Anda di halaman 1dari 14

PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM

Posted by Ngabidin 14:46, under Makalahku , No comments


I. PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Pendidikan menduduki posisi penting dalam pembangunan suatu bangsa. Pendidikan
berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat menentukan nasib
bangsa.
Dunia pendidikan tidaklah sebatas mengetahui ilmu dan memahaminya, akan tetapi dalam
dunia pendidikan sangat berhubungan dengan dunia luar yang nyata. Pendidikan terdiri dari
berbagai elemen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang diharapkan bersama, dari
hal itu dapat disebut bahwa pendidikan sebagai suatu sistem
Pendidikan sebagai suatu sistem tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan baik Iisik maupun
makhluk hidup yang lain, karena pelajaran tidak hanya didapat dari pelajaran sekolah ataupun
lembaga pendidikan Iormal, namun pendidikan juga membutuhkan pelajaran dari alam atau
lingkungan sekitar.

II. RUMUSAN MASALAH
A. Pengertian Sistem
B. Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
C. Pngertian Pendidikan Naional
D. Pendidikan Nasional Sebagai Suatu Sistem

III. PEMBAHASAN
A. Pengertian Sistem
Sistem berasal bari bahasa Yunani systema, yang berarti sehimpunan bagan atau komponen
yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan . Istilah sistem
adalah suatu konsep yang abstrak. DeInisi tradisional menyatakan bahwa sistem adalah
seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai satu tujuan.
Zahara Idris (1987) mengemukakan bahwa sistem adalah kesatuan yang terdiri atas
komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsur-unsur sebagai sumber-sumber yang
mempunyai hubungan Iungsional yang teratur, tidak sekadar acak, yang saling membantu
untuk mencapai suatu hasil (produk). Sebagai contoh, tubuh manusia merupakan suatu sistem
yang terdiri atas komponen-komponen, antara lain jaringan daging, otak, urat-urat darah,
syaraI, dan tulang-tulang. Setiap komponen-komponen itu mempunyai Iungsi-Iungsi sendiri
(Iungsi yang berbeda-beda) dan satu sama lain saling berkaitan sehingga merupakan suatu
kesatuan yang hidup. Dengan kata lain, semua komponen itu berinteraksi sedemikian rupa
sehingga mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Dari dini dapat dikatakan bahwa system kependidikan merupakan perangkat sarana yang
terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan satu sama lain dalam rangka melaksanakan
proses pembudayaan masyarakat yang menumbuhkan nilai-nilai yang sama sebangun dengan
cita-cita yang diperjuangkan oleh masyarakat itu sendiri.
Sistem pendidikan pada hakikatnya adalaah seperangkat sarana yang dipolakan untuk
membudayakan nilai-nilai budaya masyarakat yang dapat mengalami perubahan-perubahan
bentuk dan model sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup masyarakat dalam rangka
mengejar cita-cita hidaup yang sejahtera lahir maupun batin.
B. Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mencapai tujuan pendidikan. Suatu usaha
pendidikan menyangkut tiga unusur pokok, yaitu unsur masukan, unsur proses usaha itu
sendiri, dan unsur hasil usaha. Hubungan ketiga unsur itu dapat digambarkan sebagai berikut:
Proses Pendidikan Sebagai Suatu Sistem


