Anda di halaman 1dari 29

SISTEM INFORMASI KEUANGAN

TUGAS SISTEM INFORMASI Dosen : Nahot Frastian, S.Kom

OLEH: KELOMPOK 8 :

Andrianto Nurul Ulfa S. Moh. Prasetyo Syaiful Bachri

201043500143 201043500195 201043500185 201043500190

UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI JAKARTA


KATA PENGANTAR
1

Puji syukur ke hadirat Tuhan yang maha ESA, atas berkat danrahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan tugas makalahini yang berjudul Sistem Infomasi Keuangan. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas perkuliahan Sistem Informasi.Selain hal itu, makalahini dibuat sebagai suatu kajian terhadap penggunaan teknologi informasi, sehingga dapat dijadikan suatu referensi bagi para pembacanya. Rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya saya haturkan kepada semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung yang turut membantu agar terselesaikannya makalah ini. Penulis menyadari bahwa penulisan makalahini masih terdapatkekurangan karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membantu demisempurnanya makalah ini. Akhir kata, penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Jakarta, November 2011

Penulis

DAFTAR ISI
2

HALAMAN JUDUL. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 KATA PENGANTAR .......................................................................................... 2 DAFTAR ISI......................................................................................................3 DAFTAR GAMBAR ............................................................................................4 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang.............................................................................5 Rumusan Masalah.........................................................................6 Tujuan masalah.............................................................................6 Manfaat.......................................................................................6 BatasanMasalah............................................................................7 BAB II PEMBAHASAN Tujuan SIM Keuangan.....................................................................................7 Model sistem informasi keuangan....................................................................8 Subsistem Model SIM Keuangan..................................................................... 8 Subsistem input............................................................................... 9 Subsistem output........................................................................... 9 P e n g e r t i a n S I M K e u a n g a n . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10 Contoh system informasi.16 Model end user computing..29 BAB III PENUTUP Simpulan...............................................................................................36 Saran.........................................................................................................36

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR GAMBAR

Model sistem informasi keuangan...................................................................10 Pengaruh tingkat manajemen pada sumber informasi keuangan.......................20 Pengaruh tingkat manajemen pada bentuk penyajian informasi keuangan..........20 Hubingan tingkat manajemen dengan fungsi manajemen..................................21 Informasi dan dua bentuk keahlian yang mendasar.24 Gambar pemecahan masalah dengan CBFIS subsistem CV. Wisma Lingga26 Rantai Komunikasi..27 Model end user computing.28 Gambar Pembangunan dan pengembangan system model SLC.30 Hubungan peranan manajer dan spesialis informasi keuangan31

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya teknologi di era modern ini,mengakibatkan segala sesuatu yang memungkinkan diatur secara teknologidiusahakan secara maksimal atau secara besar-besaran, dimana sistem kerja secara manual perlahan-lahan mulai tergeser dengan adanya teknologi yang semakincanggih. Usaha manusia untuk memunculkan terobosan baru di bidang teknologitentunya sangat mendukung proses kerja yang pada awalnya memerlukan waktuyang relatif lama menjadi dapat terselesaikan dengan waktu yang relatif singkatdengan hasil yang memuaskan, walaupun dengan teknologi yang modern pengeluaran atau biaya operasional yang diperlukan akan semakin banyak. Kementerian/Lembaga wajib untuk menyampaikan Laporan Keuangandan Barang Milik Negara melalui sistem aplikasi yang telah dikembangkan secaraterpisah oleh Departemen Keuangan.Peningkatan kualitas sistem pelaporankeuangan Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, yang akurat,akuntabel dan tepat waktu.Dengan adanya sistem yang mempergunakanteknologi informasi, pekerjaan penyusunan laporan keuangan akan lebih mudahdan rapi.

Pemanfaatan Teknologi Informasi merupakan salah satu cara dalammenyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaporan keuangan.Dengan adanya kerja sama antara petugas SIMKeu dan pengelola/teknisi, maka pemanfaatan teknologi informasi ini menjadi maksimal.Maka dikembangkanlahAplikasi SIM Keuangan yang telah mengalami proses pengembangan dengankendala yang harus diselesaikan dengan baik.

Rumusan Masalah
Dari uraian di atas timbul beberapa pokok permasalahan berkaitan dengan sistem informasi manajemen keuangan, yaitu: 1.Bagaimanakahpengertian sistem informasi manajemen keuangan ?
5

2.Bagaimanakahmodel sistem informasi manajemen keuangan? 3.Bagaimanakahsubsistem model sistem informasi manajemen keuangan?

Tujuan Penulisan
1. Merupakan tugas dari mata kuliah sistem informasi dan untuk melatih

kemampuan seorang mahasiswa dalam membuat makalah guna meningkatkan kemampuan mata kuliah sistem informasi
2. Untuk mengetahui bagaimana sistem informasi manajemen

khususnyamanajemen keuangan.
3. Untuk mengetahui pengembangan sistem informasi menajemen

keuangan pada suatu lembaga.

Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah : 1. Bermanfaat sebagai suatu proses belajar dalam membuat makalah.
2. Dapat mengkaji lebih dalam tentang sistem informasi menajemen

keuangan.
3. Bermanfaat sebagai suatu proses belajar untuk mengetahui mengenai

system informasi menajemen keuangan.


