murah, praktis dan menghemat waktu
ini kurang bijaksana karena pejabat pabrik dalam hal ini tidak dibandingkan dengan penyuntikan ganda/berkali-kali juga
dapat melakukan pengecekan lebih lanjut. lebih dapat diterima dipandang dari sudut si pasien.

Nomor batch dan retained samples


Menurut peraturan yang berlaku (Surat edaran dari Dirjen. Inkompatibilitas obat
POM No. 13650/D/SE/73 tgl. 31 Desember 1973) perihal Namun sebaliknya, dari pengalaman kasus-kasus klaim
ketentuan tentang nomor batch disyaratkan pula bahwa yang diteliti khususnya mengenai larutan obat suntik dapatlah
pabrik farmasi diwajibkan mengambil contoh obat jadi dalam dikatakan bahwa banyak kelainan obat terjadi karena masalah
jumlah secukupnya dari setiap batch yang diproduksikan inkompatibilitas obat (tidak tercampurkannya suatu obat),
sebagai arsip (retained samples). Setiap contoh yang ber- yaitu pengaruh-pengaruh yang terjadi jika obat yang satu
hubungan dengan nomor batch suatu obat jadi harus disimpan dicampurkan dengan yang lainnya.
paling sedikit selama 5 tahun. Contoh obat tsb. harus disertai
Inkompatibilitas obat dapat dibagi atas 3 golongan :
dengan rekaman proses produksi dari batch yang bersangkutan.
Maksud dari peraturan di atas adalah agar kualitas obat dapat I. Inkompatibilitas terapeutik.— Inkompatibilitas golongan
terus diikuti selama jangka waktu tertentu dan dapat dilaku- ini mempunyai arti bahwa bila obat yang satu dicampur/
kan pengecekan bilamana diperlukan terhadap perubahan- dikombinasikan dengan obat yang lain akan mengalami per-
perubahan kualitatif yang mungkin timbul atau stabilita ubahan-perubahan demikian rupa hingga sifat kerjanya dalam
produk selama penyimpanan. tubuh (in vivo) berlainan daripada yang diharapkan. Hasil
Dengan mengetahui nomor batch produk yang merupakan kerjanya kadang-kadang menguntungkan, namun dalam
identitas untuk batch tsb. kita mampu menelusuri kembali banyak hal justru merugikan dan malah dapat berakibat fatal.
sejarah produksi obat yang bersangkutan termasuk segala Sebagai contoh :
tahap-tahap proses pembuatannya dan kontrol-kontrol yang Absorpsi dari tetrasiklin akan terhambat bila diberikan
pernah dilakukan. Jadi disain suatu batch merupakan dasar bersama-sama dengan suatu antasida (yang mengandung
untuk pengontrolan, baik terhadap proses produksi maupun kalsium, aluminium, magnesium atau bismuth). Fenobarbital
kualitas obatnya. Melalui sistem ini seringkali kita dapat me- dengan MAO—inhibitors menimbulkan efek potensiasi dari
nemukan sebab-sebab dari terjadinya kelainan obat. barbituratnya. Kombinasi dari quinine dengan asetosal dapat
menimbulkan chinotoxine yang tidak dapat bekerja lagi
Cara pemberian obat terhadap malaria. Mencampur hipnotik dan sedatif dengan
Seperti diketahui, tergantung dari keadaan penyakit dan kafein hanya dalam perbandingan yang tertentu saja rasionil.
kondisi pasien pemberian obat dapat dilakukan melalui bebe- Pun harus diperhatikan bahwa mengkombinasikan berbagai
rapa jalan. Bisa per oral, topikal, inhalasi, sublingual, per antibiotik tanpa indikasi bakteriologis yang layak sebaiknya
rektal maupun per parenteral. tidak dianjurkan.

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 33


II. Inkompatibilitas fisika.— Yang dimaksudkan di sini
adalah perubahan-perubahan yang tidak diinginkan yang
timbul pada waktu obat dicampur satu sama lain tanpa terjadi
perubahan-perubahan kimia.
Contoh :
— Meleleh atau menjadi basahnya campuran serbuk.
— Tidak dapat larut dan obat-obat yang apabila disatukan Atropine
tidak dapat bercampur secara homogen. Benzquinamide
— Penggaraman (salting out). Chlorpromazine
— Adsorpsi obat yang satu terhadap obat yang lain. Codeine
Diazepam
III. Inkompatibilitas kimia.— Yaitu perubahan-perubahan
Diphenhydramine
yang terjadi pada waktu pencampuran obat yang disebabkan
Glycopyrrolate
oleh berlangsungnya reaksi kimia/interaksi. Hydromorphone
Termasuk di sini adalah : Hydroxyzine
— Reaksi-reaksi di mana terjadi senyawa baru yang meng- Levorphanol
endap. Meperidine
— Reaksi antara obat yang bereaksi asam dan basa. Morphine
— Reaksi yang terjadi karena proses oksidasi/reduksi maupun Oxymorphone
hidrolisa. Pentazocine
— Perubahan-perubahan warna. Pentobarbital
— Terbentuknya gas dll. Perphenazine
Prochlorperazine
Bahan pembantu obat (vehicles). Promazine
Promethazine
Suatu obat jadi pada umumnya terdiri dari bahan obat
Scopolamine
berkhasiat dan bahan pembantu. Inkompatibilitas obat sering
Secobarbi tal
pula diakibatkan oleh bahan pembantu ini. Hal ini terjadi Trimethobenzamide
karena bahan pembantu yang digunakan dalam obat jadi jarang
C — Physically compatible
dicantumkan pada etiket obat jadi (hanya diketahui oleh
N — Not physically compatible
produsen saja). Akibatnya di luar pengetahuan dokter yang X — Conflicting reports; not documented, concentration—dependent
akan menggunakan obat, khususnya pada waktu dicampur different manufacturers, etc.
dengan obat lain mungkin timbul kelainan-kelainan yang tidak
Note :Compatibility may depend on order of mixing, relative con-
diinginkan. Kiranya untuk ini dapat diberikan sebuah contoh
centrations, speed of mixing, or agitation of solution.
kasus yang pernah terjadi.
Propyl gallate (derivat phenol) merupakan bahan pembantu Sumber : Hospital Formulary / April 1979.
yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Bahan ini sering
ditambahkan ke dalam preparat-preparat yang mengandung Kesimpulan dan saran
bahan berkhasiat yang mudah teroksidasi, misalnya preparat Kasus kelainan obat banyak ditimbulkan karena masalah
oxitetrasiklin injeksi dll. inkompatibilitas obat. Mengingat cukup banyak pengobatan
Bila preparat ini dicampur dengan preparat lain yang secara parenteral yang dilakukan dengan mengkombinasikan
mengandung zat besi, maka akan terjadi reaksi kimia yaitu obat dengan memakai satu alat suntik, maka di bawah ini
terbentuk senyawa baru (besi-phenolat) dan tergantung dari diberikan saran kepada para tenaga medis untuk mengikuti
kepekatannya dapat berwarna biru sampai biru tua. Karena petunjuk-petunjuk sbb. :
larutan obat suntik semula berwarna kuning (oxitetrasiklin),
1. Bila ingin mencampur obat dalam alat suntik yang sama,
maka larutan akhirnya akan nampak berwarna kehijauan. campurlah segera pada saat akan digunakan saja (paling
Peristiwa di atas bisa terjadi melalui pemakaian satu jarum lama 15 menit sebelumnya).
suntik yang sama untuk pengambilan dua jenis preparat secara 2. Jika terlihat perubahan-perubahan fisika (endapan, per-
beruntun. ubahan warna, berbusa, terbentuk kristal dll) janganlah
digunakan.
3. Catatlah kejadiannya dan beritahukan kepada produsen
Tabel inkompatibilitas obat (dapat melalui distributor, kantor cabang setempat atau
medical representative) mengenai adanya problem inkom-
Harus diakui bahwa informasi mengenai masalah inkompa-
patibilitas. Janganlah lupa menyebutkan obat-obat apa
tibilitas obat terutama inkompatibilitas fisika dan kimia masih
yang dikombinasikan.
sangat jarang. Akibatnya akan sukar menentukan saran-saran
4. Dalam keadaan ragu-ragu sebaiknya jangan mencampur
apa yang dapat diberikan untuk pemakaian obat dalam kombi-
obat dalam alat suntik yang sama.
nasi.
Di bawah ini adalah tabel mengenai inkompatibilitas fisika Daftar Kepustakaan dapat diminta pada redaksi CDK
dari obat-obat yang disusun dua-arah. atau pada penulis.

34 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Penggunaan Beta-Blocker pada Tirotoksikosis
dr John M.F. Adam
Sub - Bagian Endokrin - Metabolik
Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Ilmu-Ilmu Kedokteran
Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang

PENDAHULUAN Pemberian propranolol diikuti oleh penurunan kadar T3 serta


Meskipun gambaran klinik tirotoksikosis menyerupai efek kenaikan kadar r T3 (reverse triiodothyronine) sehingga diduga
pelepasan katekolamin yang berlebihan, hubungan antara bahwa propranolol merubah perobahan dari T4 ke r T3 yang
hormon tiroid dan susunan saraf simpatis masih tetap kabur. tidak mempunyai efek hormonal bukan ke T3.
Dua hipotesa diajukan untuk menerangkan hubungan tersebut Efek beta-blocker terhadap tirotoksikosis kebanyakan
di atas yaitu keaktifan susunan saraf simpatis yang berlebihan dilukiskan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan pe-
atau kepekaan terhadap katekolamin yang meningkat. Sampai makaian propranolol. Oleh karena itu yang akan disebut disini
saat ini tidak terdapat bukti-bukti tentang keaktifan medulla sebagai efek beta-blocker tidak lain dart sifat kerja dari propra-
adrenal yang berlebihan. Tidak pula dapat dibuktikan adanya nolol. Pengaruh kerja dapat dibagi atas :
penambahan reseptor beta adrenergik pada binatang per- I. Pengaruh terhadap keluhan penderita.
cobaan. Perasaan membaik dilaporkan oleh beberapa peneliti yang
Terlepas dari hubungan tirotoksikosis & susunan saraf telah mempergunakan pengobatan tunggal propranolol pada
simpatis yang masih kabur, tidak dapat disangkal lagi bahwa tirotoksikosis. Selain itu palpitasi, keringat berlebihan serta
blocking pada susunan saraf simpatis dapat mengurangi keluh- kegerahan terhadap panas juga berkurang (3,4).
an maupun gejala klinik tirotoksikosis. Beberapa obat yang
bersifat anti-adrenergik telah lama dipakai sebagai pengobatan II. Pengaruh terhadap gejala-gejala.
tambahan pada tirotoksikosis seperti guanetidine, reserpin dan • Frekuensi jantung. — Propranolol sangat mengurangi
methyldopa. Waldheim (1) menambahkan reserpin pada peng- frekuensi jantung baik pada saat istirahat maupun pada kegiat-
obatan klasik krisis tirotoksik ternyata dapat menurunkan an (3 — 5). Bahkan oleh beberapa peneliti dilaporkan beberapa
angka kematian. kasus atrium fibrilasi yang kembali ke irama sinus. Disamping
Pronethol merupakan beta-blocker pertama yang dipakai mempengaruhi frekuensi dan irama, propranolol juga mengu-
pada tirotoksikosis pada tahun 1964. Walaupun dapat me- rangi kontraksi miokard dan cardiac output.
nurunkan frekuensi denyutan jantung, tetapi hasil yang dicapai • Gejala-gejala mata. — Oleh beberapa peneliti dilaporkan
tidak memuaskan. Setahun kemudian propranolol mulai beberapa kasus dimana baik lid retraction maupun lid lag
dipakai dan ternyata dapat menurunkan frekuensi jantung dapat diperbaiki.
secara meyakinkan. Sejak itu semakin banyak penelitian
• Achilles tendon reflex diperpanjang sedang tremor
tentang efek beta blocker terhadap berbagai keadaan tirotoksi-
berkurang.
kosis.
Terlepas dari hal-hal yang menguntungkan yang telah disebut
Berbagai macam beta-blocker telah dicoba untuk menilai diatas, perlu selalu diingat akan kontraindikasi dari beta-
hasil dan efek samping obat-obat ini. Sampai saat ini hanya 2
blocker itu sendiri. Selain itu data-data laboratorium menun-
jenis yang diakui mempunyai efek kerja yang baik yaitu
jukkan bahwa selama pemakaian beta-blocker tes faal tiroid
propranolol dan sotalol. Beta blocker lainnya seperti oxpre-
seperti BMR, PBI bahkan Iodine uptake tidak mengalami
nolol, practolol, pindolol yang mengandung intrinsic sympa-
perubahan; ini memberikan keuntungan tersendiri yaitu obat-
thomimethic activity (ISA) ternyata tidak seefektif seperti
obat tersebut sudah dapat dipakai bersamaan dengan dimulai-
propranolol (2). nya tes faal tiroid.
EFEK BETA—BLOCKER PADA TIROTOKSIKOSIS
Mekanisme yang tepat bekerjanya beta-blocker terhadap INDIKASI BETA—BLOCKER PADA TIROTOKSIKOSIS.
hormon tiroid belum jelas. Walaupun demikian sudah dapat Pada beberapa keadaan memang propranolol memberikan
dipastikan bahwa beta blocker tidak bekerja sentral terhadap keuntungan yang meyakinkan, pada beberapa keadaan lain
kelenjar tiroid seperti antitiroid misalnya propiltiourasil (PTU) walaupun hasil percobaan klinik memberikan nilai positif
dan yodium. Beberapa peneliti antara lain Roszkowska mem- agaknya masih perlu penelitian-penelitian yang lebih banyak
buktikan bahwa propranolol mengurangi/menghambat per- lagi untuk membuktikan sebagai suatu indikasi. Oleh karena
obahan-dari T4 menjadi T3 di perifer. itu penggunaan beta-blocker pada tirotoksikosis masih perlu

