Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pseudomonas merupakan genus bakteri yang termasuk ke dalam golongan bakteri gram negative, tidak berspora, dan berbentuk batang, yang kebanyakan bersifat aerobic dan dapat motil menggunakan polar flagella. Terdapat 40 spesies yang termasuk dalam genus ini. Anggota dari genus Pseudomonas bersifat fluorescent dan banyak ditemukan ditanah, air dan habitat lainnya. Pseudomonas secara umum aktif melakukan dekomposisi aerobic dan biodegradasi, dan memegang peran penting dalam keseimbangan alam dan berpengaruh secara ekonomi bagi kepentingan manusia. Pada daging merah yang disimpan pada temperature dingin, bakteri pembusuk yang banyak berkembang adalah Pseudomonas spp., dan daging tersebut akan membusuk jika jumlah bakteri ini telah mencapai 10/cm pada daging. Beberapa dari bakteri ini sangat terkait dengan tanaman dan hewan sebagai pathogen dan mikroorganisme saprofit. Pseudomonas Sp merupakan bakteri hidrokarbonoklastik yang mampu mendegradasi berbagai jenis hidrokarbon. Keberhasilan penggunaan bakteri Pseudomonas dalam upaya bioremediasi lingkungan akibat pencemaran hidrokarbon membutuhkan pemahaman tentang mekanisme interaksi antara bakteri Pseudomonas sp dengan senyawa hidrokarbon. Kemampuan bakteri Pseudomonas sp. IA7D dalam mendegradasi hidrokarbon dan dalam menghasilkan biosurfaktan menunjukkan bahwa isolate bakteri Pseudomonas sp IA 7D berpotensi untuk digunakan dalam upaya bioremedasi lingkungan akibat pencemaran hidrokarbon. Akan tetapi ada beberapa spesies dari Pseudomonas yang bersifat sebagai patogen bagi tumbuhan. Diantaranya yaitu Pseudomonas solanacearum yang dapat menyebabkan penyakit layu pada famili terungterungan.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pseudomonas sp.
Pseudomonas Sp merupakan bakteri hidrokarbonoklastik yang mampu mendegradasi berbagai jenis hidrokarbon. Keberhasilan penggunaan bakteri Pseudomonas dalam upaya bioremediasi lingkungan akibat pencemaran hidrokarbon membutuhkan pemahaman tentang mekanisme interaksi antara bakteri Pseudomonas sp dengan senyawa hidrokarbon. Kemampuan bakteri Pseudomonas sp. IA7D dalam mendegradasi hidrokarbon dan dalam menghasilkan biosurfaktan menunjukkan bahwa isolat bakteri Pseudomonas sp IA7D berpotensi untuk digunakan dalam upaya bioremediasi lingkungan akibat pencemaran hidrokarbon. Klasifikasi Ilmiah Kerajaan Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Bacteria : Proteobacteria : Gamma Proteobacteria : Pseudomonadales : Pseudomonadaceae : Pseudomonas : P. abikonensis, P. aminovorans, P. azotocolligans, P.

carboxydohydrogena, P. carboxidovorans, P. compransoris, P. diminuta,P. echinoides, P. extorquens, P. lindneri, P. mesophilica, P. paucimobilis, P. radiora, P. rhodos, P. riboflavina, P. rosea, P. vesicularis, P. acidovorans, P. alliicola, P. antimicrobica, P. avenae, P. butanovorae, P. caryophylli, P. cattleyae, P. cepacia, P. cocovenenans, P. delafieldii, P. facilis, P. flava, P. gladioli, P. glathei, P. glumae, P. graminis, P. huttiensis, P. indigofera, P. lanceolata, P. lemoignei, P. mallei, P. mephitica, P. mixta, P. palleronii, P. phenazinium, P. pickettii, P. plantarii, P. pseudoflava, P. pseudomallei, P. pyrrocinia,P. rubrilineans, P. rubrisubalbicans, P. saccharophila, P. solanacearum, P. spinosa, P. syzygii, P. taeniospiralis, P. terrigena, P. testosteroni,

P. beteli, P. boreopolis, P. cissicola, P. geniculata, P. hibiscicola, P. maltophilia, P. pictorum, P. beijerinckii, P. diminuta, P. doudoroffii, P. elongata, P. flectens, P. halodurans, P. halophila, P. iners, P. marina, P. nautica,P. nigrifaciens, P. pavonacea, P. piscicida, P. stanieri, P. formicans.