4. Untuk menambah pengetahuan tentang sistem informasi menajemen

keuangandan aplikasinya dalam suatu lembaga.

Batasan Masalah
Pada penulisanini diperlukan batasan-batasan agar sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya sehingga tujuan penulisandapat tercapai.Adapun batasan masalah yangdi bahas pada makalah ini adalah :
1. Pengertian Sistem Informasi Manajemen Keuangan dimana yang

selanjutnya disebut SIMKeu adalah serangkaian manual maupun


6

aplikasinya yang mengintegrasikan semua proses pengelolaan keuangan satkerdimana terdapattujuan SIMKeu, tujuan SIMKeu, model SIMKeu.
2. Model sistem informasi keuangan, dimana terdapat Komponen Input

Sistem Informasi dan Komponen OutputSistem Informasi.


3. Subsistem Model SIM Keuangan dimana akan dijelaskan lebih rinci

dari bagian-bagian dariKomponen InputSistem Informasi dan KomponenOutputSistem Informasi

BAB II PEMBAHASAN
Tujuan SIM Keuangan
SIM Keuangan dikembangkan dengan tujuan:

1.Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan agar akurat, tepat waktu dandapat dipertanggung jawabkan yang mampu menghubungkan kantor satker ke jenjang di atasnya. 2.Mendukung efisiensi, efektifitas dan kelancaran penyusunan laporan keuangan 3.Sebagai upaya mencapai peningkatan opini laporan keuangan

Subsistem input
Ada tiga subsistem input yaitu : subsistem pemrosesan data, subsistemaudit internal dan subsistem intelegeni keuangan. 1.Subsistem pemrosesan data Subsistem pemrosesan datamengumpulkan data internal dan lingkungan.Kita mengetahui bagaimana terminal pengumpulan data dibidang manufaktur mengumpulkan data internal. Data lain diperoleh dari dokumen sumber dandimasukkan kedalam database dengan menggunakan terminal dalam jaringanyang ditempatkan diseluruh perusahaan. Subsistem pemrosesan data jugamengumpulkan data lingkungan sebagai hasil dari transaksi bisnis dengan perusahaan lain. Kita telah mengetahui bagaimana sistem entri pemesanan danaccount receivable mengumpulkan data dan bagaimana sistem pembelian, penerimaan dan account payable mengumpulkan data pemasok. Data internal berfungsi sebagaidasar untuk pemecahan masalah yang berhubungan dengan segala aspek operasi perusahaan, sebagai contoh IImenggunakan data yang diperoleh dari pelaporan kerja, yang digunakan sebagaidasar untuk menyusun atau merevisi standar penampilan. Data lengkunganmemberikan dasar untuk pemecahan masalah yang berkaitan dengan pelanggandan pemasok perusahaan. Sebagai contoh, dalam menggunakan model matematisuntuk mensimulasi pengaruh dari keputusan mengenai inventarisasi, manajer akanmemasukkan skenario yang sebagian didasarkan pada data accounting historisyang menjelaskan pesanan pelanggan dan lead time pemasok. Sistem Informasi Akuntasi merupakan bagian dari Sistem InformasiManajemen. Sistem Informasi Manajemen digunakan oleh pihak manajemendalam menjalankan bisnis perusahaan. Sehingga Sistem Informasi Akuntasi dalamhal ini juga sebagai sumber informasi yang berguna dalam mencapai tujuan perusahaan yang terangkum dalam Sistem Informasi
8

Manajemen. Data akuntasi berperan penting salam Sistem Informasi Keuangan, hal inidisebabkan oleh beberapa hal yaitu:

i.Catatan yang berhubungan dengan keuangan perusahaan ii.catatan dibuat untuk setiap transaksi (menjelaskan apa, kapan, siapa, berapa). iii.SIA merupakan satu-satunya komponen input yang terdapat pada seluruhsistem informasi fungsional.

DASAR PEMROSESAN DATA


Kita telah mengetahui sejumlah dasar pemrosesan data, disini kita akan melanjutkan pembahasan dan meninjau lebih singkat lagi. Sinonim dengan Accounting .Dalam pandangan kitasistem pemrosesandata adalah sama dengan sistem accounting. Tujuan Pemrosesan Data.Tujuan pemrosesan data adalah untuk menghasilkan dan memelihara record perusahaan yang up-ti-date. Aplikasi yang Dibutuhkan.Perusahaan tidak memutuskan apakahmengimplementasikan sistem pemrosesan data atau tidak, sistem tersebutdikehendaki oleh elemen dalam lingkungan, khususnya pemegang saham,masyarakat kuangan dan pemerintah. Tugas Pokok. Pemrosesan data mempunyai empat tugas pokok yaitu pemgumpulan data, pengubahan data penyimpanan data dan pembuatan dokumen. Sifat Pemrosesan Data.Pemrosesan data menjalankan tugas yang penting, secara relatif mengikuti prosedur standart, memberikan data yanglengkap, utamanya mempunyai fokus histori dan memberikan informasi pemecahan masalah minimal. Subsistem Pemrosesan Data.Subsistem dari sistem distribusi,menampilkan contoh yang tepat mengenai bagaimana subitem utama dipadukanmelalui arus data. Subsistem penggajian
9

melengkapi delapan subsistem darisistem distribusi untuk membentuk inti pemrosesan data bagi berbagai jenisorganisasi.