Cermin Dunia Kedokteran No. 23. 1981 35


dibedakan antara indikasi dan kemungkinan penggunaan pada menekan pembentukan hormon tiroid sampai terjadinya
keadaan tertentu. remisi sendiri.
Walaupun bukan pilihan yang tepat beberapa peneliti telah
1. Krisis tirotoksik.— Krisis tirotoksik merupakan suatu
mencoba pemakaian propranolol saja pada penderita-penderita
keadaan darurat medik yang memerlukan pengenalan dini dan
tirotoksikosis, dengan catatan penderita-penderita yang dipilih
pengelolaan intensif untuk menyelamatkan jiwa penderita.
adalah penderita-penderita tirotoksikosis yang ringan, tanpa
Selain tanda-tanda tirotoksik, krisis tirotoksik biasanya disertai
penyulit. Mc. Larty dick (4) mengobati 28 penderita hanya
dengan takhikardi hebat, panas tinggi dan gejala-gejala ganggu-
dengan propranolol saja dengan hasil 21 penderita atau 75%
an susunan saraf pusat. Pengobatan klasik terdiri atas PTU
mendapat perbaikan klinik setelah pengobatan selama kurang
dosis tinggi, yodium intravena, hidrokortison serta beberapa
lebih 8 bulan. Mazzaferri (10) pada pengamatan 8 kasus
pengobatan suportif lainnya.
dengan obat tunggal propranolol selama 8 bulan mendapatkan
Sejak propranolol dipergunakan pada krisis tirotoksik, eutiroid pada 2 kasus sedangkan sisanya terdapat perbaikan
banyak perbaikan dicapai dalam pengelolaan keadaan tersebut klinik walaupun tidak mencapai keadaan eutiroid.
sehingga saat ini propranolol merupakan salah satu pengobatan Masih banyak laporan-laporan pengobatan tunggal yang
terpilih pada krisis tirotoksik. Pada keadaan yang sangat gawat telah dilaporkan, meskipun demikian selain keterbatasan pada
propranolol dapat diberikan secara intravena perlahan-lahan kasus-kasus ringan saja pengobatan demikian belum dapat
yaitu 1 mg/menit dengan catatan sekali pemberian tidak me- dianggap sebagai salah satu indikasi.
lebihi 5 mg (6, 7). Selanjutnya dapat diteruskan dengan dosis
oral antara 20 — 100 mg, tiap 6 jam. 7.Tirotoksikosis dengan kehamilan.— Penderita-penderita
tirotoksikosis dengan kehamilan selalu merupakan problema
2. Sebagai pengobatan tambahan pada tirotoksikosis.— pengobatan. Antitiroid seperti PTU dapat menembus plasenta
Dengan pengobatan PTU pada tirotoksikosis keadaan eutiroid sehingga kemungkinan gondok pada janin ataupun tirotoksi-
biasanya baru dicapai setelah 2 — 4 minggu. Oleh sebab itu kosis neonatal bisa saja terjadi. Oleh karena itu beberapa
bila gejala-gejala agak berat, keluhan-keluhan/gejala-gejala peneliti telah mencoba proranolol pada tirotoksikosis dengan
dapat dikurangi dengan memberikan propranolol antara kehamilan sebagai pengganti antitiroid, dengan anggapan
20 — 40 mg/8 jam. Setelah 4 minggu dimana keadaan eutiroid bahwa obat ini walaupun melalui plasenta tetapi tidak mem-
dicapai maka propranolol dapat dihentikan. berikan penyulit berat. Bulloch (11) misalnya telah mencoba
3. Sebagai pengobatan tambahan pada pengobatan dengan pada 2 penderita dengan hasil yang baik. Tentunya masih
yodium radio-aktif.— Sama halnya dengan pengobatan PTU, memerlukan percobaan klinik yang lebih banyak untuk meng-
juga pada pengobatan dengan radioaktif yodium keadaan kaji hasil pengobatan ini.
eutiroid membutuhkan waktu yaitu biasanya setelah 4 minggu.
Sambil menunggu waktu tersebut biasanya propranolol diberi- RINGKASAN
kan sebagai pengobatan tambahan menunggu keadaan eutiroid. Meskipun hubungan beta-blocker dan kerja hormon belum
jelas, penggunaan propranolol pada beberapa keadaan tirotok-
4. Pengobatan selama menunggu tes diagnostik.— Prosedur
sikosis telah terbukti memberikan hasil yang menggembirakan.
diagnostik pada penyakit tiroid biasanya membutuhkan Pada krisis tirotoksik propranolol merupakan salah satu obat
waktu, sedangkan propranolol seperti diketahui tidak meng-
terpilih disamping PTU, yodium pekat dan hidrokortison.
ganggu faal tiroid. Oleh karena itu sambil menunggu hasil tes
Sebagai pengobatan tambahan untuk mempercepat membebas-
tidak ada salahnya pada penderita-penderita tirotoksikosis
kan penderita dari gejala-gejala, propranolol merupakan
sudah dimulai propranolol.
indikasi dipakai bersamaan dengan PTU ataupun yodium
5. Sebagai pengobatan prabedah tiroid.— Pemberian radioaktif bahkan sebagai pengobatan pendahuluan pada
propranolol sebagai persiapan prabedah tiroid pada penderita penderita-penderita yang masih melakukan tes diagnostik.
tirotoksikosis telah dimulai sejak tahun 1968. Mitchie (8) me- Sebagai persiapan prabedah penderita tirotoksikosis, peng-
lakukan percobaan klinik dengan membandingkan penderita- obatan tunggal dan tirotoksikosis dengan kehamilan telah
penderita yang disiapkan prabedah dengan carbimazole- dilaporkan dengan hasil yang baik.
yodium, yodium-propranolol dan propranolol tunggal. Didapat
kesan bahwa pada kelompok yang diberikan propranolol KEPUSTAKAAN
(dengan/tanpa yodium) terdapat keuntungan tersendiri yaitu :
1. Waldstein SS, Slodki SJ, Kaganiek GI, Bronsky. A clinical study of
— waktu persiapan prabedah maupun waktu pasca bedah thyroid storm. Ann. Intern. Med. 1960; 52 : 626—641.
ternyata lebih pendek. 2. Frishman WH. Clinical pharmacology of the beta-adrenoreceptor
— tindakan pembedahan terasa lebih mudah. blocking drungs. Appleton—Century Grofts, New York, 1980;
— penyulit pasca bedah sangat jarang. 47—48.
3. Shanks RG, Lowe DC, Hadden DR, Mc Devitt DG. Montgomery
Propranolol sudah harus diberikan selama 25 hari sebelum
DAD : Controlledtrial of propranolol in thyrotoxicosis. Lancet I :
tindakan bedah dan diteruskan sampai 10 hari pasca bedah 1969; 993—994.
dosis 40 mg setiap 6 jam (9). 4.Mc. Larty DG, Brownlie BEW : Alaexander WD, Papa-petron PD,
6. Pengobatan tunggal tirotoksikosis.— Penderita-penderita Hoton P. Remission of thyrotoxicosis during treatment with propra-
nolol. Br Med J, 1973; 2 : 332—334.
tirotoksikosis yang mendapat pengobatan klasik antitiroid 5.Grossmann W, Robin NI, Johnson LW, et al. The enhanced Myocar-
seperti PTU kira-kira 30% akan mengalami relaps. Oleh karena dial Contratility of thyrotoxicosis. Role of the Beta Adrenergic-
itu beberapa peneliti menganggap bahwa antitiroid hanya Receptor. Ann Inter Med, 1971; 74 : 875-879.

36 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


6.Mackin JF, Canary JJ : Thyroid storm and its managements. N 9.Cheah JS. Use of beta-blockers in hyperthyroidism. Medicla Pro-
Rngl Med, 1974; 291: 1393—1397. gress. 1978; Juli 13—19.
7.McDevitt DC. Propranolol in the treatment of thyrotoxicosis; a 10.Mazzaferri EL, Reynolds JC; Young RL; Thomas CN. Propranolol
review Post graduate Med J, 1976; 52, 157—161. as primary therapy for thyrotoxicosis Arch Intern Med,1976;
8.Mitche W, Hamer—Hodges DW, Pegg Gas, Orr Fgg, Brewsher PD. 136 : 50—56.
Beta blokade and partial thyroidectomy for thyrotoxicosis. Lancet 11. Bullock JL, Harris RE. Treatment of thyrotoxicosis during preg-
1,1974; 1009—1011. nancy with propranolol. Am J Obstet Gynecol, 1975; 2 : 242—245.

menghapuskan keragu-raguan hadirin, apakah mereka


diharapkan tertawa atau tidak. Jangan menceritakan
Humor & Komunikasi lelucon setengah-setengah.
Harus diingat bahwa humor itu harus relevan dengan
"Humor adalah lubrikan sosial," kata Robert Orben. pembicaraan anda. Anda bukan pelawak yang bertugas
Suatu lelucon yang diceritakan pada saat yang tepat membuat orang lain tertawa. Tujuan anda ialah agar
dapat sangat bermanfaat untuk membuka pembicaraan hadirin memperhatikan titik-titik yang ingin anda tekan-
dengan seorang kolega. Dalam pertemuan-pertemuan, kan.
humor dapat merupakan alat yang bermanfaat sekali. Lelucon atau situasi yang lucu sebaiknya dimuncul-
Humor menunjukkan bahwa anda ingin bersahabat, kan secara alamiah atau spontan dalam konteks pidato
bahwa anda ingin santai dan tidak terlalu formal, dan atau pembicaraan tsb. Jangan mengatakan, "Saya ingat
bahwa anda enak diajak bergaul. Bagi anda sendiri, tentu suatu lelucon. . . ." Contoh-contoh dan ilustrasi me-
anda pernah merasakan bagaimana suatu lelucon me- rupakan tempat yang baik untuk menyelipkan lelucon.
ngurangi stress anda.

UNSUR—UNSUR DALAM HUMOR.— Ahli-ahli filsafat YANG HARUS DIPERHATIKAN.


telah berabad-abad mencoba mencari esensi humor : • Gunakan humor untuk mengatasi situasi sulit. Misal-
mengapa kita tertawa, apa yang kita tertawai ? Salah nya listrik padam, anda dapat bilang, "Tolong beritahu
satu teori yang populer menyatakan humor adalah agresi PLN saya sudah bayar rekening . . ." Orben menganjur-
yang terkendali. Tetapi agresi dalam humor itu selalu ada kan kita mengingat/menghafalkan beberapa kalimat
batasnya. Bila seseorang benar-benar sedang dilanda semacam itu. Dengan menggunakannya pada saat yang
kesusahan atau keadaannya memilukan, rasa simpati kita tepat, anda dapat menguasai situasi.
akan menghambat gelak tawa. Emosi yang hebat tidak
serasi dengan humor. Untuk dapat menikmati humor, • Beri kesempatan. Orang yang kurang yakin pada diri
kita harus dapat melihat situasi itu dari "jarak " yang sendiri sering tak berani menunggu hadirin tertawa
cukup jauh. setelah menceritakan lelucon. Bila anda tidak memberi
Kemanusiaan adalah elemen lain yang penting dalam kesempatan hadirin untuk tertawa, pasti lelucon itu akan
humor. Kita hanya menertawai hal-hal yang berhubung- gagal. Bila hadirin tertawa, anda boleh tersenyum,
an dengan manusia. Pemandangan alam mungkin indah tapi sebaiknya jangan menertawai lelucon anda sendiri.
sekali, tapi ia tak mungkin dengan sendirinya menimbul- • Beri tanda pada hadirin. Anda harus memberi isyarat
kan rasa humor. Kita menertawai benda-benda atau pada hadirin bahwa anda bermaksud melucu. Bila anda
binatang sejauh mereka itu kita kaitkan dengan manusia. menceritakan cerita lucu dan muka anda cemberut,
Teori lain menyatakan humor adalah reaksi terhadap hadirin akan bingung. Beri isyarat dengan ekspresi muka
konflik. Itulah sebabnya seks banyak dipakai dalam atau perubahan nada suara anda.
lawakan. Seks memang sering merupakan sumber konflik. • Jangan menghina/merendahkan orang lain. Ceritakan
Unsur lain di dalam humor ialah rasa heran/suprise. hal-hal yang lucu mengenai diri anda sendiri kalau mau,
Hal-hal yang tidak disangka-sangka menyebabkan ke- tapi jangan merendahkan orang lain. Lelucon anda akan
tegangan psikik untuk sejenak. Setelah sadar bahwa berubah menjadi agresivitas terang-terangan.
situasi itu tidak merugikan, ketegangan itu dilepaskan
• Biarkan mereka meminta lagi. Misalkan anda berhasil
dalam bentuk tertawa.
menceritakan situasi yang lucu dan hadirin gemuruh
HUMOR DALAM PIDATO. Bila anda diminta meng- tertawa, itulah saat yang tepat untuk mengakhiri pem-
ucapkan pidato atau membawakan naskah dalam se- bicaraan/pidato anda atau meneruskannya ke bagian
minar-seminar, humor dapat sangat berguna. Kata lain. Jangan berusaha langsung melucu lagi.
Orben, "Humor dapat menekankan hal-hal yang ingin • Bila anda tidak yakin, jangan ceritakan lelucon itu.
kita tekankan, menggambarkan permasalahan, me-
• Usahakan sesingkat-singkatnya. Menambahkan detail-
manusiawikan si pembicara, membangun rapport
detail dan keterangan-keterangan dalam lelucon sering
(hubungan batin) dengan si pendengar, menguasai
mengurangi sifat humornya. Biarkan si pendengar
hadirin, dan mengendurkan situasi yang tegang." la
berpikir sendiri.
menganjurkan, bila anda ingin menceritakan cerita lucu
Executive's Personal Development Letter, May '81.
pada awal pidato, ceritakanlah dengan lengkap. Ini dapat

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 37


Malaria Tropica dengan Penyulit
"Blackwater Fever"
dr Djinawi NK, dr Tantular K, dr Hosea Buditjahjono
Bagian Mikrobiologi & Parasitologi Fakultas Kedokteran
Universitas Airlangga, Surabaya.

PENDAHULUAN dalam eritrosit. Pada eritrosit yang normal jumlah glukosa


yang dimetabolisir melalui shunt tersebut meningkat sampai
Infeksi dengan Plasmodium falciparum yang berat, masih
sepuluh kali bila sel darah merah terkena pengaruh oksidansia,
banyak ditemukan di Irian Jaya dan daerah-daerah endemis
misalnya yang berasal dari obat-obatan. Sebagai hasil, akan
lain misalnya Kalimantan dan Timor Timur. Pada infeksi
terbentuk nicotinamide-adenine-dinucleotide-phosphate (NA-
dengan Plasmodium falciparum dapat terjadi beberapa penyu-
DPH) dan GSH (Reduced glutathione) dan ini membantu me-
lit yang berat, misalnya malaria serebral, demam kencing
nanggulangi tekanan akibat oksidansia tadi. Zat-zat oksidansia
hitam (blackwater fever) dan lain-lain (1—3). Di daerah-daerah
ini dapat mengaktifkan gugusan —SH pada protein membran
di mana malaria terjadi secara sporadis, penduduk mendapat-
dan protein di dalam sel sehingga akan terbentuk methemo-
kan sedikit sekali imunitas sebagai akibat dari exposure se-
globulin dan degradasi dari hemoglobin dan terbentuk Heinz-
belumnya, dan infeksi yang akut dapat terjadi pada orang
bodies.
dewasa maupun anak (4).
Lamanya hidup eritrosit dengan defisiensi G—6—PD sangat
Berikut ini merupakan laporan sebuah kasus malaria tropika
diperpendek apabila terkena pengaruh oksidansia, misalnya
dengan penyulit blackwater fever yang terjadi pada seorang
primakuin, kina, asam asetilsalisilat, fenasetin, nitrofuran,
pria dengan defisiensi enzim G—6—PD pada sel darah merah-
sulfonamid, kinidin, probenesid, para-amino salicylic acid
nya.
(PAS), vitamin K dan lain-lain (5). Lagi pula infeksi atau
Kasus.— Seorang pria umur 45 tahun bekerja sebagai penerbang asidosis dapat merangsang terjadinya hemolisis tanpa adanya
(pilot) datang dengan febris yang tinggi. Keluhan : nyeri pinggang yang pengaruh obat.
sangat hebat, sakit kepala yang hebat, kencing merah coklat. Anam- Penderita beberapa kelainan sel darah merah misalnya
nesa : Setahun yang lalu penderita mengalami serangan febris dengan
"chills" yang sama dengan yang dialaminya sekrang, dan telah diberi defisiensi G—6—PD, HbE, HbS umumnya sukar dihinggapi
Klorokuin yang dilanjutkan untuk pencegahan sampai sekarang. plasmodium malaria (1, 5). Pada defisiensi G—6—PD dikenal
Kira-kira 2 minggu sebelum serangan kali ini, penderita bertugas ke 3 type (5) : Homozygote XX , Heterozygote XX , dan Hemizy-
Kalimantan Timur dan tinggal disana selama beberapa hari. Sebelum ini gote XY.
penderita tidak pernah mengalami kencing merah coklat. Pada homozygote dan hemizygote, eritrosit sukar dapat
Pada pemeriksaan ditemukan : febris 40° C. Kesadaran menurun
(delirium). Tensi 130/80. Cor Pulmo tak ada kelainan. Abdomen : dihinggapi plasmodium malaria, karena seluruh eritrositnya
Hepar/Lien tak jelas teraba. Penderita kelihatan anemis. kekurangan G—6—PD. Akan tetapi bila sampai dihinggapi
Pemeriksaan laboratorium : hemoglobinuria ( ++ ) Hapusan darah : plasmodium malaria, maka eritrosit yang tidak dihinggapi
bentuk cincin Plasmodium falciparum ( + + ). plasmodium pun akan mengalami hemolisis juga dan ini bisa
Diagnosa : malaria tropika dengan penyulit blackwater fever. berakibat fatal.
Terapi : Fansidar dosis tunggal 3 tablet. Tidak diberikan infus, Pada heterozygote kemungkinan untuk dapat dihinggapi
tetapi dilakukan observasi ketat terhadap perkembangan penderita
plasmodium sama besarnya dengan pada orang normal. Sebab
selanjutnya.
Hasil terapi : febris menurun menjadi normal (37°C) 5 hari sesudah pada heterozygote sebagian dari eritrositnya (50 %) normal dan
pengobatan. Hemoglobinuria negatif 3 hari sesudah pengobatan. Nyeri sebagian lagi memang mengalami deksiensi G—6—PD. Dalam
pinggang hilang sama sekali bersamaan dengan menjadi negatifnya hal seorang heterozygote terserang plasmodium malaria, maka
hemoglobinuria. yang dihinggapi plasmodium malaria hanya eritrosit yang
Tujuh hari sesudah pengobatan, dikerjakan pemeriksaan laborato- normal saja, sedangkan yang defisiensi G—6—PD bebas plas-
rium lagi dan kali ini pemeriksaan meliputi faal hepar, faal ginjal,
G-6—PD. Ternyata faal hepar dan faal ginjal tidak menunjukkan ke- modium.
lainan yang berarti. Namun demikian kita harus berhati-hati dalam memberi
Pemeriksaan enzim G—6—PD menunjukkan bahwa penderita ini terapi anti-malaria karena obat-obat antimalaria pada eritrosit
mengalami defisiensi enzim tersebut di dalam eritrositnya. (kurang dari yang defisiensi G—6—PD dapat menyebabkan hemolisis dengan
70 mU /109 eritrosit). segala akibatnya. Menurut penelitian L.K.Kho dan T.Himawan
(6) defisiensi G—6—PD memegang peranan penting sebagai
PEMBAHASAN penyebab hemolisis akut, sedangkan obat dan infeksi hanya
Enzim G—6—PD diperlukan pada hexose-monophosphate merupakan faktor pencetus utama untuk terjadinya hemolisis
shunt pathway yang merupakan 10% dari metabolisme glukosa akut.