Masukan usaha pendidikan ialah peserta didik dengan berbagai ciri-ciri yang ada pada diri
peserta didik itu (antara lain bakat, minat, kemampuan, keadaan jasmani,). Dalam proses
pendidikan terkait berbagai hal, seperti pendidik, kurikulum, gedung sekolah, buku, metode
mengajar, dan lain-lain, sedangkan hasil pendidikan dapat meliputi hasil belajar (yang berupa
pengetahuan, sikap, dan keterampilan) setelah selesainya suatu proses belajar mengajar
tertentu. Dalam rangka yang lebih besar, hasil proses pendidikan dapat berupa lulusan dari
lembaga pendidikan (sekolah) tertentu.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1979) menjelaskan pula bahwa, 'Pendidikan
merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur tujuan/sasaran pendidikan, peserta
didik, pengelola pendidikan, struktur/jenjang. Kurikulum dan peralatan/Iasilitas.
P.H. Combs (1982) mengemukakan dua belas komponen pendidikan seperti berikut:
a. Tujuan dan Prioritas
Fungsinya mengarahkan kegiatan sistem. Hal ini merupakan inIormasi tentang apa yang
hendak dicapai oleh sistem pendidikan dan urutan pelaksanaannya.
b. Peserta Didik
Fungsinya ialah belajar. Diharapkan peserta didik mengalami proses perubahan tingkah laku
sesuai dengan tujuan umum pendidikan.
c. Manajemen atau Pengelolaan
Fungsinya mengkoordinasikan, mengarahkan, dan menilai sistem pendidikan. Komponen ini
bersumber pada sistem nilai dan cita-cita yang merupakan inIormasi tentang pola
kepemimpinan dalam pengelolaan sistem pendidikan.
d. Struktur dan Jadwal Waktu
Fungsinya mengatur pembagian waktu dan kegiatan.
e. Isi dan Bahan Pengajaran
Fungsinya untuk menggambarkan luas dan dalamnya bahan pelajaran yang harus dikuasai
peserta didik.
I. Guru dan Pelaksana
Fungsinya menyediakan bahan pelajaran dan menyelenggarakan proses belajar untuk peserta
didik.
g. Alat Bantu Belajar
Fungsinya untuk memungkinkan terjadinya proses pendidikan yang lebih menarik dan lebih
bervariasi.
h. Fasilitas
Fungsinya untuk tempat terselenggaranya proses pendidikan.
i. Teknologi
Fungsinya memperlancar dan meningkatkan hasil guna proses pendidikan. Yang dimaksud
dengan teknologi ialah semua teknik yang digunakan sehingga sistem pendidikan berjalan
dengan eIisien dan eIektiI.
j. Pengawasan Mutu
Fungsinya membina peraturan-peraturan dan standar pendidikan.
k. Penelitian
Fungsinya untuk memperbaiki dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan penampilan
sistem pendidikan.
l. Biaya
Fungsinya melancarkan proses pendidikan dan menjadi petunjuk tentang tingkat eIesiensi
sistem pendidikan.

Pendidikan sebagai suatu sistem dapat pula digambarkan dalam bentuk model dasar input-
output berikut ini.



Segala sesuatu yang masuk dalam sistem dan berperan dalam proses pendidikan disebut
masukan pendidikan. Lingkungan hidup menjadi sumber masukan pendidikan.
Faktor-Iaktor yang berpengaruh dalam pendidikan diantaranya: IilsaIat negara, agama, sosial,
kebudayaan, ekonomi, politik, dan demograIi. Ketujuh Iaktor ini merupakan supra sistem
pendidikan.
Jadi, pendidikan sebagai suatu sistem berada bersama, terikat, dan tertenun di dalam supra
sistemnya yang terdiri dari tujuh sistem tersebut. Berarti membangun suatu lembaga
pendidikan baru atau memperbaiki lembaga pendidikan lama, tidak dapat memisahkan diri
dari supra sistem tersebut.
C. Pengertian Pendidikan Nasional
Menurut Sunarya (1969), pendidikan nasional adalah suatu sistem pendidikan yang berdiri di
atas landasan dan dijiwai oleh IalsaIah hidup suatu bangsa dan tujuannya bersiIat mengabdi
kepada kepentingan dan cita-cita nasional bangsa tersebut.
Sementara itu, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976), merumuskan bahwa
pendidikan nasional ialah suatu usaha untuk membimbing para warga Negara Indonesia
menjadi Pancasila, yang berpribadi, berdasarkan akan Ketuhanan berkesadaran masyarakat
dan mampu membudayakan alam sekitar.
Dalam Undang-undang RI No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab
I Pasal 2 berbunyi: Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan
bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945
Bab XIII Pasal 31.
D. Pendidikan Nasional Sebagai Suatu Sistem
Menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1989, tentang Sistem Pendidikan
Nasional dikemukakan Pendidikan Nasional adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta
didik melalui bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan
datang.
Sebagai suatu sistem, pendidikan nasional mempunyai tujuan yang jelas, seperti yang
dicantumkan pada undang-undang pendidikan bahwa Pendidikan Nasional bertujuan
mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia
yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur,
memiliki pengetahuan dan ktrampilan, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap
dan mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Berdasarkan tujuan pendidikan nsional itulah dilaksanakan proses pendidikan di Indonesia.
Setiap lima tahun sekali biasanya ditetapkan tujuan pendidikan nasional itu dalam Ketetapan
Majelis Permusyawaratan Rakyat dan dijelaskan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara
(GBHN).
Zahar Idris (1987) mengemukakan bahwa 'Pendidikan Nasional sebagai suatu system adalah
karya manusia yang terdiri dari komponen-komponen yang memepunyai hubungan
Iungsional dalam rangka membantu terjadinya proses transIormasi atau perubahan tingkah
laku seseorang sesuai dengan tujuan nasional seperti tercantum dalam Undang Undang Dasar
Republik Indonesia Tahun 1945.