DATA ACCOUNTING
Data acounting memberikan record mengenai segala kepentinganmeneter yang terjadi dipersahaan. Sebuah record dibuat dari sebuah transaksi, yang menjelaskan fakta yang penting yaitu apa yang telah terjadi, kapankejadiannya, siapa yang terlibatdan (dalam berbagai kasus) berapa jumlah uangyang terlibat.Data ini dianalisis dengan berbagai cara, yang nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan informsi manajemen.

SISTEM BIAYA
Sebagian besar data accounting digunakan secara internal didalam departemen accounting oleh sistem biaya. Sistem biaya, sepertia arti darinamanya, menentukanbiaya operasi perusahaan. Ketika kita mempelajarisubsistem harga dari sistem informasi pemasaran, kita mengetahui bahwa ada banyak perusahaan yang mengikuti atau menganut strategi harga berdasarkan biaya. Perusahan tersebut mengidentifikasi biaya yang diperlukan untuk produk dan kemudian menambahkan harga tertntu. Maka biaya aka akurat bila strategitersebutdapa efektif. Sistem biaya bertanggung jawab atas fungsi keuangan namun ia jugamempengaruhi bidang fungsional yang lain. Penmpilan fungsi manufaktur biasanya didasarkan pada pembiayaan produksi, inilah kenapa kita menyertakansubsistem biaya dala sistem informasi manufakut. Penampilan fungsi pemasaran juga tergantung pada suistem biaya, jika produk terlalu tinggi harganya maka iatidak akan terjual. Yang paling penting penampilan perusahaan sangat tergantung pada sistem biaya .

2.Subsistem audit internal Audit Internal merupakan badan yang melaksanakan aktivitas internalauditing, berusaha untuk menyempurnakan dan melengkapi setiap kegiatandengan penilaian langsung atas setiap bentuk pengawasan untuk dapat mengikuti perkembangan dunia usaha yang semakin

10

kompleks. Subsistem Audit Internaldirancang secara khusus untuk melakukan studi khusus mengenai operasi perusahaan.

Subsistem audit internalsama dengan subsistem penelitian pemasaran dansubsistem teknik industri, yakni bahwa mereka ini dirancang untuk melakukan studi khusus mengenai operasi perusahaan. Auditor internal adalah pekerja dalam perusahaan yang biasanya terlibat dalampekerjaan perancangan dan evaluasisistem informasi konseptual seluruh perusahaan. Dan ia biasanya memberikanlaporan kepada CEO atau eksekutif puncaklain.

Gambar 2.2 Posisi Auditing Internal dalam Organisasi

Jenis Jenis Aktivitas Auditing

11

Ada empat jenis pokok dari aktivitas auditing internal yaitu keuangan,operasional, persetujuan desain sistem pengontrolan. Seorang auditor internaldapat melakukan semua aktivitas tersebut. Auditing Keuangan. Audit keuangan melakukan verifikasi terhadapkeakuratan record perusahaan danmelakukan jenis aktifitas dan dilakukan olehauditor eksternal. Auditor eksternal juga melakukan audit keuangan khususterpisah dari apa yang dilakukan auditor eksternal, atau dapat bekerjasama denganauditor eksternal. Auditing Operasional. Audit operasional tidak dilakukan untuk memverifikasi keakuratan record, namun untuk memvalidasi (memsyahkan)evektifitas prosedur. Sistem yang dipelajari hampir semuanya bersifat konseptual, bukannya fisik dan mungkin melibatkan atau tidak melibatkan penggunaankomputer. Auditing Persetujuan. Audit persetujuan adalah sama dengan auditoperasional, kecuali bahwa audit persetujuan bersifat keluar. Sebagai contoh,auditor internal bisa secara random menentukan pekerja dan secara perorangan para pekerja ini diberi cek pembayaran, dan bukannya menggunakan pengiriman. Disain Sistem Pengontrolan Internal. Dalam auditing operasional dan persetujuan, audotor internal mempelajari sistem yang telah ada

3.Subsistem intelegensi keuangan Subsistem Intelijen Keuangan ini mengumpulkandata dari masyarakatkeuangan yaitu bank,agen pemerintah, pasar pengaman dan sebagainya.Subsistem ini memonitor denyut nadi ekonomi nasional dan memberikaninformasi kepada eksekutif perusahaan dan analisis keuangan mengenai trendyang dapat mempengaruhikondisi perusahaan. Berperan untuk digunakanmengidentifikasi sumber-sumber terbaik modal tambahan dan investasi terbaik Karena fungsi keuangan mengontrol arus uang di seluruh perusahaan,maka dibutuhkan informasi untuk memperlancar arus ini. Subsistem intelegensikeuangan berusaha untuk mengidentifikasi sumber modal tambahan dan mencariinvestasi dana surplus yang
12

