Anda di halaman 1dari 3

Pengkajian Urine Pengkajian urine dilakukan dengan mengukur asupan cairan dan keluaran urine serta mengobservasi karakteristik

urine klien. 1. Asupan dan keluaran Perawat mengkaji asupan cairan rata-rata klien tiap hari. Perawat mengukur semua sumber asupan cairan, termasuk asupan oral, infuse cairan IV, makanan yang diberikan melalui selang, dan cairan yang dimasukkan ke dalam selang nagogastrik atau selang gaster. Perubahan dalam volume urine merupakan indicator perubahan cairan atau penyakit ginjal yang signifikan. Ukur keluaran urin setiap berkemih, bisa menggunakan urimeter ataupun plastic berskala ukur. Urimeter diindikasikan apabila dibutuhkan pengukuran urine yang akurat per jam. 2. Karakteristik urine Perawat menginspeksi warna, kejernihan, dan bau urine. Warna urine normal bervariasi dari warna pucat, agak kekuningan sampai kuningcoklat (seperti warna madu), tergantung pada kepekatan urine. Urine biasanya lebih pekat pada pagi hari atau pada klien yang menderita kekurangan volume cairan. Apabila seseorang minum cairan lebih banyak, urin menjadi lebih encer. Kejernihan. Urine yang normal tampak transparan saat dikeluarkan. Warna urine yang ditampung dalam suatu wadah selama beberapa menit akan menjadi keruh. Urine yang baru dikeluarkan oleh klien yang menderita penyakit ginjal dapat tampak keruh atau berbusa akibat tingginya konsentrasi protein. Urine juga akan tampak pekat dan keruh akibat adanya bakteri. Bau. Urine memiliki bau yang khas. Semakin pekat warna urine, semakin kuat baunya. Urine yang dibiarkan dalam jangka waktu lama akan mengeluarkan bau ammonia. Hal ini umum terjadi pada klien yang secara berulang-ulang mengalami inkontinensia urine.

Pemeriksaan Umum Urine Perawat sering mengumpulkan specimen urine untuk pemeriksaan laboratorium. Tipe pemeriksaan menentukan metode pengumpulan urine. Semua specimen diberi label yang berisi

nama klien, tanggal dan waktu pengumpulan urine. Specimen harus dikirim ke laboratorium dengan tepat waktu untuk memastikan keakuratan hasil pemeriksaan. Pemeriksaan urine meliputi urinalisis, pengukuran berat jenis urine, dan kultur urine. Urinalisis. Laboratorium melakukan urinalisis pada specimen yang telah diperoleh dengan metode yang telah dijelaskan sebelumnya. Pengukuran yang dilakukan meliputi nilai pH, protein, glukosa, keton, darah, berat jenis, pemeriksaan mikroskopik, sel darah putih, bakteri, dan silinder. Specimen harus diperiksa sesegera mungkin, lebih baik dalam 2 jam. Specimen urine harus merupakan urine pertama yang dikeluarkan pada pagi hari untuk memastikan kesegaran konsentrasi specimen. Berat jenis urine ialah berat atau derajat konsentrasi suatu substansi yang dibandingkan dengan air dalam volume yang sama. Untuk mengukur berat jenis urine digunakan urinometer dan silinder. Kultur urine membutuhkan sampel urine steril yang diambil dengan cara pengeluaran-bersih. Dibutuhkan sekitar 48 jam sebelum laboratorium dapat melaporkan hasil temuan yang menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri.

Pemeriksaan Diagnostik Sistem perkemihan ialah salah satu dari beberapa sistem organ yang pemeriksaan diagnostiknya dapat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan melalui beberapa teknik radiografik. a. Rontgenogram Abdomen (plain film, KUB, atau flat plate) Mengkaji adanya kelainan pada seluruh struktur saluran perkemihan. Menentukan ukuran, kesimetrisan, bentuk, dan lokasi ginjal, ureter, serta struktur kantung kemih. b. Pielogram intravena Memvisualisasi duktus pengumpul dan pelvis renalis serta memperlihatkan ureter, kantung kemih, dan uretra. c. Scan ginjal d. Computerized Axial Tomography (CT) Prosedur sinar X terkomputerisasi untuk memperoleh gambaran terperinci mengenai struktur bidang tertentu di dalam tubuh. e. Ultrasound ginjal

Menggunakan gelombang suara yang tidak dapat terdengar, berfrekuensi tinggi, yang memantul dari struktur jaringan. f. Prosedur invasive Meliputi sistoskopi, biopsy, dan angiogram.

Referansi Black, J.M., Hawks, J.H. (2005). Medical-Surgical Nursing: Clinical Management for Possitive Outcomes. 7th ed. Elsevier.Inc: Philadelphia Black, J.M., Matassarin, E. (1997). Medical-Surgical Nursing: Clinical Management for Continuity Care. 5th ed. WB Saunders Company: USA Montague, S., Watson, R., & Herbert, R. Physiology for Nursing Practice. 3rd ed. Elsevier: Philadelphia Potter & Perry. (1997). Fundamentals of Nursing Concepts, Process, and Practice. 4 th ed. Mosby: St. Louis