IV. KESIMPULAN
Sistem adalah totalitas himpunan bagian-bagian yang satu sama lain berinteraksi dan
bersama-sama untuk mencapai satu tujuan atau sekelompok tujuan dalam suatu lingkungan
tertentu.
Sistem pendidikan adalah seperangkat unsur yang terdapat dalam pendidikan yang saling
terkait sehingga membentuk satu kesatuan dalam mencapai tujuan bersama.
Komponen pendidikan menurut P.H. Combs yaitu: tujuan dan prioritas, peserta didik,
manajemen atau pengelolaan, struktur dan jadwal waktu, isi dan bahan pengajaran, guru dan
pelaksana, alat bantu belajar, Iasilitas, teknologi, pengawasan mutu, penelitian, dan biaya.
Sistem pendidikan pada hakikatnya adalah seperangkat sarana yang dipolakan untuk
membudayakan nilai-nilai budaya masyarakat yang dapat mengalami perubahan-perubahan
bentuk dan model sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup masyarakat dalam rangka
mengejar cita-cita hidup yang sejahtera lahir maupun batin. Pendidikan Nasional adalah
usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui bimbingan, pengajaran, dan atau latihan
bagi peranannya di masa yang akan datang.
.
V. PENUTUP
Dengan segala keterbatasan kami, demikianlah makalah ini kami buat. Kesempurnaan
hanyalah ada pada Allah SWT, oleh karena itu sudah pasti makalah ini memerlukan kritik
dan saran yang membangun dari pembaca yang budiman demi lebih baiknya makalah setelah
ini. Selamat membaca dan semoga bermanIaat. Amin. ||

DAFTAR PUSTAKA


AriIin, M. 2003. Ilmu Perbandingan Pendidikan. Jakarta: Golden Terayon Press.
Hamalik, Oemar. 2008. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: PT
Bumi Aksara.
Idris, Zahara dan Lisma Jamal. 1992. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia Widia
Sarana.
Ihsan, Fuad. 2008. Dasar Dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Pid

Istilah sistem berasal dari bahasa yunani 'systema yang berarti sehimpunan bagian
atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu
keseluruhan.
Menurut Zahara Idris(1987) Sistem adalah satu kesatuan yang terdiri atas komponen-
komponen atau elemen-elemen atau unsusr-unsur sebagai sumber yang mempunyai
hubungan Iungsional yang teratur, tidak secara acak yang salaing membantu untuk
mencapi suatu hasil (Product). Contoh tubuh manusia merupakan satu jaringan daging,
otak, urat-urat, dll yang komponen mempunyai Iungsi masing-masing yang satu dengan
yang lain satu sama lain saling berkaitan sehingga mencapai tujuan yang telah
ditetapkan..