terbaik. Agar dapat melakukan tugas ini, subsistemintelegensi keuangan mengumpulkan data dan informasi dari pemegang sahamdan masyarakat keuangan. Seperti halnya fungsi yang lain, subsistenm ini jugamengumpulkan data dan informasi pemerintah. Sebagian besar informasi yangmempengaruhi arus uang bersal dari pemerintah federal dan, beberapadiantaranya, diperoleh dari pemerintah negara bagian dan pemerintah daerah. INFORMASI PEMEGANG SAHAM Semua korporasi,kecuali yang kecil, mempunyai departemen hubungan pemegang saham. Ia biasanya ditempatkan dalam fungsi keuangan. Departemenini memelihara hubungan komunikasi antara perusahaan dan pemegangsahamnya. Kebanyakan arus informasi dari perusahaan k epemegang saham berbentuk laporan tahunan dan laporan kwartal. Baik pemegang saham maupun, calon pemegang saham menggunakan informasi ini untuk menilai
ataumemertimbangkan peluang investasi yang ditwarjkan oleh perusahan tersebut. Laporan pemegang saham dibuat oleh departemen hubungan

pemegangsaham,yang bekerja sama dengan manajemen puncak. Laporan ini berisi informasiyang bentuknya sangat ringkas. Pemegang saham juga menggunakan departemen hubungan pemegangsaham sebagai saluran untuk menyampaikan keluhan, saran, dan informasi lainkepada perusahaan. Juga,sekali dalam setahun, pemegang saham mempunyaikesempatan untuk mengikuti meeting pemegang saham. Walaupun sebagaian besar komunikasi dilakukan oleh perusahaan pada meeting ini, namun pemegangsaham diberi kesempatan untuk mengemukakan pandangannya secara terbukayang ditujukan kepada eksekutif korporasi.

INFORMASI MASYARAKAT KEUANGAN Aktivitas intelegensi keuangan perusahaan yang berkembang paling baik adalah aktivitas yang menyangkut masyarakat keuangan. Ada dua sebab mengenaitelah dibangunnya arus informasi ini. Pertama, sebagian informasi bersifat formal,yaitu berada dalam bentuk bahan tercetak dan database yang berisi informasiekonomi dan lingkungan. Kedua, manajemen puncak mengetahui pentingnyalingkungan ekonomi dalam mempengaruhi perusahaan dan manajemen ini ingintetap menggunakannya.

13

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP ARUS UANG Lingkungan mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsungterhadap arus uang dalam perusahaan. Cara masyarakat keuangan bank, asosiasitabungan dan pinjaman, perusahaan pinjaman hipotek, dan perusahaan asuransimerespon pemberlakuan undang-undang pemerintah fderal ini merupakan pengaruh langsung. Masyarakat keuangan meresponnya dengan cara menaikkanatau menurunkan suku bunga. Perusahaan akan merasakan pengaruh langsung iniketika ia meminjam uang atau menginvestasikan dana surplusnya.

METODE UNTUK MEMPEROLEH INTELEGENSI KEUANGAN Perusahaan mengumpulkan intrelegensi keuangan dengan tiga cara pokok,yaitu komunikasi informal,publikasi tertulis,dan database computer. Komunikasi informal. Sebagian besar intelegensi keuangan dikumpulkandengan cara homunikasi informal antara eksekutif perusahaan dengan anggotamasyarakat keuangan. Publikasi tertulis. Sebagian besar intelegensi keuangan dapat diperolehdari surat kabar,laporan berkala, dan majalah. Database Komputer. Seperti dialog dan BRS memberikan database yang berisi informasi,khususnya informasi yang sesuai dengan intelegensi keuangan. 2.3.2Subsistem output Sistem informasi keuangan mencakup tiga subsistem output, yaitusubsistem peramalan, subsistem menajemen dana dan subsistem pengontrolan 1.Subsistem Peramalan Subsistem Peramalan memproyeksikan aktivitas perusahaan untuk jangka waktu sepuluh tahun atau pun lebih. Aktivitas tahun yang akan datangterutama dipengaruhi oleh
14

permintaan pasar dan hambatan internal sepertikapasitas produksi, dan keuangan yang ada. Bila jangka waktu peramalan tersebutd i p e r p a n j a n g , m a k a p e n g a r u h l i n g k u n g a n m e n i n g k a t . P e r u b a h a n k e b u t u h a n konsumen harus diantisipasi, seperti halnya mengantisipasi iklim ekonomi. Model peramalan telah dikembangkan, yaitu meliputi data internal dan lingkungan. Dataini akan memberikan dasar bagi perencanaan jangka pendek dan jangka panjang.Model ini berfungsi sebagai alatDSS untuk memecahkan masalah yang menjadikurang terstruktur karena adanya perpanjangan jangka waktu perencanaan. Ada berbagai macam teknik peramalan yang dapat digunakan untuk melihat masa depan. Perusahaan biasanya akan menggunakan kombinasi dari beberapa teknik, dengan mencari prediksi masa depan yang paling baik. Sebagian besar teknik tersebut bersifat informal dan sangat tergantung pada pengetahuan, pertimbangan, dan intuisi manajer. Teknik yang lain menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitatif telah lama digunakan untuk peramalan sebelum ia diterapkan untuk bidang lain dalam operasi perusahaan. Sebelum kita membahas cara melakukan peramalan, kita harusmengetahui bahwa : Semua ramalan adalah proyeksi dari masa lalu Dasar terbaik untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa datang adalahdengan melihat apa yang telah terjadi di masa lampau. Semua jenis peramalanmengikuti pendekatan atau cara ini. Inilah mengapa data accounting begitu penting untuk peramalan; yaitu ia memberikan dasar historis. Semua ramalan terdiri atas keputusan semi terstruktur Keputusan peramalan adalah contoh jenis semi terstruktur yang tepatm yangdiberikan oleh DSS. Keputusan didasarkan pada beberapa variabel yang dapatdiukur dan beberapa variabel yang tak dapat diukur. Tak ada teknik peramalan yang sempurna Paket peramalan mainframe yang canggih pun tidak dapat diharapkanmemberikan keakuratan prediksi 100 persen Karena manajer mengetahui akan sifat peramalan ini, ia banyak menggunakan pertimbangannya dalam menggunakan output untuk dasar perencanaan masa yang akan datang.
15

