Anda di halaman 1dari 7

INTEGRAL FOURIER INTEGRAL FOURIER INTEGRAL FOURIER INTEGRAL FOURIER

DISUSUN OLEH :
Kelompok III (Tiga)

1. Marfuah (2007 121 226)
2. Yusni Oktavia (2007 121 451 )
3. Widya Elvi AS (2007 121 452)
4. Azwar Safarudin (2007 121 454)
5. Irmawati (2007 121 455)


Mata Kuliah : Matematika Lanjutan
Dosen Pengasuh : Fadli, S.Si
Kelas : 6L


INTEGRAL FOURIER


Misalkan fungsi periodik ( ) x f
L
berperiode 2L yang diberikan oleh
x
L
e x f

= ) ( L x L jika < < dan ). ( ) 2 ( x f L x f
L L
= + Jika L sekali lagi kita memperoleh
suatu fungsi f(x) yang tidak lagi periodik,
x
L
L
e x f x f


= = ) ( lim ) ( .
Fungsi periodik ( ) x f
L
yang berperiode 2L yang dapat diprestasikan oleh deret fourier.
Jika kita gunakan notasi singkat
L
n
w
n

= maka represtasi deret fourier itu dapat kita tuliskan


sebagai,

=
+ + =
1
) sin cos ( ) (
n
n n n n o L
x w b x w a a x f
Kita akan melihat apa yang akan terjadi jika L . sebagai telah dikemukakan di atas,
kita lakukan ini karena alasan motivasi maupun untuk membuatnya jelas bahwa untuk suatu
fingsi nonperiodik, kita akan memperoleh suatu integral (alih-alih suatu deret) yang melibatkan
cos wx dan sin wx dengan w mengambil semua nilai (alih-alih dibatasi pada kelipatan bulat)
n w w
n
= = /L.
Kita sisipkan
n
a dan
n
b menurut rumus Euler (2) pasal 10.3, dengan melambangkan v
sebagai peubah integrasi. Maka deret Fourier bagi
( ) x l
f
menjadi
( )
( ) ( ) ( )

=

(

+ + =
L
L
n
L
L
L
L
n L n n L n L x L
vdv w v f x w vdv w v f x w
L
dv v f
L
f
1
sin sin cos cos
1
2
1

Sekarang kita definisikan

( )
L L
n
L
n
w w w
n n

=
+
= =
+
1
1

Dengan demikian, / / 1 w L = , sehingga kita dapat menuliskan deret Fourier itu dalam bentuk
(1)
( )
( ) ( ) ( )

=

(

+ + =
L
L
n
L
L
L
L
n L n n L n L x L
vdv w v f w x w vdv w v f w x w dv v f
L
f
1
sin ) (sin cos ) (cos
1
2
1


Presentasi ini berlaku untuk sembarang L tertentu,betapapun besarnya asalkan sehingga.
Sekarang kita buat L dan kita asumsikan bahwa fungsi nonperiodik yang dihasilkan, yakni
( ) ( ) x f x f
L
L
lim

=
Mengintegralkan secara absolute (absolutely integrable) pada sumbu x, artinya integral
berikut ini ada:
(2) ( )


dx x f
Karena L , maka 0 / 1 L dan nilai suku pertama di ruas kanan (1) mendekati nol. Selain
itu, 0 / = L w dan tanpak jelas bahwa deret tak hingga di dalam (1) menjadi suatu
integral dari 0 sampai , yang merepresentasikan ( ) x f :
(3) ( ) ( ) ( )


+ =
0
sin sin cos cos
1
dw wvdv v f wx wvdv x f wx x f


Kalau kita perkenalkan notasi
(4) ( ) ( ) ( ) ( )


= = wvdv v f w B wvdv v f w A sin
1
, cos
1


Maka (3) dapat kita tuliskan dalam bentuk
(5) ( ) ( ) ( ) ( ) [ ]


+ = dw x w x B wx w A x f sin cos
Representasi ( ) x f ini dinamakan integral Fourier.
Kiranya jelas bahwa pendekatan kita ini cuma menunjukkan representasi (5), sama sekali
bukan membuktikannya; dan memang, limit deret didalam (1) untuk w mendekati nol
bukannya definisi integral (3). Kondisi cukup (sufficient conditions) bagi kesalahan (5) adalah
sebagai berikut.

Teorema 1 (Integral Fourier)
Jika ( ) x f kontinu sepotong-sepotong (lihat pasal 5.1) pada setiap selang terhingga dan jika
integral(2) ada, maka ( ) x f dapat di representasikanoleh suatu integral Fourier. Padatitik
dimana ( ) x f tidak kontinu,nilai integral Fourier itu sama dengan rata-ratalimit kiridan limit
kanan fungsi itu di titik tersebut (lihat pasal10.2). bukti didalam acuan [C2]; lihat apendiks 1.
Kegunaan utama integral Fourier adalah untuk memecahkan persamaan differensial,
sebagai kita akan lihat didalam pada pasal 11.14. akan tetapi, kita juga dapat menggunakan
integral Fourier didalam pengintegralan dan pembahasan fungsi yang didefinisikan dengan
integral, sebagai di ilustrasikan sebagai berikut;
Tentukan representasi integral Fourier bagi fungsi.
( )

>
<
=
1 0
1 1
x jika
x jika
x f .
Jawab:
Dari (4) kita memperoleh
( ) ( )

= = =
1
1
,
sin 2
1
1
sin
cos
1
cos
1
w
w
w
wv
wvdv wv v f w A


( )

= =
1
1
0 sin
1
dv wv w B


Sehingga (5) menghasilkan jawab
(6) ( )

=
0
sin cos 2
dw
w
w wx
x f


Rata-rata limit kiri dan limit kanan ( ) x f di x = 1 adalah (1+0)/2 = .
Lebih jauh, dari (6) dan teorema 1 kita memperoleh

>
=
<
=
0
1 0
1
4
, 1 0
2
sin cos
x jika
x jika
x jika
dw
w
w wx


Integral ini dinamai faktor ketidakkontinuan diriklet. Marilah kita simak kasus x = 0 yang cukup
menarik . bila x = 0, maka
(7)

=
0
2
sin
dw
w
w

Kita lihat bahwa integral ini merupakan limit dari apa yang dinamakan integral sinus
( )

=
z
dw
w
w
z Si
0
sin

Jika z (z bilangan nyata).

