Anda di halaman 1dari 5

7

PENGANTAR

FILUM

MOLLUSCA

Mollusca berasal dari bahasa Latin, yaitu kata mollis, yang berarti lunak. Oleh karena itu, ciri utama hewan ini tubuhnya lunak, pada bagian anterior terdapat kepala, kaki terletak di bagian ventral, dan bagian dorsal berisi organ-organ visceral. Mollusca memiliki rentangan habitat yang cukup lebar, mulai dari dasar laut sampai garis parang surut tertinggi, selain itu juga banyak yang hidup di air tawar, bahkan juga di habitat terestrial, khususnya yang mempunyai kelembapan tinggi. Ciri-ciri umum hewan anggota Filum Mollusca adalah sebagai berikut. 1. Tubuh memiliki simetri bilateral, tidak bersegmen, kecuali pada Monoplacophora. 2. Memiliki kepala yang jelas 3. Dinding tubuh tebal dan berotot 4. Saluran pencernaan berkembang baik 5. Memiliki sistem peredaran darah dan jantung 6. Sebagian besar anggota Filum Mollusca memiliki cangkang yang terbuat dari zat kapur/kitin. 7. Organ ekskresi berupa ginjal yang berjumlah sepasang atau hanya satu buah 8. Memiliki sebuah cincin saraf yang berhubungan dengan dua pasang tali saraf Menurut Pachenik (2000) Filum Mollusca dibedakan menjadi tujuh kelas, yaitu Aplacophora, (2) Monoplacophora, (3) Polyplacophora, (4) Scaphoda, (5) Gastropoda, (6) Bivalvia, dan (7) Cephalopoda. Pada kegiatan praktikum ini akan kita pelajari tiga kelas, yaitu Gastropoda, Bivalvia, dan Cephalopoda. Kelas Gastropoda Memiliki ciri-ciri sebagai berikut: umumnya bercangkang tunggal yang terpilin berbentuk spiral; beberapa species tidak memiliki cangkang; kepala jelas umumnya dengan 2 pasang tentakel; kaki lebar dan pipih; rongga mantel dan organ-organ internal (bagi yang bercangkang) terputar 180 derajat terhadap kepala dan kaki, organ reproduksi berumah satu
Panduan Praktikum Taksonomi Avertebrata 1

atau dua; fertilisasi secara internal maupun eksternal; organ ekskresi berupa nephridia. Contoh: Achatina fulica, genus Lymnea. Kelas Pelecypoda Kelas Pelecypoda disebut juga Bivalvia atau Lamellibranchiata, contoh hewan ini yaitu remis, tiram, dan kijing. Ciri-ciri Kelas ini antara lain: memiliki dua buah cangkang yang setangkup, bentuk dan ukurannya bervariasi; tanpa kepala dan mulut; kaki berbentuk seperti kapak; insang tipis dan berlapis-lapis, insang terletak di antara mantel; organ reproduksi berumah dua, fertilisasi eksternal; bagian dorsal cangkang terdapat gigi engsel dan ligamen. Kelas Cephalopoda Merupakan jenis mollusca yang memilki kaki di kepala; simetri tubuh bilateral; tubuh tertutup oleh mantel yang tebal; kepala dapat dibedakan dari bagian tubuh yang lainnya; kepala besar, mata berkembang baik dan kompleks; mulut dilengkapi dengan 2 rahang dari kitin, berbentuk seperti catut, dikelilingi 810 lengan/tentakel; cangkang umumnya sudah tereduksi, berbentuk pipih terbuat dari zat kitin atau kapur; cangkang internal kecuali pada Nautilus, namun ada yang tidak bercangkang (misalnya= Octopus); pembuahan internal; hewan akuatik yang seluruhnya hidup di laut. Klasifikasi didasarkan pada jumlah insang, tentakel, dan ada tidaknya cangkang. KEGIATAN 1 A. Tujuan Melalui kegiatan pengamatan dan diskusi, diharapkan mahasiswa dapat menunjukkan ciri dan karakter pembeda anggota Gastropoda pada gambar sketsa. B. Cara Kerja 1. Gambar 1 adalah sketsa anggota Gastropoda yang bercangkang, cermati gambar tersebut dan lengkapi dengan bagian-bagian tubuhnya. 2. Diskusikan dengan anggota kelompok Anda, apakah semua bagian tersebut dapat dijumpai pada setiap anggota Gastropoda. 3. Bagian tubuh manakah yang dapat ditemukan pada setiap anggota Gastropoda dan bagian tubuh mana yang hanya ditemukan pada spesies tertentu 4. Cermati Gambar 2. Gambar tersebut menunjukkan ciri-ciri cangkang yang penting untuk identifikasi. Berdasarkan gambar tersebut, uraikan ciri-ciri penting cangkang Gastropoda
Panduan Praktikum Taksonomi Avertebrata 2