38 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Menurut penulis lain hemolisis mungkin disebabkan karena bentuk autoantibodi yang akan bereaksi dengan antigen ter-
perubahan kimia pada eritrosit yang dengan adanya parasit sebut. Reaksi antigen-antibodi ini dengan adanya komplemen
menyebabkan terbentuknya autoantigen (1) sehingga ter- dapat menyebabkan lisis dari eritrosit yang "sensitized " .

KEPUSTAKAAN

1.Nauck, EG . – Lehrbuch der Tropenkrankheiten 3, auflage Georg 4.Cohen S, Sadun E. Immunology of Parasitic infections . Blackwell
Thieme Verlang, Stuttgart, 1967; 471 pp. Scientific Publications, Oxford, 1967; 498 pp.
2.Brown, HW : – Basic Clinical Prasitology 3rd Ed. Appleton-Century 5.Beeson PB, Mc Dermott W. Textbook of Medicine. 14th Ed. W.B.
Crofts, New York, 1969; 345 pp. Saunders Co. Phil. 1975; 1892 pp.
3. Faust, EC, Russel PF. Craig and Faust's Clinical Parasitology, 7th 6.Kho LK, Himawan T. Beberapa masalah penyakit darah di Indone-
Ed. Lea Febiger, Phil., 1964; 1099 pp. sia. Cermin Dunia Kedokteran 1980; 18 : 25–29.

Tahukah anda ... ?

SATUAN UKURAN Tabel satuan Inggris dan U.S.A.


UKURAN PANJANG
Sesuai dengan meter
Satuan Simbol
Inggris U.S.A.
Tabel satuan meter
mile 2,539998 x 10 -5
-2 2,540005 x 10-5
Satuan Simbol Sesuai dengan meter inch in 2,539998 x 10 2,540005 x 10-2
foot ft. 3,047997 x 10 -1 3,048006 x 10 -1
-12
mikromikron uu 1 x 10-10 yard yd. 9,143992 x 10 -1 9,144018 x 10 -1
ängstrom A° 1 x 10 rod rd. 5,02919 5,02921
milimikron mu 1 x 10-9 mile (statute = mi. 1,609341 x 10 3 1,609347 x 10 3
nanometer nm 1 x 10 -9 mil daratan)
mikron um 1 x 10 -6 mile (nautical= n.mi. 1,853181 x 10 3 1,85329 x 10 3
milimeter mm 1 x 10 -3 mil lautan)
sentimeter cm 1 x 10 -2
desimeter dm 1 x 10 1
meter m 1
dekameter dam 10 1
hektometer hm 102 1 yard = 3 feet 1 foot = 1/3 yard 1 inch = 1/12 foot
kilometer km 103 36 inches 12 inches 1/36 yard
0,9144 m 30,48 cm 2,54 cm

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 39


Stress dan Reaksi Psikologik
dr. A. Tanumihardja
Rumah Sakit Jiwa Ujung Pandang.

PENDAHULUAN perbuatan zinah akan dicela, bahkan akan dihukum oleh


Hidup ini akan menjadi sederhana sekali andaikata semua masyarakat. Hukuman dapat berupa : tidak dihormati lagi,
kebutuhan-kebutuhan kita dapat dipenuhi dengan memuaskan, dipecat dari tempat tugas, dipenjarakan atau dibunuh. (Dalam
tanpa rintangan-rintangan atau hambatan-hambatan. Akan masyarakat yang masih primitif).
tetapi kenyataan tidaklah demikian halnya, hidup ini penuh Contoh-contoh lain dari faktor external ialah : peperangan,
dengan tantangan-tantangan. Dalam usaha untuk mencapai resesi ekonomi, kompetisi yang berlebihan, kekacauan rasial,
cita-cita, tidak jarang kita mengalami kesulitan-kesulitan yang intoleransi agama, perubahan sosial yang cepat dan keadaan
tidak sedikit menghabiskan tenaga dan waktu kita. Disamping sosial yang tidak menentu.
itu, kesulitan-kesulitan ini seringkali juga membuat manusia (b) Frustrasi yang timbul karena faktor dari dalam tubuh
berada dalam keadaan stress. kita sendiri (internal factor) : Pembatasan pribadi (personal
Stress menurut pengertian sehari-hari ialah tekanan batin, limitation) dalam bentuk handicap fisik, ketidakmampuan
akan tetapi menurut Coleman, stress itu sebenarnya adalah fisik dapat merupakan sumber kekecewaan. Keadaan lelah
problema-problema penyesuaian. dan berpenyakit, membuat individu tidak sanggup bekerja
Stress itu dapat berupa stress biologik dan stress psikologik. sehingga menimbulkan frustasi.
Kuman-kuman penyakit dapat menimbulkan stress biologik
yang melibatkan sistem pertahanan tubuh kita; sistem per- 2. Konflik : Kerapkali stress tidak timbul dari suatu ham-
tahanan seluler maupun humoral. Rasa bersalah atau rasa batan tunggal, akan tetapi dari suatu konflik antara dua
berdosa dapat merupakan sumber dari stress psikologik pada keinginan yang bertentangan satu dengan yang lain. Mengabul-
mana ego defence mechanism terlibat. Yang akan dibicarakan kan salah satu keinginan diantaranya berarti harus mengecewa-
di bawah ini ialah stress psikologik. kan keinginan yang lain. Misalnya, pernikahan yang dini
sering membuat seseorang harus berhenti sekolah karena
SUMBER STRESS harus mencari nafkah untuk keluarganya atau harus mengurusi
rumah tangga. Keinginan-keinginan yang bertentangan ini
Stress dapat bersumber pada frustrasi, konflik dan tekanan memainkan peranan yang sangat penting dalam hal timbulnya
(pressure): gangguan jiwa.
1. Frustrasi : Frustrasi dapat timbul apabila niat atau usaha
Konflik dapat dibedakan dalam 3 bentuk, yaitu :
kita terhalang oleh rintangan-rintangan yang menghambat
(a) Approach — avoidance conflict (Konflik pendekatan-peng-
kemajuan kita terhadap sesuatu cita-cita yang hendak dicapai.
hindaran).
Frustrasi itu dapat timbul karena faktor di luar dan di dalam
(b) Double — approach conflict (Konflik pendekatan ganda).
tubuh kita (external & internal factor).
(c) Double — avoidance conflict (Konflik penghindaran ganda).
(a) Frustrasi yang timbul karena faktor di luar tubuh kita :
Dalam hidup kita sehari-hari, terdapat sejumlah hambatan- Pada approach-avoidance conflict, terdapat kecenderungan
hambatan dari lingkungan hidup, baik secara fisik maupun untuk mendekati dan juga untuk menjauhi suatu tujuan yang
secara sosial yang dapat menimbulkan kekecewaan/frustrasi sama. Contoh seorang individu mungkin ingin kawin karena
terhadap tuntutan dan usaha kita. Kelaparan, kemarau, banjir, alasan biologik, sosial dan security. Akan tetapi pada waktu
badai, kebakaran, gempa bumi, kecelakaan dan kematian bersamaan itu, ia mungkin takut akan tanggung jawab yang
orang-orang yang kita sayangi dapat merupakan sumber timbul sebagai akibat perkawinan itu dan takut akan kehilang-
kekecewaan yang asalnya dari lingkungan fisik. an kebebasan pribadi.
Manusia itu dianggap sebagai makhluk sosial yang hidup Pada double-approach conflict, terdapat pertentangan
dalam masyarakat. Masyarakat menghendaki daripadanya antara dua tujuan atau lebih, yang hendak dicapai pada suatu
bahwa ia harus mentaati segala peraturan/ketentuan yang ber- waktu yang sama. Contoh : Konflik antara loyalitas terhadap
laku dalam masyarakat tersebut, baik secara tertulis maupun orang tua dan terhadap isteri/suami.
secara tidak tertulis. Pelanggaran terhadap peraturan/ketentu- Pada double-avoidance conflict, terdapat pertentangan
an tersebut : misalnya pencurian, penjudian, perkelahian dan antara dua tujuan yang kedua-duanya tidak dikehendaki oleh

40 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


bersangkutan, akan tetapi karena satu dan lain hal ia terpaksa 3. Compromise : mengadakan kompromi antara kedua cara
harus memilih satu diantaranya. Contoh : seorang individu tersebut di atas.
harus memilih diantara berperang dengan risiko akan dibunuh Ego Defence Oriented Reaction : Ada beberapa macam ego
dan tidak turut berperang dengan risiko akan dipenjarakan defence oriented reaction a.l. :
karena tidak memenuhi panggilan negara untuk menjalankan
wajib militer. 1. Denial of Reality (escapism, penolakan terhadap kenya-
3. Tekanan (pressure) : Stress tidak saja ditimbulkan oleh taan) :
frustrasi dan konflik, akan tetapi juga oleh tekanan yang me- Disini individu menolak untuk menerima atau menghadapi
nyulitkan perjuangan pencapaian cita-cita kita. Orang tua yang kenyataan yang tidak menyenangkan dengan mengemukakan
berusaha keras untuk menyekolahkan anaknya di perguruan macam-macam alasan. Mungkin sekali escapism ini merupakan
tinggi, mungkin dapat menimbulkan tekanan berat bagi si ego defense mechanism yang paling sederhana dan paling
anak, karena ia harus berusaha untuk tidak mengecewakan primitif. Contoh : Seorang gadis remaja selalu menghindarkan
orang tuanya. Demikian pula halnya dengan seorang manager diri dalam pembicaraan tentang pacar, perkawinan, kebahagia-
perusahaan. Ia mungkin merasakan tekanan yang berat dan an keluarga dsb, karena ia baru saja patah hati.
yang terus menerus menimpa dirinya karena setiap hari kerja 2. Rasionalisasi : ialah usaha untuk memberikan keterangan
bahkan kadang-kadang pada hari Minggu/hari raya, ia harus bahwa sikap atau tingkah laku seseorang itu adalah lebih
mengambil sejumlah keputusan dalam menangani bisnisnya. banyak disebabkan karena hasil pikiran yang logis daripada
Tekanan yang demikian itu memaksa individu untuk berusaha karena keinginannya yang tidak disadari.
lebih keras dan lebih giat, kadang-kadang sampai pada suatu Contoh : Seekor srigala yang kehausan sekali ketika ia melihat
tingkatan yang sangat kurang menyenangkan. Seperti halnya pohon anggur yang sedang berbuah banyak, timbul keinginan
frustrasi, tekanan juga dapat timbul karena faktor di luar dan di untuk mendapatkan anggur tersebut, akan tetapi ia tidak
dalam tubuh kita (inner pressure dan outer demand) : berhasil mencapai pohon anggur tersebut lalu timbul kata-kata
yang menghibur kekecewaannya "Ah, anggur itu asam, tidak
(a) Inner pressure (tekanan dari dalam tubuh) :
enak untuk dimakan !"
Inner pressure menyangkut self idea dan tingkat aspirasi kita.
Kerapkali kita terdorong untuk hidup sampai tingkat yang non 3. Proyeksi : yakni suatu reaksi pembelaan yang mem-
realistis sehingga mewajibkan kita untuk berusaha lebih keras punyai 2 tujuan :
supaya dapat mencapai tingkat hidup yang lebih baik, lebih (a) menyalahkan orang lain atas kelalaian, kekurangan-
tinggi dan lebih sukses. Aspirasi yang demikian ini, sering kekurangan dan kekeliruan-kekeliruan diri sendiri.
membuat individu terus menerus berada dalam keadaan ter- (b) menyalahkan orang lain atas rangsangan-rangsangan,
tekan. keinginan-keinginan dan pikiran-pikiran diri sendiri yang tidak
(b) Outer demand (tuntutan dari luar) : dapat diterima oleh masyarakat.
Banyak tekanan timbul dari tuntutan-tuntutan luar (tuntutan Contoh (a) : Seorang mahasiswa yang tidak lulus ujian, di-
lingkungan). Contoh : orang tua yang mengharapkan terlalu sangka dosen yang sentimen dia sehingga ia tidak diluluskan.
banyak dari anaknya, dapat menimbulkan tekanan pada Seorang pemain tennis yang tidak berhasil menangkap bolanya
anaknya. Isteri yang terlalu materialistis dapat menimbulkan mengamat-amati raketnya seolah-olah raketnyalah yang
tekanan pada suaminya, karena suaminya terpaksa harus menyebabkan ia tidak dapat menangkap bola. Contoh (b) :
berusaha lebih keras supaya dapat memperoleh uang yang Disuatu perusahaan dimana pembukuan masih kacau, uang
lebih banyak demi kepuasan isteri akan materi. masuk berlimpah-limpah, dapat timbul pikiran untuk meng-
ambil sebagian dari uang itu, toh tak akan diketahui mengingat
pembukuannya yang tidak beres itu. Apabila orang mem-
BENTUK—BENTUK REAKSI PSIKOLOGIK punyai gagasan demikian melihat temannya membangun
Reaksi manusia terhadap suatu stress ada 2 macam, (i) rumah baru segera menuduh teman tersebut telah melakukan
Task Oriented Reaction : Apabila manusia merasa sanggup korupsi yang kebenarannya masih diragukan.
mengatasi keadaan stress, maka reaksinya (tindakan) adalah 4. Represi : yakni dengan tidak sadar individu mencegah
tergolong Task Oriented Reaction yang bertujuan terutama jangan sampai keinginan atau pikiran-pikiran yang menyakiti
memenuhi tuntutan-tuntutan keadaan stress, (ii) Ego Defence hatinya atau yang berbahaya masuk kedalam alam pikiran
Oriented Reaction : Apabila harga diri kita terancam oleh yang sadar, kebanyakan bersifat selektif.
keadaan stress maka reaksinya adalah tergolong Ego Defence Contoh : seorang prajurit melihat dengan mata kepala sendiri
Oriented Reaction, yang bertujuan terutama melindungi kita seorang teman akrab mati di ujung bayonet dalam keadaan
dari devaluasi dan membebaskan kita dari kecemasan dan yang sangat mengerikan. Sejak peristiwa itu prajurit tersebut
ketegangan yang tidak menyenangkan. mengalami amnesia, lupa segala peristiwa perang, akan tetapi
Task Oriented Reaction : dengan cara hipnotik atau interview dengan pemberian sodium
Reaksi manusia terhadap suatu stress ada 3 macam : pentothal maka ia akan dapat menceriterakan kembali segala
1. Attack : langsung menghadapinya dengan segala konsek- pengalaman perang yang mengerikan dia.
wensi-konsekwensinya. Pengalaman atau keinginan yang mengalami represi akan
2. Withdrawal : menarik diri dan tidak mau tahu menahu muncul kembali apabila ego sedang tidak bekerja, misalnya
tentang persoalannya dan ancaman-ancaman yang timbul pada waktu tidur berupa mimpi, sewaktu sadar berupa kata-
sebagai akibat daripadanya. kata yang diucapkan sewaktu berkelakar dan sewaktu mabok.