a)Metode Non-Kuantitatif Pendekatan non-kuantitatif tidak melibatkan penghitungan data. Manajer melakukan penalaran seperti, Kami menjual dua ribu unit pada tahun lalu dankami harus dapat meningkatkan penjualan tersebut. Maka, saya pikir kami akanmenjual dua ribu lima ratus pada tahun mendatang. Ramalan seperti ini hanyamempunyai dasar sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Atau ramalantersebutdapat dihasilkan dari pengalaman penglihatan bisnis yang telah bertahun-tahun.Banyak manajer yang dapat melakukan pendekatan non-kuantitatif ini dengan sangat baik.

Beberapa perusahaan telah menetapkan sistem formal yang mencakupmetode kuantitatif. Ada dua metode, yaitu konsensus panel dan Delphi. Teknik konsensus panel terdiri dari kelompok ahli yang secara terbukamembahas faktor yang berhubungan dengan masa depan yang melakukansebuah proyeksi yang didasarkan pada input kombinasi. Metode Delphi melibatkan sekelompok ahli yang tidak bertemu secara perorangan, namun mereka memberikan respon kepada serangkaiankuesener yang dibuat oleh seorang koordinator. Setiap putaran kuesener menggabungkan input dari putaran sebelumnya. Dengan demikian, sedikitdemi sedikit isinya tersaring terus. Metode non-kuantitatif dapat digunakan bersama dengan outpu dari sistem kuantitatif. Sebagai contoh, para eksekutif dapat membahas output dari peramalan yang berdasarkan komputer dalam setting konsensus panel. b ) M e t o d e K u a n t i t a t i f Bagian keputusan terstruktur dapat ditangani dengan metode kuantitatif yang berjangkauan dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks.Salah satu teknik yang tetap populer selama dua puluh lima tahun adalah regresi.Ia melibatkan
16

hubungan aktivis yang menjadi ramalan, seperti penjualan, dengan beberapa aktivis lainnya, seperti jumlah tenaga penjual. Hubungan ini ditunjukkan pada Gambar 2.3

Gambar 2.3 Dengan Menggunakan jumlah tenaga penjual untuk memproyeksikan penjualan

Ada tujuh point yang digambarkan pada grafik tersebut. Merekamenggambarkan hubungan antara dua variabel selama periode sebelumnya,katakan tujuh tahun yang lalu. Sebagai contoh, dalam satu tahun diperkirakan dua puluh tenaga penjual, dan penjualannya sekitar 2.300 unit (garis putus-putus).Terlihat dari gambaran tersebut bahwa hubungan positif berada diantara duavariabel tersebut yaitu lebih banyak tenaga penjual yang dipekerjakan, maka akanlebih tinggi pula penjualannya. Analisis regresi memungkinkan penggunaan model matematis untuk menentukan hubungan dengan cara yang sangat tepat. Ketika model tersebutdijalankan, baris regresi dapat diperpanjang ke seluruh point, sehingga jarak totaldari tiap point ke baris adalah pada tingkat yang minimum . Baris ini sangat cocok dengan point tersebut. Manajemen kemudian dapat menggunakan baris regresiuntuk meramalkan penjualan berdasarkan pada jumlah tenaga penjual tertentu.Sebagai contoh, jika perusahaan mempekerjakan lima puluh tenaga penjual, iadapat mengasumsikan bahwa penjualan akan menjadi sekitar 5.000 unit. Contoh ini hanya melibatkan dua variabel yaitu penjual dan penjualan. Istilah variabel independen digunakan untuk menjelaskan jumlah tenaga penjualsebab, dalam metode ini, jumlahnya tidak tergantung pada variabel yang lain.Sebaliknya, istilah
17

variabel dependen digunakan untuk menjelaskan volume penjualan sebab ia tergantung pada jumlah tenaga penjual. Jenis regresi ini disebut regresi bivarte yaitu hanya dua variabel yang terlibat. Kadang-kadang jugadigunakan istilah regresi sederhana.

c)Metode Ekonometrik
Jenis model peramalan yang paling kompleks adalah modelekonometrik, yang menggunakan sejumlah persamaan untuk memproses dataekonomi. Istilah model ekonomi makro, juga digunakan, karena model tersebutmensimulasi seluruh aktivitas ekonom nasional, bukannya hanya pada satu perusahaan (model mikro). Perusahaan akan emnggunakan proyeksi ekonominasional, seperti yang dihasilkan oleh model ekonometrik, untuk memproyeksi kanaktivitasnya sendiri.

