Anda di halaman 1dari 5

DEPRESI PADA LANSIA

KELOMPOK II :
1. ANINTHIASARI (200802007)
2. CAROLINA E.E. MBULU (200802011)
3. DEWA AYU PUTU S. B. (200802014)
4. KATARINA AYU SUSANTI (200802028)
5. NINDHY DWI ASTARINA (200802045)
6. SISKA WIDIASTUTI (200802049)


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN ANGKATAN 2008
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KATOLIK
ST. VINCENTIUS A. PAULO
SURABAYA
2011


I. Pengertian

Depresi merupkan gangguan emosional yang
siIatnya berupa perasaan tertekan, tidak bahagia,
sedih, merasa tidak berharga, tidak mempunyai
semangat, tidak berarti, dan pesimis terhadap hidup.
Depresi merupakan masalah mental paling
banyak ditemui pada lanjut usia (lansia). Usia bukan
merupakan Iaktor untuk menjadi depresi tetapi suatu
keadaan penyakit medis kronis dan masalah-masalah
yang dihadapi lansia yang membuat mereka depresi. Depresi membutuhkan
penatalaksanaan holistik dan seimbang pada aspek Iisik, mental dan sosial. Di
samping itu, depresi pada lansia harus diwaspadai dan dideteksi sedini mungkin
karena dapat mempengaruhi perjalanan penyakit Iisik dan kualitas hidup pasien.

II. Gejala Depresi pada Lansia
1. Bad mood / perasaan tertekan hampir sepanjang hari
2. Insomnia atau hipersomnia
3. Hilangya minat dan rasa senang dalam aktivitas mereka
4. Berat badan merosot atau bertambah dengan drastis
5. Kelelahan dan tidak memiliki tenaga
6. Agitasi atau retardasi psikomotor
7. Hilangnya kemampuan untuk berIikir, berkonsentrasi atau membuat
keputusan
8. Menurunnya harga diri
9. Adanya perasaan bersalah pada diri mereka
10. Perasaan pesimis dalam memandang masa depan
11. Adanya perubahan pada pola tidur
12. Berkurangnya naIsu makan
13. Perasaan tidak berguna atau rasa bersalah yang berlebihan
14. Pikiran yang berulang tentang kematian
15. Adanya tindakan percobaan bunuh diri




III. Klasifikasi Depresi Pada Lansia
a. Depresi ringan :
- Kehilangan minat
- Berkurangnya energi (mudah lelah)
- Konsentrasi dan perhatian kurang
- Kurang percaya diri
- Aktivitas tidak terganggu

b. Depresi sedang :
- Kehilangan minat
- Berkurangnya energi (mudah lelah)
- $ering merasa bersalah
- Pesimis
- Ide bunuh diri
- Aktivitas agak terganggu

c. Depresi berat :
- AIek depresi
- Kehilangan minat
- Berkurangnya energi (mudah lelah)
- Pesimis
- Ide bunuh diri
- angguan pada tidur
- angguan naIsu makan
- Aktivitas sangat terganggu.

IV. Penatalaksanaan
1. Pencegahan bunuh diri
Adalah pengurangan resiko menyakiti diri pada pasien yang mengalami krisis
atau depresi berat
2. Dukungan emosi
Adalah menyediakan ketenangan, penerimaan, dan dorongan selama
terjadinya stres.



3. Konseling
Adalah penggunaan proses bantuan interaktiI yang berIokus pada kebutuhan,
masalah, atau perasaan pasien dan orang terdekat untuk meningkatkan atau
mendukung koping, pencegahan masalah dan hubungan interpersonal.
4. Terapi prilaku ini digunakan untuk memperbaiki mood pada lansia seperti
penetapan jadwal sehari hari melatih asertivitas / pemecahan masalah.
5. Terapi kognitiI bertujuan untuk memodiIikasi pemikiran sadar perasaan dan
perilaku yang diidentiIikasi sebagai peningkatan kondisi depresi.
6. Terapi interpersonal berIokus pada hubungan pasien dengan orang terdekat.
7. Terapi dinamik singkat melalui pendekatan terapeutik. Pendekatan terapeutik
ini meliputi resolusi konIlik intrapsikik dan restrukturisasi kepribadian, agar
sesuai dengan psikoterapi yang berorientasi psikodinamis lansia harus
dimotivasi, mampu untuk melakukan introspeksi dan wawasan psikologis
membuktikan adaptasi yang baik dalam kehidupan sebelumnya dan mampu
untuk menoleransi emosi yang kuat.
8. Terapi dukungan meliputi mengevaluasi kekuatan dan kelemahan psikologis
pasien dan membantu individu dalam membuat pilihan yang dapat kapasitas
Iungsional. Tujuannya untuk mengurangi kecemasan pasien yang dapat
mengganggu penggunaan sarana koping secara adekuat, mendukung
pertahanan kesehatan pasien dan membantu pasien cara untuk menghadapi
stres, saat pertahanan individu tidak adekuat.
9. Terapi Iarmakologis, medikasi anti depresan terbukti eIektiI untuk mengatasi
depresi sedang pada lansia. Beberapa antidepresan yang bisa digunakan antara
lain :
- antidepresan trisiklik (AT$)
- inhibitor monoamine oksidase (MAOI)
- inhibitor reuptake serotonin selektiI ($$#I)






DAFTAR PUSTAKA

Darmojo; #. Boedi; dkk.1999.Geriatrik: Ilmu Kesehatan Lansia.Jakarta: Balai
Penerbit FK UI
Evy.Kamis, 26 Juni 2008 19:12 WIB.Waspadai Depresi Pada Lansia.
http://pranaindonesia.wordpress.com/artikel/waspadai-depresi-pada-lansia/
.Jumat, 14 Oktober 2011 10.30 WIB
Maas, Meridean L. dkk.2001.Asuhan Keperawata Geriatri Diagnosis NANDA,
Kriteria Hasil WOC, Intervens.Alih Bahasa: #enata Komalasari,
dkk.2011.Jakarta: E
http://www.smallcrab.com/lanjut-usia/654-beberapa-masalah-dan-gangguan-yang
sering-terjadi-pada-lansia. Jumat, 14 Oktober 2011 10.35 WIB