Anda di halaman 1dari 6

Hernia Pada Anak

Latar belakang
Sekitar 400 tahun yang lalu, seorang ahli bedah Prancis bernama Ambroise Pare mengakui
bahwa hernia inguinalis pada anak-anak itu mungkin bersiIat kongenital dan dapat
disembuhkan.Sayangnya, meskipun banyak studi yang mengatakan bahwa tindakan medis
konservatiI pada hernia inguinalis banyak yang berhasil, tidak berarti konservatiI eIektiI untuk
mengobati hernia inguinalis.Semua hernia inguinalis anak memerlukan perawatan operasi untuk
mencegah perkembangan komplikasi, seperti hernia inguinalis inkarserata.Kebanyakan hernia
terjadi pada saat lahir/kongenital atau dalam masa kanak-kanak. Karena hernia inguinalis sering
terjadi secara umum, dokter diharapkan mampu untuk memberikan perawatan yang optimal
kepada pasien dan keluarga mereka, terutama karena hernia dapat mengancam kerusakan organ
tubuh atau mengancam jiwa jika tidak secepatnya dilakukan tindakan medis yang tepat.

Proses Terjadinya Hernia Pada Anak.
Penyebab hernia inguinalis pada anak bisa disebut kelainan perkembangan embriologi janin.
Pada masa sebelum lahir atau janin di dalam kandungan,terdapat adanya hubungan/saluran
antara rongga abdomen dan skrotum. Saluran ini disebut kanal inguinal. Pada laki-laki testis atau
buah zakar akan melewati saluran ini dan turun ke arah skrotum secara normal.
Normalnya,saluran ini tertutup sebelum sesaat janin lahir dan sesudah testis turun ke kantung
skrotum/descencus testis. Kelemahan dinding/lantai inguinalis memungkinkan kanal atau saluran
ini tidak tertutup dan memungkinkan untuk terjadinya penonjolan atau turunnya usus dari rongga
perut ke arah skrotum dan disebut dengan Hernia Inguinalis dan jika massa atau tonjolan
tersebut hanya berisi cairan disebut dengan Hidrokel.
Hernia inguinalis secara anatomi dibedakan menjadi hernia inguinalis langsung dan tidak
langsung. Hernia langsung adalah proses penonjolan/turunnya usus melalui inguinalis medial ke
pembuluh epigastrika inIerior dan hernia tidak langsung muncul dari bagian lateral pembuluh
epigastrika inIerior.Kedua bentuk hernia diatas akhirnya dapat menyebabkan massa atau tonjolan
di wilayah inguinal, dan untuk membedakan antara dua jenis hernia tersebut harus dilakukan
pemeriksaan Iisik.
Meskipun kejadian yang tepat dari hernia inguinalis tidak langsung pada bayi dan anak-anak
tidak diketahui, kejadian dilaporkan sekitar antara 1-5. Bayi prematur memiliki risiko yang
tinggi untuk hernia inguinalis, dengan tingkat kejadian 2 pada wanita dan 7-30 pada pria.
Sekitar 5 dari semua laki-laki mengalami hernia selama masa hidup mereka.

Morbiditas/Mortalitas
Hernia inguinalis inkarserata dapat mengakibatkan komplikasi parah dan bahkan
kematian.Hernia inguinalis tampaknya terjadi secara merata di antara semua ras. Hernia
inguinalis lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Rasio laki-laki dan perempuan
sekitar 4-8:1.
Bagaimana cara diagnosa Hernia pada Anak?
A.Riwayat Pasien
O rang tua bayi atau anak dengan hernia inguinalis pada umumnya mengatakan pada bayi
atau anak mereka ditemukan tonjolan yang jelas pada daerah inguinoscrotal pada anak
laki-laki dan pada daerah inguinolabial pada anak perempuan dan biasanya pada awalnya
bersiIat hilang timbul.Tonjolan ini biasanya sering timbul pada saat bayi menangis dan
batuk.Biasanya hernia yang masih bersiIat hilang timbul jarang menimbulkan rasa sakit
pada bayi dan anak-anak.
O ika pasien atau keluarga memberikan riwayat bahwa massa atau benjolan atau tonjolan
tersebut disertai dengan rasa sakit maka kita harus mencurigai sudah terjadinya hernia
inguinalis strangulasi/inkarserata.ika ini terjadi maka tanda-tandanya adalah anak
mungkin rewel, tidak mau makan, dan jika ditenangkan tetap menangis. Kulit di atas
tonjolan pada umumnya berwarna kemerahan.
B.Pemeriksaan Fisik
Pasien diperiksa pada posisi terlentang dan berdiri.Dari pemeriksaan Iisik seorang anak
dengan hernia inguinalis biasanya ditemukan massa atau benjolan yang teraba halus yang
berasal dari rongga perut. Massa hanya dapat terlihat setelah batuk dan menangis Pada anak
perempuan,ditemukan adanya pembengkakan pada inguinolabial yang sering sulit dibedakan
dengan pembengkakan kelenjar getah bening di daerah selangkangan. Pada anak laki-laki,
palpasi/pemeriksaan dengan menekan kedua testis adalah penting untuk menyingkirkan suatu
testis tidak turun/undescencus testis.
Pada hernia inguinalis inkarserata :usus dapat menjadi bengkak, edema, membesar, dan
terjepit di luar rongga perut, proses yang dikenal sebagai inkarserata.Hernia inguinalis
inkarserata adalah penyebab paling umum dari obstruksi usus pada bayi dan anak-anak dan
penyebab paling umum kedua obstruksi usus di Amerika Utara.
ika inkarserata menjadi begitu parah sehingga suplai pembuluh darah terganggu maka akan
terjadi hernia inguinalis inkarserata. Dalam kasus inkarserata, dapat terjadi nekrosis iskemik
pada usus, dan juga dapat mengakibatkan perIorasi usus.ika pasien tampak toksik, tindakan
operasi bedah harus dengan segera dilakukan.

