Anda di halaman 1dari 13

TUGAS MODUL 2

PROMOSI KESEHATAN WASPADA TUBERKULOSIS

OLEH: KELOMPOK PUSKESMAS SUMBERPUCUNG Aissyiyah Nur An Nisa Fitri Indah Sari Lina Haryana Fajrin Marina Yunita Seetal K. Dhaliwal 0610710006 0610713033 0610713049 0610710079 0610714024

LABORATORIUM ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011 BAB I

PENDAHULUAN

Tuberkulosis merupakan permasalahan kesehatan yang semakin hari jumlah penderitanya semakin banyak dan membutuhkan perhatian yang sangat serius. Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis yang menyerang sistem pernafasan, yang jika tidak mendapat penanganan yang tepat dan berkelanjutan maka dapat menimbulkan kasus kekebalan kuman terhadap terapi dan komplikasi yang dapat menyerang berbagai organ. Semua orang dapat terkena tuberkulosis dan sampai saat ini masih banyak orang yang tidak mengenali adanya kasus tuberkulosis. Obat yang digunakan untuk terapi penderita tuberkulosis memerlukan keteraturan sehingga dapat dicapai keberhasilan terapi jangka panjang. Penyakit tuberkulosis sangat mudah menular sehingga pengetahuan tentang tuberkulosis merupakan langkah pertama untuk mencegah tuberkulosis semakin meluas. Insidensi tuberkulosis (atau biasa disingkat sebagai TBC) dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini di seluruh dunia. Demikian pula halnya di Indonesia, tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan, baik dari sisi angka kematian (mortalitas), angka kejadian penyakit (morbiditas), maupun diagnosis dan terapinya. Dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang, Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China dalam hal jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia. Hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes RI tahun 1986, menunjukkan bahwa tuberkulosis merupakan penyakit keempat penyebab kematian, sedangkan pada tahun 1992 merupakan penyebab kematian kedua. Pada tahun 1999 WHO Global Surveillance memperkirakan di Indonesia terdapat

583.000 penderita tuberkulosis baru pertahun dengan 262.000 BTA (basil tahan asam) positif atau insidens rate kira-kira 130 per 100.000 penduduk. Sedangkan kematian akibat tuberkulosis diperkirakan menimpa 140.000 penduduk tiap tahunnya. Berdasarkan data di atas, dapat kita simpulkan bahwa tuberkulosis masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Selain itu, secara khusus jumlah penderita tuberkulosis yang didapatkan di wilayah kerja Puskesmas Sumberpucung semakin meningkat. Semua hal ini menyebabkan penulis tertarik untuk membahas tuberkulosis sebagai topik dalam promosi kesehatan di Kecamatan Sumberpucung.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pemilihan Komunitas Pada program promosi kesehatan ini kelompok masyarakat yang dipilih adalah pengunjung Puskesmas Sumberpucung. Alasan pemilihan komunitas tersebut adalah karena kelompok tersebut terdiri dari masyarakat beberapa desa (Sumberpucung, Ngebruk, Jatiguwi, Senggreng, Sambigede, Karang Kates, dan Ternyang) di Kecamatan Sumberpucung sehingga diharapkan pesan yang didapatkan nanti bisa dibagi dengan masyarakat tempat tinggalnya.

2.2 Identifikasi Permasalahan Puskesmas Sumberpucung merupakan salah satu unit pelaksana teknis daerah yang merupakan salah satu unsur pelaksanaan teknis operasional Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, yang mempunyai fungsi sebagai pusat

penggerak pembangunan yang berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya. Daerah yang termasuk dalam cakupan wilayah kerja Puskesmas Sumberpucung adalah sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 Desa Sumberpucung Jatiguwi Sambigede Senggreng Ternyang Luas Wilayah (km2) 6,09 4,59 2,96 5,84 5,06 Jumlah Penduduk 12001 9957 7595 8852 6178 Kepadatan Penduduk 1970 2169 2565 1515 1220

6 7

Ngebruk Karangkates Jumlah

5,05 7,57 37,16

6539 9426 60548 Terpadu Penyakit

1294 1245 1629 Berbasis Puskemas

Berdasarkan Laporan Surveilans

Sumberpucung Bulan November Tahun 2011, maka didapatkan daftar masalah sebagai berikut : 1. Jumlah kasus ISPA baru pada mencapai 391 kasus 2. Jumlah kasus gastritis baru mencapai 84 kasus 3. Jumlah kasus diare baru mencapai 75 kasus 4. Jumlah kasus hipertensi baru mencapai 150 kasus 5. Jumlah kasus tifus abdominalis baru mencapai 25 kasus 6. Jumlah kasus tersangka TB paru baru mencapai 11 kasus 7. Jumlah kasus diabetes melitus baru mencapai 11 kasus 8. Jumlah kasus TBC paru BTA (+) baru mencapai 2 kasus 9. Jumlah kasus varisella baru mencapai 98 kasus Daerah kerja Puskesmas Sumberpucung yang mencakup beberapa desa mempengaruhi proses kerja puskesmas yang dalam fungsinya sebagai pelayanan kesehatan tingkat pertama untuk peran deteksi dini dan pencegahan, terutama untuk kasus-kasus yang penularannya mudah dan pengobatan yang relatif sulit. Dalam hal ini, kasus yang dipilih adalah kasus tuberkulosis. Berdasarkan laporan data Puskesmas Sumberpucung, didapatkan 11 kasus baru tersangka TB paru dan 2 kasus TB paru BTA positif. Tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah kasus tuberkulosis yang terjadi di masyarakat melebihi jumlah tersebut, namun belum terdeteksi.

