Anda di halaman 1dari 4

PENENTUAN hASSA ATDh PELATIF hACNESIUh

ACARA IV
PENENTUAN MASSA ATOM RELATIF MAGNESIUM

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
n Praktikum : Untuk menentukan massa atom relatiI (Ar) dari logam Magnesium (Mg).
Praktikum : Sabtu,1 Oktober 2011
Praktikum : Laboratorium Kimia Dasar , Lantai III , Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ,
Universitas Mataram.
.LANDASAN TEORI
Massa atom relatiI unsur-unsur yang dijumpai di alam dapat diperoleh sebagai rata-rata
dari massa isotop setiap unsur,ditimbang berdasarkan Iraksi kelimpahannya. Jika suatu unsur
terdiri atas n isotop , isotop ke-i mempunyai massa A
i
dan kelimpahan Iraksi P
1
, maka massa
atom relatiI rata-rata unsur tersebut di alam (massa atom relatiI kimianya) ialah
A A
1
P
1
A
2
P
2
...A
n
P
n

Massa atom relatiI nuklida mendekati tetapi (kecuali
12
C) tidak tepat sama dengan nomor
massanya. Massa atom relatiI tidak memiliki satuan karena angka ini merupakan nisbah dari dua
massa yang diukur , apapun satuan yang kita gunakan (gram, kilogram ,pound dan seterusnya).
Spektrometri massa merupakan metode paling akurat bagi kimiawan untuk menentukan massa
atom dan molekul relatiI. Dalam spektrometer satu atau beberapa elektron diambil dari setiap
atom atau molekul. Spesies bermuatan positiI yang dihasilkan dinamakan ion, dipercepat oleh
medan listrik kemudian dilewatkan ke medan magnet. Kelengkungan lintasan partikel tergantung
pada nisbah muatan terhadap massanya,sebagaimana pada eksperimen Thompson mengenai
sinar katoda (elektron). Teknik ini menyebabkan spesies dengan massa yang berbeda dapat
dipisahkan dan dideteksi. Sebagai contah , eksperimen awal dalam spektrometri massa
menunjukkan nisbah massa 16 : 1 untuk oksigen relatiI terhadap hidrogen penegasan
berdasarkan teknik Iisik untuk reaksi yang semua dideduksi dengan landasan kimia
(Oxtoby,2001:25-27).
Menurut Dalton , massa atom adalah siIat utama unsur yang membedakan satu unsur
dengan yang lainnya. Karena atom sangat ringan , maka tidsk dapat digunakan satuan gram dan
kilogram untuk massa atom dan harus dicari massa atom sebagai standar . Perbandingan massa
atom dengan satu macam atom standar disebut massa atom relatiI. Pada mulanya digunakan
hidrogen, dipilih sebagai standar karena merupakan atom yang ringan . Kemudian diganti dengan
oksigen , karena dapat bersenyawa hampir dengan semua unsur . Salah satu syarat massa standar
adalah stabil dan murni, tetapi karena oksigen terdapat dalam 3 isotop 0-16, 0-17, 0-18, akhirnya
pada tahun 1960 ditetapkan C-12 sebagai standar dan C-12 ditetapkan mempunyai massa 12 sma
, dengan 1 sma 1,66 x 10
-24
gram dan massa atom relatiI tidak memiliki satuan . Massa atom
relatiI sangat penting dalam ilmu kimia untuk mengetahui siIat unsur dan senyawa. Ada 3 cara
penentuan massa atom relatiI , yaitu dengan hukum Dulong dan Petit , analisis Cannizzaro, dan
Spektroskopi massa (Syukri, 1999 : 33).
Pada perhitungan kimia , sering kali perlu menghitung massa suatu unsur atau molekul .
Perhitungan ini diselesaikan dengan melihat massa atom suatu unsur pada tabel berkala. Massa
atom merupakan bilangan yang lebih besar dari dua bilangan yang diberikan pada setiap unsur .
Bilangan yang lebih kecil yang menyatakan nomor atom. Massa molekul dihitung dengan
mnjumlahkan massa atom dari unsur-unsur yang membentuk molekul. Salah satu kesalahan yang
sering dibuat pada perhitungan massa molekul adalah kelalaian mengalikan dengan angka indeks
(subcript) seperti yang tertera pada rumus molekul (Bresnick , 2002 : 3).
Atom yang mempunyai jumlah proton yang sama tetapi jumlah neutron yang berbeda
disebut isotop atom yang lain . Jumlah neutron tidak terlalu berpengaruh pada siIat-siIat
kimianya , sehingga semua isotop dari sebuah unsur mempuyai siIat-siIat kimia yang sama.
Meskipun demikian , masing-masing isotop yang berbeda mempunyai massa dan siIat nuklir
tersendiri (Goldberg , 2004 : 13).

C.ALAT DAN AHAN PRAKTIKUM


1. Alat-Alat Praktikum
O Kertas lakmus
O Krus
O Neraca analitik
O Penjepit krus
O Pipet tetes
2. Bahan-Bahan Praktikum
O Aquades
O Logam Magnesium

D. PROSEDUR PERCOAAN
1. Krus kosong ditimbang sampai ketelitian

1 miligram.
2. Ditimbang logam Mg sebanyak 0,1 gram dan logam Mg dimasukkan ke dalam krus.
3. Krus yang berisi 0,1 gram logam magnesium dipanaskan dalam tanur sampai logam Mg menjadi
putih.
4. Setelah logam Mg menjadi putih , krus didinginkan dan diberi beberapa tetes air kemudian uap
yang keluar diperiksa dengan menggunakan kertas lakmus dan diamati perubahan warna kertas
lakmus.
5. Krus dipijarkan , didinginkan , dan ditimbang.
6. Massa atom relatiI Mg dihitung.

