Anda di halaman 1dari 2

Gangguan eliminasi fekal Secara umum terdapat beberapa masalah defekasi yang umum diantaranya konstipasi, impaksi, diare,

inkontinensia (Potter & Perry, 2006). 1. Konstipasi Konstipasi merupakan penurunan frekuensi defekasi, biasanya pengeluarannya lama, kering, dan keras. Apabila motilitas usus halus terhambat, maka fekal lebih lama terpapar pada dinding usus dan sebagian besar kandungan air diabdorbsi. Sebagian kecil air tersisa untuk melunakkan fekal. Pengeluaran fekal yang kering dan keras dapat menimbulkan nyeri pada rektum. Obat juga dapat mengakibatkan konstipasi ini antara lain aspirin, antihistamin, diuretik, obab penenang, hipnotik, antacid dengan alummunium. 2. Impaksi Impaksi adalah kumpulan fekal yang mengeras, mengendap dalam rectum yang tidak dapat dikeluarkan. Klien yang lemah, tidak sadar akan lebih cenderung mengalami impaksi karena mereka terlalu lemah untuk memenuhi kebutuhan defekasinya. Tanda impaksi ialah ketidakmampuan mengeluarkan fekal selama beberpa hari, walaupun terdapat keinginan melakukan defekasi. Kehilangan nafsu makan, distensi, dan kram abdomen, serta nyeri rektum dapat menyertai keadaan ini. 3. Diare Diare adalah peningkatan jumlah fekal yang cair dan tidak berbentuk. Diare adalah gangguan yang mempengaruhi proses pencernaan, absorbs, dan sekresi di saluran GI. Isi usus terlalu cepat keluar melalui kolon sehingga absorpsi cairan yang biasa tidak dapat berlangsung. Iritasi kolon menyebabkan peningkatan sekresi lendir. Akibatnya fekal menjadi encer sehingga individu sulit mengontrol keinginan defekasi. 4. Inkontinensia Inkontinensia fekal adalah ketidakmampuan mengontrol keluarnya fekal dan gas dari anus. Kondisi fisik yang merusak fungsi atau control sfingter

menyebabkan inkontinensia. Kondisi ini membuat seringnya defekasi, fekal encer, volume banyak, dan feses mengandung air. Biasanya klien yang mengalami ini akan mengalami rasa malu sebab mereka tidak mampu mengontrol defekasi dan pembuangan gas.