Anda di halaman 1dari 2

ke|ompok 3

(Pasbl ? (0807629) lndah C (0807626) nurul A (0801343) nurul l (0806477) 1rl LkawaLl
P (0800061)

METODE PLOTLESS

Plot-Less Sampling
Dalam teknik plot-less komunitas tanaman tidak di sampling berdasarkan plot tetapi
dengan menggunakan titik sampling garis transek satu dimensi atau jarak tertentu dalam
bidang (Knapp 1984). Metode plot-less bisa dianggap sebagai pengecilan kuadrat menjadi
garis atau titik yang tidak berdimensi (Barbour et al. 1987). Keuntungan dari metode plot-
less sampling: 1) plot sampel tidak perlu dibentuk menghemat waktu dan 2) eliminasi dari
kesalahan subjektiI terkait dengan batasan sampel plot.
Metode titik menentukan jumlah titik yang didistribusikan secara acak atau teratur
dalam suatu daerah di mana terdapat tanaman yang di atas tanah. Titik dapat diletakkan pada
sebuah daerah imajiner pasangan koordinat dipilih secara acak atau cara pengimajinasian
(regular grid) atau secara acak sepanjang line transect . Untuk pasangan koordinat dan regular
grids sumbu x dan y ditentukan di sepanjang tepi area penelitian . Titik yang acak dipilih
menggunakan nomor generator acak generator di kebanyakan kalkulator atau dari nomor
tabel acak . Titik dapat juga akan ditentukan menggunakan sampling stratiIikasi acak. Pada
metode ini daerah tempat diambilnya sample dibagi menjadi beberapa bagian dengan jumlah
yang sama di setiap titik acak memastikan distribusi yang memadai dari titik sampel di
sepanjang plot . pencatatan ukuran dan kompas digunakan untuk diletakkan pada pasangan
yang dituju (acak atau regular ) ditunjukan pada titik sampel. dengan line transect hanya
memerlukan satu baseline (garis dasar). Serangkaian titik sepanjang baseline ini dipilih
dengan menggunakan prosedur random, stratified random atau sistematis (Cox 1990). Titik-
titik ini berIungsi sebagai titik awal untuk transek di seluruh daerah. Dengan jumlah titik
yang cukup pengukuran yang teliti dari penutup persen yang tepat (Knapp 1984).
Jumlah poin yang diperlukan untuk penilaian yang memadai sebagian bergantung
pada tutupan spesies dalam area survei. Sebuah graIik yang menggambarkan persentasi
tutupan vs jumlah poin dapat membantu untuk menentukan jumlah poin yang diperlukan.
Hanya dengan beberapa poin nilai kurva dalam graIik berkisar cukup tinggi. Ketika jumlah
poin mendekati jumlah yang cukup (tepat) kurva menjadi lebih datar hanya berIluktuasi
sedikit di sekitar nilai rata-rata persen (Knapp 1984). II a plant provides ~ 20 cove a
smallnumber oI points is needed. Jika tutupan tanaman ~ 20 maka jumlah titik yang
dibutuhkan pun sedikit. Jumlah titik yang jauh lebih banyak dibutuhkan ketika nilai persen
ke|ompok 3
(Pasbl ? (0807629) lndah C (0807626) nurul A (0801343) nurul l (0806477) 1rl LkawaLl
P (0800061)
tutupan tanaman 5 dari wilayah studi (Knapp 1984). Selain metode titik satu garis
transek juga dapat digunakan untuk menentukan tutupan kanopi. Akurasi dari metode line
intercept sama dengan metode kuadrat namun memakan waktu jauh lebih sedikit. Dalam
teknik ini hanya tanaman yang dilewati garis imajiner vertical dari garis transek yang dicatat.
Dua pengukuran harus diambil untuk setiap tanaman: panjang intercept (I) dan lebar
maksimum dari tegakan lurus tanaman terhadap garis transek (M). Jumlah lahan kosong
dalam setiap segmen transek juga harus diukur dan dicatat dengan cara yang sama (Cox
1990). Dalam kasus komunitas dengan dua atau lebih strata yang berbeda (seperti herbal
semak dan pohon di hutan) biasanya penting untuk mengambil sampel setiap tingkat secara
terpisah.
Tutupan dihitung sebagai persen dari garis transek yang tertutupi oleh masing-masing
spesies. so density can be calculated by multiplying the total recipricals oI maximum plant
width by the unit area/total transect length (Cox 1990). Kemungkinan dari tiap indivual
untuk ditemukan oleh garis transek sebanding dengan lebar garis tegak lurus terhadap garis
transek sehingga kepadatan dapat dihitung dengan mengalikan total recipricals lebar
maksimum tanaman dengan unit wilayah / panjang total transek (Cox 1990).