Anda di halaman 1dari 19

MAHKOTA 1AKET

Disusun Oleh:
Desi Elvhira Rosa, S.KG
04094707009



PROGRAM PROFESI KEDOKTERAN GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWI1AYA
PALEMBANG
2011
MAHKOTA 1AKET

Mahkota jaket adalah jenis restorasi gigi yang menutupi atau mengelilingi
gigi atau gigi implant, dan terikat pada gigi dengan bantuan semen gigi. Mahkota
jaket dapat dibuat dari berbagai bahan dan dibuat di luar menggunakan indirect
methode.
Menurut Jones dan Grudy (1992), indikasi mahkota jaket adalah pada kasus-
kasus sebagai berikut:
1) #ekuren karies yang luas pada restorasi yang besar atau gigi dengan karies
yang luas, sehingga tidak dapat ditumpat secara konvensional / dengan
klasiIikasi Black, misalnya karies rampant, karies sirkuler, karies proksimal
mesio-distal.
2) DiskonIigurasi yang berasal dari kombinasi restorasi yang terdiskolorisasi dan
gigi tetangganya yang rotasi.
3) Amelogenesis imperIekta dimana email mengalami hipokalsiIikasi atau
perubahan warna lain yang terjadi pada gigi (misalnya Ilourosis atau hipoplasi
email).
4) Fraktur gigi dimana pulpa belum terbuka.
5) Abrasi dan erosi gigi.
) Koreksi malposisi, mis: rotasi, linguo/ labio versi, mesio/ disto versi,
diastema.
7) Gigi yang mengalami anomali bentuk, misalnya pegshape , mulbery teeth ,
rudimenter.
8) Abutment gigi tiruan cekat.

Kontraindikasi mahkota jaket, antara lain adalah :
1) Gigi terlalu pendek/ tidak mempunyai cingulum, sehingga menyebabkan
kurangnya retensi.
2) Gigitan tertutup (close bite).
3) Ketebalan struktur jaringan keras gigi kurang/ tipis pada labio-lingual.
4) Pasien yang memiliki kebiasaan bruxism.
5) Desain preparasi tidak didukung jaringan gigi yang kuat.
) Alergi terhadap bahan yang digunakan.

Mahkota jaket dapat dibuat dari berbagai bahan, oleh karena itu mahkota jaket dapat
diklasiIikasikan menjadi beberapa jenis sesuai dengan bahan yang digunakan, yaitu :
1) Mahkota 5orselen fused to metal/ metal ceramic crown (PFM)
Mahkota 5orselen fused to metal adalah mahkota yang terdiri dari metal atau
logam sebagai substruktur dan bagian permukaan porselen agar estetiknya
tetap terjaga sehingga restorasi tersebut dapat kuat namun tetap memenuhi
syarat estetiknya. Indikasi mahkota porselen Iused to metal seperti mahkota
pada umumnya yaitu kerusakan dari jaringan keras gigi yang luas.
Kontraindikasi mahkota jaket PFM yaitu pasien dengan karies aktiI, penyakit
periodontal yang tidak terawat dan pada pasien usia muda dengan kamar
pulpa yang masih luas karena resiko tinggi tereksposnya ruang pulpa pada
saat preparasi. Mahkota 5orselen fused to metal lebih durable atau tahan lama
jika dibandingkan dengan mahkota all porcelain dan secara umum mahkota
PFM mempunyai marginal Iit yang baik. Mahkota PFM dapat juga digunakan
sebagai retainer gigi tiruan cekat karena metalnya daapt disolder.

Keuntungan mahkota jaket PFM adalah :
- Kuat dan memiliki nilai estetik
- Menggunakan metal sebagai substruktur sehingga marginal Iit
bagus.
- Menggunakan porselen di bagian labial sehingga nilai estetiknya
bagus.
- Dapat digunakan pada gigi dengan tekanan yang besar.