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 41


5. Reaction formation : Kadang-kadang kita melindungi 11. Displacement : Pada displacement, emosi yang ber-
kita sendiri dari keinginan yang berbahaya tidak hanya dengan bahaya dipindahkan pada object atau keadaan yang kurang
represi tapi betul-betul mewujudkan dalam sikap dan tingkah berbahaya atau neutral.
laku yang langsung bertentangan dengan keinginan dan perasa- Contoh : — seorang anak setelah dihajar oleh ibunya, lalu ia
an tadi. memukul adiknya atau merusak mainannya.
Contoh : terlalu banyak protest adalah sama halnya dengan — seorang istri yang amat benci pada suaminya dan ingin
mengakui kesalahan kita sendiri. Terlalu malu-malu terhadap membunuhnya. Ia merasa takut akan keinginan yang ber-
sex adalah reaksi pembelaan terhadap dorongan sex yang kuat. bahaya ini. Ketakutan pada keinginan membunuh ini dipin-
6. Undoing : yakni meniadakan pikiran-pikiran, rangsangan-- dahkan keketakutan pada alat membunuh seperti pisau, pistol
rangsangan atau perbuatan-perbuatan yang tidak baik, seperti atau racun dsb.
seolah-olah individu menghapus kata-kata yang tertulis salah. 12. Acting — Out : ialah mengurangi rasa cemas yang
Contoh : Seorang suami yang tidak setia pada istrinya, mem- timbul karena keinginan yang terlarang, dengan jalan men-
bawakan oleh-oleh untuk istrinya, seolah-olah dengan per- cetuskan keluar perasaan itu.
buatan demikian ia telah meniadakan ketidak-setiaannya. Contoh seorang pegawai merasa dongkol karena dimarahi
Seorang pengusaha yang tidak jujur menyumbangkan banyak atasannya. Perasaan dongkol ini menimbulkan rasa cemas;
uang kepada badan sosial. cemas karena egonya dirongrong orang lain dan cemas akan
7. Regresi : Regresi berarti kembali ketingkatan perkem-
akibatnya apabila ia melawan atasannya. Tidak semua orang
bangan yang terdahulu dengan menggunakan cara-cara yang menggunakan mekanisme pembelaan ini, kecuali mereka yang
kurang matang, dan bertingkah laku yang sifatnya kekanak- tidak dapat menguasai diri dalam bidang tata susila dan tidak
kanakan. mampu melihat kenyataan.
Contoh : Seorang anak sejak adiknya lahir menjadi suka 13. Sublimasi : ialah mengganti keinginan atau tujuan yang
ngompol, berbicara seperti anak yang baru belajar bicara dan terhalang dengan cara-cara yang dapat diterima oleh masyara-
mengisap-isap jempol. kat.
8. Identifikasi : yakni adanya keinginan seseorang untuk Contoh : seorang pemuda yang kehilangan pacarnya menjadi
sedikit banyak menyamai/menyerupai orang yang ia kagumi. seorang pengarang sajak-sajak tentang kasih cinta.
Contoh : seorang anak meniru gerak-gerik ayahnya seperti : 14. Fiksasi : ialah terhentinya tingkatan perkembangan
mengisap rokok, sambil menaruh kakinya diatas meja. emosi anak pada suatu tingkat tertentu yang seharusnya sudah
Seorang pelayan dari keluarga yang amat berkuasa bersikap dilalui. Sebagaimana kita ketahui dalam perjalanan menuju
seperti pemilik rumah apabila ia berhadapan dengan tamu kematangan jiwa terdapat fase-fase dimana anak harus melalui-
yang belum dikenal. nya. Fase-fase ini menyangkut perihal penghidupan seksuil,
9. Introjeksi : Introjeksi ialah suatu bentuk identifikasi cara-cara berfikir, bagaimana menghadapi kesulitan-kesulitan
yang primitif. Pada introjeksi seorang individu memasukkan dan kekecewaan, bagaimana menghadapi kenyataan dan me-
norma-norma luar kedalam susunan ego sehingga ia tidak lagi ngendalikan diri.
diombang-ambingkan oleh ancaman dari luar. Contoh : seorang anak yang berumur 12 tahun bicaranya
Contoh : Seorang anak dalam pertumbuhannya, secara ber- masih seperti yang baru berumur 2 tahun.
angsur-angsur belajar dan menerima aturan-aturan masyarakat,
misalnya : menghormati orang tua, bersopan santun, bertata 15. Simbolisasi (Perlambangan) : ialah penggunaan gagasan
susila dsb. Dikemudian hari ia akan dapat mengontrol tingkah- atau benda secara sadar sebagai ganti dari gagasan atau benda
lakunya dalam rangka internalisasi norma-norma tadi. Dengan yang sebenarnya.
berbuat demikian ia tak akan ditegur atau dimarahi atau dicap Keinginan naluri dapat berupa sebagai simbol (lambang)
sebagai orang yang tidak tahu sopan santun. yang artinya tidak dapat diketahui oleh alam sadar. Simbol ini
adalah merupakan bahasa dari alam yang tak sadar, menam-
10. Kompensasi : Kompensasi ialah reaksi pembelaan pakkan diri dalam bentuk impian atau fantasi-fantasi dan dapat
terhadap perasaan rendah diri yang disebabkan oleh cacat dilihat dalam berbagai upacara atau pikiran yang obsesif.
fisik, kegagalan atau kekecewaan dengan cara menutupi Contoh : seorang prajurit dalam keadaan gelisah selalu mem-
kelemahan-kelemahannya dengan menonjolkan kelebihan- banting tangannya seperti gerakan orang melempar sesuatu.
kelebihannya. Gerakan-gerakan yang diulangi ini semula tidak ada yang
Contoh : Seorang anak yang cacat fisiknya berusaha keras agar mengerti artinya. Dibawah pengaruh hypnotik, prajurit ini
ia dapat menjadi murid yang paling pandai dalam kelasnya. menceriterakan bahwa pada suatu pertempuran malam hari
Seorang gadis yang gagal dalam pacaran lalu berusaha untuk yang seru ia membunuh temannya sendiri dengan senjata
menjadi seorang biarawati yang baik. otomatisnya. Dengan dikejar-kejar oleh perasaan dosa yang
Reaksi kompensasi yang ekstrim : seorang anak yang merasa hebat ia ingin sekali melemparkan senjatanya dan melarikan
rendah diri dan tidak dikenal dikalangan teman-temannya, diri dari keadaan yang mengerikan itu.
kemudian membakar rumah tetangganya dan mencuri barang 16. Dissosiasi : ialah keadaan dimana terdapat 2 atau lebih
orang lain dsb. kepribadian pada diri seorang individu; Kepribadian primer
Perbuatan antisosial ini adalah usaha anak untuk menarik adalah yang asli dan kepribadian sekunder adalah berasal dari
perhatian orang lain tanpa disadarinya. unsur-unsur atau keinginan individu yang terlepas dari kontrol

42 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


kesadaran individu tsb. Kepribadian sekunder ini mempunyai
kesadaran sendiri dan berdiri sendiri, tidak menggantungkan
diri pada kepribadian primer. Kepribadian sekunder ini ter-
bentuk dari material yang telah tertekan kedalam alam tak
Pengalaman
sadar atau yang tidak diakui oleh kepribadian primer, karena
tidak memberi kepuasan.
Contoh : Somnabulism, dimana kepribadian primer tidur, TANDA TANGAN DOKTER KEPALA DINAS
sedangkan yang sekunder bangun dan melakukan tindak- KESEHATAN
tindakan yang kompleks.
Ketika seorang dokter menjadi pejabat Kepala Dinas
17. Konversi : Konversi ialah mentransformasikan konflik
Kesehatan, maka jari jari tangannya tidak begitu akrab lagi
emosional kedalam bentuk gejala-gejala jasmani.
dengan pisau bedah ataupun stetoskop. Ia akan menghabis-
Pengalaman-pengalaman yang tidak dapat disetujui dan ke-
kan sebagian terbesar dari waktunya di Kantor untuk me-
inginan yang tidak dapat diterima semuanya ditekan kedalam
nyelesaikan urusan-urusan administrasi kesehatan, dan
alam tak sadar dan kemudian dapat muncul kembali dalam
ternyata bahwa sebagian dari waktu ini dipakai untuk
bentuk jasmani yang tidak dapat diketahui penderita hubung-
menandatangani surat-surat.
an antara kedua kejadian tersebut.
Contoh : Seorang anak yang menghadapi keadaan dimana Selama 2 bulan berturut-turut di awal tahun 1980,
kedua orang tuanya sering bertengkar/berkelahi, sulit bagi penulis sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kota-
anak ini untuk memihak ke salah satu orang tuanya, karena ia waringin Barat Kalimantan Tengah, telah mengadakan
penelitian sederhana tentang frekuensi goresan tanda-tangan
menyayangi kedua-duanya. Anak ini kemudian mendadak
yang penulis sendiri lakukan di Kantor.
menjadi tuli dan/atau buta. Gejala ini membebaskan anak dari
keharusan untuk memilih diantara kedua orang tuanya. Hasilnya cukup mengesankan :
• Tak pernah seharipun tidak menggoreskan tanda-
SUMMARY : tangan.
Some theories on stress and its related psychological • Jumlah minimal sehari. Rata-rata menjadi 164 goresan
reactions have been discussed. per hari.
The main sources of stress are frustration, conflict and • Dari jumlah itu, untuk keperluan tanda-tangan "rutin"
pressure. (surat-surat keputusan, nota-nota keuangan, daftar gaji
There are two kinds of reactions commonly used by people pegawai) rata-rata 70 kali per hari dengan range antara 3
to cope with the stress situation, i.e. task oriented reaction, sampai 43 kali se hari.
aimed primarily at dealing with the requirment of the stress • Urutan berikutnya adalah urusan-urusan kepegawaian
situation and; and ego defense oriented reaction, aimed pri- (pengangkutan, penempatan, mutasi, cuti dll) rata-rata 32
maritly at protecting ourselves from devalutation and relieving kali per hari dengan range antara 5 sampai 122 kali se hari.
painful tension and anxiety. • Tiap akhir bulan ada tanda-tangan "berkala" misalnya
As most of the psychological reactions work unconsciously, urusan Asuransi Kesehatan (ASKES) dengan rata-rata 126
it is difficult for us to mention which psychological reaction kali tiap akhir bulan.
should be used to cope with a stress. • Selama 2 bulan penelitian ini penulis telah menggores-
The kind of reaction used by the individu to cope with a kan tanda-tangan sejumlah 10.133 kali !
stress situation depends greatly on the maturity of One's Ditinjau dari segi penggunaan waktu, proses penanda-
personality, education and life experiences. tanganan tidaklah secepat seperti sekedar memberi goresan-
goresan di atas kertas, karena waktu untuk membaca,
KEPUSTAKAAN meneliti dan mempelajari isi surat memakan waktu se-
kurang-kurangnya 20 detik bagi masalah yang sudah 'di-
1.Coleman JC Abnormal Psychology And Modern Life. D B Tarapare- kenal' sebelumnya. Tetapi untuk mempelajari isi surat yang
vole Sons & Co 3 th Ed 1970.
2.Lubis DB. Lingkungan Dan Funksi Ego. "JIWA" 1968; 3/I, 100 — baru ' masuk' , memakan waktu kira-kira 1½ menit.
108. Untuk penandatangani tembusan-tembusan surat, cukup
3. Noyes AP. Modern Clinical Psychiatry. WB Saunders Company, "dilihat" 1 sampai 3 detik.
44th Ed 1954. Duduk 1 sampai 2 jam terus-menerus dalam rangka
4.Page JD. Abnormal Psychology. Kogakusha Company Ltd Japan,
Student's Ed 1947. penanda-tanganan ini, adalah kejadian yang biasa berlaku
tiap-tiap hari kerja di Kantor. Kalau perlu dengan pesan
kepada sekretaris supaya : "Jangan diganggu tamu dulu,
Bapak sedang sibuk ......"
Sekretaris yang terlatih dengan manis boleh menerang-
kan : "Surat Anda sudah di meja Bapak, tetapi belum
"turun" lagi. Coba hubungi lagi minggu depan .................

dr. Toni Sutono

Cermin Dunia Kedokteran No. 23. 1981 43


Ciri-ciri Pendidikan bagi Profesi

Perkembangan pendidikan menjadi ciri sekolah di seluruh Seorang dokter yang melanggar kode etik kedokteran, meneri-
dunia. Tanggung jawab yang baru, penetapan baru tentang ma celaan dari para teman sejawat dan ditertibkan oleh negara,
tujuan pendidikan dan program baru sedang bermunculan pada karena prakteknya salah. Salah satu tanda bahwa suatu pe-
semua tingkat tangga pendidikan itu. kerjaan sedang menjadi suatu profesi ialah suatu gerakan yang
Sepintas lalu kelihatannya seperti perkembangan baru ini tidak terpadu di antara para anggota pekerjaan itu untuk menentu-
mempunyai unsur yang sama dan hanya merupakan perubahan kan dan mempertahankan disiplin kelompok agar menjunjung
pendidikan yang sangat individual lagi tidak berhubungan sama tinggi nilai-nilai etik yang telah dianjurkan oleh kelompok itu.
sekali. Suatu masalah umum di dalam beberapa profesi ialah mem-
Adalah sangat membantu bila dipertimbangkan terlebih dahulu bedakan nilai etik yang luas secara sosial dari pada suatu kode
ciri-ciri pokok suatu profesi dan baru kemudian tugas-tugas etik gadungan yang sebenarnya melibatkan individu dalam
utama yang termasuk dalam merancangkan dan mengadakan kepentingan kelompok sendiri dan bukan dalam kepentingan
suatu program pendidikan. Dengan mengingat kedua faktor umat manusia pada umumnya. Kelihatannya bahwa di dalam
ini, maka unsur-unsur penting dalam suatu pendidikan yang beberapa program pendidikan dokter terdapat kecenderungan
efektif bagi profesi dapat dilihat secara lebih jelas. mengembangkan kode etik yang melibatkan dokter itu dalam
membaktikan dirinya dalam profesi kedokteran dan dalam
SUATU PROFESI BERDASARKAN KODE ETIK minat serta kepentingan dokter, dan bukan dalam perbaikan
Dilihat dari sudut pendidikan yang dibutuhkan terdapat dua kesehatan umat manusia.
buah ciri pokok dalam suatu profesi sejati. Yang pertama Suatu profesi bukanlah suatu serikat buruh. Etik profesional
ialah adanya suatu kode etik yang diakui. Kode etik ini meng- harus di arahkan kepada nilai-nilai sosial yang lebih tinggi dan
ikat para anggota profesi itu pada nilai-nilai sosial tertentu diri bukan kepada pembaktian pada kepentingan kelompok profe-
sendiri. Dalam hal profesi kedokteran umpamanya, kode sional itu sendiri. Namun untuk mencapai tujuan yang mulia
etiknya melibatkan dokter itu dalam penyelamatan hidup dan inilah salah satu masalah yang berat bagi profesi.
perlindungan kesehatan pasien di atas segala pertimbangan
kebendaan dan pribadi.
SUATU PROFESI BERDASARKAN PRINSIP
Suatu kode etik profesional bukan saja mengakui nilai-nilai Ciri yang kedua dari suatu profesi ialah mendasarkan teknik
sosial yang berada di atas kepentingan pribadi, tetapi juga
pelaksanannya pada prinsip-prinsip dan bukan pada cara yang
mengharapkan agar seorang anggotanya secara sungguh-sung- mudah dihafal atau ketrampilan sehari-hari yang sederhana.
guh berbakti kepada nilai-nilai yang lebih tinggi ini. Untuk menjadi suatu profesi, maka suatu pekerjaan harus men-
Selanjutnya , suatu profesi menegakkan suatu bentuk disiplin cakup tugas yang komplex yang dilaksanakan dengan penerap-
kelompok untuk menunjang nilai-nilai ini. an prinsip dan konsep utama secara artistik, dan bukan tindak-
an atau ketrampilan sehari-hari saja. Hal ini merupakan suatu
ciri yang penting.
* Penulis karangan ini adalah Ralph W. Tyler. Ia memperoleh gelar
doktor dari University of Chicago dalam tahun 1927 ........................Lebih Suatu kejuruan yang memerlukan ketrampilan, jelas meliputi
dari setengah abad yang lalu ! beberapa tugas yang agak komplex, akan tetapi para anggota
Ia menulis tulisan ini dalam tahun 1951 .................lebih dari seperempat kejuruan itu sanggup melaksanakan tugas-tugas ini dengan di-
abad yang lalu ! Meskipun demikian kata-katanya tetap merupakan
perolehnya beberapa ketrampilan rutin dan dengan diikutserta-
kenyataan pada hari ini.
Bagi mereka yang berkecimpung dalam merancangkan kurikulum, hal kannya beberapa peraturan yang ditetapkan. Banyak masalah
ini jelas berarti bahwa kesabaran dan ketekunan merupakan acara yang dalam beberapa hal bersifat khas atau unik dihadapi oleh
hariannya. seorang anggota suatu profesi. Untuk memecahkan masalah
** Judul asli : Distinctive attributes of education for the professions, demikian, maka ia harus mempergunakan prinsip-prinsip dasar
dari buku : Educational Handbook for Health Personal, WHO Geneva,
tertentu. Bagaimanapun penerapan prinsip-prinsip ini meng-
1977. Diterjemahkan (dengan ijin WHO Geneva) oleh : dr. WF Maramis.
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Pusat Latihan Staf Pengajar, haruskan suatu analisa masalah tertentu untuk menemukan
Surabaya. aspek khasnya dan mencocokan prinsip-prinsip.