C.Transiluminasi
Hernia dan hidrokel pada anak laki-laki:
Pada anak laki-laki, membedakan antara hernia dan hidrokel tidak selalu mudah. Transiluminasi
telah dianjurkan sebagai pemeriksaan untuk membedakan antara kantung yang berisi cairan di
dalam skrotum (hidrokel) dan adanya usus di kantung skrotum. Namun, dalam kasus hernia
inguinalis inkarserata, transiluminasi mungkin tidak menguntungkan karena setiap organ yang
memiliki rongga dan berisi cairan dalam skrotum bayi yang muda juga bisa bertransiluminasi.

D.Pemeriksaan Laboratorium
Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang diperlukan dalam penilaian pasien yang dicurigai
mengalami hernia inguinalis dan / atau hidrokel.
E.Pemeriksaan Radiologi
Pemeriksaan radiologi umumnya tidak diindikasikan untuk menilai hernia
inguinalis.Namun,pemeriksaan ultrasonograIi dapat membantu dalam penilaian pasien
tertentu.UltrasonograIi untuk membedakan antara hidrokel dan hernia inguinalis. UltrasonograIi
mampu menemukan kantung berisi cairan di dalam skrotum, yang akan adekuat dengan
diagnosis hidrokel.
Namun, jika pasien memiliki hernia inguinalis inkarserata,ultrasonograIi mungkin tidak cukup
sensitiI untuk membedakan antara dua kondisi tersebut diatas. Dengan demikian, studi ini jarang
membantu dalam pengobatan pasien anak atau bayi dengan hernia inguinalis. Ketika
pemeriksaan Iisik menunjukkan diagnosis selain hernia atau hidrokel, pencitraan yang tepat,
termasuk ultrasonograIi, mungkin diperlukan. Kelenjar getah bening inguinalis membesar dapat
mirip dengan hernia inguinalis inkarserata, dan tindakan ultrasonograIi perlu untuk
mengkonIirmasikan diagnosis. Meskipun tes ini sangat sensitiI, penggunaannya terbatas.Karena
komplikasi yang mungkin akan terjadi lebih buruk, termasuk perIorasi usus dan sepsis , injeksi
kontras jarang dilakukan saat ini.
G.Pemeriksaan penunjang lainnya.
Laparoskopi
Laparoskopi adalah metode yang sangat eIektiI untuk menentukan adanya hernia inguinalis
tetapi hanya digunakan selektiI karena memerlukan anestesi dan pembedahan. Laparoskopi dapat
berguna untuk menilai sisi yang berlawanan atau untuk mengevaluasi keberadaan hernia
inguinalis berulang pada pasien dengan riwayat perbaikan operasi.
Perawatan Medis
Hernia inguinalis pada umumnya tidak dapat sembuh secara spontan dan harus diperbaiki
melalui pembedahan karena risiko menjadi hernia inkarserata/strangulasi lebih sering terjadi.
|2|
Secara umum, konsultasi bedah harus dilakukan pada saat diagnosis, dan perbaikan (secara
elektiI) harus dilakukan sangat segera setelah diagnosis dikonIirmasi. Hidrokel tanpa hernia
pada neonatus:
O Ini adalah satu-satunya pengecualian di mana pengobatan bedah mungkin tertunda.
Perbaikan hidrokel pada neonatus tanpa adanya hernia biasanya tertunda selama 12 bulan
karena hubungan dengan rongga peritoneum (melalui prosesus vaginalis) mungkin
sangat kecil dan mungkin sudah ditutup atau dalam proses penutupan. ika hidrokel
berlanjut setelah periode observasi,perbaikan melalui tindakan operasi harus dilakukan
dengan segera dan secara tepat.
O Manajemen anastesi untuk operasi elektiI secara umum aman untuk perbaikan kasus
bedah hernia inguinalis pada bayi dan anak-anak.Tergantung dari keinginan orang tua
pasien dan keahlian dari dokter anestesi.
Perawatan Rawat Inap lanjut
O Kebanyakan pasien yang menjalani perbaikan melalui tindakan operasi elektiI hernia
inguinalis diizinkan keluar atau pulang dari rumah sakit tak lama setelah operasi.Rawat
inap lebih lanjut ditunjukkan hanya pada bayi prematur kecil yang beresiko untuk apnea
pascaoperasi.Pasien tersebut biasanya dirawat selama 24 jam untuk pengamatan dan
pemantauan di rumah sakit.