Persamaan dasar untuk model ekonometrik adalah : GNP = C + I + G + NE Dengan : GNP = Gross National Product I = G = I n v e n s t a s i P e m b e l i a n B i s n i s P e m e r i n t a h

NE= Ekspor dikurangi Impor Setiap dihitung variabel independen yang dalam persamaan dengan ini berasal dari

sejumlah persamaan lain. Sebagai contoh , pengeluaran konsumsi perorangan dari persamaan berkaitan pentapatan income, pengeluaran, pajak yangdibayarkan, dan tabungan. Variabel dalam persamaan ini dihitung dari tingkat persamaan yang lebih rendah lagi, dan seterusnya. Oleh karena itu, model tersebutadalah sebuah jaringan hirarkis dari beberapa persamaan. Perusahaan modelekonometriknya besar pun dan belum tentu bisa serta menciptakan memelihara 18

sendiri

mengumpulkan

dataaekonometriknya tersebut. Oleh karena itu, banyak econometric forecasting firm(perusahaan peramalan ekonometrik) yang beroperasi di seluruh dunia selamaakhir tahun 196-an dan tahun 1970-an. Sebagian besar perusahaan Fortune 500dan pemerintah federal berlangganan dengan pelayanan tersebut. Namun demikian, popularitasnya hanya berumur pendek.

Perusahaan peramalan tersebut gagal mengatasi resesi tahun 1973-1975 dan 1981-1982 bagi pelanggannya, dan banyak pelanggannya yang memutuskan untuk melakukandengan cara lain. Akibatnya sebagian besar perusahaan peramalan ekonometrik ambruk. Sekarang, dilakukan cara pengelompokkan kembali. Para ahli

ekonomimemodifikasi teori mereka agar dapat merefleksikan dengan lebih baik pengaruhyang muncul pada akhir tahun tujuh puluhan dan awal tahun delapan puluhan.Lebih dari itu, model mainframe diupayakan untuk diganti dengan versmikrokomputer.

Model berdasarkan mikrokomputer menggiatkan lagi minat pada peramalan ekonometrik, karena ia berharga murah dan mempunya kemampuanmenampilkan paket grafik word prosesor untuk membuat laporan peramalan yang bagus. Peringatan yang kita sampaikan pada Bab I mengenai paket bidang pemasaran berdasarkan mikrokomputer juga berlaku disini. Kunci keberhasilan penggunaan paket peramalan ekonometrik adalah menginterpretasi outputnyadengan tepat. Output dari model ekonometrik perlu dievaluasi secara tepat oleh pakar ekonomi yang telah terlatih dengan baik. d)Menempatkan Peramalan dalam Perspektif Manajer pada semua tingkat dalam semua bidang melakukan ramalandengan suatu atau cara yanglainnya, Lebih tinggi tingkat manajemennya, makaakan lebih jauh atau panjang cakrawala perencanaannya. Oleh karena itu, peramalan jangka panjang adalah yang paling
19

menjadi minat utama bagi tingkatmanajemen puncak. Peramalan jangka pendek lebih dipentingkan bagi tingkatmanajemen bawah dan peramalan ini dilakukan oleh semua fungsi perusahaan. Peramalan jangka panjang harus mempertimbangkan pengaruh ekonominasional dan mungkin internasional. Karena adanya sifar yang khusus ini makatanggung jawab peramalan jangka panjang dipusatkan dalam perusahaan.Pembuatan ramalan adalah tanggung jawab dari subsistem peramalan dan, dalamkerangka kita, ia dilakukan oleh fungsi keuangan. Ia dapat juga dilakukan oleh bagian perencanaan jangka panjang khusus. 2.Subsistem Manajemen Dana Kita telah mengetahui bahwa fungsi keuangan menggambarkan arusuang dalam perusahaan. Subsistem manajemen dana adalah bagian dari sisteminformasi keuangan yang mempunyai pengaruh yang sangat kuat pada arustersebut. Model Cash Flow adalah contoh yang tepat mengenai cara penggunaankomputer untuk mengelola arus uang, karena ia mencakup seluruh struktur yaitu dari penerimaan cash sampai pembayaran atau pengeluaran cash. Banyak keputusans ubsider atau tambahan yang harus dibuat dalam struktur ini, dansubsistem manajemen dana dapat memberikan dukungannya. MENGGUNAKAN EXPERT SYSTEM UNTUK PERSETUJUAN KREDIT Profesor Verikat Srinivasan dari Northeastern University dan Yong H.Kim dari University of Cincinnati telah mengembangkan expert system prototipuntuk digunakan oleh perusahaan Fortune 5000 dalam persetujuan kredit. Kitaakan menggunakan huruf SRR untuk mengidentifikasi perusahaan. Kebijaksanaan kredit perusahaan terdiri atas dua aktivitas : (1) menetapkan batasan kredit (credit limit) untuk pelanggan baru dan meninjaunya kembali sekalisetahun, dan (2) menanganni pengecualian per hari. Ada tiga jenis pengecualian,yaitu pelanggan baru, pelanggan lama yang melebihi batasan kreditnya, dan pelanggan lama yang terlambat melakukan pembayaran pembelian sebelumnya.Subsistem entri pemesanan kembali mendeteksi pengecualian tersebut danmemberitahukan analisiskredit untuk meninjau kembali accountnya.
20

Srinivasan dan Kim menginterview para manajer kredit dan melakukan pengamatan terhadap analis kredit yang membuat keputusan kredit. Manajer kredit senior bertindak sebagai ahli.