Kerugian mahkota jaket PFM yaitu :
- Preparasi mahkota PFM membutuhkan pengurangan gigi yang
cukup banyak untuk menyediakan space yang cukup untuk bahan
restorasi tersebut.
- Untuk mendapatkan estetik yang baik, margin bagian Iasial dari
suatu restorasi gigi anterior biasanya diletakkan di subgingival
sehingga dapat meningkatkan penyebab penyakit periodontal.
- Dibandingkan dengan restorasi Iull porselen, nilai estetiknya
kurang.
- Terdapat kesulitan dalam pemilihan warna dari restorasi.

ll ceramic/ full 5orcelain
Mahkota Iull porselen adalah restorasi yang memiliki nilai estetik yang tinggi,
karena tidak ada bahan metal atau logam yang memblok transmisi cahaya.
Mahkota full porselen dapat menyerupai gigi asli dan mempunyai translusensi
yang baik jika dibandingkan dengan bahan restorasi lain. Mahkota jenis ini
baisanya mempunyai ketebalan 1-1,5mm. Indikasi mahkota full porselen ini
adalah area yang membutukan nilai estetik yang tinggi sedangkan
kontraindikasinya adalah pada gigi posterior yang tidak membutuhkan nilai
estetik yang tinggi tetapi memiliki nilai occlusal loading yang tinggi.
Keuntungan all ceramic yaitu :
- Mempunyai superior estetik , mempunyai translusensi yang sangat
baik sehingga menyerupai struktur gigi asli.
- #espon jaingan lunak baik
- Preparasi bagian labial lebih sedikit atau tipis dibandingkan
dengan bahan yang mempunyai substruktur logam.

Kerugian mahkota all ceramic yaitu :
- Kekuatan berkurang karena tidak ada substruktur metal.
- Pengurangan gigi banyak yaitu di bagian lingual atau proksimal.
- Porselen bersiIat getas.
- Kesulitan dalam Iitting marginal yang baik
- Jika preparasi tidak adekuat, bisa menyebabkan Iraktur mahkota.
- Dibutuhkan 90
0
cavosurface angle untuk mencegah distribusi
tekanan yang tidak merata dan untuk mencegah agar tidak Iraktur.
- Mahkota all porselen tidak eIektiI untuk retainer GTC.

P#PA#ASI
Preparasi adalah mempersiapkan gigi penyangga dengan tindakan pengasahan gigi
untuk menerima restorasi (gigi tiruan) yang berupa mahkota tiruan atau gigi tiruan
jembatan.

Prinsip Preparasi
Prinsip preparasi adalah dasar pemahaman untuk melakukan preparasi
(mempersiapkan gigi penyangga untuk menerima restorasi mahkota tiruan atau gigi
tiruan jembatan secara eIektiI dan eIisien dengan hasil yang baik guna menunjang
tercapainya tujuan perawatan.

Prinsip preparasi ada 4, yaitu :
1. Memelihara struktur gigi penyangga dan jaringan sekitarnya
Preparasi gigi penyangga harus memperhatikan struktur anatomi.
Pengasahan gigi penyangga tidak boleh terlalu banyak, sehingga dapat
membahayakan vitalitas gigi. Preparasi juga harus dilakukan secara hati-hati
agar tidak merusak jaringan di sekitar gigi yang dipreparasi.

2. Menghasilkan retensi dan resistensi yang optimal
#etensi adalah kecekatan antara dinding aksial gigi penyangga dengan
dinding aksial bagian dalam dari restorasi. Jadi bila retensi baik artinya ada
daya yang menahan restorasi dari gaya yang berusaha melepaskan restorasi ke
arah insisal/ oklusal. #esistensi adalah kemampuan perlawanan terhadap gaya-
gaya yang jatuh pada restorasi pada saat berIungsi (gaya-gaya horizontal,
oblique, dan vertikal).
Untuk memperoleh retensi, preparasi bidang-bidang aksial harus
sejajar satu dengan lainnya atau membentuk sudut
o
terhadap sumbu gigi.
Selain itu luas bidang preparasi harus dibuat seluas mungkin. #etensi yang
optimal dapat diperoleh selain dari Iaktor kesejajaran dan luasnya bidang
preparasi, bentuk preparasi juga harus menjamin agar restorasi stabil dan tidak
berubah kedudukannya. Selain itu preparasi tidak boleh menghasilkan tepi-
tepi yang tajam/ runcing yang dapat berakibat patah/ pecahnya bagian
tersebut.