B. Pengertian Pendidikan Nasional
Menurut sunarya (1969) pendidikan nasional adalah suatu sistem pendidikan yang
berdiri diatas landasan dan dijiwai oleh IilsaIah hidup suatu bangsa dan tujuanya bersiIat
mengabdi kepada kepentingan dan cita-cita nasional bangsa.
Depertemen pendidikan dan kebudayaan (1976) merumuskan bahwa pendidkan
nasional adalah suatu usaha untuk membimbing para warga Negara Indonesia menjadi
pancasila, yang berpribadi, berdasarkan akan kebutuhan berkesadaran akan kebutuhan
berkesadaran masyarakat dan mampu membudayakan alam sekitar.

C. Pendidikan sebagai suatu system
Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Suatu
usaha pendidikan menyangkut tiga unsur pokok yaitu unsur masukan, unsur proses usaha
itu sendiri, dan unsur hasil usaha
PENDIDIKAN DAN SISTEM




BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Suatu kenyataan yang yang tampak jelas dalam dunia pendidikan dimana
pendidikan tersebut diharapkan bisa diterima oleh semua pihak. Pendidikan sebagai
sistem terdiri dari sejumlah komponen antara lain, sistem baru (raw input), tamatan
(out put), instrumental input (guru kurikulum).
Ilmu pendidikan juga akan memperhatikan perubahan tata nilai yang terjdi
dalam masyarakat. Disamping itu ilmu pendidikan harus memahami peristiwa-
peristiwa yang terjadi dalam kehidupan,dlam ekonomi dan politik kita. Sebabnya
ialah pendidikan mempunyai kewajiban untuk mengantarkan para peserta didik
memasuki masyarakat yang sedang mengalami perubahan-perubahan yang mendasar
dalam kehidupan ekonomi dan kehidupan politik.
Ilmu pendidikan juga diterima sebagai salah satu disiplin ilmu pengetahuan
tergolong baru, sekitar abad (1895) melalui gerakan 'Autonomi pedagogik yang
berlangsung di Amerika dan Eropa yang mula-mula sekali memakai istilah ilmu
pendidikan ialah J.C Greiling.
Adapun istilah yang ditinjau dari sisi ilmiah, para ahli pendidikan memiliki bebrapa
pandangan:
1. Pendidikan identik dengan pengajaran
2. Pendidikan dan pengajaran tidak sama, tapi memiliki hubungan erat.
3. Pendidikan dan pengajaran berbeda dari segi kelambagaan.
Mengajar bukan hanya menyampaikan paham pelajaran pada siswa, tetapi
merupakan suatu proses upaya dalam membimbing dan menIasilitasi siswa supaya
dapat belajar secara eIektiI dan eIisien. Keberhasilan pembelajaran yang
dikembangkan oleh guru. Oleh karna itu, guru harus memiliki kemampuan dalam
memilih, mengembangkan dan menerapakn berbagai metode mengjar dalam
mencapai tujuan pembelajaran.
B. RUMUSAN MASALAH
1. pengertian pendidikan
2. pengertian sistem
C. TU1UAN
1. Agar kami lebih memahami tentang pengertian pendidikan dan sistem
2. lebih memahami pengertian pendidikan sebagai sistem
3. memenuhi tugas yang telah dibebankan kepada kami


BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PENDIDIKAN
Tidak mudah mendiIinisikan apa sebenarnya pendidikan itu, menurut Achmad TaIsir,
di sebabkan oleh beberapa hal:
1. banyaknya jenis kegiatan yang dapat disebut sebagai kegiatan pendididkan, yakni;
kegiatan pendidikan oleh diri sendir, kegiatan pendidikan oleh lingkungan, dan
kegiatan pendidikan oleh orang lain terhadap orang tertentu.
2. luanya aspek yang dibina oleh pendidikan; ada aspek jasmaniah, akal dan aspek
hati.
3. luasnya wilayah penyelenggaraan pendidikan; yaitu didalam Rumah tangga,
dimasyarakat dan di sekolah.
Mungkin sebenarnya kita kira-kira alasan diatas, mengapa sampai
sekarang tidak ada satupun diIinisi pendidikan yang dapat diterima secara bulat
oleh semua pihak.
Selanjutnya akan kami tinjau pendidikan itu dari segi Etimologis dan
Terminologisnya.
a) Tinjauan Etimologis
Istilah asing yang biasa dipakai untuk memaknai kata pendidikan
adalah; Pedagogie (bahasa Yunani) dan Education (bahasa Latin). Berikut ini
penjelasan kedua istilah tersebut:
1) Pedagogie
Rangkaian dua kata dari bahasa Yunani: ' pias (anak) dan ago (saya
membimbing). Dengan demikian berarti saya membimbing anak.
2) Education
Menurut Khursyid Ahmad istilah Education, berasal dari Bahasa Latin; e,
ex (out) artninya keluar, dan ducere duc (mengatur, memimpin,
menyerahkan). Sehingga education memiliki arti: mengumpulkan dan
menyampaikan inIormasi (pelajaran), dan menyalurkan/ menarik bakat
keluar. . Dalam praktek pendidikan, kegiatan-kegiatan seperti mengatur,
memimpin dan mengarahkan bakat anak merupakan aktiIitas utama.
b) Tinjauan Terminologis
Dari sudut pandang Terminologis, menurut MJ. Langeveld; ' pendidikan
adalah mempengaruhi anak dalam usah membimbingnya supaya menjadi
dewaswa. Uasah membimbing adalah usaha yang didasari dan dilaksanakan
dIengan sengaja antara orang dewwsa dengan anak yang be lum dewasa.
Dalam rangka memahami pendidikan sebagai suatu sistem, sebelumnya
akan diuraikan tentang beberapa diIinisi tentang pendidikan, tidak ada sebuah
batasanpun yang dianggap cukup memdai sehingga menjadi jelas arti pendidikan
secara lengkap . pendidikan sebenarnya mengandung banyak aspek sesuai dengan
tujuan dan sasaran yang hendak dicapai oleh penyelanggara pendidikan.
Perbedaan-perbedaan deIinisi tentang pendidikan tersebut bisa terjadi karena
orientasi, konsep dasar yang digunakan juga berbeda.
Pendidikan ialah suatu usaha sadar dan teratur serta sistemais, yang
dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab, untuk mempengaruhi anak
agar mempunyai siIat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan. dengan kata
lain dapatlah disebutkan bahwa: pendidikan adalah bantuan yang diberikan
dengan sengaja kepada anak, dalam pertumbuhan jasmani maupun rohani untuk
mencapai tingkat dewasa.
Beberapa contoh batasan diIinisi pedidikan yang berbeda berdasarkan
Iungsinya akan dikemukakan, sebagaiberikut :
1. Pendidikan sebagai prosess transIormasi Budaya. Pendidikan diartikan sebagai
kegiatan pewarisa budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya
2. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi. Pendidikan diartikan sebagai
suatu kegiatan yang sistimatis dan sistemik yang terarah kepada terbentuknya
kepribadian perserta didik.
3. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warga Negara. Dalam hal ini pendidikan
dapat diartikan sebagai satu kegiatan yang direncanakan untuk membekali
anak didik agar menjadi warga negara yang baik. Baik dalam arti sesuai
dengan tujuan pendidikan nasional suatu Negara.
4. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja. Pendidikan dalam artian ini adalah
sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga mereka memiliki bekal