44 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Pencocokan ini merupakan suatu tugas yang artistik, karena TUGAS DALAM PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN
meliputi baik pertimbangan dan imajinasi maupun ketrampilan PROGRAM PENDIDIKAN
individual. Bila kita memindahkan perhatian kita dari ciri-ciri pokok suatu
Suatu kejuruan yang memerlukan ketrampilan saja tidak me- profesi ke tugas-tugas yang termasuk dalam perancangan dan
nuntut pekerjaan intelektual jenis ini. pelaksanaan program pendidikan, maka kita melihat kemung-
kinan untuk membagi tugas ini menjadi empat jenis utama,
Mula-mula ilmu bedah itu bukanlah suatu profesi yang sebenar- yaitu :
nya, tetapi merupakan suatu kejuruan yang memerlukan ke- a. menentukan tujuan ;
trampilan. Beberapa ketrampilan tertentu, seperti menyambung b. memilih pengalaman belajar yang menyokong tujuan;
tulang, diteruskan dari satu generasi ahli bedah ke generasi lain c. mengatur pengalaman belajar agar efek kumulatifnya men-
dan ahli bedah itu sebagian besar belajar sebagai magang jadi setinggi-tingginya;
(cantrik, murid) cara-cara mempraktekkan kejuruannya. d. mengevaluasi keefektifan program pendidikan dalam pen-
Dengan berkembangnya ilmu kedokteran dasar, seperti ilmu capaian tujuannya melalui penilaian kemajuan pendidikan
urai dan ilmu faal maka terbukalah kemungkinan untuk men- para mahasiswa.
dapatkan pemahaman yang lebih fundamental tentang hal-hal
yang berhubungan dengan susunan tulang dan tentang per- Pendidikan itu ialah suatu proses yang 'mengubah' perilaku
kembangan jaringan, sedemikian rupa sehingga seorang ahli pelajar ke arah yang diinginkan. Istilah "perilaku" dipakai
bedah yang mempunyai latar belakang ilmiah yang memadai dalam arti kata luas dan meliputi berfikir, merasa dan ber-
sanggup menyesuaikan cara-cara khasnya dengan keadaan tindak.
khusus yang menyertai suatu kasus tertentu. Bila seorang mahasiswa telah dididik, maka ia telah memper-
Lalu dipecahkannya masalah tiap kasus dalam rangka prinsip olah buah pikiran (idea), kebiasaan, sikap, minat, cara berpikir
dasar dan tidak sekedar mengikuti cara yang mudah dihafal. dan ketrampilan profesional yang tidak ada padanya sebelum
ia ke sekolah; perilakunya telah berubah.
Jikalau seorang anggota profesi apa saja, setiap kali meng- Dari definisi pendidikan ini sudah jelas bahwa tujuan pendidik-
hadapi tugasnya sehari-hari melulu hanya dalam rangka pelak- an itu merupakan pola perilaku yang perkembangannya pada
sanaan rutin, maka untuknya pekerjaan itu bukan lagi merupa- mahasiswa diusahakan oleh sekolah.
kan suatu profesi. Pengetahuan, ketrampilan dan cara berpikir yang diharapkan
akan diperoleh para mahasiswa, merupakan contoh tujuan ini.
Suatu profesi lebih baik menggunakan prinsip-prinsip dasar
Tugas untuk menetapkan tujuan sangatlah penting karena me-
dan tidak bergantung kepada cara yang mudah dihafal, akan
rupakan maksud dan tujuan yang dapat dan harus dipakai
tetapi bukan itu saja, karena sewaktu profesi itu berkembang
sebagai penuntun seluruh program pendidikan itu.
menjadi lebih matang, maka diakuinya bahwa prinsip-prinsip
Satu-satunya dasar yang masuk akal untuk memilih pengala-
yang digunakannya itu harus dipandang dalam suatu hubungan
man belajar dan merangcangkan cara evaluasi ialah dalam
keadaan (kontext) yang makin lama makin luas.
rangka hubungannya dengan tujuan pengajaran.
Dan sesuai dengan ini diakui pula bahwa ilmu pengetahuan
yang dibutuhkan oleh profesi itu harus terus menerus diperluas Tugas pokok kedua dalam pendidikan ialah memilih pengala-
ke isi yang lebih dasar dari pada hanya dibatasi pada ilmu man belajar yang menyokong tujuan itu. Hal ini menimbulkan
pengetahuan terapan nyata. pertanyaan : bagaimanakah manusia memperoleh perubahan
Demikianlah ilmu kedokteran makin lama makin mengakui pola perilaku menjadi yang dikehendaki ini ?
bahwa terdapat sangkutan timbal balik antara umpamanya "Manusia memperolehnya dengan jalan mempraktekkannya "
ilmu gizi, ilmu faal, ilmu urai, biokimia dan ilmu pengetahuan merupakan suatu jawaban yang sederhana tetapi cukup tepat.
pokok lain yang memberi dasar yang lebih luas untuk mema- Akan tetapi mengusahakan agar para mahasiswa mempraktek-
hami suatu keadaan medik khusus seorang pasien tertentu. kan perilaku yang dikehendaki itu sama sekali bukanlah me-
rupakan suatu hal yang mudah.
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa apabila suatu profesi
makin bertambah matang, maka profesi itu tidak hanya me- Seorang mahasiswa memperkembangkan pengertian dengan
ngembangkan anggota yang melaksanakan pekerjaan melalui mengingat kembali buah pikiran, dengan menerangkannya
prinsip-prinsip dan bukan melalui cara-cara yang mudah di- dengan kata-kata sendiri dan dengan menemukan penjelasan
hafal, tetapi pula menganjurkan para anggotanya supaya mem- (ilustrasi) tentang hal itu.
peroleh pengertian tentang prinsip -prinsip ini dalam suatu Ketrampilan dalam cara berpikir diperkembangkan dengan
hubungan keadaan (kontext) yang jauh lebih luas dari pada mempraktekkan pemecahan masalah secara berulang - ulang.
yang diberi oleh pembatasan yang biasa dalam profesi itu. Ketrampilan tangan dan kebiasaan juga diperoleh dengan
praktek.
Saya telah menekankan pada kedua ciri utama suatu profesi,
yaitu perkembangan kode etik dan penggunaan teknik ber- Suatu sikap diperoleh bila mahasiswa berkali-kali melihat suatu
dasarkan prinsip-prinsip, baik karena kedua ciri ini merupakan kejadian setiap kali dari suatu perspektif baru.
perbedaan yang paling penting dalam profesi itu terhadap pe- Minat diperoleh dengan mendapatkan kepuasaan dari pengala-
kerjaan lain, maupun karena membantu kita mengenal bebe- man tertentu sedemikian rupa sehingga pengalaman itu makin
rapa tugas pokok pendidikan profesional. lama makin memuaskan.

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 45


Untuk semua jenis perilaku ini, para mahasiswa memperoleh lam tujuan profesi yang tertinggi, maka untuk hal ini semua
pola perilaku baru dengan mempraktekkannya. diperlukan suatu program pendidikan yang secara sadar meng-
arah kepada beberapa jenis tujuan pokok.
Sebuah fakta muncul dengan jelas dari analisa ini. Si pengajar
Dalam hal pengetahuan dan pengertian, suatu program pen-
tidak dapat belajar untuk si pelajar. Bilamana seorang maha-
didikan profesional harus memperkembangkan di dalam diri
siswa memperkembangkan pengertian atau tidak, bergantung
seorang mahasiswa suatu konsep yang lebih luas dan lebih jelas
kepada apakah yang sedang terjadi di dalam alam pikirannya
tentang peranan sosial profesinya.
dan bukan di dalam alam pikiran pengajarnya.
Dalam hal ini termasuk pengertian fungsi sosial yang dilayani
Merancangkan pengalaman belajar berarti menjelaskan kegiat-
oleh profesi dan bagaimanakah pelbagai fungsi ini berhubung-
an yang dapat memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk
an dengan fungsi masyarakat secara keseluruhan dan dengan
mempraktekkan perilaku yang dinyatakan oleh tujuan itu.
fungsi kelompok spesialisasi utama lain. Termasuk juga suatu
Dengan demikian, merancangkan suatu rangkaian pelajaran ter-
pengertian tentang bermacam-macam jenis hubungan yang ada
tentu akan berarti menyediakan keadaan yang memungkinkan
antara profesi itu dan masyarakat umum serta antara profesi
para mahasiswa itu menghadapi masalah untuk dipecahkan,
itu dan kelompok spesialisasi lain, termasuk segala harapan
agar mereka dapat menambah pengertian dan memperkem-
bangkan pemikiran kritis. yang terdapat pada kelompok-kelompok ini terhadap anggota
Perancangan dapat juga meliputi pemberian tugas yang memer- profesinya.
lukan para mahasiswa mempraktekkan kebiasaan ketrampilan Juga dalam hal pengetahuan dan pengertian, pendidikan pro-
tangan, ketrampilan intelektual dan sebagainya. fesional itu mengarahkan kepada memperkembangkan penger-
Tugas pokok ketiga dalam pendidikan ialah mengatur penga- tian yang mendalam tentang semua orang yang dilayani oleh
laman belajar agar efek kumulatifnya menjadi setinggi-tinggi- profesi itu, termasuk terutama pemahaman tentang motivasi,
nya. perasaan, kebutuhan pribadi dan hal saling berhubungannya
Kita dapat menambah efek kumulatif pengalaman belajar aspek fisik, psikologik, sosial dan emosional perilaku manusia.
dengan dua cara : melalui pengaturan secara bertahap dan Lagi pula, pendidikan profesional itu harus memasukkan ke
melalui integrasi. Bila pengalaman belajar diatur sedemikian dalam tujuaannya perkembangan pengertian diri sendiri pada
rupa sehingga para mahasiswa memulai dengan konsep dan para mahasisiwa.
ketrampilan yang lebih sederhana dan melanjutkan ke penerap- Sudah jelas bahwa pengertian diri sendiri secara sempurna
an yang lebih luas dan dalam, maka hasil belajar itu akan jauh tidak pernah akan diperoleh pada waktu lulus sekolah profe-
lebih besar dari pada dengan suatu pengaturan belajar secara sional, akan tetapi suatu permulaan yang cukup memuaskan
sudah dapat dicapai untuk menyediakan perkembangan se-
sembarangan. Inilah pengaturan secara bertahap. Integrasi me-
lanjutnya sewaktu ia meneruskan riwayat kerja (karir) profe-
liputi hubungan antara apa yang diajarkan di satu bagian pro-
sionalnya.
gram pendidikan dengan apa yang diajarkan di bagian lain.
Dalam hal berpikir atau memecahkan masalah secara efektif,
Pengaturan pengalaman belajar yang efektif meliputi rancang-
maka tujuan pendidikan profesional yang berasal dari penting-
an untuk pentahapan dan untuk integrasi.
nya etik, mancakup kemampuan untuk menghargai masalah .
Tugas pokok keempat dalam pendidikan ialah mengevaluasi etik, kemampuan untuk mengenal prinsip-prinsip etik yang
keefektifan program pendidikan para mahasiswa. dipersoalkan dan kemampuan untuk menyusun rangkaian
Hal ini memerlukan bukti perubahan dalam perilaku maha- tin dakan yang memadai dalam hal prinsip-prinsip etik itu.
siswa selama mereka mengambil bagian dalam program pen-
Dalam hal sikap pendidikan untuk profesi mengarahkan kepa-
didikan. Ini berarti bahwa penilaian dilakukan baik pada
da memperkembangkan loyalitas terhadap kesejahteraan sosial
permulaan rangkaian pelajaran maupun pada waktu mendekati
orang-orang yang dilayani profesi itu, prihatin akan suatu
akhirnya. Hal ini meliputi bukti yang berhubungan dengan
peranan sosial sejati dari pihak profesi, suatu rasa harga diri
semua tujuan penting. Bukti ini akan membantu kita mengenal
tentang bantuan sosial profesinya terhadap pekerjaan sendiri
aspek yang efektif dan aspek yang memerlukan perbaikan dari
dan suatu sikap yang hangat, menerima, tetapi obyektif ter-
pada kurikulum.
hadap kliennya.
Dengan tinjauan singkat tentang ciri-ciri pokok suatu profesi
Ini meliputi memperkembangkan di dalam diri para mahasiswa
dan tugas-tugas pokok dalam merancangkan dan melaksanakan
profesional suatu kematangan emosional yang tinggi sekali
program pendidikan, maka kita akan lebih mudah mengenal
sehingga mereka secara bebas dapat mengungkapkan dan me-
ciri-ciri suatu pendidikan bagi profesi.
nerima komunikasi yang diisi penuh dengan emosi dan pada
waktu yang sama dapat bertindak secara tepat bila timbul
TUJUAN PENDIDIKAN PROFESIONAL masalah baru.
Adanya prinsip-prinsip dan kode etik dalam suatu profesi
menunjukkan kepada beberapa jenis tujuan pendidikan yang Tujuan-tujuan terdahulu, jelas menggambarkan suatu tugas
penting dalam hal mendidik untuk suatu profesi. Memperkem- yang berat untuk pendidikan profesional, tetapi ini belum me-
bangkan seseorang yang akan berpraktek menurut etik dan rupakan semua tujuan yang penting.
yang mempunyai pengertian yang memadai tentang kode etik Keharusan bahwa seorang yang berpraktek profesional bekerja
profesinya, yang menerapkan prinsip-prinsip etik dengan tepat berdasarkan prinsip dan bukan berdasarkan kebiasaan peratur-
pada berbagai keadaan tertentu yang timbul dan yang berbeda- an, menunjukkan kepada beberapa tujuan tambahan tertentu,
beda dan seseorang yang terlihat secara sungguh-sungguh da- jika program pendidikan itu hendak mengarahkan secara sadar

46 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


kepada memperkembangkan para mahasiswa agar dapat be- pelajari apa yang dilakukannya, apa yang dirasakannya dan apa
kerja menurut prinsip-prinsip. Beberapa maksud yang diurai- yang dipikirkannya, maka pentinglah bila secara sadar kita
kan di atas membantu pelaksanaan kewajiban profesional membuat rancangan baginya untuk memecahkan masalah serta
perihal prinsip-prinsip etik. memperkembangkan sikap dan minatnya.
Karena tujuan pendidikan merupakan maksud sekolah profe-
Sebagai tambahan, perihal pengetahuan dan pemahaman ter- sional dan karena pengalaman belajar merupakan cara untuk
dapat kebutuhan untuk memahami struktur dan fungsi insti- mencapai tujuan pendidikan, maka yang belakangan ini harus
tusi yang menjadi tempat kerja profesi, biarpun ini sekolah, dirancangkan sesuai dengan maksud itu.
gereja, rumah sakit, pengadilan ataupun institusi lain. Hanya
dengan pandangan yang sedemikian luas, maka seorang yang Faktor pokok dalam merancangkan pengalaman belajar sesuai
berpraktek profesional dapat bekerja dengan kecerdasan dan dengan tujuan yang hendak dicapai itu ialah untuk mendapat-
atas dasar prinsip yang memadai untuk menghasilkan efek kan gambaran yang jelas tentang apa yang dinyatakan oleh
yang diinginkan. tujuan itu, baik tentang perilaku yang harus diperkembangkan,
maupun tentang isinya. Umpamanya, jika tujuan yang akan
Akhirnya, sudah barang tentu bahwa setiap sekolah profesio- dicapai dan dipakai sebagai penuntun untuk merancangkan
nal harus secara sadar mengarah kepada perkembangan suatu belajar "memahami fungsi sosial yang dilayani profesi dan
pemahaman prinsip, konsep dan cara-cara yang menjadi dasar
bagaimanakah fungsi-fungsi ini berhubungan dengan fungsi
pekerjaan profesional.
masyarakat keseluruhan dan dengan fungsi kelompok spesiali-
Dalam ilmu kedokteran, hal ini meliputi prinsip-prinsip faal, sasi utama lain", maka kita harus mempunyai gambaran yang
anatomi, kimia, fisika, bakteriologi dan psikologi. Akan tetapi jelas tentang apa yang dimaksud dengan "memahami " sebagai
ada kecenderungan sangat membatasi pengajaran prinsip- jenis perilaku yang harus diperkembangkan dan apakah isi
prinsip ini. Dalam kenyatannya, para dokter dalam pekerjaan yang termasuk dalam susunan kata-kata "fungsi sosial yang
profesional mereka sehari-hari menghadapi masalah psikologik dilayani profesi".
dan memerlukan pengertian tentang prinsip-prinsip psikologik Kebanyakan instruktor yang berusaha menetapkan istilah
yang relevant jika mereka hendak bekerja secara cerdas. "memahami " itu menyatakan bahwa hal ini merupakan suatu
Dalam hal berpikir secara efektif untuk memecahkan suatu proses mental yang lebih aktif dari pada mengingat, karena
masalah, sudah jelaslah bahwa tujuan sebelum ini harus men- tidak meliputi mengingat saja, tetapi juga meliputi kemampuan
cakup pengetahuan, menunjukkan perkembangan beberapa menerangkan konsep atau prinsip itu dengan kata-kata sendiri;
ketrampilan untuk mengenal pelbagai masalah profesional, kemampuan menafsirkan, memberi gambaran, membanding-
perkembangan dalam menganalisa masalah yang berkenaan kan dan membedakan dengan buah pikiran lain yang ber-
dengan prinsip yang relevant dan perkembangan dalam me- hubungan dengannya.
nyusun serangkaian tindakan dengan menerapkan prinsip ini . Definisi demikian menjelaskan perilaku yang diharapkan di-
kembangkan mahasiswa dan seperti telah dijelaskan sebelum
Dalam hal sikap dan penggunaan prinsip, dari pelbagai peratur- ini, penetapan demikian mengusulkan juga jenis pengalaman
an dalam profesi, diperlukan tujuan pendidikan profesional belajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu. Inilah
tentang perkembangan minat , yang luas terhadap lapangan pengalaman belajar yang memberi kesempatan kepada maha-
yang dilayani profesi itu dan perkembangan minat si pelajar siswa untuk menerangkan, menafsirkan, memberi gambaran,
agar meneruskan belajar sendiri setelah lulus dari sekolah
membandingkan dan membedakan dengan buah pikiran lain
profesional itu.
yang berhubungan dengannya.