Faktor- Iaktor yang mempengaruhi retensi mahkota jaket, yaitu :
Kekuatan tekan (com5ressive strength)
Kekuatan tarik (tensile strength)
Kekuatan semen (shear strength)
Faktor semen :
- echanical interlocking, yaitu kekasaran permukaan preparasi
dengan mahkota tiruan.
- ilm thickness .
Ketebalan semen hendaknya tipis dan rata karena akan didapatkan
retensi yang baik jika dibandingkan dengan semen yang tebal dan
tidak rata.
Kekuatan mahkota jaket retensi gesek (tensofritional retention)
Bentuk preparasi tonggak
alance 5re5aration tonggak
uas daerah perlekatan
Jenis bahan restorasi

3. Menghasilkan struktur yang kuat dan tahan lama bagi restorasi
Banyak dan sedikitnya preparasi gigi penyangga harus disesuaikan
dengan bahan restorasi yang akan dipakai agar restorasi kuat, misalnya:
O #estorasi dari bahan akrilik, maka preparasi sebanyak/ setebal
1mm.
O #estorasi dari bahan logam, preparasi cukup 0,5mm
O #estorasi dari bahan metal-akrilik, preparasi setebal 1,2mm
O #estorasi dari bahan metal porselen, preparasi setebal 1,5mm
Sesuainya ketebalan preparasi dengan bahan yang dipakai akan
menghasilkan restorasi yang kuat, mampu untuk berIungsi sebagai alat
kunyah yang rata-rata menerima beban sebesar 50kg/cm
2
.

4. Menghasilkan integrasi marginal antara tepi preparasi dan tepi restorasi
Integrasi marginal artinya terjadi penyatuan antara tepi preparasi dan
tepi restorasi. Menyatu artinya tidak ada celah/jarak/gap dan tidak ada tepi
restorasi yang overhanging. Persyaratan yang dapat diterima adalah suatu
jarak/ celah maksimal 30 mikron. Bila jarak lebih dari 30 mikron, maka semen
yang dipakai untuk memasang mahkota tiruan atau gigi tiruan jembatan lepas
atau menyebabkan retensi makanan yang akan berakibat terjadinya karies atau
peradangan periodontal. Oleh karena itu dalam melakukan preparasi di daerah
servikal, batas tepi harus jelas dan juga bentuk preparasinya harus jelas pula.



Syarat Preparasi
Syarat preparasi adalah syarat yang harus dipenuhi pada saat mempersiapkan gigi
untuk menerima restorasi. Syarat tersebut adalah :
1) Syarat biologis
Gigi yang telah dipreparasi harus :
O Memberi retensi dan resistensi terhadap gaya-gaya yang jatuh pada
restorasi.
O Besar dan tinggi dinding aksial harus cukup agar gigi tetap kuat dan
tidak Iraktur.
O Memberi ruangan yang cukup untuk ketebalan bhan restorasi
sehingga tidak mudah aus, tidak melengkung atau patah atau pecah
dan tidak menyebabkan perubahan bentuk.
O Menghasilkan batas tepi preparasi cukup sehingga restorasi kuat
(cukup tebal) dan tepi restorasi menyatu dengan tepi preparasi.
2) Syarat biologis :
Preparasi tidak boleh membahayakan vitalitas pulpa (misalnya
preparasi terlalu banyak), jaringan periodontal, gigi tetangga dan jaringan
lunak di sekitar gigi yang dipreparasi (lidah, bibir, pipi, palatum, dan lain-
lain).


3) Syarat estetis
Memberikan ruangan yang cukup untuk ketebalan bahan restorasi dan
menghasilkan warna yang baik, batas-batas preparasi tidak boleh terlihat/
tampak dari arah labial dan daerah servikal terletak di bawah garis gingiva (di
dalam sulkus gingiva).
4) Syarat higienis/ kebersihan
Batas/ tepi preparasi harus diletakkan di daerah selI cleansing bila
restorasinya partial veneer crown dan daerah servikalnya di dalam sulkus
gingiva.

Tahapan Preparasi
Cara dan tahapan preparasi mahkota jaket adalah:
1) Pengurangan permukaan proksimal
Pengurangan pada bagian proksimal adalah sebesar
o
. Pengurangan bagian
proksimal yang melebihi
o
akan mengurangi resistensi dan retensi tonggak
kurang. Tahapan pengurangan bagian proksimal adalah sebagai berikut :
a. Dengan putaran rendah, diskus karborondum/diamond yang tajam sebelah
digunakan untuk memisahkan gigi tetangga dari gigi yang dipreparasi
agar gigi tetangga tidak ikut terpreparasi juga. Diameter 3/8 inch.
b. Dengan putaran cepat/sangat cepat
Diamond Iissur berbentuk tappered, diameter 0.8 1 mm