Data jumlah penderita tuberkulosis dengan BTA positif di wilayah kerja Puskesmas Sumberpucung tahun 2009 s/d 2011 Tahun 2009 2010 2011 (s/d Nov 2011) Kasus Baru TB 32 42 40 BTA (+) 20 35 24

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa terjadi kenaikan jumlah kasus tuberkulosis dari tahun 2009 ke tahun 2010. Selain itu, kejadian kasus baru TB dengan BTA (+) telah melebihi 50% dari jumlah kasus baru tuberkulosis. Faktor risiko yang mungkin berperan antara lain: 1. Kurangnya pengetahuan masyarakat Kecamatan Sumberpucung tentang penyakit tuberkulosis 2. Kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk melakukan pemeriksaan diri

2.3 Analisa Kebutuhan Promosi Kesehatan Tujuan promosi kesehatan yang dilakukan pada kelompok masyarakat di Kecamatan Sumberpucung terdiri dari: 1. Meningkatkan pengetahuan pengunjung Puskesmas Sumberpucung

terhadap tuberkulosis sebesar 25% hingga akhir program 2. Meningkatkan jumlah masyarakat yang memeriksakan diri untuk deteksi dini tuberkulosis di Puskesmas Sumberpucung sebesar 20% hingga akhir tahun 2011

2.4 Rencana Promosi Kesehatan Masalah:

Tingginya

jumlah

penderita

tuberkulosis

di

wilayah

kerja

Puskesmas

Sumberpucung serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang tuberkulosis sehingga penemuan kasus tuberkulosis baru dari tahun ke tahun sulit diperoleh. Pengenalan masalah -Rendahnya pengetahuan tentang kasus tuberkulosis pada masyarakat Puskesmas Sumberpucung -Kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk Pengenalan Masyarakat melakukan pemeriksaan diri -Tingkat pendidikan sebagian besar masyarakat yang rendah -Sebagian besar masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah -Jumlah kasus tuberkulosis cukup tinggi -Kurangnya kesadaran masyarakat untuk Pengenalan Wilayah memeriksakan diri Letak geografis: kondisi jalan aspal baik, air bersih mudah didapat, luas wilayah 37,16 km2 Transportasi: dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua dan roda empat Materi: Waspada Tuberkulosis

Metode: Iklan layanan masyarakat

Media:

Media dengar

Perlengkapan: - VCD Player - Pengeras suara

Tempat: Puskesmas Sumberpucung

Waktu: Hari Sabtu, Senin, Selasa, Rabu tanggal 3, 5, 6, dan 7 Desember 2011 jam 08.00-12.00

2.5 Pelaksanaan Promosi Kesehatan Promosi Kesehatan dilaksanakan sesuai yang telah direncanakan dengan total jumlah pengunjung selama 4 hari di Puskesmas Sumberpucung sebanyak 176 orang.

Gambar 1. Pengunjung mengisi post test

Gambar 2. Pengunjung Mendengarkan Promosi Kesehatan

Gambar 3. Pengunjung Mendengarkan Promosi Kesehatan

Gambar 3. Pengunjung Mendengarkan Promosi Kesehatan

2.6 Indikator Keberhasilan Promosi Kesehatan Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan, indikator keberhasilan promosi kesehatan ini adalah:

1.

Peningkatan pengetahuan pengunjung Puskesmas Sumberpucung terhadap tuberkulosis sebesar 25% hingga akhir program

2.

Peningkatan jumlah masyarakat yang memeriksakan diri untuk deteksi dini tuberkulosis di Puskesmas Sumberpucung sebesar 20% hingga akhir tahun 2011 Peningkatan pengetahuan terhadap tuberkulosis diketahui dengan

adanya peningkatan hasil dari post test terhadap pre test. Berikut adalah hasil pre test dan post test:

Nilai rata-rata pre test sebesar 65,6 dan nilai rata-rata post test sebesar 96. Didapatkan bahwa peningkatannya 44,81%. Dengan demikian target peningkatan pengetahuan terhadap tuberkulosis telah terpenuhi. Akan tetapi jumlah masyarakat yang memeriksakan diri untuk deteksi dini tuberkulosis di Puskesmas Sumberpucung sebesar 20% hingga akhir tahun 2011 belum bisa diketahui.

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan 1. Telah dilakukan promosi kesehatan di

Puskesmas Sumberpucung Kabupaten Malang pada hari Sabtu, Senin, Selasa, Rabu tanggal 3, 5, 6, dan 7 Desember 2011 jam 08.00-12.00 dengan tema Waspada Tuberkulosis 2. Puskesmas Sumberpucung 3. 3. Media yang digunakan adalah media dengar Sasaran penyuluhan adalah pengunjung

Indikator keberhasilan yang digunakan adalah peningkatan pengetahuan pengunjung Puskesmas Sumberpucung terhadap tuberkulosis sebesar 25% hingga akhir program diri dan peningkatan dini jumlah masyarakat di yang

memeriksakan

untuk

deteksi

tuberkulosis

Puskesmas

Sumberpucung sebesar 20% hingga akhir tahun 2011