2.2 Beberapa spesies Pseudomonas


Pseudomonas avenae Morfologi: A.avenae subsp. citrulli merupakan bakteri gram negatif, aerob obligat, dapat bergerak dengan menggunakan satu flagel di salah satu ujungnya (polar). Selselnya berbentuk lurus hingga batang agak mengerucut dengan ukuran panjang 1,0-5,0 m. Pada biakan agar nutrisi, koloni A. avenaesubsp. citrulli berbentuk bulat dengan tepian bergerigi, permukaannya cembung, terksturnya licin hingga agak kasar, berwarna kekuningan. Koloni bakteri ini tidak berpendar pada media Kings B. Beberapa tanaman inang yang sering diserang oleh Pseudomonas avenae yaitu Cucumis melo (melon, melon), Citrullus vulgaris (semangka, watermelon), Cucurbita maxima(waluh, labu parang, pumpkin), Cucumis sativus (mentimun, cucumber) Biologi: Siklus penyakit pada kebanyakan tanaman inang dimulai dari benih yang terkontaminasi. Bakteri A. avenae subsp. citrulli dapat bertahan selama beberapa tahun di dalam benih yang telah dikeringkan dan simpan di tempat penyimpanan. Kebanyakan produksi semangka di USA masih berasal dari benih langsung dari tanaman, tetapi teknik transplantasi saat ini mulai banyak digunakan. Kondisi lingkungan yang hangat dan lembab menjadi penunjang bagi perkembangan penyakit. Hal ini biasanya termasuk faktor penunjang trnasplantasi untuk meningkatkan benih semangka. Bakteri yang berasal dari benih terinfestasi akan menginfeksi benih di persemaian seiring dengan kemunculan kotiledon dari selubung benih. Pada kegiatan transplantasi biasanya terdapat fasilitas irigasi, yang secara efektif dapat menyebarkan bakteri ke benih di sebelahnya. Penyebaran sekunder di tempat transplantasi ini dapat meningkatkan jumlah benih yang terinfeksi (hingga ke seluruh tempat persemaian). Beberapa tanaman transplantasi dapat terserang bakteri tetapi tidak

menunjukkan gejala. Penyakit busuk buah bakteri disebarkan melaui benih atau transplan yang telah terkontaminasi bakteri, atau melalui jenis tanaman cucurbit dan jenis cucurbit liar yang terinfeksi. Di pertanaman, perkembangan gejala dan penyebaran bakteri A. avenae subsp. citrulli biasanya terjadi pada saat cuaca hangat dan lembab. Kondisi ini umumnya terjadi pada musim semi. Bakteri ini dapat juga disebarkan melalui kontak dengan pekerja lapangan, melaui air irigasi, dan alat-alat pertanian.

Gambar 1. Gejala Penyakit Busuk Buah Bakteri Burdman, S. 2005. APS (The American Phytopathological Society) Pseudomonas stewartii Morfologi: Bakteri P. stewartii merupakan bakteri gram negatif, bersifat anaerob, tidak menghasilkan spora, tidak memiliki flagel sehingga tidak dapat bergerak, berukuran 0,4-0,8 x 0,9-2,2 mm. Koloni P. stewartiipada media yeast axtract-dextrose-calcium carbonate berwarna krem kekuningan hingga jingga kekuningan. Bakteri P. stewartii menghasilkan polisakarida secara ekstraseluler yang berkaitan dengan patogenisitasnya (misalnya virulensi). Beberapa tanaman inang yang sering diserang oleh bakteri ini yaitu Zea mays (jagung, corn, maize), Zea mexicana (teosinte), Saccharum officinarum (tebu, sugarcane), Sorghum bicolor (sorgum, sorghum), Triticum aestivum(gandum, wheat), Vigna radiata (kacang hijau, mungbean), Cucumis sativus (mentimun, cucumber) , Agrotis alba, Avena sativa, Coix lacryma, Echinochloa americana, Trapsacum spp., Panicum spp. Media pembawa dari bakteri ini yaitu oleh benih/biji (seed/grain), bunga (flower/infloresence), daun (leaf), akar (root), batang (stem), Vector:Agrotis