dasar untuk bekerja.
5. DeIinisi Pendidikan menurut GBHN 1998. GBHN memberikan batasan
batasan tentang Pendidikan Nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa
dan berdasarkan Pancasila serta Undang Undang Dasar 1945 dimana batasan
tersebut mengarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan
martabat bangsa, mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas, mandiri
sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat sekitarnya, dan dapat
memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab dalam
pembangunan bangsa. Dalam hal ini pendidikan memperhatikan kesatuan
aspek jasmani dan rohani, aspek individu dan sosial, aspek kognitiI, aspek
aIektiI, aspek psikomotorik, dan aspek hubungan pribadi individu dengan
lingkungan sosial maupun alam sekitarnya.
B. PENGERTIAN SISTEM
Dari uraian tersebut diatas dapat dilihat bahwa ternyata setiap
penyelengaraan pendidikan mempunyai tujuan. Tujuan pendidikan adalah
komponen penting dalam sistem pendidikan. Oleh karena itu semua komponen
yang terdapat dan mendukung dalam sistem pendidikan diarahkan pada
pencapaian tujuan pendidikan. Dalam hal ini nampak bahwa pendidikan itu
bersiIat normatiI, yaitu mengandung norma norma yang siIatnya 'memaksa
untuk mengarahkan anak didik pada tujuan pendidikan tersebut. Walaupun
demikian biasanya norma norma dalam pendidikan dapat diterima oleh peserta
didik yang mengikutinya. Pendidikan sebagai sistem, dimulai dengan menjelaskan
pengertian arti kata 'sistem. Sistem dalam Bahasa Inggris adalah 'system, dapat
diartikan sebagai 'a set of things or parts forming a whole`, atau dapat diartikan
juga sebagai 'group of things or parts working together as a whole`. Berdasarkan
dua pemahaman seperti ini, pengertian sistem dijelaskan sebagai berikut :
1. Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang terorganisir, suatu himpunan
atau perpaduan dari bagian bagian yang membentuk suatu keseluruhan. Jadi
penekanannya adalah pada wujud sistem yang dibentuk dari bagian bagian.
2. Sistem merupakan himpunan komponen komponen atau bagian bagian yang
saling berkaitan dan bagian bagian tersebut masing masing berIungsi
dalam keseluruhan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam penjelasan ini sistem
menekankan pada Iungsi bagian bagian atau komponen komponen dalam
keseluruhan.
3. Sistem merupakan himpunan komponen atau subsistem yang saling berkaitan
dan berIungsi sesuai dengan rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Dalam pengertian ini sistem menekankan pada unsur rencana dan saling
keterkaitan antar komponen. Berdasarkan uraian tersebut, sistem dapat
diartikan sebagai suatu kesatuan integral dari sejumlah komponen, dimana
komponen komponen tersebut satu dengan yang lainnya saling berpengaruh
dengan Iungsinya masing masing dan secara bersama sama terarah pada
suatu tujuan dari sistem. Mengacu pada pengertian sistem tersebut di atas,
Pendidikan Sebagai Sistem terdiri dari sejumlah komponen, di mana masing
masing komponen tersebut mempunyai Iungsi dan terjadi saling
keterhubungan dan secara bersama sama terarah pada suatu tujuan sistem
pendidikan.
Sistem dapat diidentiIikasi secara sederhana sebagai 'seperangkat objek
dengan hubungan-hubungan antar objek dan hubungan antar atributnya. Dengan
kata lain, system adalah suatu kesatuan utuh yang terjalin dari:
1. sejumlah bagian
2. hubungan bagian-bagian, dan
3. atribut dari bagian-bagian itu maupun dari hubungan itu.
Dengan kata lain sistem dapat dipandang sebagai ' suatu bentuk dalam
struktur atau operasi, konsep atau Iungsi, yang terjalin dari bagian yang terikat dan
terpadu.
Sejauh ini apabila sistem dibahas sepenuhnya pengertian sederhana dari