MERANCANGKAN PENGALAMAN BELAJAR Dengan menetapkan isi yang dinyatakan dengan susunan kata-
kata "fungsi sosial yang dilayani profesi", maka kita akan
Bagian karangan sebelum ini menjelaskan tujuan khas suatu
sanggup menentukan berbagai prinsip dan konsep yang perlu
pendidikan profesional. Pengalaman belajar apakah yang dapat
diberi kesempatan kepada mahasisiwa untuk menerangkan,
dipakai seorang profesional untuk mencapai tujuan ini ?
menafsirkan, memberi .gambaran, membandingkan dan mem-
Masalah paling umum dalam sekolah-sekolah profesional yang bedakan dengan buah pikiran yang berhubungan dengannya.
berhubungan dengan pengalaman belajar yang digunakan ialah: Sehubungan dengan ini, bila kita menetapkan setiap tujuan
1. kegagalan memilih pengalaman belajar sesuai dengan tujuan berkenaan dengan perilaku dan isi yang dia nyatakan, maka
yang akan dicapai; bagi kita menjadi jauh lebih mudah pemilihan pengalaman
2. kegagalan menggunakan secara sadar cara-cara belajar yang belajar, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa
cocok untuk memperkembangkan ketrampilan memecah- untuk mempraktekkan perilaku yang bersangkutan dan meng-
kan masalah, sikap dan minat; dan gunakan isinya yang relevant. Dengan jalan begini, maka
3. kegagalan memperkembangkan motivasi belajar secara pengalaman belajar itu sebaiknya dirancangkan sesuai dengan
efektif. tujuan yang hendak dicapai itu.
Semua ini merupakan kekurangan yang menyusahkan.
Praktek yang agak umum di sekolah-sekolah profesional untuk
Karena belajar itu merupakan suatu proses aktif yang melibat- mencurahkan perhatian hampir melulu kepada pengetahuan
kan si pelajar ke dalamnya, maka motivasi itu menjadi hal yang dan ketrampilan teknik mungkin sebagian karena kegagalan
pokok. Karena si pelajar perlu belajar lebih banyak dari pada untuk mengakui bahwa berpikir secara efektif, sikap dan minat
hanya mengetahui isinya dan karena ia sebenrnya mem- juga dapat dipelajari serta dapat dikembangkan secara sadar

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 47


dalam program pendidikan profesional. Tahapan dan integrasi merupakan hal pokok dalam program
Ketrampilan dalam cara-cara berpikir diperoleh dengan mem- pendidikan profesional, akan tetapi karena kecenderungan
praktekkan pemecahan masalah. Suatu sikap baru didapatkan kepada spesialisasi dan pemisahan, maka diperlukan usaha
dengan berkali-kali mengamati dan bereaksi terhadap kejadian secara sadar untuk merancangkan dan mengembangkan suatu
(fenomena) tertentu dari suatu perspektif baru. Minat ter- pengaturan yang efektif.
hadap berbagai jenis kegiatan tertentu dikembangkan bila
Salah satu perkembangan yang berarti dalam penyusunan
mahasiswa mendapatkan kepuasan dari partisipasi dalam ke-
suatu kurikulum yang diatur secara lebih baik ialah meng-
giatan ini.
usahakan agar antara teori dan praktek, antara seni dan ilmu
Untuk setiap tujuan jenis ini, pengalaman belajar nyata disedia-
profesi itu terjadi hubungan yang lebih erat. Banyak institusi
kan agar mahasiswa mempraktekkan/memecahkan masalah,
tidak saja mengajar prinsip-prinsip umum, tetapi juga mem-
mereka mamapu mendapatkan kepuasan dari pelbagai jenis
bantu para mahasiswa menerapkan prinsip-prinsip ini pada
kegiatan tertentu. Singkatnya, sekolah profesional dapat me- keadaan tertentu sedemikian rupa sehingga dalam praktek ia
rancangkan pengalaman belajar untuk mengembangkan sikap, dapat menggunakan prinsip itu dalam menghadapi keadaan
minat dan berpikir secara efektif. khusus.
Hal ini membawa kita kepada mempertimbangkan arti moti- Pendidikan profesional yang efektif memerlukan hubungan
vasi yang penting sekali. Karena si pelajar belajar melalui yang erat antara teori dan praktek. Tanpa teori, maka praktek
reaksi-reaksinya, maka tidak mungkinlah ia belajar kecuali menjadi kacau, serta hanya merupakan kumpulan keadaan
kalau ia dapat dilibatkan ke dalam keadaan, kecuali kalau ia tertentu dan tersendiri. Teori memberi arti dan kesatuan
dapat dibimbing untuk berpikir, merasa dan bertindak dengan kepada hal-hal yang bila tidak ada teori akan menjadi keadaan
cara yang sesuai dengan keadaan. tertentu dan terscndiri. Sebaliknya, tanpa praktek, maka teori
Mempraktekkan saja, biarpun dilaksanakan sampai ke batas- menjadi spekulasi belaka. Kenyataan yang dialami dalam
batas yang luar biasa, tidak dapat menggantikan keterlibatan si praktek merupakan suatu pencegahan terhadap spekulasi
pelajar dalam apa yang sedang dilakukann ya. semata-mata, suatu ujian terhadap kemampuan teori.
Praktek juga menyediakan masalah yang harus diatasi oleh
MENGATUR PENGALAMAN BELAJAR setiap teori yang lengkap (komprehensif). Karena itu usaha
untuk menghubungkan teori dan praktek secara lebih erat me-
Masalah pendidikan tidak menyangkut pemilihan pengalaman rupakan sumbangan yang penting kepada pendidikan profesio-
belajar saja, tetapi pengaturannya juga. Karena program pen- nal.
didikan profesional menjadi lebih komplex dan menyangkut
staf pengajar yang lebih banyak, maka program itu menjadi Suatu ilustrasi lain tentang perkembangan ini ialah bertambah-
lebih tidak teratur (tak terintegrasi). nva penggunaan cara kasus ("Case method"). Cara kasus me-
Namun perubahan yang berarti dalam perilaku belajar pokok, libatkan si mahasiswa dalam pelajaran suatu kasus yang khusus
memerlukan waktu lama untuk berkembang. Perlu sekali dan nyata. Akan tetapi bagi si mahasiswa untuk mengerti kasus
bahwa apa yang dipelajari dalam waktu ini mengandalkan pada itu dan untuk menghadapinya secara efektif, ia harus dapat
apa yang telah dipelajari dalam waktu yang baru lalu, dan apa menggunakan teori, konsep dan prinsip yang menjadi dasar
yang akan dipelajari dalam tahun depan mengandalkan pada masalah yang ditimbulkan oleh kasus itu. Masa kerja praktek
apa yang telah dipelajari dalam tahun ini. Inilah belajar secara memberi pengalaman nyata yang dalam seminar-seminar yang
bertahapan. menyertainya dibahas berkenaan dengan teori dasar. Proses
pulang-pergi ini antara aspek umum dan khusus suatu profesi
Akan tetapi, tahapan efektif bukanlah hanya suatu rangkaian membantu membuat suatu hubungan keadaan (kontext)
ulangan dari suatu tahun ke tahun yang lain. Lebih baik bila konsep dan prinsip yang makin memadai. Dengan ini seorang
diberi pengalaman belajar yang bervariasi, sedemikian rupa anggota profesi dapat mengerti tindakan yang harus dilakukan
sehingga tiap masa belajar berikutnya menekankan pada pel- dalam hubungan dengan nilai-nilai yang harus dicapai. Suatu
bagai hal utama yang harus dipelajari, tetapi dalam berbagai teori yang memadai membantunya menghubungkan kegiatan
hubungan keadaan (kontext). khusus dalam suatu kasus tersendiri dengan masalah sosial
Dengan cara ini maka akan tercapailah belajar yang makin luas yang lebih luas, mengerti hubungan antara kegiatan sehari-hari
dan dalam. profesi itu dengan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
Lagi pula, pengaturan efektif mengadakan hubungan antara Bagaimanapun, agar jenis program pendidikan seperti ini men-
rangkaian pelajaran yang satu dengan yang lain dan antara jadi efektif, haruslah disediakan lebih dari pada pengalaman
bidang yang satu dengan yang lain sehingga memperkuat hal dan penjelasan yang dangkal.
belajar dalam tiap rangkaian pelajaran atau bidang. Mahasiswa memerlukan banyak kesempatan untuk meng-
Hal ini dilakukan baik dengan membantu mahasiswa meng- hadapi keadaan atas dasar analisa yang teliti, untuk mengenal
gunakan bahan pelajaran dalam suatu rangkaian pelajaran atau nilai dan prinsip yang terlihat di dalamnya dan melalui praktek
bidang yang lain, maupun dengan membantunya menangkap mengembangkan ketrampilan seniman dalam menemukan cara
atau merasakan perbedaan maupun persamaan dalam konsep, untuk menghadapi keadaan agar dapat mempertahankan nilai-
prinsip, sikap dan ketrampilan yang digunakan dalam berbagai nilai ini.
rangkaian pelajaran atau bidang. Hal ini dinamakan integrasi Inilah maksud usaha untuk mempertemukan teori dan praktek
kurikulum. secara lebih dekat lagi.

48 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Suatu usaha lain dalam memperluas pengaturan tahapan pen- Penilaian kemajuan mahasiswa terhadap tujuan pendidikan
didikan profesional itu ialah menyusun rancangan yang nyata profesional itu menuntut evaluasi pada berbagai waktu dalam
untuk pendidikan terus-menerus sesudah anggota profesi itu karirnya. Inilah ciri pokok yang ketiga. Untuk memperoleh
menyelesaikan latihan pra pelayanan dan setelah ia dilantik bukti kemajuan, diperlukan paling sedikit tiga kali penilaian,
masuk ke dalam kegiatan permulaan pekerjaannya. yaitu : pertama kali tidak lama setelah mahasiswa memulai
Lima puluh tahun yang lalu fakultas kedokteran menganggap pelajaran, kedua kali dekat waktu selesainya dan ketiga kali
tugasnya sudah selesai bila para lulusannya itu sudah diterima sesudah beberapa tahun pelayanan dalam profesinya.
dalam kegiatan profesional permulaan. Setelah tahun berganti Beberapa sekolah mencoba penilaian tahunan selama maha-
tahun makin lama makin jelaslah bahwa banyak anggota profe- siswa itu belajar. Perubahan yang terjadi selama di sekolah
si tidak berkembang lagi sesudah mereka memulai pekerjaan- memberi keterangan tentang keefektifan segera program pen-
nya dan bahwa dalam beberapa hal seorang yang sudah ber- didikan sekolah itu. Penilaian sesudah mahasiswa bekerja
praktek lebih lama jauh lebih kurang kemampuannya di- beberapa tahun dalam profesinya memberi keterangan tentang
bandingkan dengan mereka yang baru saja memulai dengan ketetapan belajar dan tentang tingkatnya kelestarian yang
progesinya. Hanya sedikit dokter yang sesudah lulus berusaha telah dicapai dengan pengalaman profesional itu. Sayang bah-
meneruskan pendidikannya. wa penilaian tentang kemajuan ini sangat jarang. Mungkin
Sekarang pada sekolah progesional terdapat kecenderungan sebagian karena kekurangan penghargaan terhadap cara peng-
yang jelas menembangkan program pendidikan terus-menerus. ambilan contoh (sampel) dari para mahasiswa dan alumni yang
Dalam beberapa hal, maka sekolah itu membawa tugas fakultas sistematik dan cukup kecil sehingga mengizinkan pemakaian
kepada dokter yang sudah berpraktek itu atau mengusahakan wawancara pribadi, namun sekaligus cukup cocok (represen-
kursus singkat, atau seminat jangka panjang di kampus atau tatif) untuk mengizinkan penyamarataan (generalisasi) tentang
mendirikan institut untuk para dokter yang sudah berpraktek. jumlah orang (populasi) yang diambil contoh itu.
Ciri terakhir yang akan disinggung di sini ialah pemakaian
MENGEVALUASI KEEFEKTIFAN PROGRAM
evaluasi, baik dalam memperbaiki program pendidikan, mau -
PENDIDIKAN
pun dalam memberikan informasi untuk menuntun pekerjaan
Ciri terakhir pendidikan progesional ialah tugas evaluasi ke- dengan mahasiswa perorangan.
efektifan program pendidikan dalam pencapaian tujuannya Terlalu sering penilaian yang sekedar dilakukan hanya meng-
melalui penilaian kemajuan pendidikan para mahasiswa. hasilkan angka untuk para mahasiswa. Sebenarnya suatu pro-
Terlalu sering empat buah ciri evaluasi yang penting itu diabai- gram evaluasi dapat merupakan cara untuk perbaikan dan per-
kan dalam program-program pendidikan sekarang ini. kembangan sekolah profesional itu secara terus menerus.
Hasil penilaian menunjuk kepada aspek dengan kemajuan
Yang pertama ialah melaksanakan penilaian berkenaan dengan
mahasiswa yang pesat dan aspek yang tidak maju sebagaimana
semua tujuan pendidikan yang penting di sekolah profesional.
diharapkan. Dengan ini dapat dilihat beberapa bagian program
Praktek yang biasa dilakukan ialah menilai pengetahuan para
pendidikan yang memerlukan pemikiran dan perancangan
mahasiswa dan beberapa ketrampilan teknik mereka. Sebagai kembali agar dapat diperbaiki.
tambahan, banyak sekolah progesional menilai kemampuan
mahasiswa untuk memecahkan masalah sebagaimana hal ini Selanjutnya, ketika dilakukan perbaikan dalam program, maka
disajikan dalam bentuk kata-kata. Hanya sedikit institusi evaluasi berikutnya menunjukkan keefektifan relatif pada per-
mengadakan penilaian secara sistimatik dan teliti tentang baikan ini. Sebab itu, penilaian memberi suatu dasar yang kuat
pemecahan masalah dalam keadaan profesional dan penilaian bagi perancangan.
tentang minat dan sikap profesional itu. Dengan demikian Data evalusi menunjukkan juga kepada kemajuan yang dicapai
maka sekolah itu tidak akan mendapat gambaran yang lengkap oleh mahasiswa perorangan dan menarik perhatian kepada
tentang prestasi para mahasiswanya bila dipandang dari segi kekuatan serta kelemahan mereka.
tujuannya sendiri.
Dengan demikian, keterangan ini memberi dasar yang kuat
Ciri kedua yang sering diabaikan mungkin dapat menerangkan untuk bimbingan mahasiswa perorangan dan memberi dasar
sebagian kekurangan dalam ciri yang pertama. Suatu program yang lebih kokoh bagi perancangan terus menerus oleh maha-
evaluasi yang lengkap menggunakan berbagai macam alat pe- siswa perorangan bagi pendidikan sendiri.
ngukur untuk mendapatkan bukti tentang kemajuan pendidik- Sebagai ringkasan dapat dikatakan bahwa berbagai ciri suatu
an para mahasiswa. Alat-alat ini meliputi bukan saja ujian tulis, profesi, yaitu kode etiknya dan dasar bekerjanya pada prinsip-
biarpun sangat berguna, tetapi juga pengamatan, wawancara, prinsip, mengusulkan pelbagai ciri pendidikan bagi profesi itu.
daftar pertanyaan (kewsioner), laporan dari lapangan, contoh Dari ciri-ciri ini dapat diperoleh tujuan pendidikan yang pen-
pekerjaan mahasiswa; singkatnya, setiap alat yang dapat mem- ting. Dan karena tujuan ini komplex dan meliputi pengertian,
beri bukti yang sah tentang perilaku mahasiswa yang berarti. pemecahan masalah, sikap dan ketrampilan, maka diperlukan
Hanya sedikit sekolah profesional mengevaluasi keefektifan ketentuan yang jelas agar dapat dikembangkan cara-cara yang
mereka secara tetap dengan bermacam-macam cara. efektif untuk mencapainya.
Mereka cenderung membatasi penilaian pada uji tulis dan Kesukaran mencapai maksud pendidikan profesional membuat
pada skala nilai ("rating"); Ini bukanlah merupakan cara yang motivasi menjadi sangat penting dan pengaturan pengalaman
memadai untuk evaluasi yang lengkap (komprehensif). belajar yang egektig menjadi suatu keharusan. Akhirnya, suatu