manchus, Chaetocnema denticulata, C.pulicaris, Diabrotica nigricornis, D. undecimpuctata, D. versifera, Hylemya cilicrura. Sementara itu untuk penyebarannya sendiri yaitu di Negara Eropa (Austria), di Asia(PR of China, India, Malaysia, Thailand, Vietnam) di America (Bolivia, Brazil, Canada, Costa Rica, Guyana, Mexico, Peru, Puerto Rico, USA) Biologi: Bakteri P. stewartii dapat disebarkan melalui vektor utamanya, yaitu serangga Chaetocnema pulicaria(corn flea beetle). Di sepanjang musim dingi, bakteri P. stewartii berada di dalam sistem pencernaan makanan kumbang C. pullicaria yang berhibernasi. Selain pada vektor, P. stewartii dapat bertahan hidup pada benih dan tanaman inang yang hidup. Tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa bakteri ini dapat bertahan pada tanah atau sisa-sisa tanaman di musim dingin.

Gambar 2. Gejala Leaf Blight pada jagung yang disebabkan oleh Pseudomonas stewartii http://www.forestryimages.org/browse/detail.cfm?imgnum=1263103 [24 Maret 2009] Pseudomonas rubrisubalbicans North. & Smith Morfologi: Bakteri P. rubrisubalbicans merupakan bakteri gram negatif yang bersifat aerob, tidak membentuk spora, berbentuk batang agak melengkung, berukuran 0,7-2,4 m. Bakteri ini hidup secara tunggal atau berpasangan dan terkadang dalam untaian rantai yang pendek (jarang). Bakteri P. rubrisubalbicans dapat bergerak dengan flagel

polar berjumlah 4-6. Selain itu, bakteri ini juga dapat membentuk kapsul. Beberapa tanaman inang yang diserang oleh bakteri ini yaitu Saccharum officinarum (tebu, sugarcane), Sorghum bicolor (sorgum, sorghum), Zea mays (jagung, corn, maize). Sedangkan media pembawa dari bakteri ini yaitu batang dan daun. Biologi: Bakteri P. rubrisubalbicans dapat menyebabkan penyakit mottled striped pada daun tebu. Epidemiologi penyakit ini belum dipelajari lebih lanjut, tetapi penularannya di lapangan kemungkinan dipengaruhi oleh angin dan hujan. Belum ada keterangan pula mengenai penyebaran bakteri melalui benih. Pseudomonas flaccumflaciens Morfologi: C. flaccumfaciens merupakan bakteri gram negatif yang bersifat aerob, dan berbentuk batang, berukuran 0,3-0,5 x 0,6-3,0 m. Bakteri ini dapat bergerak dengan menggunakan 1-3 flagel di bagian lateral tubuhnya. Pada media biakan Nutrient broth yeast, bakteri ini tumbuh dengan lambat, koloninya berbentuk pipih dengan diameter 1-4 mm. Koloni bakteri tersebut biasanya muncul setelah 2-3 hari, berwarna krem hingga kunig, tergantung pada media biakannya (ada juga yang berwarna jingga dan ungu). Beberapa tanaman inang yang sering diserang oleh bakteri ini yaitu Glycine max (kedelai, soybean), Zea mays (jagung, corn, maize), Vigna radiata (kacang hijau, mungbean), Vigna spp. (buncis, cowpea). Sementara itu untuk media pembawanya sendiri adalah Benih/biji (seed/grain), planlet, buah (fruit), batang (stem). Biologi: C. flaccumfaciens merupakan bakteri tular benih dengan daya tahan hidup yang rendah di dalam tanah. Selama musim dingin, bakteri ini biasanya berada pada gulma atau sisa-sisa tanaman. Benih yang terinfeksi dapat menjadi sumber infeksi sistemik di dalam pembuluh kayu (xilem). Bakteri ini juga bida masuk lewat luka pada akar atau lewat stomata. Penyakit biasanya terjadi pada suhu di atas 30C.