MENEMPATKAN MANAJEMEN DANA DALAM PERSPEKTIF Perusahaan tidak secara penuh oleh lingkungannya. Berkaitan edngansumber uang, perusahaan dapat mepengaruhi arus yang mengalir ke dandarilingkungan. Program yang ada di dalam subsistem manajemen danamemungkinkan manajer keuangan untuk membuat keputusan yang dapatmempengaruhi arus tersebut sesuai yang dikehendaki. Kita telah melihat bagaimana expert system dapat digunakan untuk mengatur arus masuk dengancara menerapkan kebijaksanaan kredit perusahaan. Pengaruh yang kuat atas aruskeluar ditahan oleh subsistem pengontrolan. 3.Subsistem Pengendalian / Pengontrolan Subsistem ini terutama terdiri dari atas program yang menggunakan datayang dikumpulkan oleh subsistem pemroses data, guna untuk menghasilkanlaporan yang menunjukkan bagaimana uang tersebut digunakan. Laporan itu biasanya membandingkan penampilan keuangan yang sebenarnya dengananggaran. Subsistem Pengendalian memungkinkan manajer untuk mengontrol penggunaan anggaran. PROSES PENGANGGARAN Proses penyusunan anggaran terdiri atas sejumlah keputusan semiterstruktur. Selain sangat dibutuhkan ukungan data dalam bentuk recordaccounting historis, juga diperlukan berbagi pertimbangan.Ada tiga pendekatn atau cara umum yang dapat dilakukan perusahaandalammenyusun anggarannya yaitu top-down, bottom-up, dan partisipatif. a)Pendekatan top-down. Bila dilakukan top-down, eksekutif perusahaan menentukan jumlah anggaranyang kemudian penentuannya dibebankan kepada tingkat dibawahnya.Rasionalisasi pelaksanaan pendekatan ini adalah bahwa eksekutif mempunyai pemahaman yang paling baik mengnai

21

tujuan jangka panjang perusahaan dandapat mengalokasikan dana yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut. b)Pendekatan bottom-up. Bila dilakukan pendekatan bottom-up, proses penyusunan anggaran dimulai daritingkat organisasional paling bawah dan naik ke atas. Logikanya adalah bahwaorang yang berada pada tingkat bawah adalah yang paling dekat dengan tindakandan paling dapat menentukan kebutuhan sumbernya. c)Pendekatan partisipatif. Karena adanya kelemahan dari pendekatan top-down dan bottom-uptersebut, maka yang paling umum yang dilakukan adalah proses penyusunananggaran partisipatif. Yaitu, orang akan menerima dana turut ambil bagian dalam penyusunan jumlah dana tersebut.Ini adalah pendekatan give and take, yakni bahwa manajer pada berbagai tingkat melakukan negosiasi untuk menyusunanggaran agar semuanya mendapat kepuasan. Manajertingkat menengah berperan pokok dalam proses ini, yaitu dengan memberikan pandangan jangka panjangkepada eksekutif dan memberikan pandangan mengenai kebutuhan jangka pendek bagi manajer tingkat bawah.

22

Gambar 2.4Proses Penyusunan anggaran

Gambar 2.4

menunjukkan proses penyusunan anggaran partisipatif. Nomor

dalam paragraf di bawah ini sesuai dengan nomor yang ada dalam gambar. Contoh ini berasumsi bahwa perusahaan menggunakan pemodelan matematis maksimal.
1. Point

awalnya adalah ramalan penjualan yang dibuat oleh bagian manajer pemasaran tingkat bawah, yang dikombinasikan

pemasaran.Model peramalan berdasarkan pada proyeksinya mengenai input yang berasaldari dengan pertimbangan yang berasal dari eksekutif pemasaran.

23

2. M a n a j e m e n

puncak memeriksa ramalan danmembuat keputusan

y a n g didasarkan pada evaluasi subyektif dan input yang lain.


3. Data

ramalan

yang

disetujui yang

kemudian mengubah

dimasukkan tujuan

ke

dalam menjadi

model perencanaan

sumber,

penjualan

keperluansumber untuk tiap bidang fungsional. Sebagaicontoh, jika perusahaan inginmenjual 230.000 unit pada tahun depan, maka harus dipekerjakan delapantenaga penjual baru, harus dibeli sebuah drill press baru, harus ditambahkanlagi dua tenaga accounting baru, dan harus diinstal sebuah disk drivetambahan. Modem MRP yang kita bahas pada Bab 2 dapat menjadi bagiandari model perencanaan sumber ini yaitu untuk memproyeksikan keperluan bahan
4. Proyeksi dari model perencanaan sumber tersebut kemudian dievaluasi

olehmanaher dari setiap bidang fungsional. Manajer ini menggunakan pengetahuan bisnis mereka untuk mengatur atau menyusun jumlah yangmenurut mereka cocok. Setiap manajer bekerja sama dengan atasannya untuk menetapkan anggaran yang dapat diterima. Tanda panah dua arah yangmenghubungkan langkah ini dan langkah berikutnya menggambarkan giveand take antara manaemen puncak dan manajemen fungsional pada waktu penyusunan anggaran telah selesai.
5. Kombinasi

anggaran

fungsional

yang

telah

disetujui

mewakili

anggaranorganisasional. Bila anggaran telah ditetapkan,ia jarang sekali berubahselama tahun fiskal. LAPORAN ANGGARAN Anggaran operasi untuk sebuah unit, seperti departemen atau devisi,terdiri atas jumlah untuk tiap item pengeluaran pokok (gaji, telepon, sewa, pemasok dan sebagainya). Item pengeluaran ini biasanya dialokasikan perbulasepanjang tahun fiskal agar sesuai dengan tingkat fluktuasi aktivitas. Setiap manajer yang mempunyai tanggung jawab anggaran ini menerimalaporan bulanan, yang menunjukkan pengeluaran sebenarnya dari tiap unitdibandingkan dengan anggaran.
24