Tujuan pengurangan proksimal adalah :
Menghilangkan kecembungan gigi yang menghalangi masuknya
mahkota jaket sepanjang servikal.
Menyejajarkan bidang proksimal mesial distal sehingga mahkota jaket
masuk tanpa halangan.
Untuk ketebalan bahan mahkota jaket
Membuat jalan bur untuk preparasi dan toilet Iorm

2) Pengurangan bagian insisal
Pengurangan pada bagian insisal adalah sebesar 1.5-2 mm dengan sudut 45
o
ke arah palatal. Tujuan pengurangan bagian insisal adalah:
Memberi ketebalan mahkota jaket antara tonggak dengan gigi
antagonis
Menghindari patahnya mahkota jaket terhadap pengunyahan
Oklusi dapat diperbaiki

3) Pengurangan bagian labial
Tujuan : untuk ketebalan mahkota jaket bagian labial.
Ada dua cara pengurangan bagian labial gigi, yaitu :
a. Menurut wing
- Hilangkan email 1/3 dari insisal dan 1/3 yang di tengah dengan
mengunakan wheel stone diameter 1,5-2mm (labial dan lingual)
- Hilangkan email 1/3 gingival dengan wheel stone lebih kecil.
- Dengan stone silindris, hilangkan sudut-sudut penghubung labial
dan lingual dengan bagian proksimal.
b. Menurut Hampson
- Alat yang dipakai adalah bur Iissur karbid tungsten dan bur
diamond tappered (high speed).
- mail dipotong di bagian tengah permukaan labial sampai di
bawah dentino enamel junction.
- Bur digerakkan ke arah mesial distal, sampai semua email dan
sedikit dentin hilang.
- Gerakan bur harus konstan dan intermitten, supaya tidak terjadi
undercut.

4) Pengurangan permukaan lingual/ palatal
Alat yang digunakan :
- Wheel stone diameter kecil (putaran rendah)
- Diamond bur bentuk buah pear (putaran cepat)
- Bur Iissur/ tappered diamond untuk menghaluskan.


Cara preparasi :
- Pengurangan email di daerah singulum sampai servikal dengan
bur Iissur tappered untuk mendapatkan kesejajaran dinding
sehingga akan menambah retensi (daerah singulum ke servikal
bentuknya sejajar)
- Pengurangan singulum ke insisal dengan wheel stone/ diamond
bentuk buah pear, mempertahankan bentuk singulum asli.

5) Preparasi daerah servikal
Preparasi daerah servikal sesuai indikasi. Preparasi servikal berbeda-
beda tergantung dengan tipe pundak untuk tiap bahan restorasi yang
digunakan. Macam-macam tipe pundak :
O Shoulder
Bentuk preparasi bersudut 90
o
terhadap bidang aksial. Kadang-kadang
pada tepi shoulder dibuat bevel dan disebut beveled shoulder. Tipe
pundak ini digunakan untuk restorasi all porcelain.
O ChamIer
Bentuk preparasi bulat, tidak membentuk sudut.
O Shoulderless
Bentuk preparasi yang tidak mempunyai bahu.
Ada 2 macam bentuk shoulderless :
- Feather edge : bentuk preparasi tepi yang lurus dimana tidak
mempunyai batas yang jelas dengan bagian gigi yang tidak
dipreparasi.
- KniIe edge/ chisel edge : bentuk preparasi tepi seperti bentuk
pisau/ pahat, dimana ada batas yang jelas antara bagian gigi yang
dipreparasi dan bagain gigi yang tidak dipreparasi.
O Kombinasi shoulder dengan shoulderless
O Kombinasi chamIer dengan shoulderless
(kedua kombinasi ini digunakan untuk bahan kombinasi juga)