d) e) h) a) f) g) mulut cangkang puncak bibir luar bibir kolumela kolumela seluk badan sulur dasar garis aksial garis spiral duri satu seluk

i) b)

k)

j)

c)
Gambar 1. Sketsa cangkang siput

Gambar 2. Ciri-ciri penting cangkang siput


Panduan Praktikum Taksonomi Avertebrata 3

KEGIATAN 2 A. Tujuan Melalui kegiatan pengamatan, diharapkan mahasiswa dapat: 1. Menunjukkan ciri dan karakter pembeda anggota Gastropoda pada gambar sketsa 2. Mendeskripsikan salah satu anggota Gastropoda terestrial, yaitu bekicot 3. Mengidentifikasi dan menentukan klasifikasi bekicot hingga tingkat spesies. B. Alat dan Bahan a. Alat: lup, pinset, nampan plastik, cawan petri,penggaris b. Bahan: bekicot yang masih hidup. C. Cara Kerja 1. Letakkan bekicot pada nampan plastik yang bersih. Biarkan beberapa saat dalam keadaan tenang hingga bekicot menjulurkan badannya dari dalam cangkang dan bergerak. Amati bagian-bagian tubuhnya yang terjulur. 2. Tubuh lunak bekicot terdiri atas kepala, leher, kaki muskular, dan visera. Kepala terletak di bagian anterior. Pada ujung agak ke arah ventral terdapat mulu yang di dalamnya terdapat gigi parut (radula). Di kepala terdapat 2 pasang tentakel. Sepasang tentakel terletak di bagian dorsal, berukuran panjang dan terdapat bintik mata sebagai fotoreseptor. Tentakel yang pendek berada di dekat mulut sebagai kemoreseptor. Di sisi sebelah kanan leher terdapat lubang genital. Kaki terdiri atas otot-otot yang kuat untuk merayap. Massa visera terdapat di dalam cangkang dan untuk mengamatinya perlu pembedahan. 3. Amati cangkang bekicot dengan saksama. Berdasarkan hasil diskusi pada kegiatan 1, amati ciri-ciri cangkang bekicot yang penting untuk identifikasi. 4. Tuangkan hasil pengamatan Anda dalam sketsa dan tunjukkan ciri-ciri penting bekicot dalam sketsa tersebut. 5. Tuliskan deskripsi singkat dan klasifikasi bekicot hingga tingkat spesies. Anda dapat menggunakan literatur untuk menentukan klasifikasi ini.

Panduan Praktikum Taksonomi Avertebrata

KEGIATAN 3 A. Tujuan Melalui kegiatan pengamatan, diharapkan mahasiswa dapat: 1. Menunjukkan ciri dan karakter pembeda cangkang Gastropoda pada gambar sketsa. 2. Mendeskripsikan anggota Gastropoda 3. Mengidentifikasi dan menentukan klasifikasi setiap Gastropoda 4. Mengenal keanekaragaman Gastropoda Indonesia. B. Alat dan Bahan a. b. Alat: lup, pinset, nampan plastik, cawan petri, penggaris Bahan: awetan kering cangkang siput anggota

anggota

C. Cara Kerja 1. Setiap kelompok akan memperoleh empat awetan kering cangkang siput laut. 2. Amati keempat cangkang tersebut dengan saksama. 3. Perhatikan bahwa keempat spesimen tersebut dapat dikelompokkan dalam dua kelompok. Pilihlah dua spesimen yang masing-masing berasal dari kelompok yang berbeda. 4. Amati dua spesimen cangkang tersebut secara lebih saksama. Perhatikan ciri-ciri penting cangkang sebagaimana yang telah Anda amati di kegiatan 1. 5. Gambarlah sketsa dua spesimen tersebut dan lengkapi dengan nama bagian-bagian tubuhnya yang merupakan ciri penting. 6. Susunlah deskripsi kedua spesies tersebut dan tentukan klasifikasinya hingga tingkat spesies. Anda dapat menggunakan buku identifikasi yang telah disediakan.

Panduan Praktikum Taksonomi Avertebrata