Laporan ini biasanya mempunyai dampak yang besar pada manajer.Dalam beberapa perusahaan, rencana kompensasi manajemen sebagian didasarkan pada penampilan anggaran. Mungkin perusahaan akn memberikan bonus jika penampilannya tidak melenceng dari anggaran. Tujuannya adalah untuk memenuhi jumlah keseluruhan yang dianggaran selam setahun. RASIO PENAMPILAN Selain untuk menyusun anggaran, subsistem pengontrolan jugamenghasilkan sejumlah rasio penampilan., yang memungkinkan manajer padasemua tingkatan untuk membandingkan penampilan mereka dengan standartindustri perusahaan tersebut, serta mungkin dengan bisnis secara keseluruhan.Rasio ini dihitung dengan menggunakan total rekapitulasi dari transaksiaccounting. Hanya ada beberapa rasio. Diantaranya, yang paling terkenal adalahcurrent rasio yang mengukur tingkat hutang jangka pendek dengan aset yangdapat diubah menjadi cash dengan mudah, yang dapat dicakup oleh unit perusahaan atau organisasional.

Rasio sebesar 1,0 atau lebih besar adalah yang diinginkan, karena ia berarti bahwa hutang dapat ditutup tanpa harus menjual beberapa aset. Rasio populer yang lain adalah inventory turnover. Umumnya, lebih tinggi rasionya akan lebih baik. Rasio adalah indikasidari kemampuan manajer untuk menjaga pergerakan stok.Rasio seperti diatas digunakan oleh manajer dan orang luar (seperti analiskeuangan, calon investor, dan pemegang saham) untuk memonitor penampilan perusahaan. Rasio ini mewakili gambaran inti dari data accounting danmemberikan cara yang sederhana untuk memahami data tersebut.

25

BAB III PENUTUP


1.1Kesimpulan Dari pembahasan-pembahasan yang telah diuraikan tentang sistem informasi manajemen keuangan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut
26

1. S i s t e m i n f o r m a s i m a n a j e m e n k e u a n g a n ( S I M k e u a n g a n ) a d a l a h

s i s t e m berbasis komputer yang dirancang untuk mengubah data akuntansi(keuangan)menjadi informasi, dalam rangka mempermudah proses transaksi-transaksiyang terkait dengan akuntansi itu sendiri.
2. Teknologi informasi berperan besar terhadap sistem informasi

manajemenkeuanganyang mana teknologi informasi tersebut mencakup teknologikomputer (baik hardware maupun soft ware) dan juga teknologi lain yangmencakup aplikasi-aplikasi pembantu yang digunakan untuk memproses informasi.
3. Penggunaan sistem teknologi informasi dalam sistem informasi manajemen

keuanganmeliputi fungsi sistem informasi, pemakai akhir komputasi computing ), dan teknologi tanggap cepat.

(end user

4. P e n g e m b a n g a n s i s t e m i n f o r m a s i m a n a j e m e n k e u a n g a n

d i l a k u k a n s e c a r a profesional baik secara intern untuk suatu perusahaan maupun secara eksternsebagai konsultan.

34

1.2Saran

27

Dari pembahasan-pembahasan yang telah diuraikan tentang sisteminformasi manajemenkeuangan, berikut beberapa saran yang dapat sampaikan diantaranya :
1. P e n d e k a t a n p e n g e m b a n g a n s i s t e m i n f o r m a s i m a n a j e m e n

k e u a n g a n b e r b a s i s teknologi informasi diharapkan sesuai dengan komponen sistem informasiyang ada


2. Sistem informasi yang ada diharapkan agar dikembangkan lebih lanjut sesuaidengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. Sistem informasi manajemen keuanganyang berbasis teknologi informasiharus dimanfaatkan secara maksimal

35

DAFTAR PUSTAKA

http://simkeu.depdiknas.go.id/Lola, Kacaribu . 2010 .SIM keuangan .(http://lolakacaribu.blogspot.com/2010/01/sim-keuangan.html) diakses april 2010


28

Mc leod, Raymond, Management information system, 7th ed, prentice hall, New Jersey, 1998. Effendy, Onong Uchjana. 1989. Sistem Informasi Manajemen. Bandung : Mandar maju. Gordon B. Davis, kerangka dasar System Informasi Manajemen bagian I pengantar. Husein, Muhammad Fakhri dan Amin Wibowo. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta : UPP AMP YKPN, 2002 Kadir, Abdul. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta : Andi Offset, 2003. OBrien, James A. Pengantar Sistem Informasi. Jakarta : Salemba Empat, 2005. Raymond McLeod, Jr. System Informasi Manajemen, penerjemah: Hendra Teguh SE,AK. editor: Hardi Sukardi MBA,Msc.,SE (MM UI). Teguh Cahyono, Sistem Informasi : Konsep Dasar, Analisis Desain dan Aplikasi,Penerbit Graha Ilmu .

29