Pseudomonas andropogonis Morfologi: B. andropogonis merupakan bakteri gram negatif, tidak menghasilkan spora, berukuran 0,5-0,7 x 1-2 m (rata-rata 0,6 x 1,7 m). Bakteri ini dapat berpindah tempat dengan menggunakan satu hingga dua flagel (jarang dengan dua flagel). Beberapa tanaman inang yang sering diserang oleh bakteri ini yaitu Zea mays (jagung, corn, maize), Triticum aestivum (gandum, wheat), Sorghum bicolor (sorgum, sorghum), Dianthus spp. (anyelir, carnation), Bougainvillea spp. (bogenvil, baugenville). Sementara itu media pembawa dari bakteri ini adalah bunga (flower/infloresence), tunas (bud), meristem cultures. Biologi: Serasah tanaman diduga dapat menjadi sumber inokulum utama ketika musim dingin. Patogen ini dapat disebarkan oleh angin dan hujan pada kondisi suhu hangat (24-29C) dan kondisi basah. Penularan B. andropogonis secara mekanik dapat terjadi lewat pegawai lapangan dan bantuan angin. Penyebaran penyakit terdiri dari 3 fase, yaitu penyebaran lambat (di sekitar pertanaman), penyebarab yang cepat, dan penyebaran vertikal (berkaitan dengan air hujan dan suhu lingkungan). Meskipun patogen ini relatif memiliki kisaran inang yang luas, tetapi tidak ada perbedaan dalam hal taksonominya maupun patogenisitasnya (berdasarkan studi yang dilakukan terhadap 4 isolat B. andropogonis).

Gambar 3. Gejala Leaf Stripe yang disebabkan oleh Pseudomonas andropogonis Andel, P. http://www.orchideen.ch/SOG/Italienisch/Kultur.htm [24 Maret 2009]

BAB III KESIMPULAN


Kesimpulan dari makalah ini adalah : Bahwa bakteri Pseudomonas ini merupakan genus bakteri yang termasuk ke dalam golongan bakteri gram negative, tidak berspora, dan berbentuk batang, yang kebanyakan bersifat aerobic dan dapat motil menggunakan polar flagella. Terdapat 40 spesies yang termasuk dalam genus ini. Anggota dari genus Pseudomonas bersifat fluorescent dan banyak ditemukan ditanah, air dan habitat lainnya. Pseudomonas secara umum aktif melakukan dekomposisi aerobic dan biodegradasi, dan memegang peran penting dalam keseimbangan alam dan berpengaruh secara ekonomi bagi kepentingan manusia. Pada daging merah yang disimpan pada temperature dingin, bakteri pembusuk yang banyak berkembang adalah Pseudomonas spp., dan daging tersebut akan membusuk jika jumlah bakteri ini telah mencapai 10/cm pada daging. Beberapa dari bakteri ini sangat terkait dengan tanaman dan hewan sebagai pathogen dan mikroorganisme saprofit. Pseudomonas Sp merupakan bakteri hidrokarbonoklastik yang mampu mendegradasi berbagai jenis hidrokarbon. Keberhasilan penggunaan bakteri Pseudomonas dalam upaya bioremediasi lingkungan akibat pencemaran hidrokarbon membutuhkan pemahaman tentang mekanisme interaksi antara bakteri Pseudomonas sp dengan senyawa hidrokarbon. Kemampuan bakteri Pseudomonas sp. IA7D dalam mendegradasi hidrokarbon dan dalam menghasilkan biosurfaktan menunjukkan bahwa isolate bakteri Pseudomonas sp IA 7D berpotensi untuk digunakan dalam upaya bioremedasi lingkungan akibat pencemaran hidrokarbon. Akan tetapi ada beberapa spesies dari Pseudomonas yang bersifat sebagai patogen bagi tumbuhan. Diantaranya yaitu Pseudomonas solanacearum yang dapat menyebabkan penyakit layu pada famili terungterungan.

DAFTAR PUSTAKA
Burdman, S. 2005. APS (The American Phytopathological Society).

http://www.apsnet.org/pd/covers/2005/dde05cvr.htm [24 Maret 2009]

CABI [Crop Protection Compedium International]. 2005. UK: Wallingford Walcott, R.

http://www.apsnet.org/Education/lessonsPlantPath/BacterialBlotch/text/fig21.htm [24 Maret 2009]

CABI [Crop Protection Compedium International]. 2005. UK: Wallingford Tsukiboshi, T. Diseases of Corn (1).

http://www.nilgs.affrc.go.jp/db/diseases/contents/IMG/img0003.jpg [24 Maret 2009]

Andel, P. http://www.orchideen.ch/SOG/Italienisch/Kultur.htm [24 Maret 2009]

Caffier, D. 2008. Lab. National de la Protection des V?g?taux.

http://www.invasive.org/browse/detail.cfm?imgnum=0725007 [24 Maret 2009]

CABI [Crop Protection Compedium International]. 2005. UK: Wallingford

Pataky, J.K. 2008. University of Illinois at Urbana-Champaign.

http://www.forestryimages.org/browse/detail.cfm?imgnum=1263103 [24 Maret 2009] http://www.deptan.go.id/OPTK/Pseudomonas