sistem juga sangat diperlukan. Pengertian yang sederhana dapat dikemukakan
sebagai berikut :
$stem is defined in the dictionar as an assemblage of obfects united b
some form of regular interaction o rinterdependence, an organic or
organi:ed whole, as the solar sstem, or a new telegraph sstem.
Dalam kutipan ini sistem dapat diartikan sebagai suatu himpunan dari
obyek-obyek yang di satukan oleh beberapa bentuk interaksi yang teratur atau
saling bergantungan. Suatu kesatuan atau penyatuan menjadi keseluruhan sebagai
sistem yang tersendiiri. Pengertian seperti tersebut diatas menunjukkan adanya
perbedaaan dalam bermacam-macam sistem alam semesta ialah sistem matahari.
Siste telegram adalah sistem yang didisain oleh manusia.
Dengan seperti ini suatu sistem itu mengandung 3 (tiga) bentuk aspek ialah
:
a. Tujuan
Sistem itu mempunyai tujuan, sistem dibangun dari bagian-bagian
ataau komponen dan sejumlah komponen-komponen itu adalah isi sistem.
b. Isi
Isi sistem disusun untuk mencapai suatu tujuan sisterm yang khusus.
c. Proses
Operasi dan Iungsi komponen itu dihubungkan dalam anstruksi untuk
mencapai tujuan sistem, itulah proses sistem. Urutan tujuan, isi dan proses itu
penting, karena itulah diprioritaskan.
Sistem dapat diidentiIikasikan oleh tujuannya. Tujuannya menjelaskan
pada kita apa yang harus dikerjakan, tujuuan mennentukan pula proses apa
yang harus ditempatkan.
Isi bagian yang tercakup didalam sistem, diseleksi kemampuannya
untuk mencapai proses yang di harqapkan dalam rentetetan untuk mencapai
tujuan sistem.
Tujuan menentukan proses, yang harus menghasilkan susunan untuk
mencapai tujuan. Proses wajar akan menyarankan bermacam-macam
komponen, sehingga dapat menghasilkan atau menciptakan isi sistem. Untuk
bahan perbandingan dapat dikemukakan suatu pengertian sistem yang lain
ialah : ' system; the sun total oI part working independently and working
together to achieve requiered results or outcomes based on needs.
Yang dapat diartikan demikian, sistem ialah sejumlah keseluruhan
bagian-bagian yang bekerja saling bergantung dan saling bekerja sama untuk
mencapai hasil atau tujuan yang di harapkan berdasarkan kebutuhan.
Dalam Sistem Pendidikan sangat memerlukan adanya feedback (umpan balik),
sehingga manajemen sekolah dapat mengembangkan dan memperbaiki proses
pendidikan yang telah dilakukan. Dalam hal ini Output dan Outcome akan
menjadi Ieedback utama bagi sekolah dalam peningkatan program program
pembelajaran, kualitas guru & staI, kurikulum, sistem administrasi, sistem
evaluasi & pengukuran, pengelolaan keuangan.
BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Sebagai kesimpulan dapat kita pastikan bahwa pendidikan itu merupakan sebuah
komponen atau lembaga yang mempunyai tujuan agar terciptanya situasi atau potensi-potensi
dasar apa saja yang dimiliki anak-anak dapat dikembangkan sesuai dengan ketentuan
kebutuhan mereka pada suatu zaman dan dimana mereka harus survival. Dalam pendidikan
tersebut memahami bahwa tujuan atau kompetensi yang dirumuskan dalam kurikulum yang
berIungsi sebagai pedoman pelaksanaan proses pembelajaran. Persoalan tersebut adalah
bagaimna melaksanakannya di dalam proses belajar-mengjar atau proses pembelajaran agar
tujuan atau kompetensi yang diharapkan tercapai dan juga memahami bagaimana pendidikan
itu mempunyai sistem yang baik untuk mencapai tujuan.
2. SARAN-SARAN
Kami sebagai penyusun makalah ini menyatakan bahwa makalah kami ini
sangat kurang dari kesempurnaan sehingga sebagai penyusun kami mengharapkan
kepada seluruh pembaca agar senantiasa memberikan kritik dan saran anda sekalian
yang tentunya bersiIat membangun, untuk kami jadikan bahan telaah untuk tugas-
tugas selanjutnya.