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 49


program evaluasi yang komprehensif diperlukan untuk me- Menyusun suatu program pendidikan yang efektif untuk suatu
nuntun perkembangan dan perbaikan program pendidikan profesi tidaklah mudah, akan tetapi bila digarap secara cerdas,
secara terus menerus, serta memberi keterangan untuk kerja- sistimatik dan dengan penuh semangat, maka hal itu dapat saja
sama yang membangun (konstruktif) dengan mahasiswa per- diwujudkan.
orangan.

ini, dan berguna untuk menambah pengetahuan umum kita.


Namun untuk praktek sehari-hari seorang dokter umum,
rasanya masalah itu kurang relevan. Bagi dokter yang di
pelosok, jelas tidak ada fasilitas untuk belajar melakukan
endoskopi dsb. Sedangkan di kota besar, pemeriksaan-pe-
meriksaan itu dapat dengan leluasa kita serahkan pada ahlinya,
dan si dokter umum tinggal membaca hasilnya. Dokter umum
lebih memerlukan pembahasan pengelolaan penyakit secara
lebih mendalam dengan fasilitas sederhana yang tersedia
baginya. Penekanan pada anamnesis, diagnosis fisik, pemeriksa-
an laboratorium sederhana, dan cara-cara mengambil keputus-
an (kapan harus menunggu hasil observasi, kapan harus me-
ngirimkan ke rumah sakit terdekat dsb.) akan sangat ber-
manfaat.
GASTROENTEROLOGI Maka Bab "Keluhan yang sering pada gastrointestinal" dan
"Hematemesis melena" pada buku ini dapat dikatakan banyak
Oleh : dr. Sujono Hadi, 527 halaman.
manfaatnya, di samping pembahasan anamnesis, pemeriksaan
Bandung, Penerbit Alumni, 1981
fisik, gejala klinik dan terapi pada tiap-tiap bab.
Untuk siapa buku ini disusun ? Demikian reaksi pertama Untuk edisi mendatang ada baiknya bila pembahasan
bila kita melihat suatu buku. Sifat buku yang ditujukan untuk mengenai hal-hal itu bahkan diperdalam lagi. Untuk meng-
dokter spesialis tentu berbeda dengan buku untuk mahasiswa. hemat halaman, penerbit dapat mengecilkan jenis huruf yang
Sebagai dosen dan wakil kepala Bagian Penyakit Dalam Fakul- dipakai dan menghemat ruangan yang kosong. Sehingga
tas Kedokteran UNPAD, penulis mula-mula bermaksud me- dengan jumlah halaman yang sama termuat bahan yang lebih
nyusun buku gastroenterologi ini untuk para mahasiswanya. banyak. Reproduksi foto-foto rontgen cukup jelas. Mutu
Sampai saat sekarang ini buku mengenai ilmu penyakit dalam cetakan dan penjilidan bagus. Tapi ilustrasi dalam buku ini,
dalam bahasa Indonesia memang masih sangat langka, apalagi yang memang sangat berguna untuk menjelaskan teks, perlu
buku gastroenterologi. Mengingat para dokter umum, yang ditingkatkan mutunya di masa yang akan datang.
bekerja di pelosok-pelosok khususnya, juga memerlukan buku Di tengah-tengah kelangkaan buku pedoman yang perlu
pegangan untuk menangani masalah-masalah gastroenterologi, kita konsul sewaktu-waktu, kehadiran buku Gastroenterologi
penulis kemudian memperluas isi bukunya sehingga dapat ini, patut disambut dengan gembira.
dipergunakan untuk dokter umum maupun mahasiswa. Edisi
pertama, tahun 1975 telah dicetak ulang berkali-kali dan
dengan cepat habis terjual. Maka diterbitkanlah buku edisi
kedua ini.
Dalam garis besarnya, buku ini membahas (i) faal gastro- SEMINAR TRAUMA I
intestinal, (ii) keluhan yang sering pada gastroenterologi,
(iii) esogagus, (iv) lambung, (v) hematemesis melena, (vi) Tanggal : 14 Nopember 1981
intestin, (vii) kolon, (viii) hati, (ix) traktus biliaris, dan (x) Tema : Masalah Ruda—paksa di RS.
pankreas. Dalam membahas bab-bab di dalam buku, setiap dr. Saiful Anwar/F.K. Unibraw
penulis pasti harus mengambil keputusan — dan ini tidak
selalu mudah — apakah ia akan membahas secara mendalam Tempat : Hotel ASIDA Batu, Malang
atau tidak begitu mendalam namun meluas. Untuk membahas Sekretariat : Bag. Bedah RS. dr. Saiful Anwar
secara mendalam dan meluas jelas diperlukan jumlah halaman Jl. Jagung Suprapto Malang.
yang tidak sedikit . Dalam kaitan dengan masalah ini, ternyata Beaya pendaftaran — dokter ahli : Rp.10.000,-
menulis buku untuk konsumsi mahasiswa sekaligus untuk — dokter umum : Rp.. 5.000,-
dokter umum, tidaklah mudah. Mahasiswa oleh sistem pen- beaya tersebut termasuk buku
didikan yang berlaku sekarang ini diharapkan punya penge- naskah lengkap dan perlengkap-
tahuan yang meluas. Sehingga meskipun sedikit, mengetahui an tulis menulis.
teknis pemeriksaan radiologik, endoskopik, radioisotop scan-
ning, ultrasonografi, biopsi dsb. Ini dicantumkan dalam buku

50 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Kedokteran & Media Massa

Belakangan ini terjadi beberapa peristiwa yang memaksa — bila kerugian itu lebih kecil daripada keuntungan bagi
kita memikirkan kembali hubungan kedokteran dan media masyarakat atau sekedar untuk mencari kebenaran. Jurnalisme
massa. Pertama, disiarkannya di TVRI acara yang meng- investigatif memang hampir selalu merugikan seseorang.
gambarkan kejelekan bumbu masak mono-sodium glutamat
bagi kesehatan manusia, khususnya pada bayi. Impak siaran (2) Apakah pendapat minoritas atau pendapat yang aneh
tsb. segera menjadi nyata. Beberapa ibu rumah tangga cepat- tentang kedokteran sebaiknya disiarkan ?
cepat membuang bumbu masak tsb. dari persediaan di dapur Dapat diduga bahwa kalangan kedokteran akan tidak
mereka. Penjualan bumbu masak itu dikabarkan merosot senang bila pandangan-pandangan yang aneh (tidak ortodoks)
dengan drastis. Dan di koran dapat kita baca polemik dari tentang pengobatan atau penyebab penyakit disiarkan/di-
mereka yang setuju dan yang tidak-setuju dengan pendapat publikasikan. Tapi wartawan berpendapat bahwa salah satu
tsb. Masalahnya yang kita garisbawahi : tidak semua sarjana fungsinya ialah memberi kesempatan bagi mereka yang ber-
sependapat bahwa bumbu masak itu merugikan manusia, selisih faham untuk memberikan pandangannya. Bahayanya
walaupun dapat dibuktikan merugikan binatang. ialah bahwa penipu-penipu dapat tampak sangat meyakinkan
Peristiwa kedua ialah dilaporkannya hasil angket perilaku di televisi atau dalam media tercetak. Jadi diperlukan semacam
seks remaja di Bali di harian-harian. Impak berita ini juga komentar mengenai pandangan yang disiarkan itu, sudah
segera menjadi polemik nasional. Perbedaan pendapat dengan diterima secara luas atau cuma pendapat minoritas. Dengan
segera muncul secara tajam. Penelitian yang semula dimaksud- demikian pendapat minoritas itu tidak memberi kesan sebagai
kan untuk santapan terbatas di kalangan kedokteran menjadi pendapat yang didukung orang banyak.
pembicaraan khalayak ramai yang sebagian tidak tahu, tidak
peduli, atau tidak memperhatikan bagaimana cara menginter- (3) Apakah suatu program sebaiknya seimbang, dan bila
pretasikan suatu hasil penelitian ilmiah. demikian bagaimana caranya ?
Kejadian serupa terjadi di Inggris pada bulan Oktober 1980 Kebijakan televisi BBC sekarang ialah bahwa pandangan-
yll, yaitu disiarkannya masalah kematian-otak di televisi. pandangan yang bertentangan harus diseimbangkan dalam
Reaksi yang hebat di masyarakat, karena masalah itu sungguh jangka waktu tertentu, bukan dalam setiap programa. Progra-
sangat peka, mendorong kalangan kedokteran, wartawan, dan ma harus menarik, tapi topik-topik yang penuh kontroversi
penyiar untuk mendiskusikan bagaimana sebaiknya hubungan harus mendapat perlakuan yang seimbang.
dunia kedokteran dan media massa, dan kalau mungkin
mencari pemecahannya (Brit Med J 1981; 282 : 1947 - 8). (4) Apakah harus ada mekanisme koreksi-apologi ?
Beberapa konsensus itu menarik untuk kita ketahui. Pihak-pihak yang dirugikan oleh pemberitaan yang salah
(1) Adakah yang terlalu peka, penuh problematik, atau me- harus mendapat permintaan maaf (apologi) dan berita itu
rugikan untuk diliput ? dikoreksi. Kesulitannya terletak pada bagaimana caranya agar
koreksi tsb. memperoleh publisitas sebanyak publisitas yang
Wartawan umumnya menganggap tidak ada berita yang didapat oleh pemberitaan pertama. Di sini harian-harian dan
terlalu peka. Bahkan makin peka topik itu, makin baik untuk majalah mempunyai mekanisme yang efektif, yaitu melalui
diliput. Hal yang sama berlaku untuk topik-topik yang me- kolom "Surat pembaca " , salah satu ruang yang paling banyak
merlukan pemikiran intelektual yang kompleks, yang mungkin dibaca. Dalam masalah ini pemberitaan melalui radio dan
sulit untuk diterangkan pada pembaca atau pemirsa. Mereka televisi akan banyak mendapat kesulitan dalam mempublisitas-
berpendapat bahwa mempertanyakan kebenaran asumsi- kan koreksi-apologi itu.
asumsi, kebijakan-kebijakan, dan praktek-praktek merupakan
bagian terpenting dalam jurnalisme dalam masyarakat yang Demikian beberapa konsensus dari diskusi di atas. Bagai-
bebas. mana seandainya konsensus itu diterapkan di Indonesia ?
Batas pemberitaan yang dikenal wartawan ialah bila berita Pemberitaan TVRI mengenai masalah kedokteran, kecuali
itu merugikan individu secara emosional atau materiel. Meski- kasus bumbu masak itu, jarang menimbulkan polemik karena
pun demikian, pertimbangan ini sangat subyektif dan banyak biasanya yang disiarkan adalah pandangan-pandangan ortodoks
tergantung pada mereka yang membuat programa. Selain itu yang diterima mayoritas kalangan kedokteran. Namun tidak
wartawan juga menekankan bahwa mereka punya hak untuk demikian halnya dengan media cetak. Cara pengobatan yang
menerbitkan atau menyiarkan berita yang mungkin merugikan aneh-aneh (kadang-kadang disebut tradisional meskipun bukan

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 51


tradisi) merupakan pemberitaan yang digemari, oleh si warta- terpuji kalau media massa demikian mempunyai penasihat
wan maupun pembacanya. Pengobatan dengan meminum air medik untuk mengurangi bahaya-bahaya yang diakibatkan
kencing, dengan meneteskan susu pada mata, dengan daun oleh pemberitaannya.
komfrei dsb. memang menarik diberitakan. Bahkan ada Pemberitaan mengenai topik-topik yang dibahas dalam
majalah yang memberi ruang khusus untuk tukar pengalaman seminar kedokteran juga agar berhati-hati. Naskah yang di-
antar pembaca dalam pengobatan " tradisional " . Pengalaman- bacakan dalam seminar berbeda dengan naskah yang dimuat
pengalaman itu dianggap tidak merugikan kesehatan pembaca dalam majalah kedokteran dalam hal penyaringannya. Yang
yang ingin mencobanya. Tapi bagaimana bila ada pembaca pertama sering tidak disaring oleh tim ahli, sedang yang kedua
yang menganjurkan meneteskan asam cuka pada mata untuk harus melewati saringan dulu sebelum dimuat. Kalaupun ada
konjungtivitis ? Pemuatan anjuran ini sama bahayanya dengan masalah kontroversial dalam tulisan di majalah kedokteran
anjuran meminum air putih saja (sebagai obat) pada diabetes itu dapat diimbangi dengan komentar redaksi, dalam editorial
melitus. Bedanya pada yang pertama bahaya itu dapat dilihat misalnya. Tidak demikian halnya dengan topik yang dibahas
oleh redaksinya, sedang bahaya diabetes yang tak terkontrol dalam seminar.
hanya diketahui oleh ahli di bidang kedokteran. Maka sungguh dr. E. Nugroho

Korespondensi

Majalah Cermin Dunia Kedokteran (CDK) kami kenal sejak Catatan Redaksi :
kami mengakhiri pendidikan di Fakultas Kedokteran UNUD, Terima kasih kami ucapkan atas komentar dan usul
tepatnya pada waktu kami disumpah sebagai dokter baru, sejawat. Usul sejawat tentang penambahan frekuensi penerbit-
pada tanggal 27 Juli 1980. Majalah diberikan oleh PT. Kalbe an memang sedang kami pertimbangkan. Kalau mungkin
Farma sebagai hadiah kepada alumni-alumni yang disumpah mulai tahun depan akan kita terbitkan suplemen setiap bulan.
waktu itu. Tapi sekali lagi, ini masih dalam pertimbangan.
Berbicara mengenai isi, majalah CDK cukup berbobot dan Mengenai sayembara penulisan artikel, kami belum
tidak kalah oleh majalah-majalah Kedokteran lainnya. Namun mempertimbangkannya . Sekali lagi, terima kasih.
demikian dari segi penerbitan masih tergolong junior karena Red.
terbitnya tiap 3 bulan sekali dan terus terang kami katakan
bahwa kami sebagai penggemar dan pelanggan tidak secara Nomor-nomor lama :
teratur menerima majalah kesayangan kami. Maaf, kami tidak Sehubungan dengan pengumuman kami tentang masih adanya
bermaksud menyalahkan Sejawat yang mengasuh majalah persediaan majalah Cermin Dunia Kedokteran nomor-nomor
CDK ini. Mungkin saja pelayanan dari pos tidak beres sehingga lama (lihat CDK No. 21), kami telah menerima beberapa
datangnya majalah ngadat. Kalau boleh, kami mengajukan ratus surat permintaan.
beberapa usul : Pada prinsipnya setiap permintaan dari dokter, dokter
1. Frequensi penerbitan diperbanyak, misalnya setiap bulan gigi, apoteker, dan badan-badan kesehatan telah kami layani,
sekali. dan majalah yang diminta telah kami kirimkan (bila masih -
2. Ruang humor Ilmu Kedokteran ditambah dengan gambar- ada). Bila ada sejawat yang telah meminta dan belum me-
gambar kartun dan karikatur yang menyangkut masalah nerimanya, harap memberitahu kami. Karena bukan tak
kesehatan dan progesi dokter. mungkin kiriman tersebut tak sampai.
3. Mengadakan sayembara penulisan artikel dan review terbaik Karena persediaan kami terbatas, dengan menyesal per-
tiap 6 bulan sekali atau setahun sekali dengan menyediakan mintaan dari mahasiswa belum dapat kami layani.
hadiah (terserah) dan sebaiknya berupa alat-alat kedokteran Demikian agar maklum, dan terima kasih.
sehingga merangsang para sejawat untuk menulis artikel Red.
lebih berbobot.
Demikianlah sekedar komentar dan usul kami semoga men-
dapat tanggapan positig dari Sejawat.
Untuk surat menyurat, gunakan alamat :
dr. Ketut Ngurah Redaksi Cermin Dunia Kedokteran
Bagian Parasitologi P.O. Box 3105 — Jakarta
FK — UNUD, Bali.