Sebelum preparasi dilakukan, harus terlebih dahulu dilakukan prosedur
retraksi gingiva. #etraksi gingiva merupakan suatu tindakan membuka tepi Iree
gingiva sementara dari gigi yang dipreparasi. #etraksi gingiva berguna untuk:
O membebaskan tepi preparasi mahkota jaket dari jaringan lunak pada waktu
preparasi dan pencetakan.
O Melihat bentuk anatomis mahkota gigi
O Preparasi pundak servikal terlihat jelas
#etraksi gingiva ada 4 cara, yaitu :
1. Mekanis
Benang dimasukkan ke dalam sulkus gingiva selama 5-10 menit. Benang yang
digunakan adalah benang surgical silk dengan diameter 0,3-0,4mm
2. Cara kimiawi
arutan kimia yang dipakai yang besiIat hemostatik : A sulIat atau Al
cholride. Bahan yang paling aman tidak mengandung vasokonstriktor,
misalnya adrenalin.
3. Cara kombinasi
Cara ini menggunakan benang yang mengandung larutan kimia. Caranya gigi
diisolasi sekitar daerah preparasi dengan cotton roll. Benang diletakkan
selama 5-10 menit dengan alat yang tumpul seperti plastic Iilling instrument
atau periodontal probe ke dalam sulkus gingiva sekeliling servikal gigi yang
dipreparasi.
4. Cara pembedahan
Cara ini dilakukan bila ketiga cara di atas tidak memungkinkan. Alat yang
dipakai dapat menggunakan electrosurgery/ electrocauterization. Cara ini
digunakan pada keadaan jaringan periodontal yang sehat dan tujuannya hanya
melebarkan sulkus. #etraksi gingiva harus dilakukan dengan hati-hati dan
mengikuti prosedur yang benar, sebab bila salah dapat berakibat :

- #esesi gingiva
- AtroIi gingiva
- Terbukanya akar gigi
- Pada penderita jantung dan tekanan darah tinggi dapat
menyebabkan shock, bila menggunakan benang yang
mengandung vasokonstriktor/ adrenalin.

#STO#ASI SMTA#A

Setelah preparasi selesai dilakukan, maka gigi harus ditutup dengan restorasi
sementara. Tujuan restorasi sementara adalah :
O Melindungi gigi terhadap rangsangan mekanis, suhu dan kimiawi.
O Mencegah terjadinya migrasi, ekstrusi/ elongasi
O Melindungi gusi di daerah servikal terhadap iritasi
O Memlihara estetis
Pembuatan Gigi Tiruan Sementara
a. Pembuatan mahkota tiruan sementara
Ada 2 macam mahkota tiruan sementara :
Dibuat sendiri (Iabicated), dapat secara direk (langsung) di dalam
mulut atau indirek (di atas model)
#eady used (preIabricated)
Secara direk
- Sebelum dilakukan preparasi, bila gigi mengalami karies atau
Iraktur, maka pada studi model ditutup atau dibangun dengan
malam atau guttapercha, sampai didapat bentuk yang sesuai.
- Daerah rahang yang akan dipreparasi dicetak dengan alginat.
- Preparasi dilakukan
- Setelah preparasi gigi selesai, cetakan negatiI tadi diisi dengan
selI curing akrilik untuk mahkota sementara. Pemberian selI
curing tidak terlalu banyak, cukup pada gigi yang dipreparasi.
Gigi yang dipreparasi diberi separating medium, juga igi
tetangganya agar bahan selI curing tidak melekat dan merangsang
gigi. Kemudian cetakan negatiI dengan sel curing dimasukkan
pada rahang yang bersngkutan. Sebelum bahan selI curing
mengeras, cetakan dilepas perlahan-lahan dari rahang penderita,
bila sukar dilepas maka ini karena banyak sisa bahan selI curing
masuk daerah interdental (undercut) dan harus cepat dibuang/
digunting. Kemudian cetakan tersebut dimasukkan kembali ke
rahang penderita untuk mendapatkan Iitness yang baik. Setelah
bahan mengeras, cetakan dikeluarkan dan mahkota sementara
dirapikan.
Secara indirek
- Dibuat cetakan sebagaian dari rahang yang bersangkutan dan
rahang lawan.
- Gigi yang akan dipreparasi pada model, dipreparasi dengna pisau
malam atau engine bur sesuai dengan bentuk dan pengambilan
yang diinginkan. alu dibuat mahkota sementara secara lansung
dengan selI curing atau secara tidak langsung melalui pembuatan
wax pattern pada model dan kemudian processing sampai
mahkota sementara selesai.
- Gigi penderita dipreparasi
- Setelah preparasi, mahkota sementara dicoba dan disesuaikan
sampai baik.


DAFTAR PUSTAKA


Goldstein, #onald . sthetics in Dentistry. 2
nd
dition. 1998. Kanada: B.C. Decker.
http://www.scribd.com/doc/25174731/Mahkota-jaket diakses tanggal 19 Juni 2011
http://www.scribd.com/doc/25005084/Cara-Dan-Tahap-Preparasi-Mahkota-Jaket
diakses tanggal 19 Juni 2011
Jones, J.G., Grundy, J.#. A Colour Atlas oI Clinical Operative Dentistry
Crown & Bridges. 2nd dition. 1992. WolIe.