Anda di halaman 1dari 7

MECHANICAL PROPERTIES SIFAT MEKANIK Dalam kedokteran gigi sifat mekanik dibatasi oleh hukum dinamika yaitu ilmu

u fisika yang berhubungan dengan tekanan, energi serta efek benda dalam keadaan stastis, istirahat bukan dalam keadaan dinamis yang bergerak Dalam rongga mulut material restorasi, bagaimana material merespons paparan kimia, panas, mekanis Sifat mekanik perlu diketahui dokter gigi ketika akan merancang material yang digunakan untuk restorasi gigi, atau membuat gigi palsu (protesa) Contoh : Dalam merancang gigi palsu : kekuatan merupakan faktor penting (sifat mekanik material). Untuk menjamin agar gigi palsu tersebut berfungsi secara efektif, aman dan tahan dalam jangka waktu tertentu Sifat mekanik :diperlukan suatu kekuatan, kemampuan gigi palsu untuk menahan beban (gaya), agar gigi palsu tidak patah, berubah bentuk secara berlebihan STRESS (S atau ) Adalah : gaya per unit daerah yang berkerja pada berjuta-juta atom atau molekul pada bidang tertentu dalam suatu material. Bila ada stress force, selalu ada strain (perubahan bentuk) Gaya internal per luas permukaan material, besar gaya sama tetapi berlawanan arah dengan gaya yang diberikan per luas permukaan S = Force (N) /Area atau satuan gaya per luas permukaan dng satuan standar internasional sebagai Pascal (1 Pa =1 N/m2 = 1 MN/mm2 ) Pressure : Besar rerata tekanan suatu bahan yang dapat menunjukkan deformasi plastis dalam jumlah tertentu atau terjadi fraktur (patah) Contoh stress Kawat ortodontik : panjang kawat 20 gauge diameter kawat 0,8 mm diberi beban 220 N cross-secational area 0,5 mm2 Stress = 220 N/ 0,5 mm2 atau

440 N/mm2 (MPa)

Tipe stress : tekanan dapat berasal dari axial, shear, atau kombinasi. Kekuatan dari axial dapat berupa suatu tensile / compressive, shear, bending atau torsional

Force -

Deformation Axial : elongation, shrinkage Shear : shear Twisting moment : torsion Bending moment : bending

Tensile stress : disebabkan suatu beban yang cenderung meregangkan /memperpanjang tensile stress selalu diikuti dengan tensile strain Compressive stress : bila suatu beban ditempatkan di bawah beban yang cenderung menekan atau memendekannya, ketahanan internal terhadap beban tersebut disebut tekanan kompresi atau compressive stress. compressive stress selalu diikuti dengan compressive strain Shear stress : cenderung menahan pergeseran dari satu bagian suatu benda yang lain. Shear stress dapat dihasilkan dari gerakan memutar atau memilin Flexural stress (complex stress) : daya campuran, bila ada flexural force Dalam rongga mulut shear stress jarang terjadi karena : 1. Permukaan gigi yang direstorasi mempunyai morfologi permukaan yang kasar, tidak berbentuk bidang 2. Preparasi gigi berbentuk chamfers, bevel 3. Gaya yang diaplikasikan berhadapan langsung dengan perbatasan interface gigi dengan material gigi 4. Material kedokteran gigi bersifat brittle sehingga nilai shear strength di bawah nilai shear stress Flexural (bending) stress :

Pada jembatan 3 unit : - Compressive stress terjadi pada sisi oklusal - Tensile stress terjadi pd sisi mukosa dari mahkota jembatan - Di antara kedua daerah tersebut tidak ada tensile stress dan compressive stress

Pada jembatan 2 unit : - Shear stress terjadi pada permukaan oklusal atau permukaan yang lebih cembung - Permukaan atas menjadi daerah tarikan (regangan ) permukaan bawah menjadi terkompresi STRAIN Bila benda diberi beban dari luar terjadi strain - perubahan dimensi, bertambah atau berkurang panjang - diukur perubahan dalam panjang persatuan panjang strain ( ) = L ( L Lo) atau strain ( ) = deformation/original length = ( L Lo)/ Lo = L / Lo spesimen diberi beban panjang awal = 2 mm panjang baru = 2.02 mm deformasi = 0.02 mm strain = 0.02/2 = 0.01 atau 1% dinyatakan dalam nilai unit, atau persentase Strain bisa terjadi : - elastis, setelah beban dilepas material kembali ke bentuk semula, sifat reversible. Berhubungan dengan proportional limit, resilience, modulus elasticity - plastis, setelah beban dilepas material terjadi perubahan bentuk yang bermakna, sifat irreversible. Berhubungan dengan percetence of elongation - Perubahan elastis dan plastis berhubungan dengan toughness, yield strength