52 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


Catatan singkat

Beberapa waktu yll. Menteri Kesehatan Belanda gagal Badan Pengawas Obat & Makanan Amerika (FDA)
mendamaikan persengketaan antara dokter dan apo- telah meneliti berbagai food-additive. Dari penelitian
teker. Masalahnya, seperti biasa, yaitu pembagian terhadap 415 zat-zat alamiah maupun buatan (artifi-
sial) diambil kesimpulan bahwa kebanyakan food-
rejeki.
additive/bumbu-bumbu tsb. tak merugikan. Namun
Dokter di daerah pedesaan biasanya selain
ada satu kekecualian, yaitu garam. Karena potensinya
memeriksa, sekaligus memberi obat pada pasien.
menyebabkan hipertensi, garam akan diusahakan
Konflik dimulai ketika apoteker mulai membuka
untuk dibatasi atau dihilangkan dari bahan-bahan
apotek di desa. Menteri Kesehatan mengusulkan agar
makanan.
apotek didirikan hanya bila ada lebih dari 8000 orang
Scicnce 1981 : 211: 260
hidup dalam radius 5 km. Namun salah satu organi-
sasi apoteker, LHV, tetap menuntut pemisahan mut- •
lak antara penjualan obat dan praktek dokter.
Musikus, sebagai kelompok, mempunyai angka
IMS Pharm Market Lettc1981;8(12) :4
kematian yang lebih tinggi daripada pekerja-pekerja

pada umumnya. Namun Metropolitan Life Insurance
Periorbital hematoma ternyata dapat dengan cepat Company mempunyai data bahwa dirigen-dirigen
ditolorig dengan lintah ? orkes simfoni kebanyakan hidup sampai usia lanjut.
Dalam 15-20 menit penglihatan dapat dipulihkan. Mungkin dirigen-dirigen tsb — seperti top executive
Sulitnya, kini tak ada apotik yang menyediakannya pada perusahaan-perusahaan malahan berkembang
Injury I980;I2:430 -2 dengan stress-stress dalam kehidupan profesional
mereka. Kepuasan kerja dan kemasyhuran mungkin
• banyak andilnya dalam kesehatan dan umur panjang.
Pada penerbangan pesawat ulang-alik "Columbia" Statistical Bull 1980 ; 61 (41 : 2 — 4
yang menggemparkan itu, para awak pesawat diper-

siapkan agar tidak mabuk dengan skopolamin. Namun
cara pemberian obat ini unik.Obat direkatkan pada Berbagai usaha telah dilakukan untuk membuat tes-
secarik plastik kecil yang ditempelkan di belakang tes inteligensia yang rumit-rumit. Mungkin tes-tes
telinga. Cara pemberian per kutan ini dikatakan lebih itu kelak akan mubazir dengan ditemukannya suatu
aman daripada per oral. alat sederhana. Orang yang akan dites duduk di
depan takhistoskop dan diperlihatkan dua potong
• garis selama se per sekian detik. Kemampuan orang
Setelah mengalami masa-masa kekurangan dokter tsb. memperkirakan garis mana yang lebih panjang
pada tahun 1970—an, kini Amerika Serikat khawatir ternyata berhubungan erat dengan IQ nya.
akan kelebihan dokter. Diperkirakan pada tahun Nature 1981;289:529—30
1990 akan ada kelebihan sebanyak 70.000 dokter.

Salah satu cara membatasi produksi dokter tsb. ialah
Ada kecenderungan makin banyak pasien menerima
dengan mengurangi subsidi pada fakultas-gakultas
pengobatan kemoterapi anti-kanker. Banyak di
kedokteran. Inilah yang dikhawatirkan oleh fakultas-
fakultas itu. antaranya masih muda sehingga dalam usia subur.
Bagaimana pengaruh obat-obat tsb. terhadap bayi
Science 1980;210:756—7
mereka ? Penelitian pada institut Kanker Nasional,
• Amerika, menunjukkan bahwa dari 448 pasien-usia-
Biaya total untuk membasmi cacar ternyata lebih subur yang mendapat obat tsb., 23. wanita kemudian
kecil daripada pegeluaran 6 jam untuk persenjataan hamil dan 7 pria punya istri yang kemudian hamil.
di dunia Semua bayi yang lahir ternyata normal.
N Engl J Med 1981 : 304 : 726 Am J Med 1980;69: 828— 31

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 53


TOPI BERADA DIMANA ? PENGALAMAN SEORANG TRAINEE INDONESIA DI AMERIKA SERIKAT

Di suatu ruangan, Nyonya A (post Peristiwa yang diuraikan dibawah ini sungguh terjadi dan dimuat didalam maja-
laparotomi) setelah bebas dari pengaruh lah ini dengan maksud agar "bencana" yang serupa tidak akan menimpa Sdr. kelak.
obat bius lalu mengucapkan "Syukur, Seorang trainee berasal dari Indonesia yang belum lama tiba diAS diundang oleh
akhirnya operasi selesai juga". Pasien B keluarga bangsa Amerika untuk makan malam bersama.
yang tidur di sebelahnya dengan Sebelum makan malam dimulai tamu-tamu berkumpul di ruang tamu. Trainee dari
tenang mengatakan "Jangan bersyukur Indonesia tersebut menunjukkan gerak-gerik yang "serba salah" sehingga ditanya oleh
dulu, Mbak !, kemaren saya terpaksa tuan rumah, " Can I help you ?"
" Eh, eh,where is the small room? " jawabnya dengan agak malu-malu.
di operasi kembali karena ada sepotong
kapas ketinggalan di dalam perut " . Tuan rumah yang pernah tinggal sekian lama di Indonesia berkata, "I know what you
Pasien C dengan ragu-ragu ikut ber- want. We say here : Can I wash my hands ?" , dan mengantarkan tamunya ke toilet
bicara "Ya, saya juga demikian, karena atau WC.
ada gunting yang kelupaan diambil Pada kesempatan lain trainee dari Indonesia tersebut berkunjung lagi di rumah
dari ................................", belum habis keluarga Amerika tadi dan sewaktu ditanya: Do you want to wash your hands ?
pembicaraan tersebut dengan tergesa- maka dijawabnya : No, thank you, I have already washed my hands. Outside, under
gesa dokter (operator) memasuki the tree !!!
OLH
ruangan tersebut sambil bertanya
"Apakah di antara kalian ada yang FUNGSI GIGI
melihat topi saya berada dimana ?"
Nyonya A : "Ohhhh ...................." lalu Saya adalah seorang dokter gigi di DKT Salatiga. Pada suatu hari datanglah seorang
pingsan. pasien laki-laki tua yang ompong, tetapi badannya masih kelihatan segar, gagah,
dan memang orangnya besar tinggi, serta berkumis tebal melintang. Dia minta
dr. T. Martono — Medan
kepada saya untuk dibuatkan gigi palsu penuh atas bawah, gigi-giginya minta yang
kecil-kecil, rapi, tapi taringnya minta dibuatkan yang agak besar. Dengan heran
saya menanyakan maksudnya meminta dibuatkan gigi-gigi yang tidak seimbang
ukurannya itu. Dengan mantap sekali, sambil memandang tajam kepada saya,
dia menjawab, "Biar kelihatan agak serem sedikit"
drg. Haryono. X. — DKT. Salatiga Jateng.

MENGAPA ORANG BARAT TIDAK MAKAN TEMPE

Dalam satu ruangan serombongan dokter-dokter sedang makan. Di antara mereka


serta pula seorang " awam " yang bertanya, "Dokter apakah di Barat orang juga
makan tempe ?" Tidak, jawab seorang mencoba menjawabnya. "Tapi ini kan bergizi",
tanyanya lagi. Suasana menjadi hening.
Kemudian keheningan tersebut dipecahkan oleh jawab seorang dalam rombongan
tersebut, "Mungkin orang Barat sebelum mencicipi tempe, telah belajar bahasa
Indonesia dan mereka tahu ada pepatah : Jangan jadi bangsa tempe !"

54 Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981


RUANG PENYEGAR DAN

PENAMBAH ILMU KEDOKTERAN

Dapatkah saudara menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ???

1. Penyakit artritis yang paling banyak diderita ialah : (d) Bila kortikosteroid karena alasan tertentu diperguna-
(a) Artritis rematoid kan, sebaiknya dosis sedemikian kecil sehingga gejala
(b) Artritis gout tidak hilang sama sekali.
(c) Osteoartrosis 7. Pada penyakit gout :
(d) Penyakit still (a) yang terserang selalu ibu jari kaki.
(e) bukan salah satu dari di atas. (b) penyebabnya ialah kelainan metabolik asam urat.
2. Pernyataan yang benar untuk osteoartrosis : (c) penyakit jarang menyerang secara akut.
(a) Biasanya dijumpai tanda-tanda radang pada sendi. (d) tidak ada hubungannya dengan batu ginjal.
(b) Biasanya diderita pada usia lanjut. (e) semua jawaban di atas benar.
(c) Sering menyerang pria dibandingkan wanita. 8. Salah satu pertanyaan ini benar.
(d) Biasanya tidak menyerang tulang vertebra. (a) Kuman penyebab osteomielitis terbanyak ialah
(e) Semua di atas benar. Streptococcus.
3. Pada penatalaksanaan osteoartrosis : (b) Osteomielitis tak dapat disebabkan oleh penyebaran
(a) Pemberian kortikosteroid oral merupakan kontra- kuman secara hematogen.
indikasi. (c) Pada osteomielitis pemberian antibiotika permulaan
(b) Biasanya pengobatan dengan obat-obatan bersifat sebaiknya parenteral.
simtomatik. (d) Osteomielitis karena tuberkulosis biasanya tak dapat
(c) Terapi fisik seperti traksi dan pemanasan sering di- disembuhkan.
perlukan juga. (e) Semua jawaban di atas benar.
(d) Pembedahan kadang-kadang diperlukan. 9. Metastasis tumor ganas ke tulang terbanyak ditemukan di:
(e) Semua jawaban di atas benar. (a) tulang ekstremitas
4. Artritis rematoid merupakan penyakit : (b) femur
(a) yang bersifat lokal pada sendi-sendi. (c) tengkorak
(b) yang banyak diderita anak-anak. (d) pelvis
(c) yang dapat dihentikan progresivitasnya dengan (e) tulang belakang.
kortikosteroid.
10. Pernyataan yang benar ialah :
(d) yang dapat menimbulkan gejala pada mata, arteri dsb.
(a) Gaya otot-otot terhadap tulang perlu untuk integritas
(e) Bukan salah satu dari di atas.
tulang agar tidak rapuh.
5. Obat ini bersifat anti-inflamasi non-steroid : (b) Hilangnya kalsium dari tulang selama berada di
(a) parasetamol angkasa luar tak dapat dicegah dengan penambahan
(b) aminopirin kalsium dalam diet.
(c) asetofenetidin (c) Callus dapat juga terbentuk pada tulang yang tidak
(d) indometasin patah.
(e) semua jawaban di atas benar. (d) Pada berbagai penyakit artritis dapat ditemukan
6. Pada penatalaksanaan penderita artritis rematoid : kristal dalam cairan sendi.
(a) Bila telah diberi obat remitif (penisilamin, kloro- (e) Semua jawaban di atas benar.
kuin ?) penderita biasanya tak perlu diberi obat anti-
inflamasi.
(b) Pada penyakit yang telah lanjut cukup diberikan obat
anti-inflamasi.
(c) Pada penyakit yang masih dini perlu segera diberi
kortikosteroid.

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981 55


ABSTRAK-ABSTRAK
SESUATU KEGUNAAN LAGI YANG BARU UNTUK KONDOM

Berbagai kegunaan alat kontraseptif yang terbuat dari karet ini memang telah
diketahui dalam ilmu kedokteran yaitu : (a) sebagai alat kontraseptif untuk pria,
(b) sebagai alat pencegah penularan penyakit kelamin, dan (c) sebagai penolong
sementara untuk pneumo-thorax.
Kini telah ditemukan kegunaan lain bagi kondom akan tetapi terletak diluar
bidang ilmu kedokteran yaitu dalam bidang narkotika. Kondom tersebut di isi dengan
minyak ganja atau kokain dan setelah itu ditelan untuk dapat melewati pos-pos pe-
meriksaan. Telah ditemukan 66 kondom pada 3 orang penyelundup yang berisi
minyak ganja. Hanya pada seorang dapat terlihat tanda-tanda kondom ini melalui
pemeriksaan dengan sinar X.
Bahaya yang dapat timbul ialah pecahnya kondom tersebut dalam traktus
gastrointestinalis dengan akibat si penyelundup akan "fly" tinggi sekali (OLH).

Asian Medical News April 1978

CHOLECYSTOKININ UNTUK SKIZOFRENIA : sangat manjur !

Suatu hormon dalam otak manusia diharapkan dapat meringankan skizofrenia


yang diderita sekitar 41 juta manusia di dunia ini. Hormon yang ditemukan oleh
Prof. Shinji Ito dkk tsb. mirip dengan cholecystokinin (CCK), dan sangat efektif untuk
skizofrenia yang tak mempan dengan obat-obat lain.
CCK ditemukan dalam tahun 1928 sebagai hormon yang dikeluarkan oleh mukosa
duodenum. Hormon ini juga berpengaruh pada otak, bekerja terhadap hipotalamus
dengan efek pengurangan nafsu makan. Dalam penelitian dengan CCK ini Ito melihat
bahwa CCK bukan hanya ada pada pusat selera makan, tapi konsentrasinya lebih
banyak berada pada kortex serebri. Tiga tahun yll. dia mencoba zat itu pada tikus.
Ternyata CCK dapat menenangkan eksitasi abnormal akibat stimulansia-stimulansia.
Stimulansia dapat mempotensiasi efek dopamin pada otak, dan ini dapat menyebab-
kan gejala skizofrenia seperti waham-waham dan halusinasi. Ito memberi tikus-tikus
obat yang merangsang dopamin. Ternyata daya kerja dopamin dapat ditekan menjadi
normal kembali bila tikus disuntik CCK. Maka dia pun mencoba pada manusia.
Obat tsb. dicoba pada 20 penderita skizofrenia, pria dan wanita, sebagian besar
dengan skizofrenia kronik (telah diderita 2 — 27 tahun), berumur antara 20 — 50
tahun. Obat diberikan dalam dosis kecil sekali, pertama 0,3 ug/kg BB. Ternyata
pengaruh obat ini segera tampak dalam beberapa jam setelah penyuntikan. Kebanyak-
an pasien merasa pikirannya jernih, keadaan umumnya membaik, dan halusinasi
pendengaran hilang. Setelah injeksi kedua dengan dosis 0,6 ug/kg BB rasio efektivitas
lebih dari 80%.
Keuntungan lain ialah : obat ini dapat diberikan sekali dalam dua bulan karena
efektivitasnya bertahan dalam jangka waktu itu. Ini berbeda sekali dengan obat
psikotropik yang ada sekarang ini, yang harus diminum setiap hari.
Diperkirakan dalam beberapa tahun mendatang obat ini akan merebut pasaran
obat-obat psikotropik di dunia.
Japan Medical Gazette, 1981, June 20, hal 11.

Cermin Dunia Kedokteran No. 23, 1981