Pada deret Fourier, grafik jumlah parsial merupakan kurva hampiran bagi kurva fungsi
periodik yang direpresentasikan oleh deret tersebut. Begitu pula, pada Integral Fourier (5),
hampiran diperoleh melalui penggantian dengan bilangan a. jadi integral
(9)

a
dw
w
w wx
0
sin cos

Menghampiri integral di dalam (6) , yang berarti juga menghampiri ( ) x f .

( ) ( )


+
+
=
a a a
dw
w
wx w
dw
w
wx w
dw
w
w wx
0 0 0
sin 1 sin 1 sin cos 2


Jika pada integral pertama di ruas kanan kita mengambil w + wx = t, maka dw/w = dt/t,
dan a w 0 menjadi ( )a x t 1 0 + . Jika pada integral terakhir kita mengambil , t wx w =
maka , / / w dt w dw = dan selang a w 0 menjadi ( )a x t 1 0 . Karena sin (-t) = - sin (t),
maka kita memperoleh
( ) ( )

+
=
a a x a x
dt
t
t
dt
t
t
dw
w
w wx
0
1
0
1
0
sin 1 sin 1 sin cos 2


Berdasarkan ini dan (8), kita lihat bahwa integral kita ini sama dengan
[ ] ( ) [ ] ( ), 1
1
1
1
+ x a Si x a Si


.
A. Integral Kosinus Fourier dan Integral Sinus Fourier
Sangat menarik untuk dicatat bahwa jika suatu fungsi bersifat genap atau ganjil dan
dapat direpresentasikan dengan suatu integral fourier, maka represtasi ini lebih sederhana
dibandingkan pada kasus fungsi yang bersembarang. Ini merupakan akibat langsung dari rumus-
rumus sebelum ini, sebagai akan kita lihat sekarang.
Jika f(x) suatu fungsi genap, maka di dalam (4) kita memperoleh B(w) = 0 dan
(10) ( ) ( )

=
0
, cos
2
dv wv v f w A


Sehingga integral fourier (5) tereduksi menjadi apa yang dinamakan integral kosinus fourier

(11) ( )

=
0
cos ) ( dw wx w A x f (f genap),
Begitu pula, jika f(x) ganjil, maka di dalam (4) kita memperoleh A(w) = 0 dan
(12)

=
0
, sin ) (
2
) ( dv wv v f w B


Sehingga integral fourier (5) tereduksi menjadi apa yang dinamakan integral sinus fourier.
(13)

=
0
sin ) ( ) ( dw wx w B x f (f ganjil)
Penyederhanaan ini sangat mirip dengan penyederhanaan pada deret fourier.

B. Perhitungan Integral
Representasi Integral fourier dapat juga digunakan untuk menghitung integral.
Marilah kita ilustrasikan ini dengan sebuah Integral Laplace.
Contoh :
Tentukan integral kosinus fourier dan integral sinus fourier bagi
kx
e x f

= ) ( ( x > 0, k > 0 )
Jawab:
(a) dari (10) kita memperoleh dv wv e w A
kx
cos
2
) (
0


Sekarang, mulai pengintegralan bagian demi bagian
. cos sin cos
2 2
|

\
|
+
+
=

wv wv
k
w
e
w k
k
dv wv e
kx kx

Bila v = 0 maka ekspresi di ruas kanan sama dengan k / ( k
2
+ w
2
); bila v mendekati tak
hingga, maka itu mendekati nol karena ada faktor eksponensial. Jadi,
(14)
2 2
/ 2
) (
w k
k
w A
+
=


Dengan mensubtitusikan ini kedalam (11) maka kita memperoleh represtasi integral kosinus
fourier

+
= =
0
2 2
cos 2
) ( dw
w k
wx k
e x f
kx

( x > 0, k > 0 )
Dari representasi ini kita lihat bahwa
(15)

=
+
0
2 2
2
cos
kx
e
k
dw
w k
wx w
( x > 0, k > 0)
(b) begitu pula, dari (12) kita memperoleh
( )

=
0
. sin
2
dv wv e w B
kw


Melalui pengintegralan bagian demi begian,
. cos sin sin
2 2
|

\
|
+
+
=

wv wv
w
k
e
w k
w
dv wv e
kw kx

Ini sama dengan ( ) 0 /
2 2
= + v bila w k w , mendekati 0 bila v . Jadi,
(16) ( )
2 2
/ 2
w k
w
w B
+
=


Dengan demikian dari (13) kta memperoleh representasi integral sinus Fourier
dw
w k
wx w
e x f
kx

+
= =
0
2 2
sin 2
) (


Dari sini kita melihat bahwa
(17)

=
+
0
2 2
2
sin
kx
e dw
w k
wx w
( x > 0, k > 0 )
Integral-integral (15) dan (17) dinamakan integral laplace.
Di dalam pasal berikut, kita akan melihat bahwa rumus-rumus (10)-(13) dapat digunakan
untuk mendefinisikan dua transformasi integral yang dikenal sebagai transformasi kosinus
fourier dan tranformasi sinus fourier. Ini sangat mudah yang sedikit lebih sulit.