E. HASIL PENGAMATAN

No. Prosedur Percobaan Hasil Pengamatan


1.
Krus kosong ditimbang dengan
menggunakan timbangan analitik.
Berat krus kosong 5,95 gr
2.
O Logam Magnesium ditimbang
O Logam Magnesium dimasukkan
kedalam krus.
Berat logam Mg 0,1 gr
3. Krus dan isinya (Magnesium)
dipanaskan hingga Magnesium
memutih.
4.
O Krus didinginkan
O Ditetesi air
O Gas/uap yang keluar diperiksa dengan
kertas lakmus.


Lakmus netral berubah warna menjadi biru.
5.
O Krus dipanaskan kembali.
O Magnesium dikeluarkan dan ditimbang.

Berat krus MgO 6,10 gr

F. ANALISIS DATA
1. Reaksi-Reaksi
a. Mg
(s)
O
2(g)
MgO
(s)

b. 3Mg
(s)
N
2(g)
Mg
3
N
2(s)

c. Mg
3
N
2(s)
H
2
O
(l)
3Mg(OH)
2(s)
2NH
3(g)

d. Mg(OH)
2(s)
MgO
(s)
H
2
O
(l)

2. Penentuan Ar Logam Magnesium


a. Berat krus kosong 5,93 gram
b. Berat awal logam Mg a 0,1 gram
c. Berat krus berat logam Mg setelah dipanaskan 6,10 gram
d. Berat MgO b (poin c) (poin a) 0,17 gram
sehingga,
Ar Mg 2 x x a
2 x x 0,1

22,86 gram/mol

G. PEMAHASAN
Pada percobaan ini logam magnesium (Mg) dipanaskan di dalam tanur mulai dari suhu
100
o
C sampai suhu 700
o
C, sehingga energi dari magnesium mengalami peningkatan dan mampu
untuk bereaksi. Logam magnesium yang didiamkan beberapa saat pada suhu 100
o
C-700
o
C akan
berubah warna menjadi warna putih. Hal ini membuktikan bahwa logam magnesium mampu
bereaksi atau berikatan dengan udara disekitarnya pada suhu tertentu dan abu yang berwarna
putih merupakan persenyawaan kimia antara logam magnesium (Mg) dan oksigen (O
2
).
Pada saat logam magnesium telah berubah warna menjadi putih dan dikeluarkan dari dalam
tanur menggunakan penjepit krus. Setelah itu logam magnesium ditetesi dengan air maka
terbentuklah gas. Gas yang terbentuk ini dihadang uapnya menggunakan kertas lakmus netral.
Ternyata uap gas yang dihasilkan mengubah warna kertas lakmus netral tersebut menjadi biru.
Jadi dapat disimpulkan bahwa diudara terdapat 78,08 nitrogen, 20,95 oksigen, 0,93 argon
dan 0,04 gas lainnya. Sehingga nitrogen sebanyak 78,08 inilah yang bereaksi dengan logam
magnesium menghasilkan Mg
3
N
2
. Kemudian dengan penetesan air (H
2
O) menyebabkan
Mg
3
N
2
bereaksi dengan H
2
O membentuk Mg
3
(OH
2
) 2NH
3
. Penetesan air itulah yang
menyebabkan kertas lakmus netral berubah warna menjadi biru dan membuktikan bahwa gas
yang dihasilkan bersiIat basa. Ini berarti bahwa senyawa nitrogen (N
2
) dan hidrogen (H) yang
bersiIat basa dan berbentuk gas pada suhu kamar, tidak lain adalah amoniak (NH
3
).
Pada analisis dat didapatkan massa atom relatiI (Ar) magnesium adalah 22,86 gr/mol. Jika
dibandingkan dengan standar internasional bahwa massa atom relatiI Mg adalah 24,31 gr/mol ini
sedikit berbeda. Hal ini dapat disebabkan akibat kurang lamanya logam magnesium yang telah
ditetesi air (H
2
O) sehingga pemijaran itu tidak menghilangkan seluruh atom hidrogen hilang dari
persenyawaan tersebut. Ketidaktepatan ini juga dapat disebabkan karena banyaknya unsur-unsur
lain diudara terbuka yang dapat mempengaruhi reaksi.

H. PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan diatas didapatkan bahwa massa atom relatiI Mg adalah 22,86
gr/mol. Hasil ini didapat denga menimbang massa Mg terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan
dengan pemanasan dan pemijaran di dalam tanur sehingga menghasilkan MgO. Kemudian
hasilnya dihitung dengan menggunakan rumus

Dengan a massa Mg, b massa MgO
Sehingga:
Massa atom relatiI yang diperolah dari percobaan diatas adalah 22, 86 gr/mol.
2. Saran
O Praktikan harus sabar dan tidak terburu-buru saat memenaskan logam magnesium (Mg) dan juga
pada saat melakukan pemijaran
O Praktikan harus benar-benar serius dan memperhatikan dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan
sediktpun dan dapat bekerjasama.

DAFTAR PUSTAKA
Bresnick, Stephen . 1996 . Intisari Kimia Umum. Jakarta: Hipokrates.
Goldberg, David E. 2004. Kimia Untuk Pemula. Jakarta: Erlangga.
Oxtoby, David W.dkk. 2001. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Jakarta: Erlangga.
Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 1. Bandung: ITB