Titik A : - proportional limit - elastic limit Titik B : benda patah di bawah kondisi tensile

Strain penting untuk - Material restorasi - Kawat ortodontik - Material cetak sebelum material patah

Elastic Modulus (Youngs Modulus/Modulus Of Elasticity) : menggambarkan kekerasan atau kekakuan relatif dari suatu material Proportional limit (batas keseimbangan) : stress maksimal, stress masih mempunyai keseimbangan dengan besarnya strain. Stress di atas titik ini tidak lagi seimbang untuk strain Elastic limit : beban maksimal yang dapat diterima oleh suatu bahan tanpa mengalami perubahan bentuk yang permanen Ultimate stress : stress yang dibutuhkan untuk mengakibatkan fraktur Titik Yield : terjadi bila peningkatan strain yang cepat tanpa adanya keseimbangan kenaikan stress, perubahan bentuk pada saat ini sepenuhnya plastis Resilience : jumlah energi maksimal yang diserap oleh struktur material saat mendapat stress, atau sifat mampu menerima daya tanpa terjadi perubahan permanen. Material dengan area elastis besar resilience tinggi

Brittleness : kemampuan material untuk menahan deformasi plastis sebelum mengalami fraktur, atau sifat mudah patah Ductility :sifat logam yang dapat ditarik menjadi panjang membentuk kawat Toughness : jumlah energi perubahan elastis dan plastis yang dibutuhkan untuk mematahkan material, atau mengukur daya tahan untuk patah, hal ini tergantung strength dan ductility. Semakin tinggi strength dan ductility, toughness semakin besar. Sifat toughness merupakan lawan brittleness. Malleability : kemampuan logam untuk dibentuk/ditempa menjadi lembaran yang tipis tanpa pecah atau retak

STRENGTH Adalah maksimal stress yang dibutuhkan untuk mematahkan benda, dapat berupa : a. Compressive strength :stress maksimal yang dapat diterima oleh bahan dalam bentuk kompresi supaya putus.

b. Tensile strength : stress maksimal yang dapat diterima oleh bahan dalam bentuk tarikan c. Shear strength : stress maksimal yang dapat diterima oleh bahan dalam bentuk gesekan maksimal d. Diametral compression : merupakan cara lain untuk pengujian tensile strength, digunakan untuk bahan yang getas, sampel dalam bentuk silider atau disk, diberi beban secara diametral, tensile stress timbul dalam arah tegak lurus terhadap beban yang diberikan

e. Impact strength : kekuatan yang dibutuhkan untuk mematahkan suatu benda dengan pukulan (impact force). Sampel diletakkan pada alat penguji impak yang mempunyai lengan pemukul yang dapat dianyunkan, pemukul diayunkan hingga membentur dan sampel patah

f. Fatique strength : beban kecil diberikan secara berulang-ulang sehingga menyebabkan benda patah. HARDNESS . Adalah kemampuan untuk menahan goresan. Dalam metalurgi adalah ketahan terhadap identasi. Digunakan untuk mengetahui daya tahan keausan bahan. Sifat ini berhubungan dengan strength, proportional limit, ductility. Surface hardness (kekerasan permukaan) : adalah kemampuan permukaan suatu bahan untuk menahan penetrasi benda tajam di bawah beban tertentu. Uji yang sering digunakan adalah : Barcol, Brinell, Rockwell, Vickers, Knoop. Pengujian yang dipilih tergantung dari bahan yang diuji Cara mengukur hardness 1. Identation resistance indentor : pada permukaan material diberi beban dan waktu tertentu, akan menghasilkan indentasi kecil, berarti material keras (nilai besar) TEST Vickers Knoop Brinell Rockwell INDENTOR Intan Intan Bola baja Bola baja/ujung intan HASIL PENGUJIAN Luas cekungan Panjang diagonal Luas cekungan Kedalaman cekungan SATUAN VHN KHN BHN ROCKWELL

Untuk mengukur material yang brittele dapat mengunakan Vicker dan Knoop yang diklasifikasikan sebagai microhardness tester 2. Abrasion resistance : dengan menggores atau menggurat material dalam keadaan tertentu, yang diukur adalah ke dalaman goresan/guratan atau berat material hasil goresan/guratan